Kuala Tungkal – Selasa malam (2/12), Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., bersama istri Hj. Fadhilah Sadat menghadiri Haul ke-15 Ayahanda Syekh Muhammad Ali bin Syekh Abdul Wahab, Muassis atau pendiri Pondok Pesantren Al Baqiyatush Shalihat. Acara yang digelar di kompleks Ponpes Al Baqiyatush Shalihat ini menjadi ajang siapa saja tokoh agama dan masyarakat berkumpul, membicarakan apa saja jasa pendiri pesantren, kapan haul diselenggarakan, di mana kegiatan berlangsung, mengapa haul menjadi tradisi penting, serta bagaimana rangkaian acara dilaksanakan dengan penuh khidmat.
Haul ke-15 ini bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan wujud penghormatan atas jasa besar Syekh Muhammad Ali dalam mendirikan dan membesarkan Pondok Pesantren Al Baqiyatush Shalihat. Tradisi haul di pesantren selalu menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pendiri dan guru, sekaligus memperkuat keimanan serta mempererat persaudaraan antarumat. Kehadiran Bupati Anwar Sadat bersama keluarga menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan yang berakar kuat dalam masyarakat.
Rangkaian kegiatan haul berlangsung dengan penuh nuansa religius. Dimulai dengan pembacaan Maulid Nabi, dilanjutkan dengan Yasin dan Tahlil, doa bersama, serta prosesi Khataman Al-Qur’an Bil Qhoib 30 Juz. Prosesi khataman ini menjadi simbol komitmen santri dan masyarakat dalam menjaga tradisi membaca dan menghafal Al-Qur’an, sekaligus memperkuat spiritualitas di tengah kehidupan modern yang penuh tantangan.
Dalam suasana penuh kekhidmatan, para tokoh agama dan masyarakat hadir memberikan doa dan penghormatan. Kapolres Tanjung Jabung Barat, AKBP Agung Basuki, S.IK., M.H., turut hadir bersama jajaran aparat, memperlihatkan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mendukung kegiatan keagamaan. Kehadiran K.H. Abdul Hakim, S.Ag., pimpinan Pondok Pesantren Al Baqiyatush Shalihat, bersama para ustaz, tokoh agama, tokoh masyarakat, santri, serta orang tua wali santri, semakin menambah makna kebersamaan dalam acara tersebut.
Bupati Anwar Sadat dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya haul yang dinilai sebagai tradisi mulia. Ia menekankan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini memiliki peran penting dalam memperkuat nilai spiritual, menjaga persatuan, dan menanamkan semangat kebersamaan. Menurutnya, pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter dan moral generasi muda. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan yang memperkuat kehidupan beragama dan sosial masyarakat.
Haul ke-15 ini juga menjadi refleksi perjalanan panjang Pondok Pesantren Al Baqiyatush Shalihat dalam mendidik generasi muda. Sebagai lembaga pendidikan Islam, pesantren ini telah melahirkan banyak alumni yang berkiprah di berbagai bidang, baik di tingkat lokal maupun nasional. Tradisi haul menjadi pengingat bahwa keberhasilan pesantren tidak lepas dari jasa pendiri dan para guru yang dengan penuh keikhlasan membimbing santri.
Selain aspek spiritual, haul juga memperkuat ikatan sosial antarumat. Kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan menunjukkan bahwa pesantren tetap menjadi pusat kebersamaan dan solidaritas. Tradisi ini memperlihatkan bahwa nilai-nilai keagamaan mampu menyatukan masyarakat dalam satu tujuan, yaitu menjaga persaudaraan dan memperkuat iman.
Acara yang berlangsung hingga malam hari ditutup dengan doa bersama, menciptakan suasana penuh kedamaian dan harapan. Haul ke-15 Syekh Muhammad Ali menjadi bukti bahwa tradisi keagamaan tetap relevan dan penting dalam kehidupan masyarakat. Dengan dukungan pemerintah, aparat, tokoh agama, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan terus berlangsung setiap tahun sebagai pengingat akan jasa para pendiri pesantren dan sebagai penguat spiritualitas umat.