Beranda blog Halaman 139

Pertama Sambangi Walhi, Alharis Komit Jaga Lingkungan

0

Keberadaan Cagub yang diusung PKS, PKB dan PAN ini dalam rangka mengajak kembali Walhi bersama-sama menjaga hutan di Jambi.

Calon gubernur Jambi nomor urut 3 itu menyampaikan tiga point penting dalam program ke depannya. Pertama, ia bertekad akan menyelesaikan konflik di Jambi.

“Kita akan bentuk tim inventarisasi dan penyelesaian konflik. Lalu, melanjutkan program-program yang telah dilakukan HBA,” kata Al Haris.

Tak hanya itu, Al Haris juga akan melakukan pemulihan gambut dengan memastikan areal pertanian tanaman padi oleh masyarakat.

“Kita juga akan mengatasi kebakaran dengan anggaran penanganan kebakaran,” ujarnya.

Dikatakan Al Haris, ke depan Jambi harus memiliki Peraturan Daerah (Perda) Tambang Rakyat.

“Kewenangan hutan dan tambang itu kembali ke daerah agar mudah dikontrol,” sebutnya.

Selain Tahfizd Alqur’an, Haris-Sani Juga Programkan BOS Pesantren

JAMBI – Selain memprogramkan satu desa satu hafizd Alqur’an, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jambi, H Al Haris dan H Abdullah Sani juga memiliki program lain. Program tersebut yakni, dana bantuan operasional untuk pesantren. Dana bantuan ini berasal dari APBD Provinsi Jambi. Hal ini disampaikan oleh Calon Wakil Gubernur Jambi, H Abdullah Sani.

”Dana BOS ini nanti sesuai dengan jumlah pesantren,” terang Abdullah Sani.

Lewat BOS nanti katanya, diharapkan kebutuhan santri bisa terpenuhi. Dikatakannya, santri ini sangat dibutuhkan dalam rangka membangun Jambi kedepan. ”Oleh karena itu, kita ingin juga mengembangkan pesantren. Karena memang di Jambi ini sangat banyak pesantren,” tuturnya.

Rencana Kembangkan Desa Wisata, Proposal Ketua Prodi Ekonomi Syariah STAI Ahsanta Lolos Seleksi

JAMBI – Prestasi yang gilang gemilang terus diraih oleh Prodi Ekonomi Syariah STAI Ahsanta Jambi. Setelah mendapat predikat akreditasi BAIK dari BAN PT, kini ketua Prodinya menorehkan prestasi yang memukau. Dari ratusan Proposal Pengabdian Masyarakat yang diajukan dosen se Indonesia ke Kemenag RI, salah satunya proposal dari ketua Prodi Ekonomi Syariah ini yang lolos seleksi. Dan berhak mengikuti shortcourse selama seminggu melalui media daring yang diselenggarakan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI.
Sekretaris Prodi Ekonomi Syariah STAI Ahsanta Jambi, Salmia SE, ME, mengaku cukup bangga dengan prestasi Prodi Ekonomi Syariah ini. Prestasi ini katanya bisa menambah semangat dan menginspirasi mahasiswa dan para dosen ekonomi syariah untuk terus berinovasi dan maju.

“Prodi kita memang terus melakukan berbagai upaya untuk melengkapi berbagai fasilitas mahasiswa. Saat ini kita sudah mengembangkan Baitul Maal Watt Tamwil (BMT) Al Azim, dan Alhamdulillah sudah ada 37 anggota baik itu dosen dan mahasiswa. Kedepan kita akan membuat online shop sebagai toko online, tempat bagi mahasiswa kita untuk menjual produknya,” ucap dosen yang manis ini.

Saat ini lanjutnya, Prodi Ekonomi Syariah paling tidak sudah memiliki dua lembaga yang dikembangkan. Yakni Galeri Investasi Syariah dan BMT yang bergerak dalam bidang simpan pinjam nantinya. Diakuinya, memang masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan Prodi ini.

”Diantaranya mimpi kita mengikutsertakan mahasiswa dan dosen dalam sertifikasi pialang saham dan dewan pengawas syariah. Karena memang keinginan kita, setelah lulus, mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah bisa berprofesi sebagai investor saham, jadi dewan pengawas syariah, jadi pelaku usaha, dan lain-lain,” tuturnya.

(arm)

Sofyan Ali Sebut Empat Pilar Mengokohkan Persatuan

JAMBI – Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang merupakan hasil kesepakatan para pendiri bangsa. Berkat persatuan dan kesatuannya negara ini menjadi kuat dan ini menjadi salah satu pilar dalam kehidupan berbangsa dan negara. Hal ini disampaikan anggota DPR RI/MPR RI Sofyan Ali SH saat acara sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Muara Bulian, Kabupaten Batanghari tadi siang (26/09/2020).’

“Empat pilar kebangsaan tersebut yakni, Pancasila, UU Dasar 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” tukas pria yang juga Ketua DPW PKB Provinsi Jambi ini.Dikatakannya, berkat adanya empat pilar tersebut, bangsa ini tidak terpecah belah. Banyak bangsa-bangsa lain sebutnya, terpecah.  Oleh karena itu, empat pilar ini harus dijaga di hati sanubari masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Jambi ini.”Untuk menjamin kemajemukan dan keragaman berbagai suku bangsa, kita sudah dibekali dengan slogan Bhinneka Tunggal Ika. Dimana kita memang berbeda-beda, dan perbedaan ini janganlah kita jadikan bekal untuk bermusuhan. Tapi, perbedaan inilah justru harus mempersatukan kita, dengan cara saling toleransi dan menutupi kekurangan kita,” terang pria yang juga anggota Komisi V DPR RI yang bermitra dengan Kementerian PU, Kemendes PDT RI, Kementerian Perhubungan dan lain-lain ini.Kedepan lanjutnya, keragaman yang ada diantara masyarakat ini harus jadi modal dalam pembangunan bangsa ini. Karena bangsa ini adalah bangsa yang besar, terdiri dari berbagai suku, bahasa, warna kulit dan tentunya juga berbagai agama. Semangat kebersamaan sebagai warga negara harus terus dipupuk dan dilestarikan untuk pembangunan Indonesia kedepan yang lebih maju.”Makanya di dalam agama ada hadist yang berbunyi, mencintai negara adalah sebagian dari Iman. Cintailah negara ini, dan bumi pertiwi ini, dan disinilah tempat kita bernaung, merangkak dari kecil hingga dewasa, dari dewasa hingga hari tua nanti,” ujar salah satu tokoh muda Nahdatul Ulama (NU) ini. (arm)

Menangkan Suksesi Pilkada, Sofyan Ali Konsolidasi Massa di Berbagai Daerah

0

JAMBI – Untuk memenangkan calon kepala daerah yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di berbagai daerah yakni, Provinsi Jambi, Kabupaten Batanghari, Tanjungjabung Barat, Bungo dan Sungai Penuh, Ketua DPW PKB Provinsi Jambi turun ke berbagai daerah. Kegiatannya ini dimulai tanggal 16 Oktober sampai dengan 24 oktober 2020. Selain bertemu dengan para calon, Sofyan Ali juga mengumpulkan masyarakat di berbagai simpul.

Seperti di Tanjungjabung Barat, Sofyan Ali mengumpulkan massa untuk pemenanangan pasangan Mukhlis – Supardi. Kegiatan Sofyan Ali di Bungo memenangkan pasangan Sudirman – Erick. Di Batanghari memenangkan pasangan M Fadhil Arif- Bakhtiar. Sedangkan di Sungai Penuh memenangkan pasangan Fikar dan Yos Adrino.

Sofyan Ali ini optimis seluruh pasangan yang diusungnya ini akan menang. ”Dan kita minta seluruh massa pendukung calon bupati tersebut juga mendukung Al Haris – Sani sebagai pasangan gubernur dan wakil gubernur Jambi,” tukasnya.

Di Batanghari yakni di Markas Perubahan Fadhil-Bakhtiar sekira pukul 09.00 WIB, Ketua DPW PKB Provinsi Jambi tersebut langsung disambut pendukung Fadhil-Bakhtiar.

Acara internal tim Fadhil-Bakhtiar tersebut dihadiri oleh MABAR 10 orang, KOMPI 10 orang, PRABU 10 orang dan MCFB 20. Saat pertemuan tetap menggunakan prosedur protokol kesehatan, dengan mencuci tangan, menggunakan masker, peserta yang menghadiri acara ini dibatasi dan tetap jaga jarak aman demi penyebaran covid-19.
Salah satu strategi pemenangan yang harus dikuasai, menurut Sofyan Ali, adalah media, termasuk media sosial disamping strategi lainnya. Anggota MPR/DPR RI dari Fraksi PKB tersebut Bersama pedukung Fadhil-Bakhtiar berdiskusi memetakan kondisi terkini persoalan Pilkada Batanghari.
Menurut Sofyan Ali, kaum milinial harus yakin untuk merubah Batanghari menjadi lebih baik lagi. Karena survei telah membuktikan bahwa mata pilih banyak dipengaruhi oleh pemuda-pemuda yang berusia 17-25 ke atas.
Maka dari itu, pemuda Batanghari harus bersinergi untuk memenangkan Fadhil-Bakhtiar pada 9 Desember 2020 mendatang. “Media Sosial seperti facebook, instagram maupun Media Online dalam bentuk kemasan jurnalistik sangat berperan penting di dalam memberikan meningkatkan popularitas dan elektabilitas pasangan calon,” ujar tokoh muda Nahdiyin tersebut.
Menurut Sofyan, ada beberapa manfaat kampanye melalui media sosiali, seperti sarana informasi, sarana komunikasi dan interaksi, sarana untuk membangun pencitraan, sarana menaikkan popularitas dan elaktabilitas, sarana untuk membangun jejaring (networking), sarana untuk membangun dan menggiring opini publik, sarana untuk menakar peluang dan kesempatan, bahkan, dan sebagai sarana kampanye.
Lantas bagaimana kiat mudah melakukan branding/kampanye melalui medsos, di antaranya dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, cari isu yang tepat sesuai kebutuhan dan segmentasi pemilih, dan nunakan narasi dan visual yang menarik. “Itu di antara banyak kiat bagaimana melakukan sosialisasi di media sosial,” terangnya.
Terakhir, Sofyan Ali tidak lupa memberikan motivasi untuk memenangkan pasangan Fadhil-Bakhtiar. Pada kesempatan ini, Sofyan Ali pun tak lupa menyampaikan untuk Pilgub Provinsi Jambi bahwa PKB mengusung pasangan Haris-Sani sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang didukung PKB.
Dalam agenda silaturrahmi ini Sofyan Ali didampingi Elpisina anggota DPRD Provinsi Jambi selaku ketua DPC PKB Kabupaten Batanghari, Wakil Ketua DPRD Batanghari Ilhammudin, termasuk Muhamad Jupri yang menjabat sebagai Sekretaris DPW PKB Provinsi Jambi sekaligus Sekretaris Tim Koalisi Pemenangan Haris-Sani. (arm)

 

Ketua DPW PKB Jambi, Sofyan Ali SH MH, turun ke berbagai daerah melakukan konsolidasi pemenangan calon kepala daerah yang diusung PKB

PBAK STAI Ahsanta Dibuka Direktur PTKI

0

KOTA JAMBI –  Guna memperkenalkan sistem akademik kampus, ratusan mahasiswa baru STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam) Ahsanta Jambi mengikuti kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Sabtu (19/09/2020). Kegiatan ini langsung dibuka Direktur PTKI Kemenag RI, Prof Dr H Suyitno MPd.

Dalam sambutannya, Direktur Pendis mengingatkan mahasiswa agar menyeimbangkan kemampuan intelektual dan spritual. Oleh karena itu, mahasiswa tidak hanya terpaku dengan kegiatan kampus saja.

“Tapi harus aktif di lembaga kemahasiswaan,” tukasnya.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Kopertais Wilayah X Drs H Zikwan Saleh. Dia mengingatkan kemampuan emasional lebih besar perannya dalam kesuksesan mahasiswa.

Ketua Yayasan STAI Ahsanta Jambi, Dr dr H Maulana MKM, juga memotivasi mahasiswa ikut kegiatan kemahasiswaan. Menurutnya kesuksesannya hari ini ditentukan aktivitas kemahasiswaannya di masa lalu.

“Saya dulu aktivis mahasiswa,” tukasnya.

Sedangkan Ketua STAI Ahsanta Jambi, Dr dr Hj Nadiyah SPoG menyampaikan pesan jangan ada perpeloncoaan dalam PBAK. Karena menurutnya hal itu tidak mencerminkan intelektual.

“Intelektual harus mencerminkan generasi intelek,” tukasnya. (Arm)

Pikat Hati Media Online, Fikar Sambangi Sekretariat SMSI Provinsi Jambi

JAMBI – Kandidat calon walikota dan wakil walikota Sungai Penuh, Fikar Azzami-Yos Adrino (Fikar-Yos) menyambangi sekretatiat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Jambi, Rabu (16/9/2020) siang.

Kedatangan keduanya disambut hangat oleh Ketua Dewan Penasehat SMSI Provinsi Jambi, H Matlawan Hasibuan dan Ketua SMSI Provinsi Jambi, Muhtadi Puteranusa serta pengurus lainnya.

Pertemuan digelar dengan suasana penuh kehangatan dan kekeluargaaan. Dalam pembicaraan yang terjalin, juga ikut dibicarakan soal dinamika jelang Pilwako Sungai Penuh.

Fikar-Yos seperti diketahui akan bertarung melawan Ahmadi Zubir-Alvia Santoni di ajang politik lima tahunan itu.

Fikar mengatakan, kunjungan ini dalam rangka membangun sinergitas dengan kalangan media dan pers.

“Kunjungan ini adalah bentuk sinergitas kita. Kita menjalin hubungan dengan berbagai kalangan termasuk juga media. Dengan pertemuan ini, kita berharap bisa menjalin kerja sama dan sinergitas yang berkesinambungan,” kata Fikar yang didampingi calon wakilnya, Yos Adrino.

Muhtadi Puteranusa, Ketua SMSI Provinsi Jambi menyambut baik kunjungan tersebut. Dia mendoakan agar pasangan ini dapat memimpin Kota Sungai Penuh ke depan.

“Fikar adalah sosok pemimpin muda yang memang punya kemampuan sebagai leader. Kita yakin Sungai Penuh akan mengalami berbagai kemajuan nantinya,” pungkasnya. (*)

Mendes Himbau Dana Desa Digunakan Buat PKTD

LAMPUNG – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengimbau agar dana desa yang masih ada digunakan untuk program Padat Karya Tunai Desa (PKTD).

Menurut Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menter ini, jika sisa dana desa digunakan untuk PKTD maka ekonomi di desa bisa terus bergerak. Selain itu, PKTD juga diharapkan bisa mengurangi angka pengangguran di desa.

“Contoh kecil, kalau sisa dana desa yang ada di Lampung ini di pakai 55% untuk upah dengan model pendekatan PKTD, kemudian 1 orang bekerja 10 hari maka akan menyerap 377.443 orang atau setara dengan 17% angkatan kerja Desa,” ujarnya

“Ini kan lumayan kalo 17% angkatan kerja desa mendapatkan pekerjaan dengan total gaji satu juta orang, maka akan menaikkan daya beli masyarakat,” sambung Gus Menteri saat memberikan arahan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung di Gedung Pasiban, Bandar Lampung pada Sabtu, (12/9/2020).

Ia juga menjelaskan perbedaan PKTD dengan padat karya yang dikelola oleh Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan maupun yang dikelola oleh Kementerian lainnya.

“PKTD fokus pada satuan kegiatan yang tidak terlalu membutuhkan skill. Karena pada hakikatnya padat karya tunai desa adalah bentuk jaring pengaman sosial yang lebih gentle dibanding dengan BLT. Dengan kata yang lebih mudah dipahami PKTD aalah BLT yang dikemas sedemikian rupa dalam bentuk kerja-kerja konkret,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, PKTD dari dana desa merupakan kegiatan padat karya tunai yang murni dikelola oleh desa. Dalam PKTD ini, desa diberi keleluasaan dalam menentukan lokasi pekerjaan hingga penerimaan tenaga kerja.

Adapun kriteria keterlibatan warga desa dalam program PKTD, yakni pengangguran, keluarga miskin, dan warga marginal lainnya, termasuk juga perempuan kepala keluarga.

“Supaya dana Desa tetap dirasakan kehadirannya oleh seluruh lapisan masyarakat. Kalau kemudian padat karya tunai desa dan model swakelola betul-betul menjadi nafas pengelolaan penggunaan dana desa dalam pembangunan desa, maka bisa diteruskan,” tegasnya.

Selain itu, Gus Menteri juga berpesan, dalam pelaksanaan PKTD harus menerapkan adaptasi kebiasaan baru yakni pakai masker, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau pakai hand sanitizer, serta jaga jarak.

Teks: Rifqi/Kemendes PDTT

Tangkal Faham Radikal, Gus Menteri MoU dengan BNPT

JAKARTA – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPT) bekerjasama menangkal paham radikal masuk ke desa, daerah tertinggal, dan kawasan transmigrasi.

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Komjen Pol Boy Rafli Amar di Kantor Kemendes PDTT, Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Menteri Halim atau yang akrab disapa Gus Menteri ini mengatakan, sebanyak 74.953 desa membutuhkan mitigasi radikalisme untuk mempertahankan kerukunan dan sikap toleran yang selama ini telah terbangun di perdesaan.

Gus Menteri mengatakan, upaya menjaga sikap toleran di desa akan menjauhkan desa dari paham radikal dan terorisme.

“Di desa kayaknya nggak perlu bicara terorisme. Di desa kita bicara tentang mitigasi, pencegahan, toleransi, kemudian saling menghargai. Karena kalau ini semua terbangun maka tidak akan ada intoleranisasi. Kalau tidak ada intoleranisasi tidak akan ada radikalisme, kalau tidak ada radikalisme tidak mungkin ada terorisme,” ujar Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

Di sisi lain, Gus Menteri mengatakan, upaya menangkal paham radikal masuk ke desa telah ia lakukan dengan menekankan aspek pembangunan desa yang tidak boleh lepas dari akar budaya desa setempat. Meski demikian, pembangunan desa juga tidak menutup diri terhadap terobosan-terobosan baru yang lebih baik.

Terkait budaya, lanjutnya, warga desa memiliki kebiasaan warisan nenek moyang yang tidak lepas dari asas kekompakan, kebersamaan, dan saling menghargai berbagai karakter sosial.

Menurut Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini, pertahanan terhadap akar budaya desa tersebut harus dipertahankan, guna memastikan desa tahan terhadap paham-paham radikal.

“Pembangunan desa yang tidak lepas dari akar budaya itu adalah upaya agar desa mempertahankan tradisi-tradisi bagus. Sebagaimana prinsip yang menjadi pegangan kita yakni mempertahankan tradisi lama yang masih bagus, dan mencari terobosan baru yang lebih baik lagi,” ujar Pria Kelahiran Jombang ini.

Terkait hal tersebut, Boy Rafli Amar mengatakan, kejahatan terorisme di Indonesia telah berhasil merekrut generasi muda yang berasal dari desa dan kampung-kampung, yang umumnya berusia 18-25 tahun.

Yang paling banyak terkena proses hukum atau yang berhasil diajak untuk menjadi pelaku bom bunuh diri berasal dari generasi muda.

“Kemungkinan mereka (yang berhasil direkrut) kurang pemahaman, kurang pengetahuan di bidang agamanya, kemudian ada pihak yang mempengaruhi mindset alam berpikir mereka dan mereka terbawa,” terang Mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini.

Untuk itu, kata Boy, selain pembangunan dalam bentuk fisik, pembangunan non fisik juga penting dilakukan untuk membangun ketahanan masyarakat desa terhadap paham-paham radikal.

“Pembangunan non fisik tentunya bagaimana masyarakat desa mengerti, memahami tentang bangsanya, ideolgi bangsanya, hal-hal yang berkaitan dengan ideologi negara, dan prinsip cinta tanah air. Seperti prinsip para ulama di Indonesia yakni Hubbul Wathan Minal Iman,” ujar Mantan Kapolda Banten ini.

Teks: Novri/Kemendes Desa

Dosen STAI Ahsanta Lolos Seleksi Proposal Pengabdian Masyarakat

0

JAMBI – Lagi dosen STAI Ahsanta Jambi menorehkan prestasi yang membanggakan. Dari 720 dosen se Indonesia yang mengajukan proposal Pengabdian Masyarakat, Dosen STAI Ahsanta Jambi, Dewi Tumatul Ainin, SPd MSi lolos seleksi. Dan mereka yang lolos seleksi ini akan mengikuti shortcourse selama seminggu melalui media daring yang diselenggarakan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI.
Dewi yang juga Sekretaris Prodi PGMI ini mengaku bersyukur atas prestasi tersebut. “Terima kasih kepada rekan rekan dosen yang telah membantu dan memotivasi saya,” ucap dosen yang manis ini.
Wakil Ketua I STAI Ahsanta Jambi, Usman El Qureisy MFill mengaku pihak STAI Ahsanta selalu mendorong dosen untuk berkompetisi dalam berbagai ajang. Termasuk kompetisi penelitian ini.
“Saya berharap ini bisa menginspirasi dan memotivasi dosen yang lain,” tukas alumni Pascsarjana Perguruan Tinggi Malaysia. (arm)