Ini Dia Keutamaan Puasa 9 Muharram
Strategi Marketing Politik Gaet Pemilih Militan
BERJAMBI.COM – Jika mahasiswa mengajukan tugas akhir dengan tema Marketing Politik sudah dipastikan membahas tentang marqom empat P yaitu Produk, promosi, Price dan Place (Firmansyah dalam Marketing Politik : Antara Pemahaman dan Realitas). Strategi marketing politik yang dirumuskan dan diajukan sangat normatif, seolah tidak ada pembaharuan (novelty). Demikian juga para kontestasi dalam pembuatan strategi menghadapi pemilu dan pemilukada pola-pola yang ditawarkan standar dan tidak ada pembeda. Seharusnya ada kekhasan dalam mendapat perhatian khusus pemilih, especially pemilih berperilaku rational. Perilaku pemilih sosiologis, psikologis, apatis dan kritis pada pembahasan ini sementara diabaikan, karena sesuai dengan topic yang dipilih dan obsesi yang diharapkan. Pada kesempatan ini penulis memberanikan diri berfikir secara lebih moderat dengan menyederhanakan teori 4 P, cukup dengan 2 P (Produk dan Place). Asumsinya pertama adalah Promosi, semua calon legislative dan calon Kepala Daerah dan atau Presiden termasuk tim kampanye dan tim sukses sudah pasti terapkan Promosi yang konvensional (penggunaan balegho, spanduk, cetak kalender, bagi-bagi kaos) dan promosi modern (via booklet dan media elektronik : face book, instagram, web dan sejenisnya) dalam mendulang suara. Asumsi kedua adalah calon legislative, calon kepala daerah dan atau Presiden include tim kampanye dan tim sukses masih beranggapan price dalam wujud money politic yang terselubung dan terang-terangan masih efektif mempengaruhi pemilih tradisional yang menghendaki NPWP (Nomor Piro Wani Piro). Hal ini akibat strategi pengawasaan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) yang belum jitu dan belum banyak berubah, terutama sanksi kongkrit dan cepat.
Penguatan Marketing Politik
Pemilih rational tidak gampang dipengaruhi dengan strategi Promosi dan Price. Mereka akan lebih fokus melihat produk baru yang mampu menciptakan perubahan dalam meningkatkan (pelayanan public, kesejateraan masyarakat dan daya saing daerah/Negara). Strategi yang dilakukan tentunya perlu penguatan pada aspek Produk dan Place.
Produk lebih diutamakan jangka pendek (berupa crash program) dan periode kontestasi sehingga lebih kongkrit dan terukur. Jangka panjang berupa visi lebih bersifat abstrak, namun tetap berarti sebagai acuan penggapaian. Paling tidak jadi acuan mencapai masyarakat yang adil dan makmur (baidatun, toibatun, warabbun gafur). Sementara terukur yang dimaksud adalah sumber pembiayaannya tersedia tidak sesuai dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD)/devisa, RAPBD/RAPBN). Kalau tidak hanya bersifat utopis seperti burung pungguk merindukan bulan, dust tidak terealisir seperti rencana membangun fly over di Jambi dari oknum kandidat kepala daerah masa-masa sebelumnya, hingga sekarang satu tiangpun tidak tercagak (baca : terbangun). Ini yang disebut dalam pepatah lama : “besar pasak dari pada tiang”.
Produk harus bersifat khas (Unique Preposition selling) misal Cak Imin (Muhaimin Iskandar) punya ide : hapus saja jabatan Gubernur, karena akan banyak mudarat dan manfaat. Ada juga bakal calon Presiden mengggagas akan memberantas mafia-mafia perizinan. Lain lagi gagasan yang sering disuarakan masyarakat Jambi agar membangun hilirisasi berupa pabrik minyak kelapa sawit dan pabrik ban. Jangan lagi karena kebingungan ketiadaan dan atau keterbatasan tempat penampungan akhirnya diekspor bahan baku. Hal tersebut jadi temuan lembaga pengawas kompeten ditinjau dari aspek akuntabilitas pemerintahan. Apalagi dekat-dekat tahun politik, tungau di seberang lautan bisa jadi nampak. Di kota Jambi misalnya perlu dibuat destinasi yang menguji nyali, dari hotel Wiltop ke Seberang dibuat kereta gantung (cable car). Pengguna dikenakan biaya, tentu akan mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Gentala Arasy yang sudah terlanjur terbangun, anggap sebagai destinasi gratis. Ada juga gagasan dari pada eksploitasi batu bara yang bermasalah terhadap transportasi kenapa tidak tambang emas dilegalkan. Tentunya dibuat aturan-aturan yang jelas terlebih dahulu bagi petambang emas. Dengan dilegalkan, tentu Petambang Emas Tanpa Izin (PETI) tidak dioyak-oyak (dikejar-kejar) lagi. Hasil tambang emaspun tidak perlu pengangkutan banyak truck berimbas pada pengurangan kemacetan. Dalam pembuatan program harus diingat perubahan paradigma memperlakukan konstituen dan masyarakat pemilih sebagai subjek dalam penentuan strategi.
Aspek Place yang perlu diperhatikan adalah memilih, menempatkan dan memanfaatkan posisi (positioning) serta segmentasi. Positioning perlu dipertimbangkan dalam memilih dan menempatkan posisi partai dan atau koalisi partai pengusung yang tepat sebagai calon atau kandidat yang diharapkan dapat dukungan pemilih. Positioning berkaitan dengan idiologi. Positioning juga berkaitan dengan partai penguasa, partai besar, menengah dan gurem. Segmentasi berdasarkan geografi, umur, dan jenis kelamin yang menjadi sasaran pemasaran secara defensive dan ofensif perlu pula dipertimbangkan.
Last but not least, paradigma marketing politik dalam membangun relational dan branded akan menjadi perhatian dan pilihan pemilih rational.
———————-
Penulis adalah Dosen Jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan Universitas Jambi.
Di Depan Prabowo, Al Haris Puji Peran Kades Dalam Pembangunan
JAMBI, berjambi.com – Gubernur Jambi, Dr.Al Haris, S.Sos, MH membuka secara resmi Rakernas Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) tahun 2023 yang dipusatkan di Gedung Balairung Universitas Jambi, Mendalo, Rabu (26/7/2023). Rakernas yang diikuti ribuan Kepala Desa beserta perangkatnya ini turut dihadiri para tamu kehormatan negara seperti Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, Kementerian Dalam Negeri, tokoh nasional dan para penyelenggara Pemilu serta para tamu undangan lainnya.Dalam sambutannya Gubernur Al Haris menyampaikan pentingnya peranan desa dalam membangun Indonesia. “Pimpinan desa yang berasal dari seluruh nusantara yang hadir hari ini, merupakan Garda terdepan dalam membangun Indonesia. Para Kepala Desa inilah yang langsung merasakan dan mendengarkan keluhan masyarakatnya di desa. Terima kasih bapak/ibu sekalian, saya sangat mengerti bagaimana keadaan di desa,” ujar Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Rakernas Apdesi yang dilaksanakan di Provinsi Jambi dan diharapkan para peserta yang hadir dapat melihat dan merasakan kehangatan dan keindahan Provinsi Jambi. “Hari ini, Provinsi Jambi mendapatkan amanah dari Ketua APDESI sebagai tuan rumah Rakernas APDESI tahun 2023, bagi saya amanah itu kita ambil, Jambi siap sebagai tuan rumah, jika kami kurang pas dan ada yang kurang berkenan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Mudah-mudahan pada forum yang mulia ini para Kades yang kami cintai sekalian bisa bersilaturahim di Jambi, bertemu dan nanti juga ada hasil Rakernas yang merupakan rekomendasi-rekomendasi penting untuk perbaikan-perbaikan di negara yang kita cintai ini,” ungkap Gubernur Al Haris.
Gubernur Al Haris menyatakan bahwa dalam kegiatan ini akan dibangun persepsi bagaimana membangun Indonesia dengan memperkuat desa. “Sepanjang Rakernas ini kita bersama membangun persepsi dan tema kita adalah Desa Kuat untuk Indonesia yang Menjaga Bangsa. Temanya kita buat begitu, pertama kita akan menghadapi Pemilu 2024, tugas Kepala Desa itu berat, mereka mesti menjamin bagaimana kondusifitas daerahnya masing-masing, dan kita harus berhasil ketika pemerintah memutuskan Pemilu serentak maka pilihan kita adalah Kepala Desa mengamankan agar daerahnya aman, damai dan kondusif, sehingga pemilihan Presiden, legislatif dan semuanya berlangsung dengan baik sampai nanti pemilihan Gubernur dan Walikota serta Bupati,” tutur Gubernur Al Haris.
Dalam kesempatan ini, orang nomor satu di Provinsi Jambi tersebut juga menegaskan bahwa peran penting ini diemban oleh Kepala Desa yang merupakan garda terdepan. “Hal ini artinya adalah Kepala Desa sebagai Garda terdepan bagaimana membangun bangsa. Saya tahu semua kondisi desa hari ini, itulah perjuangan bangsa. Apa yang bapak/ibu perjuangkan untuk desanya, dan kita berjuang Istiqomah sebagai pemimpin inilah yang Allah catat, karena beribadah membangun warga desanya menjadi sejahtera,” pungkas Gubernur Al Haris. (Maria/Foto : Hori, Harun/ADV Diskominfo)
MENGAPA BEASISWA S3 LUAR NEGERI PROV. JAMBI SEPI PEMINAT ?
KABAR gembira bagi anak-anak muda Provinsi Jambi bahwa saat ini pemerintah Provinsi Jambi telah menyediakan beasiswa Dumisake. Kuota yang disediakan untuk mahasiswa S1 kurang mampu sebanyak 210, S1 berprestasi sebanyak 90, total 300 orang.
Untuk jenjang doktoral (S3), kuota yang disediakan sebanyak 70 untuk studi di dalam negeri, serta 10 untuk mahasiswa yang kuliah di luar negeri, total 80 orang.
Merujuk Keputusan Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Nomor 14/kep.sekda/setda.kesra 3.3/2023 tentang petunjuk teknis program beasiswa strata satu (S1) dan strata tiga (S3) Pemerintah Provinsi Jambi tahun 2023, bahwa jenjang S1 mendapat Rp.15 juta dan S3 dalam dan luar negeri Rp.40 juta.
Masyarakat Provinsi Jambi perlu mengapresiasi niat baik Pemrov ini dan harus dimanfaatkan dengan maksimal. Kepada anak-anak muda Jambi, saatnya berkompetisi untuk merebut kesempatan mantap ini.
Kepada penyelenggara atau tim seleksi tentunya masyarakat Jambi juga berharap agar proses seleksi dilakukan dengan transparan dan tepat sasaran. Saya selalu ingatkan, jika anda coba-coba bermain ‘kotor’ dalam proses seleksi ini, di akhirat kelak akan anda pertanggungjawabka. Biarakanlah mereka yang berhak mendapatkannya.
Beasiswa Dumisake yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Jambi untuk program S3 di luar negeri sepertinya menawarkan peluang yang menarik pula bagi para akademisi dan peneliti yang ingin mengembangkan diri di tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
Namun, sayangnya, program ini mengalami kekurangan peminat yang cukup signifikan. Mengapa hal ini terjadi? Agaknya ada beberapa alasan mendasar diantaranya:
Pertama, besaran beasiswa yang disediakan terlalu kecil untuk ukuran studi di luar negeri. Ambil contoh studi S3 di Australia. Besaran beasiswa yang ditawarkan Rp 40 juta terlihat cukup besar, namun, ketika dikonversi ke mata uang dollar Australia dengan kurs Rp 10.000/$1 AUD, jumlah tersebut menjadi setara dengan $4000 AUD. Cukupkah?
Biaya hidup dan studi di luar negeri, terutama di negara-negara maju, seperti Australia, umumnya lebih tinggi daripada di Indonesia. Beasiswa tersebut mungkin tidak mencukupi untuk mencover biaya kuliah, akomodasi, makan, dan biaya hidup lainnya.
Lihat contoh hitungannya, untuk SPP saja di kampus saya $7100AUD/ term (3 bulan), setara dengan Rp. 71jt. Sewa rumah $350 AUD per minggu, setara dengan Rp.3.500.000/minggu. Belum lagi biaya asuransi, transportasi, makan minum sehari-hari dan lain-lain. Jika yang diberikan Rp.40jt itu artinya untuk sekali bayar SPP saja tidak mencukupi. Intinya, biaya yang diberikan oleh pemprov Jambi masih terlalu kecil untuk kuliah di Luar Negeri.
Kedua, salah satu persyaratannya adalah tidak menerima beasiswa dari pihak lain. Mengingat besaran beasiswa yang disediakan tidak mencukupi, tidak mungkin tanpa menerima beasiswa lain. Maka mereka memilih untuk tidak memperebutkan beasiswa ini.
Atau, di sisi lain, semua mahasiswa yang saat ini sedang kuliah di luar negeri dapat dipastikan sudah menerima beasiswa lain baik beasiswa nasional maupun beasiswa yang disediakan oleh kampus-kampus luar negeri.
Maka dari itu, untuk menanggapi hal ini, Pemprov harus mencari solusi yang tepat. Melalui artikel singkat ini, saya menyampaikan beberapa hal berikut yang mungkin bisa dipertimbangkan sebagai jalan keluarnya.
Pertama, meninjau besaran beasiswa. Pemerintah Provinsi Jambi perlu melakukan tinjauan terhadap besaran beasiswa yang ditawarkan untuk studi di luar negeri. Studi di luar negeri memerlukan biaya yang cukup besar, termasuk biaya kuliah, asuransi, akomodasi, dan hidup. Menyesuaikan besaran beasiswa agar lebih sesuai dengan kebutuhan mahasiswa di luar negeri akan membuat program ini lebih menarik dan diminati oleh calon penerima.
Kedua, membuka kemungkinan menerima beasiswa lain. Pemerintah dapat mempertimbangkan untuk mengizinkan penerima beasiswa Dumisake untuk mencari tambahan beasiswa dari pihak lain. Dengan mengizinkan menerima bantuan dari sumber lain, mahasiswa akan lebih mudah untuk mencari cara untuk membiayai kebutuhan selama studi di luar negeri, dan hal ini dapat meningkatkan minat pendaftar.
Ketiga, mengubah skema beasiswa menjadi dana hibah atau berupa penyediaan bantuan studi seperti biaya buku, bantuan penelitian, dan lain sebagainya. Dengan cara ini, mahasiswa akan merasa lebih didukung dalam studi dan penelitian mereka di luar negeri.
Dengan menerapkan beberapa perubahan dalam program beasiswa Dumisake untuk studi S3 di luar negeri, diharapkan minat pendaftar akan meningkat dan lebih banyak mahasiswa dari Provinsi Jambi akan berkesempatan untuk mengembangkan diri di tingkat pendidikan yang lebih tinggi dan membawa manfaat bagi pembangunan daerah dan negara.
Akhirnya, penyediaan beasiswa ini tentu harus dilihat sebagai langakah penting dalam meningkatkan sumber daya manusia di Jambi. Maka, segala skema dan manajemennya harus dilakukan dengan baik dan bijkasana. Perbaikan, peningkatan dan penyesuaian perlu dilakukan oleh para penyelenggara agar benar-benar terselenggara secara professional. Semoga#-
_(Mahasiswa Western Sydney University, Australia)_
Pembangunan Tol Jambi Digenjot, Al Haris Warning Tim Kerja 14 Hari
JAMBI, berjambi.com – Pemerintah Provinsi Jambi melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pembebasan Lahan Fasilitas Umum Pembangunan Jalan Tol di Wilayah Provinsi Jambi. Rapat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Al Haris ini diselenggarakan di VIP Room Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jum’at (21/07/2023).
Dalam sesi wawancara, Gubernur Al Haris menerangkan bahwa rakor yang dilaksanakan sekarang ini bertujuan membahas kendala dalam pembangunan jalan Tol Trans Sumatera. “Hari ini kita membahas beberapa kendala dalam proses pembangunan Tol Trans Sumatera,” terang Gubernur Al Haris.
Gubernur Al Haris juga mengungkapkan, beberapa kendala dalam proses pembangunan Tol Trans Sumatera. “Saat ini kita sedang dalam proses penyelesaian kendala fasilitas umum masyarakat seperti madrasah ibtidaiyah, mushola serta pemakaman umum,” ungkap Gubernur Al Haris.
Pada kesempatan ini orang nomor satu di Provinsi Jambi tersebut memberikan waktu 2 minggu kepada tim untuk melakukan proses penyelesaian. “Saya minta dalam waktu 2 minggu tim bekerja cepat dalam menyelesaikan ini, termasuk nantinya berapa anggaran yang dibutuhkan serta penentuan lokasi pemindahan fasilitas umum tersebut,” ujar Gubernur Al Haris.
Lebih lanjut, Gubernur Al Haris juga menginginkan proses penyelesaian pembangunan jalan tol berjalan dengan lancar. “Harapannya pembangunan jalan tol ini tidak menemui kendala, semua harus berjalan dengan clear and clean, sehingga semua nyaman dengan adanya pembangunan tesebut,” pungkas Gubernur Al Haris. (Dandy Ramadhan Febriwan/Foto : Novriansah/ADV Diskominfoprov).
Berpeci Putih, Al Haris Jemput Jamaah Haji Jambi
JAMBI, berjambi.com – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos. MH sambut kepulangan Jemaah Haji asal Provinsi Jambi Kloter BTH 20 dengan jumlah jemaah 369 orang, yang berasal dari Kabupaten Merangin, Sarolangun dan Muaro Jambi, kembali dengan selamat dan sehat setelah menunaikan rukun Islam kelima. Penyambutan oleh Gubernur Jambi ini dilakukan di Asrama Haji Kota Baru Jambi, Jum,at (21/07/2023).
Dalam sambutannya Gubernur Al Haris mengucapkan selamat kembali ke Tanah Air, bagi para jemaah haji, serta mendo’akan kiranya menjadi haji dan hajjah yang mabrur dan mabruroh. “Selamat datang para jemaah haji, semoga keberkahan untuk para jemaah yang telah tiba di Tanah Air. Alhamdulillah telah diberi label haji mabrur, walaupun ada yang meninggal di Mekah itu sudah ditakdirkan oleh Allah SWT, bahwa mereka tinggal di sana,” ucap Gubernur Al Haris.
“Selamat pulang dari ibadah haji semoga semuanya sehat dan bahagia, dapat melaksanakan dan menyelesaikan rangkaian haji di Tanah Suci, insya Allah semua ibadah bapak-bapak ibu-ibu diterima oleh Allah SWT. Sewaktu berangkat kami lepas dan waktu pulang kami tunggu, inilah sebagian tugas kami,” lanjut Gubernur Al Haris.
Dikatakan Gubernur Al Haris, kita perlu mensyukuri semua yang Allah berikan kepada kita, apalagi kita sudah pulang dari haji. “Kenapa saya bilang kita perlu bersyukur, karena tidak semua orang bisa berangkat haji, walaupun mereka kaya, niat tidak ada, tidak juga bisa berangkat, walaupun niat ada tapi belum diberi rezeki, juga belum bisa berangkat. Apa lagi saat ini berangkat mendaftar sekarang entah tahun berapa bisa berangkat karena daftar antrian sudah banyak, untuk itu kita perlu bersyukur pulang haji ini,” Kata Gubernur Al Haris.
“Sebentar lagi akan kita lepas kembali ke daerah masing-masing, berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara tengah-tengah keluarga dan juga masyarakat, jemaah haji diharapkan terus menjaga sikap baik dan akhlak terpuji seperti yang telah dilakukan selama berhaji. Jangan lupa amal-amalan haji ini terus diamalkan sampai akhir ayat, sampai ajak menjemput, iman dan taqwa yang perlu dijaga,” sambung Gubernur Al Haris.
Pada kesempatan tersebut Gubernur Al Haris juga mengingatkan para jemaah haji bahwa tidak semua orang bisa ke Mekah, walaupun orang itu banyak harta, belum tentu bisa ke Mekah, orang sehat dan punya harta juga belum tentu bisa ke Mekah, karena seizin-Nya jualah kita bisa kesana. “Karena taqdir kita sudah dicatat Allah SWT semuanya, semoga haji yang pulang ini menjadi haji mabrur semua, bisa menjadi tauladan ditengah keluarga dan masyarakat. Dengan in saya lepaskan kepulangan bapak-bapak ibu-ibu pulang kedaerah masing-masing, semoga selamat sampai kerumah masing-masing,” pungkas Gubernur Al Haris.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Antara Provinsi Jambi, H. Zoztafia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jambi atas semua bantuan dan kerja samanya sehingga penyelenggaraan haji bisa berjalan dengan lancar dan aman.
Zoftafia juga menyampaikan permintaan maaf jika dalam melakukan pelayanan dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Antara Provinsi Jambi, masih terdapat kendala dan kekurangan.
“Secara tulus kami meminta maaf, karena sebatas itu kemampuan kami dan kami akan terus berupaya untuk lebih baik lagi kedepannya,” ungkap zoftafia.
Sementara itu juga, Ketua PPIH Arpani dalam laporannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua jemaah haji sampai dengan selamat, sudah sampai di tanah air, selain itu dirinya juga menyampaikan ucapan maaf atas kekurangan dalam pelayanan, namun itu pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membantu.
“Selain itu kami juga melaporkan bahwa di Kloter 20 yang meninggal dunia di Mekah sebanyak 3 orang, yaitu Erlinda Roeslinur Mansur berusia 68 tahun dari Kabupaten Merangin, Tego Waluyo bin Karto berusia 62 tahun asal Kabupaten Sarolangun dan Parjono Kromo Tani berusia 66 tahun asal Kabupaten Merangin. Semoga amal ibadah mereka diterima disisi Allah SWT,” ucapnya.
Turut hadir mendampingi Gubernur Al Haris pada kegiatan ini diantaranya Sekda Provinsi Jambi H. Sudirman, Staf Ahli Temawisman, Asisten III (Administrasi Umum) Jancik, S.Pd, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi dr. Ferry Kusnadi, Kepala Dinas Perhubungan Jhon Eka Poa, Kepala Dinas Sosialdukcapil Provinsi Jambi Drs. M. Arif Budiman, M.H, Kepala Diskominfo Provinsi Jambi Ariansyah dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jambi Edi Kusmiran. (Wintani/ADV Diskominfoprov)
ANGGOTA DEWAN : Pekerjaan atau Pengabdian
DITENGAH persiapan menyongsong pemilu tahun 2024, perhatian publik tertuju pada para calon anggota legislatif yang bertebaran di berbagai media dengan foto-foto dan baliho yang terpampang di seluruh daerah.
Masyarakat perlu merenungkan esensi sebenarnya dari menjadi anggota dewan, serta menanyakan apa yang seharusnya dicari dari para calon tersebut: apakah mereka mencari pekerjaan semata atau bersedia mengabdikan diri untuk tugas dan tanggungjawab sebagai anggota dewan.
Penting untuk memahami bahwa menjadi anggota dewan bukan semata-mata mencari pekerjaan dengan gaji dan fasilitas, tetapi seharusnya dipandang sebagai pengabdian bagi kepentingan bangsa, negara, dan daerah. Atau hanya sekedar mengejar kekuasaan dan proyek-proyek tertentu.
Seorang anggota dewan memiliki tanggung jawab besar dalam merumuskan undang-undang, mengawasi pemerintahan, dan mewakili aspirasi masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan komitmen yang kuat untuk mengabdi kepada rakyat dan bertanggung jawab atas tugas yang diemban.
Masyarakat memiliki peran krusial dalam menyeleksi calon anggota dewan yang benar-benar ingin mengabdi. Beberapa kriteria yang dapat menjadi acuan untuk menilai calon legislatif yang baik antara lain:
Integritas dan Reputasi: Calon harus memiliki reputasi yang baik dan integritas yang tidak diragukan. Mereka harus bersih dari kasus korupsi, penyelewengan, atau skandal yang merugikan masyarakat.
Kompetensi: Kemampuan dan keahlian calon dalam bidang legislasi dan tata pemerintahan haruslah kuat. Seorang anggota dewan perlu memahami isu-isu kompleks dan dapat merumuskan solusi yang tepat.
Pengalaman dan Rekam Jejak: Pengalaman sebelumnya dalam berbagai bidang, seperti pemerintahan, organisasi masyarakat, atau dunia usaha, dapat menjadi indikator bagaimana calon akan berkinerja sebagai anggota dewan.
Dedikasi dan Komitmen: Calon harus menunjukkan dedikasi tinggi untuk melayani masyarakat dan memiliki komitmen kuat untuk bekerja keras demi kepentingan publik.
Visi dan Misi: Calon harus memiliki visi dan misi yang jelas tentang perjuangan yang akan dijalankan sebagai anggota dewan. Ini harus sejalan dengan aspirasi dan kebutuhan masyarakat yang diwakilinya.
Kemampuan Berkomunikasi: Seorang anggota dewan harus dapat berkomunikasi dengan baik, baik dalam menyampaikan pandangan masyarakat maupun mendengarkan keluhan dan masalah dari konstituennya.
Responsif dan Transparan: Calon harus bersedia mendengarkan masukan dan kritik dari masyarakat serta berkomitmen untuk transparan dalam setiap keputusan yang diambil.
Selain itu, masyarakat juga perlu mencari tahu detail latar belakang calon dan informasi dari berbagai sumber terpercaya sebelum memberikan suara pada pemilu. Melibatkan diri dalam debat publik, forum, dan diskusi tentang calon-calon yang bersaing juga dapat membantu dalam mengambil keputusan yang tepat.
Akhirnya, menghadapi pemilu tahun 2024, kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menyeleksi calon anggota dewan yang berkualitas sangatlah penting. Hanya dengan memiliki wakil yang benar-benar mengabdi dan berkomitmen, kita dapat mewujudkan perubahan positif untuk kemajuan bangsa, negara, dan daerah. Semoga#/ (Penulis adalah pengamat sosial)
Wagub Sani Apresiasi Grebeg Suro di Batanghari
BATANGHARI, berjambi.com – Wakil Gubernur (Wagub) Jambi yang juga Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.P.di mengemukakan, acara Grebeg Suro, selain dalam rangka mensyiarkan tahun baru Islam atau menyambut tahun 1 Muharam 1445 Hijriah, juga merupakan ungkapan rasa syukur kita kepada Allah SWT, atas kenikmatan dan karunia-Nya yang berlimpah kepada kita semua. Demikian dikemukan Wagub saat menghadiri Pawai Grebeg Suro se-Kelurahan Sridadi, bertempat di Lapangan Bola Kaki Sridadi, Kabupaten Batanghari, Rabu (19/07/2023).
“Saya mengapresiasi seluruh panitia dan semua pihak yang berpartisipasi demi terselenggaranya Grebeg Suro ini, yang tentunya bisa terlaksana karena adanya kerja sama yang baik semua pihak terkait. Apresiasi khusus saya sampaikan kepada masyarakat yang begitu antusias mengikuti Grebeg Suro ini. Semoga menjadi cerminan semangat yang kuat untuk menjalani tahun baru Hijriah dengan lebih baik lagi,” ucap Wagub Sani.
Wagub Sani juga mengatakan, Grebeg Suro ini pada sebagian masyarakat di tanah air merupakan kegiatan ritual dan sakral yang bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai luhur dan agama, termasuk juga didalamnya ada nilai seni dan budayanya. ” Melalui pergantian tahun Hijriah ini mengingatkan kita semua bahwa dengan terus bergulirnya waktu membuat kita semakin lebih baik karena sebagaimana Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi,” kata Wagub Sani.
“Pada bulan yang dimuliakan bagi umat Islam ini, kita maknai untuk mengingat kembali peristiwa sejarah dalam masa kenabian maupun kerasulan Nabi Muhammad SAW. Tahun Baru Islam ini harus kita syiarkan karena saat ini peringatan tahun baru Hijriah seolah-olah tertinggal dan tertutupi oleh meriahnya perayaan tahun baru Masehi,” sambung Wagub Sani.
Wagub Sani menjelaskan, Grebeg Suro ini merupakan kebiasaan yang didominasi oleh masyarakat yang berada di pulau Jawa, namun demikian, adanya kegiatan ini di daerah kita ini merupakan fenomena positif dari ide-ide positif dengan kegiatan yang mengarah pada pelestarian budaya serta kearifan lokal. “Kita mengetahui bersama bahwa Grebeg Suro ini merupakan kebiasaan yang didominasi oleh masyarakat yang berada di pulau Jawa, namun demikian, adanya kegiatan ini didaerah kita ini merupakan fenomena positif dari ide-ide positif dengan kegiatan yang mengarah pada pelestarian budaya serta kearifan lokal yang meliputi nilai simbolik, nilai tanggung jawab, nilai keindahan, nilai moral, nilai hiburan, nilai budaya, nilai sosial, nilai ekonomi, nilai apresiasi dan nilai religius,” jelas Wagub Sani.
“Grebeg Suro merupakan rasa syukur masyarakat sekitar atas segala hasil bumi dan kekayaan alam yang diberikan Tuhan kepada kita semua. Masyarakat yakin tradisi itu adalah salah satu bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk segala hasil bumi yang melimpah ruah, sehingga berbagai hasil bumi yang telah disiapkan akan untuk kita makan Bersama,” lanjut Wagub Sani.
Dalam kesempatan tersebut Wagub Sani juga berharap rangkaian kegiatan ini dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar dari awal sampai dengan selesai. “Saya mengharapakan semua rangkaian kegiatan ini dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar, tradisi yang baik ini dapat terus kita laksanakan pada tahun-tahun mendatang. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kebaikan pada urusan agama kita, kebaikan pada urusan dunia kita dan kebaikan urusan akhirat kita serta melimpahkan rahmatnya kepada kita semua,” pungkas Wagub Sani. (Sapra Wintani/Foto : Harun Al Rasyid/ADV diskominfoprov)
Miliki 490 Hotspot, Al Haris Bertekad Jambi Bebas Kebakaran Hutan dan Lahan
JAMBI, berjambi.com – Pemerintah Provinsi Jambi melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi Tahun 2023 bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia Letjen. TNI. Suharyanto, S.Sos., MM, kegiatan Rakor berlangsung di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Selasa (18/07/2023).
Rakor Karhutla ini dipandu secara langsung oleh Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH serta dihadiri Ketua DPRD Provinsi Jambi, Kapolda Jambi, Danrem 042/Garuda Putih, Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi dan Pemerintah Kabupaten/Kota serta Kepala OPD di lingkup Pemerintah Provinsi Jambi.
Selain itu, Rakor Karhutla ini juga dihadiri oleh Kapolres dan Dandim di Provinsi Jambi, serta Kepala BPBD Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi.
Gubernur Al Haris mengatakan, Satuan tugas (Satgas) karhutla Provinsi Jambi perlu arahan dan bimbingan terkait penanganan karhutla.
“Kami perlu petunjuk, arahan dan bimbingan dari Kepala BNPB terkait penanganan karhutla di Provinsi Jambi,” ujar Gubernur Al Haris.
Gubernur Al Haris menegaskan, kondisi penanganan karhutla di Provinsi Jambi cukup baik.
“Saat ini kondisi Provinsi Jambi cukup baik, seluruh tim di lapangan berjibaku dalam melakukan pencegahan, dan kita tidak ingin kejadian di tahun-tahun sebelumnya terulang kembali,” tegas orang nomor satu di Provinsi Jambi tersebut.
Selanjutnya, Gubernur Al Haris mempersilahkan Kepala BNPB untuk memberikan petunjuk dan arahan terkait penanganan karhutla khususnya di Provinsi Jambi.
Kepala BNPB Letjen. TNI. Suharyanto dalam arahannya menjelaskan, perubahan iklim merupakan fenomena yang mengerikan.
“Perubahan iklim itu paling ditakuti oleh semua negara, dan perubahan iklim merupakan penyebab peningkatan frekuensi bencana secara drastis,” ucap Suharyanto.
Letjen. TNI. Suharyanto juga menuturkan, dalam satu bulan terakhir Provinsi Jambi memiliki total 490 hotspot.
“Dalam kurun waktu satu bulan, Jambi memiliki sebanyak 490 titik panas, dan titik panas terbanyak berada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” tuturnya.
Lebih lanjut Letjen. TNI. Suharyanto berpesan kepada seluruh Kepala BPBD Kabupaten/Kota se- Provinsi Jambi untuk terus bergerak secara masif.
“Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) harus dilakukan secara masif, ini bertujuan guna mempersiapkan cadangan persediaan air,” pesan Suharyanto.
Pada kesempatan ini, Kepala BNPB juga menyerahkan bantuan alat berupa mesin pompa, nozzle, selang, flexible tank dengan kapasitas 5.000 L serta perlengkapan APD guna mendukung operasi melalui jalur darat.
Kepala BNPB juga mengungkapkan, saat ini BNPB telah menyediakan pesawat helikopter sebanyak 6 unit guna membantu penanganan karhutla melalui jalur udara. (Dandy/Foto : Novriansah/ADV Diskominfoprov)
Dugaan Kecurangan Seleksi Calon Rektor UIN Jambi Rontokkan Kepercayaan Publik
BERJAMBI.COM- Proses seleksi calon Rektor merupakan tonggak penting dalam menentukan pemimpin akademik sebuah universitas. Transparansi, keadilan, dan integritas yang tinggi harus menjadi prinsip utama dalam menjaga kredibilitas institusi dan membangun kepercayaan publik. Namun, sangat disayangkan bahwa Universitas Islam Negeri STS Jambi tengah dihadapkan pada dugaan kecurangan dalam seleksi calon Rektor mereka, khususnya terkait penolakan berkas Prof. As’ad Isma.
Dalam seleksi calon Rektor UIN STS Jambi, terdapat tujuh calon yang berkompetisi, yaitu Prof. Maisah, Prof. As’ad Isma, Prof. Risnita, Prof. Samsu, Prof. Ahmad Syukri, Prof. HM Hasbi, dan Prof. Su’aidi. Setiap calon memiliki rekam jejak, keahlian, dan kontribusi akademik yang beragam, mencerminkan keberagaman potensi di antara para akademisi yang berdedikasi di universitas tersebut.
Namun, jika benar adanya kecurangan yang dilakukan oleh panitia seleksi dengan menolak berkas Prof. As’ad Isma tanpa alasan yang jelas dan obyektif, hal ini jelas menciderai integritas dan transparansi proses seleksi. Seleksi yang semestinya berlandaskan pada kriteria meritokrasi dan penghargaan terhadap keunggulan akademik, seharusnya memberikan kesempatan yang adil bagi setiap calon untuk bersaing.
Kecurangan dalam proses seleksi ini mengakibatkan beberapa konsekuensi serius. Pertama, hal ini mencerminkan ketidakefektifan panitia seleksi dan menghancurkan kepercayaan publik terhadap integritas universitas. Tindakan yang tidak adil tersebut merugikan Prof. As’ad Isma secara pribadi, tetapi juga menciptakan keraguan terhadap institusi universitas yang seharusnya menjadi tempat yang menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan.
Kedua, kecurangan ini menimbulkan keraguan dan ketidakpercayaan terhadap hasil seleksi rektor yang akan dihasilkan. Masyarakat, mahasiswa, dosen, dan alumni universitas mungkin merasa frustrasi dan kehilangan keyakinan terhadap proses seleksi dan keabsahan pemimpin yang terpilih. Akibatnya, hal ini dapat mempengaruhi iklim akademik dan kualitas pendidikan di universitas tersebut.
Dalam menghadapi situasi ini, sangat penting bagi pihak berwenang untuk segera menyelidiki dugaan kecurangan yang terjadi dan memastikan adanya keadilan dalam proses seleksi calon Rektor. Jika terbukti adanya kecurangan, tindakan tegas harus diambil terhadap pihak yang terlibat dalam praktik tidak adil ini, termasuk panitia seleksi yang terlibat.
Selain itu, perlu diambil langkah-langkah konkret untuk memperbaiki proses seleksi di masa depan. Transparansi harus ditingkatkan, partisipasi publik yang lebih luas harus dipastikan, dan mekanisme pengawasan independen perlu didirikan. Semua langkah ini bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dan menjaga integritas seleksi calon Rektor di UIN STS Jambi.
Kesimpulannya, dugaan kecurangan dalam seleksi Rektor UIN STS Jambi, terutama dalam penolakan berkas Prof. As’ad Isma, adalah suatu tindakan yang mencoreng integritas dan menggugat kepercayaan publik. Tindakan seperti ini tidak hanya merugikan calon yang terkena dampaknya, tetapi juga merusak citra universitas secara keseluruhan. Hanya dengan menjaga integritas dan melaksanakan proses seleksi yang adil, sebuah universitas dapat tumbuh dan berkembang dengan baik serta memperoleh kepercayaan dari semua pihak yang terlibat. (Penulis adalah alumni UIN STS Jambi)


