Pesan Idul Adha Buat Generasi Millenial

Oleh Mohd Haramen, SE, ME,Sy

0 159

MINGGU (11/8) mendatang, seluruh umat Islam se dunia akan merayakan Idul Adha yang bertepatan dengan tanggal 10 Zulhijjah 1440 Hijriyah. Menghadapi momen sakral tersebut, hari – hari ini masjid-masjid, surau – surau mulai berhias untuk menyambut hari besar Islam itu. Momen penting bagi umat Muhammad SAW itu  memiliki banyak pesan-pesan untuk kehidupan generasi milenial.

Jika ditelaah secara jauh, sesungguhnya Idul Qurban, kisah Ibrahim dan Ismail serta Prosesi Haji memiliki dimensi masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Dimensi masa lalu, bagaimana sejarah nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan anak kesayangannya Ismail demi menjalankan perintah Allah. Sedangkan dimensi masa kini, umat Rasulullah diperintahkan untuk melaksanakan Ibadah Haji dan berkurban bagi yang mampu. Lalu dimensi masa depan, yakni melalui prosesi haji, wukuf di Arafah, manusia diingatkan bahwa nanti semuanya akan dikumpulkan di Padang Masyar mendapat pengadilan Allah SWT.

Ketiga dimensi tersebut menjadi pelajaran bagi generasi milineal. Pada dimensi masa lalu, artinya kita jangan pernah melupakan sejarah. Sejarah bangsa, para tokoh bangsa, dasar negara harus terus diingat. Karena itu menjadi pelajaran dalam mengambil tindakan dimasa kini. Jangan sampai jasa-jasa founding father yang telah mempersatukan Indonesia, terkoyak-koyak oleh ego sektoral, sifat individualis, dan selalu berburuk sangka kepada orang lain.

Dimensi masa kini, yakni perintah Ibadah Haji dan berkurban mengandung pesan, bahwa generasi milenial itu, harus kuat. Baik kuat secara fisik maupun kuat secara material. Karena kuat fisik saja tidak cukup untuk mengerjakan ibadah haji, tapi juga harus kuat mental dan kuat finansial. Demikian juga dengan Ibadah Qurban, kuat secara ekonomi sangat dibutuhkan untuk menjalankan ibadah tersebut

Lalu dimensi masa depan, ditunjukkan dengan ritual ibadah haji wukuf di Arafah dengan pakaian ihram berwarna putih. Itu mengingatkan generasi milineal bahwa sejauh apapun melangkah, ingat jalan untuk kembali ke pada Allah. Karena semuanya akan dikumpulkan di Padang Masyar untuk mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan yang dilakukan selama di dunia ini.

Dari semua itu, sesungguhnya pesan Idul Qurban yang penting adalah, bahwa kehidupan bisa berjalan, jika dijalani dengan kebersamaan. Andaikan kehidupan ini hanya bersifat individual, Nabi SAW tidak akan turun ke bumi dia akan terus menetap di surga. Tapi Nabi SAW tetap turun ke bumi, ingin berjuang bersama sama umatnya, untuk merasakan kenikmatan yang bersama-sama pula nantinya di surga. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, susah sama ditanggung, senang sama dirasakan.  Dengan peringatan Idul Adha ini, tangga menuju kesuksesan itu ada di langit, jika kamu kasih kepada mahluk yang dibumi, maka yang dilangit akan melipatgandakan kasih sayangnya.

(Penulis adalah Dosen Prodi Ekonomi Syariah STAI Ahsanta Jambi)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.