Empat Kecerdasan BUMDes Hadapi Covid 19

0 129

Oleh Mohd Haramen

PASCA wabah Covid 19, banyak pihak yang bertanya-tanya, mampukah BUMDes untuk bangkit kembali sebagai lokomotif ekonomi desa ? Pasalnya, saat ini daya beli masyarakat rendah, akibat menurunnya pendapatan selama wabah Covid 19 melanda,  dan hampir semua BUMDes terimbas.  Terutama BUMDes wisata yang terpaksa tutup total sejak wabah Covid ini berlangsung. Di Provinsi Jambi sendiri dari 1119 BUMDes yang terbentuk, ada 791 yang memiliki kegiatan, selebihnya tidak aktif. Dari 791 yang aktif tersebut, baru 101 BUMDes yang sudah bisa memberikan laba dan berkontribusi ke Pendapatan Asli Desa (PADes). Selebihnya masih hanya cukup untuk biaya operasional mereka saja.

Sejak wabah Corona ini, BUMDes yang biasanya menyumbang PADes tersebut, ada kemungkinan tahun ini tidak bisa laba. Karena ada unit usaha mereka yang tutup. Belum lagi yang bergerak dalam bidang simpan pinjam, karena kondisi ekonomi masyarakat yang tidak stabil, akibatnya  ada angsuran nasabah yang menunggak. Berbagai masalah ini, sempat saya perbincangkan dengan Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa se Jambi via online beberapa hari lalu.

Dalam diskusi tersebut ada semangat bersama untuk menjadikan BUMDes sebagai lokomotif ekonomi di desa. Hanya saja, untuk menjadikan BUMDes ini sebagai pioner perlu dukungan dari aparatur pemerintah desa itu sendiri. Dukungan yang dimaksud bukan hanya dalam bentuk penyertaan modal saja, tapi juga dukungan pemasaran. Dimana ada semacam komitmen dari pemerintah desa untuk membesarkan BUMDes dengan cara membelanjakan keperluan desa lewat BUMDes. Tanpa dukungan ini, sebagian pendamping pesimis BUMDes akan jadi lokomotif ekonomi di desa.

Jika BUMDes maju, sebagian masalah di desa akan bisa diselesaikan. Misalnya, masalah kemiskinan, lewat BUMDes bisa disalurkan kredit lunak. Masalah pengangguran, jika BUMDes maju akan banyak menyerap tenaga kerja. Masalah pendidikan, dengan laba BUMDes bisa disalurkan beasiswa pendidikan. Masalah kesehatan, ketika BUMDes sudah laba, maka bisa digunakan untuk  membayar iuran BPJS kesehatan masyarakat desa yang tidak tercover dalam bantuan pemerintah. Masalah lansia dan janda-janda, jika BUMDes laba maka akan bisa memberikan bantuan pangan buat mereka. Termasuk juga persoalan infrastruktur juga bisa dibangun dari laba BUMDes.

Penting artinya memajukan badan usaha yang ada di desa-desa, untuk membangkit perekonomian masyarakat kelas bawah. Terlebih Jambi yang 65 persen masyarakatnya tinggal di desa. Oleh karena itu, untuk memajukan BUMDes  di tengah krisis saat ini, perlu kita mengadopsi tips yang disampaikan Konsultas Pemasaran Kelas Dunia, Hermawan Kartajaya ini.  Kata Herman, untuk memajukan  dunia usaha disaat krisis perlu ada empat kecerdasan. Pertama, kecerdasan fisik, dimana kita perlu tahu apa artinya kesehatan bagi kelangsungan hidup kita, makanya perlu menerapkan pola hidup sehat. Kedua, kecerdasan otak (IQ).  Dimana fisik yang sehat jika tidak ditunjang dengan kemampuan berpikir, maka tidak memiliki kemampuan berinovasi. Karena kunci bisnis adalah inovasi. Ketiga Kecerdasan Emosional. Fisik yang sehat, otak berpikir, tapi tidak ditunjang dengan perasaan yang berempati maka akan melahirkan kezaliman. Jika membuat kebijakan selalu menyengsarakan orang lain. Lalu yang keempat adalah kecerdasan personality. Kecerdasan yang dimaksud adalah penampilan pengurus BUMDes maupun produknya yang meyakinkan. Produk yang bagus tapi dikemas jelek, juga tidak ada menambah nilai produk. Sebaliknya  produk yang kurang bagus, tapi kemasan berkualitas akan mengurangi citra konsumen. Oleh karena itu, dimasa krisis seperti sekarang, produk yang berkulitas ditambah kemasan yang bagus, itu akan menambah performance sebuah produk. Akhirnya, jika BUMDes mau tetap menjadi lokomotif ekonomi di desa, maka para pengurusnya harus bertindak sebagai entrepreneur. Sebagai profesional akan melihat wabah Covid 19 ini sebagai ancaman, tetapi seorang entrepreneur akan melihat Covid 19 ini sebagai peluang.

(Penulis adalah Tenaga Ahli Kemendes PDT RI bidang Pengelolaan Keuangan Desa dan Pengembangan Ekonomi Lokal untuk wilayah Provinsi Jambi)

Leave A Reply

Your email address will not be published.