Beranda blog Halaman 11

Bupati Anwar Sadat Kukuhkan Paskibraka Tanjab Barat 2025, Siap Kibarkan Merah Putih dengan Semangat Juang

KUALA TUNGKAL – Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti Halaman Rumah Dinas Bupati Tanjung Jabung Barat pada Jumat malam (15/8). Malam itu menjadi momen bersejarah bagi para generasi muda terpilih, sebagaimana Bupati setempat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, secara resmi dan khidmat mengukuhkan “Pasukan Pengibar Bendera Pusaka” Paskibraka Tanjab Barat 2025. Acara yang penuh makna ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi merupakan pengakuan atas dedikasi, disiplin, dan nasionalisme yang telah tertanam dalam diri setiap anggota pasukan.

Kehadiran Wakil Bupati, Ketua DPRD, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, anggota dewan, para kepala OPD, perwakilan TNI/Polri, serta yang paling membanggakan, orang tua dari anggota Paskibraka, menegaskan betapa penting dan istimewanya peran yang akan diemban oleh para pemuda-pemudi ini. Mereka hadir tidak hanya sebagai undangan, tetapi sebagai penyemangat dan penguat bagi para paskibraka yang akan menjadi representasi langsung dari semangat generasi muda Tanjab Barat di hari yang paling bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Dalam sambutannya yang penuh motivasi, Bupati Anwar Sadat menyampaikan ucapan selamat yang mendalam kepada seluruh anggota Paskibraka terpilih. Ia menegaskan bahwa mereka bukan sekadar dipandang sebagai pengibar bendera pada upacara peringatan kemerdekaan semata, melainkan telah terpilih sebagai putra-putri terbaik daerah yang akan menjadi teladan bagi generasi muda lainnya. Sebuah teladan dalam hal prestasi, kedisiplinan, moralitas yang luhur, dan yang paling utama, semangat nasionalisme yang membara.

“Pengukuhan ini bermakna bahwa telah tertanam semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan jiwa patriotisme yang kuat. Kalian harus memiliki idealisme, rela berkorban, disiplin, tanggung jawab, dan menjadi kader calon pemimpin bangsa di masa depan,” tegasnya dengan penuh keyakinan, menyiratkan harapan besar yang dipikulkan di pundak para pemuda tersebut.

Lebih lanjut, Bupati juga berpesan agar seluruh anggota Paskibraka senantiasa menjaga api persatuan dan kekompakan yang telah dibangun selama masa pelatihan. Mereka diharapkan dapat terus menjadi contoh dan inspirasi positif, tidak hanya di lingkungan keluarga dan sekolah, tetapi juga di tengah-tengah masyarakat luas. Di era yang penuh dengan dinamika dan tantangan global, Bupati menekankan pentingnya memperkuat wawasan kebangsaan sebagai benteng kokoh untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari segala bentuk ancaman.

Pada kesempatan yang penuh apresiasi tersebut, Bupati Anwar Sadat juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para orang tua anggota Paskibraka yang telah mendukung putra-putrinya. Rasa terima kasih yang sama juga ditujukan kepada para pembina, pembimbing, dan pelatih yang telah mencurahkan dedikasi, kesabaran, dan keahliannya dalam membimbing para calon paskibraka selama proses pelatihan yang penuh tantangan. Keberhasilan para anggota Paskibraka tidak lepas dari peran serta semua pihak yang terlibat.

Menutup sambutannya, Bupati sekali lagi mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh anggota Paskibraka yang akan melaksanakan pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih pada upacara 17 Agustus 2025 mendatang. Sebuah tugas yang penuh kehormatan dan menjadi impian bagi banyak pemuda di tanah air.

“Saya percaya kalian akan melaksanakan tugas ini dengan penuh semangat, percaya diri, dan tanggung jawab”, pungkasnya, menutup sambutan dengan doa dan keyakinan bahwa mereka akan menjalankan amanah dengan sempurna, mengibarkan Sang Saka Merah Putih dengan gagah dan penuh khidmat, membawa nama harum Tanjung Jabung Barat di kancah nasional.

Gebyar Balap Becak Hias Tanjab Barat: Warisan Tradisi dan Semangat Kebersamaan di Usia 60 Tahun

KUALA TUNGKAL – Suasana ceria dan penuh semangat mewarnai depan Rumah Dinas Bupati Tanjung Jabung Barat, Kamis (14/8). Dalam rangkaian perayaan Hari Jadi ke-60 Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan HUT ke-80 Kemerdekaan RI Tahun 2025, digelarlah sebuah event yang sarat akan nilai tradisi dan kebersamaan: Lomba Balap Becak Hias Tanjab Barat. Acara yang penuh warna ini disaksikan secara langsung oleh Bupati setempat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi oleh Ketua TP-PKK Kabupaten, Hj. Fadhilah Sadat.

Sebanyak 48 peserta atau 24 becak dari berbagai kelurahan turut serta memeriahkan perlombaan. Format yang dipilih adalah estafet, di mana satu becak dikayuh secara bergantian oleh dua peserta dari garis start menuju titik batas, lalu kembali lagi ke garis awal. Penilaian pemenang dilakukan secara objektif, murni berdasarkan catatan waktu tempuh tercepat. Riuh rendah sorak penonton menyemangati setiap peserta yang berjuang mengayuh dengan maksimal.

Bupati Anwar Sadat dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa becak bukan sekadar alat transportasi. Ia telah lama menjadi ikon tradisional dan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Kuala Tungkal. Keberadaannya menyimpan memori kolektif dan nilai-nilai kearifan lokal.

“Lomba ini kita adakan setiap tahun, bukan hanya sebagai hiburan, tapi juga untuk melestarikan keberadaan becak sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat,” ujarnya, menekankan aspek pelestarian budaya dan fungsi sosial dari acara tersebut.

Dukungan juga datang dari Kajati Jambi yang menyampaikan kebanggaannya atas terselenggaranya kegiatan positif ini. Ia berharap semangat kebersamaan yang tercipta dapat menjadi energi untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita pembangunan daerah.

“Selamat bertanding kepada mamang becak,” ujar Kajati Jambi, menyemangati seluruh peserta.

Setelah melalui persaingan yang ketat, akhirnya terpilih para pemenang. Gelar Juara 1 berhasil diraih oleh Sias dan M. Sani dari Kelurahan Tungkal IV Kota. Posisi kedua atau Juara 2 ditempati oleh Tukiman dan Hendri dari Kelurahan Sungai Nibung, sedangkan Juara 3 jatuh kepada Mastur dan Sapni dari Kelurahan Tungkal IV Kota. Hadiah yang diberikan pun sangat berfaedah, berupa paket sembako, sementara peserta yang belum meraih juara tetap mendapatkan apresiasi berupa uang pembinaan sebesar Rp100.000. Kemeriahan semakin lengkap dengan doorprize utama dua unit sepeda sport yang disumbangkan oleh PT. BPP dan Bupati Tanjung Jabung Barat sendiri. Dukungan sponsor dari Bank Syariah Indonesia (BSI), BRI, Bank 9 Jambi, dan BNI menunjukkan antusiasme dunia usaha terhadap pelestarian tradisi.

Tak hanya balapan, acara juga dimeriahkan dengan kuis interaktif yang melibatkan penonton dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga orang tua. Beberapa warga bahkan unjuk kebolehan bernyanyi, menghibur semua yang hadir di sela-sela perlombaan. Seorang peserta dengan bangga mengungkapkan kegembiraannya bisa terlibat langsung dalam melestarikan tradisi becak di Kuala Tungkal.

Sebelum lomba dimulai, Bupati Anwar Sadat yang didampingi Ketua TP-PKK Hj. Fadhilah Sadat telah terlebih dahulu menyerahkan 165 paket bantuan sembako kepada para tukang becak dan masyarakat kurang mampu di halaman Rumah Dinas Bupati. Aksi sosial ini mempertegas bahwa perayaan tidak hanya tentang kemeriahan, tetapi juga tentang kepedulian dan berbagi kepada sesama.

Acara yang dihadiri oleh Kejari, Kapolres, perwakilan Kodim 0419/Tanjab, Ketua GOW, Sekretaris Daerah, Ketua DWP, serta segenap pejabat dan masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa warisan budaya seperti becak tetap lestari dan mampu menjadi pemersatu di tengah dinamika zaman modern.

HUT Pramuka ke-64 Tanjab Barat: Kolaborasi Nyata untuk Ketahanan Bangsa dan Kewirausahaan Muda

KUALA TUNGKAL – Semangat kebangsaan dan jiwa kepanduan tampak berkobar di halaman Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat, Kamis (14/8). Suasana khidmat dan penuh kebanggaan menyelimuti pelaksanaan Upacara HUT Pramuka ke-64 Tanjab Barat tingkat Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tanjung Jabung Barat. Acara yang mengusung tema besar “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa” ini dipimpin secara langsung oleh Bupati setempat yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab), Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag.

Kehadiran seluruh unsur Forkopimda, Kepala Pengadilan Agama, Perwakilan Kodim 0419 Tanjab, Sekretaris Daerah, jajaran pejabat tinggi pratama, para camat, serta ketua berbagai organisasi wanita menunjukkan betapa pentingnya peran Gerakan Pramuka dalam struktur pembangunan karakter bangsa di tingkat daerah. Tidak ketinggalan, pengurus Kwarcab dan perwakilan anggota pramuka dari semua tingkatan, mulai dari Siaga, Penggalang, hingga Penegak, memadati lokasi upacara dengan penuh disiplin dan semangat, menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Tanjab Barat siap untuk terus mengabdi.

Dalam amanatnya yang berisi sambutan dari Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso, Bupati Anwar Sadat menekankan bahwa tema peringatan tahun ini bukanlah sekadar slogan kosong belaka. Tema tersebut merupakan sebuah tekad kolektif dan komitmen bersama untuk terus memperkuat jati diri setiap anggota Pramuka sebagai insan Pancasila sejati yang siap siaga menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Setiap pramuka diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa.

“Diharapkan setiap Pramuka senantiasa memegang teguh ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai harga mati,” tegasnya dengan lantang di hadapan seluruh peserta upacara.

Lebih dari itu, Bupati Anwar Sadat secara khusus mengajak seluruh jajaran Gerakan Pramuka, mulai dari tingkat Gugus Depan hingga Kwartir Daerah, untuk mengambil peran aktif dan nyata dalam mewujudkan program strategis nasional, khususnya di bidang swasembada dan ketahanan pangan, sesuai dengan arahan langsung dari Presiden RI, Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto. Ajakan ini menegaskan posisi Pramuka bukan hanya sebagai organisasi pengembang karakter, tetapi juga sebagai agent of change yang berkontribusi langsung terhadap ketahanan nasional.

Transformasi Gerakan Pramuka juga menjadi perhatian serius. Melalui pengembangan kurikulum yang lebih modern, sistem pembinaan yang adaptif, dan yang paling konkret adalah melalui pelatihan kewirausahaan yang terstruktur, Gerakan Pramuka diharapkan dapat menjadi inkubator bagi lahirnya wirausaha-wirausaha muda tangguh yang siap berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi kerakyatan dan ketahanan ekonomi bangsa di masa depan.

“Kita percaya sumber daya manusia unggul hanya bisa dibentuk melalui pendidikan karakter yang kuat. Gerakan Pramuka hadir sebagai komponen bangsa yang membentuk SDM tangguh, berjiwa Pancasila, disiplin, dan memiliki kepemimpinan kokoh,” tambahnya, mempertegas peran strategis organisasi ini.

Sebagai puncak dari sambutannya, Bupati menyampaikan kabar gembira yang ditunggu-tunggu oleh seluruh keluarga besar Pramuka Tanjab Barat: rencana pembangunan Bumi Perkemahan permanen yang ditargetkan akan terealisasi pada tahun 2026. Fasilitas ini tidak hanya akan menjadi kebanggaan, tetapi juga diharapkan dapat menjadi lokasi penyelenggaraan upacara HUT Pramuka yang lebih megah pada tahun-tahun mendatang, sekaligus menjadi pusat pendidikan karakter dan latihan kepramukaan yang representatif.

Sebelum upacara ditutup, dilakukanlah pemberian penghargaan berupa lencana dan piagam kepada anggota Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tanjung Jabung Barat yang telah menunjukkan dedikasi dan pengabdian luar biasa. Selain itu, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan di tingkat ranting, diserahkan pula bantuan sarana dan prasarana untuk menunjang aktivitas Kwartir Ranting, menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk membangun Pramuka dari tingkat paling dasar.

Enam Dekade Membara: Refleksi & Semangat Baru HUT Ke-60 Tanjab Barat Menuju Berkah Madani

KUALA TUNGKAL – Suasana khidmat dan penuh kebanggaan menyelimuti Alun-Alun Kuala Tungkal pada Minggu pagi dalam kegiatan HUT Ke-60 Tanjab Barat(10/8/2025). Di tengah derap langkah tegas Pasukan Pengibar Bendera dan alunan lagu kebangsaan yang menggema, Kabupaten Tanjung Jabung Barat resmi menginjak usia ke-60 tahun. Momen bersejarah ini dipimpin secara langsung oleh Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, selaku pembina upacara dalam sebuah ritual kenegaraan yang penuh makna.

Upacara yang digelar dengan protokol kenegaraan yang lengkap ini dihadiri oleh seluruh pucuk pimpinan dan elite daerah, mencerminkan kolektivitas dalam merayakan hari jadi. Tampak hadir Wakil Bupati, Ketua DPRD, unsur Forkopimda beserta istri, jajaran pimpinan tinggi pratama, hingga para kepala instansi vertikal, pimpinan BUMN/BUMD, tokoh masyarakat, dan tamu undangan dari berbagai elemen. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah ikrar bersama untuk terus memajukan tanah kelahiran mereka.

Dalam pidato kebanggaannya yang menggelegar, Bupati Anwar Sadat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momen HUT ke-60 Tanjab Barat ini sebagai sebuah refleksi mendalam atas perjuangan para pendahulu sekaligus sebagai batu pijakan untuk memperkuat komitmen membangun daerah dengan semangat kebersamaan yang tak tergoyahkan. Usia enam dekade bukanlah waktu yang singkat; ia adalah sebuah perjalanan panjang yang diwarnai dengan dinamika, tantangan, dan tentunya, segudang prestasi yang membanggakan.

“Tema tahun ini, ‘Bersatu Mewujudkan Tanjung Jabung Barat Berkah Madani’, bukan sekadar slogan, tetapi arah pembangunan yang mengandung nilai kualitas, ekonomi maju, religius, kompetitif, aman, harmonis, mandiri, dan inovatif,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Bupati kemudian memaparkan secara rinci berbagai kemajuan signifikan yang telah dicapai oleh Tanjab Barat dalam lintasan waktu enam puluh tahun tersebut. Pembangunan infrastruktur yang masif, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan sektor unggulan seperti pertanian dan perikanan, bangkitnya geliat UMKM, hingga transformasi pelayanan publik yang semakin digital dan responsif. Semua capaian gemilang ini, tegasnya, adalah buah dari kerja keras, sinergi, dan kolaborasi yang solid antara seluruh komponen bangsa; masyarakat, pemerintah, swasta, dan seluruh pemangku kepentingan.

Sebuah poin penting yang ditekankan oleh Bupati adalah kekuatan pluralisme sosial budaya yang menjadi DNA dan jiwa dari Tanjab Barat. Keberagaman suku, bahasa, budaya, dan agama bukanlah sebuah potensi perpecahan, melainkan modal sosial yang tak ternilai harganya untuk membangun kebersamaan dan kemajuan daerah.

“Kebhinekaan ini harus kita kelola menjadi kekuatan untuk bersatu, bukan menyeragamkan, tetapi menyatukan langkah dalam keberagaman untuk tujuan bersama,” tegas Bupati dengan lugas.

Budaya ‘warung ngopi’ yang telah menjadi institusi sosial informal di Tanjab Barat mendapat apresiasi khusus dari Bupati. Warung ngopi disebutnya sebagai ruang interaksi lintas latar belakang yang mencerminkan wajah asli Tanjab Barat yang hangat, terbuka, dan harmonis. Semangat inilah yang kemudian diwujudkan dalam bentuk Kampung Pancasila yang telah tersebar di berbagai penjuru kabupaten, menjadi laboratorium nyata kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pesan khusus juga disampaikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN). Bupati menuntut agar seluruh ASN terus bekerja dengan profesional, penuh integritas, adaptif terhadap perubahan, dan menjadi penggerak utama pembangunan serta pelayanan publik yang berkualitas prima untuk masyarakat.

Di akhir pidatonya, Bupati Anwar Sadat kembali menggalang semangat gotong royong seluruh masyarakat. Ia menyerukan untuk terus menjaga kerukunan umat beragama, berinovasi tanpa henti, dan bersama-sama mewujudkan Tanjung Jabung Barat yang sejahtera dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.

“Mari kita mantapkan komitmen untuk melanjutkan pembangunan, memelihara persatuan, dan menciptakan daerah yang lebih maju dan berdaya saing,” tutupnya, mengakhiri sebuah pidato yang bukan hanya merangkum sejarah, tetapi juga membakar semangat untuk enam dekade berikutnya.

Two Days Coffee Tanjab Barat: Secangkir Kopi, Sejuta Ide, dan Investasi SDM untuk Masa Depan Gemilang

KUALA TUNGKAL – Suasana hangat dan penukaran ide menyelimuti Rumah Dinas Bupati Tanjung Jabung Barat pada Jumat malam (8/8/2025). Bukan sekadar acara seremonial biasa, malam itu menjadi saksi gelaran Two Days Coffee Tanjab Barat Session 4 atau yang akrab disebut Nge-Drink (Ngebangun Diskusi Ringan Inspiratif Kreatif). Acara yang mengusung semangat kolaborasi ini berhasil menyedot perhatian seluruh elemen masyarakat, dari tingkat pejabat tinggi hingga para pelaku UMKM dan generasi muda, semua duduk setara dalam satu ruang untuk membahas masa depan SDM daerah.

Dalam sambutannya yang inspiratif, Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai fondasi utama pembangunan. Ia menyampaikan bahwa ajang seperti Two Days Coffee bukanlah hal baru, melainkan telah bertransformasi menjadi sebuah tradisi positif yang menyatukan beragam lapisan masyarakat dengan latar belakang etnis, budaya, agama, dan profesi yang berbeda.

“Ini adalah wujud nyata dari semboyan kita, ‘Serengkuh Dayung, Serentak ke Tujuan’. Kita mendayung bersama, menyelesaikan masalah bersama, dan meraih tujuan bersama dalam bingkai persatuan,” ujar Bupati Anwar Sadat kepada para hadirin yang di antaranya terdiri dari Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, pimpinan BUMN/BUMD, para camat, lurah, insan pers, serta representasi generasi milenial dan Gen Z.

Lebih dari sekadar silaturahmi, Bupati memaparkan secara rinci berbagai terobosan program pemberdayaan SDM yang unggul dan berdaya saing yang telah digulirkan pemerintahannya. Mulai dari pelatihan skilling, re-skilling, hingga up-skilling di bidang yang sangat beragam dan relevan dengan kebutuhan zaman. “Kami tidak main-main. Mulai dari keterampilan tradisional seperti menjahit, membatik, dan bordir, hingga keahlian modern seperti komputer, sektor migas, dan yang paling kekinian adalah pelatihan content creator,” jelasnya.

Program-program tersebut dirancang inklusif, menyasar tidak hanya masyarakat umum tetapi juga secara khusus membidik potensi generasi milenial, Gen Z, dan yang paling patut diapresiasi, kelompok disabilitas. “Ke depan, program pelatihan peningkatan kompetensi angkatan kerja akan terus diperluas, termasuk untuk kelompok disabilitas dan pelatihan content creator bagi Gen Z,” tegasnya, menekankan bahwa pembangunan SDM harus menyeluruh dan tidak meninggalkan satu pun pihak.

Di sisi perlindungan, Pemkab Tanjab Barat melalui Dinas Tenaga Kerja juga menunjukkan progres yang signifikan dengan memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan. Data yang dirilis menunjukkan tren positif yang menggembirakan: dari 2.000 pekerja yang terdaftar pada 2024, angka tersebut melonjak menjadi 3.000 di tahun 2025, dan ditargetkan akan mencapai 4.000 pekerja pada 2026. Ini adalah bukti nyata bahwa pembangunan SDM juga diiringi dengan penguatan jaring pengamanan sosial.

Bupati berharap besar agar gelaran Two Days Coffee ini mampu menghasilkan multiplier effect yang positif. Tidak hanya sebagai ajang diskusi, tetapi juga menjadi katalisator bagi perkembangan UMKM dan ekonomi kreatif, pembuka peluang usaha baru, serta penguat jejaring kemitraan antara pelaku usaha dan pemerintah. “Saya juga berharap ini menjadi perhatian seluruh OPD dan pihak terkait lainnya. Kegiatan ini adalah bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan inovasi generasi muda, sekaligus mendorong daya tarik wisata lokal, nasional, hingga mancanegara,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja Tanjab Barat, Eko Suwello, dalam laporannya menyatakan bahwa tujuan utama Two Days Coffee Session 4 adalah menjadi wadah bagi generasi milenial untuk mengekspresikan kreativitas melalui seni dan ekonomi kreatif, yang pada ujungnya akan memperluas kesempatan kerja dan menciptakan lapangan usaha baru.

Acara yang mengusung tema “Building Human Resources Today, Investing in Tomorrow” tersebut juga diisi dengan momen humanis, yaitu penyerahan santunan jaminan kematian kepada pekerja rentan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Kemeriahan malam itu semakin lengkap dengan talk show inspiratif bertajuk sama yang diselingi dengan penampilan tarian spektakuler dan peragaan busana yang memukau, menunjukkan betonnya kreativitas yang tumbuh di bumi Tanjab Barat.

Meriahkan HUT RI ke-80 & HUT Tanjab Barat ke-60, Tabligh Akbar & Malam Silaturahmi Persatukan Rakyat di Alun-Alun Kuala Tungkal

KUALA TUNGKAL – Suasana religius dan semangat kebangsaan berpadu harmonis dalam sebuah acara megah yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjung Jabung Barat. Tabligh Akbar dan Malam Silaturahmi Daerah sukses diselenggarakan di Alun-Alun Kota Kuala Tungkal, Rabu malam (6/8), sebagai puncak dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-60 Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Acara yang menggabungkan dimensi spiritual dan sosial ini menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak hanya fokus pada aspek material, tetapi juga pada penguatan karakter dan nilai-nilai keagamaan masyarakat.

Tabligh Akbar yang berlangsung khidmat ini berhasil menyedot perhatian ribuan masyarakat dari berbagai penjuru kabupaten. Keistimewaan acara ini adalah kehadiran penceramah nasional ternama, H. Mohammad Fikri Zainuddin, MZ, yang dikenal dengan gaya ceramahnya yang inspiratif, moderat, dan menyentuh hati. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pesan-pesan universal tentang pentingnya memperkuat keimanan dan ketakwaan, menjaga persatuan dan ukhuwah (persaudaraan) antar sesama, serta tidak lupa untuk senantiasa mencintai tanah air sebagai bagian dari iman. Tausiyah ini sangat relevan dengan kondisi bangsa dan menjadi penyejuk di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, dalam sambutan pembukaannya menegaskan bahwa peringatan hari bersejarah ini bukan sekadar seremoni belaka. Lebih dari itu, ini adalah momen untuk berefleksi, bersyukur, dan membangun kembali komitmen kolektif untuk memajukan daerah. Ia menyatakan bahwa Tabligh Akbar dan Malam Silaturahmi sengaja dipilih sebagai format acara karena mampu menyentuh hati dan menyatukan semua elemen masyarakat tanpa terkecuali.

“Peringatan Hari Jadi ke-60 Kabupaten Tanjung Jabung Barat merupakan waktu yang tepat bagi kita semua untuk merenungi perjalanan panjang pembangunan daerah, baik keberhasilan maupun tantangan yang telah dihadapi. Ini juga menjadi kesempatan untuk mengingat dan menghargai jasa para tokoh pejuang dan pemimpin terdahulu yang telah meletakkan dasar kemajuan daerah kita tercinta,” ujar Bupati dengan penuh khidmat.

Bupati juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Doa bersama ini dimaksudkan agar Tanjung Jabung Barat senantiasa diberkahi kemajuan di segala bidang, terhindar dari segala bala dan malapetaka, serta dijaga keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama. Ia percaya bahwa landasan spiritual yang kuat adalah kunci dari keberhasilan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

“Mari kita jadikan peringatan ini sebagai momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong dalam membangun Tanjung Jabung Barat yang lebih baik,” tambahnya, menyerukan semangat kolaborasi.

Acara yang berlangsung sempurna ini dihadiri oleh seluruh pimpinan daerah dan unsur forkopimda, menunjukkan tingkat solidaritas yang tinggi. Tampak hadir Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dandim 0419/Tanjab, Kapolres, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, perwakilan dari Kantor Kementerian Agama, Sekretaris Daerah, para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, pejabat administrator lingkup Setda, Ketua GOW, pengurus TP-PKK Kabupaten, seluruh ASN, para Tokoh Agama, serta ribuan masyarakat yang memadati setiap sudut Alun-Alun Kuala Tungkal.

Keberhasilan acara ini tidak hanya terletak pada jumlah peserta, tetapi pada esensi pesan yang berhasil disampaikan: bahwa di usia yang ke-60, Tanjung Jabung Barat semakin matang, tidak hanya dalam pembangunan infrastruktur, tetapi juga dalam membangun peradaban yang berlandaskan iman, ilmu, dan akhlak mulia. Tabligh Akbar ini menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah daerah harus sejalan dengan kemajuan spiritual dan moral warganya.

Kolaborasi Taktis Pemkab & Polres Tanjab Barat: Gelar Rakor Ketahanan Pangan 2025 Wujudkan ‘1 Desa 1 Hektare’ Jagung

KUALA TUNGKAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjung Jabung Barat menggelar Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan 2025 yang berlangsung di Balai Pertemuan Kantor Bupati, Senin (4/8). Rakor Ketahanan Pangan 2025 strategis ini dipimpin langsung oleh Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, dan Kapolres Tanjab Barat, dihadiri oleh jajaran kepala OPD terkait, perwakilan Bulog, seluruh camat, kepala desa/lurah, serta penyuluh pertanian se-Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Acara ini menandai dimulainya sebuah pendekatan kolaboratif yang lebih intensif dan terukur dalam mewujudkan kedaulatan pangan di tingkat tapak.

Rakor ini merupakan implementasi nyata dari arahan Presiden Republik Indonesia yang menekankan pentingnya memperkuat ketahanan pangan nasional mulai dari desa. Dalam arahannya, Bupati Anwar Sadat menegaskan bahwa isu pangan tidak boleh dipandang sebagai tanggung jawab pemerintah semata, melainkan menjadi tanggung jawab kolektif seluruh pemangku kepentingan, termasuk TNI/Polri, dunia usaha, dan yang terpenting, masyarakat desa sebagai pelaku utama.

Rakor Ketahanan Pangan 2025 ini merupakan implementasi nyata dari arahan Presiden Republik Indonesia yang menekankan pentingnya memperkuat ketahanan pangan nasional mulai dari desa.

“Rapat ini merupakan inisiatif kami bersama Kapolres, sebagai bentuk nyata komitmen dalam mendukung instruksi Presiden terkait ketahanan pangan. Program ini tidak akan berhasil tanpa kolaborasi yang kuat antar lintas sektor, termasuk dunia usaha dan masyarakat desa,” ungkap Bupati dengan penuh keyakinan.

Bupati secara khusus menyoroti peran sentral desa dalam kesuksesan program ini. Ia meminta para kepala desa untuk mengambil peran aktif dalam mengawasi dan mengelola setiap program ketahanan pangan di wilayahnya. Yang paling utama, Bupati menekankan bahwa orientasi utama dari semua kebijakan adalah harus memastikan keuntungan bagi petani. Petani tidak boleh hanya menerima bantuan lahan tanpa diiringi dengan dukungan sarana produksi yang memadai.

“Saya tegaskan, petani kita harus untung. Jangan sampai mereka hanya diberi bantuan lahan, tapi tidak didukung dengan sarana pendukung seperti alat pertanian, bibit, pupuk, bahkan alat berat. Kita juga minta Bulog untuk menetapkan harga dasar agar saat panen melimpah, harga tidak jatuh,” tegasnya dengan sangat serius.

Untuk mengoptimalkan potensi yang ada, Bupati juga menginstruksikan agar setiap lahan kosong di desa harus dimanfaatkan secara maksimal. Pola tumpang sari dan sistem tanam lainnya harus digalakkan, dengan fokus pada komoditas unggulan seperti jagung yang memiliki nilai strategis bagi ketahanan pangan daerah.

Di sisi lain, Kapolres Tanjab Barat dalam paparannya membeberkan sejumlah program konkret yang telah dirancang untuk mendukung agenda ketahanan pangan ini. Program-program tersebut dirancang untuk diimplementasikan secara langsung hingga ke tingkat polsek dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Pertama, Program Pekarangan Pangan Bergizi yang akan dilaksanakan di seluruh jajaran Polsek, memanfaatkan pekarangan kosong untuk menanam tanaman pangan bergizi. Kedua, Pemanfaatan Lahan Produktif Komoditas Jagung melalui metode tumpang sari yang akan dikerjasamakan dengan perusahaan mitra di wilayah tersebut.

Ketiga, program unggulan “1 Desa 1 Hektare” untuk penanaman jagung secara monokultur, yang menargetkan setiap desa memiliki minimal satu hektare lahan jagung produktif. Keempat, optimalisasi pemanfaatan Dana CSR dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Tanjab Barat untuk mendukung kelompok tani (Poktan) di sekitar wilayah operasional mereka.

Kapolres juga menekankan amanat penting untuk mengalokasikan minimal 20% dari dana desa bagi program ketahanan pangan, sesuai dengan kebijakan pusat. Ia mengingatkan bahwa dana tersebut adalah uang rakyat yang harus dikembalikan manfaatnya secara nyata kepada masyarakat.

“Kita wajib menyukseskan program ini. Ini adalah uang negara yang harus kita kembalikan manfaatnya kepada rakyat. Maka dari itu, mari kita jalankan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab,” ujarnya penuh semangat.

Rakor ini menghasilkan komitmen bersama untuk membentuk tim percepatan di setiap desa, menyusun peta jalan (roadmap) ketahanan pangan desa, dan melakukan monitoring evaluasi secara berkala. Dengan sinergi yang dibangun, ketahanan pangan bukan lagi sekadar wacana, tetapi sebuah aksi nyata yang dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat desa di Tanjung Jabung Barat.

Mancing Mania 2025: Bupati Anwar Sadat Bukti Komitmen Wujudkan ‘Serengkuh Dayung Serentak Ke Tujuan’ di HUT RI & Tanjab Barat

KUALA TUNGKAL – Semangat kemerdekaan dan kebersamaan kembali diwujudkan dalam sebuah event yang menyatukan berbagai elemen masyarakat. Lomba Mancing Mania 2025 Kuala Tungkal 2025 resmi dibuka dengan meriah oleh Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi langsung oleh Wakil Bupati, Dr. H. Katamso, SA., SE., SE., pada Minggu (3/8). Acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kabupaten Tanjung Jabung Barat Ke-60 ini bukan sekadar lomba, melainkan sebuah simbol dari semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi jiwa masyarakat Tanjab Barat.

Mancing Mania 2025 adalah sebuah acara yang menyatukan berbagai kalangan dalam kecintaan terhadap hobi memancing.

Mancing Mania 2025: Semangat Kebersamaan dalam Memancing

Lomba yang bertempat di lokasi ikonik Titian Orang Kayo Mustiko Rajo Alam atau yang lebih dikenal sebagai WFC (Water Front City) Kuala Tungkal ini berhasil menyedot perhatian besar. Sebanyak 183 peserta dari berbagai kalangan masyarakat memadati area tersebut, menunjukkan bahwa minat dan kecintaan terhadap kegiatan memancing telah menjadi bagian dari budaya lokal yang hidup dan berkembang. Kehadiran peserta dari berbagai usia dan latar belakang mencerminkan bahwa kegiatan ini benar-benar inklusif dan mampu menyatukan perbedaan.

Dalam sambutan pembukaannya, Bupati Anwar Sadat menegaskan bahwa Lomba Mancing Mania ini merupakan bagian integral dari perayaan bulan “Serengkuh Dayung Serentak Ke Tujuan”, sebuah tema besar yang mencerminkan semangat kolaborasi dan kesatuan tujuan dalam membangun Tanjung Jabung Barat. Tema ini diangkat untuk menyemarakkan dua momen bersejarah sekaligus, yaitu HUT RI ke-80 dan HUT Tanjab Barat ke-60.

“Kegiatan ini bagian dari upaya kita untuk memberikan motivasi kepada para pemancing untuk selalu meningkatkan skil ataupun kemampuannya pada saat memancing, dan mudah-mudahan kegiatan ini dapat lebih meriah serta para pemancing mania di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dapat mengikuti lomba mancing pada hari ini”, ucap Bupati dengan penuh antusias.

Lebih dari sekadar ajang kompetisi, lomba ini juga dimaksudkan sebagai wadah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para pemancing lokal. Bupati berharap, melalui event semacam ini, minat dan bakat masyarakat dalam bidang memancing dapat terus terpupuk, sehingga pada akhirnya mampu melahirkan atlet-atlet mancing yang dapat mengharumkan nama Tanjung Jabung Barat di kancah yang lebih luas.

Tidak lupa, Bupati juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan acara ini hingga berjalan sukses dan meriah. Kerja sama dan kolaborasi yang solid antara pemerintah, komunitas pemancing, dan seluruh stakeholder menjadi kunci utama terselenggaranya event yang penuh semangat ini.

“Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan kepada seluruh panitia yang telah bekerjasama dan berkolaborasi hingga kegiatan ini berlangsung semarak dan meriah, dan alhamdulillah disambut antusias masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat.” Tutupnya dengan rasa syukur.

Acara pembukaan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi daerah dan tokoh masyarakat, di antaranya Anggota DPRD Kabupaten Tanjab Barat Dedi Hadi, S.H, Sekretaris Daerah, para Staf Ahli, Kepala OPD, Asisten di Lingkup Pemerintah Daerah, Unsur Forkopimda, Ketua KORMI Tanjab Barat, Ketua TP PKK Kabupaten Tanjab Barat, dan Ketua GOW Kabupaten Tanjab Barat. Kehadiran mereka semakin menyemarakkan acara dan menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap setiap kegiatan yang bertujuan untuk memajukan potensi lokal dan memperkuat persatuan masyarakat.

Lomba Mancing Mania Kuala Tungkal 2025 ini tidak hanya menjadi ajang untuk mencari bibit unggul pemancing, tetapi juga menjadi media untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga, mempromosikan destinasi wisata WFC Kuala Tungkal, dan yang terpenting, mengaktualisasikan semangat kemerdekaan dalam bentuk kegiatan yang positif, produktif, dan menyenangkan bagi seluruh masyarakat Tanjung Jabung Barat.

Kolaborasi Spektakuler HUT RI ke-80 & HUT Tanjab Barat ke-60: Sunatan Massal Serentak 13 Kecamatan & Dukungan Nyata untuk Tukang Becak

KUALA TUNGKAL – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-60 Kabupaten Tanjung Jabung Barat dirayakan dengan cara yang sangat istimewa dan penuh makna. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjung Jabung Barat, melalui Dinas Kesehatan, menyelenggarakan kegiatan sunatan massal secara serentak di seluruh kecamatan yang ada di wilayah tersebut pada Jumat (1/8). Acara yang digelar serentak di 13 kecamatan ini bukan hanya sekadar program kesehatan, melainkan sebuah pesan kuat tentang gotong royong dan kepedulian sosial yang menjadi jiwa dari perayaan kemerdekaan.

Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., bersama Ketua TP PKK, Hj. Fadhilah Sadat, secara langsung meninjau pelaksanaan kegiatan yang berpusat di halaman Dinas Kesehatan tersebut. Kehadiran pimpinan daerah di lokasi menjadi simbol bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat, terutama untuk program-program yang langsung menyentuh kebutuhan dasar warga. Dalam keterangannya, Bupati menegaskan bahwa sunatan massal ini adalah wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap kesehatan anak-anak, khususnya dari keluarga yang membutuhkan.

“Sunatan massal ini kita laksanakan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah untuk meringankan beban masyarakat, terutama bagi anak-anak yang akan memasuki masa sekolah. Ini juga berkaitan dengan aspek tumbuh kembang mereka”, ujar Bupati dengan penuh semangat.

Yang membuat acara ini begitu spesial adalah dimensi kolaboratifnya yang sangat luas. Tidak hanya melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas se-Kabupaten Tanjung Jabung Barat, kegiatan ini juga secara cerdas mengintegrasikan kelompok masyarakat lain yang sering terabaikan. Dalam sebuah gesture yang sangat simbolis, Bupati dan seluruh rombongan menggunakan jasa becak sebagai sarana transportasi menuju lokasi acara. Langkah ini bukan hanya nostalgia atas transportasi tradisional, tetapi merupakan sebuah strategi cerdas untuk meningkatkan penghasilan para tukang becak yang selama ini mungkin terpinggirkan oleh transportasi modern.

“Kita naik becak menuju lokasi ini, harapannya dapat menjadi bentuk kontribusi kecil namun berarti untuk membantu penghasilan para tukang becak”, ujar Bupati, menunjukkan kepedulian yang sangat manusiawi.

Kolaborasi tidak berhenti di situ. Acara ini juga menjadi panggung untuk memberdayakan potensi lokal dan kaum muda. Barbershop Taher, yang telah menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah dalam program pelatihan keterampilan mencukur bagi pemuda, turut serta memberikan kontribusi. Para peserta pelatihan tersebut mempraktikkan kemampuannya dengan memberikan layanan potong rambut gratis bagi semua anak yang dikhitan. Ini adalah sebuah siklus pemberdayaan yang brilliant: pemerintah melatih, kaum muda mengasah keterampilan, dan masyarakat mendapat manfaat langsung.

“Ini bagian dari upaya kita membangkitkan semangat wirausaha dan kreativitas anak-anak muda, agar mereka memiliki keterampilan yang bermanfaat”, tambah Bupati, menegaskan komitmennya pada pengembangan SDM muda.

Acara yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Tanjab Barat beserta Ketua DWP, para Asisten, dan seluruh kepala OPD terkait ini juga dimanfaatkan untuk melakukan dialog interaktif via zoom dengan seluruh Puskesmas yang menjadi lokasi sunatan massal di 13 kecamatan. Melalui teknologi, Bupati dapat memantau secara langsung dan memberikan semangat kepada semua panitia dan peserta di seluruh penjuru kabupaten, menunjukkan bahwa pemerintahan yang modern dan terhubung dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai tradisional seperti gotong royong.

Kegiatan sunatan massal dalam rangka peringatan HUT RI ke-80 dan HUT Tanjab Barat ke-60 ini menjadi bukti bahwa esensi kemerdekaan adalah tentang bagaimana negara hadir untuk meringankan beban rakyatnya, memberdayakan potensi lokal, dan menjaga semangat kebersamaan. Sebuah perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga meninggalkan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Tanjung Jabung Barat.

Program GENTING: Kolaborasi Revolusioner Pemkab & PetroChina Wujudkan Generasi Tanjab Barat Bebas Stunting

KUALA TUNGKAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjung Jabung Barat memperkuat komitmennya dalam percepatan penurunan angka stunting melalui sebuah terobosan program kolaboratif. Talkshow Intervensi Penanganan Anak Stunting dan Berisiko Stunting yang digelar oleh Dinas P3AP2KB, Rabu (23/7) di Balai Pertemuan Kantor Bupati, tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga menjadi momentum peluncuran program nyata Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Acara ini menandai babak baru dalam perang melawan stunting dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan dunia usaha.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh seluruh unsur kunci pembangunan daerah. Mulai dari Unsur Forkopimda, Ketua Pengadilan Agama, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra, seluruh Kepala OPD, Camat, Lurah dan Kepala Desa, hingga Kepala Puskesmas hadir untuk menyatakan komitmen. Yang membanggakan, dunia usaha juga hadir secara fisik melalui perwakilan PT. PetroChina International Jabung Ltd, bersama dengan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan berbagai organisasi profesi kesehatan lainnya, membentuk sebuah sinergi yang langka dan powerful.

Talkshow yang menghadirkan dokter spesialis anak sebagai narasumber utama berhasil mengupas tuntas strategi intervensi stunting dari hulu ke hilir. Dibahas mulai dari aspek pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan komprehensif yang membutuhkan koordinasi lintas sektor. Namun, yang paling menyita perhatian adalah pengumuman program bantuan konkret berupa penyaluran 100 paket sembako yang akan diberikan setiap bulan selama 4 bulan berturut-turut kepada keluarga dengan anak penderita stunting. Bantuan senilai ratusan juta rupiah ini merupakan kontribusi nyata PT. PetroChina International Jabung Ltd yang dijalankan melalui mekanisme tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Usai acara, Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menyampaikan keterangan pers yang penuh optimisme. Ia mengungkapkan capaian gemilang bahwa angka stunting di Kabupaten Tanjab Barat telah berhasil ditekan secara signifikan. Dari yang sebelumnya sebesar 14% pada tahun 2023, kini berhasil turun hingga menyentuh angka 7% di tahun 2024. Sebuah lompatan kemajuan yang patut diacungi jempol.

“Kita menargetkan angka stunting bisa turun menjadi 4 persen, bahkan kalau bisa nol di tahun 2025. Saat ini masih tercatat sebanyak 770 anak stunting, dan kita terus berupaya melalui program terintegrasi seperti GENTING,” ujar Bupati dengan tekad bulat.

Bupati secara khusus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT. PetroChina International Jabung Ltd yang dinilai sangat aktif dan konsisten mendukung program penurunan stunting melalui berbagai inisiatif CSR-nya. Ia berharap langkah positif PetroChina ini dapat menjadi catalyst yang mendorong perusahaan-perusahaan lain yang beroperasi di wilayah Tanjab Barat untuk turut serta dalam gerakan kemanusiaan ini.

“Kami akan terus mendorong dan mengingatkan perusahaan lain untuk terlibat. Ini bukan sekadar program kesehatan, tapi investasi kemanusiaan bagi masa depan generasi penerus,” tegasnya dengan sungguh-sungguh.

Bupati juga menekankan bahwa penanganan stunting adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa, bukan hanya pemerintah. Dunia usaha, organisasi profesi, lembaga masyarakat, dan setiap keluarga memiliki peran yang tidak tergantikan.

“Kita bicara tentang masa depan anak-anak, masa depan bangsa. Anak yang bebas stunting akan tumbuh sehat, cerdas, dan menjadi generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya penuh haru.

Di sisi lain, Government and Relation Dept. Superintendent Petrochina International Jabung Ltd, Saipul, dalam wawancaranya menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah wujud nyata komitmen dan konsistensi perusahaan dalam mendukung program prioritas nasional, khususnya di bidang kesehatan masyarakat.

“Kami tidak hanya hadir untuk berinvestasi, tetapi juga ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja kami. Program stunting ini bukan yang pertama, dan kami akan terus konsisten berkolaborasi dengan pemerintah daerah agar generasi mendatang tumbuh lebih sehat dan cerdas,” jelasnya dengan penuh keyakinan.

Ia menambahkan bahwa PetroChina memiliki harapan besar agar angka stunting di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dapat terus menurun drastis, bahkan mencapai 0% sebagai bukti kesuksesan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Tanjab Barat akan mengintensifkan pemantauan terhadap 770 anak stunting yang masih tercatat, memperkuat program edukasi gizi bagi orang tua, serta tidak segan untuk melakukan evaluasi bersama dan mengirimkan surat teguran kepada perusahaan-perusahaan yang belum berpartisipasi aktif dalam program GENTING. Langkah tegas ini diambil karena masa depan anak-anak tidak bisa ditunda lagi.