“Sholat yang pahalanya seperti haji dan umroh itu adalah sholat isyroq,” ungkapnya.
Waktu pelaksanaan sholat ini lanjutnya, yakni saat matahari baru akan terbit. Begitu matahari mulai meninggi, sudah masuk waktu dhuha. “Jadi memang sebentar sekali,” ujarnya.
Tata cara pelaksanaannya kata guru Ponpes As’ad ini, mulai dari sholat subuh berjamaah, kemudian berzikir hingga matahari akan terbit. Setelah itu dilanjutkan sholat isyroq dua rakaat. “Tapi kalau tidak jamaah Subuh, pahala nya tidak sampai seperti haji dan umroh,” tukasnya.
Ustadz Sibawaihi inipun menyampaikan ada terdapat perbedaan pendapat ulama terkait sholat isyroq ini. Imam Ibnu Hajar berpendapat itu sama dengan sholat dhuha. Tetapi Imam Al Ghazali berpendapat antara sholat dhuha dan Isyroq itu berbeda.
“Saya sendiri cenderung menganggap berbeda,” tuturnya. (arm)



