Beranda blog Halaman 133

PSU, KPU Harus Profesional

0

Jambi – Ada banyak cerita di balik putusan PSU Pilgub Jambi oleh MK (mahkamah konstitusi). Berikutnya adalah ketidakmampuan KPU Provinsi Jambi menghadirkan bukti dan ketidakprofesionalan KPU yang merugikan masyarakat Jambi.

Tim advokasi Haris-Sani paslon 03 Pilgub Jambi, M Halik Alnemeri SH, membeberkan, pada persidangan di MK yang lalu, KPU Provinsi Jambi menunjukkan ketidakprofesionalan.

Bahkan, saat diminta hakim menghadirkan bukti-bukti seperti daftar hadir dan berapa yang memilih paslon 01, 02 maupun 03, KPU tak mampu menghadirkan bukti tersebut.

“Ini salah satu kunci yang membuat MK ragu-ragu dan memutuskan PSU untuk Pilgub Jambi,” ungkap Bang Alex -sapaan akrab M Halik Alnemeri SH-, Minggu (28/3/2021).

Dari fakta-fakta persidangan, maka hakim MK menyimpulkan bahwa KPU Provinsi Jambi diragukan integritas dan profesionalitasnya.

“KPU Provinsi Jambi dinilai tak berintegritas dan tak profesional. Yang rugi masyarakat Jambi, sudah memilih tapi dianggap tidak sah,” bebernya.

Terpisah, Musri Nauli SH, Direktur Media dan Publikasi Haris-Sani yang juga salah satu anggota tim advokasi Haris-Sani di sidang MK, membenarkan bahwa buntut tidak profesional dan tak berintegritasnya KPU, banyak pihak yang dirugikan.

“Artinya Haris-Sani tidak salah. Ini murni bentuk tidak profesional dan tidak berintegritasnya KPU Jambi. Dan ini harus jadi pelajaran dan evaluasi di internal KPU Jambi,” ungkap Bang Nauli -sapaan akrab Musri Nauli-.

Melihat putusan MK, mestinya KPU Jambi bisa dituntut tanggungjawabnya karena melaksanakan Pemilu secara tidak profesional dan tidak berintegritas.

“Tim advokasi kita sedang mengkaji apakah perlu menuntut tanggungjawab KPU atas ketidakprofesionalannya, atau tidak,” tutupnya.

“Tapi PSU ini harus jadi ajang bagi KPU menunjukkan profesional dan integritasnya. Semoga kawan-kawan di KPU lebih profesional dan lebih berintegritas lagi di PSU ini,” tandasnya.(*)

Marga Kembang Paseban, Mersam

JAMBI – Marga Kembang Paseban merupakan tempat “Paseban” duduk berunding antara marga VII Koto, Marga IX Koto Dan Marga Jebu. Pasebanan adalah balai persidangan. Tempat menyelesaikan perselisihan. Dipusatkan di Pasebanan. Marga Kembang Paseban berpusat di Mersam.

Dusun asal yang termasuk kedalam Marga Kembang Paseban terdiri dari Dusun Mersam, Dusun Sengkati Gedang, Dusun Sengkati Kecik, Dusun Benteng, Dusun Sungai Puar, Dusun Rantau Gedang, Dusun Teluk Melintang, Dusun Benteng, Dusun Pematang Gadung. Dusun Mersam dipimpin seorang Depati. Sedangkan diluar dari Dusun Mersam dipimpin seorang Ngebi.

Gelar kepada Dusun Mersam dikenal Tumenggung Moko-moko.

Tembo Dusun Mersam “Sebelah hilir sebelah kanan Mudik di tepi Sungai Batanghari, Sungai Lumpur, dari situ mendarat menuju Ulu Sungatan pada rasa dengan tanah Danau Embat, dari situ ke hulu menuju Ulu Sungai Kayu Aro pada raksa dengan tanah Sengkati Besar, dari situ ke laut menuju tanah tergadai terjun ke Batanghari, dari situ nyambung Batanghari menuju Tanah Putih, dari situ mendarat menuju Sungai Mersan, dari situ menuju Sialang Pulau Padu raksa dengan Tanah orang Dusun Karmiyo dalam tembesi dari situ ke laut menuju Rengas Terjun ke situ nyambung Batanghari menuju Sungai Lumpur

Piagam Hutan tanah Mersam dibuat oleh Sultan Agung Seri Inga Laga pada tahun 1276 H untuk Raja Istirah Dilaga Periai Rajo Sari.

Disebut Sengkati adalah “Sekati”. Kati adalah ukuran dibawah semato. Istilah “Semato” adalah system pengukuran berat. “Semato” adalah 100 gram. Jadi 1 kg adalah 10 “mato”. Sedangkan “sekati” adalah ukuran dibawah “semato’.

Sekati dikonversi menjadi 16 tahil emas. Setahil 38,5 gram emas.

Masyarakat mengenal Puyang “Datuk Panglima Berambai’

Menurut Piagam Tanah Sengkati Gedang yang dipimpin oleh Ngebi Sutodilago Perisai Rajo Sari, Pembesar Orang Kerajaan Jambi yang dua belas bangsa, “hutan tanah Sengkati Gedang yang sebelah hilir kanan mudik dari tepi sungai Batanghari, adalah Pauh Besar antara tanah tergadai dari situ mendarat menuju Pematang Sekawi dari situ menuju Sungai Kayu Aro, di simpang kanan dari situ menuju Sungai Bernai dari situ menuju Hulu Sungai Batu Ampar, dari situ menuju Napal Terding dari situ menuju sungai Menanak berbatasan dengan Tanah Tungkal.

Dengan perbatasan yang sebelah ulu kekanan mudik dari tepi Sungai Batanghari yaitu Tanah Genting, dari situ menuju Hulu Sungai Jalai, dari situ menuju Pematang Sakti dari situ menuju bekal kayu arang dari situ menuju Renah Ujo, dari situ menuju pematang damar kepala Tupai dari situ menuju Bagan Raden Bodang yaitu hulu Sungai Sengkati Gedang berbatas dengan Sungai Rengas.

Perbatasan Tanah Sengkati Gedang yang sebelah kiri mudik di tepian sungai Batanghari yaitu tanah Pilih dari situ mendarat menuju Sungai Kalamusi, dari situ mendarat Menuju Talang Buruk. Dari situ menuju Sungai Limau, dari situ menuju Talang Mengkuang berbatas dengan tanah Mersam.

Perbatasan Tanah Sengkat Gedang yang sebelah hulu kiri mudik dari tepian Batanghari yaitu Aur duri dari situ mendarat menuju Jawi-jawi, dari situ menuju Rengas Betuah/rengas Batebuk, dari situ menuju hulu simpang dari situ menuju hulu Sungai Bengkal berbatas Payo Mengkuang Tanah Mersam.

Tanah Buruk adalah tempat yang sering dimakan harimau. Sedangkan “tanah tergadai” adalah tanah perselisihan yang kemudian ditetapkan tidak boleh diganggu (status quo).

Piagam Tanah Sengkati Besar diberikan oleh Sultan Agung (Seri Inga Laga) tahun 1273 h.

Sungai Puar adalah kedudukan Keturunan Rajo. Tempat “syukur puji”.

Rantau gedang adalah tempat “Tepuk tampan”. Tempat Rantaunya yang gedang. Sungai yang mengelilingi yang dapat dihuni (rantau yang gedang).

Tembo Simpang Rantau Gedang “Sebelah Darat/Sebelah Utara berbatasan dengan Bukit Bakar, Sungai Benanak dan Meranti Betebuk.”Sebelah Belakang Dusun/Sebelah Selatan berbatasan dengan Sungai Selang ke Pematang Rambut. Sebelah Ulu/Sebelah Barat berbatasan dengan Pematang Rambut, Pinang Belarik, Sungai Batanghari, Nyebrang sungai ke Tanah Berbedah, ke Kayu Kedondong, Menuju ke Sungai Gadis, Terus ke Lengkok-Lengkok Kanan Sungai Rengas Langsung ke Bukit Bakar. Sebelah Ilir/Sebelah Timur berbatasan dengan Meranti Betebuk/Kebun Jae, ke Sungai Danglo, menyebrang Sungai Batanghari ke Simpur.

Sedangkan Belanti adalah nama sungai yang dikenal sebagai sungai sauk. Anak sungai Batanghari. Teluk Melintang adalah teluk yang melintang. Tempat air sungai Batanghari yang berputar-putar dengan arus derasnya. Sedangkan Pematang Gadung dimana terdapatnya pematang yang banyak terdapat gadung. Gadung adalah makanan sejenis umbi-umbian.

Marga Kembang Paseban berbatasan dengan Marga Marga Maro Sebo Ulu yang berpusat di Sungai Rengas. Marga Maro Sebo Ilir di Danau Embat.

Sedangkan menurut Marga Maro Sebo Ulu yang berbatasan dengan Marga Kembang Paseban ditandai dengan seloko “terus menuju ke Bukit Bakar menuju ke duren kembar tigo – menuju ke muaro sungai besar ( makam ) menuju ke pematang palak beruk berbatasan dengan Desa Rantau Gedang dan Belanti Jaya kecamatan Mersam.

Sedangkan menurut Marga Maro Sebo Tengah, batas antara Marga Sebo Tengah dengan Marga Kembang Paseban ditandai dengan “Bukit Gajah”. Marga Kembang Paseban juga berbatasan dengan Marga Tungkal Ulu.

Masyarakat mengenal “Rimbo Gagak, Talang Buruk, Pematang Berani” sebagai tempat yang dilindungi. Tempat yang kemudian telah hancur oleh berbagai izin industry.

Tatacara membuka hutan dimulai dari “berunding”, “pergi ketalang’, “tepung tawar’ berupa “Sapo-sapa, Pancung, mancah, Tanah dingin dan tanaman tuo.

Selain itu dikenal “muko tanah’. Dimana setelah “pancang” ditetapkan, maka ke arah uluan menjadi hak dari pemilik tanah. Atau yang bisa dikenal “muko tanah”.

Marga Kembang Paseban kemudian mengalami perkembangan pesat. Marga Kembang Paseban kemudian dikenal Kecamatan Mersam.

Dusun Mersam kemudian menjadi Dusun Mersam, Dusun Kembang Tanjung, Kelurahan Kembang Paseban. Kelurahan Kembang Paseban kemudian ditetapkan menjadi Ibukota Kecamatan Mersam.

Dusun Sengkati Gedang kemudian menjadi Desa Sengkati Baru. Dusun Sengkati Kecil kemudian mengalami pemekaran menjadi Desa Sengkat Kecil Dan Desa Sengkati Mudo.

Dusun Sungai Puar mengalami perkembangan menajdi Desa Sungai Puar dan Desa Tanjung Putra. Dusun Rantau Gedang kemudian menjadi Desa Rantau Gedang dan Desa Simpang Rantau Gedang.

Sedangkan Mersam 1 dikenal di Bukit Harapan. Mersam 2 dikenal Belanti Jaya. Mersam 3 dikenal di Tapak Sari. Dan Mersam 4 kemudian dikenal Bukit Kemuning. Daerah yang kemudian ditetapkan sebagai daerah transmigrasi.

Dengan demikian maka Desa dan Kelurahan yang termasuk kedalam Kecamatan Mersam adalah Belanti Jaya, Benteng Rendah, Bukit Harapan, Bukit Kemuning, Kembang Tanjung, Mersam, Pematang Gadung, Rantau Gedang, Sengkati Baru, Sengkati Gedang, Sengkai Kecil. Simpang Rantau Gedang, Sungai Puar, Tapah Sari dan Teluk Melintang.

PKB Muaro Jambi Siap Menangkan Haris-Sani Pada PSU di Semua TPS

0

Jambi – Pasca Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan keputusan pemilihan suara ulang (PSU) pada Pilgub Jambi, Ketua DPC PKB Muaro Jambi, Ahmad Haikal berkomitmen memenangkan Haris-Sani pada PSU nanti.

Ahmad Haikal mengatakan, Dirinya menginstruksikan kepada seluruh pengurus, Fraksi PKB DPRD Muaro Jambi dan seluruh kader agar all out memenangkan Haris Sani di semua TPS yang di PSU.

“Sesuai instruksi Ketua DPW PKB Jambi, maka saya menginstruksikan kepada seluruh kader dan fraksi PKB muaro Jambi harus all out memenangkan Haris-Sani,” kata Haikal, selasa (23/2/2021).

Wakil Ketua DPRD Muaro Jambi ini menegaskan, PSU ini juga sebagai ajang pembuktian akan semakin besar perolehan suara kemenangan Haris-Sani.

“Kita buktikan bahwa hasil PSU ini akan semakin besar perolehan suara kemenangan bagi Haris-Sani dari Pilkada serentak 9 Desember 2020 lalu,” ungkapnya. (*)

Sofyan Ali Instruksikan Seluruh Kader PKB All Out Menangkan Haris-Sani Pada PSU

0

JAMBI – Ketua DPW PKB Jambi yang juga tergabung dalam Tim Koalisi Al Haris-Abdullah Sani, Sofyan Ali, menginstruksikan kepada seluruh pengurus dan Kader PKB all out untuk memenangkan Haris-Sani pada PSU nanti, khususnya di TPS yg melaksanakan PSU.

Anggota Komisi V DPR RI ini mengatakan, setelah keluarnya keputusan MK, maka Kader PKB seluruh Jambi agar lebih semangat untuk menjemput kemenangan pada PSU nanti.

“Saya instruksikan kepada seluruh pengurus dan Kader PKB agar all out memenangkan Haris-Sani,” kata Sofyan Ali.

Sofyan Ali juga mengimbau agar Seluruh Kader dan Pengurus PKB agar untuk bekerja semaksimal mungkin untuk menjemput kemenangan Haris-Sani pada PSU mendatang.

“Mari kita jemput kemenangan Haris-Sani pada PSU nanti,” ungkapnya.

Ketua DPW PKB juga menegaskan bahwa kader PKB sudah jauh-jauh hari menyiapkan skenario jika PSU diberlakukan. Apalagi, kesalahan bukan pada pasangan Haris-Sani.

“Haris-Sani tidak curang, ini yang perlu digaris bawahi. Ini cuma PSU karena kesalahan administrasi, makanya PSU bukan membatalkan hasil pilkada. Kita juga minta kader PKB menjelaskan kebenaran ini ke masyarakat,” tambahnya.

Sampai malam ini, PKB terus mematangkan strategi untuk menghadapi PSU.

“Tapi ingat, kita juga harus memperhatikan protokol kesehatan. Karena pandemi belum berakhir,” tutupnya.(*)

PSU Pilgub Jambi, Fraksi PKB DPRD Kerinci Pastikan Kemenangan Al Haris-Sani

0

JAMBI  – Berbagai dukungan terus datang untuk Paslon 03 Al Haris-Abdullah Sani untuk menghadapi Pemilihan Suara Ulang (PSU) di Pilgub Jambi.

Dukungan tersebut yak hanya dari tim, relawan dan simpatisan, tetapi juga datang dari DPRD Fraksi PKB Kabupaten Kerinci.

Sekretaris Fraksi PKB Kerinci, Mensediar setelah menonton siaran langsung keputusan PSU oleh MK mengatakan, Fraksi PKB Kerinci siap all out  memenangkan Al Haris – Abdullah Sani.

“Kerinci menjadi salah satu wilayah yang akan melaksanakan PSU, kita Fraksi PKB DPRD Kerinci akan memastikan kemenangan Al Haris-Sani,” ungkap mensediar.

Anggota komisi III DPRD Kerinci ini juga menambahkan, PKB Kerinci akan mengikuti arahan dari Al Haris, dengan keputusan PSU ini maka akan menjadi penyemangat PKB dalam memenangkan Haris-Sani.

“Fraksi PKB akan lebih semangat untuk memenangkan Haris-Sani,” tegas Mensediar.

Untuk diketahui, MK saat membacakan putusan sengketa Pilgub Jambi 2020 memerintahkan untuk dilakukan PSU di 88 TPS untuk lima wilayah, yakni Tanjab Timur, Muaro Jambi, Batanghari, Kerinci dan Sungai Penuh.(*)

Meski Putusan MK Hari Ini, Al Haris Tetap Tanggungjawab Sebagai Kepala Daerah

JAMBI – Al Haris, Calon Gubernur Jambi terpilih tetap tanggungjawab meski hari ini putusan MK. Sebagai Bupati Merangin dua periode, Al Haris terlihat memimpin apel pagi di kantor Bupati Merangin, Senin (22/3/2021).

Pada apel itu, Al Haris berharap Merangin yang sudah kembali zona hijau Covid-19 untuk dapat dipertahankan.

“Merangin zona hijau, saya minta seluruh petugas Satgas sampai ke desa betul-betul mengendalikan angka covid kita, jangan sampai naik lagi, kalau bisa menurun,” kata Al Haris.

Al Haris juga meminta dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mencari opsi terbaik untuk belajar siswa dan siswi Merangin.

“Kedua adalah status sekolah bagaimana pihak Dinas pendidikan menyiapkan siswa siswinya bisa belajar yang paling aman, dan tidak menimbulkan masalah baru bagi anak-anak kita,” ujarnya.

Al Haris juga menyampaikan kebijakan pemerintah pusat untuk kembali melakukan refocusing anggaran.

“Ketiga berkaitan dengan dana kita karena ada perintah refocusing lagi dari pusat, itu yang ingin kita siasati bagaimana kita merefocuasing dana agar tidak menganggu jalnnya pemerintahan,” sebutnya.(*)

Laskar Santri Nusantara tawarkan langkah strategis “Tolak Impor Beras”.

JAMBI – Dalam diskusi internal DKN Laskar Santri Nusantara, ketua umum LSN Didik setiawan S.Kom.i menyampaikan “haram hukumnya DPR dan Pemerintah atau para pemangku kebijakan ikut meneriakkan penolakan terhadap impor beras tapi tanpa solusi.

Dalam diskusi tersebut dia menyampaikan bahwa harus ditarik akar permasalahan dari kran impor yang selalu terjadi, hal ini hanya soal aturan dan kemauan saja pemerintah dalam mencari solusi saja yang kurang serius, “percuma kalau DPR dan pemerintah mulutnya teriak tolak impor tapi tangan dan kakinya diam dan celakanya bahkan mencari celah bisnis dari gurihnya bisnis impor beras ini,” tuturnya.

Beberapa solusi dan langkangkah strategis yang harus dilakukan.

Pertama, pemerintah harus merubah aturan ketatnya regulasi Permendag maupun inpres yang mengatur terkait gabah kering giling (GKG), yakni gabah kadar airnya lebih dari 14% dan hampa kotoran maksimal tiga persen. Ketika GKG petani diberikan aturan seketat itu maka gabah petani tidak akan memenuhi standar yang ditentukan.

Dari permasalahan pertama ini pilihanya adalah turunkan aturan ketat itu dengan batasan yang rasional dengan kondisi petani kita yang konvensional misalkan kadar air 25% maksimal dan hampa kotor 9% tapi ditambah divisi di bulog misalkan direktorat atau divisi yang sesuai untuk mengolah dengan teknologi dryer atau mesin pemanas yang canggih untuk mengolah hasil pertanian petani kita, enteng negara ini kalau untuk mewujudkan itu, dari pada duit dikorupsi anak usaha BUMN contohnya PT Sang Hyang Seri (Persero) yang dari dulu merugi, dirut masuk penjara terus, tapi disubsidi terus dan dipertahankan.

Jika solusi dihilir ini dengan keringanan aturan dan penambahan divisi batu ini tidak dilakukan maka jangan heran dibulogpun juga ada oknum yang bermain mencari untung pribadi dengan menyalahi aturan yang diberlakukan pemerintah untuk meloloskan gabah dengan dalih menyerap hasil petani.

Kedua, infrastruktur pendukung dalam Mengelola Distribusi dan Logistik atau Supply Chain dari pergerakan produk mulai dari pemasok, manufaktur, dealer, retailer, dan akhirnya sampai ke konsumen akhir harus dipetakan sehingga tidak disebut gabah capek kebanyakan tawaf sehinga hitungan keekonomianya ada.

Ketiga, Pergudangan yang mencukupi, perlu kita tahu bahwa pergudangan pemerintah sebagai tempat penyimpanan hasil panen yang diserap juga harus dipersiapkan, lahan-lahan strategis negara yang dikuasai oleh oknum-oknum tertentu harus disikat dan dikuasai untuk gudang-gudang.

Keempat, Gandeng simpul simpul agen distribusi komuditas pangan hingga ke level desa dengan sinergis seperti yang digadang-gadang dewan oembina LSN atara BUMN, BUMD dan BUMDES. Jika jalur ini susah gandeng NU dan ormas lainya sebagai mitra dari kabupaten hingga ke desa-desa.

inilah sebagian kecil tawaran strategis dari ketua umum DKN Laskar Santri Nusantara sehingg Jika gabah petani terserap dengan baik, Supply Chain berjalan dengan baik, maka tinggal wilayah hulu dipecahkan dari pengetatan ali fungsi lahan pertanian, bibit yang unggul, teknologi pertanian.

Kita yakin Indonesia akan berdaulat akan pangan. (arm)

HUT ke-4, SMSI Jambi dan BKKBN Gelar Aksi Sosial

JAMBI- Aksi sosial peduli penurunan stunting di Provinsi Jambi pada HUT ke-4 SMSI bersama anggota DPR RI Komisi IX, Sutan Adil Hendra (SAH) dan BKKBN Provinsi Jambi di SMAN 7 Kota Jambi berjalan lancar, Minggu (7/3).

Kegiatan aksi sosial ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Jambi, Maulana. Penyerahan bantuan sembako, biskuit untuk ibu hamil dan anak-anak dilakukan secara simbolis oleh anggota DPR RI Komisi IX, SAH, Kepala Perwakilan BKKBN Jambi, Munawar Ibrahim, Ketua SMSI Jambi, Mukhtadi Putra Nusa, Kepala DP2KB Kota Jambi, Irawati Sukandar.

Ketua SMSI Jambi, Mukhtadi Putra Nusa mengatakan dalam momen HUT ke-4 ini, sebagai organisasi perusahaan media siber, dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat yang merupakan salah satu kegiatan.

“Hari ini 7 Maret 2021 merupakan hari ulang tahun Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) ke-4. Sebagai organisasi perusahaan media siber, kami ingin di ulang tahun ke empat memberikan kontribusi bagi masyarakat. Salah satunya bagaimana berperan membantu pemerintah dalam menyampaikan informasi ke masyarakat,” bebernya.

SMSI sendiri, kata dia merupakan organisasi perusahaan pers yang tahun ini resmi menjadi konstituten dewan pers. Secara nasional jumlah perusahaan media siber yang tergabung berjumlah 1.224 perusahaan dan di Jambi sendiri ada 81 perusahaan media.

“Kami menyatakan apresiasi setinggi-tingginya atas kerjasama dalam acara Aksi Sosial Peduli Penurunan Stunting ini. Kenapa sosialisasi terkait stunting penting? Stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita sehingga memiliki tubuh terlalu pendek dibandingkan anak seusianya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Munawar Ibrahim mengatakan kemitraan ini harus berlanjut dan terus terlaksana hingga tahun 2024 mendatang. “Karena ditargetkan angka stunting di angka 14 persen, saat ini angka resmi dipublish secara nasional pada angka 22 persen, maka kita memang harus secara bersama,” sebutnya.

Anggota Komisi IX DPR RI, SAH dalam sambutannya menyampaikan, sebagai komisi yang membidangi, pada ksemepatan ini akan meringankan beban peserta, sebab untuk meningkatkan stunting perlu vitamin dan makanan bergizi.

“Kita ingin Danau Teluk menjadi sesuatu langkah baik ke depan untuk stunting, dengan ulang tahun SMSI Indonesia, kita dipertemukan, program stunting menjadi permasalahan sesuai yang diangkat dan bersama-sama berperang untuk menurunkan agar anak ke depan jadi sehat dan berkualitas,” jelasnya.

Dirinya mengucapkan selamat ulang tahun kepada SMSI agar dapat mewarnai kehidupan bangsa dan negara dengan bersinergi dan dapat membantu mempercepat upaya pencegahan dan pengurangan angka stunting di Jambi.

“Selamat HUT ke-4, dan ini menjadi momen untuk membantu program pemerintah menurunkan stunting,”, sebutnya.

Selain itu, Wakil Wali Kota Jambi Maulana menyebutkan, permasalahan stunting termasuk salah satu yang harus diperangi bersama. Tidak hanya OPD yang berkaitan langsung, namun OPD lain turut bersinergi.

“Sama halnya hari ini dengan rekan-rekan media khususnya SMSI, di HUT ke-4 ini semoga bisa terus bersinergi untuk kebaikan,” tandasnya. (*)

Pererat Tali Silaturrahmi, HMP PGMI Gelar Makrab

JAMBI – Dalam rangka meningkatkan tali silaturrahmi antar mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidakyah (PGMI) STAI Ahsanta Jambi menggelar malam Keakraban (Makrab). Kegiatan ini merupakan agenda rutin  tahunan. Menurut Ketua Prodi PGMI, Mardiana, SPd, MPd, kegiatan makrab ini mengusung tema menjalin silaturahmi dengan mempererat tali persaudaraan sesama mahasiswa pgmi.

“Alhamdulillah, dengan persiapan yang cukup matang oleh panitia, terbentuklah acara Malam Keakraban ini,” sebut alumni UIN STS Jambi ini.

Dikatakannya, pada acara makrab tersebut juga diadakan beberapa lomba. Ini  bertujuan untuk menjalin kekompakan para mahasiswa atau pun mahasiswi mulai dari angkatan tahun 2018-2020.

“Pagi Minggu (28/2) dilanjutkan senam bersama,” tutur ibu dari dua anak yang manis itu.

Dilanjutkannya,  acara yang berlangsung dari Sabtu (27/2) hingga Minggu (28/2) tersebut  juga sangat positif dapat meningkatkan tali silahturahmi dari setiap angkatan. “Acara ini digelar di Wisata Alam Sebapo,” tambah Ketua Panitia, Marliana. (***)

Saat Pj Gubernur Disambut Gubernur Jambi Terpilih Al Haris

JAMBI – Pj Gubernur Jambi Dr Hari Nur Cahya Murni, kunjungan kerja pertama ke Merangin, Sabtu (27/2/2021). Ia disambut Gubernur Jambi Terpilih 2021-2024 Dr H Al Haris.

Dalam lawatannya ke Bumi Tali Undang Tambang Teliti, rombongan Gubernur Jambi disambut langsung Al Haris yang kini masih menjabat sebagai Bupati Merangin, Wabup H Mashuri, pimpinan OPD serta Forkopimda Kabupaten Merangin.

Pada kesempatan itu, Al Haris menyampaikan kondisi Merangin saat ini. Katanya Covid-19 masih menjadi trend teratas, lalu selanjutnya permasalahan PETI, pengangguran dan kemiskinan, serta terkait sekolah tatap muka.

“Saat ini situasi Merangin masih bicara Covid-19, ada 56 dalam proses penyembuhan dan terus melakukan penanganan. Lalu pendidikan kami minta arahan untuk sekolah tatap muka. Persoalan kita juga ada peningkatan angka pengangguran dan angka kemiskinan terutama sejak Covid ini,” kata Gubernur Jambi Terpilih, Al Haris.

“Merangin juga termasuk daerah PETI terutama ketika covid ekonomi menurun, kami bersama Forkopimda melakukan langkah agar tidak ada lagi Peti. Karhutla sampai saat ini belum ada titik hotspot, kita selalu mengajak Kades dan aparatur untuk siaga,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur perempuan pertama Jambi, Hari Nur Cahya Murni, mengaku terhormat atas sambutan Bupati Merangin dan jajarannya. Pada kunjungan kerjanya ini Pj Gubernur Jambi menyampaikan pemanfaatan dan penggunaan APBD.

“Pertama saya merasa terhormat disambut Seloko Adat Merangin, ini sebagai tanda Merangin masih memegang teguh adat,” ujar Pj Gubernur.

Selain itu, Hari Nur Cahya Murni menjabarkan pemanfaatan dan penggunaan APBD.

“Penggunaan APBD lebih diprioritaskan untuk tiga hal yakni penanganan kesehatan khususnya covid, penanganan dampak ekonomi, penyediaan jaring pengawas bantuan sosial untuk masyarakat,” tandasnya. Pj Gubernur Jambi Dr Hari Nur Cahya Murni, kunjungan kerja pertama ke Merangin, Sabtu (27/2/2021). Ia disambut Gubernur Jambi Terpilih 2021-2024 Dr H Al Haris.

Dalam lawatannya ke Bumi Tali Undang Tambang Teliti, rombongan Gubernur Jambi disambut langsung Al Haris yang kini masih menjabat sebagai Bupati Merangin, Wabup H Mashuri, pimpinan OPD serta Forkopimda Kabupaten Merangin.

Pada kesempatan itu, Al Haris menyampaikan kondisi Merangin saat ini. Katanya Covid-19 masih menjadi trend teratas, lalu selanjutnya permasalahan PETI, pengangguran dan kemiskinan, serta terkait sekolah tatap muka.

Baca juga di jambiseru.com : Wagub Jambi Terpilih Kiyai Abdullah Sani Hadiri Bahtsul Masail PKB di Muaro Jambi

“Saat ini situasi Merangin masih bicara Covid-19, ada 56 dalam proses penyembuhan dan terus melakukan penanganan. Lalu pendidikan kami minta arahan untuk sekolah tatap muka. Persoalan kita juga ada peningkatan angka pengangguran dan angka kemiskinan terutama sejak Covid ini,” kata Gubernur Jambi Terpilih, Al Haris.

“Merangin juga termasuk daerah PETI terutama ketika covid ekonomi menurun, kami bersama Forkopimda melakukan langkah agar tidak ada lagi Peti. Karhutla sampai saat ini belum ada titik hotspot, kita selalu mengajak Kades dan aparatur untuk siaga,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur perempuan pertama Jambi, Hari Nur Cahya Murni, mengaku terhormat atas sambutan Bupati Merangin dan jajarannya. Pada kunjungan kerjanya ini Pj Gubernur Jambi menyampaikan pemanfaatan dan penggunaan APBD.

“Pertama saya merasa terhormat disambut Seloko Adat Merangin, ini sebagai tanda Merangin masih memegang teguh adat,” ujar Pj Gubernur.

Selain itu, Hari Nur Cahya Murni menjabarkan pemanfaatan dan penggunaan APBD.

“Penggunaan APBD lebih diprioritaskan untuk tiga hal yakni penanganan kesehatan khususnya covid, penanganan dampak ekonomi, penyediaan jaring pengawas bantuan sosial untuk masyarakat,” tandasnya.(*/sumber:jambiseru.com)