PMII dan LSN Gelar Madrasah Toleransi Ramadhan

0 173
JAKARTA – Komunitas Peduli Anak Bangsa bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Laskar Santri Nusantara (LSN), Lembaga Kajian Strategi Pembangunan Pemerintah, menggelar Madrasah Toleransi Ramadhan di Masjid Agung Al-Jihad Ciputat,Tangerang Selatan, Jumat (24/5) malam. Acara ini dihadiri 300 anak jalanan, anak yatim, anak dhuafa di wilayah Tangerang Selatan dan sekitarnya.
Acara ini di dukung oleh berbagai instansi yang memang fokus untuk kemajuan anak bangsa, diantaranya Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Baznas Indonesia, Sabana Foundation, dan beberapa alumni PMII Komfakda.
Para anak-anak peserta kegiatan, tampak gembira mengikuti rangkaian Games yang dipandu oleh kak Didik Setiawan selaku Pembina KOMPA BANGSA dan ketua umum Laskar Santri Nusantara. Ia mengajak anak-anak bermain games dengan menyisipkan nilai-nilai keislaman dan toleransi dengan cinta kasih serta kejujuran dan percaya diri untuk berani maju.
“Anak-anak ini perlu ditanamkan cinta kasih, mereka perlu diperkenalkan Islam yang rahmatan lil alamin. Maka ketika tadi bermain games, terus-menerus kita menyebut tentang nilai-nilai keislaman dan toleransi, biar mereka kenal pentingnya kebersamaan walaupun berbeda-beda,” ujar Hadad Alwi yang juga hadir di kesempatan tersebut.
Selama tiga hari acara ini akan berlangsung menghadirkan para tokoh, seperti H Saiful Mujab selaku Kakanwil Kemenag DKI Jakarta, Drs Muhammaf,M.Si selaku Sekretaris Daerah Tangerang Selatan, juga Dirut RNI Didik Prasetyo. Selain itu, juga hadir pembicara dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Susianah.
“Madrasah Toleransi Ramadan ini merupakan kegiatan tahunan dan kali ini perdana kami menyelenggarakan diluar Jakarta,” kata Nugraha Setiawan, Ketua IKA-PMII Komfakda Cabang Ciputat
Nugraha, biasa disapa bang Inu juga mengajak organisasi kepemudaan lainnya untuk ikut bergerak merangkul dan membantu para anak jalanan, anak yatim, dan anak dari keluarga dhuafa, dan bukan hanya acara-acara ceremonial namun bisa menjadi program jangka panjang dalam memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.
“Pemuda sekarang jangan sampai jadikan acara-acara sosial sebagai ajang seremoni namun bisa menghasilkan rekomendasi-rekomendasi kepada pemerintah terkait soal kondisi mereka dalam jangka panjang bagi kemajuan bangsa” kata Nugraha ketua alumni PMII Komfakda.
(arm)
Leave A Reply

Your email address will not be published.