Beranda blog Halaman 137

Subhanallah, Dr Maulana serahkan bantuan Baznas Kota Jambi senilai Rp. 690.000.000

JAMBI – Selasa 22 des 2020 bertempat di MAKO Damkar kota Jambi Baznas Kota Jambi melaksanakan acara penyaluran donasi dari masyarakat senilai Rp. 690.000.000.Menurut keterangan Ketua Baznas Kota Jambi, Syamsir Naim, bahwa penyaluran kali ini alokasi penerima manfaatnya adalah :

1. Bantuan renovasi 50 masjid/musholla @Rp. 5.000.000
2. Bantuam biaya pendidikan untuk 600 siswa @Rp. 400.000
3. Bantuan 1.000 paket sembako buat penjaga kantin sekolah dan kaum dhuafa @Rp. 200.000

Acara dibuka oleh Bapak Wakil Walikota, Dr. Maulana sekaligus menyerahkan secara simbolis bantuan bantuan tersebut. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pemerintah daerah mengapresiasi atas acara. Dan beliau berharap dengan kepengurusan Baznas yang baru, Baznas dapat meningkatkan pengumpulan donasi sehingga akan semakin banyak yang dilakukan Baznas untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Dr. Maulana merupakan sosok yang juga dikenal sebagai pemimpin yang sangat peduli terhadap masyarakat dhufa. Hal ini kita rasakan jauh sebelum beliau menjadi Wawako sudah sering terlibat dalam kegiatan kegiatan sosial di masyarakat.

Baznas Kota Jambi menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi tinggi nya kepada para donatur yang telah dan terus percaya untuk mengamanahkan donasi nya di Baznas Kota Jambi.

BAZNAS KOTA JAMBI ELOK NIAN

Faisal Alwi Imbau Kader-Tokoh Senior Duduk Bahas Masa Depan Golkar Jambi

JAMBI  – Mencermati kekalahan telak Golkar di Pilkada Serentak Jambi 2020, Faisal Alwi, salah seorang kader Golkar Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), mengimbau agar kader dan tokoh-tokoh senior Golkar duduk bersama.

Menurut Faisal, rembuk kader dan tokoh senior Golkar ini, untuk membahas masa depan partai berlambang pohon beringin ini di masa depan.

“Mari duduk bersama untuk menengok ke belakang, ke samping kiri kanan serta menatap pandangan ke depan,” ungkap Faisal Alwi, kepada media.

Menurutnya, keberlangsungan partai yang sudah berusia tua ini, harus dibahas secara bersama-sama. Supaya Golkar, di masa mendatang tetap menjadi partai yang disegani di Provinsi Jambi.

Selain itu, Faisal mengaku bahwa musyawarah daerah (musda) Golkar setelah Cek Endra menjabat sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Jambi, ditunda hingga selesai Pilkada Jambi 2020.

“Dari awal jauh sebelum pilkada, saya sudah sarankan CE agar pelaksanaan musda di setiap kabupaten setelah pilkada. Supaya tidak menimbulkan intrik dan konflik di internal partai,” jabar Faisal Alwi, lagi.

Selain itu, dengan musda usai Pilkada, solidaritas dan integritas kader dan pengurus sebagai mesin politik partai, bisa berjalan maksimal.(*)

Kalah Pilgub Ngadu ke MK, Ini 5 Pelanggaran CE-Ratu

0

JAMBI – Tak terima kalah Pilgub Jambi, Paslon CE-Ratu mengaku ke MK. Padahal, sejumlah pelanggaran pemilu malah dilakukan oleh pasangan calon Gubernur Jambi Cek Endra – Ratu Munawaroh, sebelum dan sesudah hari pencoblosan 9 Desember 2020.

Menurut Direktur Center Haris Sani, Hasan Mabruri, bahkan beberapa pelanggaran telah dilaporkan ke aparat berwenang, termasuk Satgas Covid 19 dan Bawaslu Jambi.

Namun anehnya, pasangan ini malah menggugat perolehan suara yang ditetapkan oleh KPU Provinsi Jambi pada 19 Desember 2020.

Seperti diketahui, pasangan 01 Cek Endra kalah suara dari pasangan Haris Sani berdasarkan perolehan suara yang ditetapkan oleh KPU Provinsi Jambi.

Berikut daftar pelanggaran yang dilakukan pasangan 01 yang kalah suara dari pasangan Haris-Sani.

1. Pelanggaran protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19 di Desa Lubuk Landai, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, pada 27 September 2020.

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bungo, Abdul Hamid, mengatakan, kampanye Cek Endra saat itu dibubarkan karena melanggar prokes dan tidak punya izin dar Gugus Tugas dan kepolisian.

2. Kampanye di masa tenang, di Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjab Timur.

Kasus ini telah dilaporkan ke Bawaslu Tanjung Jabung Timur. Namun oleh Gakkumdu setempat laporan ini dihentikan dengan alasan tidak memenuhi unsur. Menurut pelapor, Syaiful Bakrie, pengghentian kasus ini janggal, sebab saksi terlapor (Cek Endra) tidak pernah sama sekali menghadiri panggilan Gakkumdu.

Syaiful akhirnya memutuskan melaporkan Bawaslu dan Gakkumdu setempat ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

3. Kampanye di minggu tenang oleh pasangan Cek Endra, Ratu Munawaroh di Perumahan Pemata Hijau, Kota Jambi pada 6 Desember 2020. Kasus ini juga sudah dilaporkan ke Bawaslu Kota Jambi.

4. Pelibatan oknum Komisaris BUMN PT Adi Persada Property Cecep Suryana, oleh Ratu Munawaroh.

5. Kasus teranyar adalah kasus “pencurian” suara pasangan 02 untuk menggelembungkan suara Cek Endra Ratu Munawaroh di Kotobaru, Kota Sungaipenuh.

“Pada dasarnya, pasangan 01 sangat banyak melalukan pelanggaran. Daftar ini hanya sebagian kecil saja yang kita apungkan ke publik, masih banyak kasus pelanggaran lain yang masih kita pegang, berdasarkan laporan tim kita di lapangan. Nanti saatnya kita buka juga,” kata Hasan Mabruri. (***)

Hasan Mabruri: Jangan Karena Kalah, Kehilangan Akal Sehat

JAMBI– Tudingan demi tudingan dari Paslon 01 Cek Endra-Ratu Munawaroh terkait proses pelaksanaan Pilkada Gubernur Jambi mulai mengarah ke fitnah, ketidak siapan menerima kekalahan dalam proses tersebut membuat mereka mencari cari kesalahan, sampai akhirnya mengeluarkan tudingan tanpa dasar.

Misalnya, pernyataan Direktur Media Center CE-Ratu, Desi Ariyanto dalam beberapa media yang heran dengan tingginya partisipasi pemilih di Merangin, yang menurutnya mencapai 90 persen, faktanya, partisipasi pemilih di Merangin yang merupakan basis pemenang Pilgub Dr. H. Al Haris hanya 68,23 persen.

Menanggapi hal ini, Direktur Centre Haris-Sani merasa heran. ”What.? 90 persen, coba bilang ke tim pak CE, boleh tidak terima kalah dalam pertarungan, hanya saja jangan menebar berita bohong, data yang kami dapat, partisipasi pemilih di Merangin hanya 68 persen, tidak jauh berbeda dengan Kabupaten lain. Dalam catatan kami, partisipasi pemilih tertinggi itu ada di Kota Sungai penuh yang mencapai 84 persen, dan disana pasangan CE-Ratu lebih unggul dari Haris-Sani,” tegas Hasan Mabruri, Senin (21/12/2020).

Terkait tuduhan dugaan terjadinya pelanggaran yang bersifat TSM (Terstruktur, Sistimatis dan Massif), lagi-lagi Hasan mengaku bingung. ”Setau kami pak Haris dan Pak CE Endra sama-sama bupati aktif, Cek Endra Bupati Sarolangun, Bapak AL Haris Bupati Merangin. Bagaimana caranya melakukan TSM, sementara masing-masing memegang wilayah, kalaupun ada TSM, harusnya diarahkan ke Gubernur Patahana, tapi faktanya, Incumben sendiri menempati posisi ketiga,” urainya urainya sambil geleng geleng kepala.

Pihak CE-Ratu menurutnya harus berkaca.”Harusnya mereka berkaca, siapa sebenarnya yang banyak melakukan pelanggaran. Ingat, pak CE dilaporkan ke Bawaslu terkait dugaan kampanye dimasa tenang yang jelas-jelas tidak boleh, Buk Ratu juga dilaporkan dengan kasus yang sama. Kasus lain yang sangat terang yakni, telah terbukti terjadinya penggelembungan suara CE-Ratu di Kecamatan Kota Baru Kota Sungai Penuh, jumlah penambahan suara CE-Ratu secara illegal tidak tanggung-tanggung, mencapai 2000 suara, ini fakta tak terbantahkan, dan sudah terbukti dalam rapat pleno KPUD Kota Sungai Penuh, maling kok malah teriak maling,” terangnya.

Ditanyakan bagaimana mengenai kelanjutkan kasus yang melibatkan PPK ini, Hasan mengatakan jika saat ini laporan itu masih berproses di Bawaslu Sungai Penuh.

Tak hanya itu, bentuk dugaan percobaan kecurangan lainnya yakni adanya bukti chat yang tersebar di media sosial. Misalnya, diduga chat Cik Marleni, anggota DPRD Sarolangun yang juga merupakan adik kandung CE-Endra, dalam chat grup WA bernama CM Setia tersebut, diduga Cik Marleni mengatur scenario untuk menaikkan suara Ce-Ratu di kawasan Mandiangin setelah proses pemilihan. ”Ini yang terkuak, tidak menutup kemungkinan banyak kejadian lain yang belum terkuak,” tambahnya.

Terkait herannya tim CE terhadap perolehan suara Al Haris di Kecamatan Jangkat, Hasan Mabruri semakin heran. ”Lho, dukungan tinggi yang didapat secara legal kok heran. Kalau hanya berasumsi, bagaimana dengan perolehan suara CE-Ratu di 3 TPS desa Mandiangin Tuo. Dimana CE memperoleh suara 100 persen di tiga TPS, jangankan Cagub 02 dan 03, suara tidak sah pun tidak ada disana. Bicara logika, apakah ini masuk akal? Tentu tidak. Tapi Pilkada tidak bisa hanya bicara logika dan asumsi, kita harus menyampaikan bukti bila ada dugaan kecurangan. Jadi sebaiknya Cagub 01 berkaca, jangan karna kalah lalu kehilangan akal sehat, jika politik seperti ini yang dikedepankan, yang rugi adalah masyarakat, yang rugi adalah Jambi,” tandasnya.

Untuk itu, ia berharap kepada semua pihak untuk bisa menjadi orang sehat setelah Pilkada. Jangan setelah Pilkada malah jadi orang sakit. Jika memang hebat dan pintar, berikan contoh yang baik, kasian masyarakat harus ikut larut dalam opini yang tidak berdasar yang bahkan cenderung menuding untuk menutupi kebobrokan sendiri.

THE REAL WINNER PILKADA JAMBI 2020 (5)

0

Disaat aura suara yang diraih Al Haris-Sani mencapai 596 ribu (38,1 %) mengungguli CE-RM tidak dapat dipungkiri, tolehan wajah tidak dapat dipisahkan kepada dua orang yang mengatur irama Tim Pemenangan .

Pertama. H. Madel. Dan kedua Hasan Mabruri (Bohok).

Teringat awal-awal ketika tim pemenangan dideklarasikan atau sebelumnya ketika Al Haris mendatangi kediaman H. Madel, para pendukung kandidat lain dengan cemooh kemudian sempat merasakan kemenangan.

Untuk apa  memimpin Tim Pemenangan. Sedangkan maju jadi Bupati saja kalah. Seketika itu saya kemudian kaget. Alangkah meremehkannya terhadap Madel. Seorang peletak dasar pembangunan Kabupaten Sarolangun.

Sebagai birokrat tulen, kiprah Madel tidak boleh diremehkan. Namanya dikenal dikalangan birokrat yang sekarang menguasai pemerintahan. Baik di Kabupaten Sarolangun sendiri maupun di Pemerintah Provinsi Jambi. Kiprah Madel dapat dikatakan seperti Hasip Kalimuddin Syam (Hasip). Keduanya dikenal birokrat tulen. Meniti karir dari bawah hingga menjadi Bupati.

Baik Hasip dan Madel, kedua namanya masih dibicarakan ditengah masyarakat. Baik “jejak kakinya” maupun berbagai program unggulan yang kemudian masih dapat dilihat hingga sekarang. Tentu saja tidak mudah bertemu dengan keduanya. Selain karena “kesepuhan”, wawasannya hingga berbagai nama kebesarannya membuat orang menjadi sungkan ataupun sekedar bertamu.

Sehingga ketika keduanya kemudian terlibat aktif mendukung Al Haris maju menjadi Gubernur Jambi bukanlah sekedar silahturahmi biasa. Tentu saja keduanya mempunyai referensi yang kuat tentang Al Haris. Termasuk kemudian keduanya berhasil menjadi bagian penting dari tim Pemenangan Al Haris-Sani. Ditunjuknya Madel sebagai Ketua Pemenangan Al Haris-Sani juga menjadi bagian penting didalam mengelola tokoh-tokoh adat yang menjadi bagian dari tim Al Haris-Sani.

Hampir semua anggota tim pemenangan begitu respek dengan Madel. Selain karena keseniorannya, wawasan tentang pemerintahan, juga jam terbang yang tinggi dengan yang lain. Bahkan didalam rapat-rapat tim pemenangan, hampir praktis, Madel menguasai detail data-data tentang Jambi, lumbung-lumbung suara, tokoh-tokoh yang berhasil masuk. Bahkan Madel tidak segan-segan untuk menggelar rapat mendadak untuk menyikapi perkembangan politik yang harus diberikan respon cepat.

Cara memimpin Madel membuat tim Pemenangan praktis jauh dari sepi intrik ataupun saling sikut didalam tim. Madel berhasil memadukan tim milenial dengan tokoh-tokoh adat yang dihormati. Atau berbagai partai yang mendukung Al Haris-Sani yang tentu saja mempunyai dinamika yang berbeda. Namum Madel mampu menjaga ritme tim pemenangan sehingga dalam satu barisan.

Dengan jam terbangnya, Madel dihormati kedua kandidat. Baik Al Haris sendiri tidak sungkan-sungkan menyapa dengan Om. Atau Yai Sani yang begitu menghormati Madel. Sehingga ketika pihak luar yang meremehkan Madel sama juga meremehkan kekuatan jaringan Madel yang sudah terkenal di Jambi. Meremehkan Madel ataupun sama sekali tidak memperhitungkan kekuatan Madel justru memberikan amunisi kepada tim pemenangan Al Haris-Sani.

Dengan cara meremehkannya, justru pihak diluar tim pemenangan sama sekali tidak memperhitungkan jaringan Madel dan kekuatan jaringannya. Cara pandang inilah yang kemudian membuat sebagian kalangan masih belum menerima kenyataan. Bagaimana Al Haris-Sani mampu menjulang suara. Mencuri suara dilumbung-lumbung lawan. Sembari menjaga ketat lumbung kandang sendiri.

Dipimpin Madel menjaga ritme Tim Pemenangan Al Haris-Sani dan berhasil mengantarkan Al Haris-Sani menjadi Champion sekaligus tamparan telak. Membungkam mulut yang sempat angkuh meremehkan Madel. Madel memang tidak boleh diremehkan. Tidak salah kemudian Madel saya kemudian menempatkan sebagai “The real winner Pilkada Jambi 2020”.

(Direktur Media Publikasi dan Opini Tim Pemenangan Al Haris-Sani)

Eks Kader Golkar dan PDIP Menang Pilgub Jambi, Ini Kata Pengamat

0

JAMBI  – Pilgub Jambi 2020 menjadi fenomena yang sangat menarik, pasalnya dari hasil rekapitulasi tingkat provinsi, kandidat yang unggul hanya berselisih tipis.

Dari hasil pleno, Paslon 03 Al Haris-Abdullah Sani meraih suara terbanyak dengan memperoleh 596.621 suara. Sementara, Paslon 01 CE-Ratu 585.203 suara dan Paslon 02 Fachrori-Syafril 385.388 suara.

Menariknya, Al Haris-Sani yang meraih suara terbanyak ini merupakan eks kader Golkar dan PDIP yang maju di Pilgub Jambi 2020 diusung oleh PAN, PKS dan PKB.

Sedangkan peraih suara terbanyak kedua CE-Ratu merupakan kandidat yang diusung Golkar dan PDIP di Pilgub Jambi 2020.

Al Haris sebelumnya merupakan Ketua Harian DPD II Golkar Merangin, dan Al Haris juga merupakan Bupati Merangin dua periode, dari 2013-2018 dan 2018-2023.

Melihat pada Pileg 2019, ditangan dingin Al Haris Golkar di Merangin juga berhasil meraih 6 kursi yang menempatkan kadernya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Merangin.

Sementara itu, Abdullah Sani merupakan kader PDIP yang pernah menjadi wakil walikota Jambi periode 2013-2018. Pada tahun 2018 Abdullah Sani maju sebagai calon walikota yang juga diusung oleh PDIP.

Kembali ke Pilgub Jambi 2020, Partai Golkar menyatakan mengusung Cek Endra yang merupakan Ketua DPD I Golkar Provinsi Jambi dan PDIP mengusung Ratu Munawaroh yang sebelumnya merupakan kader PAN.

Al Haris yang merupakan kader Golkar disaat itu, menyatakan diri mundur dan bergabung menjadi kader PAN. Sementara itu, Abdullah Sani juga mundur dari kader PDIP dan dikabarkan saat ini bergabung bersama PKB.

Atas fenomena menarik ini, pengamat pengamat politik Jambi, Dedek Kusnadi mengatakan kemenangan Al Haris-Sani memang mengejutkan, tidak diduga sebelumnya. Dari sejumlah survey sebelum Pilgub menunjukkan posisi Al Haris-Sani selalu di bawah CE-Ratu.

Menurutnya, ada beberapa analisis yang menjadi tolak ukur kemenangan itu. Pertama, Al Haris-Sani diuntungkan oleh mesin politik rivalnya yang tak bergerak maksimal. Mesin PDIP dan Golkar misalnya, tak kelihatan maksimal menyokong CE-Ratu. Sebagian kader Golkar yang merupakan loyalis Al Haris dan loyalis Hasan Basri Agus (HBA) ayah angkatnya, secara diam-diam memilih mendukung Al Haris.

“Begitupula sejumlah militan PDIP, masih simpatik dengan Abdulah Sani, yang merupakan kader PDIP 24 karat. Kesuksesan Al Haris-Sani mendulang suara besar di Kota Jambi ditopang jejaring Sani dan loyalisnya di PDIP yang masih aktif bergerak,” kata Dosen UIN STS Jambi ini, Senin (21/12/2020).

Kedua, Al Haris-Sani diuntungkan oleh sepak terjang Golkar dan PDIP yang kerap disorot banyak masalah di level pusat. Kelompok anti PDIP misalnya, memang banyak berada di kota besar, semisal Kota Jambi. Menjadi wajar ketika Al Haris-Sani bisa menang tebal di Kota Jambi, yang merupakan basis Ratu.

“Nama Ratu sedikit tenggelam sejak didukung PDIP. Sepanjang sejarah Pilgub di Jambi, calon yang diusung PDIP tak pernah mendapat tempat di hati masyarakat Jambi,” ujarnya.

Ketiga, tim pemenangan Al Haris-Sani piawai membangun narasi. Sehingga secara personal, value Al Haris-Sani timbul. Sementara kapasitas rivalnya tidak kelihatan menonjol. Al Haris misalnya, berhasil diidentikkan sebagai putra daerah dan Sani mewakili etnis Jawa.

Keempat, ia mengatakan Al Haris-Sani juga di topang infrastruktur tim yang sangat kuat dan solid. Al Haris disokong jejaring HBA. Juga diperkuat oleh dua ormas besar, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

“Jejaring NU dan Muhammadiyah dikelola dengan baik oleh Al Haris-Sani. Lewat jejaring PKB, Al Haris-Sani memungkinkan untuk mengaktifkan jejaring forum desa. Infrstruktur tim ini termenejemen dengan baik,” jelasnya.

Jejaring partai pengusung Al Haris-Sani dikatakannya juga solid. PKS dan PAN adalah dua partai yang memiliki kader militan. Apalagi PAN, yang punya pengelaman menang di sejumlah Pilgub.(*)

Husni Manap: Cek Endra di Golkar Perlu Dievaluasi

JAMBI – Satu per satu tokoh senior Golkar dan orang-orang yang dekat dengan lingkaran Golkar Jambi, angkat bicara terkait kekalahan telak partai ini di Pilkada Serentak Jambi 2020.

Husni Manap, adik kandung mantan Ketua DPD I Partai Golkar Jambi (alm) Zoerman Manap, menilai bahwa kekalahan Golkar ini menjadi bahan untuk mengevaluasi kepemimpinan Cek Endra sebagai Ketua DPD I Golkar Jambi.

“Iya, evaluasi pemimpin (Golkar, red),” ungkap Husni Manap kepada media, Minggu (20/12/2020).

Menurutnya, sejak dipimpin Cek Endra, Golkar mengalami penurunan drastis. Dari partai pemenang pilkada sekarang menjadi pecundang pilkada akibat kekalahan telak di Pilkada Serentak Jambi 2020. Dari 6 pilkada, Golkar kalah 4. Cuma menang di Bungo dan Tanjab Timur. Di Tanjab Timur, Golkar hanya sebagai partai pendukung karena Cabup Romy maju sebagai calon independent.

Husni mengatakan, di zaman (alm) Zoerman Manap, Golkar seringkali menang Pilkada karena sosoknya yang berperan sebagai ketua yang mengedepankan kader. (Alm) Zoerman dinilainya tidak egois.

“Kalau yang saya lihat Cek Endra ini, dia mau jadi ketua, sudah itu ikut pula nyalon gubernur. Sebenarnya tidak usah, cari kader lain, kan masih banyak kader lain (yang potensial),” beber Husni, lagi.

Ketika Golkar Jambi dipimpin (alm) Zoerman Manap, meski punya peluang untuk maju di Pilkada, Zoerman tak pernah egois mengambil peluang itu. Ia selalu berhasil menahan diri untuk mengedepankan kader-kadernya yang potensial dan kandidat yang muda tetapi berpotensi.

Dengan begitu, Golkar sering menjadi partai pemenang Pilkada karena insting (alm) Zoerman Manap yang kuat itu.

“Seperti Golkar mendukung Zulkifli Nurdin di Pilgub Jambi, Al Haris di Pilkada Merangin, Fasha di Pilwako Jambi dan Zumi Zola di Pilgub Jambi. Itu semua (alm) Zoerman yang ambil keputusan untuk Golkar. Semua menang,” papar adik kandung (alm) Zoerman Manap ini.

Selain itu, Husni melihat bahwa (alm) Zoerman Manap memimpin Golkar agar partai ini benar-benar bermanfaat untuk masyarakat Jambi. Karena itu, (alm) Zoerman selalu mementingkan kader di atas kepentingan pribadi.

Sedangkan Cek Endra, kata dia, malah mengedepankan ego pribadi dan tak mementingkan kader. Buktinya, kader yang tak mau menurut kata Cek Endra, akan dipindahkan atau malah “dibuang” dari kepengurusan.

“Kita lihat, kepemimpinan Cek Endra di Golkar ini tidak ada. Kader-kader Golkar (yang tak setuju dengan Cek Endra) akan dipindahkannya. Kalau (alm) Zoerman Manap, tidak mau yang begitu,” tambahnya.

Untuk diketahui, gerakan musyawarah daerah luar biasa (musdalub) Partai Golkar Jambi, sudah mencuat sejak beberapa pekan lalu. Mosi tak percaya kepemimpinan Cek Endra, membuat beberapa tokoh Golkar bergerak diam-diam menyiapkan Musdalub Golkar.

Meski tak menanggapi soal Musdalub Golkar ini, namun Husni Manap memberi sinyal terkait itu.

“Jadi kalo memang Cek Endra masih macam ini, saya rasa susah. Bisa-bisa nanti HBA jadi Ketua Golkar, saya jamin,” tutupnya.(*)

PKB Rilis Data Real Count Pilgub Jambi, Haris-Sani Menang 38,1 Persen

0

JAMBI – DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jambi merilis data real count Pilgub Jambi, berdasar pleno PPK di 141 kecamatan. Hasilnya, Al Haris-Abdullah Sani menang dengan perolehan suara 38,1 persen dari kandidat lain.

Sekretaris DPW PKB Jambi, Muhammad Jupri, menegaskan bahwa pasangan Al Haris-Abdullah Sani, memenangkan Pilgub Jambi 2020. Ini berdasar data rekap pleno PPK di 141 kecamatan dalam Provinsi Jambi.

“Pleno di tingkat PPK sudah rampung semua.141 kecamatan. Hasilnya Haris-Sani menang Pilgub Jambi,” tegas Sekretaris DPW PKB Jambi, Selasa (15/12/2020) sore.

Menurutnya, dari rekap pleno PPK itu, Haris-Sani mendapat 596.589 suara atau 38,1 persen dari kandidat lain. Disusul CE-Ratu 587.172 suara atau 37,5 persen dan FU-Syafril 383.639 atau 24,5 persen.

Diterangkan Bang Uje -sapaan akrab Muhammad Jupri-, hasil real count dari rekap PPK 141 kecamatan itu, tak jauh beda dengan quick count yang diadakan PKB.

“Intinya, Alhamdulillah kandidat kita menang. Wo Haris dan Kiyai Sani, mudahan-mudahan bisa menjaga amanah rakyat Jambi dan membangun Jambi agar lebih maju,” tambah Bang Uje.

Meski begitu, PKB dan partai koalisi pengusung Haris-Sani, tetap menghormati proses di KPU.

“Kita tetap kawal proses di KPU. Dan kita sangat menghormati dan sangat yakin KPU menjalankan tugasnya secara profesional,” tuturnya.

Menurutnya, pelaksanaan Pilkada serentak Jambi 2020, berlangsung dengan kondusif dan lancar.

Karena itu, mewakili PKB, Uje mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh elemen pemerintah yang berhasil menyukseskan pilkada serentak di Provinsi Jambi.

“Ini pesta rakyat, Alhamdulillah berlangsung damai dan lancar. Angkat topi untuk semua pihak yang berhasil melaksanakan hajatan besar ini,” tutupnya.(*)

Ditemani Isteri dan Anaknya, Al Haris Nyoblos di TPS 36 Pematang Kandis

0

JAMBI – Calon kuat gubernur Jambi nomor urut 3 Al Haris, memberikan hak suaranya di Merangin.

Rabu pagi, sekitar pukul 10.00 WIB, Al Haris bersama isterinya Hesti Haris dan kedua anaknya Rivaldi dan Nabila mendatangi TPS 36, Kelurahan pematang Kandis, kecamatan Bangko yang tak jauh dari rumah pribadi al-haris.

Iya tampak mengenakan pakaian dinas selaku Bupati Merangin, dan Hesti Haris mengenakan pakaian gamis langsung memberikan hak suaranya.

Tampak dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat Covid-19. Menyediakan sarana cuci tangan, pengukur suhu, menjaga jarak serta wajib mengenakan masker. (*/)

Calon kuat Gubernur Jambi Al Haris nyoblos di TPS 36 Pematang Kandis

Al Haris-Abdullah Sani “Diserang” Kampanye Hitam, Ritas : Ini Tanda Haris-Sani Kuat

0

JAMBI – Pagi esok, 9 Desember, Pilkada Serentak 2020 akan dilaksanakan. Dekat hari H, kandidat Cagub-Cawagub Jambi nomor urut 3, Al Haris-Abdullah Sani, malah “diserang” kampanye hitam atau black campaign.

Menurut tim Al Haris, Ritas Marianto, selebaran yang menjelek-jelekkan Al Haris dan Abdullah Sani, bertebaran sejak dua hari terakhir.

Dalam selebaran itu, berisi fitnah-fitnah dan berita-berita bohong terkait Al Haris maupun Abdullah Sani. Karena itu, ia merasa cara-cara kotor ini malah merusak semangat demokrasi damai yang dirindukan masyarakat.

“Makin kotor cara berkampanye, makin benci masyarakat dengan kandidat yang melakukan cara-cara itu. Kita sudah melacak siapa yang menyebar, sudah mengerucut kok,” ungkap Ritas, kepada media, Selasa (8/12/2020).

Dijelaskan Ritas, sampai saat ini, selebaran tentang hoax dan fitnah kepada Al Haris dan Abdullah Sani, masih terus didapat oleh pihaknya.

“Isinya kejam-kejam. Malah ada yang mengadu domba Wo Haris dan Kiyai Abdullah Sani. Alangkah teganya para pelaku ini kepada orang baik seperti Haris-Sani ini,” sesal Ritas.

Namun, ketika temuan-temuan tim di lapangan terkait black campaing ini disampaikan ke Al Haris maupun Abdullah Sani, Ritas mengaku keduanya legowo. Bahkan memaafkan para pelaku walau Haris-Sani adalah korban.

“Meski jadi korban berita bohong dan fitnah-fitnah keji di black campaign, tapi Wo Haris maupun Kiyai Sani, tetap sabar dan menyerahkan semua kejahatan itu kepada Allah SWT. Karena, cara-cara kotor akan menghasilkan kekotoran juga,” tambahnya.

Melihat perkembangan terakhir, Ritas berpendapat bahwa keresahan oknum kandidat atau oknum tim kandidat lain, menunjukkan bahwa posisi Haris-Sani sangat kuat di masyarakat.

“Jadi lewat black campaign begini mereka berusaha menjatuhkan Haris-Sani. Seperti cara-cara kotor waktu mereka menjatuhkan HBA di Pilgub lalu,” tutupnya.

“Tapi tim kita lagi patroli juga, kedapatan yang nyebar hoax selebaran, kita siap penjarakan biar jera,” tutupnya.(*)