TANJUNG JABUNG BARAT – Gelombang antusiasme masyarakat Tanjung Jabung Barat terlihat jelas pada Sabtu siang, 22 November 2025. Ribuan warga bersama keluarga besar Nahdlatul Ulama (Nahdliyin) memenuhi halaman Pondok Pesantren Sholeh Al Mubarok di Desa Gemuruh, Kecamatan Tungkal Ulu. Mereka datang untuk menghadiri Tabligh Akbar sekaligus menyaksikan peresmian resmi Pondok Pesantren Sholeh Al Mubarok oleh Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, ulama besar yang selalu menjadi magnet bagi umat.
Acara yang berlangsung khidmat itu menjadi momen bersejarah bagi dunia pendidikan Islam di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Habib Luthfi, yang hadir didampingi pembina yayasan, menyampaikan tausiyah yang menggugah kesadaran tentang peran strategis pondok pesantren dalam membentuk generasi berakhlak mulia.
“Keberadaan pondok pesantren bukan sekadar tempat menuntut ilmu agama, tapi juga laboratorium pembentukan karakter bangsa,” tegas Habib Luthfi. Beliau menekankan bahwa kemajuan suatu negara tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, melainkan dari kualitas akhlak generasi mudanya.
“Kalau ingin birokrasi bersih, pelayanan publik prima, dan negara kuat, maka pendidikan akhlak harus jadi prioritas utama,” ujarnya di hadapan ribuan jamaah yang mendengarkan dengan khusyuk.
Habib Luthfi juga mengingatkan bahaya ilmu tanpa adab. Menurutnya, ilmu yang tidak dibingkai akhlakul karimah justru bisa menjadi bumerang. “Kita sering melihat oknum pejabat atau profesional yang pintar, tapi terjerat korupsi, narkoba, hingga pelecehan seksual. Itu semua karena ilmu mereka tidak diimbangi akhlak dan adab,” tandasnya dengan nada tegas namun penuh kasih.
Pondok Pesantren Sholeh Al Mubarok sendiri berdiri megah di atas lahan seluas 31,4 hektare, dengan 10 hektare di antaranya sudah dibangun berbagai fasilitas pendukung. Saat ini, kompleks pendidikan ini tidak hanya memiliki pondok pesantren yang menampung 89 santri, tapi juga lembaga formal lainnya: Raudhatul Athfal (50 siswa), Madrasah Tsanawiyah (378 siswa), dan Madrasah Aliyah (120 siswa).
Fasilitas yang disediakan pun terbilang lengkap dan modern untuk ukuran pesantren di daerah. Ruang belajar ber-AC, menu makanan bergizi setiap hari, layanan laundry gratis, hingga laboratorium komputer menjadi bukti bahwa pesantren ini ingin memberikan kenyamanan maksimal bagi santri. Ke depan, pondok ini dirancang mampu menampung hingga 3.000 santri dari berbagai penjuru Indonesia.
Tak hanya fokus pada pelajaran formal dan tahfidz, pesantren ini juga aktif mengembangkan bakat santri melalui beragam ekstrakurikuler, seperti hadrah, tilawah Al-Qur’an, drumband, pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), hingga pelatihan keterampilan komputer. Kombinasi antara pendidikan agama, akademik, dan keterampilan hidup ini diharapkan melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan zaman.
Peresmian pondok pesantren ini juga dihadiri deretan tokoh penting, baik dari kalangan militer, kepolisian, pemerintahan, maupun akademisi. Hadir antara lain Staf Khusus Kasad, Danrem 042/Garuda Putih, Dandim 0419/Tanjab, Direktur Intelkam Polda Jambi, Rektor UIN STS Jambi, Kapolres Tanjung Jabung Barat beserta jajarannya, Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Ketua DPRD, serta Ketua PCNU setempat.
Keberadaan Pondok Pesantren Sholeh Al Mubarok diharapkan menjadi oase baru pendidikan karakter di Tanjung Jabung Barat, sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai pilar peradaban bangsa di tengah gempuran era digital.
