BACA JUGA : Ini Manfaat Peranti Berkendara yang Aman dan Sehat
Menurut Kementerian Kesehatan, anak yang mengalami kecanduan pada gadget otaknya akan memproduksi hormon dopamine secara berlebihan. Hormon dopamine yang diproduksi secara berlebihan tersebut dapat mengakibatkan fungsi Pe Frontal Cortex (PFC) terganggu. Pe Frontal Cortex (PFC) adalah bagian otak untuk mengontrol emosi, kontrol diri, tanggung jawab dan nilai moral lainnya.
Selain itu, gadget kerap menampilkan hal yang semestinya belum waktunya dilihat oleh anak-anak yang membahayakan anak karena banyaknya fitur atau aplikasi yang tidak sesuai dengan usia anak. Adapun bagi anak-anak yang sudah kecanduan pada gadget kehilangan gadget akan membuat mereka gelisah. Bagaimana mengatasinya?
BACA JUGA : Sahkah Haji Tanpa Visa Haji ? Ini Jawabannya
Dosen Psikologi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Devie Yudianto menyampaikan aturan orang tua terkait penggunaan gadget mulai dari batas waktu dan tontonan apa saja yang boleh dilihat anak.
“Ketika misal anak udah kelebihan waktu yang bisa dilakukan adalah tidak langsung merampas, tapi kayak kasih aba-aba dihitung berapa detik baru diambil hapenya. Terus gunakan juga aturan waktu dan konten apa aja yg boleh dilihat,” ungkap Devie kepada NU Online pekan lalu.
(Sumber : NU Online )



