Puasa Sehari Seperti Setahun

0 133

Oleh Mohd Haramen, SE,ME.Sy

SUDAH menjadi sifat manusia, kecil usaha, tapi ingin banyak memperoleh keuntungan. Ramadhan menawarkan hal-hal seperti itu. Sedikit beramal, tapi pahala berlimpah ruah. Hal ini seperti pahala puasa di hari kedua besok. Banyak hikmah yang terkandung didalamnya.

Dalam Kitab “Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah”, disebutkan,  keutamaan hari ke-2 puasa Ramadhan adalah Allah SWT akan mencatat setiap ibadah orang yang berpuasa seperti berpuasa satu tahun.  Tentunya pahala ini  bisa dicapai jika ibadah puasa dilakukan dengan ikhlas lahir dan batin. Sehingga mendapat pahala yang besar, tidak hanya mendapat lapar dan dahaga saja.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Banyak orang menjalankan puasa, tapi hanya dapat lapar dan dahaga,’’.

Puasa seperti ini tentunya karena puasa hanya secara lahir saja, namun tidak berpuasa secara batin. Sehingga, dalam keadaan berpuasa masih membicarakan orang lain, masih berprasangka buruk, dan sebagainya. Hal ini seperti apa yang disampaikan oleh Imam Al Ghazali yang menyatakan ada tiga tingkatan orang yang berpuasa. Yakni puasa umum, puasa khusus, dan puasa paling khusus. Yang dimaksud puasa umum ialah menahan perut dan kemaluan dari memenuhi kebutuhan syahwat. Puasa khusus ialah menahan telinga, pendengaran, lidah, tangan, kaki, dan seluruh anggota tubuh dari dosa. Sementara puasa paling khusus adalah menahan hati agar tidak mendekati kehinaan, memikirkan dunia, dan memikirkan selain Allah SWT. Untuk puasa yang ketiga ini (shaumu khususil khusus) disebut batal bila terlintas dalam hati pikiran selain Allah SWT dan hari akhir.” Kita tinggal memilih tingkatan puasa seperti apakah kita.

Tak hanya pahala puasa saja yang berlimpah ruah. Tapi pahala tarawih juga sangat besar pada malam kedua ini. Diantaranya seperti yang diriwiyatkan oleh

Ali bin Abi Thalib bahwasanya beliau berkata: “Nabi Muhammad SAW, pernah ditanya tentang keutamaan shalat Tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau menjawab :

Keutamaan Shalat Tarawih Pada malam pertama, keluarlah dosa orang mukmin (yang melakukan sholat Tarawih) sebagaimana ibunya melahirkan ia didunia. Sedangkan Pada malam kedua, Orang yang melaksanakan Sholat Tarawih akan diampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.

Semoga kita menjaga amaliyah ramadhan kita, sehingga kita menggapai derajat takwa.

(Penulis adalah Sekretaris DPW Lazis NU Provinsi Jambi)

Leave A Reply

Your email address will not be published.