Beranda blog Halaman 45

Tewaskan 200 Lebih Warga Palestina, Indonesia Kecam Serangan Israel

JAKARTA, berjambi.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam keras serangan Israel di Kamp Pengungsi Nuseirat, Gaza tengah, Palestina, yang terjadi pada Sabtu, (8/6/2024) kemarin. Kemlu RI menyebut tindakan tersebut sebagai kebiadaban berulang yang harus segera dihentikan. “Indonesia mengecam keras kebiadaban berulang yang dilakukan Israel di Gaza termasuk di Kamp Nuseirat,” tulis Kemlu RI dalam keterangan resminya di media sosial X, dikutip Senin (10/6/2024).

Kemlu RI mendorong masyarakat internasional untuk segera bertindak menyudahi kekejaman Israel terhadap warga Gaza. Indonesia terus mendesak upaya gencatan senjata secara permanen di Gaza. “Dunia internasional harus segera bertindak untuk menghentikan kekejaman Israel terhadap warga sipil di Gaza,” kata Kemlu RI.

Indonesia berharap agar gencatan senjata dan penghentian perang secara permanen di Gaza dapat segera terwujud. “Indonesia menyerukan segera diberlakukannya gencatan senjata dan penghentian perang secara permanen di Gaza,” imbuh Kemlu RI. Menurut laporan dari otoritas kesehatan setempat, Israel dilaporkan melakukan serangan ke kamp pengungsi Nuseirat menewaskan sedikitnya 274 orang, termasuk banyak anak-anak dan perempuan, dengan hampir 700 lainnya terluka.

“Otoritas kesehatan mengatakan 274 warga, sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan tewas,” demikian laporan Kantor Berita Palestina WAFA, dikutip pada Senin (10/6/2024). (***)

Sumber :  https://www.nu.or.id/

Komodo Travel Mart Kembali Digelar, Ini Komentar Angela Tanoesoedibjo

0

LABUAN BAJO, berjambi.com  – Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf/Wakabaparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengapresiasi terselenggaranya kembali Komodo Travel Mart yang diyakini akan mendorong pengembangan pariwisata di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Labuan Bajo pada khususnya.

“Saya lihat dengan adanya Komodo Travel Mart ini dapat mempertemukan 121 Buyers dan 63 Sellers pelaku usaha di seluruh Nusa Tenggara Timur dengan target (transaksi) Rp30 miliar,” kata Wamenprekraf Angela.

Labuan Bajo merupakan satu dari lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang telah ditetapkan pemerintah. Penetapan ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo Mulai dari atraksi, amenitas dan aksesibilitas.

Sehingga memberikan dampak yang besar bagi masyarakat, terutama dalam mendorong peningkatan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja.

“Ini adalah bukti konkret Pemerintah Pusat melalui Kemenparekraf untuk mendukung upaya mengembangkan pariwisata di NTT,” ujar Angela.

Wamenparekraf pun berharap Komodo Travel Mart juga dapat mendorong peningkatan investasi sektor parekraf di Labuan Bajo. Pemerintah telah menetapkan satu kawasan ekonomi khusus (KEK) di Labuan Bajo yaitu Natas Parapuar yang dikelola oleh Badan Pengelola Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) seluas 129,6 hektare. (***)

Pahami Manasik, Jemaah Harus Berihram dan Niat Haji sebelum ke Arafah

0

JAKARTA, berjambi.com  – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan memberangkatkan jemaah haji ke Arafah untuk memulai rangkaian puncak haji pada 14 Juni 2024 atau 8 Zulhijjah 1445 H, dimulai pukul 07.00 WAS. Sebelum berangkat ke Arafah setiap jemaah harus memastikan dirinya sudah berihram dan niat haji di hotel masing-masing.

Merujuk Tuntunan Manasik Haji bagi Lansia yang diterbitkan Kementerian Agama, Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda menyampaikan, pelaksanaan niat ihram haji setelah jemaah bersuci, disunahkan membersihkan badan dengan mandi dan berwudhu, memotong kuku, memakai wangi-wangian.

“Lalu berpakaian ihram, dilanjutkan dengan melaksanakan salat sunat ihram dan berniat haji,” terang Widi dalam keterangan resmi Kemenag di Jakarta.

“Khusus bagi jemaah haji lansia, yang lemah atau sakit maka dianjurkan untuk melakukan niat ihram haji disertai Isytirat (ihram bersyarat) untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi halangan yang menyulitkan terlaksananya ibadah haji,” sambung dia.

Setelah mengucapkan niat ihram haji, Widi melanjutkan, jemaah dianjurkan berdzikir, dengan membaca talbiyah selama perjalanan dari Makkah ke Arafah, serta bershalawat.

Untuk pakaian ihram lansia, kata Widi, khususnya bagi jemaah laki laki perlu melatih diri dengan bimbingan pembimbing ibadah kloter bagaimana memakai pakaian ihram yang nyaman dan sah menurut fikih, seperti menggunakan ikat pinggang atau sabuk di atas pusar, lalu digulung kain ihram hingga sabuk tidak terlihat dan menggunakan kain ihram yang nyaman serta tidak mengekang gerakan kaki dan tangan.

Dijelaskan Widi, mengingat jemaah haji lansia mudah melupakan hal-hal yang diharamkan saat memakai baju ihram, seperti mengganti baju ihram dengan baju biasa. Dalam konteks ini, ujar dia, jika lansia lupa sedang berihram atau tidak mengetahui hal-hal yang diharamkan saat berihram, maka tidak wajib membayar fidyah.

“Ini pendapat mazhab Syafi’i dan Hambali,” ucapnya.

Untuk pemantapan manasik haji, kata Widi, selain mendalami secara mandiri melalui buku-buku dan referensi yang dapat diunduh di aplikasi superapps Pusaka Kementerian Agama, jemaah dapat bertanya dan konsultasi manasik haji kepada pembimbing ibadah yang mendampingi di hotel atau sektor.

Ia mengatakan, menjelang puncak haji mendatang, tepatnya pada tanggal 5 Zulhijah atau 11 Juni 2024, bus shalawat sementara akan berhenti beroperasi. Karenanya, mulai tanggal 5 sampai 8 Zulhijah atau saat jemaah mulai diberangkatkan ke Arafah, seluruh aktivitas ibadah jemaah dilakukan di hotel.

“Jemaah dapat beristirahat penuh dan mempersiapkan diri menjalani rangkaian puncak haji,” ucap dia.

Selain itu, ujar Widi menambahkan, jemaah yang mengikuti program Murur, yaitu mabit (bermalam) yang dilakukan dengan cara melintas di Muzdalifah setelah menjalani wukuf di Arafah tidak perlu khawatir bagaimana memperoleh batu kerikil untuk lontar jumrah.

“PPIH akan membekali jemaah batu kerikil sejak jemaah ada di Arafah. Pihak Mashariq menyiapkan kantong berisi kerikil sejumlah 70 buah. Jumlah tersebut cukup untuk keperluan lontar Jumrah Aqobah hingga selesai Nafar Tsani,” pungkasnya.

204 Ribu Jemaah Tiba di Tanah Suci

Sehari menjelang berakhirnya operasional keberangkatan jemaah ke Tanah Suci, atau pada 10 Juni 2024 besok, jemaah haji yang sudah tiba di Tanah Suci berjumlah 204.674 orang yang terbagi dalam 521 kelompok terbang. Jemaah yang wafat saat ini berjumlah 64 orang. Wafat di Embarkasi 4 orang, di Madinah 16 orang, di Makkah 41 orang, dan di bandara 3 orang. Seluruh jemaah wafat akan dibadalhajikan.

Hari ini, Minggu 9 Juni 2024 terdapat 14 kelompok terbang, dengan jumlah 5.605 jemaah haji orang, akan diterbangkan ke Jeddah, dengan rincian sebagai berikut:

1. Embarkasi Makassar (UPG) sebanyak 455 jemaah/1 Kloter

2. Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) sebanyak 875 jemaah/2 Kloter

3. Embarkasi Medan (KNO) sebanyak 353 jemaah/1 Kloter

4. Embarkasi Aceh (BTJ) sebanyak 393 jemaah/1 Kloter

5. Embarkasi Batam (BTH) sebanyak 449 jemaah/ 1 Kloter

6. Embarkasi Kertajati (KJT) sebanyak 440 jemaah/ 1 Kloter

7. Embarkasi Aceh (BTJ) sebanyak 393 jemaah/1 Kloter

8. Embarkasi Surabaya (SUB) sebanyak 1.484 jemaah/4 Kloter

9. Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) sebanyak 440 jemaah/1 Kloter

10. Embarkasi Balikpapan (BPN) sebanyak 323 jemaah/ 1 Kloter. (***)

SUMBER : https://kemenag.go.id/

Kamu Para Millenial Mau Hidup Sehat, Ini Tipsnya

JAKARTA, berjambi.com – Perkembangan teknologi saat ini semakin memudahkan kita dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Bahkan,penggunaan gawai dan internet di Indonesia meningkat dan berdampak pada perubahan kehidupan sosial di masyarakat. Dilansir dari rilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 7 Februari 2024 lalu, bahwa penetrasi internet Indonesia di tahun 2024 menyentuh angka 79,5% atau meningkat 14,7% dibandingkan tahun 2018. Dari segi usia, pengguna internet mayoritas adalah Gen Z (kelahiran 1997-2012) sebanyak 34,40%, serta wilayah urban atau perkotaan berkontribusi sebanyak 69,5%.

Di balik kemudahan teknologi tersebut, tentu ada tantangan kesehatan tersendiri terutama bagi masyarakat muda di daerah perkotaan. Kemudahan teknologi dapat berpotensi membuat masyarakat muda menjadi kurang beraktivitas fisik. Contoh kurang beraktivitas fisik seperti berbaring atau duduk dalam waktu lama untuk menonton tv, bermain video game, duduk lama di depan komputer. Saat ini kita juga dapat membeli makanan minuman secara online dari gawai tanpa harus berjalan kaki. Padahal, kurang beraktivitas fisik dapat meningkatkan risiko obesitas yang dapat mengakibatkan berbagai penyakit tidak menular seperti tekanan darah tinggi atau hipertensi, serangan jantung koroner, stroke, dan kencing manis atau diabetes melitus.

Selain adanya perubahan teknologi, saat ini kita juga mengalami peningkatan lingkungan obesogenik, dengan semakin beragamnya dijual makanan yang tinggi kadar gula dan lemak di sekitar kita. Kita dapat dengan mudah menemui beragam makanan cepat saji, gerai minuman manis seperti kopi susu dan teh kekinian, maupun jajanan makanan minuman tinggi kalori lainnya. Konsumsi makanan minuman tinggi gula tinggi lemak tentu juga dapat memicu terjadinya obesitas dan berdampak pada kesehatan kita secara jangka panjang.

Berdasarkan lembar fakta Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, proporsi penderita diabetes umur 18-59 tahun yang obesitas sentral 3 kali lebih tinggi dibandingkan penderita diabetes yang tidak obesitas sentral, serta proporsi penderita hipertensi umur 18-59 tahun dengan obesitas sentral 3,4 kali lebih tinggi dibandingkan penderita hipertensi yang tidak obesitas sentral. Serta proporsi penderita hipertensi umur 18-59 tahun yang melakukan aktivitas fisik kurang 1,9 kali lebih tinggi dibandingkan penderita hipertensi yang melakukan aktivitas fisik cukup. Obesitas sentral terjadi jika lingkar pinggang laki-laki lebih dari  atau sama dengan 90 cm, dan lingkar pinggang perempuan lebih dari atau sama dengan 80 cm (P2PTM Kemenkes).

Kemenkes sendiri telah menganjurkan batasan konsumsi gula garam dan lemak setiap harinya sesuai dengan Permenkes 30 Tahun 2013. Dikutip dari postingan Instagram Wakil Menteri Kesehatan dante.harbuwono, beliau mengajak masyarakat untuk hidup lebih sehat dengan mengatur pola makan, dan batasi asupan Gula, Garam, dan Lemak (GGL) yakni :

  1. Untuk konsumsi gula, gula dianjurkan 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan seharinya

  2. Untuk garam, dianjurkan konsumsi per harinya 5 gram atau 1 sendok teh garam

  3. Untuk lemak anjurannya hanya 67 gram atau setara 5 sendok makan minyak goreng sehari

Selain mengatur pola makan dengan membatasi asupan GGL, sebaiknya kita juga memilih gaya hidup yang sehat di era perkembangan teknologi saat ini. Misalnya, dengan beraktivitas fisik minimal 30 menit sehari, tetap berjalan kaki ke tempat yang dekat, membatasi penggunaan gawai, mengurangi pemakaian eskalator maupun lift, mengubah camilan dari gorengan menjadi camilan buah, membawa bekal ke tempat kerja, memastikan asupan air putih sekurangnya 8 gelas sehari, menggunakan aplikasi penghitung langkah harian di gawai kita, serta istirahat cukup. Dengan demikian, generasi muda tetap sehat dan bugar di tengah perubahan zaman. (***)

SUMBER : https://ayosehat.kemkes.go.id/

Siap-siap, Musim Kemarau Segera Tiba, Ini Yang Perlu Dilakukan

JAKARTA, berjambi.com – Fenomena panas terik hingga 40 derajat Celcius di siang hari dan beberapa kali hujan turun di waktu malam hingga dini hari menghiasi cuaca akhir-akhir ini. Rupanya, ini adalah penanda bahwa Indonesia sedang memasuki transisi dari musim penghujan menuju musim kemarau. Artinya, semakin terik suhu udara diikuti hujan pada malam hari meski tidak selebat saat musim penghujan pada umumnya merupakan indikator alami dari akhir musim transisi pertama.

Hal itu sesuai prediksi Badan Klimatologi, Meteorologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut awal musim kemarau akan terjadi sejak Mei hingga Agustus 2024. Mayoritas wilayah di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara sudah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) sepanjang 21–30 hari atau bahkan lebih panjang. Saat ini ada 19 persen zona di wilayah Indonesia memasuki fase kemarau mulai dari sebagian Aceh, Sumatra Utara, Riau, Jabar, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Berdasarkan pengamatan curah hujan dan sifat hujan, kondisi kering sudah mulai dirasakan terutama di bagian selatan khatulistiwa. Misalnya saja dari hasil pengamatan Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung BMKG di wilayah pantai utara Jawa Barat seperti di Kabupaten Subang dan Indramayu. Kedua daerah lumbung beras nasional tersebut sejak April sudah mengalami kemarau karena tidak mengalami turun hujan.

Bahkan menurut Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, kawasan Nusa Penida tidak mengalami turun hujan penuh sejak Maret 2024. Tim Meteorologi BMKG pun telah memetakan daerah dengan potensi curah hujan bulanan sangat rendah dengan kategori kurang dari 50 milimeter per bulan. Daerah-daerah tersebut akan mendapatkan perhatian khusus untuk mitigasi dan antisipasi dari dampak kekeringan.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, daerah yang dimaksud adalah sebagian besar Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi dan Maluku, serta Papua. Meski demikian, di sebagian wilayah lainnya dalam beberapa waktu ke depan masih harus berhadapan dengan hujan yang berpotensi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, banjir bandang dan lahar dingin, serta longsor.

Hal senada turut disampaikan peneliti pada Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Eddy Hermawan. Berdasar analisis perilaku data Indian Ocean Dipole (IOD) yang ada di Samudra Hindia, maka khusus untuk kawasan barat Indonesia dan pantura Jawa sudah sejak April mengalami kondisi panas dan mencapai puncaknya pada Juli 2024.

Situasi itu ikut diperparah oleh mulai berembusnya angin timuran yang bergerak melintasi Indonesia dari gurun utara Australia seiring posisi matahari bergeser dari ekuator sejak 21 Maret 2024. Matahari bergerak semu ke belahan utara bumi. Uap air di barat Indonesia ikut bergeser ke arah timur pantai timur Afrika. “Jadi, ada indikasi kuat jika kondisi panas ini akan terus berlanjut,” kata Eddy seperti dilansir Antara.

Rekayasa Cuaca

Dwikorita menyebutkan, memperhatikan dinamika atmosfer jangka pendek terkini, masih terdapat jendela waktu yang sangat singkat yang bisa dimanfaatkan secara optimal sebelum memasuki periode pertengahan musim kemarau. Oleh sebab itu, BMKG bersama BRIN menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta TNI Angkatan Udara melakukan rekayasa cuaca.

Bentuknya adalah dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) mulai 30 Mei 2024 hingga 10 Juni 2024 di empat posko meliputi Jakarta, Bandung, Solo, dan Surabaya. Operaasi ini mendapat dukungan 4 unit pesawat jenis CASA N-212 TNI-AU yang akan menebarkan natrium klorida (NaCl) atau garam ke bibit awan hujan guna memperbanyak pasokan air di 35 waduk utama bagi irigasi lahan pertanian di Jawa selama musim kemarau nantinya.

Pihaknya merekomendasikan penerapan teknologi modifikasi cuaca untuk pengisian waduk-waduk di daerah yang berpotensi mengalami kondisi kering saat musim kemarau dan membasahi atau menaikkan muka air tanah. Ini berguna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) termasuk pada lahan gambut.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menambahkan, rekayasa cuaca di atas Pulau Jawa dilakukan serentak. Ini dilakukan lantaran sempitnya peluang (window of opportunity) pertumbuhan awan yang masih memungkinkan untuk disemai agar menjadi hujan.

Sementara itu, Deputi Meteorologi BMKG Guswanto mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memanfaatkan waktu yang tersisa dari fase transisi untuk secara optimal menampung air. Karena setelah masuk kemarau kering, maka curah hujan dapat berkurang hingga sangat rendah, kurang dari 50 milimeter per bulan. Setidaknya akan terjadi mulai awal Juni sampai September 2024.

Jika air tidak dikelola secara baik, maka kekeringan akan berdampak pada produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional. Yuk berhemat air dari sekarang. (***)

SUMBER : https://indonesia.go.id/

PILKADA : Kriteria Calon Walikota # Bupati

0

Oleh : Navarin Karim

Fantastis! Ada sepuluh nama bakal calon walikota (cawako) yang tersosialisasi di balegho dan atau media cetak/media elektronik. Nama tersebut  sebagai berikut : 1.  Eko Setiawan, 2. Maulana, 3. Budi Yako, 4. Kemas Muhammad Fuad, 5, Iqbal Linus, 6. Roro Nully, 7. H. A. Rahman (HAR), 8. Raden Ridwan Muchtar. 9. Budi Setiawan, 10. Andrio Utama.

Nomor urut 1 sampai 5 sudah sangat jelas tercantum di media elektronik jati dirinya bahkan harta kekayaannya. Sedangkan nomor  6 sampai 10 belum ada datanya. Mungkin Editornya sedang mengkondisikan untuk melengkapi data.  Hal yang dapat dimaknai  dari banyaknya bakal calon walikota Jambi ini, bahwa mempertahan dan merebut kekuasaan itu suatu hal yang menggiurkan. Nantilah bicara tentang kualitas dan resiko yang akan dihadapi. Resiko yang dimaksud adalah resiko siap menang dan resiko siap kalah. Penulis batasi membatasi Resiko siap menang harus mampu mengubah keadaan kota Jambi menjadi lebih baik dalam peningkatan pelayanan publik, peningkatan kesejahteraan umum dan daya saing daerah.

Kenapa penulis memantik persoalan ini? Penulis skeptis dan meragukan apakah seluruh bakal calon walikota mengetahui  bahwa kriteria calon walikota tentu tidak sama dengan bakal calon bupati. Bakal calon bupati saja sudah berat, apalagi bakal calon walikota. Walikota akan memimpin ibu kota yang terletak di provinsi Jambi. Tentu menjadi barometer dan acuan bagi kemajuan  kabupaten yang lain. Jika yang menjadi walikota standarnya rendah, maka makin rendah pula standar menjadi bupati. Alasan lain masyarakat luar provinsi juga akan menilai pembangunan ibu kota provinsi terlebih dahulu, baru kabupaten lainnya. Bukan menilai kabupaten terlebih dahulu, baru menilai kota.

Calon walikota harus tahu persoalan dan potensi di daerahnya, jangan hanya percaya diri karena kalkulasi keuangannya mampu dan atau didukung oleh sponsor tertentu. Ingat politik balas budi. Bisa percaya diri muncul, karena pengaruh kemampuan turunan dinasty-nya, sementara pengalaman di politik dan di pemerintahan masih minim. Bisa saja juga mengandalkan pembisik (think thank). Sudahilah system dinasty yang dipercontohkan dalam pemilihan Presiden yang silam. Taruhlah legal, namun belum tentu pengakuan (legitimacy) didapat dari masyarakat. Jadi jangan hanya  mengikuti “syahwat kekuasaan”, bukan ringan tanggung jawab  dunia dan akherat yang harus dipikul sebagai walikota.

Calon walikota yang siap menang harus mengantisipasi sumber pemasukan terlebih dahulu. Ingat jangan membuat “program angan-angan”, artinya sumber tidak jelas mengajukan program yang indah. Jika ditanya panelis ketika debat kandidat, jawaban terdesaknya “akan melakukan pendekatan ke pemerintahan pusat”. Jawaban gambling.  Ini  cerminan calon yang tidak berkualitas. Si calon lupa bahwa sekarang ini era otonomi daerah. Substansinya adalah membangun dengan kekuatan sendiri (autonomous energies). Mengemis ke pusat kalau dapat, kalau tidak sebatas utopia jadinya.  Calon walikota perlu mencari referensi kota-kota yang maju. Standar kota di Jambi ada yang beranggapan masih setara dengan  di kabupaten yang tertinggal di pulau Jawa. Sebagai salah satu ilustrasi ; Dinosauras Park di Malang, di Jambi destinasi kualitas demikian belum punya. Akhirnya masyarakat kota Jambi yang ingin rekreasi ke tempat destinasi yang berkualitas harus ke  pulau Jawa atau ke Jakarta. Betapa ruginya kota Jambi kehilangan sumber potensial PAD (devisa). Lakukan pendekatan ke konglemerat lokal atau pusat untuk investasi destinasi berkualitas. Tidak perlu pula membuat Destinasi seperti Desneyland Hongkong. Dari airport menuju lokasi, transport gratis. Bayar tiket masuk lokasi, mau menyaksikan pertunjukan keseluruhan yang disajikan harus bayar lagi lebih kurang satu juta rupiah. Tentu belum sanggup dengan daya beli masyarakat kota Jambi. Secara jumlah ada yang nonton, tapi tidak signicant, karena kemampuan daya beli (purchasing power) masyarakat yang rendah.

Destinasi taman rimba kota Jambi coba dibuat lebih profesional dan  atractive, juga tersedia tempat makan pilihan jika pengunjung merasa lapar.  Sumber pemasukan lain yang perlu dipertimbangkan jika mau meningkatkan kesejerahteraan rakyat adalah pembinaan UMKM yang total tidak setengah hati. Tidak cukup memberikan peningkatan kualitas produksi, tetapi bagaimana membantu modal dari usaha mikro menjadi skala kecil, dan skala kecil menjadi menengah.   Upayakan membangun hilirisasi, misal di Tangkit dibangun pabrik pengalengan minuman nenas. Beri merek “peanaple juice” bisa diekspor, Ini nenas hanya untuk pembuatan selai kue nectar.  Usahakan juga cari pengusaha yang  mau bangun pabrik ban. Percuma Jambi dikenal dengan kota karet.  Tanaman sawit yang banyak masyarakat  investasi, tindak lanjutnya adalah perbanyak pabrik pengolahan sawit menjadi minyak sawit. Semua yang dicontohkan diatas merupakan sumber pemasukan kota Jambi. Berkaitan dengan  peningkatan pelayan publik yang perlu dilakukan : misalnya peningkatan pelayanan di parkir di bandara Suthan Thaha, bayaran sudah mahal, ironisnya jika hari panas. Ketika pengendara masuk mobil, mobil seperti oven yang dipanasi api.  Belakangan persoalan keamanan akibat pencurian motor oleh kelompok begal yang sadis. Mobil patroli penulis temukan pada waktu siang hari. Tapi apakah malam hari atau tengah malam mobil patroli ini mengawal di lokasi-lokasi rawan?   Demikian juga dengan terminal Alam Barajo, beberapa kali ganti walikota. Kondisinya masih seperti dahulu. Penumpang dari mobil yang masuk terminal tidak berani keluar mobil jika shubuh karena takut copet dan perampok. Petugas keamanannya mana? Belum lagi persoalan masih sedikitnya Ruang Terbuka Hijau untuk hutan kota, yang terjadi malah ruang terbuka hutan kota makin terbuka. Tantangan-tantangan diatas  harus berani dicari  terobosannya jika memang benar siap menang.

———————-

Penulis dosen senior Jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan Universitas Jambi.

Terpilih Sebagai Runner Up Gadis Jambi, Begini Ekspresi Mahasiswi Unja, Dila Ifditia

JAMBI, berjambi.com –  Dila Ifditia, mahasiswi Prodi Kehutanan Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Jambi (UNJA) menorehkan prestasi gemilang dengan berhasil meraih ‘Runner Up 4 Gadis Jambi’ pada pemilihan ‘Bujang Gadis Provinsi Jambi Tahun 2024’ yang berlangsung di Museum Siginjai Jambi, pada 22-28 Mei 2024.

Pemilihan Bujang Gadis Jambi adalah sebuah kompetisi yang bertujuan untuk mencari Bujang dan Gadis terbaik di Provinsi Jambi. Ajang ini dirancang untuk menemukan individu yang tidak hanya memiliki penampilan menarik, tetapi juga berwawasan luas, kreatif, dan mampu berperan sebagai inisiator, kolaborator, serta promotor. Melalui proses seleksi yang ketat, para peserta diuji dalam berbagai aspek, termasuk pengetahuan tentang budaya lokal, kemampuan berkomunikasi, dan potensi kepemimpinan.

Dila berhadapan dengan 67 orang peserta Bujang dan Gadis dari seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi, hingga akhirnya ia menjadi Runner Up 4 Gadis Jambi 2024. Atas prestasinya, ia berhasil membawa pulang piagam penghargaan, piala, boneka mascot, dan uang pembinaan.

Motivasi awal Dila sebelum mengikuti ajang pemilihan Bujang dan Gadis Jambi ini karena ingin mengasah kemampuan diri. Selain itu, ia juga menceritakan persiapan yang ia lakukan sebelum mengikuti pemilihan.

“Motivasi saya mengikuti ajang ini adalah untuk mengasah kemampuan diri dan menunjukkan bahwa saya memiliki potensi dan layak untuk bersaing. Persiapan yang saya lakukan ialah latihan catwalk, public speaking, serta memahami materi,” jelas Dila.

Dila juga turut menyampaikan harapannya setelah berhasil terpilih menjadi Runner up 4 Gadis Jambi 2024.

“Saya berharap dengan terpilihnya saya menjadi Runner Up 4 Gadis Jambi 2024 membuat saya menjadi lebih baik lagi, dapat memberikan inspirasi kepada orang lain serta dapat membantu mempromosikan pariwisata dan kebudayaan yang ada di Provinsi Jambi,” tambahnya.

Selaku Kaprodi Kehutanan, Maria Ulfa, S.Hut., M.Si., turut mengungkapkan rasa bangga dan harapannya.

“Saya sangat mengapresiasi atas prestasi Dila mahasiswi Prodi Kehutanan, ini merupakan suatu prestasi yang sangat membanggakan, tentu dengan mengikuti kegiatan lomba diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan karakter serta dapat memberikan pengalaman terbaik bagi mahasiswa kami. Semoga prestasi ini dapat menjadi pemicu semangat bagi rekan-rekan mahasiswa Kehutanan lainnya dalam mengukir prestasi sesuai minat dan bakat masing-masing,” harap beliau. (***)

SUMBER : https://www.unja.ac.id/

Mau Jadi Guru Yang Disukai Murid-Murid ? Ini 5 Tips Mengajar yang Tidak Membosankan

0

JAMBI, berjambi.com – Cara guru mengajar berpengaruh terhadap minat siswa untuk belajar. Berikut 10 tips mengajar yang menyenangkan dan tidak membosankan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa membuat siswa berada dalam suasana hati yang baik, akan membuat mereka betah belajar.

Ada banyak manfaat yang diperoleh dari proses belajar menyenangkan. Mulai dari materi pembelajaran yang mudah diterima hingga keinginan untuk belajar lebih lama. Pembelajaran yang menyenangkan ini dapat dilakukan dengan meningkatkan dopamin, endorfin, dan oksigen di otak.

Dilansir dari Open Colleges Australia yang dikutip dari Direktorat Jenderal Guru dan Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, berikut 10 tips mengajar yang menyenangkan untuk murid :

1. Menemukan Hal Baru Bersama.

Belajar hal baru bersama-sama dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Dalam hal ini, guru tidak hanya memberikan informasi kepada siswa, melainkan mengajak siswa untuk menemukan informasi secara bersama-sama.

2. Buat Siswa Penasaran,

Belajar yang paling suatu yang mengejutkan dan membuat siswa penasaran. Dalam memberikan materi pembelajaran, guru dapat menyoroti hal-hal yang tampak aneh, unik, dan tidak biasa. Mulailah dengan membuat siswa penasaran. Ajukan pertanyaan dan biarkan siswa bekerja untuk memecahkan pertanyaan tersebut.

3. Tunjukkan Kepedulian terhadap Siswa.

Sesekali belajar yang menyenangkan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa membuat mereka tertawa dan merasa senang merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap siswa.

4. Libatkan Siswa dalam Proyek.

Melibatkan siswa dalam lokakarya juga diketahui dapat membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan. Siswa akan benar-benar berpartisipasi untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru.

5. Hindari Kebiasaan Monoton.

Menghabiskan jam pelajaran yang sama persis dengan cara yang sama setiap hari adalah hal yang perlu dihindari. Walaupun guru mengajarkan materi yang sama untuk siswa yang berbeda, namun, kebiasaan monoton akan tampak membosankan bagi siswa. Coba hal baru untuk menciptakan metode yang baru.

Sumber : https://sdncakungtimur06.sch.id/

Kemenag RI Tetapkan Idul Adha Jatuh pada Senin 17 Juni 2024

0

JAKARTA, berjambi.com – Kementerian Agama RI melalui sidang isbat penentuan awal dzulhijjah 1445 H menetapkan bahwa Idul Adha 1445 H jatuh pada Senin, 17 Juni 2024. Adapun 1 Dzulhijjah 1445 H jatuh pada 8 Juni 2024. Keputusan tersebut dibacakan oleh Wakil Menteri Agama RI, Saiful Rahmat Dasuki dalam konferensi pers, di Kantor Kemenag Thamrin Jakarta Pusat.

“Disepakati bahwa 1 Dzulhijjah 1445 H jatuh pada hari Sabtu 8 Juni 2024 masehi dan insyallah hari raya Idul Adha jatuh pada 17 Juni 2024,” kata Saiful Rahmat Dasuki dalam siaran langsung via Youtube Kemenag RI.

Wamenag menegaskan bahwa pemerintah senantiasa menggabungkan dua metode, yaitu hisab dan rukyatul hilal. Adapun kriteria hilal mengacu pada kriteria yang sudah ditetapkan negara-negara Asia Tenggara yang tergabung dalam MABIMS (Menteri-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura)Rahmat Dasuki menjelaskan, keputusan itu didasarkan dari hasil pantau hilal di 114 titik di seluruh wilayah Indonesia. Proses berlanjut pada rapat sidang isbat tertutup untuk umum.

Berdasarkan kriteria MABIMS, hilal dapat teramati jika bulan memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasinya minimal 6,4 derajat.   Wamenag mengatakan, dalam penetapan bulan qomariyah, terutama penetapan awal bulan yang di dalamnya terdapat ibadah dan hari raya Islam atau hari besar Islam dan yang menyangkut hajat hidup orang banyak, negara memfasilitasi sidang isbat sebagai bentuk keterlibatan ulil amri atau pemerintah. “Sidang isbat ini merupakan sarana musyawarah dan persatuan umat dan juga bentuk ikhtiar agar umat Islam memiliki ruang diskusi dalam menentukan kapan mulai berhari raya,” ujar Rahmat Dasuki. (***)

Sumber : https://www.nu.or.id/

Ini 10 Amalan dengan Pahala Setara Haji dan Umrah, Lakukan di Awal Zulhijjah !

SEPULUH hari pertama bulan Zulhijjah merupakan waktu yang sangat diutamakan untuk beribadah. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah berfirman:

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ

Artinya: “Dan mereka yang menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah masyhur” (QS. Al-Hajj: 28)

Hari-hari masyhur yang dimaksud adalah 10 hari pertama bulan Zulhijjah. Hal ini sebagaimana dijelaskan di dalam hadits Rasulullah SAW.

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ.

Artinya: “Tiada hari-hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini. Yakni 10 hari pertama dari bulan Zulhijjah. Mereka (para shahabat) bertanya: “Wahai Rasulullah, dan tidak juga berjihad di jalan Allah (lebih utama darinya)?”, beliau bersabda: “Dan tidak juga berjihad di jalan Allah (lebih utama darinya), kecuali seseorang yang berjuang dengan dirinya dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan apapun.” (HR Bukhari dan Muslim)

Orang-orang yang berjuang dengan dirinya dan hartanya, tapi bukan dalam bentuk jihad, yang dimaksudkan di sini adalah berupa 10 amalan. Jika dilaksanakan maka pahalanya melebihi pahala jihad dan setara dengan berhaji dan umrah.

Berikut daftar 10 amalannya:

1. Membantu mencukupi saudara yang kurang berkecukupan. Sayyidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib berkata:

مشيك في حاجة أخيك المسلم خير لك من حجة بعد حجة

Artinya: Langkahmu untuk membantu kebutuhan saudaramu adalah lebih mulia dari haji berulang ulang.

2. Berbakti kepada kedua orang tua, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW

عن أنس أن النبي صلى الله عليه وسلم وصى رجلاً ببر أمه وقال له “أنت حاج ومعتمر ومجاهد” ويعني: إذا برها.

Dari sahabat Anas bahwa Nabi Muhammad SAW pernah berpesan kepada seseorang supaya berbakti kepada ibunya. Beliau bersabda : Kamu seperti berhaji, berumrah, dan berjuang di jalan Allah.

3. Menjalankan tugas sesuai keahliannya untuk bangsa, negara, dan agama

4. Menjaga lisan untuk tidak menyakiti orang lain.

قال الفضيل بن عياض: ما حج ولا رباط ولا جهاد أشد من حبس اللسان.

Artinya: telah berkata Ibnu Iyadh bahwa tidak ada amalan haji, mengikat hewan qurban, dan jihad yang lebih berat untuk dilakukan, mengalahkan menjadi mulut dan lisan.

5. Mengerjkaan salat Isya dan salat Subuh berjamaah

.قال عقبة بن عبد الغافر: صلاة العشاء في جماعة تعدل حجة وصلاة الغد في جماعة تعدل عمرة

Artinya: telah berkata Ubah bin Ibnu Ghafur: salat Isya berjamaah setara dengan berhaji. Salat subuh berjamaah setara dengan ber-umrah

6. Mengerjakan salat subuh berjamaah dilanjutkan berzikir sampai terbit matahari dan dilanjutkan salat isyraq.

عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: “من صلى الصبح في جماعة ثم جلس في مصلاه يذكر الله حتى تطلع الشمس ثم صلى ركعتين كان له مثل أجر حجة وعمرة تامة”

7. Berangkat lebih awal ke masjid untuk menunaikan salat Jumat. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan Said bin al-musayyab

8. Bersuci dari rumah untuk menunaikan salat wajib di masjid sebagaimana hadits Nabi

عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: “من تطهر في بيته ثم خرج إلى المسجد لأداء صلاة مكتوبة فأجره مثل أجر الحاج المحرم ومن خرج لصلاة الضحى كان له مثل أجر المعتمر”

Artinya: barangsiapa bersuci di rumahnya kemudian keluar rumah untuk mengerjakan salat di masjid maka​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​ dapat pahala seperti mengerjakan haji sekali. Adapun yang mengerjakan salat Dhuha di masjid maka mendapatkan pahala sekali Umrah.

9. Berzikir membaca tasbih, tahmid dan takbir serta tahlil sebanyak 33 kali sesudah selesai mengerjakan salat wajib. Hal ini sesuai hadits yang menceritakan orang miskin telah menghadap Nabi karena tidak punya biaya. Maka Rasulullah memerintahkannya untuk bertasbih, tahmid, takbir dan tahlil sebanyak 33 kali.

10. Puasa Tarwiyah (8 Zulhijjah) dan puasa Arafah (9 Zulhijjah)

Oleh sebab itu, manfaatkan sebaik mungkin 10 hari di awal bulan Zulhijjah. Pahalanya setara dengan haji dan umrah.

M. Ishom el-Saha (Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Banten)

SUMBER : https://kemenag.go.id/