Anggota Komisi V DPR RI Sofyan Ali SH saat memberikan sambutan[/caption]
Dalam acara serimonial di Ponpes yang memiliki ratusan santri itu, baik Camat Pauh,Jufri SE dan pimpinan pondok KH Basaruddin sama-sama mengucapkan terima kasih atas perhatian Sofyan Ali terhadap pondok pesantren tersebut. Dan kedepan meminta kepada anggota Komisi V DPR RI tersebut untuk lebih perhatian lagi terhadap pondok Hidayatul Mubtadi-ien itu.
‘’Kedepan mungkin bisa dibantu pembangunan sanitasi pondok ini,” ujar KH Basaruddin.
Sementara itu, Sofyan Ali yang juga alumni Fakultas Hukum Universitas Jambi tersebut memberikan motivasi kepada para santri dan santriwati pondok. Menurutnya, santri jangan minder mengikuti kegiatan di pondok.
‘’Belum tentu pendidikan diluar pondok lebih bagus dari pada dalam pondok. Banyak alumni pondok yang berhasil menjadi pejabat di negeri ini. Ada pak badri (ketua yayasan, red) lulusan Ponpes Tambak Beras, dulu ada gubernur kita abang HBA yang merupakan lulusan Ponpes As’ad,’’ tutur anggota Fraksi PKB DPR RI ini.
Untuk itu lanjutnya, yang penting niat belajar para santri dan santriwati harus diluruskan. Karena niat yang baik akan menjadi ibadah bagi kita semua. Meskipun amal yang dilakukan tersebut kelihatan seperti amal dunia.
‘’Pak Camat ini melakukan pekerjaan misalnya, itu yang terlihat merupakan amal dunia. Tetapi kalau niatnya ikhlas karena Allah akan menjadi amal akhirat dan mendapat pahala dari Allah SWT,’’ terangnya di Ponpes yang berdiri tahun 2015 tersebut.
Lebih lanjut dikatakannya, santri ini memiliki saham yang besar dalam perjuangan hingga mengisi kemerdekaan. Loyalitas kaum sarungan terhadap NKRI tak diragukan lagi. Bahkan jauh sebelum Indonesia Merdeka yakni tahun 1923, KH Wahab Chasbullah telah menciptakan lagu Ya lal Wathon.
‘’Bagi kaum pesantren dan santri NKRI sudah harga mati. Oleh karena itu tugas kita semua menanamkan ini kepada anak-anak kita, karena melaksanakan tarbiyatul ummah tugas kita,’’ tukas alumni pascasarjana IAIN STS Jambi ini.
Selanjutnya kepada santriwan dan santriwati, Sofyan Ali berpesan harus bersungguh-sungguh. Jangan coba-coba melakukan maksiat. Karena itu akan membuat lupa ingatan.
‘’Jadi dalam kitab Ta’lim Mutaallim, diceritakan suatu ketika Imam Syafi’i, beliau ini imam yang umurnya hanya 54 tahun tapi sudah meninggalkan kitab yang cukup banyak. Bahkan kitab Ar Risalah yang berisi Qowaidhul Fiqhiyah pertama kali ditulis oleh Imam Syafi’i. Jadi suatu ketika sang imam mengadukan tentang hapalannya yang jelek kepada gurunya Imam Waki’, lalu Imam Waki’ menyebutkan mungkin karena engkau pernah melakukan dosa. Karena dosa menghilangkan hapalan,’’ terang Sofyan Ali ini.
Oleh karena itu kata Sofyan Ali, sebagai seorang santri jangan banyak banyak bermain handphone. Karena selain ada manfaatnya, juga banyak terkandung banyak mudharatnya. Seperti foto-foto maupun video yang tak senonoh.
‘’Untung saja di pondok ini dilarang bermain hp, dan ini saya kira sangat bagus. Dan Insyaallah tahun depan saya kembali akan membantu program pembangunan sanitasi MCK untuk pondok ini,’’ tandasnya. (***)
[caption id="attachment_2696" align="alignnone" width="490"]
Para santri yang hadir saat penyambutan kunjungan Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPR RI Sofyan Ali SH[/caption]
