Hasan Mabruri: Jangan Karena Kalah, Kehilangan Akal Sehat

0 57

JAMBI– Tudingan demi tudingan dari Paslon 01 Cek Endra-Ratu Munawaroh terkait proses pelaksanaan Pilkada Gubernur Jambi mulai mengarah ke fitnah, ketidak siapan menerima kekalahan dalam proses tersebut membuat mereka mencari cari kesalahan, sampai akhirnya mengeluarkan tudingan tanpa dasar.

Misalnya, pernyataan Direktur Media Center CE-Ratu, Desi Ariyanto dalam beberapa media yang heran dengan tingginya partisipasi pemilih di Merangin, yang menurutnya mencapai 90 persen, faktanya, partisipasi pemilih di Merangin yang merupakan basis pemenang Pilgub Dr. H. Al Haris hanya 68,23 persen.

Menanggapi hal ini, Direktur Centre Haris-Sani merasa heran. ”What.? 90 persen, coba bilang ke tim pak CE, boleh tidak terima kalah dalam pertarungan, hanya saja jangan menebar berita bohong, data yang kami dapat, partisipasi pemilih di Merangin hanya 68 persen, tidak jauh berbeda dengan Kabupaten lain. Dalam catatan kami, partisipasi pemilih tertinggi itu ada di Kota Sungai penuh yang mencapai 84 persen, dan disana pasangan CE-Ratu lebih unggul dari Haris-Sani,” tegas Hasan Mabruri, Senin (21/12/2020).

Terkait tuduhan dugaan terjadinya pelanggaran yang bersifat TSM (Terstruktur, Sistimatis dan Massif), lagi-lagi Hasan mengaku bingung. ”Setau kami pak Haris dan Pak CE Endra sama-sama bupati aktif, Cek Endra Bupati Sarolangun, Bapak AL Haris Bupati Merangin. Bagaimana caranya melakukan TSM, sementara masing-masing memegang wilayah, kalaupun ada TSM, harusnya diarahkan ke Gubernur Patahana, tapi faktanya, Incumben sendiri menempati posisi ketiga,” urainya urainya sambil geleng geleng kepala.

Pihak CE-Ratu menurutnya harus berkaca.”Harusnya mereka berkaca, siapa sebenarnya yang banyak melakukan pelanggaran. Ingat, pak CE dilaporkan ke Bawaslu terkait dugaan kampanye dimasa tenang yang jelas-jelas tidak boleh, Buk Ratu juga dilaporkan dengan kasus yang sama. Kasus lain yang sangat terang yakni, telah terbukti terjadinya penggelembungan suara CE-Ratu di Kecamatan Kota Baru Kota Sungai Penuh, jumlah penambahan suara CE-Ratu secara illegal tidak tanggung-tanggung, mencapai 2000 suara, ini fakta tak terbantahkan, dan sudah terbukti dalam rapat pleno KPUD Kota Sungai Penuh, maling kok malah teriak maling,” terangnya.

Ditanyakan bagaimana mengenai kelanjutkan kasus yang melibatkan PPK ini, Hasan mengatakan jika saat ini laporan itu masih berproses di Bawaslu Sungai Penuh.

Tak hanya itu, bentuk dugaan percobaan kecurangan lainnya yakni adanya bukti chat yang tersebar di media sosial. Misalnya, diduga chat Cik Marleni, anggota DPRD Sarolangun yang juga merupakan adik kandung CE-Endra, dalam chat grup WA bernama CM Setia tersebut, diduga Cik Marleni mengatur scenario untuk menaikkan suara Ce-Ratu di kawasan Mandiangin setelah proses pemilihan. ”Ini yang terkuak, tidak menutup kemungkinan banyak kejadian lain yang belum terkuak,” tambahnya.

Terkait herannya tim CE terhadap perolehan suara Al Haris di Kecamatan Jangkat, Hasan Mabruri semakin heran. ”Lho, dukungan tinggi yang didapat secara legal kok heran. Kalau hanya berasumsi, bagaimana dengan perolehan suara CE-Ratu di 3 TPS desa Mandiangin Tuo. Dimana CE memperoleh suara 100 persen di tiga TPS, jangankan Cagub 02 dan 03, suara tidak sah pun tidak ada disana. Bicara logika, apakah ini masuk akal? Tentu tidak. Tapi Pilkada tidak bisa hanya bicara logika dan asumsi, kita harus menyampaikan bukti bila ada dugaan kecurangan. Jadi sebaiknya Cagub 01 berkaca, jangan karna kalah lalu kehilangan akal sehat, jika politik seperti ini yang dikedepankan, yang rugi adalah masyarakat, yang rugi adalah Jambi,” tandasnya.

Untuk itu, ia berharap kepada semua pihak untuk bisa menjadi orang sehat setelah Pilkada. Jangan setelah Pilkada malah jadi orang sakit. Jika memang hebat dan pintar, berikan contoh yang baik, kasian masyarakat harus ikut larut dalam opini yang tidak berdasar yang bahkan cenderung menuding untuk menutupi kebobrokan sendiri.

Leave A Reply

Your email address will not be published.