Beranda blog Halaman 123

Jokowi Bolak-balik Tanya Pencapresan, Gus Muhaimin: Saya Jawab ”Good”

0

JEMBER – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) sangat aktif melakukan kerja-kerja politik dengan cara safari politik ke berbagai daerah di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir. Deklarasi dukungan agar Gus Muhaimin maju sebagai calon presiden (capres) juga bermunculan setiap hari dari berbagai kalangan.

Pergerakan Gus Muhaimin dalam upaya pencapresan ini ternyata dipantau serius oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kepala Negara bahkan cukup rajin menanyakan kondisi atau perkembangan di lapangan dari safari politik yang dilakukan Gus Muhaimin ke berbagai daerah di Tanah Air.

”Saya terus, bolak balik ditanya sama Pak Presiden, Pak Jokowi, bolak balik ditanya gimana perkembangan? Perkembangan lapangan bagaimana? Saya bilang, ’good’ gitu aja. Buktinya apa? Datang sendiri ke Jember, lihat sendiri ke Malang, lihat Sidoarjo, lihat Surabaya,” ungkap Gus Muhaimin saat memberikan sambutan pada acara Silaturahim Gus Muhaimin dengan Kiai Kampung se-Jember di Pondok Pesantren Darul Arifin, Curah Kalong, Gambirono, Jember, Jawa Timur, Minggu (20/2/2022).

Gus Muhaimin mengatakan dukungan dari berbagai kalangan terus bermunculan setiap hari. ”Tampaknya Pak Jokowi memonitor terus perkembangan (dukungan masyarakat). Jadi kalau nggak ada geliat kenaikan, ya saya malu sama Pak Jokowi ini buktinya (dukungan) mana,” kata Gus Muhaimin.

Cucu salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri ini mengatakan dirinya tidak menyangka antusias masyarakat, utamanya warga NU untuk mendukungnya maju sebagai capres 2024 luar biasa besar. ”Saya tidak menyangka respons dan semangat kader-kader NU, kader muda di seluruh Jawa Timur, dan berbagai kabupaten dan provinsi di Indonesia sangat tinggi, terutama kaum muda yang menginginkan ada kader NU bisa memimpin negeri ini. Saya sangat terkejut karena ternyata motivasinya sangat tinggi, harapannya sagat kuat,” ungkapnya.

Wakil Ketua DPR RI ini mengatakan, tingginya harapan dan impian warga NU untuk memiliki pemimpin dari kader NU sendiri, merupakan impian yang sudah lama terpendam sejak KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) diturunkan pada 2021 silam ketika baru dua tahun menjabat Presiden. ”Ini yang saya sebut sebagai silent hope, harapan yang selama ini terpendam dalam diam di hati santri-santri, kaum nahdliyin yang menginginkan kembalin ada kader NU memimpin negeri ini,” tuturnya.

Gus Muhaimin mengatakan, dukungan yang begitu massif dari berbagai kalangan membuatnya semakin optimistis dalam melangkah menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. ”Tentu dukungan ini membuat saya semakin yakin dan optimistis terutama di Jatim, kekuatan basis kita yang akan memberikan dukungan yang kuat kepada persiapan PKP, persiapan saya untuk menghadapi Pemilu 2024,” urainya. (*)

Kiai Kampung se Jember Dukung Gus Muhaimin Presiden 2024

0

JEMBER – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar kembali mendapatkan dukungan untuk maju sebagai calon Presiden 2024. Dukungan kali datang dari Kiai Kampung se Kabupaten Jember yang digelar di Pondok Pesantren Darul Arifin, Gembirono, Jember, Minggu, 20 Februari 2022.

Pengasuh PP Darul Arifin, KH. Robit Qosidi dalam sambutannya menyatakan, Gus Muhaimin adalah kader asli Nahdlatul Ulama (NU) yang punya andil besar memperjuangkan santri dan pesantren. Sehingga patut mendapat dukungan dari para Kiai untuk menjadi Presiden RI.

“Para Kiai hadir ke sini bersatu, karena Nahdliyin bersatu tak bisa dikalahkan. Kami kiai kampung siap memenangkan Gus Muhaimin menjadi Presiden,” kata Kiai Robit.

Sementara itu, naskah dukungan dibacakan oleh Lora Yazid Khobir mewakili seluruh Kiai Kampung se Kabupaten Jember yang hadir. Ada sejumlah alasan mengapa Kiai Kampung mendukung Gus Muhaimin menjadi Presiden 2024.

Pertama, kata Lora Yazid, seluruh Kiai Kampung se Kabupaten Jember memandang bahwa Gus Muhaimin memiliki visi misi yang jelas untuk mewujudkan Indonesia yang baldatun thayyibatun warabbun ghafuur.

Kedua, seluruh Kiai Kampung se Kabupaten Jember mengakui jejak perjuangam Gus Muhaimin yang manfaatnya dirasakan sangat besar oleh para santri dan juga pesantren, yaitu ditetapkan Hari Santri setiap tanggal 22 Oktober dan UU Pesantren.

Karena itu, kata Lora Yazid, Kiai Kampung se Kabupaten Jember siap bekerja keras 24 jam, dari pintu ke pintu, siang dan malam, untuk memperjuangkan Gus Muhaimin sebagai Presiden RI tahun 2024.

“Kiai Kampung se Kabupaten Jember siap mengorbankan jiwa dan raga untuk memperjuangkan Gus Muhaimin sebagai Presiden RI agar bisa menjaga ahlussunmah wal jemaah dan mempertahankan NKRI. Nasrun min Allah wa fathun qariib, (artinya) pertolongan Allah sudah datang, dan kemenangan ada di depan mata,” tukas Lora Yazid. (***)

DEKLARASI : Kegiatan deklarasi kiyai kampung mendukung pencapresan Gus Muhaimin Iskandar

 

Dari Hati Menuju Hati

SUATU ketika Imam Al Ghazali berkata, hanya yang keluar dari hati sampai kehati, sedangkan yang keluar dari mulut hanya sampai ke telinga.  Maksud dari ucapan Al Ghazali ini yakni,  menyampaikan sebuah pesanpun harus dengan ikhlas. Untuk berbuat ikhlas itu kata Al Ghazali, prinsip hidup yang harus dijalankan, “Kalau engkau mau ada, engkau harus tidak ada,”. Ini mengandung tiga makna, yaitu :

Pertama, melakukan sesuatu tidak dengan niat mau terkenal. Karena jika ingin terkenal akan membelokkan niat kita. Saking tidak mau terkenalnya, seorang ahli tasawuf yakni wali hanya bisa dikenal oleh wali. Rasullah SAW sendiri dalam hadist yang panjang menceritakan, di akhirat nanti ada tiga orang yang dipanggil menghadap Allah SWT. Orang yang pertama adalah yang mati sahid. Kepada orang tersebut Allah berfirman “Amalan apa yang engkau bawa untuk bekal kamu diakhirat ini,” lalu orang tersebut mengatakan, “Engkau tentu maha tahu ya Allah, saya telah berjuang membela agama, hingga mati sahid di medan perang,” Mendengar itu, Allah berfirman, “Bohong, Engkau berperang  itu ingin dipanggil sebagai pahlawan,” lalu Allah melemparkan orang tersebut ke neraka. Kemudian dipanggil lagi orang kedua yakni seorang ulama besar, lalu dihadapan orang tersebut, Allah berfirman “Amalan apa yang menjadi bekal kamu hidup di akhirat ini,” lalu orang itu menjawab. “Engkau tentu maha tahu ya Allah, saya telah mensyiarkan agama Islam ini, saya menyebarkannya dengan sepenuh hati,” Mendengar ini, Allah berfirman “Bohong, sesungguhnya engkau berdakwah supaya dikenal sebagai ulama populer,” lalu orang tersebut dilemparkan ke neraka.  Orang berikutnya yang dipanggil menghadap Allah SWT yakni orang yang dermawan. Kepada orang tersebut, Allah berfirman “Wahai fulan apa bekal yang engkau bawa untuk kehidupanmu di akhirat ini ?,” Lalu orang itu menjawab, “Allah maha tahu apa yang aku lakukan selama hidup di dunia, saya mendermakan seluruh harta saya kepada mereka yang membutuhkan,” Mendengar ini, Allah berfirman, “Bohong, engkau melakukan itu agar dipanggil orang dengan sebutan dermawan,” tegasnya. Lalu orang ketiga ini dimasukkan ke neraka jahanam. Disitulah pentingnya niat ikhlash.

Makna kedua dari penyataan Al Ghazali  “Kalau engkau mau ada, engkau harus tidak ada,” yakni tidak silau dengan kehidupan dunia. Tapi bukan tidak boleh  kaya. Kaya sangat dianjurkan, tapi kekayaan tidak digengam untuk dirinya pribadi, tapi untuk disedekahkan. Rasulullah bersabda “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk banyak orang,”.  Suatu ketika Rasullullah SAW menyembeli seekor kambing. Setelah dimasak, dia menyuruh istrinya Siti Aisyah membagi-bagikan kambing yang dimasak itu kepada sahabatnya. Lalu setelah itu, Rasul bersabda “Masih adakah yang tersisa wahai Aisyah,” lalu Aisyah menjawab “Masih banyak ini ya Rasulullah,” setelah itu Rasulullah SAW bersabda, “Yang kita berikan itulah yang tersisa untuk kita, sedangkan yang kita makan ini akan menjadi kotoran,”.

Sedangkan makna yang ketiga dari penyataan Al Ghazali  “Kalau engkau mau ada, engkau harus tidak ada,” yakni kita tidak pernah boleh merasa lebih baik dari orang lain.  Bisa saja kita lebih alim, soleh, dermawan, tidak boleh merasa lebih baik, karena inilah cikal bakal dosa. Iblis dikeluarkan dari surga karena merasa lebih baik dari Adam AS.  Bahkan suatu ketika Rasulullah SAW bersabda, “Seorang pendosa lebih mulia dari pada orang yang memandang rendah kepadanya,”.  Bahkan dalam hadist lain Rasulullah SAW  bersabda “Siapa siapa yang mempermalukan saudaranya dengan dosa yang sudah ditaubatinya (saudara tersebut, red), maka, dia tidak akan wafat hingga dia sendiri yang melaksanakan dosa tersebut,” . Seorang ulama, Muaz bin Yahya Ar Rasib mengatakan, jika kita tidak bisa memberikan manfaat kepada orang lain, jangan berikan mudhorat, kalau  tidak bisa memberikan kebahagiaan, jangan berikan kesedihan,  jika tidak bisa memberikan pujian kepada orang lain, jangan beri hinaan.

(Penulis adalah Ketua DKW Laskar Santri Nusantara Provinsi Jambi)

 

Pemindahan Ibukota Dalam Lintasan Sejarah Islam

RENCANA pemerintah untuk memindahkan ibukota negara ke pulau Kalimantan yang bernama Nusantara itu menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Bagi masyarakat yang pro, pemindahan ibukota ini merupakan kebijakan yang positif. Dan diharapkan berdampak kepada ekonomi Indonesia yang cukup baik di masa depan. Selain itu juga mengurangi ketergantungan Indonesia dengan kepulauan jawa. Mengingat hampir 60 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia disumbangkan oleh pulau jawa.

Sedangkan bagi mereka yang kontra, pemindahan ibukota dianggap tidak tepat dilakukan. Karena dianggap sebagai bagian dari upaya menghambur-hamburkan uang negara di tengah pandemi Covid 19 yang berlangsung saat ini. Tapi sebenarnya jika dibaca sejarah Indonesia, pemindahan ibukota negara ini merupakan wacana yang sudah berulangkali dilakukan. Bahkan sejak pemerintah kolonial sudah ada wacana memindahkan ibukota negara dari batavia saat itu. Bahkan di era Soekarna juga ada wacana pemindahan ibukota ke Palangkara, hanya saja tak terlaksana, hingga presiden Soekarno melalui UU No 10 tahun 1964 menetapkan Jakarta sebagai ibukota negara Indonesia.

Meski sudah lahir UU, namun wacana pemindahan ibukota ini terus bergulir. Presiden Soeharto pernah mewacanakan pemindahan ibukota ke kawasan Jonggol. Di era presiden SBY bahkan sudah dibentuk tim yang mengkaji pemindahan ibukota, sayangnya juga tidak terlaksana. Baru di era Presiden Jokowi inilah, rencana pemindahan ibukota tersebut direalisasikan. Meski dengan berbagai pro kontra, sepertinya pemindahan ibukota ini bisa dilaksanakan. Karena sudah disetujui DPR RI melalui UU IKN.

Adanya pemindahan ibukota negara ini bukan hanya terjadi di era kini saja. Dalam sejarah peradaban Islam, pemindahan ibukota negara ini juga sering terjadi. Misalnya, pada masa khulafaurrasyidin. Dimana khalifah Ali bin Abi Thalib RA memindahkan ibukota negara dari Madinah ke Kufah (Iraq).  Menurut tulisan Gus Nadirsyah Hosein di laman NU online, pemindahan ibukota di zaman Ali bin Abi Thalib ini dimaksudkan untuk memisahkan antara kekuasaan politik dan agama. Selain itu juga, untuk menjaga kesucian kota Madinah dan Mekkah dari peperangan yang akan terjadi dimasa mendatang.

Tak hanya itu, pasca berkuasanya Bani Umayah setelah penyerahan kekuasaan dari Hasan anak Ali bin Abi Thalib, pemindahan ibukota juga terjadi.  Pendiri dan khalifah pertama Bani Umayyah adalah Muawiyah bin Abu Sufyan atau Muawiyah I yang menjadi Gubernur Syam pada masa pemerintahan Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan yang memindahkan ibukota negara  dari Kufah (Iraq) ke Damaskus. Pemerintahan Bani Umayyah ini berlangsung lebih dari tiga abad, yang dibagi ke dalam dua periode. Yakni periode pertama antara 661-750 dengan pusat pemerintahan di Damaskus, kemudian periode kedua antara 756-1031 di Cordoba, Spanyol.
Setelah tergulingnya  kekhalifaan Umayah, kekhalifahan Abbasiyah atau Bani Abbasiyah sebagai penerusnya juga memindahkan ibukota beberapa kali. Kekhalifahan yang didirikan oleh dinasti keturunan dari paman Nabi Muhammad, Abbas bin Abdul-Muththalib (566-652) ini pertama memindahkan ibukota negara dari Damaskus ke Baghdad, Irak. Selama lima abad pemerintahannya, kekhalifahan ini berhasil menjadikan dunia Islam sebagai pusat pengetahuan dunia. (Penulis adalah warga Muarojambi)

Al Haris Minta PGWI Turut Bangun Jambi

Jambi, berjambi.com (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi, Dr.H.Al Haris,S.Sos.,M.H., meminta kepada Persekutuan Gereja Gereja Indonesia Wilayah (PGIW) Jambi turut serta dalam membantu proses pembangunan di Provinsi Jambi. Hal tersebut disampaikan Al Haris saat menghadiri Sidang Pekerja Lengkap Pemilihan Pengurus PGIW Jambi, bertempat di Gedung Gereja BNKP Kota Baru Jambi, Senin (14/02/2022).

Al Haris memberikan apresiasi agenda PGIW Jambi ini, sidang dalam rangka pemilihan pengurus, sebagai bagian dari kesinambungan suatu organisasi, dan dalam upaya untuk meningkatkan kinerja organisasi tersebut.

“Dalam melaksanakan pembangunan, Pemerintah Provinsi Jambi bekerja sama dan bersinergi dengan semua pemangku kepentingan, yakni Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten dan Kota, BUMN dan BUMD, swasta, komunitas, organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan, masyarakat, dan semua stakeholder, serta bersedia dan terbuka menerima masukan dari semua pihak, termasuk dari PGIW Jambi sepanjang semangat dan tujuannya untuk meningkatkan pembangunan dan kemajuan Provinsi Jambi. Saya yakin bahwa PGIW Jambi juga pasti berkeinginan agar Provinsi Jambi semakin maju dan berdaya saing dalam semua sektor pembangunan,” ujar Al Haris.

Al Haris menyampaikan bahwa  negara Indonesia, termasuk Provinsi Jambi memiliki anugerah kemajemukan (plural), baik suku, ras, daerah, bahasa, budaya dan adat-istiadat, serta agama. “Semua perbedaan itu, harus kita syukuri, maka sikap toleransi dan menghargai perbedaan merupakan keharusan, yang harus terus-menerus kita upayakan, pupuk, kembangkan, dan sebarluaskan bersama, agar toleransi dan menghargai perbedaan itu menjadi tradisi yang kemudian berkembang menjadi budaya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” jelas Al Haris.

“Saya mengajak ketua dan seluruh jajaran PGIW Jambi, serta seluruh komponen masyarakat Provinsi Jambi, mari bersama-sama menjaga kerukunan, keamanan, dan kekondusifan Provinsi Jambi, hal yang sangat dibutuhkan dalam menyukseskan pembangunan Provinsi Jambi. Bersama kita berupaya untuk mewujudkan Provinsi Jambi sebagai rumah besar bagi keberagaman,” lanjut Al Haris.

Al Haris mengatakan bahwa visi pembangunan Provinsi Jambi dinamakan Visi Jambi MANTAP (Maju, Aman, Nyaman, Tertib, Amanah, dan Profesional) di bawah Ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dengan tiga misi turunannya: pertama adalah Memantapkan Tata Kelola Pemerintahan, kedua adalah Memantapkan Perekonomian Masyarakat dan Daerah, serta yang ketiga adalah Memantapkan Kualitas Sumber Daya Manusia.

“Saya yakin bahwa PGIW Jambi dan seluruh lembaga keagamaan yang ada di Provinsi Jambi merupakan mitra Pemerintah Provinsi Jambi dalam mewujudkan misi ketiga, Memantapkan Kualitas Sumber Daya Manusia, yakni melalui pembangunan karakter dan akhlak. Sumber daya manusia yang berkualitas bukan hanya dari sisi ilmu pengetahuan dan pemanfaatan teknologi, tetapi juga dari sisi karakter dan akhlak serta mengucapkan terima kasih kepada PGIW Jambi atas peran pembinaan para jemaatnya,” kata Al Haris.

Al Haris mengharapkan agar sidang ini berlangsung dengan lancar dan tertib, serta berhasil melahirkan pemimpin dan pengurus-pengurus terbaik, untuk kemajuan PGIW Jambi yang kontributif terhadap kemajuan Provinsi Jambi. “Saya yakin bahwa seluruh peserta sidang akan menyelenggarakan sidang dengan sebaik-baiknya. Saya berpesan, hendaknya nilai-nilai kasih yang menjadi dasar, motivasi, dan penggerak PGIW Jambi dalam melaksanakan sidang memilih pemimpin dan para pengurus, serta dalam melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan di PGIW Jambi,” pungkas Al Haris. (adv/diskominfoprov)

Sekda Provinsi Jambi Pimpin Rakor Antisipasi Lonjakan Covid 19

Jambi, berjambi.com, (Diskominfo Provinsi Jambi) – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, H.Sudirman,S.H.,M.H., secara langsung memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Antisipasi Lonjakan Covid-19 di Provinsi Jambi, bertempat di Kantor  Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Senin (07/02/2022).

“Dalam satu minggu ini sangat dirasakan sekali peningkatan kasus terkonfirmasi meningkat, untuk itu Tim Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi perlu mengadakan rapat untuk membicarakan langkah langkah strategis dalam penanganannya. Kita mengingatkan kembali kepada Kabupaten/Kota di seluruh Provinsi Jambi ikut berpartisipasi dalam penganannya, satu minggu yang lalu kita masih dinominasi warna hijau, hanya dua warna kuning, tapi minggu ini terbalik, warna hijau hanya dua, selebihnya warna kuning,” ujar Sekda.

Peserta rapat Covid 19

Pada rapat kali ini menghasilkan beberapa poin, sebagai berikut:

  1. Melalui Surat Keputusan Gubernur Nomor: 26/Kep.Gub/BPBD/2022 tanggal 7 Januari 2022 tentang Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Non Alam akibat Virus Corona di Wilayah Provinsi Jambi tahun 2022 dan Surat Keputusan Gubernur Nomor: 27/Kep.Gub/BPBD/2022 tanggal 7 Januari 2022 tentang Pembentukan Satgas Covid-19 Provinsi Jambi tahun 2022, maka Posko Satgas Penanganan Covid-19 mulai diaktifkan kembali.
  2. Membuat surat edaran Gubernur Jambi ke seluruh Kabupaten/Kota tentang:
  3. Pengaktifan Satgas Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Desa.
  4. Peningkatan Capaian Dosis Lengkap di seluruh Kabupaten/Kota.
  5. Penerapan dan penegakan hukum terhadap pelaksanaan Protokol Kesehatan di seluruh Kabupaten/Kota.
  6. Peningkatan testing dan tracing di seluruh Kabupaten/Kota.
  7. Masyarakat termasuk ASN yang melakukan perjalanan dan kontak erat harus melakukan Rapid Tes Antigen / PCR.
  8. Mengaktifkan kembali rumah isolasi terpusat (isoter) di Bapelkes Provinsi Jambi mulai tanggal 7 Februari 2022.
  9. Sinkronasi update dan rilis data harian paling lambat jam 17.00 wib, sehingga dapat di update melalui situs resmi Covid-19, Diskominfo Provinsi Jambi.
  10. Segera melaksanakan rapat koordinasi (rakor) Forkompimda di seluruh Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi dan satgas covid-19, perguruan tinggi tentang penanganan Covid-19 dalam rangka antisipasi lonjakan kasus.
  11. Untuk sementara waktu apel pagi rutin disetiap OPD ditiadakan sampai dengan akhir bulan Februari 2022.

Sekda mengatakan bahwa saat ini di daerah daerah lain terjadi peningkatan kasus Covid 19 yang banyak, sehingga Pemerintah perlu menyikapinya. “Kita harus melaksanakan tugas secara bersama-sama koordinasi dalam penyelesaian tugas ini karena di wilayah lain sudah mulai terjadi peningkatan kasus Covid-19,” ujar Sekda.

Sekda mengimbau masyarakat, dengan adanya perkembangan varian omicron sangat cepat sekali, masyarakat harus terus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. (adv/diskominfo)

Ketua DWP Provinsi Jambi : HIMPAUDI Harus Komitmen Tingkatkan Kualitas PAUD

Jambi-berjambi.com, (Diskominfo Pemprov Jambi) – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jambi Hj. Iin Kurniasih, menyatakan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan  Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) harus benar benar memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan PAUD di Provinsi Jambi. Hal ini dinyatakan Iin Kurniasih saat menghadiri Rapat Kerja Wilayah, Orientasi Kepemimpinan dan Latihan Kepemimpinan HIMPAUDI, yang berlangsung di ruang Sumatera Ratu Hotel Resort, Kamis (07/02/2022).

Para peserta kegiatan Himpaudi

“Saya hadir disini merupakan wujud dukungan dan keseriusan sebagai Ketua Pokja PAUD Provinsi Jambi terhadap program pendidikan anak usia dini dan besar harapan kita semua dengan rapat kerja ini akan tersusun program-rogram unggulan setiap bidang pada organisasi HIMPAUDI serta memberikan sumbangsih pada peningkatan kualitas PAUD di Provinsi Jambi,” ujar Iin Kurniasih.

“Melalui kegiatan orientasi kepemimpinan serta latihan kepemimpinan, para pengurus daerah dan pengurus cabang 11 Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi yang terlibat sebagai peserta pada kegiatan tersebut akan menjadi pengurus yang memiliki kecintaan pada organisasi HIMPAUDI dalam wujud professional sebagai pengurus dan memiliki kompetensi dalam memimpin dan mengemban amanah untuk menghidupkan organisasi,” lanjut Iin Kurniasih.

Iin Kurniasih menjelaskan, kegiatan ini mencerminkan kesungguhan dan dedikasi dalam menjalankan organisasi, HIMPAUDI Jambi melaksanakan kegiatan ini tentunya menjadi kegiatan wajib dalam sebuah organisasi dalam meningkatkan kualitas layanan PAUD dan kualifikasi pendidik PAUD di Provinsi Jambi sehingga dapat memberikan dampak yang signifikan.

Kepala BP PAUD Dikmas Provinsi Jambi, Drs.Reka Hasugian, M.Pd saat membuka acara tersebut secara resmi dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini  akan menjadikan komitmen bersama untuk membangun PAUD di Provinsi Jambi. Banyak permasalahan dan persoalan-persoalan yang harus mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh dari semua pihak.

“Saya sangat mengapresiasi dukungan dari Kepala Daerah yang membuat peraturan tentang mewajibkan anak anak 1 tahun sebelum ke jenjang pendidikan selanjutnya untuk mendapatkan pelayanan PAUD, banyak yang merespon dan banyak yang sudah mengeluarkan peraturan Bupati/Walikota, edaran dari Bupati atau dinas pendidikan yang terkait dengan PAUD. Ini adalah untuk mendorong layanan PAUD, dan itu menjadi kewajiban kita semua berikan layanan ini kepada anak-anak,” kata Reka. (adv/diskominfo)

Al Haris Dorong Penyetaraan Pendidikan Kepsek SMA/SMK

Jambi, berjambi.com, (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi, Dr.H.Al Haris,S.Sos.,M.H., mengemukakan, Pemerintah Provinsi Jambi terus mendorong penyetaraan kualifikasi pendidikan minimal S2 untuk Kepala Sekolah se-Provinsi Jambi. Hal tersebut dikemukakan Al Haris pada acara Rapat Koordinasi Kepala Sekolah SMA, SMK dan SLB se Provinsi Jambi khusus Wilayah Barat yaitu Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, Kabupaten Merangin, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, yang berlangsung di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (07/02/2022).

“Saya melihat Kepala Sekolah masih banyak yang S1, kedepan kita akan lakukan penyetaraan kualifikasi pendidikan minimal S2 dengan membuatkan MoU bersama Universitas Negeri Jambi dan dan Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Syaifuddin dan biaya akan kita anggarkan pada APBD. Tenaga pendidik tentu pendidikannya harus lebih tinggi dari anak didik serta sebagai motivator untuk anak-anak kita karena para pendidiknya memiliki pendidikan yang baik,” kata Al Haris.

Para Kepala SMA/SMK yang hadir

Al Haris menyampaikan, pemerintah dan para pendidik haruslah menyatukan visi dan misi karena dunia pendidikan ini harus terarah dan terukur sehingga program program yang ada pada sekolah sejalan dengan program pemerintah. “Saya ingin satu arah, satu kebijakan dan satu visi misi, karena SMA/SMK ini adalah mesin distributor persiapan mereka memasuki perguruan tinggi maka fase-fase ini haruslah kita urus dengan baik dan fase kedua mereka sedang fase pertumbuhan mengalami perubahan yang luar biasa terhadap anak-anak kita, fase ini membutuhkan perhatian kita semua,” ujar Al Haris.

Al Haris meminta kepada seluruh kepala sekolah untuk menjabarkan visi Misi Gubernur Jambi, supaya bisa satu tujuan, satu kebijakan dan satu visi misi dalam membangun Jambi kedepan. Dari tiga misi tadi, Fokusnya yaitu Peningkatan SDM dan Pemerintah Provinsi Jambi akan bekerja sama dengan LPMP khusus untuk Uji Kompetensi Kepala Sekolah nantinya.

Direktur Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikbud Ristek Dr. Yaswardi memberikan apresiasi kepada Gubernur Jambi yang secara langsung memberikan arahan secara teknis dalam rangka membangun pendidikan yang lebih berkualitas lagi kedepannya.

“Kita berbicara pendidikan berkualitas dalam konteks merdeka belajar ada dua hal pertama adalah pendidikan yang merata dan kedua adalah pendidikan berkualitas. Apa yang telah disampaikan Bapak Gubernur Jambi sudah sangat tepat sekali, ada persyaratan minimal S2 untuk itu suatu hal yang sangat sangat strategis bagi kepala sekolah berasal dari guru yang profesional diberikan kesempatan berkarir,” kata Yaswardi.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Varial Adhi Putra mengatakan Rapat Koordinasi Sesi ke-tiga ini dihadiri Kepala Sekolah dari Kabupaten Muaro Bungo, Tebo, Merangin, Sarolangun, Kerinci dan Sungai Penuh dengan Jumlah Peserta Sebanyak 214 Peserta Kepala Sekolah SMA, SMK, Dan SLB Negeri maupun Swasta, dengan tujuan mendengarkan arahan Gubernur Jambi terkait dengan tata kelola sekolah untuk di implementasikan di sekolah masing masing. (adv/diskominfo)

 

 

Buya Abdullah Sani Apresiasi Kontribusi HMI

Jambi-berjambi.com, (Diskominfo Provinsi Jambi) – Wakil Gubernur Jambi, Drs.H.Abdullah Sani,M.Pd.I, memberikan apresiasi kepada Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Provinsi Jambi atas peran dan kontribusi dalam pembangunan dan kemajuan Provinsi Jambi. Hal tersebut disampaikan Sani saat meresmikan Gedung Graha Insan Cita HMI Cabang Jambi, yang berlangsung di Sekretariat HMI Provinsi Jambi, Telanaipura, Senin (07/02/2022) malam.

DIRESMIKAN : Wakil Gubernur Jambi, H Abdullah Sani memotong pita tanda diresmikannya insan cita HMI

“Pemerintah Provinsi Jambi sangat mengapresiasi peran dan kontribusi kader-kader HMI. Kita sangat mengapresiasi peran dan kontribusi HMI, apalagi selama ini berperan pro aktif dalam memberikan masukan dan pandangan untuk kemajuan daerah yang sama sama kita cintai ini,“ kata Sani.

Sani mengungkapkan, tugas sebagai mahasiswa dan juga sebagai generasi yang memiliki intelektual, HMI harus terus memberikan kontribusi bagi masyarakat dan negara. Setiap generasi pastinya kerap melahirkan orang-orang yang hebat, dan Pemerintah Provinsi Jambi mengharapkan HMI untuk terus memberikan pemikiran-pemikiran yang kritis, solutif, dan bermanfaat bagi sesama.

“Kita berharap dengan adanya gedung Graha Insan Cita ini HMI Cabang Jambi terus menghasilkan ide-ide cerdas, inovatif, dan konstruktif, tidak hanya untuk eksistensi HMI semata, tetapi juga bersinergi dengan pemerintah dalam pembangunan dan menciptakan daya saing berkelanjutan,” ungkap Sani. (adv/diskominfo)

Al Haris Tekankan Pendidikan Agama ke Generasi Muda

Tungkal- berjambi.com, (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi, Dr.H.Al Haris,S.Sos.,M.H., menekankan kepada seluruh masyarakat terkait pentingnya pendidikan keagamaan bagi generasi muda. Hal tersebut disampaikan Al Haris saat melaksanakan Safari Subuh Berjamaah, bertempat di Masjid Al Munawwarah Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Selasa (08/02/2022). Pada Safari Subuh tersebut, Al Haris didampingi langsung oleh Bupati Tanjung Jabung Barat Drs.H.Anwar Sadat,M.Ag., Kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

“Saat ini masih ada anak-anak kita para generasi muda yang belum mendapatkan kesempatan pendidikan di madrasah dan pondok pesantren, untuk itu nanti kita akan melaksanakan program pendidikan keagamaan di sekolah-sekolah yang nantinya langsung melakukan praktek di masjid, sehingga masjid akan ramai dengan para generasi muda yang belajar dan akan ada kajian- kajian keagamaan untuk generasi muda,” ujar Al Haris.

Gubernur Jambi, Al Haris saat menjabat tangan jamaah usai pelaksanaan subuh berjamaah

Al Haris menuturkan, Pemerintah Provinsi Jambi melakukan ini sebagai salah satu upaya agar para generasi muda tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual saja tetapi juga memiliki akhlak yang mulia. “Kita mempersiapkan anak anak kita ini tidak setengah-setengah, kita berharap para generasi muda memiliki akhlak yang mulia dan memiliki ilmu, tentunya dengan sinergitas bersama Kabupaten/Kota karena mulai dari pendidikan Taman Kanak Kanak sampai pada pendidikan menengah pertama wewenangnya ada pada Kabupaten/Kota,” tutur Al Haris.

Bupati Tanjungjabung Barat, Ustad Anwar Sadat memberi sambutan saat mendampingi Gubernur Jambi Al Haris acara subuh berjamaah

Al Haris mengungkapkan bahwa anak anak membutuhkan perhatian dan bimbingan yang lebih ketika mulai berada pada fase fase remaja tepatnya masa masa SMA. Pada fase SMA anak-anak memasuki fase perubahan dari anak-anak menjadi remaja dan ini membutuhkan bimbingan dan perhatian yang khusus dari para orangtua dan guru.

“Anak anak kita ini membutuhkan bimbingan dari para guru juga untuk mempersiapkan diri memasuki perguruan tinggi, anak-anak ini diharapkan selain harus mendapatkan pendidikan ilmu pengetahuan juga harus diperkuat dengan pendidikan keagamaan, karena fase ini adalah fase yang berat. Pada perguruan tinggi, anak anak nanti akan teruji, dan upaya ini kita harapkan menjadi satu kesatuan, dengan harapan mulai dari Taman Kanak Kanak, Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama melakukan hal yang sama untuk memperkuat pendidikan keagamaan bagi anak-anak kita,” ungkap Al Haris.

Pada kesempatan tersebut, Al Haris memberikan bantuan berupa uang tunai untuk Masjid Al Munawwarah dan memberikan sembako bagi jamaah yang menunaikan shalat Subuh berjamaah di Masjid. (adv/Diskominfo)