Supardi bersama keluarga besarnya[/caption]
Setelah lulus SD, pria yang tampan ini meneruskan pendidikan di bangku SMP di Kota Metro Lampung Tengah. Disini dia harus menumpang dirumah pakde nya. Namun, karena kehidupan yang memaksanya dia hanya bertahan selama 3 bulan di bangku SMP tersebut. Orangtuanya yang susah, membuat ia tak mampu meneruskan bangku sekolah. Lalu dia bertekad untuk membantu orangtuanya. Mulai saat itu, berbagai pekerjaanpun dilakoninya.
Mulai dari berjualan bakso keliling, buka usaha jahit pakaian, jadi sales, hingga tukang foto keliling. Profesi ini terus dilakoni hingga tahun 1990 - an.
Tepat pada tahun 1993 supardi hijrah merantau ke Jambi tepatnya di Tebing Tinggi. Disana ia bekerja sebagai satpam hingga kerja serabutan lainnya.
‘’Saya juga pernah menjadi penjual tahu keliling,’’ tukasnya.
Berkat ketekunannya inilah ia hari sukses menjadi pengusaha disana. Bahkan, dilirik oleh Calon Bupati H Mukhlis untuk mendampinginya berjuang merebut kursi BH 1 Tanjungjabung Barat. “Pendamping saya bapak Supardi,’’ tegas Mukhlis berkali-kali saat bertemu beberapa waktu yang lalu. (***)
Supardi bersama keluarga besarnya[/caption]
Setelah lulus SD, pria yang tampan ini meneruskan pendidikan di bangku SMP di Kota Metro Lampung Tengah. Disini dia harus menumpang dirumah pakde nya. Namun, karena kehidupan yang memaksanya dia hanya bertahan selama 3 bulan di bangku SMP tersebut. Orangtuanya yang susah, membuat ia tak mampu meneruskan bangku sekolah. Lalu dia bertekad untuk membantu orangtuanya. Mulai saat itu, berbagai pekerjaanpun dilakoninya.
Mulai dari berjualan bakso keliling, buka usaha jahit pakaian, jadi sales, hingga tukang foto keliling. Profesi ini terus dilakoni hingga tahun 1990 - an.
Tepat pada tahun 1993 supardi hijrah merantau ke Jambi tepatnya di Tebing Tinggi. Disana ia bekerja sebagai satpam hingga kerja serabutan lainnya.
‘’Saya juga pernah menjadi penjual tahu keliling,’’ tukasnya.
Berkat ketekunannya inilah ia hari sukses menjadi pengusaha disana. Bahkan, dilirik oleh Calon Bupati H Mukhlis untuk mendampinginya berjuang merebut kursi BH 1 Tanjungjabung Barat. “Pendamping saya bapak Supardi,’’ tegas Mukhlis berkali-kali saat bertemu beberapa waktu yang lalu. (***) 