RAPAT : Rapat penurunan stunting yang dipimpin Wakil Gubernur Jambi H Abdullah Sani[/caption]
Wagub yang juga Ketua Dewan Syuro PKB ini mengatakan, kegiatan ini merupakan aksi kovergensi dari instansi dan OPD terkait, sehingga upaya percepatan penurunan stunting dilakukan secara terpadu dan terintegrasi dengan memanfaatkan sinergi data sasaran pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah dengan menggunakan data keluarga berisiko stunting.
Wagub Sani mengungkapkan bahwa Provinsi Jambi dalam RPJMD tahun 2021-2026, juga telah menetapkan target yang lebih rendah dari target pusat dimana diharapkan angka prevalensi stunting menjadi 12% pada tahun 2024, Kondisi stunting Provinsi Jambi pada tahun 2022 telah menurunkan angka 4,4% dari tahun sebelumnya menjadi 18,0%.
Lebih lanjut Wagub Sani mengapresiasi dan memberikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang hadir secara virtual pada kegiatan upaya percepatan penurunan stunting melalui perencanaan intervensi terpadu pada keluarga beresiko stunting di Provinsi Jambi sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan Peraturan Kepala BKKBN RI Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN PASTI).
"Saya berharap kegiatan penyampaian materi dari instansi terkait tentang penurunan stunting yang dilakukan secara terpadu melalui intervensi pada data keluarga beresiko stunting di Provinsi Jambi dan melalui program serta kegiatan yang tersedia dalam lintas sektor vertikal dan OPD terkait, sehingga akan lebih tepat sasaran dalam melaksanakan intervensi," tutup Wagub Sani. (Waaly Arizona/Foto : Sopbirin/ADV Diskominfoprov)
RAPAT : Rapat penurunan stunting yang dipimpin Wakil Gubernur Jambi H Abdullah Sani[/caption]
Wagub yang juga Ketua Dewan Syuro PKB ini mengatakan, kegiatan ini merupakan aksi kovergensi dari instansi dan OPD terkait, sehingga upaya percepatan penurunan stunting dilakukan secara terpadu dan terintegrasi dengan memanfaatkan sinergi data sasaran pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah dengan menggunakan data keluarga berisiko stunting.
Wagub Sani mengungkapkan bahwa Provinsi Jambi dalam RPJMD tahun 2021-2026, juga telah menetapkan target yang lebih rendah dari target pusat dimana diharapkan angka prevalensi stunting menjadi 12% pada tahun 2024, Kondisi stunting Provinsi Jambi pada tahun 2022 telah menurunkan angka 4,4% dari tahun sebelumnya menjadi 18,0%.
Lebih lanjut Wagub Sani mengapresiasi dan memberikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang hadir secara virtual pada kegiatan upaya percepatan penurunan stunting melalui perencanaan intervensi terpadu pada keluarga beresiko stunting di Provinsi Jambi sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan Peraturan Kepala BKKBN RI Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN PASTI).
"Saya berharap kegiatan penyampaian materi dari instansi terkait tentang penurunan stunting yang dilakukan secara terpadu melalui intervensi pada data keluarga beresiko stunting di Provinsi Jambi dan melalui program serta kegiatan yang tersedia dalam lintas sektor vertikal dan OPD terkait, sehingga akan lebih tepat sasaran dalam melaksanakan intervensi," tutup Wagub Sani. (Waaly Arizona/Foto : Sopbirin/ADV Diskominfoprov) 