Beranda blog Halaman 140

Diisukan PKB Tinggalkan Al Haris, Sofyan Ali Intruksikan Kader Menangkan Al Haris

0

JAMBI – Beredar isu tarik ulur dukungan PKB Provinsi Jambi untuk Haris-Sani, langsung dibantah Sofyan Ali selaku ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Namun isu tersebut terbantahkan sudah. Hari ini, Sofyan Ali datang mengantar pasangan Al Haris – Sani daftar ke KPU. Kepada wartawan, Ketua DPW PKB Provinsi Jambi, Sofyan Ali pada Jum’at (04/09/2020) menjelaskan sampai hari ini, pihaknya masih bersama PKB.

“Saya minta seluruh kader PKB memenangkan pasangan Al Haris-Sani,” tuturnya.

Seluruh kader katanya, harus tunduk dan patuh dengan aturan partai. Oleh karena itu harus memenangkan Al Haris-Sani. (arm)

Ketua DPW PKB Sofyan Ali Antar Pasangan Haris-Sani ke KPU

0

Pantauan dilokasi, Al Haris yang tiba sekitar pukul 09.40 WIB ini terlihat menyetir mobil sendiri dengan didampingi Abdullah Sani.

Dirombongan mobil selanjutanya, terlihat hadir ketua partai pengusung Haris-Sani di Pilgub Jambi, Ketua DPW PAN Jambi, H. Bakri, Ketua DPW Berkarya Jambi, Ambiar Usman, Ketua DPW PKS Jambi, Rudi Wijaya, Ketua DPW PKB Jambi, Sofyan Ali beserta Sekretaris partai Pengusung.

Tiba di KPU, Haris-Sani beserta partai pengusung dan LO mengikuti protokol kesehatan, dengan mencuci tangan dan pengecekan suhu.

Saat berita ini diterbitkan, pasangan dengan jargon ‘Jambi Mantap’ ini masih mengikuti prosesi pendaftaran di KPU Provinsi Jambi. (arm)

Terkait Dukungan Resmi PKB di Pilgub, Ini Jawaban Sekretaris DPW

0

JAMBI – Isu perebutan perahu partai kebangkitan bangsa (PKB)  diajang pemilihan gubernur Jambi semakin hangat. Terlebih hari ini, isu beralihnya dukungan PKB dari Haris-Sani ke Sy Fasya -AJB demikian santer.

Sekretaris DPW PKB Provinsi Jambi, Muhammad Jupri yang biasa dipanggil bang Uje ketika dihubungi mengaku secara kepartaian belum ada pemberitahuan secara resmi. Hanya saja menurutnya didalam politik sudah biasa bermain isu. Terlebih sebelum pendaftaran calon di KPU tanggal 4-6 September 2020.

“Yang jelas kita DPW sifatnya menunggu dan siap menjalankan apapun keputusan DPP, karena soal dukungan ini adalah kewenangan DPP, ” tegas mantan aktivis pergerakan ini.

Seperti diketahui sebelumnya, DPP PKB telah memberikan rekomendasi ke pasangan Haris – Sani. Hanya saja yang dibutuhkan untuk pendaftaran di KPU bukan surat rekomendasi. Tapi B 1 KWK.

“Pokoknya kami sami’na waato’na,” tegasnya sambil menutup telepon. (arm)

 

 

 

Abdullah Sani, Kiyai NU yang Bertarung di Pilgub Jambi

0

PERHELATAN pemilihan gubernur Desember 2020 ini menjadi ajang pertarungan perebutan kekuasaan yang cukup seru. Pertarungan perebutan perahu partai hampir usai. Dari empat pasangan calon, kini tinggal tiga yang siap berlayar.
Pasangan ini terdiri dari Al Haris – Abdullah Sani yang diusung PKB, PKS,PAN dan Berkarya. Kemudian Cek Endra – Ratu yang diusung Golkar – PDIP dan pasangan Fahrori – Syafril Nursal yang diusung Gerindra -Demokrat.
Dari tiga pasangan tersebut, pasangan Al Haris – Abdullah Sani memiliki banyak keunggulan. Pertama, pasangan ini pertama kali mendapat dukungan partai dan paling siap berlayar. Kedua, pasangan ini didukung kaum Agamis dan Nasionalis. Buktinya, partai pendukungnya seperti PKB yang memiliki basis massa warga Nahdatul Ulama yang merupakan organisasi massa terbesar di Indonesia. PAN yang memiliki basis massa warga Muhammadiyah yang juga organisasi muslim terbesar. Ditambah lagi PKS yang identik dengan partai Islam. Sedangkan massa nasionalis didukung dari partai Berkarya. Dan yang tak terlebih penting, pasangan Al Haris yakni KH Abdullah Sani, merupakan seorang ulama kharismatik tokoh Nahdiyin yang banyak berdakwah di masyarakat. Sehingga menyempurnakan posisi pasangan ini sebagai pasangan umara-ulama. Mengingat, Al Haris dikenal sebagai birokrat sejati yang memulai karir PNS dari golongan rendah hingga jadi Bupati Merangin dua periode.

Berikut Profil Lengkap Abdullah Sani ?

KH Abdullah Sani mengawali karir politiknya di Pilwako 2013 bersama Sy Fasha. Dan dia terpilih menjadi Wakil Walikota. Tidak hanya di dunia perpolitikan, Buya Sani sebenarnya juga aktif di bidang keagamaan. Sejak 2003, Wak Dul dikenal sebagai Nahdliyyin yang berpengaruh di Jambi. Dia menjadi guru mengaji hingga Da’i kondang.
Drs H Abdullah Sani, M. PdI, laki-laki berdarah Jawa – Banjar ini lahir di Kuala Tungkal pada 8 September 1956. Dirinya memiliki Istri bernama Komariah. Dari pasangan ini lahir Lima buah hati, yakni:
1. M Fikri Irsyad
2. Husna Rifziyah
3. Azki Akhyar
4. Nadya Hafizah
5. Rifqa Annada

Buya Sani juga seorang akademisi, karena dirinya merupakan seorang dosen IAIN (sekarang UIN) Sultan Thaha Saifuddin. Selain itu, dirinya juga aktif di lembaga-lembaga keagamaan. Berikut perjalanan karirnya.
1. Tahun 1985 – 1990: Ketua Bidang Tilawa LPTQ
2. Tahun 1987: Dosen/Asisten Ahli Madya.
3. Tahun 1988-1993: Ketua I BP2.
4. Tahun 1988: Ketua Jurusan PAI.
5. Tahun 1991: Dosen/Asisten Ahli.
6. Tahun 1993: Dosen/Lektor Muda.
7. Tahun 1993: Kep. MA. Labor.
8. Tahun 1994-1995: DPD Tk II MDI.
9. Tahun 1995-1996: Dosen/Lektor Madya.
10. Tahun 1995: Pengelola Akta IV IAIN STS Jambi.
11. Tahun 1996-2002: Anggota Senat Fakultas Tarbiah IAIN STS Jambi.
12. Tahun 2001: Dosen/Lektor Kepala.
13. Tahun 2002-2006: Anggota Senat Institut IAIN STS Jambi.
14. Tahun 2003 – Sekarang: Ketua Komite MAN Model Kota Jambi.
15. Tahun 2003-2008: Wakil Ketua PW2 Nahdatul Ulama Provinsi Jambi.
16. Tahun 2004-2009: Ketua Majelis Ulama Indonesia Kec. Jambi Selatan.
17. Tahun 2005-Skrg: Ketua Komite MTSN Model Jambi.
18.Tahun 2006-2011: Ketua Syuriah PC NU Kota Jambi.
19. Tahun 2006- 2011: Wakil Ketua PW ltthadul Muballighin Provinsi Jambi.
20. Tahun 2006-Skrg: Pengurus Harian MA Unggulan Provinsi Jambi.
21. Tahun 2007- 2012: Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Jambi.
22. Tahun 2007-2012: Majelis Fakar PW Dewan Masjid Indonesia.
23. Tahun 2007-Skrg: Badan Perlaksana Desa Binaan IAIN STS Jambi.
24. Tahun 2007 – Skrg: Ketua FKKS Sekolah Dasar Kecamatan Jambi Selatan.
25. Tahun 2007 – Skrg: Wakil Ketua FKKS SMP/SMA Kota Jambi.
26. Tahun 2008 – 2010: Ketua IKAMA Program Pasca Sarjana PPS IAIN STS Jambi.
26. Tahun 2009 – 2011: Dewan Pertimbangan BAZDA Kota Jambi.
27. Tahun 2009 – 2012: Anggota Dewan Pendidikan Kota Jambi.
Sedangkan karirnya di pemerintahan dimulai dengan menjadi Staf Ahli Wali kota Bidang Kemasyarakatan dan SDM (1999), Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemkot Jambi (2010) dan Asisten II Pemkot Jambi (2012).

Mendes Resmikan Kampung Hidropanik

JOMBANG – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar melakukan kunjungan di Desa Bedahlawak, Kecamatan Tembelang, Jombang, Sabtu (29/8). Ia meresmikan Kampung Hidroponik Seroja Desa Bedahlawak.

Gus Menteri, sapaan akrabnya, mengapresiasi inovasi Desa Bedahlawak tersebut. Menurutnya, keseriusan dalam mengembangkan kampung hidroponik dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat desa setempat.

“Ekonomi desa harus dikembangkan supaya masyarakatnya mendapatkan nilai tambah,” ujar Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

Di sisi lain, Gus Menteri juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari dana desa kepada masyarakat desa terdampak ekonomi akibat covid 19. Menurutnya, BLT dana desa yang telah disalurkan sejak Bulan April yang lalu tersebut, akan disalurkan hingga Desember 2020.

“BLT dana desa dipastikan sampai Desember. Untuk yang belum ditangani BLT dana desa akan ditangani oleh Kemensos (Kementerian Sosial),” ujar Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Terkait hal tersebut, Kepala Desa Bedahlawak, Masrum mengatakan, Pencanangan kampung hidroponik telah lama dilakukan untuk menciptakan aktivitas petani milenial, di samping aktivitas pertanian di sawah. Menurutnya, hasil pertanian hidroponik yang telah dipasarkan secara online tersebut mendapat respon signifikan dari pembeli.

“Kita komitmen untuk menyediakan sayur yang berkualitas tinggi. Dan tentu menjadi nilai tambah untuk masyarakat di samping usaha lain,” ujar Masrum.

Di samping itu, Desa Bedahlawak juga membuat olahan sayuran hidroponik tersebut menjadi berbagai produk seperti jus sayur, steak, dan puding. Ia berharap, pengembangan kampung hidroponik dan berbagai produksi olahan sayuran tersebut dapat memberikan keberkahan tersendiri untuk Desa Bedahlawak.

“Harapannya kalau sudah tersebar di beberapa tempat hidroponik, manajemennya akan kita bagi menjadi manajemen penanaman dan penjualan. Agar mitra satu dan yang lain tidak bertumpuk,” ujar Masrum.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Menteri juga memberikan santunan kepada yatim piatu dan dhuafa di desa setempat. (**)

Teks: Novri/Kemendes PDTT

Menuju Tatanan Profesional, 64 Perusahaan Media Tergabung di SMSI Provinsi Jambi

JAMBI – Pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Jambi, Mukhtadi Putranusa selaku ketua menyampaikan telah bergabung sebanyak 64 perusahaan media siber hingga saat ini dan tersebar diseluruh kabupaten/kota se-provinsi Jambi.

“Serikat Media Siber Indonesia ini merupakan sebuah organisasi tempat berhimpunnya perusahaanperusahaan pers online, ibarat sebuah tanaman, SMSI ini belumlah seumur jagung, tapi Alhamdulillah, saat ini statusnya sudah menjadi salah satu konstituen Dewan Pers, bersama 9 organisasi profesi wartawan dan perusahaan pers lainnya di Indonesia,” Ujarnya saat menyampaikan kata sambutan (Sabtu, 29/08/2020) di Aula Rumah Makan Pagi Sore.

“Khusus di Provinsi Jambi, saat ini sudah terdaftar sebanyak 64 perusahaan pers online yang berada di bawah naungan SMSI, semuanya sudah memenuhi persyaratan sebagai sebuah perusahaan media. Hanya saja, dari 64 media itu, belum semuanya terverifikasi Dewan Pers,” Tambahnya.

Hal itu menjadi tantangan bagi SMSI Provinsi Jambi ke depannya, bagaimana media-media yang berada di bawah payung SMSI betul-betul menjadi media yang profesional, kredibel dan berintegritas, membangun kemitraan dengan pemerintah dan pihak swasta, tentu dengan tidak menghilangkan daya kritis sebuah media.

“Rakerda I SMSI ini merupakan salah satu upaya dari kami untuk menuju ke tatanan media yang profesional, kredibel dan berintegritas yang kami maksudkan tadi. Kami menyadari, Rakerda ini tidak akan bisa terlaksana dengan baik tanpa adanya bantuan dari Pemprov Jambi, Polda Jambi, Korem Garuda Putih Jambi serta para pihak lainnya. Dan yang tidak bisa kami lupakan, tentulah kekompakan seluruh pengurus dan perusahaan-perusahaan media SMSI yang tersebar di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah,” Imbuhnya.

Pada seremonial pembukaan Rakerda I, tampak hadir Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar M.Hum yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten I Bidang kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jambi; Drs H Apani Saharudin, Kapolda Jambi, Irjend Pol Firman Shantyabudi diwakili oleh Kabid Humas Polda Jambi; Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi dan Kasubdit Penmas AKBP Katino Danrem 042 Gapu, Brigjend TNI M Zulkifli diwakili oleh Kapenrem Jambi; Mayor Inf Hatta.

Para ketua Organisasi Wartawan, Pemilik-pemilik media siber di bawah naungan SMSI. Lalu dihadiri oleh seluruh pengurus SMSI Provinsi Jambi juga perwakilan pengurus SMSI dari 8 Kabupaten/Kota. (***)

Besok Gubernur Jambi, Kapolda dan Danrem Akan Hadiri Rakerda I SMSI Provinsi Jambi

JAMBI – Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar M.Hum, Kapolda Jambi dan Danrem 042 Gapu dijadwalkan hadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Jambi, Besok (Sabtu, 29/08/2020) di Aula Rumah Makan Pagi Sore.

Mukhtadi Putranusa selaku Ketua SMSI Provinsi Jambi, Melalui sekretaris, Pirma Satria (Jum’at, 28/08/2020) menerangkan Rakerda I ini bertajuk ‘Peran Media Siber di Tengah Pandemi Covid-19’

“Gubernur Jambi, belum ada perubahan dan positif hadir dan membuka kegiatan Rakerda I SMSI Provinsi Jambi besok. Peran Media Siber di Tengah Pandemi Covid-19 menjadi pilihan tema kita mengingat belum berakhirnya pandemi,” Terang Pirma Satria yang akrab disapa Pipin.

Tidak hanya Gubernur Jambi, Organisasi wartawan dan lainnya juga turut diundang. Selain itu, tentunya akan dihadiri oleh seluruh pengurus SMSI Provinsi Jambi juga perwakilan pengurus SMSI dari 8 Kabupaten/Kota.

“Komunikasi kepada rekan-rekan di Kabupaten/kota yang telah terbentuk kepengurusan SMSI, siap menghadiri Rakerda Pertama ini. Karena banyak hal yang akan kita susun kedepannya, yang terdekat adalah persiapan menuju Rapat Kerja Nasional atau Rakernas SMSI,” Ungkap Lelaki pemilik senyum khas tersebut.

Pada kesempatan ini, Pipin turut mengingatkan seluruh peserta Rakerda untuk patuh protokol covid-19 agar kegiatan dapat berjalan dengan maksimal.

“Kami telah mengantongi surat rekomendasi dari gugus tugas covid-19 kota Jambi, juga berkomunikasi dengan berbagai pihak, seperti aparat kepolisian baik Polresta maupun Polda Jambi, lalu otoritas setempat yang berwenang di lingkungan lokasi Rakerda, untuk syarat semua kami penuhi,” Tegas Pipin.

“Setiap peserta nanti yang hadir wajib pakai masker dan akan dilakukan cek suhu tubuh, sebelumnya wajib cuci tangan yang tersedia di bagian pintu masuk. Kita wajib bersama mematuhi aturan dan ketetapan sesuai protokol kesehatan,” Pungkasnya.

BERSAMA BASMI NARKOBA DI KOTA JAMBI MELALUI REHAB BERBASIS MASYARAKAT (RBM)

Penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba merupakan salah satu masalah serius bangsa ini. Narkoba merupakan ‘penyakit’ kronis yang menyerang anak-anak bangsa sehingga membuat mereka ‘lumpuh’ tak berguna. Menyerang siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Peredaran dan penyalahguanaan barang haram ini seakan tak terbendung dan telah menelan begitu banyak korban dari hari ke hari.

Tidak terkecuali di Kota Jambi. Saat ini, data penyidikan dari Bidang Pemberantasan pada tahun 2017 s.d 2020 total ada 173 tersangka kasus penyalahgunaan narkoba di Kota Jambi (data penggunaan Narkoba di Kota Jambi). Ini tentu angka yang tidak kecil karena dampak yang ditimbulkan di tengah masyarakat pasti sangat besar.

Melihat kondisi ini, tentu semua pihak harus terus berupaya untuk melakukan ‘perlawanan’. Sebagai leading sector yang diberi amanah oleh undang-undang, Badan Narkotika Nasional (BNN) terus berupaya melakuan program-program pemberantasan narkoba di tengah masyarakat. Tentu saja tidak hanya penegakan hukum, tapi juga lebih pada pendekatan kepada pemasyarakat dengan mengedepankan pencegahan dan pemberdayaan.

Adalah sangat penting menumbuhkan kesadaran di tengah masyarakat bahwa melakukan pencegahan jauh lebih penting ketimbang pemberantasan. Pendekatan-pendekatan sosio-kemasyarakatan sudah saatnya digalakkan oleh seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.

Perlawanan sesungguhanya sudah harus dimulai dari masyarakat sendiri.

Di Kota Jambi, sejalan dengan program BNN Nasional, BNN Kota Jambi sedang menggalakkan program Rehab Berbasis Masyarakat (RBM). Starting point program ini dilakukan bertepatan dengan peringatan puncak Hari Anti Nakotika Internasional (HANI) yang jatuh pada tanggal 26 Juni 2020 lalu, BNN Kota Jambi bersama Walikota Jambi me-launching RBM ini yang difokuskan pada dikelurahan Legok dan kelurahan Lingkar Selatan.

Program ini tentu saja merupakan turunan dari beberapa aturan dan perundang-undangan seperti Instruksi Presiden nomor 2 Tahun 2020 Tentang Rencana Aksi Nasinal P4GN tahun 2020-2024. Peraturan Daerah Kota Jambi Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Pencegahan dan Penanggulangan terhadap Penyalahgunaan Narkotika , Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya. Program kerja BNN Kota Jambi Seksi Rehabilitasi Tahun 2020.

Target utama dari program yang dilakukan oleh BNN Kota Jambi bersama Pemkot Jambi ini adalah terciptanya kelurahan Legok sebagai kelurahan BERSINAR (Besih dari Narkoba).

Dengan program ini pula diharapkan dapat mengubah mindset masyaakat terutama masyarakat kelurahan Legok Kecamatan Danau Sipin yang selama ini banyak dikenal dengan sebutan ‘Kampung Narkoba’.

Perubahan mindset ini sangat penting karena dengan bersamaan akan mengubah cara hidup masyarakat. Perhatian terbesar saat ini adalah di Kelurahan Legok. ‘Gawean’ terbesar saat ini adalah bagaimana mengubah pola pikir dan pola hidup masyrakat di kampung ini.

Lebih-lebih saat ini pemerintah Kota Jambi sedang gencar-gencarnya menjadikan daerah Danau Sipin sebagai destinasi wisata buatan. Tidak banyak kota-kota besar di Indonesia yang memiliki potensi alam danau di pusat kota seperti ini. Kota Jambi termasuk salah satu kota yang beruntung karena memiliki Danau Sipin.

Sangat tepat jika Danau Sipin akan menjelma menjadi kawasan wisata ekonomi dan destinasi wisata unggulan Kota Jambi. Pemerintah akan membangun konsep wisata modern, namun tidak meninggalkan ciri khas, kearifan lokal budaya dan adat masyarakat Kota Jambi.

Maka dari itu, agar program wisata ini berjalan dengan baik sesuai harapan bersama, selain pembangunan fisik dan infrastruktur di seputaran lokasi ini, pembangunan non-fisik juga tidak kalah pentingnya. Tentu kita tidak berharap, tempat yang indah dan menjanjikan ini di kemudian hari akan menjadi lahan subur tumbuhnya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Masyarakat harus benar-benar kita siapkan.

Kesimpulannya, pemerintah (negara) tidak boleh kalah. Persoalan Narkoba harus terus ‘dilawan’ dengan berbagai cara secara bersama-sama. Semua orang harus bersinergi saling membantu karena Narkoba adalah musuh kita semua. Program RBM hanyalah salah satu langkah bersama untuk membasmi narkoba di Kota Jambi. Semoga.

*Kepala BNN Kota Jambi

Menteri Desa Isi Webinar Feminisme Kemiskinan

JAKARTA  – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar jadi pembicara kunci dalam Webinar yang bertajuk Feminisasi Kemiskinan dan Efektifitas Bantuan Sosial Merespon Pandemi Covid-19.

Webinar ini dilaksanakan Yayasan Pemberdayaan PEKKA, Kedutaan Australia, KOMPAK dan MAMPU.

Menteri Halim mengatakan, hampir semua agama termasuk Islam yang dianutnya menempatkan perempuan pada posisi yang mulia, yaitu perempuan adalah tiang agama, tiang bangsa dan penentu masa depan bangsa.

Di sisi lain, faktanya kita kerap kali abai terkait penempatan perempuan dalam proses pembangunan, termasuk perhatian kita terhadap kondisi objektif yang dihadapi oleh perempuan.

Olehnya, langkah pertama ditelaahnya saat jadi Menteri Desa, Abdul Halim melihat penempatan perempuan dalam berbagai kebijakan pembangunan di desa.

Termasuk dalam program di Kemendes PDTT adalah Padat Karya Tunai Desa yang difokuskan untuk perbanyak keterlibatan masyarakat sebagai tenaga kerja. Ada syarat kunci, pertama dari kelompok miskin, kedua kelompok pengangguran dan ketiga kelompok marjinal, dimana dari ketiganya pasti ada perempuan didalamnya.

“Jadi selama ini Kementerian Desa memang telah menempatkan perempuan di posisi penting dalam keterlibatan di proses pembangunan,” kata Gus Menteri, sapaan akrabnya, Senin (24/8/2020).

Contohnya pada Musyawarah Desa, harus ada keterlibatan perempuan. Termasuk dalam Badan Perwakilan Desa (BPD). Keterlibatan ini jadi fokus utama Gus Menteri.

Jadi saat ada program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) maka Kemendes pun lakukan sejumlah langkah yaitu pendataan dilakukan dengan libatkan Relawan Desa yang didalamnya ada unsur PKK atau perempuan.

Kedua, pendataan harus dimulai dengan melihat kondisi objektif yang ada di desa, termasuk kondisi perempuan termasuk yang belum terdata di bantuan sosial lainnya. Ketiga, pihak yang kehilangan pekerjaan akibat Covid-19.

Yang menarik saat pendataan, yang terbanyak justru dari Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) terkait dengan belum terdata. Di lihat dari sisi usia, tertinggi ada 827.000 atau 34 persen yang usianya 65 tahun keatas. Usia 30 – 44 tahun hanya 20 persen kemudian 45-64 tahun sebanyak 16 persen.

“Hingga hari ini Dana Desa yang telah tersalur Rp13 Triliun untuk 74.672 Desa,” kata Doktor Honoris Causa dari UNY.

Dari 33 persen PEKKA, jika ditilik dari jenis pekerjaannya, yang terbanyak adalah Buruh Tani sebanyak 42 persen atau setara 1.043.354. Kedua, Petani Pemilik Lahan sebanyak 31 persen, Petani Penggarap hanya 13 Persen. Lain-lainya hanya sekitar satu persen seperti nelayan, pedagang makanan atau peyedia jasa

Untuk peran perempuan dalam proses pembangunan di desa, merujuk pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Desa. Jika dibagi dalam dua bagian besar yaitu, aspek kewargaan ada enam goals. Salah satunya keterlibatan perempuan di desa. Ini jadi perhatian Kemendes PDTT.

Gus Menteri mencontohkan keterlibatan Perempuan dalam Musyawarah Desa (Musdes) dan memberikan tekanan harus ada unsur perempuan yang mewakili di setiap penyelenggaraan Musdes, minimial 30 persen dari total peserta.

“Ini selalu kita pantau setiap harinya agar kebijakan ini benar-benar dilaksanakan,” kata Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Termasuk soal BPD, minimal ada perwakilan perempuan dengan minimal 30 persen dari jumlah anggota Badan itu.

Gus Menteri meyakini jika gerakan-gerakan dalam perwujudan SDGs Desa bakal lebih efektif jika melibatkan perempuan, misalnya Goals 1 desa tanpa kemiskinan. Jika berbicara isu ini maka akan lebih cepat, tepat dan efisien ketika banyak melibatkan perempuan.

Desa Tanpa Kelaparan, yang bisa mendeteksi warga yang masi kelaparan diyakini hanya perempuan karena lebih pek terhadap kondisi lingkungan.

“Desa Sehat dan Sejahtera, ini tidak akan terwujud kalau tidak melibatkan perempuan. Berbicara Posyandu dan Stunting menjadi bagian perempuan yang jadi harapan dalam pencapain SDGs,” kata Mantan Ketiua DPRD Jombang ini.

Gus Menteri berharap agar nantinya kebijakan yang berpihak kepada perempuan di proses pembangunan akan lebih banyak.

Firman/Kemendes PDTT

Sofyan Ali Tinjau Realisasi Program Bedah Rumah di Muarojambi

KOTA JAMBI – Sofyan Ali sangat konsen dengan program dan kegiatan yang diusulkannya kepada pemerintah pusat untuk Provinsi Jambi. Diantaranya adalah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) alias bedah rumah dan kegiatan Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW).
Kegiatan yang menyentuh langsung kepada masyarakat ini akan terus digalakkan anggota DPR RI yang tergabung di Komisi V dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut. Tidak hanya diusulkan saja, akan tetapi Sofyan Ali akan terus memantau kedua kegiatan ini agar di lapangan dilaksanakan sesuai aturan. Hal ini terlihat dari peninjauan langsung yang dilakukan Sofyan Ali terhadap kedua kegiatan ini.
Pekan lalu, Sofyan Ali meninjau langsung realisasi BSPS yang lebih dikenal bedah rumah, yang terdapat di Desa Guguk, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Tidak hanya di Kabupaten Merangin, anggota Banggar DPR RI FPKB dapil Jambi itu pun meninjau realisasi pembangunan jalan usaha tani dari kegiatan PISEW untuk Desa Lubuk Suli – Ladeh, Kecamatan Depati VII, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.
Pekan ini, tepatnya Minggu 23 Agustus 2020, Sofyan Ali kembali meninjau realisasi program dan kegiatan yang sama. Kali ini Sofyan Ali meninjau langsung realisasi bantuan BSPS/bedah rumah di Desa Penyengat Olak, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muarojambi. Dalam kunjungan kali ini Sofyan Ali didampingi kepala desa, Badan Pemusyawaratan Desa (BPD), dan penerima manfaat di desa setempat.
“Setelah kita usulkan, kita juga harus memantau realisasinya di lapangan, jangan sampai bantuan ini tidak dilaksanakan. Kita harap bantuan ini bisa meningkatkan kualitas hidup dan ketahanan keluarga para penerima manfaat bedah rumah,” ujar Ketua DPW PKB Provinsi Jambi ini kepada sejumlah media.
Menurut Sofyan Ali, kegiatan ini merupakan program yang dilaksanakan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan dan mengembangkan infrastruktur yang mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan permukiman di kecamatan, serta meningkatkan kualitas permukiman perdesaan.

Seperti di Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin, Kabupaten Muarojambi pun tidak luput dari pantauan Sofyan Ali. “Saya ingin melihat langsung realisasinya seperti apa, saya juga nanya langsung dengan penerima manfaat program bedah rumah ini apakah sesuai dengan yang diusulkan apa tidak. Ini adalah bentuk kontrol, pengawasan kita. Nah jika program ini dilaksanakan dengan baik tentu tahun depan akan kita tingkatkan,” terangnya.
Untuk diketahui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)/bedah rumah ini merupakan bantuan dari pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan untuk mendorong dan meningkatkan keswadayaan dalam peningkatan kualitas rumah dan pembangunan baru rumah beserta prasarana, sarana dan utilitasnya.
Beberapa kriteria penerima BSPS antara lain Warga Negara Indonesia (WNI) sudah berkeluarga, memiliki tanah yang ditandai dengan bukti kepemilikan tanah yang sah, tinggal di rumah satu-satunya dalam kondisi tidak layak huni atau belum memiliki rumah.
Belum pernah mendapatkan BSPS atau bantuan sejenis, memiliki penghasilan maksimum sesuai upah minimum provinsi, dan bersedia melaksanakan dengan berswadaya, berkelompok, dan tanggung renteng untuk menyelesaikan pembangunan rumah. (mcsa)