Beranda blog Halaman 129

Dorong Komitmen Parapihak, Gerakan Cinta Desa Gelar Workshop Sosialisasi dan MoU Kegiatan Kombinasi Masyarakat Berbasis Pengetahuan  Restorasi

JAMBI – Landskap Sembilang terletak di Kabupaten Musi Banyuasin dan Kabupaten Banyuasin, terdiri dari kawasan hutan dataran rendah dan gambut yang juga mencakup sebagian kecil dari kawasan Cagar Alam Dangku. Lima pemasok kayu APP dengan total luas sekitar 202.528 ha mendominasi Landskap Sembilang, yang semua areal berada pada zoan penangga bersama dengan Taman Nasional Berbak-Sembilang.

Pembangunan dan Pengembangan pola pikir masyarakat sangat perlu dalam penyelamatan dan menjaga wilayah-wilayah daerah penyangga taman nasional, khususnya taman nasional Berbak Sembilang. Keberadaan komunitas masyarakat di wilayah zona penyangga mempunyai peran penting dalam pengamanan dan melestarikan landskap Taman Nasional Berbak sembilang, memperkuat pengetahuan Masyarakat  sebagai dasar penjagaan dan pelestarian zona penyangga Taman Nasional Berbak sembilang adalah salah satu tujuan dalam tata kelola keberlanjutan kawasan.

Dalam Program “Penggunaan Pendekatan Ilmiah Dan Pelibatan Masyarakat Dalam Kegiatan Restorasi Serta Perlindungan Hutan Dataran Rendah Dan Gambut Di Wilayah Konsesi Pemasok Kayu PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Dan Wilayah Sekitarnya, di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan” yang di gagas oleh Gerakan Cinta Desa (G-CINDE) bekerjasama dengan PT. Indah Kiat Pulp & Paper TBK. Menjadikan program keterlibatan masyarakat sangat penting dalam perlindungan hutan dataran rendah dan gambut di sekitar landskap berbak sembilang dan hutan desa Muara Merang.

Foto G-CINDE : “Workshop penandatangan MoU kesepakatan komitmen bersama parapihak dalam menjaga kawasan gambut di muba, 27/06/2021”.

 

Kegiatan ini digagas dan dilaksanakan Lembaga Gerakan Cinta Desa, melalui dukungan oleh; The Sustainable Trede Inisiative (IDH), APP Sinar Mas, pada tanggal 25 s/d 28 juni 2021, bertempat di Hotel Ratu & Resort Jambi, acara workshop ini di buka oleh perwakilan dari Perusahaan APP SINAR MAS Bapak. Bambang Abimanyu selaku Forest Sustainablelity Head Region Jambi – Muba, kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan masyarakat dari tiga desa, yaitu; Desa Muara Merang, Desa Telang, dan Desa Pagar Desa.

Kegiatan workshop ini juga untuk memperkuat komunitas kelompok Masyarakat Peduli Restorasi (DPR) dalam mengembangkan Nursery Seeds Community  dan bertujuan untuk mendorong lahirnya Desa Peduli Restorasi pertama di Kabupaten Musi Banyu Asin.

“Perusahaan APP Sinar Mas berkomitmen untuk mengedepankan pelestarian kawasan gambut tersisa di landskap bufferzone konsesinya bersama masyarakat, dan ini di butuhkan kerjasama parapihak, terutama masyarakat desa yang memiliki kawasan gambut dan kawasan mineral, ujar Bambang Abimanyu dalam sambutan dan pembukaan acara workshop”.

Bambang Abimanyu mengungkapkan, komitmen ini nantinya akan di tuangkan dalam Nota Komitmen Bersama dan di tanda tangani bersama, dan ini adalah langkah baik untuk kita semua, pungkas bambang abimanyu, 25/06.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Lembaga Gerakan Cinta Desa Eko Waskito bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari serangkaian kegiatan “Penggunaan Pendekatan Ilmiah Dan Pelibatan Masyarakat Dalam Kegiatan Restorasi Serta Perlindungan Hutan Dataran Rendah Dan Gambut Di Wilayah Konsesi Pemasok Kayu PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Dan Wilayah Sekitarnya”, terang Eko.

Workshop parapihak ini juga akan menyepakati dan penandatanganan “Nota Komitmen Melalui MoU Bersama”, yang ditandatangani oleh Gerwkan Cinta Desa, IDH, APP SINAR MAS, Kades Pagar Desa, Kades Telang, dan Sekdes Muara Merang sebagai perwakilan Kades Muara Merang, Bumdes, Masyarakat Peduli Restorasi, RT, dan Perwakilan Perempuan, workshop ini juga menyajikan presentase materi-materi yang berkaitan dengan kendala,tujuan dan terorientasi untuk peningkatan organisasi dan masyarakat di tingkat tapak, materi tersebut juga kita dorong melalui training need assesamant, diantaranya; “materi Tantangan Desa dan Perubahan Sosial”, yang di sampaikan oleh: Pahmi, Sy. MSi. Selanjutnya tentang “Badan Usaha Milik Desa (Bumdes yang terintegrasi pemanfaatan sumber daya alam desa)” di presentasikan oleh: Mohd Harmain, SE, MSy. Memasuki materi di hari kedua oleh Reza Amrianto, MP.d pemaparan tentang “Uji Publik Modul Nursery Community pada Lahan Gambut”. Untuk perusahaan APP Sinar Mas sendiri mengisi materi tentang “Kebijakan Perusahaan terkait Restorasi yang Melibatkan Masyarakat di Areal Konsesi Konservasi”, dan pada hari ketiganya di isi dengan materi oleh Darmatasyah, S.PKP. MM, dengan judul materi; “Tehnis Pembuatan Kompos dengan memanfaatkan limbah dan potensi “, dan dilanjutkan dengan materi “Alur Pembuatan dan Pembangunan Budidaya Ikan Dalam Ember”, untuk materi terakhir di isi dengan seorang perempuan muda Kahiratunnisa Akmala Putri yang menjuarai tiga lomba tingkat nasional  tentang inovasi bakteri merah, materi putri dengan mengusung konsep “Hydroponic dan Membuat Bakteri Merah untuk Pengurai bau pada Budidamber”, tutup Eko. (27/06/2021).

Acara workshop ini juga telah disepakatinya MoU melalui penanda tanganan Nota Komitmen Bersama, dan menyepakqti RKTL untuk kegiatan selanjutnya, penutupan acara workshop di tutup dengan Dedi Antoni selaku koordinator program, dan dilanjutkan dengan foto bersama serta pemberian piagam penghargaan oleh Lembaga Gerakan Cinta Desa kepada seluruh peserta. (arm)

H Al Haris Pantau Warga Isolasi Mandiri

BANGKO – Sebelum dilantik menjadi Gubernur Jambi,  H Al Haris masih fokus menjalankan tugasnya sebagai Bupati Merangin. Bersama Tim Satgas Covid-19  Merangin, bupati terpantau melihat langsung warga yang isolasi mandiri, Sabtu (26/6).
Warga yang terpapar Covid-19 melakukan isolasi mandiri yang dipantau bupati itu ada sekitar 75 orang, berada di tiga desa, Sinar Gading, Sungai Sahut dan Desa Rawa Jaya Kecamatan Tabir Selatan.
‘’Kita ingin memastikan apakah warga yang melakukan isolasi mandiri ini, diawasi serta betul-betul menerima layanan yang layak dari Puskesmas setempat dan Satgas Covid-19 Desa,’’ujar Bupati.
Ternyata benar, mereka diawasi dengan baik, ada vitamin dan diberi obat-obatan lainnya. Kita berharap kalau mereka OTG (Orang Tanpa Gejala), tetap mereka terinfeksi virus Covid-19.
Kalau sudah diswab nanti lanjut bupati, ternyata hasilnya dinyatakan negative, mereka baru boleh membaur dengan masyarakat. Tapi bila hasil swab-nya masih positif, mereka belum bisa bebas dan tidak dibolehkan membaur dengan masyarakat.
‘’Kita ingin walaupun warga ini melakukan isolasi mandiri, tetapi pelayanan medis yang mereka terima layaknya dengan mereka yang dirawat di rumah isolasi RSD Kol Abundjani Bangko,’’harap Bupati.
Bagaimana jika mereka berkeinginan minta rawat di rumah isolasi RSD Kol Abundjani Bangko? Bupati menegaskan, sangat menerima sekali. Bupati malah sangat menganjurkan begitu.
‘’Kita berharap mereka mau dibawa ke RSD Kol Abundjani Bangko, karena perawatan dan pengobatannya akan lebih terawasi dengan lebih baik lagi. Kita terus berupaya bagaimana pasien Covid-19 ini cepat sembuh,’’jelas Bupati.
Sebelumnya pada rapat Satgas Covid-19 Merangin di ruang rapat kerja bupati Merangin Selasa (22/6), H Al Haris menegaskan warga yang terpapar Covid-19 akan melakukan isolasi mandiri, diwajibkan membuat pernyataan dibubuhi teken bermaterai.
Tujuannya jika terjadi hal-hal yang tidak dinginkan, warga yang melakukan isolasi mandiri itu, tidak menyalahkan Pemerintah. Sebab Pemerintah telah menyarankan warga untuk diisolasi di rumah isolasi RSD Kol Abundjani Bangko. (teguh/kominfo)

Mengganti Nama Setelah Dewasa, Ini Hukumnya

JAMBI – Ada kalahnya orang mengganti nama setelah seseorang dewasa. Padahal nama tersebut sudah lama digunakannya. Bagaimana  hukum mengganti nama menurut Islam ?  Berikut penjelasannya.

Dalam Kitab Tanwirul Qulub disebutkan sebagai berikut:

وَيَجِبُ تَغْيِيْرُ اْلأَسْمَاءِ الْمُحَرَّمَةِ وَيُسْتَحَبُّ تَغْيِيْرُ اْلأَسْمَاءِ الْمَكْرُوْهَةِ.

Artinya, “Mengubah nama-nama yang haram itu hukumnya wajib, dan nama-nama yang makruh hukumnya sunah,” (Syekh M Amin Al-Kurdi, Tanwirul Qulub, [Beirut, Darul Fikr: 1994 M/1414 H], halaman 234).

Pandangan hukum perihal mengubah nama juga disebutkan oleh Imam Al-Baijuri dalam Hasyiyatul Baijuri: وَيُسَنُّ أَنْ يُحَسِّنَ اسْمَهُ لِخَبَرِ أَنَّكُمْ تُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَسْمَائِكُمْ وَأَسْمَاءِ أَبَائِكُمْ فَحَسِّنُوْا أَسْمَائَكُمْ إِلَى أَنْ قَالَ: وَتُكْرَهُ اْلأَسْمَاءُ الْقَبِيْحَةُ كَحِمَارٍ وَكُلِّ مَا يُتَطَيَّرُ نَفْيُهُ أَوْ إِثْبَاتُهُ وَتَحْرُمُ التَّسْمِيَّةُ بِعَبْدِ الْكَعْبَةِ أَوْ عَبْدِ الْحَسَنِ أَوْ عَبْدِ عَلِيٍّ وَيَجِبُ تَغْيِيْرُ اْلاسْمِ الْحَرَامِ عَلَى اْلأَقْرَبِ  لِأَنَّهُ مِنْ إِزَالَةِ الْمُنْكَرِ وَإِنْ تَرَدَّدَ الرَّحْمَانِيُّ فِيْ وُجُوْبِهِ وَنَدْبِهِ .

Artinya, “Disunahkan memperbagus nama sesuai hadits, ‘Kamu sekalian akan dipanggil pada hari Kiamat dengan nama-nama kalian dan nama-nama bapak kalian. Oleh karena itu, pilihlah sebutan yang baik untuk nama kalian.’ Dimakruhkan nama-nama yang berarti jelek, seperti himar (keledai) dan setiap nama yang diprasangka buruk (tathayyur) penafian atau penetapannya… Haram hukumnya menamai seseorang dengan ‘Abdul Ka’bah,’ ‘Abdul Hasan,’ atau ‘Abdu Ali’ (Hamba Ka’bah, Hamba Hasan atau Hamba Ali). Menurut pendapat yang lebih shahih, (seseorang) wajib mengubah nama yang haram karena berarti menghilangkan kemungkaran, walau Syekh Ar-Rahmani ragu perihal kewajiban atau kesunnahan mengubah nama demikian,” (Syekh Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyatul Baijuri, [Singapura, Sulaiman Mar’i: tanpa tahun], juz II, halaman 305). Perihal mengubah nama ini, kita sebaiknya tidak bertindak gegabah atau ceroboh. Kita tidak perlu berhasrat untuk mengubah nama pemberian orang tua kita sejauh nama tersebut tidak termasuk ke dalam batas-batas yang diharamkan atau dimakruh. Kita tidak perlu resah dan tergopoh untuk mengubah nama kita yang tidak Islami sepulang ibadah haji, “hijrah”, atau setelah memeluk Islam. Pasalnya, dalam agama Islam, yang dituntut adalah pemberian nama yang baik. (***)

Al Haris: Selamat Ulang Tahun ke-60 Presiden Jokowi

 

Jambi – Hari ini 21 Juni merupakan hari spesial untuk Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, pasalnya hari ini merupakan hari kelahiran Presiden RI yang akrab disapa Jokowi ini.

Presiden Jokowi ini, merupakan putra pasangan Noto Mihardjo dan Sudjatmi. Presiden Jokowi lahir di Surakarta, Jawa Tengah pada 21 Juni 1960.

Di ulang tahun ke-60 ini, merupakan tahun ke tujuh Jokowi memimpin Republik indonesia. Di hari spesial berbagai ucapan mengalir, salah satunya dari Gubernur Jambi terpilih, Dr. H. Al Haris, S. Sos. MH yang juga Bupati Merangin dua periode.

“Selamat ulang tahun yang ke-60 untuk Bapak Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo. Semoga sisa umurnya semakin banyak manfaat, semakin banyak diberikan Allah keberkahan, kesehatan dan dapat membangun Indonesia yang lebih maju ke depannya,” kata Al Haris, Senin 21 Juni 2021.

Mengapa Jadi Entrepreneur Perlu Kuliah S1 Ekonomi Syariah ?

0

Kalau kamu selama ini bertanya-tanya, penting atau tidak seorang entrepreneur memiliki bekal pendidikan, jawabannya adalah penting. Mengapa? Berikut ini gambaran alasannya:

1. Memahami manajemen dan teori bisnis lainnya

Secara umum, bekal pendidikan yang memadai akan membuat kamu lebih mudah dalam memulai dan mempertahankan bisnis. Jadi, setiap langkah bisnis yang ditempuh akan lebih efektif, efisien dan tersistematis. Lebih spesifik lagi, lewat kuliah di Prodi Ekonomi Syariah, kamu punya kesempatan mempelajari teori-teori yang berkaitan dengan bisnis seperti manajemen bisnis dan akuntansi hingga etika bisnis syariah. Hal ini akan membuatmu lebih paham cara mengelola dan menjalankan bisnis secara tepat dan terorganisir. Kamu juga akan lebih mudah mencapai target-target yang telah ditetapkan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Karena memang kewajiban kita sebagai muslim adalah menjalankan bisnis secara halal, thoyyib dan barokah.

Salah satu Program Studi atau Jurusan yang tepat dijadikan pilihan menjalani pendidikan bagi para calon entrepreneur adalah Prodi Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi. Perlu kamu ketahui, pembelajaran di Prodi Ekonomi Syariah ini bersifat practical based learning, yaitu memberikan porsi yang besar kepada para mahasiswa untuk mempraktikkan apa yang telah dipelajari di ruang kelas. Makanya setiap tahun diadakan kegiatan expo produk mahasiswa. Di acara ini mahasiswa bisa melakukan praktek bisnis secara riil.

2.Mengasah jiwa kepemimpinan

Jika ingin menjadi pebisnis, kamu juga harus menguasai leadership atau kepemimpinan. Salah satu cara untuk mengasah jiwa kepemimpinan yakni di kampus. Dimana kamu mengikuti berbagai organisasi yang ada. Dalam kegiatan perkuliahan pun, jiwa kepemimpinan bisa terlatih saat mengerjakan tugas kelompok. Kamu bisa berlatih bagaimana memimpin kelompok tersebut untuk mampu menyelesaikan tugas dengan baik.

Program Studi Ekonomi Syariah IAIMA Jambi sudah memiliki berbagai organisasi kemahasiswaan. Mulai dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP), Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI), hingga Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM). Di organisasi ini kamu bisa mengasah jiwa kepemimpinan selain, secara Soft skill leadership sudah terintegrasi dengan kurikulum S1 di Prodi ini.

SEMINAR NASIONAL : Salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Program Studi Ekonomi Syariah yang kini sudah dibawah Institut Agama Islam Muhammad Azim Jambi

3.Memperluas jaringan

Networking atau jaringan merupakan sebagian kecil dari kemampuan dalam bersosialisasi.  Kamu harus bisa menjalin kerja sama yang baik dengan berbagai komunitas lain untuk keberhasilan bisnis. Saat ini, banyak bisnis yang berkolaborasi satu sama lain, dan meraih keuntungan bisnis yang makin berlimpah.

Tentunya, kemampuan networking ini akan terasah ketika di kampus. Kamu akan mendapat kesempatan bersosialisasi dengan orang yang memiliki berbagai macam latar belakang. Dari sini, kamu bisa belajar untuk memperluas networking yang akan berdampak positif saat kamu mulai berbisnis nantinya.

Di Program Studi Ekonomi Syariah IAIMA Jambi memiliki mahasiswa yang berlatarbelakang berbagai macam. Baik dari suku, tempat tinggal, maupun pekerjaan dan hobi yang digeluti. Tentunya ini tempat yang pas bagi kamu untuk memperluas jaringan.

4.Meningkatkan berbagai skilluntuk berbisnis

Sebagai pemimpin untuk usahamu nanti, kamu dituntut untuk memiliki keterampilan atau skill dalam berbisnis, baik hard skill maupun soft skill. Hard skill merupakan kemampuan sifatnya teknis untuk menyelesaikan suatu pekerjaan misalnya menyusun laporan keuangan. Sedangkan soft skill adalah kemampuan non teknis yang ada dalam diri seseorang seperti komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, hingga negosiasi.

Lewat kuliah di Prodi Ekonomi Syariah IAIMA Jambi, kamu akan punya banyak kesempatan untuk mengasah berbagai skill yang diperlukan untuk menjadi seorang entrepreneur. Selain diajarkan tentang dasar-dasar membuat laporan keuangan dan bisnis, di Prodi ini, kamu juga akan belajar mengasah berbagai soft skill seperti kepemimpinan  (leadership), semangat bertumbuh (passion for growth), percaya diri (self confidence), dan membina hubungan (relationship building).

KERJASAMA : Prodi Ekonomi Syariah IAIMA Jambi melaksanakan MoU dengan PT Bursa Efek Jakarta dan PT Phitraco Securitas dalam membuka Galeri Investasi Syariah. Saat itu, pihak IAIMA Jambi diwakili oleh Wakil Rektor I, Saidina Usman El Qureisy, MFil

5.Memperkaya pengalaman 

Menjadi seorang pebisnis yang andal harus memperkaya diri dengan wawasan dan pengalaman. Dengan menempuh pendidikan formal, akan banyak sekali lho pengalaman yang kamu dapatkan. Kalau kamu kuliah di Prodi Ekonomi Syariah IAIMA Jambi, kamu punya kesempatan mengikuti program pelatihan investasi saham langsung dari pihak Bursa Efek Jakarta misalnya. Kamu akan pasti menimba pengalaman belajar yang banyak dari praktisinya. Seru kan?

SILATURRAHMI : Pertemuan antara Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Ekonomi Syariah IAIMA Jambi dengan pengurus Forum Silaturrahmi Ekonomi Islam (Fossei) cabang Jambi. Dalam pertemuan tersebut disepakati pembentukan Kelompok Studi Ekonomi Islam Al Azim IAIMA Jambi. 

Nah, itulah manfaat pendidikan sebagai modal untuk jadi entrepreneur. So, ayo kejar mimpimu mulai dari mendaftar ke prodi yang tepat! Sudah tahu kan jawabannya? Ya, kamu bisa mendaftar ke Prodi Ekonomi Syariah IAIMA Jambi sekarang juga! SMS ke 089652100485 atau langsung daftar ke pmb.ahsantajambi.ac.id. (****)

BERLATIH JIWA ENTREPREURSHIP MODAL 100 RIBU : Di era millineal hari ini, jadi investor tidak perlu harus punya modal besar, modal seratus ribu rupiah juga bisa jadi investor, yakni investasi saham. Itulah yang dilatih di Prodi Ekonomi Syariah IAIMA Jambi. Dengan demikian melatih jiwa entreprenership dengan modal seratus ribu.

MEMAKNAI KEHIDUPAN

Jika anda pernah tinggal di seputaran Blok M, (Jaksel), saya pastikan anda pernah bertemu orang ini. Jika malam, cari aja di sepanjang emperan ruko. Kerjanya mulung, jarang mandi, kumal, dekil, gak potong rambut, dll.

Saya coba tanya dengan orang-orang yang setiap hari melihat orang ini, apakah mereka mengenalnya?

“Gak pak, dia gelandangan. Dah lama di sini”.

Betulkah?
Lebih kurang lima bulan, setiap ada kesempatan saya selalu sarapan bersama, ngobrol, dan bercanda. Lama-lama dia merasa nyaman dan terbuka sehingga banyak cerita tentang kehidupannya.

Saya pun banyak belajar. saya menimba ilmu darinya. Dia memiliki kekayaan pengalaman hidup yang luar biasa. Kehidupan yang dia jalani saat ini, “Ini pilihan saya, Pak”. Wow…

Benarkah dia seorang gelandangan seperti yang disangkakan orang selama ini?

*Pesan untuk kita semua:*
Jangan pernah merasa lebih baik dan lebih mulia dari orang lain. Allah-lah penentu kemuliaan itu. Orang memiliki jalan hidupnya sendiri.

*Bahren Nurdin*
_Mind-Provocator_

www.yaqin.id

Pertama di Kecamatan Mestong, Desa Ibru Laksanakan Musdesus Penetapan Hasil Pendataan SDG’s Desa

MUARO JAMBI – Hari ini 14/06/2021 survey dan pendataan desa yang berbasiskan SDG’s yang di amanahkan pusat melalui kementerian desa telah usai d laksanakan, dan untuk di kecamatam mestong desa ibru pertama kali melaksanakan musyawarah desa khusus SDG’s, dan musdesus  ini juga di hadiri pihak kecamatan mestong, tenaga ahli kabupaten, serta perangkat desa dan seluruh komponen tim pokja pendataan SDG’s Desa.

Musdesus ini dilaksanakan di aula kantor desa ibru 14/06, dimulai dari pukul 14.00 s/d 16.00 wib. Dan hasil musdesus SDG’s ini akan menjadi rujukan untuk perencanaan di tahun 2022, sehingga program kemendes bisa diselaraskan dengan program di desa.

“Pendataan dan survey desa telah di selesaikan di desa, ujar kades ibru Datuk Arman kepada awak media radardesa.co 14/06/2021, dan jumlah hasil pendataan di masyarakat sudah di sepakati dalam musdesus SDG’s yang di tuangkan dalam Berita Acara Musdesus, dengan jumlah hasil KK 246 dan  Jiwa 835.”, dan Musdesus SDG’s ini adalah yang pertama di kecamatan mestong, dan juga di hadiri oleh pihak dari kecamatan.

“Arman menambahkan:, “saya sangat berterimakasih atas kerja keras perangkat, pokja dan kerjasama masyarakat desa Ibru serta seluruh pihak, terutama para TAPM Kabupaten, Pendamping Desa, juga Pendamping Lokal Desa yang tak henti² nya melakukan pembinaan kepada kami, ujar kepala desa arman”.

Hal senada juga di sampaikan oleh Tenaga Ahli Kabupaten Kang Dedi Antoni, yang ikut menghadiri acara musyawarah desa terkait penetapan hasil pendataan SDGs Desa, dedi mengatakan;, ‘hasil pendataan SDG’s desa ini diharapkan kepada desa bisa lebih detail melihat prioritas kebutuhan yang akan di bangun dan didorong untuk pembangunan manusia dan infrastrukturnya”, terang kang dedi sapaan akrabnya”

Musyawarah Penetapan hasil pendataan berbasis SDG’s  ini merupakan prioritas program unggulan kementerian desa RI, selain BUMDES, pendataan SDG’s Desa ini merupakan program kegiatan jangka panjang sampai akhir tahun 2030.

Struktur PKB Terbentuk hingga Tingkat RT, Gus AMI Optimistis Menangkan Pemilu 2024

GORONTALO – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar optimistis partainya bisa memenangkan Pemilu 2024. Pasalnya, struktur PKB kini sudah terbentuk hingga tingkat RT/RW.

“Ini menjadi modal penting bagi PKB meraih kemenangan pada Pemilu 2024 mendatang,” ujar Gus AMI di sela pelantikan pengurus DPC PKB se-Gorontalo di Aston Hotel, Kota Gorontalo, Jumat (11/6/2021).

Turut hadir mendampingi Gus AMI Wakil Ketua Umum DPP PKB yang juga Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, Ketua DPP PKB sekaligus Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, serta Sekjen DPP PKB, M. Hasanuddin Wahid.

Gus AMI berpesan kepada para pengurus dan kader PKB untuk bekerja keras dalam rangka memenangkan Pemilu 2024. “Kerja keras Anda untuk PKB tidak akan pernah sia-sia. Keringat-keringat seluruh pejuang PKB menjadi kekuatan besar memperbaiki masa depan Indonesia,” kata Gus AMI.

Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra ini menyatakan, kerja keras dan keringat seluruh pengurus dan pejuang PKB merupakan kekuatan yang saling terikat, sama-sama memberi pengaruh sekaligus memberikan pembaharuan dan perbaikan pembangunan yang lebih baik.

“Pak Halim jadi Menteri, Pak Jazil jadi Wakil Ketua MPR, yang jadi petugas di kantor PKB semua punya niat yang sama. Keringat mereka mengalir, menetes menjadi lautan keringat yang akan memperbaiki Indonesia menjadi lebih maju di masa akan datang,” tutur Gus AMI.

Gus AMI juga meminta seluruh pengurus untuk tidak segan mengajak masyarakat Gorontalo bergabung dengan PKB. Karena PKB, kata Gus AMI, memiliki tiga modal penting. Pertama, struktur PKB yang sudah mengakar.

Modal kedua adalah sumber daya manusia (SDM). Gus AMI menyatakan, SDM PKB terdiri dari orang-orang terdidik dan baik dengan berbagai latar belakang.

“Lihat saja wajahnya (pengurus DPC PKB se Gorontalo), semua baik-baik. Kalau orang-orang baik berkumpul dan diberikan amanah mengelola negeri ini, insyaallah negeri ini akan baik. Bupatinya baik, gubernurnya baik, DPR-nya baik, Presidennya baik, dan seluruhnya baik,” tutur Gus AMI.

Modal ketiga adalah konsep dan desain PKB. Menurut Gus AMI, PKB sudah mempunyai konsep dan desain yang sudah dibangun oleh para pendiri PKB. Baik yang berorientasi dengan perjuangan politik, sosial, ekonomi, bahkan nilai keagamaan.

“Jadi kalau dibahasakan begini, ikutlah PKB, insyaallah kalian akan maju dunia akhirat. Berpolitik itu ibadah, ber-PKB itu berkah,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua DPW PKB Provinsi Gorontalo, Nihayatul Wafiroh menyatakan, terbentuknya pengurus PKB se Gorontalo menjadi bukti lahirnya pejuang-pejuang PKB yang siap mengabdikan diri bagi Indonesia.
“Pejuang-pejuang PKB telah hadir se Gorontalo, mereka semua adalah pendobrak pemenangan PKB 2024, dan siap mengantarkan Gus AMI menjadi Presiden 2024,” kata perempuan yang karib disapa Ninik ini.

Dia menyampaikan, seluruh pengurus DPC PKB adalah kader-kader terbaik yang tangguh. Terbukti mereka sudah mulai bergerak di tengah masyarakat sejak awal tahun lalu meski baru dilantik hari ini. “Mereka adalah kader yang tangguh. Ini terbukti walaupun pelantikan baru akan dilaksanakan hari ini, dan SK belum berada di tangan mereka, tapi sejak bulan Maret telah bekerja untuk PKB,” tutur Ninik. (*)

Bertemu Fachrori, Al Haris: Kita Ingin Bersama-sama Membangun Jambi ke Depan

0

JAMBI  – Menjelang penetapan dirinya sebagai Gubernur Jambi terpilih, Al Haris kembali bersilaturahmi dengan menandatangi kediaman calon gubernur Jambi, Fachrori Umar. Sebelumnya Al Haris juga telah bersilaturahmi ke kediaman calon gubernur Jambi Cek Endra.

Ditemui usai silaturahmi, Al Haris mengatakan jika dirinya sudah mengenal lama dengan keluarga Pak Fachrori Umar, mulai dari dulu bekerja di Kabag Rumah Tangga hingga di Biro Umum Pemprov Jambi.

“Kita semua sudah seperti keluarga besar, karena sudah bersama sejak saya jadi ASN dulu,” kata Al Haris, Sabtu (5/6/2021).

Tentunya banyak bekal yang kita ambil dari beliau, yang mempunya ide-ide dan pengalaman dalam membangun Jambi, apalagi Ibunda (Rahima Fachrori) ini merupakan anggota DPRD Provinsi Jambi dan tentunya kita ingin sama-sama ke depan membangun Jambi ini.

“Kita juga ingin menyatukan tim-tim sukses selama Pilkada ini, kita ini adalah satu keluarga besar Provinsi Jambi. Semua sudah selesai, mari kita merajut persatuan dan kesatuan. Mari kita semua bekerja yang lebih giat lagi untuk Jambi, karena Jambi merupakan tanah leluhur kita yang mesti kita bangun bersama-sama,” ujarnya.

Sementara itu Fachrori Umar juga menyampaikan jika memang dirinya sudah lama mengenal Al Haris dimulai sejak dirinya mendampingi Pak HBA (Hasan Basri Agus) sebagai gubernur Jambi, lalu dirinya mendampingi Zumi Zola hingga menjadi gubernur Jambi. Dan Al Haris sudah dianggap seperti anak sendiri.(*)

BUYA SATTAR

0

USAI sudah pilgub Jambi. Rangkaian panjang proses politik yang menyita energi publik. Dimulai dari masa Kampanye sejak oktober 2020, Pemilihan tanggal 9 Desember, Persidangan di MK, PSU tanggal 27 Mei 2021 hingga penetapan KPU Provinsi Jambi tanggal 3 Juni 2021.

Berbagai cerita dan kisah setelah penetapan PSU tanggal 27 Mei 2021 memang menarik untuk ditunggu. Memenuhi dahaga publik terhadap nasib politik Jambi setelah sempat berlarut-larut hingga memasuki bulan Juni.

Semula ada seruan dari berbagai pihak untuk menerima hasil PSU. Termasuk rekonsiliasi untuk menyejukkan pilgub yang sempat sedikit memanas.

Paska PSU tanggal 27 Mei 2021, berbagai cerita dan kisah mulai menarik diikuti. Entah dengan berbagai upaya rekonsiliasi, adanya himbauan agar hasil PSU dapat diterima oleh berbagai pihak, upaya mempertemukan berbagai tokoh untuk menyejukkan suasana paska PSU.

Berbagai pihak kemudian menyambut dengan Terbuka agar PSU dapat diterima. Kapolda Jambi dan Korem Jambi mendapatkan apresiasi untuk menjaga tertibnya PSU. Tokoh-tokoh agama dan tokoh adat kemudian berharap agar Pembangunan dapat dilanjutkan.

Sempat adanya kekhawatiran ketika berbagai rapat pleno kabupaten sempat adanya penolakkan penandatangani hasil pleno. Bahkan semakin kencang issu ketika sebagian kecil mulai mempersoalkan pelaksanaan PSU.

Namun dengan dukunga berbagai sumber yang kredibel, asupan informasi yang memadai, saya meyakini, bahwa proses PSU akan dapat diterima.

Malam ketika habis pelaksanaan PSU, saya sudah mendapatkan kabar. Adanya keinginan dari berbagai Partai untuk menerima hasil PSU. Bahkan adanya seruan agar dapat menanda tangani berita acara di Kecamatan dan di Kabupaten.

Isu itu semakin kencang ketika semakin banyak tokoh-tokoh penting pelaksanaan PSU meminta agar PSU disudahi.

Meminjam satu kata Penting “Pilgub telah usai”, mari kita bergandengan tangan” semakin mengkristal. Menguat dan menggelinding menjelang Rapat Pleno Provinsi tanggal 3 Juni 2021.

Namun diibaratkan permainan basket, istilah “three point shut” justru menemukan momentum ketika pagi hari, Al Haris kemudian mendatangi rumah Dinas Bupati Sarolangun.

Photo kemudian banyak berbicara. Sikap dan keteladanan CE menerima Al Haris dapat mengungkapkan bagaimana jalinan cerita dapat disusun.

Yang menarik perhatian saya adalah tokoh Penting. Menemani Al Haris dari Bangko menemui CE adalah KH. Abdul Sattar Saleh. Tokoh Agama yang dihormati CE yang juga dikenal masyarakat Jambi.

Tidak dapat dipungkiri, kedatangan Al Haris ditemani oleh KH. Abdul Sattar Saleh (Buya Sattar) menjawab misteri. Hubungan personal Al Haris dan hubungan personal CE dengan Buya Sattar.

Berbagai perjalanan dan safari CE dapat dilihat dari proses panjang. CE sering ditemani Buya Sattar keliling ke berbagai tempat. Dengan demikian, maka posisi Buya Sattar dihormati oleh CE.

Sedangkan nama buya Sattar cukup familiar di masyarakat Merangin. Tempat dimana kelahiran Al Haris dan menjabat Bupati Merangin sejak 2013.

Mengenal Buya Sattar dapat dilihat didalam berbagai kisah, buku ataupun perjalanannya. Salah satu skripsi Selia Lestari, UIN Jambi yang menuliskannya dengan judul “KH. Abdul Sattar Saleh – Pejuang Dakwah dan Pesantren di Kabupaten Merangin”.

KH. Abdul Sattar Saleh atau lebih dikenal di kalangan masyakarat dengan panggilan Buya Sattar lahir pada tanggal 17 Juni 1946, di Desa Talang Segegah yang berada di Kecamatan Sungai Manau, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

KH Abdul Sattar Saleh pertama kali belajar Al-Qur‟an dengan ayahnya sendiri tidak hanya itu Buya Sattar juga di ajarkan beberapa kitab-kitab yaitu seperti kitab Tafsir, kitab Fiqih dan sempat menematkan kitab Nahu beliau.

Pada tahun 1952 KH Abdul Sattar masuk ke Sekolah Rakyat (SR) yang dahulunya berdiri di Desa Talang Segegah Kecamatan Sungai Manau Kabupaten Merangin dan selesai pada tahun 1958. Disamping pada sore hari beliau juga belajar di Madrasah Nurussa‟adah di Desa Muaro Panco yang berjarak tidak begitu jauh dari Desa Talang Segegah Kecamatan Sungai Manau Kabupaten Merangin, di Madrasah itu beliau mengenyam pendidikan selama 2 tahun. Pada usia 14 tahun yaitu sekitar tahun 1960 beliau mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan niat dan tekat yang bulat juga didorong oleh dukungan orang tuanya yang menginginkan anaknya menjadi seorang ulama besar maka beliau berangkat ke seberang kota Jambi kurang lebih 1 hari perjalanan penuh pada masa itu.

Dikenal sebagai Ulu Gedong. Tempat Madrasah Nurul Iman. Pondok Pesantren yang memadukan pondok Pesantren salafiyah. Yang mengajarkan secara kelompok/individu yang mengkhususkan kitab-kitab klasik berbahasa arab. Metode ini biasa dikenal “mengaji kitab kuning”.

Buya Sattar kemudian Belajar tentang kitab Tafsir Hadist, Kitab Nahu. Langsung berguru kepada Ja’far, Guru Madji Abdul Ghafar, Abdul Saman Muhi.

Tepatnya di dusun Ulu Gedong di Madrasah Nurul Iman. Pondok pesantren Nurul Iman merupakan pondok pesantren kombinasi dan perpaduan antara pondok pesantren salafiyah (lama, dahulu, atau tradisional). Disebut shlafiyah karena pondok pesantren Nurul Iman menyelenggarakan pelajaran dengan dengan pendekatan tradisional. Pelajaran ilmu- ilmu agama Islam dilakukan secara individual (sorogan) dan secara kelompok (bandongan/klasikal) yang menghususkan kitab-kitab klasik berbahasa arab (kitab kuning). KH Abdul Satar Saleh beliau pada saat mengenyam pendidikan di pondok pesantren Nurul Iman pada masa itu beliau sangat menyukai pembelajaran salah satunya kitab Tafsir Hadis, kitab Nahu dan sebagainya. KH Abdul Sattar Saleh di mana saat mengenyam pendidikan di pondok pesantren Madrasah Nurul Iman beliau berguru dengan Ja‟far (orang tua dari Abdurrahman Sayuti), guru Madjid Abdul Ghafar, Abdul Saman Muhi (Mudir Nurul Iman). Selesai selama lima tahun pada tahun 1965.

Buya Sattar juga kemudian melanjutkan ke Jakarta. Di Universitas Islam As-Syafi’iyah. Mengambil jurusan dakwah. Termasuk juga memperdalam dengan Habib Salim bin Jindan, KH Mahmud Banten dan KH Nahwari Yogyakarta.

Tahun 1972 kemudian mengajar di pondok Pesantren Thafizul Qur’an Syech Amad Chatib . Dan kemudian menjadi imam rawatib di Masjid Al Ma’rifat di Lembang, Jakarta.

Tahun 1975 mendapatkan kesempatan Belajar di Mekkah. Mengambil jurusal Qismul Hadist selama 4 tahun.

Setelah menamatkan Pendidikan, tahun 1983 Buya Satar kembali ke Kampung Halamannya. Mendirikan masjid di Desa Talang Segagah.

Atas dukungan berbagai pihak, maka Buya Sattar kemudian mendirikan pesantren. Di Desa Titian Teras, Kecamatan Batang masumai. Dengan bentuk Yayasan Pendidikan Islam Syekh Maulana Qori. Ulama yang paling dihormati dan dikenal sebagai penyebar agama Islam pertama di Jambi. Terutama di Sarolangun dan Bangko. Sekitar abad 12. Beliau berasal dari Iraq.

Tidak lama kemudian berdiri Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Maulana Qori (STAI SMQ) Bangko. Pada awalnya bernama Sekolah Tinggi Ilmu Syari‟ah Syekh Maulana Qori (STISY SMQ) Bangko dengan program studi Qadha/peradilan agama.

Buya Sattar juga dikenal sebagai Pendiri pondok thafiz Al-Qur‟an yang didirikan di Desa Nedan yang letaknya tidak jauh dari Desa Titian Teras Kecematan Batang Masumai Kabupaten Merangin.

Disisi lain kiprahnya didunia politik juga dikenal sebagai anggota DPRD Kabupaten Sarko selama 3 Periode. Juga aktif wakil ketua MUI Kabupaten Sarko. Pada tahun 1992 sampai sekarang menjadi ketua MUI kabupaten Merangin, menjadi anggota Komisi Fatwa MUI Provinsi Jambi, Ketua Mukhtasar PCNU, Wakil Rais am, Rais Syuriah NU.

Sehingga tidak salah kemudian Buya Sattar dikenal sebagai tokoh yang dihormati berbagai kalangan. Termasuk juga masyarakat Sarolangun.

Baik CE maupun Al Haris yang sudah mengenal Buya Sattar sebagai “orang tua” yang sangat dihormati. Sehingga tidak salah kemudian kedatangan Al haris ditemani Buya Sattar menemui CE di rumah dinas kemudian begitu menyejukkan.

Terlihat kemudian setelah bertemu, Keduanya terlihat akrab dan seakan-akan Pilgub yang melibatkan persaingan keduanya baru-baru ini seperti tidak pernah terjadi.

Usai sudah perjalanan panjang pilgub Jambi. Diakhiri pertemuan yang didampingi oleh Buya Sattar.

(Direktur Media Publikasi Tim Pemenangan Al Haris-Sani)