Oleh karenanya, Allah menciptakan puasa (ramadan) sebagai perkakas mengendalikan segala keinginan manusia. Mengingat, manusia adalah makhluk yang diberikan dua kelengkapan: akal dan nafsu. Akal membentuk rasionalitas, sedangkan nafsu seringkali membuat hasrat tak terkendali. Hasrat yang tidak terkendali adalah akibat nafsu yang mendahului akal.
Bagi yang mengimani ketauhidan dan segepok nilai agung agama, pilihan pengendalian diri mesti diperagakan pada setiap perjalanan kehidupan. Dan perayaan Idulfitri sebetulnya simbolisasi atas kemenangan hakikat melakukan pengendalian diri itu. Pribadi yang bisa mengendalikan diri ini adalah pribadi yang mulia. Semoga kemuliaan itu akan menjadi tirakat yang bermukim sepanjang masa.
(Penulis adalah Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kemendes PDTT RI untuk Kabupaten Batanghari)



