TANJAB BARAT – Kabupaten Tanjung Jabung Barat kini memiliki satu lagi komoditas unggulan yang mendapat pengakuan resmi dari pemerintah pusat. Pinang Betara secara resmi menerima Sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Jambi.
Penyerahan sertifikat berlangsung di Ruang Rapat Bupati pada Kamis (11/06). Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menerima langsung sertifikat tersebut dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Jambi, Jonson Siagian, S.H., M.H.
Indikasi Geografis merupakan tanda pengakuan resmi yang diberikan kepada suatu produk karena memiliki karakteristik, kualitas, atau reputasi tertentu yang berasal dari faktor geografis suatu wilayah. Dengan sertifikat ini, Pinang Betara kini memiliki perlindungan hukum yang kuat.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Jambi, Jonson Siagian, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam mengurus sertifikasi ini.
“Kami sangat mengapresiasi langkah aktif Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Sertifikat Indikasi Geografis ini merupakan bentuk perlindungan agar keaslian nama dan kualitas Pinang Betara tidak diklaim ataupun disalahgunakan oleh pihak lain. Ini menjadi modal yang kuat untuk menembus pasar ekspor dengan identitas daerah yang sah dan diakui,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jambi, Ir. Hj. Sri Argunaini, M.Si., menegaskan bahwa Pinang Betara memiliki keunggulan tersendiri yang dipengaruhi oleh kondisi geografis khas Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
“Setelah memperoleh sertifikat ini, tugas kita bersama adalah menjaga konsistensi mutu dan kualitas produk. Kami siap mendukung pengembangan serta diversifikasi produk turunan pinang agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian daerah,” ungkapnya.
Bupati Anwar Sadat menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas pencapaian ini. Menurutnya, sertifikasi Pinang Betara menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas daerah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Pinang Betara adalah identitas dan kebanggaan masyarakat Tanjung Jabung Barat. Setelah diterimanya Sertifikat Indikasi Geografis ini, Pemerintah Daerah akan terus melakukan pendampingan melalui pembinaan, standardisasi mutu, hingga perluasan jaringan pemasaran,” tegasnya.
Related: Blantica Academy Dan Asosiasi UMKM Naik Kelas Jambi Ekspor Biji Pinang ke Dubai
Bupati juga memaparkan sejumlah komoditas unggulan daerah lainnya yang memiliki potensi ekonomi tinggi. Beberapa di antaranya bahkan telah lebih dulu memperoleh sertifikat Indikasi Geografis, seperti Udang Ketak, Kepiting Asoka, dan Kopi Liberika Tungkal Komposit.
“Selain Pinang Betara dan Kopi Liberika Tungkal Komposit yang telah bersertifikat Indikasi Geografis, kita juga melihat Nanas Muntialo memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai produk unggulan khas Tanjung Jabung Barat,” ujar Bupati.
Keberadaan berbagai komoditas unggulan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para petani dan pelaku usaha lokal. Bupati mendorong mereka untuk terus meningkatkan produksi, menjaga kualitas, serta mengembangkan produk-produk khas daerah yang memiliki daya saing tinggi.
Pemerintah daerah melalui perangkat terkait akan terus melakukan pendampingan kepada para pelaku usaha. Fokus utama ke depan adalah pembinaan, standardisasi mutu, dan perluasan jaringan pemasaran. Langkah-langkah ini diharapkan mampu memastikan manfaat ekonomi dari sertifikasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Provinsi Jambi, Kepala Bidang Kekayaan Intelektual Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Jambi, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait, serta tamu undangan lainnya.
Melalui pengembangan sektor agrokompleks dan perikanan yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat optimistis berbagai komoditas unggulan daerah mampu menembus pasar yang lebih luas. Hal ini sekaligus diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Tanjung Jabung Barat.



