Haul Syekh Muhammad Ali ke-15 : Anwar Sadat Ajak Doa Bersama dan Wisuda Hafiz Al-Qur’an

Haul Syekh Muhammad Ali ke-15
Kuala Tungkal – Kamis (04/12), Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Wakil Bupati Dr. H. Katamso, S.A., S.E., M.E., menghadiri Puncak Haul Syekh Muhammad Ali Bin Syekh Abdul Wahab ke-15 di Pondok Pesantren Al Baqiyatush Shalihat. Acara ini mempertemukan siapa saja tokoh agama, pejabat daerah, dan masyarakat, membicarakan apa saja nilai keislaman yang diwariskan, kapan haul digelar, di mana kegiatan berlangsung, mengapa haul menjadi tradisi penting, serta bagaimana prosesi berlangsung khidmat dengan doa, wisuda santri, dan tausiah.

Puncak haul

ini dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur Jambi, staf ahli Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, Habib Novel Bin Muhammad Al Idrus, unsur Forkopimda Tanjab Barat, Sekretariat Daerah, para Asisten Setda, Staf Ahli Setda, Kepala OPD, Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua GOW, para pengasuh pondok pesantren, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran tokoh-tokoh penting tersebut menegaskan bahwa haul Syekh Muhammad Ali telah menjadi salah satu ikon religi Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang mengakar kuat di masyarakat. Kapolres Tanjung Jabung Barat, AKBP Agung Basuki, S.I.K., M.M., selaku Ketua Panitia Pelaksana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan haul ini merupakan agenda rutin pemerintah daerah bersama Pondok Pesantren Al-Baqiyatush Shalihat. Ia menekankan bahwa haul bukan sekadar peringatan, melainkan momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperdalam pemahaman, serta mengamalkan nilai-nilai keislaman. “Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum bagi kita untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperdalam pemahaman serta pengamalan nilai-nilai keislaman, dan tentu saja meraih ridho Allah Azza wa Jalla,” ucap Kapolres. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, jemaah, panitia, donatur, serta elemen masyarakat yang telah berperan dalam menyukseskan acara. Berkat kerja sama semua pihak, kegiatan berlangsung lancar, aman, tertib, dan penuh kedamaian. Hal ini menunjukkan bahwa haul bukan hanya tradisi keagamaan, tetapi juga wadah kebersamaan dan solidaritas sosial. Pada kesempatan yang sama, Bupati Tanjung Jabung Barat Anwar Sadat mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk bersama-sama mendoakan saudara-saudara di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang tertimpa musibah. “Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita bersama-sama memanjatkan doa bagi saudara-saudara kita di Indonesia, khususnya yang berada di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Semoga mereka yang tertimpa musibah senantiasa diberikan kesabaran dan ketabahan oleh Allah SWT,” ucap Bupati. Lebih lanjut, Bupati mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca hidrometeorologi yang berpotensi menimbulkan bencana. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan agar masyarakat terhindar dari mara bahaya. “Kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Kabupaten Tanjung Jabung Barat, saya mengimbau untuk terus waspada dan siaga dalam menghadapi kondisi cuaca yang saat ini tergolong hidrometeorologi. Semoga Allah SWT senantiasa menjauhkan kita dari segala mara bahaya,” tambahnya.

Kegiatan haul

kemudian dilanjutkan dengan prosesi wisuda santri dan santriwati yang telah berhasil menghafal Al-Qur’an. Bupati Anwar Sadat memberikan bonus sebagai bentuk apresiasi atas prestasi mereka. Prosesi ini menjadi simbol keberhasilan pesantren dalam mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia. Usai wisuda, acara berlanjut dengan tausiah oleh Habib Novel Bin Muhammad Al Idrus yang memberikan pesan moral dan spiritual kepada jamaah.

Puncak Haul

Syekh Muhammad Ali bin Syekh Abdul Wahab ke-15 tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa pendiri pesantren, tetapi juga momentum memperkuat iman, solidaritas, dan kebersamaan masyarakat. Tradisi ini diharapkan terus berlangsung sebagai pengingat akan pentingnya nilai keagamaan dalam kehidupan sosial, sekaligus sebagai sarana mempererat persaudaraan umat.