Beranda blog Halaman 144

Telepon PLD yang Dibegal, Gus Menteri Dipuji Netizen

0

JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menelepon Nina Nurlina (28), seorang Pendamping Desa di Kecamatan Singkut, Sorolangun, Jambi, yang menjadi korban begal saat bertugas.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu 15 Juli 2020 kemarin sekitar pukul 13.25 WIB, saat itu Nina berada di Desa Argosari menuju Bukit Bumi Raya, dalam rangka bertugas mengawal menyaluran BLT Dana Desa tahap III.

“Saya Halim, bagaimana ceritanya,” kata Abdul Halim atau yang biasa disapa Gus Menteri mengawali pembicaraan dengan Nina saat peristiwa begal, Kamis (16/07/2020).

Mendapat telepon dari Gus Menteri, Nina sedikit grogi menceritakan kronologi peristiwa begal yang menimpa dirinya.

Ia menuturkan, saat itu dirinya harus bertugas mengawal penyaluran BLT Dana Desa di desa Bukit Bumi Raya.

Karena jaraknya cukup jauh dan membutuhkan waktu kurang lebih satu jam, akhirnya Nina terpaksa memilih lewat jalan alternatif. Di lokasi yang cenderung sepi itu, Ia melihat pengendara motor Vixion berboncengan menoleh kanan kiri dan kebelakang.

Karena gelagatnya mencurigakan, akhirnya Nina panik kemudian bergegas putar arah dan terjatuh ke parit. Dua pria misterius itu mendekat dan satu diantaranya turun tapi bukan untuk menolong melainkan menodong menggunakan sebilah pisau.

“Posisi mukanya sudah di muka saya, jadi saya bilang ampun bang, ampun, ambil lah HP saya dan jangan apakan saya, setelah dia ambil tas saya dan motor saya,” kata Nina.

Lebih lanjut, Gus Menteri menyarankan untuj segera membuat laporan ke polisi menyertakan barang bukti yang ada, sekaligus meminta dibuatkan sketsa gambar wajah pelaku mumpung masih ingat sekalipun agak samar.

“Minta dibuatkan sketsa biar menjadi petunjuk awal untuk polisi ya,” kata mantan Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur itu.

Wanita berusia 28 tahun itu mengaku masih ingat dengan jelas muka dan bentuk tubuh dari kedua pelaku tersebut, karena kebetulan saat pelaku melancarkan aksinya tidak menggunakan masker maupun helm.

“Sabar ya, mudah-mudahan mendapat ganti yang lebih dari Allah SWT. Apalagi dalam perjalanan untuk berbakti kepada masyarakat desa yang di dampingi. Salam untuk keluarga semua, salam untuk pendamping desa yang lain,” kata Gus Menteri.

Usai menelpon Nina, Gus Menteri berharap ada aksi solidaritas berupa penggalangan bantuan untuk Nina, mengingat dia tertimpa musibah saat menjalankan tugas negara.

“Nina perlu diperhatikan dan dapat bantuan. Sebaiknya ada aksi solidaritas untuk itu,” kata Gus Menteri.

Sementara itu, reaksi Gus Menteri menelpon Nina itu mendapat respons positif dari warganet yang rata-rata memuji perhatiannya kepada para Pendamping Desa.

Legislator PKB, Luluk NH: Jangan Lupa, Pemerintah Punya Kewajiban Bantu Pesantren

0

JAKARTA -Menanggapi wacana penghentian sementara Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di seluruh Pondok Pesantren di Daerah Wonogiri, Jawa Tengah karena dinilai munculnya klaster baru Covid-19 di salah satu Ponpes, sebagaimana pemberitaan media, sontak mendapat tanggapan dari legislator FPKB, Luluk Nur Hamidah.

“Pemerintah Daerah tidak bisa semena-mena menghentikan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di pondok-pondok pesantren hanya gara2 kasus Covid 19 di Pesantren Sempon itu. Pesantrèn punya tradisi KBM tersendiri”, katanya pada Media di Jakarta, Rabu (15/07/20).

Menurut Anggota DPR RI Fraksi PKB dari Dapil Jawa Tengah IV ini, dirinya minta Pemerintah Daerah lebih baik segera tanggap dengan memfasilitasi pesantren dengan protokol kesehatan, rapid test gratis, APD yang memadai, layanan konsultasi dari tenaga medis setempat. Bukan dengan tiba2 melarang KBM.

Lukuk ingatkan, jangan lupa, Pemerintah memiliki kewajiban untuk memberikan dukungan dan fasilitasi agar Pondok-ponsok Pesantren memiliki kesiapan dan dapat memasuki masa New Normal dengan baik.

Senada dengan itu, Pengurus MP3I (Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren se- Indonesia), Gus Imam Baehaqi tegaskan, tidak selayaknya Kepala Daerah tiba-tiba membuat kebijakan menghentikan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di Pondok-pondok Pesantren hanya karena adanya kasus positif Covid-19 di Pesantren Sempon, Wonogiri, Jawa Tengah.

“Sekarang ini sudah New Normal. Pesantren punya tradisi pembelajaran atau Ta’lim wa Ta’allum yang khas, dimana ada konsep barakah melalui talaqy (pertemuan) dan qudwah (teladan) dari kiai. Pemerintah Daerah mustinya sejak awal bantu Pondok-pondok Pesantren dan terapkan KBM dengan protokol kesehatan”, tandasnya. (**/rl)

Ditodong Senjata, PLD Sedang Bertugas Dibegal

0

SAROLANGUN – Pendamping Lokal Desa (PLD) Kec. Singkut Nina Nurlina (28) menjadi korban begal dua pelaku tak dikenal, Rabu (15/7) kemarin.

Nina mengatakan, kejadian diperkirakan pukul 13.25 WIB, saat ia berada di perbatasan antara Desa Argosari dan Bukit Bumi Raya hendak menuju desa dampingan.

“Iya. Saya sendirian. Mau ke desa dampingan Desa Bukit Bumi Raya. Karena sekitar jam 13.30 WIB ada pembagian BLT,” katanya ketika dikonfirmasi.

Di lokasi kejadian yang cendrung sepi itu, menurut Nina, ia melihat pengendara vixion merah tanpa lampu, berboncengan sembari menoleh ke arah ke belakang.

Karena tampak gelagat mencurigakan, dirinya memutarkan beat yang dikendarainya, bermaksud kembali menuju Argosari.
“Tapi pas saya mutar arah, tampak pelaku ngebut, karena saya panik, malah saya masuk ke parit di pinggir jalan itu. Dan motor menghimpit saya,” ujarnya.

Ketika itulah katanya, satu pelaku turun langsung menghampiri dan menodongkan pisau tepat di mata kanannya.

“Dia (pelaku,red) turun sambil nodong pakai pisau,” katanya.

Lantaran tak kuasa lagi sambil minta ampun ke pelaku, dirinya terpaksa meloloskan tas berisi barang berharga yang direbut paksa pelaku.

Setelah mendapat tas pelaku langsung kabur membawa beat hitam BH 2967 QQ miliknya. Akibat kejadian itu dirinya menanggung kerugian satu unit roda dua, tas berikut dokumen penting.

“ATM beikut dokumen penting. Duit sekitar Rp 500 ribu dan android,” keluhnya.

Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar (TA-PSD) Kabupaten Sarolangun Qomaruddin, menyanyangkan kejadian pembegalan yang telah menimpa PLDnya. Apalagi ketika itu korban sedang di perjalanan, melaksanakan tugas menuju desa dampingannya.

“PLD kita sedang menjalan tugas. Karena ada penyaluran BLT di Desa Bukit Bumi Raya Singkut,” ujarnya.

Meskipun pelaku tidak melukai, tapi katanya, kerugian yang ditimbulkan tidak sedikit. “Kita berharap pelaku ditangkap secepatnya. Ditindak sesuai hukum yang berlaku. Agar kedepan kejadian sama tidak terulang, termasuk ke pendamping kita lagi,” pungkasnya.

Berantas Korupsi di Desa, Kemendes PDTT Gandeng KPK

JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar bersama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menandatangani Nota Kesepahaman Bersama antara Kemendes PDTT dengan KPK RI tentang Kerjasama dalam Upaya Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, di Kantor Kemendes PDTT pada Selasa (14/7).

Nota Kesepahaman dibuat dalam rangka upaya pemberantasan tindak pidana korupsi untuk meningkatkan kinerja yang akuntabel, transparan, efektif dan efisien sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Adapun ruang lingkup dalam nota kesepahaman tersebut diantaranya meliputi pertukaran informasi data yang terkait dengan pelaksanaan tugas dan kewenangan masing-masing sesuai dengan peraturan perundang-undangan, pencegahan tindak pidana korupsi, melakukan kegiatan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia dalam rangka upaya pemberantasan tindak pidana korupsi, pengkajian dan penelitian serta penyediaan narasumber dan ahli.

Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri usai penandatangan melaporkan, tahun 2020 ini Kemendes PDTT telah diberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laporan keuangan pemerintah dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Karena kita memang betul-betul melakukan upaya pencegahan yang semaksimal mungkin. Disini tiap bulan inspektorat memberikan laporan terkait kinerja dan berbagai hal di masing-masing ke Dirjenan sehingga sejak dini sudah bisa diketahui berbagai hal yang mengkhawatirkan bisa menimbulkan kerugian negara,” kata Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

Selain itu, Gus Menteri juga menyampaikan terkait Laporan Harta Kekayaan Aparatur Sipil Negara (LHKASN) dan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

“Alhamdulillah, laporan LHKASN dan LHKPN sudah 100 persen. Terdiri dari LHKASN sebanyak 1.329 ASN dan LHKPN sebanyak 856 pejabat,” kata Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Bukan itu saja, Gus Menteri melaporkan terkait zona integritas. Dalam hal ini, Kemendes PDTT pada tahun 2009 terdapat 6 unit kerja zona integritas meningkat menjadi 19 unit kerja zona integritas pada tahun 2020.

“Dan tentu ini menjadi bagian dari komitmen kita untuk berbagai upaya pencegahan korupsi. Dengan kerjasama ini, mudah-mudahan kita diberikan satu kemudahan untuk trus berupaya agar seluruh keluarga besar Kemendes PDTT terjauhkan dari musibah korupsi di Indonesia,” katanya.

Sementara iti, Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan apresiasi kepada Kemendes PDTT yang telah mengembangkan pentingnya integritas di wilayah unit kerjanya.

Menurutnya, Korupsi itu terjadi karena banyak hal diantaranya orangnya serakah, karena ada kesempatan, karena kebutuhan, karena ancaman hukumannya rendah sehingga orang melakukam korupsi.

“Tetapi disamping itu, korupsi muncul karena kekuasaan, karena ada kesempatan dan kurangnya integritas. Jadi, betapa pentingnya zona integritas ini,” katanya.

Terkait dengan penandatangan, KPK kata Firli, sangat terbuka kepada setiap kementerian dan lembaga dalam rangka kerjasama terkait dengan langkah-langkah pemberantasan korupsi, baik itu bersifat pendidikan masyarakat, pencegahan supaya tidak terjadi korupsi, pendidikan dan lain-lain.

“Khususnya Kemendes PDTT yang hari ini dilakukan penandatangan kerjasama. Kami siap untuk mendampingi dan kami siap untuk menjadi narasumber dan ahli. Hal yang penting adalah negara ini bebas dari korupsi,” katanya.

Dalam penandatanganan ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi, Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi dan pejabat eselon satu lainnya di lingkungan Kemendes PDTT beserta seluruh pegawainya.

Teks: Rusli/Kemendes PDTT

Serahkan SK 6 SMSI Kabupaten/Kota, Muhtadi: SMSI Sudah Resmi jadi Konstituen Dewan Pers

0

JAMBI-Di tengah persiapan pendirian jaringan berita terbesar Tanah Air, Siberindo, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Jambi, merampungkan pembagian SK pengurus SMSI kabupaten/kota se Provinsi Jambi yang dilaksanakan Jumat kemarin (11/7).
Hadir dalam acara tersebut, antara lain Ketua Dewan Penasehat SMSI Provinsi Jambi H Matlawan Hasibuan, Ketua SMSI Provinsi Jambi Muhtadi Puteranusa, ketua-ketua SMSI kabupaten/kota se Provinsi Jambi dan pengurus SMSI Provinsi Jambi.
Penyerahan SK sendiri dilaksanakan di kantor SMSI Provinsi Jambi di Perumahan Adi Pura Indah, Paal Lima, Kota Baru Jambi.
Ketua SMSI Batanghari Raden Jufri usai menerima SK tersebut, mengatakan, pengurus SMSI Batanghari siap menjalankan amanah organisasi dan program kerja yang ada dalam rangka memajukan SMSI Kabupaten Batanghari khususnya, dan Provinsi Jambi umumnya.
‘’Kita siap menjalankan program kerja SMSI, semoga ke depannya, SMSI bertambah jaya,’’ ujarnya.
Ketua SMSI Tanjab Barat Ikmal Mardiansyah dan Ketua SMSI Muaro Jambi Ellan Reinward Amerlon juga menyampaikan hal senada.
‘’Mari kita bahu-membahu membesarkan SMSI sebagai wadah perusahaan online di Provinsi Jambi dan kabupaten/kota lainnya,’’ ujar Elan.
Ketua SMSI Provinsi Jambi Muhtadi Puteranusa saat dikonfirmasi, mengatakan, dengan rampungnya pembagian SK pengurus ini, artinya SMSI sudah berdiri di seluruh kabupaten/kota se Provinsi Jambi.
‘’Tahun ini adalah tahun emas untuk SMSI. Karena kita juga saat ini sudah terdaftar sebagai salah satu konstituen Dewan Pers. Untuk itu, kepada pengurus SMSI kabupaten/kota, jalankanlah amanat ini dengan baik, demi kemajuan SMSI,’’ ujarnya.
SMSI resmi menjadi konstituen Dewan Pers sesuai surat keputusan Dewan Pers Nomor: 22/SK-DP/V/2020 mengenai hasil verifikasi organisasi perusahaan pers SMSI yang ditandatangani Ketua Dewan Pers Mohammad NUH, 29 Mei 2020 lalu.
Dengan bertambahnya SMSI sebagai konstituen Dewan Pers, maka jumlah konstituennya menjadi 10, yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Serikat Penerbit Pers (SPS), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).
Saat ini, kata Muhtadi, puluhan media di Provinsi Jambi sudah bergabung ke SMSI Provinsi Jambi, dan dalam waktu dekat ini, banyak lagi media yang akan bergabung.
‘’Khusus bagi media online yang bergabung ke SMSI, SMSI akan memfasilitasi verifikasi faktual media ke Dewan Pers,’’ pungkasnya. (pas)

Jambi Siap Revitalisasi BUMDes, Mayoritas BUMDes Sudah Teregistrasi

JAMBI –  Provinsi Jambi siap melakukan revitalisasi lembaga ekonomi desa yakni Badan Usaha Milik Desa atau dikenal dengan BUMDes. Program revitalisasi ini merupakan program prioritas Kemendes PDTT RI. Hal ini disampaikan Koordinator Provinsi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Jambi, Edi Endra, SP ke media ini.

”Desa-desa di Provinsi Jambi ini memiliki sumber daya alam yang berlimpah, dan ini bisa dikelolah oleh BUMDes untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa,” ujar putera Jangkat, Merangin ini.

Sementara itu, Tenaga Ahli Madya Pengelolaan Keuangan Desa dan Pengembangan Ekonomi Lokal Program P3MD Provinsi Jambi,  Mohd Haramen, SE, ME,Sy menyampaikan, dari 1120 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),  saat ini sudah 520 yang teregistrasi. Registrasi BUMDes ini dalam rangka pemberian pendampingan khusus guna merevitalisasi BUMDes di era new normal ini.

”Ya alhamdulillah berkat kerja keras para pengurus BUMDes yang tentunya didampingi para pendamping desa dan aparatur desa, proses registrasi BUMDes di Provinsi Jambi berjalan dengan lancar,” ungkap putera Mersam ini.

Dikatakannya, proses registrasi ini memang ada beberapa hambatan. Hambatan utamanya adalah signal internet yang terkadang tidak baik di desa. Selain itu juga kendala teknis seperti adanya beberapa BUMDes yang tidak memiliki laporan keuangan. Dan ada juga yang belum aktif.

”Di Provinsi Jambi ada sekitar 323 BUMDes tidak aktif yang dikarenakan berbagai kendala, seperti pengurus tidak aktif, permodalan yang minim, dan lain-lain,” ujar lulusan S2 Ekonomi Syariah UIN STS Jambi ini.

Kedepan, dirinya berharap seluruh BUMDes di Provinsi Jambi bisa aktif dan memberikan kontribusi Pendapatan Asli Desa (PADes). Untuk itu, lanjutnya, Kemendes telah menyiapkan tiga pilar dalam melakukan revitalisasi ini yakni, peningkatan SDM pengurus, perluasan jaringan pemasaran, dan penguatan bantuan permodalan.

”Jika BUMDes terus didorong secara bersama-sama untuk maju, saya yakin kedepan akan berdampak kepada kemajuan ekonomi Jambi,” imbuhnya. (arm)

 

KPK Apresiasi Laporan Penyaluran BLT Dana Desa

 

JAKARTA – Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK) mengunjungi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT), Kamis (09/07) siang.

Komisioner KPK, Nawawi Pomalongo menyampaikan, kunjungan tersebut sesuai dengan tugas dan fungsi KPK dalam pengawasan kebijakan publik.

“Bapak Menteri dan jajaran, kehadiran kami di sini sesuai dengan fungsi tugas-tugas pencegahan dan koordinasi. Hal itu tertuang dalam pasal 6 huruf C1, yaitu tugas monitoring terhadap penyelenggaraan pemerintahan,” terang Nawawi menjelakan kehadirannya dan rombongan di Kemendes PDTT.

Nawawi menegaskan bahwa kehadirin KPK tidak mesti selalu terkait dengan penindakan korupsi. Lembaga negara non kementrian itu juga dapat menjadi partner lembaga pemerintah lain dalam pengawasan kebijakan agar sesuai dengan regulasi.

“Kalau KPK bicara mengenai monitoring terhadap penyelenggaraan tugas pemerintahan itu artinya KPK ada berjalan bersama-sama, ada di tengah. Kalau sudah bicara penindakan, itu KPK seperti Polantas, menunggu-nunggu di lampu merah setelah lewat di lampu merah lalu diambil,” lanjut Nawawi mengumpamakan tugas KPK.

Selain itu, Nawawi juga mengapresiasi pemaparan Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar tentang penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

“Sekarang KPK di sini. Kami ingin kita berjalan bersama-sama. Ini jalannya masih ada di rel yang kita sepakati bersama menurut regulasi yang ada,” ungkap Nawawi.

Sebelumnya, Gus Menteri, sapaan akrab Mendes PDTT, menyapaiakn penyaluran BLT DD tahap pertama telah mencapai 99%.

“Kenapa tidak 100%, karena masih ada beberapa desa yang secara administrasi tidak terselesaikan (persyaratannya). Masih diblokir oleh Kementerian Dalam Negeri terkait beberapa masalah tahun lalu dan sampai sekarang belum dibuka blokirnya,” ucap Gus Menteri.

Adapun Komisioner KPK yang terut hadir dalam kunjungan tersebut adalah Nurul Ghufron dan Lili Pintauli Siregar. Sedangkan Gus Menteri didampingi langsung oleh Wamendes Budi Arie Setiadi, Sekjen Anwar Sanusi dan jajaran lainnya.

KPK Apresiasi Kemendes Soal Penyaluran BLT Dana Desa

 

JAKARTA – Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK) menyambangi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT), dalam rangka mendengar paparan soal progres penyaluran BLT Dana Desa selama pandemi Covid-19.

“Bapak Menteri dan jajaran, kehadiran kami di sini sesuai dengan fungsi tugas-tugas pencegahan dan koordinasi,” ungkap Komisioner KPK, Nawawi Pomalongo di Kantor Kemendes PDTT, Jakarta, Kamis (09/07/2020).

Nawawi kembali menegaskan, kehadiran Pimpinan KPK tersebut dalam rangka menjalankan tugas koordinasi dengan Kemendes selaku lembaga pemerintah yang saat ini bertanggung jawab soal penyaluran BLT Dana Desa untuk warga yang terdampak Covid-19.

Nawawi yang didampingi pimpinan KPK lainnya yakni Nurul Ghufron dan Lili Pintauli Siregar mengapresiasi langkah Kemendes PDTT dalam menyalurkan BLT Dana Desa sekaligus karena dilengkapi dengan sata yang detail perihal progres maupun latar belakang penerima BLT Dana Desa.

“Sekarang KPK di sini, kami ingin kita berjalan bersama-sama. Ini jalannya masih ada di rel yang kita sepakati bersama menurut regulasi yang ada,” ungkap Nawawi.

Sebelumnya, Menteri Desa Abdul Halim Iskandar membeberkan progres penyaluran BLT Dana Desa. Terhitung dari awal pandemi Covid-19 hingga 8 Juli 2020 sudah ada sekitar 74.865 desa yang telah menerima dana desa atau 99% dari total 74.953 desa di seluruh Indonesia.

“Kenapa tidak 100%, karena masih ada beberapa desa yang secara administrasi tidak terselesaikan, masih diblokir oleh Kemendagri terkait beberapa masalah tahun lalu dan sampai sekarang belum dibuka blokirnya,” kata Abdul Halim atau yang akrab disapa Gus Menteri.

Sementara desa yang telah menetapkan calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT Dana Desa melalui musdes khusus suda ada 74.753 desa, sedangkan yang sudah menyalurkan ada 72.599 desa atau 97% dari total 74.865 desa yang ada.

Adapun warga desa yang menerima BLT Dana Desa ada 7.742.176 KK dengan rincian 2.400.075 janda atau yang disebut perempuan kepala keluarga (PEKKA), kemudian 283.644 warga yang menderita penyakit kronis dan menahun.

Hingga saat ini total Dana Desa yang telah digunakan untuk BLT Dana Desa Rp 4.645.305.600.000 dengan rincian sebanyak 6.813.115 KK belakang petani dan buruh tani,315.028 nelayan dan buruh nelayan, 315.028, 156.954 buruh pabrik, 62.734 guru dan 394.345 pedagang serta UMKM.

“Ini sudah masuk semua by name by address
Semuanya nanti akan dikirim ke Kementerian Sosial, sebagai kementerian yang punya tanggung jawab langsung terhadap jaring pengaman sosial,” pungkasnya.

Dihadapan Pimpinan KPK, Gus Menteri Beberkan Progres BLT Dana Desa

JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Abdul Halim Iskandar membeberkan progres penyaluran BLT Dana Desa dihadapan para pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Abdul Halim atau yang akrab disapa Gus Menteri mengungkapkan, terhitung dari awal pandemi Covid-19 hingga 8 Juli 2020 sudah ada sekitar 74.865 desa yang telah menerima dana desa atau 99% dari total 74.953 desa di seluruh Indonesia.

“Kenapa tidak 100%, karena masih ada beberapa desa yang secara administrasi tidak terselesaikan, masih diblokir oleh Kemendagri terkait beberapa masalah tahun lalu dan sampai sekarang belum dibuka blokirnya,” ucap Gus Menteri dalam acara Transpransi BLT Dana Desa dan Reformasi Birokrasi di Jakarta, Kamis (09/07/2020).

Sementara desa yang telah menetapkan calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT Dana Desa melalui musdes khusus suda ada 74.753 desa, sedangkan yang sudah menyalurkan ada 72.599 desa atau 97% dari total 74.865 desa yang ada.

Adapun warga desa yang menerima BLT Dana Desa ada 7.742.176 KK dengan rincian 2.400.075 janda atau yang disebut perempuan kepala keluarga (PEKKA), kemudian 283.644 warga yang menderita penyakit kronis dan menahun.

Hingga saat ini total Dana Desa yang telah digunakan untuk BLT Dana Desa Rp 4.645.305.600.000 dengan rincian sebanyak 6.813.115 KK belakang petani dan buruh tani,315.028 nelayan dan buruh nelayan, 315.028, 156.954 buruh pabrik, 62.734 guru dan 394.345 pedagang serta UMKM.

“Ini sudah masuk semua by name by address
Semuanya nanti akan dikirim ke Kementerian Sosial, sebagai kementerian yang punya tanggung jawab langsung terhadap jaring pengaman sosial,” pungkasnya.

Sekedar informasi, hadir dalam forum tersebut pimpinan KPK yakni Nawawi Pomolango, Nurul Ghufron dan Lili Pintauli Siregar. Sedangkan Gus Menteri didampingi langsung oleh Wakilnya Budi Arie Setiadi, Sekjennya Anwar Sanusi dan jajaran lainnya.

Teks: Badriy/Kemendes PDTT

Gus Menteri Sebut Puluhan Ribu BUMDes Masih Stabil Selama Pandemi Covid-19

0

JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengungkapkan,
setidaknya masih ada puluhan ribu BUMDes yang masih beraktifitas atau melakukan transaksi selama masa pandemi Covid-19.

Abdul Halim atau yang akrab disapa Gus Menteri menjelaskan, dengan adanya BUMDes di 368 Kabupaten/Kota di 33 Provinsi masih beroperasi tersebut ekonomi pedesaan terbilang stabil.

“Alhamdulillah selama Covid-19, mulai bulan Maret, April dan seterusnya ternyata masih 10.629 BUMDes masih beraktifitas melakukan transaksi,” ungkap Gus Menteri saat konferensi pers virtual soal registrasi BUMDes, Rabu (08/07/2020).

Puluhan ribu BUMDes tersebut bergerak di berbagai sektor unit usaha, mulai dari simpan pinjam, perdagangan, jasa pembayaran listrik, PAM Desa dan seterusnya. Adapun total transaksi selama kurun waktu tiga bulan terakhir mencapai Rp 308 miliar dengan total omset Rp 938 miliar.

Selain membantu ekonomi desa, puluhan ribu Bumdes yang masih bertahan beroperasi itu juga menyerap tenaga kerja. Jumlah pekerja yang masih bertahan selama Covid-19 di 10.629 BUMDes tersebut mencapai 58.026 orang.

“Itu artinya tiap-tiap BUMDes kurang lebih rata-rata masih mempekerjakan 5 orang. Dengan total transaksi dan omset segitu ini Insyaallah bagian dari ketahanan ekonomi desa melalui BUMDes,” kata Gus Menteri.

Menghadapi situasi pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhirnya seperti, Kemendes PDTT melakukan revitalisasi BUMDes. Semua BUMDes diminta melakukan registrasi ulang dan akan diberikan pendampingan khusus untuk menghadapi pandemi Covid-19.

Selaim pendampingan khusus, nantinya, BUMDes-BUMDes tersebut akan diberikan fasilitas menuju BUMDes digital dan fasilitas kerjasama dengan market place dan offtaker seperti pelatihan produksi penyesuaian dengan pasar dan beberapa fasilitas lainnya.

“Pada hakikatnya, kita ingin membawa BUMDes ini menuju BUMDes digital, jadi target jangka panjangnya kesana,” pungkas mantan Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur itu.