Beranda blog Halaman 136

Nama Tim Media-Center Haris-Sani Dicatut Peras Pejabat, Musri Nauli : Tidak Benar Ini, Al Haris Memandang Profesional ASN

0

JAMBI – Pasca Pilgub Jambi dan Al Haris-Abdullah Sani jadi Gubernur-Wakil Gubernur Jambi terpilih, nama tim media-center Haris-Sani malah dicatut oknum tak bertanggungjawab. Oknum itu dikabarkan berupaya memeras pejabat Pemprov Jambi untuk “keamanan” jabatannya.

Terkait informasi ini, Musri Nauli SH, Direktur Media dan Publikasi Haris-Sani, menegaskan bahwa oknum tersebut mencatut nama tim Haris-Sani. Dan baik Al Haris maupun Abdullah Sani, tidak akan melakukan hal itu karena keduanya memandang profesionalitas seorang aparatur sipil negara (ASN) ketimbang faktor kedekatan.

“Tidak benar ini. Sudah jelas-jelas Al Haris itu memandang seorang dari profesionalitas dan track record kinerjanya. Bukan dengan cara-cara kotor. Ini dibuktikan Haris di Merangin selama menjabat sebagai Bupati Merangin,” tegas Musri Nauli, kepada media, Rabu (6/1/2021).

Karena itu, ia mengingatkan agar semua pihak, baik ASN maupun pihak lain, untuk tidak mudah percaya iming-iming ataupun janji-janji dari seseorang yang mengatasnamakan tim Haris-Sani.

“Ingat, jabatan itu amanah. Kalau kinerja baik, tentu hasilnya juga baik. Usaha tak menghianati hasil,” tambah Bang Nauli -sapaan akrab Musri Nauli-.
Terkait oknum yang mengatasnamakan tim media dan center Haris-Sani, untuk iming-iming jabatan, Bang Nauli menegaskan hingga saat ini tim sedang menelusuri siapa orangnya.
“Nanti kita akan pikirkan mau dibawa ke ranah hukum atau tidak. Tergantung seberapa besar efeknya kepada korban. Sekali lagi kami ingatkan, jangan percaya pihak-pihak yang mengatasnamakan Haris-Sani, percaya dengan prosedur dan aturan yang berlaku,” tutupnya.(*)

PEMIMPIN MUDA

Pilkada Jambi ternyata menghasilkan optimisme terhadap masa depan Politik Jambi. 

Terlepas proses hukum tengah bergulir seperti PHPU Pilgub Jambi dan PHPU Kotamadya Sungai Penuh, pemimpin yang dihasilkan membangun optimisme ditengah masyarakat.
Dari hasil penghitungan suara yang diraih dan penetapan KPU Provinsi Jambi, Al Haris-Sani dinyatakan sebagai pemenang Pilkada Jambi. Sekaligus sebagai Gubernur Jambi. Dan Abdullah Sani sebagai Wakil Gubernur Jambi 2021-2024.
Begitu juga Pilkada di Kotamadya Sungai Penuh. Menempatkan Ahmadi Zubir sebagai Walikotamadya Sungai Penuh. Dan Alvia Santoni sebagai Wakil Walikotamadya Sungai Penuh.
Apabila disandingkan dengan pilkada dibeberapa tempat seperti Pilkada Batanghari, Pilkada Bungo dan Pilkada Tanjabtim, maka ada catatan menarik.
Pertama. Dilihat dari usia kepala daerah yang terpilih. Al Haris sebagai Gubernur terpilih dan ditetapkan KPU Provinsi Jambi berusia 47 tahun. Fadhil Arief sebagai Bupati Batanghari baru berusia 45 tahun. Mashuri sebagai Bupati Bungo berusia 48 tahun. Dan Romi Hariyanto sebagai Bupati Tanjung Jabung Timur yang berusia 45 tahun.
Dengan demikian, dilihat dari rentang usia, maka Al Haris hanya berusia 2-4 tahun diatas usia dari Walikota dan Bupati yang terpilih. Al Haris hanya dilewati usia satu tahun oleh Bupati Bungo.
Melihat bagaimana usia Kepala Daerah terpilih yang berkisar dari 45 – 48 tidak salah kemudian para kepala Daerah yang terpilih adalah pemimpin muda. Usia yang relatif sedang matang-matang dalam konsep berfikir dan masih lincah menerima gagasan.
Kepala daerah di Jambi hanya terpaut hanya 6-8 tahun dari Joko Widodo (Jokowi) ketika terpilih menjadi Presiden tahun 2014. Saat itu usia Jokowi 53 tahun.
Usia 45 – 48 tahun adalah usia emas dari puncak karir politi. Bahkan Barack Obama ketika menjadi Presiden Amerika Serikat ke 44 tahun justru malah berusia 47. Dan media-media internasional justru menempatkan Obama sebagai Presiden yang terpilih di usia relatif muda.
Membaca usia kepala daerah yang terpilih dengan rentang usia dibawah 50-tan atau berkisar 45 – 48 tahun membangun optimisme didalam mengakselerasi program-program nasional ditingkat daerah.
Usia Jokowi yang masih lincah, gesit dan terampil menguasai lapangan harus diimbangi oleh Kepala Daerah yang usianya tidak terpaut jauh. Sehingga langgam dan langkah Jokowi mampu dengan lincah dilaksanakan oleh aparat pemerintah di daerah.
Optimisme yang dilihat dari usia relatif muda terhadap kepala daerah salah satu pilihan rakyat Provinsi Jambi.
Dan sejarah kemudian mencatat. Pilihan Rakyat Jambi adalah gambaran pandangan politik dan optimisme terhadap kemajuan demokrasi di Jambi.

Direktur Media Publikasi dan Opini Tim Pemenangan Al Haris-Sani

 

 

Vlog Wo Haris Hari Ini: Berkelililng Kota Bangko Nyetir Mobil Sendiri Ditemani Istri

JAMBI  – Mengawali awal tahun 2021 di hari libur, Bupati Merangin, Al Haris ditemani istri, Hesti Haris berkeliling Kota Bangko dengan menyetir mobil sendiri.

Hal ini diketahui dari unggahan video melalui akun Instagram pribadinya @alharismrg23, Minggu 3 Januari 2021.

“Selamat siang warga Jambi yang saya cintai, saya sedang berkeliling di Kota Bangko untuk melihat kebersihan di Kota Bangko. Baik itu, sampah-sampah, kemudian juga termasuk aktivitas warga di Kota Bangko di tahun 2021 ini,” kata Al Haris sembari menyetir mobil sendiri.

Dirinya berharap, Kota Bangko yang merupakan salah satu Kota Adipura. Bahkan di Sumatera, Kota Bangko ini merupakan salah satu kota kecil percontohan nasional.

“Kita ingin mempertahankan ini semua, warga Kota Bangko sadar akan hidup bersih, sehat dan menjaga jangan sampai Covid-19 semakin banyak. Hari ini Alhamdulillah Merangin mulai berkurang kasus Covid-19,” ujarnya.(*)

Vlog Haris Hari Ini : ‘Covid, Jangan Lupa Olahraga’

0

JAMBI – Memperkuat sistem imun tubuh, dipercayai dapat melindungi tubuh dari berbagai penyakit, termasuk virus yang saat ini melanda yakni, Corona Virus Disiase 2019 (Covid-19).

Memperkuat imunitas tubuh ini ada berbagi cara, diantaranya melakukan olahraga yang rutin dan teratur setiap harinya.

Pagi ini, Rabu (30/12/2020), Bupati Merangin Al Haris melalui vlognya yang diunggah di akun Instagram pribadinya @alharismrg23 menyampaikan di saat Covid-19 ini jangan lupa berolahraga.

“Pagi ini saya olahraga di seputaran Kemayoran, jalan pagi, lari dan habis ini senam. Di depan ini kita lihat para lansia yang sedang senam,” kata Al Haris.

Dirinya juga menitipkan pesan dan tips, bahwa dalam kondisi Covid-19 ini jangan lupa kita melakukan olahraga, karena olahraga merupakan cara memperkuat imun tubuh kita.

“Tentu olahraga yang teratur dengan waktunya yang baik, atau bisa juga dengan berjemur di pagi hari,” katanya.(*)

Al Haris: Hidup Ini Harus Sabar, Ikhlas dan Bersyukur kepada Allah SWT

JAMBI – Usai menjalani cuti kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi 2020, Al Haris tetap fokus melakukan tugasnya sebagai Bupati Merangin.

Setelah memantau Posko Operasi Lilin 2020, pagi ini Jumat (25/12/2020) Al Haris ikut mengantri di salah satu SPBU di Merangin bersama masyarakat lainnya.

Hal ini diketahui dari video yang diunggah Al Haris melalui akun Instagram pribadnya @alharismrg23.

“Selamat pagi, pagi Jumat yang barokah. Mudah-mudahan pada hari ini Allah muliakan kita semua, karena kita muliakan Hari Jumat yang merupakan hari raya bagi kaum laki-laki,” kata Al Haris yang didampingi istrinya Hesti Haris.

Dirinya mengatakan jika saat itu sedang mengantri di SPBU untuk mengisi BBM bersama masyarakat lainnya.

“Kita budayakan antri, sudah cukup lama kita antri tadi, karena kita harus sabar. Hidup ini harus sabar, harus ikhlas dan harus pandai bersyukur kepada Allah SWT. Jadi kita nikmati hari ini, dan doa kami semoga warga Jambi diberikan kesehatan dan keselamatan oleh Allah SWT,” katanya.(*)

Buka Workshop Kesekretariatan DPC PKB se Jambi, Ini Kata Sofyan Ali

0

JAMBI – Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jambi menggelar kegiatan pelatihan dan workshop Kesekretariatan untuk seluruh DPC se Provinsi Jambi, selasa (22/12).

Pelatihan dan workshop ini dibuka langsung oleh Ketua DPW PKB yang juga menjabat sebagai anggota DPR-RI Sofyan Ali, SH dan diikuti oleh seluruh perwakilan dari DPC seprovinsi Jambi.

Dalam sambutannya, Sofyan Ali mengatakan pelatihan yang dilaksanakan mulai tanggal 22 sampai 26 Desember untuk meningkatkan skill dan kemampuan staf sekretaiat dari pengurus DPC.

“Pelatihan ini sangat penting bagi staf sekretariat pengurus dari DPC dari Kabupaten/Kota Seprovinsi Jambi,” kata Sofyan Ali.

Menurutnya, seluruh kader yang mengikuti kegiatan pelatihan dan workshop kali ini akan menjadi ujung tombak untuk DPC PKB dalam hal administrasi di Internal Partai.

”Para kader yang mengikuti pelatihan tersebut menjadi ujung tombak bagi partai juga negara. Selamat menimba ilmu untuk para sahabat-sahabat, kalian pasukan terdepan dalam hal sekretariat, dan juga kekuatan bangsa dan negara,” jelasnya

Gugatan Pilgub Jambi ke MK, Pengamat: CE-Ratu Sulit Menang Tanpa Didukung Bukti yang Kuat

0

JAMBI- Penetapan pemenang Pilgub Jambi 2020, saat ini masih harus menunggu proses yang berjalan di Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia. Hal ini karena Paslon 01 Cek Endra-Ratu Munawaroh sudah mengajukan gugatan ke MK.

Menanggapi pengajuan gugatan ini, pengamat politik Jambi, Drs. H. Navarin Karim, M.Si mengatakan jika seandainya yang dihadapi pemenangnya adalah petahana akan kuat posisi CE-Ratu untuk menang, karena dianggap fungsi petahana lebih menguasai. Sebaliknya karena ini sama-sama penantang jadi sulit untuk menang.

“Namun, saat ini faktanya tidak. Ternyata suara yang diperoleh petahana (Fachrori Umar, red) jauh dari dua bupati (Cek Endra dan Al Haris, red), sekarang tinggal perjuangan Cek Endra melalui pengacaranya yaitu Yusril Ihza Mahendra,” kata Navarim, Kamis (24/12/2020).

Tapi, dalam perjuangan di MK tidak semudah itu juga, dosen senior di UNJA ini mengatakan untuk meraih kemenangan CE-Ratu harus membawa bukti-bukti yang kuat, tapi kalau tidak di dukung bukti-bukti yang kuat malah sebaliknya.

Lalu, bagaimana dengan kejadian Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM) kalau pemenang bukan kandidat petahana. Mengena hal ini ia mengatakan semua ini kembali tergantung ke alat bukti, dan memang harus dibuktikan dengan alat bukti yang kuat.

“Walaupun bukan petahana, kalau bisa mereka membuktikan tentu akan kuat, tinggal bagaimana alat buktinya. Intinya semuanya bisa terjadi, bisa kalah dan bisa menang. Tergantung alat buktinya kuat apa tidak nantinya dan tinggal nanti di sidang MK, apa saja alat bukti yang dipaparkan,” ujarnya.

Untuk diketahui, dari hasil perhitungan suara tingkat provinsi oleh KPU Provinsi Jambi 19 Desember 2020, Paslon 03 Al Haris-Abdullah Sani meraih suara terbanyak dengan memperoleh 596.621 suara

Sementara, Paslon 01 CE-Ratu memerolah 585.203 suara dan Paslon 02 yang merupakan petahana Fachrori-Syafril memperoleh 385.388 suara.(*)

Berhentikan PPK Terlibat Penggelembungan Suara, Wakil Ketua Muhammadiyah Jambi Apresiasi Kinerja KPU Sungai Penuh

0

JAMBI- Sikap tegas KPU Kota Sungai Penuh yang memberhentikan 5 panitia pemilihan kecamatan (PPK) Koto Baru, karena terlibat penggelembungan suara 01, diapresiasi Wakil Ketua Muhammadiyah Provinsi Jambi Nasroel Yasier.

Menurut Nasroel Yasier, sikap tegas KPU Kota Sungai Penuh memberhentikan 5 PPK Koto Baru itu, membuktikan bahwa KPU masih menjalankan fungsinya sebagai penyelenggara Pilkada dan sebagai penjaga demokrasi di Jambi khususnya dan Indonesia umumnya.

“Kita berikan dua jempol kepada KPU Kota Sungai Penuh. Sikap seperti ini yang membuat demokrasi kita jadi terjaga dan jauh dari kecurangan sehingga bisa berjalan secara jujur dan adil,” ungkap Nasroel Yasier, kepada media, Rabu (23/12/2020).

Sanksi administrasi pemberhentian PPK itu, dinilainya tindakan tepat yang sudah dilakukan KPU Kota Sungai Penuh. Tinggal lagi Gakkumdu Kota Sungai Penuh mengusut tuntas sanksi pidana atas kecurangan penggelembungan suara paslon 01 tersebut.

Namun Nasroel Yasier percaya bahwa penegak hukum, baik polisi maupun kejaksaan, akan menjalankan tugasnya dengan baik sebagai penyelenggara pemilu dan juga penjaga demokrasi di Indonesia.

“Pelaku penggelembungan suara sudah diketahui dan diberi sanksi administrasi. Tinggal lagi menemukan siapa pelaku yang menyuruh PPK itu menggelembungkan suara. Kalau sudah terbuka lebar, masyarakat pasti akan mengapresiasi kinerja KPU, Polisi dan Kejaksaan yang tergabung dalam Gakkumdu Pemilu,” tutupnya.

Untuk diketahui, dikutip dari laman detik.com, KPU Kota Sungai Penuh, memberhentikan 5 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Koto Baru. Kelima anggota PPK itu terbukti melakukan penggelembungan suara di Pilgub Jambi 2020.

“Lima anggota PPK Koto Baru yang diberhentikan yakni, Heri Gusman (Desa Sri Menanti). Andri Kardiansyah (Desa Dujung Sakti), Rydo Adewijaya (Desa Sri Menanti). Rengki Noviresar (Desa Koto Limau Manis) dan Eka Gunawan (Desa Dujung Sakti),” keterangan dari surat pemberitahuan KPU Kota Sungai Penuh yang diterima detikcom, Rabu (24/12/2020).

Pemberhentian tersebut teregister di laporan dengan nomor 940/HK.06.4-Pu/1572/KPU-Kot/XII/2020. Surat ini ditandatangani oleh Ketua KPU Sungai Penuh, Irwan.

Pemberhentian 5 anggota PKK Koto Baru itu diketahui atas dugaan pelanggaran kode etik, kode perilaku, sumpah dan fakta integritas.

Untuk diketahui, sebelumnya Tim paslon nomor urut 3 Al Haris-Abdullah Sani pada 15 Desember 2020 yang lalu melaporkan adanya dugaan penggelembungan suara yang menguntungkan paslon di Pilgub Jambi 2020 yakni Cek Endra dan Ibu Tiri Zumi Zola, Ratu Munawaroh ke Bawaslu Sungai Penuh.

Pada laporan tersebut, tim paslon Al Haris-Abdullah Sani melaporkan adanya pengurangan suara terhadap paslon nomor urut 2 Fachrori Umar-Syafril Nursal yang berkurang hampir 2000, dan suara paslon nomor urut 1 Cek Endra-Ratu bertambah hampir 2000.

Dugaan kecurangan ini, akhirnya terbukti saat pleno Kota Sungai Penuh Rabu malam 16 Desember 2020, dan disepakati suara Cek Endra-Ratu dikurangi 2000. Sebaliknya, Fachrori-Syafril bertambah 2000.

Komisioner KPU Kota Sungai Penuh Jambi, Fadli Khairan, membenarkan adanya kecurangan yang dilakukan 5 anggota PPK untuk menguntungkan suara pada paslon 01 Cek Endra dan Ibu Tiri Zola, Ratu Munawaroh.

“Yang digelumbungkan suara itu untuk Pilgub Jambi adalah dari paslon 01 Cek Endra dan Ratu Munawaroh. Suara yang dirugikan itu ada dari paslon 02 dan ada juga dari suara paslon 03,” kata Fadli Khairan saat dihubungi detikcom.

5 PKK itu juga dikatakan Fadli juga sudah mengakui perbuatannya dengan menggelembungkan suara paslon 01 itu di Pilgub Jambi.(*)

Kasus Penggelembungan Suara di Sungai Penuh, 5 PPK Koto Baru Diberhentikan

0

JAMBI _Buntut kasus penggelembungan suara di Kota Sungai Penuh, tepatnya di Kecamatan Koto Baru, 5 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Koto Baru diberhentikan tetap.

Hal ini diketahui dari pengumuman KPU Kota Sungai Penuh dengan nomor 940/HK.06.4-Pu/1572/KPU-Kot/XII/2020 tentang pemberhentian tetap anggota PPK Koto Baru atas dugaan pelanggaran kode etik, kode perilaku, sumpah/janji dan/atau fakta integritas.

Pada surat yang tertanggal 23 Desember 2020 yang ditandatangani Ketua KPU Kota Sungai Penuh, Irwan menyatakan bahwa KPU Kota Sungai Penuh memberhentikan 5 anggota PPK Koto Baru.

“Lima anggota PPK Koto Baru yang diberhentikan yakni, Heri Gusman (Desa Sri Menanti). Andri Kardiansyah (Desa Dujung Sakti), Rydo Adewijaya (Desa Sri Menanti). Rengki Noviresar (Desa Koto Limau Manis) dan Eka Gunawan (Desa Dujung Sakti),” bunyi pemberitahuan KPU Kota Sungai Penuh.

Untuk diketahui, sebelumnya Tim Pemenangan Al Haris-Sani pada 15 Desember 2020 yang lalu melaporkan adanya dugaan pengelembungan suara yang menguntungkan Cek Endra-Ratu Munawaroh ke Bawaslu Sungai Penuh.

Pada laporan tersebut, diketahui suara Paslon 02 Fachrori-Syafril berkurang hampir 2000, dan suara 01 CE-Ratu bertambah hampir 2000.

Dugaan kecurangan ini, akhirnya terbukti saat pleno Kota Sungai Penuh Rabu malam 16 Desember 2020, dan disepakati suara CE-Ratu berkurang. Sebaliknya, kehilangan 2000 suara Fachrori-Syafril kembali.

“Suara yang berkurang sudah kembali, kecurangan tersebut terbukti di pleno Kota Sungaipenuh,” kata Ketua Rumah Perjuangan Fachrori-Syafril, Miftahul Ikhlas.(*)

CATATAN TERCECER (4)

0

DALAM kisah yang menjadi perhatian dan menjadi sorotan public tidak dapat dilepaskan Kisah David vs Goliath.

David adalah seorang gembala. Melawan seorang raksasa yang akan menjadi kemenangan yang akan mudah diraih.

Pertempuran David vs Goliath adalah pertempuran “hal mustahil”. Tidak ada satupun percaya David akan mengalahkan Goliath. Atau sang gembala akan mengalahkan raksasa.

Goliath diibaratkan metafora raksasa. Dari segi kekuatan apapun tidak akan dikalahkan oleh manusia. Apalagi Cuma manusia gembala. Yang tidak mempunyai kekuatan apapun.

Goliath diibaratkan sebagai entitas besar. Kuat. Tidak terkalahkan.

Bandingkan dengan David. Seorang gembala. Bukan juga ksatria ataupun punggawa yang mempunyai kekuatan adidaya ataupun jurus mematikan. Tidak ada sama sekali.

David adalah entitas kecil. Dan tidak memungkinkan untuk mengalahkan entitas kuat.

Dalam setiap kehidupan, hampir pasti momentum ataupun peristiwa, melihatnya sebagai David vs Goliath. Atau “entitas kecil” melawan entitas kuat.

Kisah yang paling diingat penggemar sepakbola ketika pertandingan Sepakbola Liga Champion Liverpool vs AC Milan tahun 2005.

Bayangkan. Liverpool harus menerima kenyataan pahit. Babak Pertama sudah kebobolan tiga gol.

Namun bak “David vs Goliath”, babak kedua kemudian justru adrenalin Liverpool malah semakin menggila.

Pepatah klasik sepakbola “sebelum peluit berbunyi. Apapun peristiwa bisa saja terjadi” semakin menemukan mantranya.

15 menit memasuki babak kedua, justru Liverpool membalas. 3 gol. Dan itu menjadi sejarah yang paling dikenang sejarah. Ada juga menyebutkan “Keajaiban Istanbul 2005”. Keajaiban yang tidak mungkin dipikirkan manusia.

Keajaiban bak kisah “David vs Goliath”.

Lagi-lagi kisah cerita David vs Goliath dapat dilihat dari peristiwa politik Pikada Jambi 2020.

Seluruh kandidat yang memenangkan pilkada Jambi 2020 adalah David. Sama sekali tidak diperhitungkan oleh siapapun. Termasuk Lembaga survey yang tidak pernah menempatkan mereka sebagai pemenang.

Cerita David vs Goliath adalah cerita yang menginspirasi. Sekaligus memberikan kekuatan kepada kandidat untuk tetap berjuang.

Tidak salah kemudian para pemenang Pilkada Jambi 2020 adalah kisah David vs Goliath.

Dan kisah itu bisa kita ceritakan kepada anak cucu kita. Yang rindu demokrasi. Tanpa mengenal sekat batas. Sekaligus menghasilkan pemimpin yang dipilih rakyat.