Mari Tingkatkan Nilai  Ibadah

Oleh : Dr KH Umar Yusuf MH.I

0 47

TAK TERASA kita telah memasuki paru kedua bulan Ramadhan. Apakah kita akan bertemu dengan Ramadhan yang akan datang, itu tidak ada yang tahu. Karena mati tidak pernah salah alamat dan juga tidak pernah ada persyaratan. Tua sendiripun bukanlah persyaratan mati. Demikian juga dengan sakit. Oleh karena itu, kita harus siap-siap menghadapi sakaratul maut itu.

Seperti diketahui, sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat Salman Al Farisi : Rasullullah SAW bersabda bahwa “Adalah bulan Ramadhan, awalnya rahmat, pertengahannya maghfiroh dan akhirnya pembebasan dari api neraka.” 

Dari hadist tersebut, diambil kesimpulan bahwa Ramadhan ini sendiri terdiri atas 3 (tiga) fase yang dilalui yang dibagi dalam 10 hari pertama, 10 hari kedua, dan 10 hari ketiga. Setiap fase tersebut mempunyai banyak keutamaannya. “10 hari pertama adalah fase rahmat.  Pada fase ini dibukakan pintu rahmat yang seluas-luasnya. Jadi kita harus berlomba-lomba berbuat kebaikan.  Mudah-mudahan kita semua termasuk kedalam golongan orang-orang yang bertakwa dan beramal kebajikan.

Kemudian, 10 (sepuluh) hari kedua adalah fase ampunan. Maghfiroh itu diberikan khusus untuk orang yang berpuasa dari dosa-dosa yang telah dilakukannya. Oleh karena itu pada 10 hari kedua ini wajiblah kita banyak-banyak memohon ampunan. Tapi perlu diingat, dosa yang diampuni hanya dengan Allah SWT.  Sedangkan dosa sesama manusia tidak akan terampuni sebelum meminta halal dan maaf kepada sesama umat manusia. Di dalam Surah Ali `Imran: 133 dijelaskan, “dan bersegeralah kamu menuju ampunan (maghfiroh) Tuhanmu.”

10 (sepuluh) hari akhir Ramadhan sebagai fase pembebasan dari api neraka. Sepuluh terakhir ini merupakan penutupan bulan Ramadhan.  Marilah kita meningkatkan nilai ibadah, dengan banyak bertaubat, bersedekah karena kita belum tentu bertemu dengan Ramadhan yang akan datang. Dalam suatu firman Allah pada QS. Al-zalzalah ayat 7 dan 8 disebutkan “fa may ya’mal miṡqāla żarratin khairay yarah. wa may ya’mal miṡqāla żarratin syarray yarah“. Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan) nya, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.

(Penulis adalah Imam Besar Masjid Al Falah Jambi)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Dentist in Vaughan
Dentist in Vaughan