Beranda blog Halaman 10

Tanjab Barat Buka Kejurprov PBSI Jambi 2025: Lahirkan Atlet Handal, Pererat Silaturahmi Daerah

Kuala Tungkal – Kabupaten Tanjung Jabung Barat resmi menjadi tuan rumah Kejurprov Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jambi Tahun 2025, ajang yang dibuka secara khidmat oleh Bupati Drs. H. Anwar Sadat M.Ag., di Gedung Olahraga Bulutangkis Patunas pada Senin (15/9). Pertandingan ini akan berlangsung hingga 20 September mendatang, mempertemukan 520 atlet muda berbakat dari 11 kabupaten/kota se-Provinsi Jambi. Selain jadi pesta bulutangkis, *Kejurprov PBSI Jambi 2025* ini diharapkan lahirkan pebulutangkis handal yang siap wakili Jambi di tingkat nasional, sekaligus pererat silaturahmi antar daerah melalui semangat *sportivitas dan fair play*. Di tengah komitmen Tanjab Barat wujudkan visi *Berkah Madani*, acara ini juga jadi booster pariwisata lokal, dari hotel ramai hingga UMKM kuliner yang laris manis.

Bupati Anwar Sadat, yang dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan pemuda, menekankan esensi olahraga di balik gemerlap kompetisi. “Jangan cepat puas dengan satu kemenangan. Jadilah pebulutangkis yang junjung tinggi sportivitas dan fair play, karena itu yang bikin prestasi abadi. Dari Tanjab Barat, kami harap lahir bibit unggul yang siap tempur di Kejuaraan Nasional atau bahkan SEA Games nanti,” tambahnya, sambil pandang mata ke arah deretan atlet yang duduk rapi di tribun. Harapannya bukan isapan jempol: Tanjab Barat punya sejarah panjang di bulutangkis, dengan lapangan Patunas yang sering jadi saksi lahirnya talenta seperti pasangan ganda putri yang juara provinsi dua tahun lalu. Kini, dengan fasilitas yang direnovasi tahun ini—lengkap AC dan lighting LED—gedung ini siap jadi ‘markas’ bagi 520 peserta yang bertarung di tujuh kategori: dari tunggal putra anak-anak hingga ganda taruna putri.

Lebih dari sekadar smash dan drop shot, acara ini punya dimensi sosial yang kuat. Bupati Anwar Sadat soroti bagaimana *Kejurprov PBSI Jambi 2025* jadi jembatan kebersamaan. “Ini sarana emas untuk atlet, pelatih, dan ofisial saling kenal, tukar pengalaman. Di Tanjab Barat, kami siapkan segalanya: dari transportasi gratis hingga hidangan khas seperti gulai ikan patin untuk para tamu. Semua ini perkuat ikatan antar daerah, dari Bungo sampai Merangin,” katanya. Memang, kehadiran 520 atlet berarti banjir wisatawan mini: hotel-hotel kecil di pusat kota penuh, warung makan padat, dan UMKM souvenir seperti batik Jambi laris. Bahkan, panitia rencanakan city tour singkat ke destinasi seperti Hutan Rawa Gambut atau Pantai Bedimbar, agar para atlet tak cuma main raket, tapi juga nikmati keindahan Tanjab Barat. “Ini dukung visi *Tan jab Barat Berkah Madani*: olahraga tak lepas dari pariwisata dan ekonomi rakyat,” tegasnya, mengingatkan bahwa sektor ini bisa tambah PAD hingga 10% jika dikelola apik.

Ketua Panitia sekaligus Plt. Kadis Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Parpora) H. Angsori S.Ag., M.H., tak kalah antusias saat briefing media. “Total hadiah Rp 72,8 juta siap diperebutkan, dari medali emas hingga uang pembinaan. Kompetisi ketat, tapi aman—kami libatkan tim medis dan keamanan 24 jam,” jelasnya. Jadwal padat: hari pertama fokus kualifikasi anak-anak, sementara akhir pekan klimaks dengan final taruna. PBSI Jambi, di bawah komando Ketua Provinsi, yakin ajang ini tingkatkan indeks prestasi olahraga Jambi yang saat ini peringkat 5 nasional untuk bulutangkis. “Tahun lalu, atlet Jambi raih 3 emas di PON Papua. Target kami? Lebih banyak lagi dari Tanjab Barat,” tambahnya.

Pembukaan ini ramai dihadiri pejabat daerah: Wakil Bupati Dr. H. Katamso, Wakil Ketua DPRD, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, hingga Kadispora Provinsi Jambi dan perwakilan KONI. Ketua PBSI Tanjab Barat, yang atletnya dominasi 15% peserta, bilang: “Ini momentum emas. Kami punya 50 atlet lokal, siap bawa pulang trofi.” Suasana makin hidup saat parade atlet: rombongan dari Kota Jambi bawa drum band, sementara tim Batanghari pamerkan yel-yel kocak. Tak ketinggalan, demo shuttlecock modern dengan raket karbon yang dibagikan sponsor, bikin anak-anak mata berbinar.

Di balik sorotan lapangan, *Kejurprov PBSI Jambi 2025* ini jadi cermin komitmen Tanjab Barat bangkitkan olahraga akar rumput. Bupati Anwar Sadat tutup sambutannya dengan ajakan: “Mari kita dukung atlet kita dengan doa dan semangat. Prestasi lahir dari kerja keras, tapi juga dari dukungan bersama.” Acara berlanjut dengan pertandingan pembuka, di mana tuan rumah kalahkan tim Merangin 21-15—awal manis untuk pesta bulutangkis yang berpotensi ubah wajah olahraga Jambi. Dengan 520 shuttlecock beterbangan, Tanjab Barat tak hanya jadi tuan rumah, tapi juga harapan baru bagi generasi pebulutangkis yang siap terbang tinggi.

Puncak HAORNAS Ke-42 dan HUT KORMI ke-25: Olahraga Satukan Kita, Wujudkan Tanjab Barat Berkah Madani

Kuala Tungkal – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat memeriahkan puncak peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-42 sekaligus Hari Ulang Tahun Komite Olahraga Rekreasi Indonesia (KORMI) ke-25 dengan tema “Olahraga Satukan Kita, Wujudkan Tanjab Barat Berkah Madani”. Acara yang digelar di Alun-alun Kota Kuala Tungkal pada Minggu pagi (14/9) ini menjadi pesta rakyat yang penuh semangat, lengkap dengan jalan santai massal, senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan, serta gerakan pangan murah melalui Dinas Ketahanan Pangan bekerja sama dengan Bulog. Ribuan warga dari berbagai kalangan turut berpartisipasi, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di bawah terik matahari pagi, seolah mengukuhkan olahraga sebagai gaya hidup sehat yang selaras dengan visi *Tan jab Barat Berkah Madani*—daerah yang makmur secara fisik, mental, dan spiritual.

Pagi itu, Alun-alun Kuala Tungkal berubah menjadi lautan manusia berwarna-warni. Spanduk bertuliskan tema acara berkibar ditiup angin, sementara panggung utama dipenuhi iringan musik gamelan Jambi yang ritmis, menyambut kedatangan Bupati Drs. H. Anwar Sadat M.Ag., didampingi Wakil Bupati Dr. H. Katamso S.A., S.E., M.E. Mereka tak hanya jadi tamu kehormatan, tapi ikut aktif: Bupati Anwar Sadat terlihat joging ringan dalam jalan santai, sambil berbincang akrab dengan warga, sementara Wabup Katamso memimpin senam bersama anak-anak sekolah dasar yang antusias mengikuti gerakan sederhana. “Olahraga itu bukan soal juara atau medali, tapi tentang kebersamaan yang bikin hati senang dan badan kuat,” gumam Bupati sambil tertawa, saat berhenti sejenak untuk foto bersama keluarga nelayan dari pinggiran Batang Hari.

Dalam sambutannya yang disiarkan lewat pengeras suara, Bupati Anwar Sadat tak henti-hentinya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat: dari panitia utama di bawah naungan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, hingga KORMI, KONI, NPCI, sponsor perbankan seperti BRI dan BPJS Kesehatan, serta tokoh masyarakat dan agama yang hadir memadati lapangan. “Apresiasi saya yang sebesar-besarnya untuk semuanya. HAORNAS tahun ini bukan sekadar seremoni, tapi panggilan untuk kita semua jadikan olahraga sebagai rutinitas harian. Mulai dari jalan kaki 30 menit di pagi hari, senam di taman kota, atau bersepeda keliling desa bareng tetangga. Bayangkan, kalau kita lakukan ini bareng-bareng, Tanjab Barat bakal jadi daerah paling sehat dan bahagia di Jambi,” ujarnya dengan nada penuh semangat, disambut sorak sorai penonton.

Bupati Anwar Sadat menekankan harapannya agar *peringatan HAORNAS dan HUT KORMI* tak berhenti di panggung semata. “Kita ingin ini jadi pemicu prestasi olahraga Tanjab Barat yang lebih tinggi, sekaligus dorong pemberdayaan ekonomi. Lihat saja, lomba e-sport kemarin bisa lahirkan talenta gaming yang nanti ekspor ke luar negeri, atau lomba mancing yang dukung nelayan lokal jual hasil tangkapan dengan harga lebih baik,” tambahnya. Ia ajak semua pihak budayakan pola hidup sehat: “Olahraga bareng bukan cuma bugarkan tubuh, tapi satukan hati. Di Tanjab Barat, yang alamnya kaya sungai dan hutan, kita punya potensi besar untuk wisata olahraga seperti trekking Batang Hari atau voli pantai di Muara Bulian.” Pernyataan ini seolah jadi pengingat bahwa di era pasca-pandemi, kesehatan fisik adalah investasi jangka panjang, terutama bagi daerah seperti Tanjab Barat yang 60% penduduknya petani dan nelayan yang butuh stamina prima.

Secara keseluruhan, puncak *HAORNAS ke-42 dan HUT KORMI ke-25* ini sukses jadi momentum bangkitkan semangat sehat pasca-pandemi. Dengan tema yang mengikat olahraga pada visi *Tan jab Barat Berkah Madani*, acara ini tak hanya gerakkan ribuan orang, tapi juga tanam benih harapan: daerah ini siap lahirkan generasi tangguh yang sehat jasmani-rohani. Di tengah tantangan urbanisasi yang bikin gaya hidup sedentary merajalela, inisiatif seperti ini patut jadi contoh bagi kabupaten lain di Jambi. Siapa tahu, tahun depan Tanjab Barat jadi tuan rumah PON mini berkat atlet-atlet muda yang lahir dari hari ini.

Tanjab Barat Usul Pembagian Saham PI 10% Wilayah Kerja Jabung 50-50 dengan Provinsi Jambi

Kuala Tungkal – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat M.Ag., bersama Wakil Bupati Dr. H. Katamso S.A., S.E., M.E., menggelar rapat usulan pembagian persentase saham *Participating Interest (PI) 10%* Wilayah Kerja Jabung dengan pimpinan dan anggota DPRD setempat di Rumah Dinas Bupati pada Jumat (12/9). Hasil kesepakatan ini akan segera diusulkan ke Gubernur Jambi, menargetkan komposisi 50% untuk kabupaten dan 50% untuk provinsi. Rapat ini menjadi kelanjutan negosiasi panjang soal *pembagian saham PI 10%*, yang diharapkan tingkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tanjab Barat dari sektor migas. Di tengah upaya nasional percepatan manfaat ekonomi migas, inisiatif ini mencerminkan komitmen daerah penghasil untuk adil bagi hasil sumber daya alam.

Suasana rapat pagi itu terasa serius tapi optimis, dengan meja panjang di ruang utama Rumah Dinas Bupati dipenuhi dokumen tebal dan secangkir kopi Jambi yang mengepul. Turut hadir Sekretaris Daerah, Sekretaris DPRD, Direktur BUMD, para asisten, serta kepala bagang ekonomi, hukum, tata pemerintahan, dan SDA dari Sekretariat Daerah. Semua mata tertuju pada isu krusial: bagaimana membagi ‘kue’ migas dari *Wilayah Kerja Jabung* agar bermanfaat maksimal bagi warga Tanjab Barat, yang sejak lama bergantung pada minyak dan gas bumi sebagai tulang punggung ekonomi. Bupati Anwar Sadat, dengan gaya bicaranya yang lugas, membuka sesi dengan menjelaskan esensi *Participating Interest (PI) 10%*: itu adalah porsi maksimal 10% dari kontrak kerja sama (KKKS) yang wajib ditawarkan kontraktor ke BUMD daerah, sesuai Permen ESDM Nomor 37 Tahun 2016 dan update Nomor 01 Tahun 2025. “Ini bukan sekadar angka di kertas, tapi hak daerah untuk ikut serta langsung dalam produksi migas, agar manfaatnya tak hanya mengalir ke pusat,” tegasnya.

Latar belakang negosiasi ini sudah berliku sejak awal 2025. Pada 10 Juni lalu, Pemkab Tanjab Barat dan DPRD sepakat usulkan 60% untuk kabupaten dan 40% untuk provinsi, mengingat Tanjab Barat sebagai salah satu penghasil utama di *Wilayah Kerja Jabung*. Usulan itu lahir dari rapat intensif, mempertimbangkan kontribusi historis daerah terhadap produksi migas Jambi yang mencapai ribuan barel per hari. Namun, pada 19 Agustus, Pemprov Jambi balas dengan tawaran 51% untuk provinsi dan 49% untuk kabupaten—sebuah kompromi yang dianggap kurang seimbang oleh tim Tanjab Barat. “Kami paham provinsi punya peran koordinasi, tapi daerah penghasil seperti kami harus dapat porsi lebih besar untuk langsung bantu warga,” kata salah satu anggota DPRD yang hadir, mencerminkan suara kolektif di ruangan.

Rapat Jumat ini pun jadi momen klimaks: setelah diskusi alot berjam-jam, Pemkab dan DPRD Tanjab Barat sepakat usulkan 50-50. “Ini tawaran adil, profesional, dan penuh empati. Tak ada yang dirugikan, tapi semua diuntungkan,” ujar Bupati Anwar Sadat, disambut aplaus ringan. Kesepakatan ini tak lepas dari data empiris: menurut laporan SKK Migas, *Wilayah Kerja Jabung* berpotensi hasilkan dividen tahunan hingga miliaran rupiah jika PI terealisasi penuh. Dengan porsi 50%, Tanjab Barat bisa dapat tambahan PAD sekitar Rp 200 miliar per tahun, cukup untuk bangun jalan desa, sekolah, dan poskesmas di pelosok seperti Kecamatan Seberang Ilir yang masih minim infrastruktur. Lebih luas lagi, ini selaras dengan upaya nasional percepatan PI 10%, di mana pemerintah pusat libatkan lembaga independen seperti Paleopetro untuk hitung cadangan akurat di WK Jabung dan Lemang—seperti yang baru diumumkan Gubernur Al Haris akhir-akhir ini.

Bagi Tanjab Barat, yang ekonominya 40% bergantung migas, realisasi *pembagian saham PI 10%* ini seperti hembusan angin segar. Daerah ini, dengan luas 14.000 km persegi dan populasi 170 ribu jiwa, sering kali merasa ‘miskin’ meski kaya sumber daya. Migas dari Jabung, dikelola PetroChina sejak 2004, sudah kontribusi besar ke APBN, tapi manfaat lokal masih terbatas karena birokrasi lambat. “Bayangkan, dana PI bisa alokasikan untuk pelatihan petani sawit beralih ke energi hijau, atau bantu nelayan di muara Batang Hari hadapi abrasi,” tambah Wakil Bupati Katamso, yang aktif dampingi diskusi. Ia juga singgung komitmen MoU baru dengan SKK Migas Sumbagsel untuk fasilitasi rapat, memastikan proses tak mandek lagi.

Jika usulan 50-50 ini disetujui Gubernur Jambi, dampaknya bakal merembet ke sektor prioritas. Bupati Anwar Sadat menekankan: “PAD naik berarti pelayanan publik lebih baik—dari akses air bersih di kampung terpencil hingga beasiswa anak muda kuliah di luar daerah.” Ini juga jadi contoh bagi kabupaten lain di Jambi, seperti Muaro Jambi atau Batanghari, yang ikut garap enam WK migas provinsi. Di tingkat nasional, semangat ini dukung target ESDM capai 1 juta barel per hari pada 2030, dengan PI sebagai ‘jembatan’ bagi daerah. Tak heran, rapat ini ramai disorot media lokal, termasuk detikJambi yang liput upaya percepatan PI oleh Pemprov dan dua pemkab.

Penutup rapat meninggalkan harapan tinggi. “Mudah-mudahan Bapak Gubernur terima tawaran ini. Kita sama-sama bangun Jambi yang merata,” tutup Bupati Anwar Sadat, sambil ajak doa bersama. Para peserta bubar dengan senyum puas, siap lanjutkan lobi ke provinsi. Di balik angka persentase, ini cerita tentang keadilan: daerah penghasil tak lagi jadi ‘penonton’ di panggung migasnya sendiri. Dengan momentum 2025 ini, Tanjab Barat berharap PI 10% tak hanya jadi angka, tapi katalisator perubahan nyata bagi ribuan keluarga.

Bupati Anwar Sadat Terima Baznas Awards 2025: Dorong Percepatan Zakat untuk Tanjab Barat Lebih Sejahtera

Kuala Tungkal – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat M.Ag., menerima kunjungan silaturahmi dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat yang menyerahkan Piagam Penghargaan Baznas Awards 2025 sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia. Acara di Ruang Transit Rumah Dinas Bupati pada Senin (8/9) ini juga diselingi penyampaian laporan resolusi penguatan tata kelola zakat dari Rakornas Baznas 2025, serta ringkasan kinerja semester I tahun 2025. Penghargaan ini menjadi momen spesial bagi pemerintah daerah, yang kini semakin gencar mendorong *percepatan pengumpulan zakat* sebagai pilar utama pembangunan inklusif di Tanjab Barat. Di tengah semangat Gerakan Zakat Indonesia, inisiatif seperti ini tak hanya soal angka, tapi juga tentang membangun kesejahteraan masyarakat berbasis nilai-nilai keagamaan.

Suasana pertemuan pagi itu terasa khidmat namun hangat, seperti silaturahmi biasa di rumah dinas yang sering jadi pusat kegiatan. Kopi hangat dan kue tradisional Jambi menghiasi meja, sementara para tamu saling berbagi cerita tentang perjuangan mengelola dana zakat di tengah tantangan ekonomi pasca-pandemi. Piagam penghargaan itu sendiri telah diserahkan lebih dulu oleh Ketua Baznas RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad M.A., kepada Ketua Baznas Tanjab Barat, Ahmad Hadziq S.HI., saat acara megah di Hotel Grand Mercure, Ancol, Jakarta Utara, pada Kamis (28/8). Kini, kunjungan ini seperti penutup manis, membawa pesan optimisme bahwa Tanjab Barat siap melangkah lebih cepat dalam mengoptimalkan zakat untuk kesejahteraan warga.

Bupati Anwar Sadat, dengan senyum lebar yang khas, langsung menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan prestisius ini. “Ini bukan sekadar trofi atau piagam, tapi pengakuan nyata atas komitmen kita bersama dalam memperkuat Baznas. Saya bangga, tapi lebih dari itu, ini jadi cambuk agar pemerintah daerah tak pernah lelah mendukung *percepatan pengumpulan zakat*,” katanya dengan nada penuh keyakinan. Ia mengingatkan bahwa zakat, sebagai rukun Islam yang ketiga, bukan hanya kewajiban individu, tapi juga instrumen kuat untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan sosial. Di Tanjab Barat, yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan bergantung pada sektor pertanian serta perikanan, zakat bisa jadi ‘bensin’ bagi program-program sosial yang selama ini bergantung pada anggaran terbatas.

Lebih dalam lagi, Bupati Anwar Sadat menyoroti perubahan regulasi besar dari pemerintah pusat yang kini menjadikan pengumpulan zakat sebagai indikator kinerja nasional. “Hasil zakat melalui Baznas sekarang tercatat resmi di laporan Bappenas. Ini berarti, setiap rupiah yang terkumpul bukan hanya bantu warga miskin, tapi juga kontribusi Tanjab Barat ke pembangunan Indonesia secara keseluruhan,” jelasnya. Resolusi dari Rakornas Baznas 2025, yang difokuskan pada penguatan tata kelola, menjadi panduan langsung. Di antaranya, peningkatan transparansi distribusi, kolaborasi dengan lembaga keuangan syariah, dan kampanye digital untuk mendorong partisipasi masyarakat. “Kami akan segera bentuk tim khusus bersama stakeholder, mulai dari ulama, tokoh masyarakat, hingga perusahaan swasta. Targetnya jelas: capai lonjakan pengumpulan zakat tahun ini, minimal 20 persen dari semester sebelumnya,” tegasnya, menunjukkan tekad yang tak main-main.

Tak berhenti di situ, Bupati Anwar Sadat menambahkan bahwa *percepatan pengumpulan zakat* ini akan terintegrasi dengan program pembangunan daerah. Bayangkan saja: dana zakat bisa mendanai pelatihan keterampilan bagi pemuda di desa-desa terpencil, bantuan modal untuk petani sawit yang terdampak banjir, atau bahkan program kesehatan gratis di pulau-pulau kecil Tanjab Barat. “Zakat bukan lagi sekadar sedekah musiman di bulan Ramadan, tapi alur berkelanjutan yang menyentuh akar masalah kemiskinan. Dengan Baznas Awards 2025 ini, kami punya momentum untuk memperluas jangkauan, agar tak ada lagi warga yang tertinggal,” ujarnya, sambil menekankan peran ulama lokal dalam sosialisasi. Laporan kinerja semester I 2025 yang disampaikan Baznas juga positif: peningkatan distribusi sebesar 15 persen dibanding tahun lalu, dengan fokus pada pendidikan dan pemberdayaan perempuan.

Turut hadir dalam pertemuan ini Ketua Baznas Tanjab Barat Ahmad Hadziq S.HI. dan Wakil Ketua III M. Jamil Gumri S.Ag., yang tak henti-hentinya memuji sinergi dengan pemerintah daerah. Ahmad Hadziq berbagi cerita singkat tentang perjalanan Baznas lokal sejak berdiri, dari pengelolaan manual hingga platform digital yang kini memudahkan donatur. “Penghargaan ini hasil kerja keras semua pihak. Ke depan, kami harap kolaborasi ini makin erat, terutama dengan regulasi baru yang mendorong integrasi zakat ke APBD,” katanya.

Secara keseluruhan, kunjungan ini seperti angin segar bagi Tanjung Jabung Barat yang sedang berjuang bangkit dari berbagai tantangan. Di era di mana isu kemiskinan masih mengintai, inisiatif seperti Gerakan Zakat Indonesia melalui Baznas Awards 2025 membuktikan bahwa solusi bisa datang dari nilai-nilai agama yang diterjemahkan ke aksi nyata. Bupati Anwar Sadat menutup pertemuan dengan doa singkat, berharap berkah zakat ini membawa Tanjab Barat ke level kesejahteraan yang lebih tinggi. Ini bukan akhir, tapi awal dari babak baru di mana zakat jadi jembatan menuju masyarakat madani yang adil dan sejahtera.

Bupati Anwar Sadat Gelar Coffee Morning: Sinergi Informasi Kunci Wujudkan Tanjab Barat Berkah Madani

Kuala Tungkal – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat M.Ag., menggelar *coffee morning* bertema “Membangun Sinergi Informasi Mewujudkan Tanjab Barat Berkah Madani”. Acara di Rumah Dinas Bupati pada Kamis (4/9) ini dihadiri Sekretaris Daerah, Asisten Setda, Kepala Dinas Kominfo, serta insan pers dari media cetak, online, dan elektronik. Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat *sinergi informasi*, mendukung visi Tanjab Barat *Berkah Madani*—daerah yang makmur berbasis nilai gotong royong dan keislaman. Di tengah era digital, *coffee morning* seperti ini krusial untuk membangun literasi masyarakat dan kolaborasi pemerintah-pers yang harmonis.

Suasana pagi itu begitu santai namun produktif. Aroma kopi tubruk khas Jambi menyambut para tamu, disertai camilan ringan seperti pisang goreng dan klepon. Bupati Anwar Sadat membuka acara dengan sambutan hangat, menyampaikan apresiasi mendalam kepada insan pers. “Kalian telah berperan luar biasa dalam menyampaikan informasi cepat, akurat, dan berimbang. Ini tak hanya soal berita, tapi juga membangun literasi masyarakat agar mereka bijak menghadapi banjir informasi digital,” ujarnya. Ia menekankan bahwa media bukan sekadar pengkritik, melainkan mitra pemerintah dalam menyukseskan program pembangunan.

Di era digitalisasi yang kian pesat, peran media semakin kompleks. Bupati Anwar Sadat mengingatkan bahwa tugas jurnalis tak terbatas pada mengawasi pemerintahan. “Media harus menjaga keamanan dan ketertiban melalui pemberitaan objektif. Bayangkan dampak berita hoaks; itu bisa memicu keresahan sosial. Makanya, saya harap kalian tetap bertanggung jawab, agar Tanjab Barat tetap stabil dan maju,” katanya tegas. Pernyataan ini disambut anggukan setuju, mencerminkan komitmen bersama untuk jurnalisme berkualitas.

Lebih jauh, Bupati Anwar Sadat mengajak insan pers untuk aktif memberikan kritik membangun. “Saya terbuka terhadap masukan yang konstruktif. Pemerintah bukan entitas sempurna; kritik justru bahan bakar perbaikan. Tapi, sajikan dengan bijak, agar tak menimbulkan gaduh yang merugikan ketertiban umum,” tegasnya sambil tersenyum ramah. Ini menjadi pengingat bahwa hubungan pemerintah-pers adalah simbiosis: saling mengawasi demi kepentingan rakyat. Beberapa jurnalis pun berbagi pengalaman, seperti tantangan liputan di wilayah terpencil akibat sinyal lemah

Acara ini dirancang sebagai forum diskusi dua arah. Para peserta menyumbang saran, mulai dari perluasan infrastruktur digital hingga program pelatihan jurnalisme lokal. Bupati Anwar Sadat merespons cepat: “Kami akan prioritaskan anggaran Kominfo untuk jaringan internet di pelosok. Ini bagian dari *sinergi informasi* yang kita bangun hari ini.” Diskusi semacam ini tak hanya menyegarkan, tapi juga menghasilkan ide-ide konkret untuk program pemerintah tingkat pusat, provinsi, dan daerah.

Tak lepas dari konteks nasional, acara ini selaras dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Bupati Anwar Sadat menjelaskan, “Asta Cita ini kami wujudkan melalui pemberdayaan UMKM, pendidikan merata, dan pelestarian lingkungan. Media berperan sebagai jembatan, agar rakyat tahu dan ikut serta.” Di Tanjab Barat, visi *Berkah Madani* diterjemahkan dalam program nyata seperti bantuan modal usaha berbasis syariah dan kampanye anti-hoaks. Dengan literasi yang lebih baik, masyarakat diharapkan lebih resilien terhadap isu palsu.

Penutup acara meninggalkan pesan inspiratif. “Mari jadikan sinergi ini awal kolaborasi panjang. Bersama, kita bangun Tanjab Barat yang adil, damai, dan berkah,” tutup Bupati Anwar Sadat. Para peserta pulang dengan semangat baru, siap melanjutkan peran masing-masing. Inisiatif sederhana ini membuktikan bahwa dialog terbuka adalah fondasi demokrasi lokal. Di tengah tantangan ekonomi pasca-pandemi, kolaborasi seperti ini memperkuat transparansi dan akuntabilitas.

Secara keseluruhan, *coffee morning* ini mencerminkan gaya kepemimpinan Bupati Anwar Sadat yang inklusif. Dengan peran pers yang kuat, harapan mewujudkan Tanjab Barat *Berkah Madani* semakin nyata. Ini langkah kecil yang berpotensi besar, mengingatkan bahwa informasi akurat adalah kunci kemajuan bersama.

Bupati Anwar Sadat Ajak Kaderisasi Mahasiswa Jadi Pilar Masyarakat Madani di Era Digital

Kuala Tungkal – Dalam upaya memperkuat **kaderisasi kepemimpinan** dan membangun fondasi intelektual yang kokoh, Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., hadir sebagai pembicara kunci dalam Kuliah Umum Mahasiswa Institut Agam Islam (IAI) An-Nadwah Kuala Tungkal, Rabu (3/9). Acara yang mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat Madani yang Moderat dan Melek Digital” ini dihelat di Aula Kampus IAI An-Nadwah dan dihadiri oleh segenap sivitas akademika. Kehadiran Bupati dalam forum ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendidik calon-calon pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki karakter yang moderat dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Di hadapan ratusan mahasiswa, dosen, dan pimpinan kampus—termasuk Sekretaris Kopertais Wilayah XIII Jambi, Rektor IAI An-Nadwah, dan Pembina Yayasan—Bupati Anwar Sadat menekankan posisi strategis mahasiswa sebagai agen perubahan. Beliau mendorong para peserta untuk tidak hanya menjadi penonton dalam dinamika sosial, tetapi menjadi pelaku aktif yang menginternalisasi nilai-nilai masyarakat madani. “Konsep masyarakat madani, yang terilhami dari Piagam Madinah, adalah cita-cita luhur bangsa kita. Mahasiswa Islam hari ini harus menjadi garda terdepan yang mewujudkannya dengan menjadi pribadi yang berwawasan luas, kritis, dan moderat,” seru Bupati. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa moderasi agama bukanlah bentuk kelemahan, melainkan sikap *tawassuth* atau mencari jalan tengah yang bijak dalam menyeimbangkan teks agama dengan realitas konteks sosial, memadukan tradisi dengan modernitas, serta menyelaraskan idealisme dengan realita yang ada.

Bupati juga secara khusus menyoroti tantangan sekaligus peluang di **era digital** yang tak terelakkan. Ia mengingatkan bahwa gelombang disruptif teknologi telah mengubah paradigma dalam hampir semua aspek, mulai dari cara belajar, bekerja, berdagang, hingga menyampaikan dakwah. “Revolusi digital ini adalah pisau bermata dua. Di satu sisi, ia membuka akses informasi yang tak terbatas, tetapi di sisi lain, ia juga rentan membanjiri kita dengan misinformasi dan konten negatif. Karena itulah, **kaderisasi kepemimpinan** saat ini harus mencakup kecakapan digital yang matang,” tegasnya. Anwar Sadat mendorong mahasiswa untuk menjadi *digital native* yang kritis dan produktif, tidak sekadar menjadi konsumen pasif, tetapi juga sebagai produsen gagasan, inovasi, dan konten-konten kreatif yang membawa manfaat bagi masyarakat.

Menutup paparannya, Bupati berpesan agar para intelektual muda ini senantiasa menjadi penjaga nilai-nilai kebajikan dan persatuan. “Jadilah agen moderasi yang sejati, jadilah jembatan persaudaraan, dan jangan sekali-kali terjebak dalam fanatisme buta atau informasi instan yang menyesatkan. Manfaatkan kemajuan **era digital** ini untuk menyebarkan ilmu pengetahuan, memupuk toleransi, serta mendorong inovasi di bidang ekonomi, sosial, dan budaya untuk kemajuan Tanjung Jabung Barat dan Indonesia,” tutupnya. Kuliah umum ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi terciptanya generasi pemimpin yang siap membawa masyarakat menuju peradaban madani yang unggul dan berkelanjutan.

Peringati Hari Perumahan Nasional, Bupati Tanjung Jabung Barat Genjot Penyaluran Bansos untuk Dongkrak Stabilitas Sosial

Kuala Tungkal – Dalam rangka memperingati Hari Perumahan Nasional (Harpernas), Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat memperkuat komitmennya dalam stabilitas sosial melalui penyaluran bantuan sosial (bansos) yang menyasar kelompok masyarakat akar rumput. Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara simbolis menyerahkan bantuan kepada para abang becak, pengemudi ojek online (ojol) Maxim, dan tukang gerobak di halaman rumah dinas Bupati, pada Selasa (2/9). Kegiatan ini bukan sekadar ritual seremonial, melainkan aksi nyata yang merupakan implementasi langsung dari arahan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, yang disampaikan dalam rapat koordinasi virtual dengan seluruh kepala daerah beberapa hari sebelumnya, Sabtu (30/08/2025).

Bupati Anwar Sadat menegaskan bahwa penyaluran bansos ini memiliki dimensi strategis yang mendalam. Di satu sisi, ini adalah wujud kepedulian dan empati pemerintah daerah terhadap kelompok masyarakat kecil yang paling merasakan dampak fluktuasi ekonomi. Di sisi lain, aksi ini merupakan bagian dari strategi besar untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), sebagaimana ditekankan oleh Mendagri. “Bantuan ini adalah wujud nyata perhatian pemerintah kepada para pejuang nafkah kecil, seperti abang becak, ojol, dan tukang gerobak, yang menjadi tulang punggung perekonomian keluarga. Dengan bantuan ini, kami berharap dapat meringankan beban mereka sekaligus memperkuat ketahanan dan **stabilitas sosial** di tengah masyarakat kita,” ujar Bupati dengan penuh semangat.

Lebih dari sekadar bantuan sesaat, Bupati menjelaskan bahwa ini adalah bagian dari ekosistem program pro-rakyat yang berkelanjutan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk tidak hanya menyalurkan bansos dan sembako, tetapi juga secara konsisten menggelar program pasar murah dan inisiatif sosial lainnya. Rangkaian program ini dirancang untuk memiliki dampak ganda: langsung meringankan beban hidup masyarakat sekaligus berperan sebagai instrumen pengendalian inflasi dan penjaga daya beli masyarakat di tingkat tapak.

Antusiasme dan rasa syukur terpancar jelas dari para penerima manfaat. Banyak di antara mereka mengungkapkan bahwa bantuan ini datang pada momentum yang tepat, memberikan sedikit kelegaan di tengah tantangan kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok. Kehadiran bantuan ini dirasakan sebagai penguat semangat dan bukti bahwa pemerintah hadir dalam perjuangan keseharian mereka.

Kegiatan yang berlangsung lancar dan penuh khidmat ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, mencerminkan kolaborasi yang solid antar-organisasi perangkat daerah (OPD). Turut mendampingi Bupati, antara lain Sekretaris Daerah, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perakim), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perhubungan, serta Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Kehadiran seluruh unsur pemerintah daerah ini mempertegas bahwa upaya menjaga **stabilitas sosial** dan kesejahteraan masyarakat adalah tugas kolektif yang dilaksanakan dengan sinergi dan gotong royong.

Bupati Tanjung Jabung Barat Ikuti Rakor Virtual, Fokus pada Strategi Pengendalian Inflasi

Kuala Tungkal – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggelar rapat koordinasi virtual yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, guna membahas langkah-langkah strategis **pengendalian inflasi** di daerah. Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M. Ag., turut hadir secara daring dari ruang rapat Bupati pada Selasa (02/09) pagi. Rakor ini dihadiri pula oleh sejumlah perwakilan instansi kunci, seperti Pasiter Kodim 0419/Tanjab, Sekretaris Daerah, perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, Bulog Cabang Kuala Tungkal, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) sebagai langkah utama menekan gejolak harga, khususnya untuk komoditas beras. Sebagai realisasi, Bulog akan menyalurkan beras SPHP dari cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 1,3 juta ton pada periode Juli hingga Desember 2025. Tito Karnavian mengingatkan seluruh kepala daerah untuk proaktif menjalin sinergi dengan Bulog setempat guna mendukung penyaluran beras, mengingat peran Bulog sebagai stabilisator harga di tingkat daerah.

“Peran pemerintah daerah sangat vital dalam upaya menstabilkan harga beras dan minyak goreng, terutama dengan adanya gerakan yang mendukung di tengah situasi harga yang masih fluktuatif,” tegas Tito Karnavian. Ia juga menyoroti pentingnya langkah-langkah strategis daerah dalam menjaga stabilitas nasional, sesuai dengan arahan Presiden RI. Kemendagri sendiri ditugaskan memastikan koordinasi pusat dan daerah berjalan optimal, sekaligus memantau perkembangan ekonomi yang berpengaruh langsung pada masyarakat.

Lebih lanjut, Tito Karnavian menegaskan bahwa partisipasi aktif kepala daerah dalam menjaga ketersediaan pangan akan memperkuat otonomi daerah di sektor pangan. Dengan demikian, daerah memiliki kendali lebih besar dalam mengelola dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya. Hal ini selaras dengan upaya pemerintah menstabilkan harga pangan, mengendalikan inflasi, dan menjaga biaya hidup tetap terjangkau melalui program swasembada pangan.

Sebagai penutup, Mendagri mengimbau semua kepala daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mampu mengendalikan situasi di wilayah masing-masing. “Kendalikan daerahnya dan lakukan langkah-langkah proaktif, seperti melaksanakan doa bersama untuk kedamaian, serta menggencarkan program yang pro-rakyat, seperti gerakan pasar murah dan pembagian bantuan sosial (bansos) bekerja sama dengan Bulog. Dampaknya sangat signifikan bagi pengendalian inflasi,” tutupnya. Dengan sinergi yang solid, diharapkan stabilitas harga pangan dan pengendalian inflasi dapat tercapai, sehingga kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.

Meriahkan HUT RI ke-80 & HUT ke-60 Tanjab Barat, Festival Pengabuan 2025 Tampilkan Kolaborasi Seni, Kuliner, dan Ekonomi Kreatif

KUALA TUNGKAL – Kemeriahan dan semangat kebersamaan menyelimuti Alun-alun Kota Kuala Tungkal pada Sabtu malam (23/08/2025). Ribuan masyarakat memadati lokasi untuk menyaksikan secara langsung puncak acara Festival Pengabuan 2025. Acara kolosal ini merupakan penutup rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-60 Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang telah berlangsung sejak awal Agustus.

Acara yang berlangsung sukses dan lancar ini dihadiri langsung oleh Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi oleh Ketua TP PKK Kabupaten, Hj. Fadhilah Sadat. Kehadiran mereka semakin melengkapi kemeriahan acara yang juga dihadiri oleh seluruh pimpinan daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menandakan komitmen bersama dalam memajukan budaya dan ekonomi Tanjab Barat.

Sinergi Elemen Bangsa dalam Kemeriahan Festival

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD, Kapolres, Dandim 0419/Tanjab, Ketua Pengadilan Agama, Ketua Pengadilan Negeri Kuala Tungkal, Sekretaris Daerah, beserta seluruh jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan anggota DPRD. Kehadiran seluruh tokoh penting daerah ini memperlihatkan sinergi yang kuat antara pemerintah, legislatif, dan instansi terkait dalam menyukseskan hajatan besar daerah serta memberikan hiburan yang berkualitas bagi masyarakat.

Suasana semakin hangat dengan kehadiran para istri dari pejabat daerah yang turut memeriahkan acara, mencerminkan peran serta aktif seluruh keluarga besar pemerintahan Tanjab Barat dalam membangun ekosistem sosial-budaya yang harmonis.

Festival Pengabuan: Lebih Dari Sekadar Hiburan

Dalam sambutannya yang penuh semangat, Bupati Anwar Sadat menegaskan bahwa Festival Pengabuan 2025 bukan sekadar acara hiburan semata. Lebih dari itu, festival ini adalah sebuah ruang ekspresi dan kreativitas bagi talenta-talenta muda daerah.

“Festival ini adalah bukti nyata semangat gotong royong yang kita bangun bersama. Melalui event ini, kita mampu menghadirkan kebanggaan dan memamerkan seluruh potensi daerah yang kita cintai ini,” ujar Bupati Anwar Sadat di hadapan ribuan masyarakat yang hadir.

Beliau menyoroti keberagaman budaya, kekayaan kuliner khas, produk UMKM unggulan, dan karya ekonomi kreatif yang ditampilkan selama festival berlangsung. Semua elemen ini, menurutnya, adalah modal penting untuk membangun Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang lebih sejahtera, berdaya saing, dan berkah Madani.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya saya ucapkan kepada seluruh panitia, pelaku seni, komunitas pelaku usaha, pemuda, pihak keamanan, dan tentunya seluruh masyarakat Tanjab Barat. Kesuksesan acara ini adalah buah dari kerja keras dan kerjasama kita semua,” tambahnya.

Andika Kangen Band Meriahkan Puncak Acara

Kemeriahan malam puncak Festival Pengabuan 2025 mencapai klimaksnya dengan kehadiran bintang tamu utama, Andika Mahesa dari grup band terkenal Kangen Band. Kehadiran vokalis yang hitsnya selalu dinantikan ini berhasil memukau ribuan penonton yang sejak sore hari telah memadati alun-alun.

Bupati Anwar Sadat secara khusus menyambut hangat kehadiran Andika beserta tim. “Selamat datang di Tanjab Barat. Semoga penampilan Anda memberikan kesan dan kenangan yang tidak terlupakan bagi masyarakat kita,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Bupati berpesan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan agar acara dapat berlangsung lancar hingga akhir. Beliau juga berharap agar Festival Pengabuan dapat terus dikembangkan di tahun-tahun mendatang.

“Ke depan, semoga festival ini bisa menjadi event kalender nasional yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi media promosi potensi daerah kita yang luar biasa kepada seluruh Indonesia,” tutup Bupati Anwar Sadat mengakhiri sambutan.

Dengan ditutupnya Festival Pengabuan 2025, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat telah menorehkan catatan manis dalam upaya melestarikan budaya, memberdayakan ekonomi kreatif, dan memperkuat rasa kebangsaan melalui perayaan kemerdekaan.

Kemeriahan Malam Resepsi Kenegaraan HUT RI ke-80 Tanjab Barat: Refleksi 80 Tahun Merdeka dan Tekad Membangun Daerah

KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat sukses menggelar Malam Resepsi Kenegaraan HUT RI ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2025. Acara yang berlangsung megah dan khidmat di Rumah Dinas Bupati pada Minggu malam (17/8) tersebut menjadi puncak dari serangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Malam resepsi kenegaraan ini dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan daerah dan tokoh masyarakat, mencerminkan semangat kebersamaan dan persatuan. Tampak hadir Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Ketua DPRD, unsur Forkopimda, Kepala Pengadilan Agama atau yang mewakili, Anggota DPRD, Sekretaris Daerah, Staf Ahli dan Asisten, Ketua TP PKK, Ketua GOW, Ketua Bhayangkari, Ketua Persit, Ketua DWP, para Kepala OPD beserta istri, Camat beserta istri, perwakilan TNI/Polri, instansi vertikal, para Veteran, serta tamu undangan terhormat lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam memaknai hari bersejarah bangsa ini.

Dalam sambutannya yang penuh makna, Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat, menyampaikan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI bukan hanya sekadar menjadi momen perayaan seremonial belaka, tetapi lebih mendalam sebagai momentum untuk menumbuhkan kesadaran kolektif, membangkitkan semangat nasionalisme, serta memperkuat tekad bulat dalam mengisi kemerdekaan dengan karya dan kerja nyata yang bermanfaat bagi pembangunan daerah dan nation building.

“Peringatan HUT Kemerdekaan ini kita maknai sebagai kebangkitan masyarakat di Bumi Serengkuh Dayung Serentak ke Tujuan, untuk terus bersatu padu dan memperkokoh tekad dalam melaksanakan pembangunan. Semua ini demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat lahir dan batin,” ujar Bupati dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat Tanjung Jabung Barat untuk senantiasa menjaga persatuan dan kerukunan yang telah menjadi fondasi kuat selama ini. Ajakan ini ditekankan dengan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat luas di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Dalam keberagaman yang menjadi kekayaan bangsa, Bupati menegaskan pentingnya sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan.

“Mari kita saling menghormati dan menghargai keberagaman, memperkecil perbedaan, agar proses pembangunan di daerah ini dapat berjalan lancar dan berhasil guna. Semua itu demi kemajuan serta tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tambahnya dengan penuh keyakinan.

Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada para tokoh dan veteran pejuang kemerdekaan yang telah berjasa besar bagi bangsa. Rasa terima kasih juga ditujukan kepada seluruh pihak yang telah mendukung kesuksesan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

“Dirgahayu Republik Indonesia. Mari kita jaga persatuan, teruskan perjuangan, dan isi kemerdekaan ini dengan kerja nyata demi Tanjung Jabung Barat yang semakin maju dan sejahtera,” tutup Bupati dengan penuh haru.

Sebelumnya, dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Tanjab Barat selaku Ketua Panitia, Hermansyah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Bupati dan Wakil Bupati beserta jajaran, Ketua TP PKK, Ketua GOW, Ketua Bhayangkari, Ketua Persit, Ketua DWP, unsur Forkopimda, Kepala OPD beserta istri, serta seluruh panitia yang telah bekerja sama dengan kompak sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan sukses dan lancar.

“Alhamdulillah, seluruh kegiatan lomba dan hiburan yang telah dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI dan Hari Jadi Kabupaten Tanjung Jabung Barat dapat berjalan lancar. Kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dan kesalahan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Besar harapan kami, masukan dan saran dari seluruh pihak dapat menjadi penyempurna untuk kegiatan di tahun mendatang,” ujarnya dengan rendah hati.

Pada kesempatan yang istimewa tersebut, juga dilaksanakan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba yang sebelumnya telah digelar dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan HUT Kemerdekaan RI. Acara kemudian diakhiri dengan penyampaian ucapan selamat dan apresiasi khusus kepada anggota Paskibraka Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2025 sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan dedikasi mereka dalam mengibarkan Sang Saka Merah Putih dengan penuh khidmat dan kebanggaan