Bupati Anwar Sadat Terima Baznas Awards 2025: Dorong Percepatan Zakat untuk Tanjab Barat Lebih Sejahtera

berjambi-admin

Berimbang & Menyejukkan

Bupati Anwar Sadat Terima Baznas Awards 2025: Dorong Percepatan Zakat untuk Tanjab Barat Lebih Sejahtera

Kuala TungkalBupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat M.Ag., menerima kunjungan silaturahmi dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat yang menyerahkan Piagam Penghargaan Baznas Awards 2025 sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia. Acara di Ruang Transit Rumah Dinas Bupati pada Senin (8/9) ini juga diselingi penyampaian laporan resolusi penguatan tata kelola zakat dari Rakornas Baznas 2025, serta ringkasan kinerja semester I tahun 2025. Penghargaan ini menjadi momen spesial bagi pemerintah daerah, yang kini semakin gencar mendorong *percepatan pengumpulan zakat* sebagai pilar utama pembangunan inklusif di Tanjab Barat. Di tengah semangat Gerakan Zakat Indonesia, inisiatif seperti ini tak hanya soal angka, tapi juga tentang membangun kesejahteraan masyarakat berbasis nilai-nilai keagamaan.

Suasana pertemuan pagi itu terasa khidmat namun hangat, seperti silaturahmi biasa di rumah dinas yang sering jadi pusat kegiatan. Kopi hangat dan kue tradisional Jambi menghiasi meja, sementara para tamu saling berbagi cerita tentang perjuangan mengelola dana zakat di tengah tantangan ekonomi pasca-pandemi. Piagam penghargaan itu sendiri telah diserahkan lebih dulu oleh Ketua Baznas RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad M.A., kepada Ketua Baznas Tanjab Barat, Ahmad Hadziq S.HI., saat acara megah di Hotel Grand Mercure, Ancol, Jakarta Utara, pada Kamis (28/8). Kini, kunjungan ini seperti penutup manis, membawa pesan optimisme bahwa Tanjab Barat siap melangkah lebih cepat dalam mengoptimalkan zakat untuk kesejahteraan warga.

Bupati Anwar Sadat, dengan senyum lebar yang khas, langsung menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan prestisius ini. “Ini bukan sekadar trofi atau piagam, tapi pengakuan nyata atas komitmen kita bersama dalam memperkuat Baznas. Saya bangga, tapi lebih dari itu, ini jadi cambuk agar pemerintah daerah tak pernah lelah mendukung *percepatan pengumpulan zakat*,” katanya dengan nada penuh keyakinan. Ia mengingatkan bahwa zakat, sebagai rukun Islam yang ketiga, bukan hanya kewajiban individu, tapi juga instrumen kuat untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan sosial. Di Tanjab Barat, yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan bergantung pada sektor pertanian serta perikanan, zakat bisa jadi ‘bensin’ bagi program-program sosial yang selama ini bergantung pada anggaran terbatas.

Lebih dalam lagi, Bupati Anwar Sadat menyoroti perubahan regulasi besar dari pemerintah pusat yang kini menjadikan pengumpulan zakat sebagai indikator kinerja nasional. “Hasil zakat melalui Baznas sekarang tercatat resmi di laporan Bappenas. Ini berarti, setiap rupiah yang terkumpul bukan hanya bantu warga miskin, tapi juga kontribusi Tanjab Barat ke pembangunan Indonesia secara keseluruhan,” jelasnya. Resolusi dari Rakornas Baznas 2025, yang difokuskan pada penguatan tata kelola, menjadi panduan langsung. Di antaranya, peningkatan transparansi distribusi, kolaborasi dengan lembaga keuangan syariah, dan kampanye digital untuk mendorong partisipasi masyarakat. “Kami akan segera bentuk tim khusus bersama stakeholder, mulai dari ulama, tokoh masyarakat, hingga perusahaan swasta. Targetnya jelas: capai lonjakan pengumpulan zakat tahun ini, minimal 20 persen dari semester sebelumnya,” tegasnya, menunjukkan tekad yang tak main-main.

Tak berhenti di situ, Bupati Anwar Sadat menambahkan bahwa *percepatan pengumpulan zakat* ini akan terintegrasi dengan program pembangunan daerah. Bayangkan saja: dana zakat bisa mendanai pelatihan keterampilan bagi pemuda di desa-desa terpencil, bantuan modal untuk petani sawit yang terdampak banjir, atau bahkan program kesehatan gratis di pulau-pulau kecil Tanjab Barat. “Zakat bukan lagi sekadar sedekah musiman di bulan Ramadan, tapi alur berkelanjutan yang menyentuh akar masalah kemiskinan. Dengan Baznas Awards 2025 ini, kami punya momentum untuk memperluas jangkauan, agar tak ada lagi warga yang tertinggal,” ujarnya, sambil menekankan peran ulama lokal dalam sosialisasi. Laporan kinerja semester I 2025 yang disampaikan Baznas juga positif: peningkatan distribusi sebesar 15 persen dibanding tahun lalu, dengan fokus pada pendidikan dan pemberdayaan perempuan.

Turut hadir dalam pertemuan ini Ketua Baznas Tanjab Barat Ahmad Hadziq S.HI. dan Wakil Ketua III M. Jamil Gumri S.Ag., yang tak henti-hentinya memuji sinergi dengan pemerintah daerah. Ahmad Hadziq berbagi cerita singkat tentang perjalanan Baznas lokal sejak berdiri, dari pengelolaan manual hingga platform digital yang kini memudahkan donatur. “Penghargaan ini hasil kerja keras semua pihak. Ke depan, kami harap kolaborasi ini makin erat, terutama dengan regulasi baru yang mendorong integrasi zakat ke APBD,” katanya.

Secara keseluruhan, kunjungan ini seperti angin segar bagi Tanjung Jabung Barat yang sedang berjuang bangkit dari berbagai tantangan. Di era di mana isu kemiskinan masih mengintai, inisiatif seperti Gerakan Zakat Indonesia melalui Baznas Awards 2025 membuktikan bahwa solusi bisa datang dari nilai-nilai agama yang diterjemahkan ke aksi nyata. Bupati Anwar Sadat menutup pertemuan dengan doa singkat, berharap berkah zakat ini membawa Tanjab Barat ke level kesejahteraan yang lebih tinggi. Ini bukan akhir, tapi awal dari babak baru di mana zakat jadi jembatan menuju masyarakat madani yang adil dan sejahtera.

Table of Contents