Bupati Anwar Sadat Ajak Kaderisasi Mahasiswa Jadi Pilar Masyarakat Madani di Era Digital

Bupati Anwar Sadat Ajak Kaderisasi Mahasiswa Jadi Pilar Masyarakat Madani di Era Digital
Kuala Tungkal – Dalam upaya memperkuat **kaderisasi kepemimpinan** dan membangun fondasi intelektual yang kokoh, Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., hadir sebagai pembicara kunci dalam Kuliah Umum Mahasiswa Institut Agam Islam (IAI) An-Nadwah Kuala Tungkal, Rabu (3/9). Acara yang mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat Madani yang Moderat dan Melek Digital” ini dihelat di Aula Kampus IAI An-Nadwah dan dihadiri oleh segenap sivitas akademika. Kehadiran Bupati dalam forum ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendidik calon-calon pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki karakter yang moderat dan responsif terhadap perkembangan zaman. Di hadapan ratusan mahasiswa, dosen, dan pimpinan kampus—termasuk Sekretaris Kopertais Wilayah XIII Jambi, Rektor IAI An-Nadwah, dan Pembina Yayasan—Bupati Anwar Sadat menekankan posisi strategis mahasiswa sebagai agen perubahan. Beliau mendorong para peserta untuk tidak hanya menjadi penonton dalam dinamika sosial, tetapi menjadi pelaku aktif yang menginternalisasi nilai-nilai masyarakat madani. “Konsep masyarakat madani, yang terilhami dari Piagam Madinah, adalah cita-cita luhur bangsa kita. Mahasiswa Islam hari ini harus menjadi garda terdepan yang mewujudkannya dengan menjadi pribadi yang berwawasan luas, kritis, dan moderat,” seru Bupati. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa moderasi agama bukanlah bentuk kelemahan, melainkan sikap *tawassuth* atau mencari jalan tengah yang bijak dalam menyeimbangkan teks agama dengan realitas konteks sosial, memadukan tradisi dengan modernitas, serta menyelaraskan idealisme dengan realita yang ada. Bupati juga secara khusus menyoroti tantangan sekaligus peluang di **era digital** yang tak terelakkan. Ia mengingatkan bahwa gelombang disruptif teknologi telah mengubah paradigma dalam hampir semua aspek, mulai dari cara belajar, bekerja, berdagang, hingga menyampaikan dakwah. “Revolusi digital ini adalah pisau bermata dua. Di satu sisi, ia membuka akses informasi yang tak terbatas, tetapi di sisi lain, ia juga rentan membanjiri kita dengan misinformasi dan konten negatif. Karena itulah, **kaderisasi kepemimpinan** saat ini harus mencakup kecakapan digital yang matang,” tegasnya. Anwar Sadat mendorong mahasiswa untuk menjadi *digital native* yang kritis dan produktif, tidak sekadar menjadi konsumen pasif, tetapi juga sebagai produsen gagasan, inovasi, dan konten-konten kreatif yang membawa manfaat bagi masyarakat. Menutup paparannya, Bupati berpesan agar para intelektual muda ini senantiasa menjadi penjaga nilai-nilai kebajikan dan persatuan. “Jadilah agen moderasi yang sejati, jadilah jembatan persaudaraan, dan jangan sekali-kali terjebak dalam fanatisme buta atau informasi instan yang menyesatkan. Manfaatkan kemajuan **era digital** ini untuk menyebarkan ilmu pengetahuan, memupuk toleransi, serta mendorong inovasi di bidang ekonomi, sosial, dan budaya untuk kemajuan Tanjung Jabung Barat dan Indonesia,” tutupnya. Kuliah umum ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi terciptanya generasi pemimpin yang siap membawa masyarakat menuju peradaban madani yang unggul dan berkelanjutan.