Beranda blog Halaman 138

Dirjen PPMD Buka Workshop Rencana Aksi ATS dan ABPS

MAKASAR –  Plt Dirjen PPMD Hj.Rosyidah Rachmawaty, MM sukses membuka Workshop Peningkatan Kapasitas  Dalam Rangka Penyusunan rencana  Aksi Penanganan Anak Tidak sekolah (ATS) dan Anak Berisiko Putus Sekolah (ABPS). Workshop ini digelar sebagai hasil kerjasama Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi bekerjasama dengan UNICEF. Pada kegiatan yang ditutup oleh Direktur PMD, M Fachri ini, hadir Kepala Dinas DPMD Provinsi Sulawesi Selatan, Dr.H.Ashari Faksirie Radjamilo, M.Si, Kepala kantor Perwakilan UNICEF SulSelBar dan Maluku, Dr.Hengky Wijaya, Kepala Bapelitbangda Provinsi Sulawesi selatan, Dr.Andy dan Kasubdit Advokasi Peraturan Desa Direktorat PMD Ditjen PPMD Ir. Hj.Eppy Lugiarti, MP.

Peningkatan Kapasitas ini diikuti sebanyak 104 orang perwakilan 18 Kabupaten  se Provinsi Sulawesi Selatan dari unsur Bappeda Kabupaten, Dinas PMD Kabupaten, Dinas Pendikan Kabupaten, Tenaga ahli Kabupaten dan pendamping  Desa. Ir. Eppy Lugiarty,MP selaku Kasubdit Adokasi Peraturan Desa Direktorat PMD, menyampaikan  bahwa tujuan pelaksanaan Worshop ini adalah dalam rangka memberikan pembekalan kepada peserta untuk menyusun rencana aksi dalam penanganan anak tidak sekolah (ATS) dan anak beresiko putus sekolah (ABPS) dari data hasil monitoring ATS dan APBS melalui pendataan system informasi perencanaan berbasis masyarakat (SIPBM) yang telah dilakukan di 1235 desa pada 411 Kabupaten.

Sementara itu, Kepala perwakilan UNICEF Indonesia SulSelBar dan Maluku, DR Hengky Wijaya dalam sambutannya  menyampaikan apresiasi atas kerjasama sangat baik yang telah terjalin selama ini antara UNICEF dan Kemendesa. Terutama dalam pelaksanaan program informasi berbasis masyarakat (SIPBM), termasuk monitoring ATS dan APBS akibat dampak sistem Covid-19. Lebih lanjut dikatakannya bahwa SIPBM sebagai instrument pendataan tidak sekolah berbasis masyaraat telah terbukti efektif dalam mengatasi permasalahan ATS di sejumlah daerah.

‘’Ini berkat kerjasama dengan pemerintah Indonesia, UNICEF berkomitmen untuk mendukung Peningkatan akses terhadap layanan pendidikan berkualitas,” tuturnya.

Sedangkan Plt.Dirjen PPMD  Hj.Rosyidah Rachmawaty, MM, mengatakan pada hakekatnya tujuan pembangunan desa, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi  mengembangkan SDGs Desa yang memuat 18 tujuan.  SDGs Desa adalah upaya terpadu percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, dan upaya percepatan pencapaian SDGs Desa, khususnya tujuan ke-4 yaitu ‘Pendidikan Desa Berkualitas” dan tujuan ke-17 yaitu “Kemitraan Pembangunan Desa”, peningkatan kapasitas seperti ini penting dalam rangka pengembangan SDM untuk memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang dimaksud, Selain itu terkait dengan penerima pelayanan dasar, peran desa harus memastikan bagaimana warganya yang berusia sesuai kriteria penerima pelayanan dasar bidang pendidikan dapat menerima atau mengakses layanan tersebut sesuai kategori usianya, Ditjen PPMD terus berupaya meningkatkan kualitas pendataan dengan pendekatan SIPBM   dalam upaya mendorong pencapaian tujuan kemitraan dalam pembangunan desa, di mana desa membutuhkan data yang valid dan akurat terkait dengan kondisi potensi dan masalah yang dimiliki sebagai instrumen advokasi untuk membangun jejaring dengan para pihak, termasuk dalam penanganan masalah pendidikan yang menuntut adanya kolaborasi antar instansi/lembaga pemerintah, masyarakat dan pihak ketiga.

Kegiatan ini berlangsung sampai tanggal 4 November 2020, dan ditutup langsung oleh Moch.Fachri Direktur PMD Ditjen PPMD Kementerian Desa PDTT. Dia berharap pasca workshop peningkatan kapasitas ini  langsung melaksanakan rencana aksi yang telah disusun.

‘’Harus langsung di implementasikan, sehingga pemanfaatan data SIPBM dalam penyusunan perencanaan pembangunan desa, khususnya di bidang pendidikan, akan lebih baik dan berdampak langsung Kepada masyarakat Desa khususnya ATS dan APBS serta perlunya singkronisasi sektor-sektor lainnya” imbuhnya.

 

 

 

 

Jarikubate untuk Membaca Menyenangkan

0

DALAM kurikulum sekolah dasar, setiap siswa dituntut untuk memiliki keterampilan membaca. Keterampilan siswa dalam membaca sangat diperlukan, ini dikarenakan membaca merupakan salah satu bagian terpenting dari sebuah proses pendidikan. Lerner  menjelaskan tentang peranan kemampuan membaca dalam meningkatkan pengetahuan di sekolah, bahwa:

“Kemampuan membaca merupakan dasar untuk menguasai berbagai bidang studi. Jika anak pada usia sekolah permulaan tidak segera memiliki kemammpuan membaca, maka ia akan mengalami banyak kesulitan dalam memahami berbagai bidang studi pada kelas-kelas berikutnya. Karena itu, anak harus membaca agar ia dapat belajar”

Keterampilan membaca bagi siswa sekolah dasar merupakan bekal kemampuan yang mutlak harus dimiliki. Begitu juga di sekolah dasar luar biasa, keterampilan membaca juga menjadi dasar untuk siswa mempelajari ilmu lainnya. Terutama siswa berkebutuhan khusus yang mampu mengikuti pembelajaran secara akademik.

Membaca merupakan hal yang paling mendasar untuk siswa dapat mengembangkan pengetahun dan informasi yang diterima. Kenyataan dilapangan banyak siswa sekolah dasar maupun sekolah dasar luar biasa yang belum mampu membaca, sehingga berpengaruh kepada hasil belajar mereka. Bahkan ada beberapa siswa di sekolah dasar yang tidak bisa naik kelas karena tidak mampu mengikuti ujian semester dan ujian kenaikan kelas.

Berdasarkan hasil penelitian Matata (2013) menyatakan bahwa kemampuan membaca permulaan di sekolah dasar sangat rendah, dan terlihat hampir 65% siswa mengalami kesulitan membaca dalam proses belajar mengajar, sehingga berdampak kepada kemampuan pada aspek yang lain. Selanjutnya untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa salah satu yang perlu diperbaiki adalah kualitas pembelajaran oleh guru, karena guru adalah sumber utama pengetahuan siswa di kelas rendah.

Kemampuan membaca memerlukan latihan, arahan, dan bimbingan secara berkesinambungan. Guru memegang peranan penting dalam meningkatkan kemampuan siswa. Ketepatan pengajaran guru, mampu meminimalisir kesulitan membaca siswa.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa, guru harus mampu menciptakan pembelajaran membaca dengan teknik menyenangkan yang bisa menumbuhkan minat belajar dan kesenangan siswa, sehingga kesulitan dalam membaca siswa dapat diminimalisir.

Untuk membuat siswa bisa belajar membaca dan dikte dengan lancar, cepat, tepat dan singkat guru bisa menggunakan teknik JARIKUBATE. JARIKUBATE merupakan kepanjangan dari JARI KUgunakan untuk memBAca dan dikTE. JARIKUBATE adalah teknik belajar membaca kata dan kalimat bahasa Indonesia dengan cara menggunakan jari tangan untuk merangkai suku kata tanpa mengeja dan tanpa terlebih dahulu harus menghafal huruf. Proses membaca suku kata dan kata yang berbeda secara berulang dan sistematis akan membantu siswa bisa membaca tipe tulisan seperti apapun.

Teknik JARIKUBATE juga memudahkan siswa untuk melakukan dikTE. Dikte diberikan oleh guru dengan cara membacakan suku kata, kata atau kalimat secara terang/jelas dan tidak terlalu cepat dan siswa diminta menuliskannya. Dikte ini bertujuan agar siswa-siswa tidak hanya terampil dalam membaca suku kata, kata dan kalimat saja, akan tetapi terampil pula dalam menuliskannya. Dengan demikian pengetahuan siswa menjadi integral atau terpadu. JARIKUBATE ini sangat efektif diajarkan pada siswa usia TK maupun SD.

Pelaksanaan membaca dan dikte menggunakan teknik JARIKUBATE sebaiknya dilaksanakan 1 kali pertemuan setiap hari. Waktu maksimal 20 menit untuk 1 kali pertemuan, dengan rincian 10 menit pertama khusus membaca dan 10 menit berikutnya untuk dikte. Waktu dibatasi 20 menit dengan asumsi konsentrasi siswa dibawah umur 7 tahun berada direntang 10 sampai 20 menit. Ini juga berdasarkan pengalaman penulis mengajarkan membaca dengan teknik JARIKUBATE sejak tahun 2011 sampai dengan sekarang pada siswa-siswa di Bimbel Rumah Cerdas (Bimbingan belajar yang penulis dirikan), biasanya setelah 20 menit konsentrasi siswa akan berkurang. (bersambung)

(Penulis adalah Guru SLB )

 

Sofyan Ali Cek Realisasi Program Bedah Rumah di Tanjabbar

KUALATUNGKAL- Anggota DPR RI dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sofyan Ali kembali melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Dalam lawatan kali ini, anggota Komisi V yang tergabung ke dalam Badan anggaran (Banggar) DPR RI Dapil Provinsi Jambi itu, secara langsung meninjau realisasi program bedah rumah atau kegiatan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kelurahan Lubuk Kambing, Desa Muara Danau dan Desa Sungai Rotan Kecamatan Renah Mendaluh, Minggu (1/11).

Dalam kegiatan kunjungan kerja tersebut, Sofyan Ali didampingi Tenaga Ahli, Ferry Kurniawan dan rombongan juga menyempatkan diri untuk secara langsung berdialog bersama para Perangkat desa/Kelurahan, Ketua RT serta masyarakat penerima bantuan bedah rumah. Hal itu dilakukannya sebagai bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Suasana akrab penuh nuansa kekeluargaan begitu terasa dalam rangkaian acara dialog tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Jambi itu mengatakan, kegiatan BSPS dan PISEW merupakan program yang dilaksanakan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan dan mengembangkan infrastruktur yang mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan permukiman di kecamatan, serta meningkatkan kualitas permukiman perdesaan. Ia berharap bantuan stimulasi pemerintah tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bang Fian, begitu dia akrab disapa menyebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang merupakan mitra kerja Komisi V DPR-RI turut mendukung pertumbuhan ekonomi perdesaan melalui penyediaan infrastruktur dasar dengan skema Padat Karya Tunai. Salah satunya, adalah Program BSPS dan program PISEW yang dilakukan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya. “Untuk di Kecamatan Renah Mendaluh ini, Program BSPS atau Bedah rumah ini dilaksanakan di 3 Desa Kelurahan, sedangkan untuk kegiatan PISEW ada di Desa Tanah Tumbuh. Kegiatan ini juga dilaksanakan di Kabupaten lainnya dalam Provinsi Jambi,” jelasnya.
Kegiatan ini, kata dia, dilakukan untuk mengurangi kesenjangan antar wilayah, pengentasan kemiskinan, memperbaiki tata kelola pemerintah daerah (kabupaten, kecamatan dan desa) serta memperkuat kelembagaan masyarakat di tingkat desa. “Pembangunan infrastruktur kerakyatan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat seperti jalan produksi, jembatan gantung, rumah subsidi, penanganan kawasan kumuh, air minum dan sanitasi,” terang tokoh muda Nahdlatul Ulama Provinsi Jambi itu.
Disela-sela peninjauan realisasi kegiatan PISEW dan BSPS, Sofyan Ali menyatakan, kegiatan ini akan terus menjadi perioritas baginya, sehingga pembangunan bedah rumah dan infrastruktur di Jambi kian membaik. “Alhamdulillah, usulan kita untuk Tanjung Jabung Barat dan di Kabupaten lainnya direalisasikan, saya harap dikerjakaan dengan baik dan dapat bermanfaat bagi masyarakat terutama para petani. Insya Allah saya akan konsen kedepan program seperti ini akan terus digulirkan, karena saya lihat ini sangat menyentuh dan bermanfaat bagi masyarakat,” terangnya optimis.
Sementara itu, para penerima bantuan Bedah rumah yang hadir dalam acara tersebut mengucapkan terima kasih kepada Sofyan Ali dan semua pihak yang telah membantu atas terselenggaranya kegiatan BSPS dan PISEW di Kecamatan Renah Mendaluh. “Mewakili para penerima bantuan Bedah rumah, kami sangat berterima kasih kepada pemerintah karena sangat membantu masyarakat kami. Tentu saja ini juga hasil dari perjuangan pak Sofyan Ali di Senayan dan semua pihak sehingga bantuan ini bisa masuk ke daerah kami. Semoga Allah membalasnya dengan kebaikan yang berlipat ganda,” ujar Junaidi salah satu Ketua RT yang hadir dalam dialog tersebut. Junai berharap kedepan bantuan bedah rumah tersebut masih dilanjutkan mengingat masih banyaknya permintaan masyarakat.

Dalam dialog serap aspirasi tersebut, masyarakat juga mengharapkan perbaikan ruas jalan Simpang Niam-Merlung, mengingat status jalan tersebut menjadi kewenangan pusat dan sebagai akses satu-satunya yang dilintasi masyarakat dan angkutan untuk bisa menuju Tebo dan Kota Jambi. “Jalan ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat disini pak, karena masyarakat kami membawa hasil pertanian melintasi jalan ini, mudah-mudahan jalan ini juga menjadi salah satu prioritas perjuangan bapak di pusat,” kata Juanda, salah seorang tokoh masyarakat Lubuk Kambing. Terkait usulan tersebut, Sofyan Ali berjanji untuk tutur membantu memperjuangkan aspirasi masyarakat tersebut.(***)

Gus Menteri Lantik Taufik Madjid sebagai Sekjend Kemendes PDTT

JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar melantik Taufik Madjid sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) di Jakarta, Senin (2/11).

Sebelumnya, Taufik Madjid menjabat sebagai Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) sekaligus Plt Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT menggantikan Sekretaris Jenderal sebelumnya yakni Anwar Sanusi.

Sementara Anwar Sanusi sendiri, saat ini telah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan.

Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri ini mengatakan, Kemendes PDTT secara konsekuen dan sistemik melaksanakan penataan birokrasi yang menjadi salah satu amanat Presiden RI Joko Widodo. Menurutnya, penataan birokrasi dilakukan dalam rangka percepatan efektifitas dan efisiensi pelayanan dari pemerintah.

“Penataan birokrasi ini bukan hal yang mudah tapi harus dilakukan. Karena Beliau (Presiden) sangat konsisten dalam upaya percepatan efektifitas dan efisiensi dalam pelayanan. Dan tentu itu juga merupakan harapan kita semua,” ujarnya.

Gus Menteri mengatakan, perwujudan reformasi birokrasi bukan semata-mata terkait rotasi personalia, namun lebih kepada persoalan kinerja. Ia menegaskan, bahwa yang menjadi tolak ukur pertama dalam reformasi birokrasi adalah kinerja.

Menurutnya, reformasi birokrasi sendiri merupakan satu model yang dikembangkan dalam upaya penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di semua institusi, yang saat ini terus bergerak menuju birokrasi yang benar-benar melayani masyarakat.

“Utamanya di Kementegrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi yang tugasnya memang berat, yang harus melayani sebanyak 74.953 desa dengan segala vaiannya,” ujarnya.

Teks: Novri/Kemendes PDTT

Kemendes Raih Penghargaan Pengabdian Masyarakat

BOGOR – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) meraih penghargaan Mitra Pengabdian pada Masyarakat dari Universitas Institut Pertanian Bogor (IPB) pada IPB Awarding Day 2020.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Rektor Universitas IPB, Arif Satria kepada Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar di IPB International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10).

Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri ini mengaku bangga dengan penghargaan yang diberikan Universitas IPB tersebut. Ia berharap, penghargaan tersebut dapat memicu Kemendes PDTT untuk terus melakukan inovasi dan upaya dalam percepatan pembangunan desa, daerah tertinggal, dan kawasan transmigrasi.

“Saya bersyukur, satu tahun pengabdian saya sebagai Menteri Kabinet Indonesia Maju di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Jokowi mendapatan penghargaan yang luar biasa. Saya bangga dengan penghargaan ini,” ujar Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

Gus Menteri mengatakan, Kemendes PDTT telah menyiapkan loncatan untuk percepatan pembangunan desa berupa satu bentuk konsep pembangunan desa yang terukur, akseleratif, dan dapat dipantau oleh seluruh masyarakat. Hal tersebut ia tuangkan dalam Buku Sustainable Development Goals (SDGs) Desa.

“SDGs Desa merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” terangnya.

Di samping itu, lanjutnya, Kemendes PDTT juga telah menyelesaikan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) terkait Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). Menurutnya, SDGs Desa dan RPP terkait BUM Desa tersebut akan mempercepat proses pembangunan seluruh desa di Indonesia.

“Dua hal inilah (SDGs Desa dan BUM Desa) yang akan mempercepat proses pembangunan desa-desa di Indonesia, sebagai wujud implementasi dari satu harapan Bapak Presiden yakni membangun Indonesia dari pinggiran,” ujarnya.

Di sisi lain, ia juga meminta Universitas IPB untuk terus mendukung dan membantu pemerintah dalam mempercepat pembangunan desa. Di samping itu, ia juga meminta Universitas IPB turut memantau kinerja Kemendes PDTT.

“Mohon juga dipantau melalui buku ini (SDGs Desa). Semua warga masyarakat juga bias memantau kinerja Kementegrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi,” ujarnya.

Teks: Novri/Kemendes PDTT

Bejibun Program Al Haris Buat Warga Tanjabar

0

JAMBI – Calon Gubernur (Cagub) Jambi dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jambi, Al Haris-Abdullah Sani, mengusung visi misi Jambi Mantap. Di dalamnya ada banyak program pemerataan pembangunan untuk tiap-tiap kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi.

Berikut kegiatan dan pembangunan oleh Haris-Sani di Kabupaten Tanjung Jabung Barat :

– Pemberian Vaksinasi, Masker, dan Handsanitizer untuk keluarga miskin
– Jaring Pengaman Sosial berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid-19 untuk keluarga miskin dan keluarga yang terdampak
– Bantuan modal usaha untuk pedagang kecil atau usaha rumah tangga guna menggerakkan sektor nonformal akibat covid-19
– Optimalisasi peran Puskesman dalam membantu penanggulangan Covid-19
– Program DUMISAKE, yaitu program dua milyar satu kecamatan, berupa program Jambi Cerdas dan Pintar, Jambi Sehat, Jambi Tangguh, Jambi Agamis, dan Jambi Responsif.

– Percepatan proses perizinan bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang bernomor plat polisi luar daerah

– Membangun Digitalisasi pemasaran produk-produk UMKM dan Fasilitasi Akses Perbankan

– Penguatan kelembagaan koperasi dan pusat pemasaran produk-produk UMKM Provinsi Jambi

– Mensinergikan usaha BUMD dengan UMKM dalam hal produksi dan pemasaran.

– Program peremajaan sawit rakyat, karet rakyat dan kelapa dalam rakyat

– Revitalisasi dan fasilitasi objek wisata unggulan di kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi.

– Pengembangan Kawasan Industri SENTUSA (Sengeti – Tungkal – Sabak) melalui Pembangunan fasilitas umum kawasan, antara lain :
(a) Rumah Sakit, (b) Sekolah Kemaritiman, dan (c) Perguruan Tinggi.

– Percepatan fasilitasi pembangunan Pelabuhan Kelagian Tungkal Ulu

– Pembangunan Baru Jembatan Sungai Pengabuan;

– Fasilitasi peningkatan pembangunan infrastruktur penunjang Pelabuhan Roro Kuala Tungkal;

– Irigasi Suban Kabupaten Tanjung Jabung Barat,

– Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di perdesaan.

– Pengembangan SMK di setiap kabupaten/kota berbasis kompetensi dan keunggulan lokal.

– Penambahan RKB SMA/SMK di Kabupaten/Kota

– Peningkatan life skill santri/santriwati;

– Peningkatan festival dan lomba budaya daerah;

– Peningkatan peran lembaga adat daerah dalam melestarikan adat budaya daerah;

– Pengembangan kurikulum muatan lokal Sejarah Jambi dan hukum adat

– Memfasilitasi pengembangan intelektualitas pemuda dan potensi-potensi kepemudaan lainnya.

– Mendorong dan memfasilitasi kegiatan olah raga tertentu menjadi industri olah raga.

– Menyediakan beasiswa bagi atlet yang berprestasi.

– Peningkatan peran swasta dalam pembangunan olah raga.

– Restorasi lahan-lahan yang terancam (GEBERMEWAH).

– Pengelolaan pemanfaatan lahan dengan teknologi ramah lingkungan.

– Pengelolaan dan rehabilitasi, mangrove, estuaria dan teluk.

– Pengembangan kelembagaan rehabilitasi hutan dan lahan.

– Penghematan energi, dengan arah penggunaan energi alternatif

– Pengembangan Ruang Terbuka Hijau.

– Peningkatan kelembagaan KARHUTLA mulai dari daerah dan regional

– Pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup.

– Pengembangan Ruang Terbuka Hijau dan Taman Rekreasi.

– Pengembangan Kawasan Kampung Pangan Terpadu di setiap Kabupaten/Kota.

– Revitalisasi peran PPL dan Pengangkatan Baru melalui Pola Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

– Peningkatan produksi potensi kelautan di Kab. Tanjab Barat dan Kab. Tanjab Timur

– Peningkatan produksi pertanian melalui pemberdayaan dan peningkatan kualitas

– Mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah.

– SDM pertanian dan peningkatan penguasaan pemanfaatan teknologi tepat guna melalui techno park.

– Pemberian bantuan dasar pangan, sandang, papan dan fasilitas bantuan tanggap darurat dan stimulan bahan bangunan rumah bagi korban bencana alam, bencana sosial dan PMKS lainnya.

– Pemberian bantuan dan jaminan kesehatan bagi fakir miskin, komunitas adat terpencil atau suku anak dalam (SAD) dan masyarakat penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya.

– Memantapkan dukungan Program Indonesia Bebas Pasung

– Pembentukan kelompok-kelompok sadar hukum dan gerakan keteladanan aparatur.

– Peningkatan kualitas hidup perempuan melalui aksi afirmasi, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, hukum, ketenagakerjaan, sosial, politik, lingkungan hidup, dan ekonomi.

– Peningkatan usaha ekonomi produktif bagi perempuan rawan sosial ekonomi.

– Peningkatan upaya perlindungan perempuan dari berbagai tindak kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi, termasuk upaya pencegahan dan penanggulangannya.

– Pembangunan pusat pelayanan terpadu, perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan, termasuk perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga.

– Gerakan masyarakat dan media anti pornografi dan pornoaksi.

– Peningkatan kapasitas dan jaringan kelembagaan pemberdayaan perempuan dan anak.

Program-program pembangunan ini termasuk dalam visi misi Jambi Mantap (Maju Aman Nyaman Tertib Amanah dan Profesional dibawah ridho Allah SWT) Al Haris-Abdullah Sani.(*)

Melalui SDGs Desa, Gus Menteri Optimis Desa Zero Kemiskinan Segera Terwujud

MAKASSAR – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar optimis, target desa tanpa kemiskinan akan segera terwujud melalui Sustainable Development Goals (SDGs) atau Pembangunan Berkelanjutan.

Hal itu disampaikan saat acara Evaluasi Pengelolaan Dana Desa Tahun 2020 dan Sosialisasi Permendes 13 Tahun 2020 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021 dengan Gubernur dan seluruh Pendamping Desa di Sulawesi Selatan.

Abdul Halim atau Gus Menteri menjelaskan, selama ini banyak program dari Kementrian dan lembaga mulai dari Kemensos, Kemenag bahkan BKKBN yang langsung ke desa, hanya saja penyalurannya kurang maksimal karena tidak tepat sasaran.

“Pertanyaan saya bagaimana agar seluruh program yang berasal dari berbagai Kementerian dan lembaga termasuk Provinsi dan Kabupaten itu betul-betul bisa masuk pada posisi yang memang sesuai dengan yang diharapkan oleh desa,” kata Gus Menteri di Hotel Claro Makassar, Sabtu (17/10/2020).

Melalui SDGs Desa yang menjadi pedoman Kepala Desa dalam penggunaan dana desa tahun 2021 tersebut semua program pemerintah akan tepat sasaran, tidak akan terjadi penumpukan pada satu orang tertentu. Dengan demikian, target desa sehat dan tanpa kemiskinan akan terwujud.

Hal tersebut sudah terbukti dengan penyaluran BLT Dana Desa yang mengguncang sata baru berbasis RT dimana BLT Dana Desa itu diberikan kepada warga desa terdampak Covid-19 yang belum sama sekali mendapat bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah.

Desa tanpa kemiskinan yang dimaksud Gus Menteri adalah apabila di suatu desa terdapat 200 warga makan 200 warga miskin tersebut wajib mendapat bantuan jaring pengaman sosial dari pemerintah

“Maka itulah yang dimaksud dengan desa tanpa kemiskinan, bukan berarti tidak ada orang miskin, kemiskinan yang ada di desa tertangani sesuai dengan kewajiban pemerintah, itu yang disebut dengan negara hadir, memiliki akses terhadap jaring pengaman sosial,” terangnya.

Sekedar diketahui, SDGs merupakan rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengentaskan kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan.

Di Indonesia diturunkan dengan lahirnya Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Nasional Berkelanjutan atau kemudian disebut SDGs Nasional.

Kemudian oleh Gus Menteri diturunkan ke level paling bawah menjadi SDGs Desa. Ia menambahkan beberapa point yang belum ada dalam SDGs Global maupun Nasional yakni memasukkan unsur kearifan lokal dan religiusitas dalam setiap pembangunan.

Adapun SDGs Desa yang dimaksud di atas terdapat 18 tujuan pembangunan berkelanjutan, antara lain:

1. Desa Tanpa kemiskinan
2. Desa Tanpa Kelaparan
3. Desa Sehat dan Sejahtera
4. Pendidikan Desa Berkualitas
5. Desa Berkesetaraan gender
6. Desa Layak Air bersih dan Sanitasi
7. Desa yang Berenergi Bersih dan Terbarukan
8. Pekerjaan dan Pertumbuhan Ekonomi Desa
9. Inovasi dan Infrastruktur Desa
10. Desa Tanpa Kesenjangan
11. Kawasan Pemukiman Desa Berkelanjutan
12. Konsumsi dan Produksi Desa yang Sadar Lingkungan
13. Pengendalian dan Perubahan Iklim oleh Desa
14. Ekosistem Laut Desa
15. Ekosistem Daratan Desa
16. Desa Damai dan Berkeadilan
17. Kemitraan untuk Pembangunan Desa
18. Kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif

Teks: Badriy/Kemendes PDTT

Bersama Komisi V DPR RI, Sofyan Ali Tinjau Runway Bandara STS

JAMBI – Bersama pimpinan dan anggota Komisi V DPR RI, kemarin Sofyan Ali SH yang juga Ketua DPW PKB Jambi itu meninjau Runway Bandara STS Jambi. Kegiatan ini merupakan salah satu agenda Kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Provinsi Jambi pada Reses Masa Persidangan I Tahun 2020 – 2021. Sofyan Ali SH sendiri merupakan anggota komisi V DPR RI.

Kunjungan kerja ini sendiri disambut oleh Penjabat sementara (Pjs) Gubernur Jambi, Ir.Restuardy (Ardy) Daud,M.Sc, di Bandara Sultan Thaha.

Usai proses penyambutan, Komisi V DPR RI mendapatkan pemaparan dari pihak Angkasa Pura terkait pembangunan bandara Jambi.  Lingkup pekerjaan yang dilakukan adalah perpanjangan runway 2.220 X 45 m menjadi 2.602 X 45m beserta pendukungnya. Lingkup pekerjaan pendukung yang dilakukan adalah clearing include strip, perbaikan tanah dasar, urug tanah, runway strip dan runway safety area, pekerjaan saluran, pekerjaan flexible pavement, pekerjaan airfield lighting, dan pekerjaan marka. Tidak hanya akan memperluas terminal dan perpanjangan runway, rencananya sekaligus akan diperluas apron dari eksisting 38.000 meter persegi menjadi 46.500 meter persegi.(**)

Perempuan Bangsa PKB Jambi Siap Menangkan Haris-Sani

0

KOTA JAMBI — Perempuan Bangsa PKB Provinsi Jambi kian getol melakukan konsolidasi internal. Salah satu agenda yang sangat penting yang dibahas kalangan perempuan partai pimpinan Muhaimin Iskandar ini adalah membahas bagaimana strategi memenangkan pasangan Alharis dan Abdullah Sani (Haris-Sani) sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi pada Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang.
Ketua Perempuan Bangsa PKB Provinsi Jambi Sofni Herawati mengatakan bahwa pada momentum Pilkada Serentak 2020, Perempuan harus mengambil peran aktif dalam menyuarakan kepentingan perempuan dalam perhelatan demokrasi.
Khususnya untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jambi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung pasangan Haris-Sani. Atas dukungan ini, kata Anggota DPRD Kota Jambi dua periode ini, adalah wajib bagi Perempuan Bangsa PKB untuk memenangkan pasangan Haris-Sani. “Wajib bagi kami dan semua kader Perempuan Bangsa untuk bersama-sama memenangkan pasangan Haris-Sani,” terang Sofni, saat menggelar pertemuan internal dengan Perempuan Bangsa PKB Provinsi Jambi.
Menurut Sofni, pasangan Haris-Sani memiliki landasan yang kuat untuk membangun Provinsi Jambi, baik untuk sumber daya manusia maupun infrastruktur, sehingga tercipta kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan bagi masyarakat sebagaimana jargon yang diusung Haris-Sani yaitu Era Baru Jambi Mantap.
Lantas apa strategi yang akan diterapkan Sofni Bersama Perempuan Bangsa PKB Jambi? Menurut Sofni, salah satu yang sangat ditekankan kepada semua kader Perempuan Bangsa Provinsi Jambi yaitu dengan mengerahkan semua anggotanya untuk terus bergerak memenangkan Hari-Sani. “Perempuan Bangsa menyebar di seluruh kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi, ini akan kita kerahkan semuanya untuk bergerak,” terangnya.
Pada kesempatan pertemuan dengan kader Perempuan Bangsa PKB Jambi Sofni mengajak semua kalangan perempuan Jambi untuk sama-sama, bahu-membahu untuk memenangkan pasangan Haris-Sani. “Kami Perempuan Bangsa PKB siap berjuang untuk memenangkan pasangan nomor urut 3 Haris-Sani. Kita sudah mulai dengan orang-orang terdekat, keluarga, teman, sahabat dan masyarakat luas,” terang Sofni.(mcsa)