Beranda blog Halaman 145

Kisah Haru Pendamping Desa yang Sukses Antar Anaknya Wisuda Terbaik Akpol

JAKARTA – Nur Umami Diana atau yang biasa dipanggil Diana tak kuasa menahan air mata begitu melihat buah hatinya dianugerahi tiga macam penghargaan sekaligus saat wisuda Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 51 Batalyon Adnyana Yuddhaga.

Siapa sangka, Diana yang bekerja sebagai Pendamping Desa di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah itu bisa suskses membuat anaknya yang bernama Ivan Pradipta Mahadika tampil gagah di hadapan para jenderal polisi.

“Ini berkah dari Gusti Allah sebagai Pendamaping Desa Teknik Infrastruktur,” ucap Diana saat ditanya wartawan, Selasa (07/07/20).

Adhi Makayasa merupakan penghargaan tahunan yang hanya diberikan kepada lulusan terbaik bagi setiap matra TNI dan Polri. Namun yang membuat Diana tambah haru ternyata anak kesayangannya itu mendapat 3 macam penghargaan sekaligus.

Pertama, medali dan piagam Adhi Makayasa, yakni prestasi terbaik nilai akhir prestasi komulatif kelulusan. Kedua, medali dan piagam Ati Tangkas Emas, prestasi terbaik I Nilai gatra Keterampilan. Dan yang ketiga, medali dan piagam Ati Tamba Emas, prestasi terbaik I nilai gatra kesehatan.

Medali dan piagam penghargaan yang menjadi cita-cita semua para calon perwira polisi itu diberitakan langsung oleh Kapolri Jenderal Idham Aziz. Perjuangan Diana sebagai Pendamping Desa sudah terbalas dengan melihat sang buah hati berdiri gagah dihadapan jenderal berbintang empat.

Kebahagiaan Diana semakin sempurna, karena prestasi anaknya juga mendapat perhatian khusus dari Menteri Desa Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri lewat twitternya.

“Alhamdulillah, turut bangga. Selamat buat Bu Diana (salah satu Pendamping Desa di Kabupaten Kendal Jawa Tengah) yang berhasil mengantarkan putera tercinta meraih Adhi Makayasa Akpol 2020. Semoga barokah dan bermanfaat,” demikian twit Gus Menteri.

Diana menjadi Pendamping Desa Teknik Infrastruktur, Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kemendes PDTT sejak 2016 silam. Selama bertugas, Diana dikenal tekun dan “telaten” mendampingi Kepala Desa dan Masyarakat, khususnya dalam bidang infrastruktur.

Pendamping Desa dengan prestasi Ivan tidak bisa dipisahkan, prestasi demi prestasi itu ia dapatkan seiring dengan doa dan pengamdian Diana sebagai seorang Pendamping Desa yang diluncurkan pada 2015 oleh presiden melalui Kemendes PDTT.

Hingga saat ini, Kemendes PDTT dipimpin Gus Menteri, Diana masih seperti Diana yang dulu, ia setia mendampingi para kepala desa desa dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, kerjasama desa, pengembangan BUMDes tanpa dibayangi nama cemerlang sang anak.

Kemendes Siapkan 90 Ribu Hektar Lahan untuk Ketahanan Pangan Pasca Covid-19

JAKARTA – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sedang menyiapkan lahan untuk intensifikasi atau pembudidayaan tanaman yang akan menopang ketahanan pangan nasional pasca pandemi Covid-19.

Menteri Desa Abdul Halim Iskandar atau yang biasa disapa Gus Menteri itu menjelaskan, ketersediaan pangan nasional sangat terbatas karena beberapa bulan terakhir produksi sedikit terganggu dengan adanya pandemi Covid-19.

“Kita terus melakukan penyiapan lahan transmigrasi untuk ketahanan pangan,” ungkap Gus Menteri di Jakarta, Selasa (07/07/2020).

Mantan Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur itu melanjutkan, setidaknya ada sekitar 90 ribu hektar lahan milik masyarakat transmigrasi yang sudah siap untuk digarap, lahan tersebut berada di Kalimantan Utara dan Kecamatan Dadahub.

“Di sana diupayakan proses intensifikasi tanaman pangan, dengan harapan menjadi salah satu upaya ketahanan pangan nasional kita,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, Kemendes PDTT juga akan memberikan pendampingan khusus bagi BUMDes di seluruh Indonesia untuk menggerakkan kembali ekonomi dengan tatanan hidup baru pasca pandemi Covid-19.

“Selanjutnya kita juga lakukan registrasi desa wisata yang pada akhirnya dilakukan Digitalisasi Desa Wisata. Dua hal ini sangat penting karena basis ekonomi desa ada disitu,” pungkasnya.

Enam organisasi Perusahaan Pers Di Indonesia

 

Enam organisasi Perusahaan Pers Di Indonesia

JAKARTA – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) berdiri di saat dunia pers sedang risau dan galau hebat seiring terjadinya disrupsi teknologi informasi yang sedang menggulung media konvensional, media cetak yang nyaris kehilangan harapan untuk bisa hidup lagi.

Ribuan wartawan senior/utama ataupun wartawan madya dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, di antara mereka berkualitas baik, dihadapkan pada pilihan yang serba sulit: bertahan bekerja di tempat lama, mengambil pensiun atau menunggu dikeluarkan. Banyak diantara mereka kemudian mengambil keputusan untuk beradaptasi dengan dunia baru, menjadi pengusaha media online rintisan. Mereka inilah yang mendambakan kelahiran SMSI untuk memberikan pertolongan.

Kelahiran SMSI dibidani oleh tokoh pers yang juga Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari bersama Sekretaris Jenderal PWI Pusat Mirza Zulhadi, serta Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat Firdaus.

Kemudian Firdaus terpilih menjadi Ketua Umum SMSI untuk yang pertama hasil kongres, mengalahkan *Teguh Santosa* pada 20 Desember 2019 di kantor ruang rapat PWI Pusat, Gedung Dewan Pers, Jakarta.

Tidak lama kemudian, Dewan Pers mensyahkan SMSI menjadi konstituennya. Setelah SMSI resmi menjadi konstituen Dewan Pers, Firdaus Mengundurkan diri dari jabatan ketua bidang organisasi PWI Pusat.

SMSI disyahkan menjadi kontituen Dewan Pers, bersamaan waktunya dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) disyahkan menjadi konstituen pada rapat pleno Dewan Pers yang digelar pada Sabtu (23/5/2020).

Harapan dan tanggung jawab besar tentunya terpikul di pundak kedua organsiasi ini, kenapa?
Karena transformasi media tradisional ke media digital sudah nenjadi keharusan dan jumlahnya bertambah, sehingga selain menjadikan SMSI dan AMSI organisasi primadona, juga keduanya mempunyai tanggung jawab yang besar untuk menjadi kepanjangan tangan Dewan Pers, dalam mewujudkan kemerdekaan dan kemandirian perusahaan pers di Indonesia.

SMSI dan AMSI menyusul organisasi perusahaan pers dan organisasi wartawan serta jurnalis TV dan radio yang sudah menjadi konstituen Dewan Pers terlebih dahulu, sehingga jumlahnya menjadi 10.

Dari Ke-10 organisasi pers itu 4 diantaranya adalah organisasi profesi Wartawan yaitua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Pewarta Foto Indonesia (PFI). Dan 6 lainnya adalah organisasi perusahaan Pers yaitu: Serikat Petusahaan Pers (SPS), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

Nah, selain SMSI dan AMSI, ikut juga muncul beberapa organisasi media siber, yang didirikan dengan berbagai *motif*, tentunya ini akan terus meramaikan hiruk pikuk dunia pers Indonesia.

Organisasi kewartawanan seperti PWI sudah lama terbentuk, mensejarah, mengakar kuat, memiliki sejarah panjang seiring perjuangan kemerdekaan dan perjuangan demokrasi di Indonesia. AJI menyusul menjadi organisasi profesi jurnalis yang gigih dalam memperjuangkan kebebasan dan kemerdekaan pers.

Semua organisasi pers di bawah payung lembaga Dewan Pers punya fungsi dan tanggung jawab masing-masing dalam mengembangkan peran organisasinya. Seperti SMSI yang menjadi payung organisasi perusahaan media siber sampai awal Juli 2020 ini memiliki anggota lebih dari 1000 perusahaan media siber di Tanah Air.

Menurut Firdaus, SMSI sebagai organisasi payung perusahaan media pers online, akan dikembangkan hingga tingkat kabupaten dan kota. “Dengan demikian, jaringan informasi akan semakin luas, menjangkau pelosok tanah air,” kata Firdaus.

Bangkitkan Ekonomi Desa, Kemendes Beri Pendampingan Khusus bagi BUMDes

JAKARTA – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memberikan pendampingan khusus bagi BUMDes, dalam rangka membangkitkan ekonomi desa pasca dilanda pandemi Covid-19.

Menteri Desa Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada 51 ribu BUMDes di seluruh Indonesia. BUMDes-BUMDes itu akan digerakkan kembali setelah beberapa bulan terakhir sempat mati suri karena terdampak Covid-19.

“Saat ini kami upayakan bangunkan kembali dengan berbagai ikhtiar,” ungkap Gus Menteri saat menjadi keynote speech di Webinar yang diselenggarakan Universitas Indonesia, Senin (06/07/2020).

Mantan Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur itu melanjutkan, dari total 51 ribu BUMDes yang ada, sudah ada sekitar 17.571 BUMDes yang telah melakukan registrasi ulang untuk dilakukan pendampingan khusus dari Kemendes PDTT.

“Yang sudah registrasi akan dilakukan pendampingan dengan tatanan hidup baru dengan upaya digitalisasi BUMDes,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, selain pendampingan khusus bagi BUMDes, Kemendes PDTT juga mulai  membuka desa-desa wisata yang akan menjadi penopang utama kebangkitan ekonomi desa.

“Selanjutnya itu kita juga lakukan registrasi desa wisata yang pada akhirnya dilakukan digitalisasi Desa Wisata. Dua hal ini sangat penting karena basis ekonomi ada disitu,” pungkasnya. (humas/kemendes)

Jambi Miliki 87 Desa Mandiri, 2 Desa Sangat Tertinggal

JAMBI- Tahun 2020 ini jumlah desa Mandiri di Provinsi Jambi mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Jika tahun lalu hanya lima desa, tahun ini meningkat menjadi 87 desa. Sementara jumlah desa sangat tertinggal juga menurun. Dari tahun lalu sebanyak 14 Desa Sangat Tertinggal, tahun ini hanya tinggal dua desa.

”Ini sebagai dampak dari dana desa yang selama ini dikucurkan oleh pemerintah pusat. Dan juga alokasi dana desa yang dikucurkan pemerintah kabupaten serta bantuan provinsi,” ungkap Koordinator Program P3MD Provinsi Jambi, Edi Endra SP yang didampingi, TA Madya Pelayanan Sosial Dasar KPW Provinsi Jambi, Jasmani SPdI, kepada koran ini.

Selain itu lanjutnya, dari 1399 desa, ada 285 desa maju. Disamping itu, 870 desa berkembang dan 155 desa tertinggal. ”Peran semua pihak sangat menunjang dalam perubahan desa-desa di provinsi Jambi. Saya selaku koordinator program juga berterima kasih kepada pendamping yang telah setia dan tekun mendampingi desa hingga mengawal proses IDM ini. Terima kasih juga kepada pemerintah desa, kecamatan, kabupaten dan provinsi yang telah bekerjasama dengan kami,” ujar putra Merangin ini.

Dikatakan Edi, ada banyak indikator dalam penilaian indeks desa membangun tersebut. Selain pendidikan dan kesehatan, juga indikator ekonomi.  Indeks Desa Membangun ini lanjutnya,  diperlukan sebagai acuan terhadap status desa sesuai yang diatur dalam PermendesaPDTTrans Nomor 2 Tahun 2016 tentang Indeks Desa Membangun.

”Indeks Desa Membangun disusun untuk mendukung upaya Pemerintah dalam menangani pengentasan Desa Tertinggal dan peningkatan Desa Mandiri,” tukas alumni Fakultas Pertanian Unja ini. (arm)

LP2M STAI Ahsanta Jambi Gelar Pelatihan Penulisan Jurnal Ilmiah

0

JAMBI – Lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat STAI Ahsanta Jambi pagi ini (4/7/2020) menggelar pelatihan penulisan jurnal ilmiah. Pelatihan ini yang dibuka oleh Ketua Bappeda Kota Jambi, Suhendri, SH MHum,  ini diikuti para dosen STAI Ahsanta Jambi. Dalam sambutannya, Ketua STAI Ahsanta Jambi, Dr dr Hj Nadiyah SPoG yang diwakili Wakil Ketua I STAI Ahsanta Jambi, Usman El Qureisy MFill mengatakan kegiatan ini merupakan usaha STAI Ahsanta dalam meningkatkan kompetensi para dosen.

”Bagaimana kita mendorong para dosen kita untuk menulis di Jurnal -jurnal ilmiah,” ucap mahasiswa program doktoral Universitas Islam Negeri Raden Fattah ini.

Ketua Bappeda Kota Jambi sendiri mengatakan, kota Jambi banyak memerlukan penelitian penelitian yang dilakukan sivitas akademika dan menemukan ide dan inovasi baru. Banyak program program pemerintah kota Jambi yang harus diteliti.

”Misalnya bagaimana program Jambi Bangkit pasca Corona ini,” sebutnya.

Sedangkan Ketua LP2M STAI Ahsanta Jambi, Zulfajri, SPd MPd menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini paling tidak bisa memotivasi para dosen untuk menulis karya ilmiah. ”Pokoknya kita berharap kegiatan ini sangat bermanfaat,” terang alumni UII Yogyakarta yang juga putra Merangin ini. (***)

Pembicara Husnul Abid dalam pelatihan penulisan Jurnal Ilmiah pagi ini

Gubernur Jatim: Program Menteri Desa Luar Biasa

SURABAYA – Ada fakta menarik saat peletakan batu pertama pembangunan Gedung Rumah Sakit Nadhlatul Ulama’ (RSNU) Jombang. Saat itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berikan pujian setinggi langit untuk Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar.

Pujian itu diberikan terkiat dengan respon cepat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dalam penanganan pandemi Covid-19, yaitu dengan menelorkan program Desa Tanggap Covid-19, Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa untuk warga yang terimbas pandemi global ini dan program recovery ekonomi dan Program Padat Karya Tunai (PKTD).

Saat itu, Khofifah berikan pujian dan apresiasi dengan gebrakan program BLT Dana Desa yang hingga awal Juli telah menyasar sebanyak 71.065 desa atau setara 95 persen dari 74.835 desa dengan total dana Rp4.532.418.600.000.

Mantan Mneteri Sosial itu secara lugas menyatakan kesiapan dirinya mengawal Bantuan Langsung Tunai Dana Desa dan memberikan garansi jika bantuan itu bakal menyasar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tepat.

“Jawa Timur selalu siap mengawal program Menteri Desa yang sangat luar biasa, yaitu BLT Dana Desa. Bukan hanya mengawal tersalurkan, tapi juga memastikan bahwa BLT bermanfaat untuk masyarakat,” Kata khofifah.

Khofifah pun mengucapkan terima kasih karena menilai program BLT Dana Desa memang dibutuhkan oleh masyarakat yang tengah kesulitan karena pandemi Covid-19 ini.
Khofifah pun menyelipkan doa untuk Gus Menteri, sapaan akrab Mendes PDTT agar selalu sehat dan berkah.

“Pak Mendes ini berkahnya luar biasa karena bermanfaat untuk masyarakat, utamanya masyarakat desa,” kata khofifah.

“Kita doakan Menteri Desa sehat, barokah serta bermanfaat utamanya untuk kesejahteraan masyarakat desa. Jawa Timur siap mengawal program pak menteri lahir batin, bukan hanya lahir pak Halim, tapi batin juga,” tegas Khofifah

Peletakan batu pertama pembangunan gedung RSNU Jombang tahap dua itu dihadiri oleh Rais Aam PBNU, Ketua Tanfidziah PWNU, Ketua Tanfidziah PCNU Jombang, Menteri Kesehatan RI, Menteri Tenaga Kerja RI, Wakil Ketua DPRD Anik Maslachah, Bupati Jombang Mudjidah Wahab, Wakil Bupati Jombang Sumrambah, dan Ketua DPRD Jombang.

Dulu Kerja Serabutan, Kini Calon Wakil Bupati Tanjabar

0

SIAPA yang tahu nasib seseorang ? Merantau dari pulau Jawa, kini menjadi pengusaha sukses di Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabar). Dia tak lain adalah Supardi, pria yang menjadi calon Wakil Bupati Tanjabar hari ini. Lelaki kelahiran Ponorogo, 24 Maret 1973 silam tersebut dilirik H Mukhlis yang masih menjabat sebagai Direktur Sarana Prasarana Kemendes PDTT RI untuk mendampinginya di ajang Pilkada yang dihelat Desember 2020 ini.

Kisah hidup pasangan H Mukhlis ini memang penuh lika liku. Sejak 47 tahun silam, tepat pada umur dua tahun dia sudah diajak orangtuanya hijrah pindah ke Lampung yakni pada tahun 1975.

Namun kehidupannya di Lampung juga memprihatinkan. Bahkan untuk tempat tidur saja, harus menumpang di rumah orang. Tapi tidak membuat ia pupus keinginan untuk sekolah. Tekad yang kuat itulah telah menghantarnya selalu rangking satu selama di bangku sekolah SD Mataram Jaya.

Supardi bersama keluarga besarnya

Setelah lulus SD, pria yang tampan ini meneruskan pendidikan di bangku SMP di Kota Metro Lampung Tengah. Disini dia harus menumpang dirumah pakde nya. Namun, karena kehidupan yang memaksanya dia hanya bertahan selama 3 bulan di bangku SMP tersebut. Orangtuanya yang susah, membuat ia tak mampu meneruskan bangku sekolah.  Lalu dia bertekad untuk membantu orangtuanya. Mulai saat itu, berbagai pekerjaanpun dilakoninya.

Mulai dari berjualan bakso keliling, buka usaha jahit pakaian, jadi sales, hingga tukang foto keliling. Profesi ini terus dilakoni hingga tahun 1990 – an.

Tepat pada tahun 1993 supardi hijrah merantau ke Jambi tepatnya di Tebing Tinggi. Disana ia bekerja sebagai  satpam hingga kerja serabutan lainnya.

‘’Saya juga pernah menjadi penjual tahu keliling,’’ tukasnya.

Berkat ketekunannya inilah ia hari sukses menjadi pengusaha disana. Bahkan, dilirik oleh Calon Bupati H Mukhlis untuk mendampinginya berjuang merebut kursi BH 1 Tanjungjabung Barat.  “Pendamping saya bapak Supardi,’’ tegas Mukhlis berkali-kali saat bertemu beberapa waktu yang lalu. (***)

Soal Ancaman Reshuffle, Ini Komentar Gus Menteri

JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar tidak mau ambil pusing dengan ancaman reshuffle kabinet sebagaimana ramai di media sosial belakangan ini.

Abdul Halim atau yang akrab dipanggil Gus Menteri itu memilih untuk fokus bekerja menyelesaikan tugas-tugasnya sesuai arahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

“Saya menyikapi bahwa itu sebagai sebuah warning kepada pembantu-pembantunya, saya menyikapinya, pertama itu sebagai kewajaran dari seorang pemimpin,” ungkap Gus Menteri dalam program televisi swasta Mata Najwa, Rabu (01/07).

Gus Menteri melanjutkan, begitu Jokowi menyinggung soal pergantian kabinet, ia langsung melakukan introspeksi apa saja tugas-tugas yang diberikan presiden yang dianggap belum diselesaikan, terutama merespon pandemi Covid-19.

Mantan Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur itu mengatakan, pihaknya sudah maksimalkan merespon wabah virus Corona yang melanda hampir seluruh desa di Indonesia.

Salah satunya membuat kebijakan pengalihan Dana Desa terhadap Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat desa yang terdampak Covid-19.

Tidak hanya itu, Kemendes PDTT juga mengeluarkan Surat Edaran tentang Padat Karya Tunai Desa yakni pemberdayaan masyarakat desa yang miskin dan marginal, bersifat produktif yang mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal untuk menambah pendapatan, mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan.

“Maka saya menganggap atau menilai bahwa saya sudah bekerja secara maksimal, percepatan sudah saya lakukan, maka ya sudah saya tidak usah melihat orang lain (kinerja Menteri yang lain),” imbuhnya.

Selebihnya, soal reshufle kabinet Gus Menteri menyerahkan sepenuhnya kepada presiden Jokowi yang mempunyai hal preogratif untuk mengangkat sekaligus memberhentikan para pembantu-pembantunya.

“Jadi begini, tugas saya adalah bekerja dan melaksanakan arahan beliau secara maksimal itu tugas saya. Kewenangan beliau adalah memilih dan mengganti menterinya,” pungkasnya.

Kemendes PDT Bakal Reformasi Manajemen Data Desa

JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi Abdul Halim Iskandar menghadiri undang Komisi VII DPR untuk membahas langkah strategis dan taktis untuk memastikan data kemiskinan atau Pemerintah diminta miliki satu data kemiskinan yang menjadi rujukan kementerian/lembaga.

Ketua Komisi VIII Yandri Susanto mengatakan, saatnya pemerintah punya satu data kemiskinan yang menjadi rujukan kementerian/lembaga dan adanya sinkronisasi data masing-masing data kemiskinan di kementerian/lembaga.

Menteri Halim dalam paparannya mengatakan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dalam penanganan tandem Covid-19 ini mengambil hikmah alias momentum untuk lakukan reformasi manajemen Data Desa, utamanya terkait perencanaan pembangunan desa dengan menggunakan alokasi Dana Desa.

Gus Menteri, sapaan akrabnya, akui jika memang selama ini perencanaan pembangunan desa itu masih bertumpu pada keinginan, bukan pada problematika atau masalah.

“Ini akan direformasi secara perlahan, yang dimulai dengan cara pandang, reformasi paradigma kemudian sikap yang nanti berdampak sistemik kepada prilaku,” kata Gus Menteri, Rabu (1/7/2020).

Gus Menteri berikan laporan terkini mengenai penyaluran BLT Dana Desa terhitung hingga 29 Juni 2020.

Dana Desa Sudah disalurkan sebanyak 70.546 Desa atau setara 95 persen dari seluruh desa yaitu 75.953 desa.

“Adapun untuk penerima manfaat BLT Dana Desa sebanyak 7.502.489 KPM,” kata Gus Menteri.
Mengenai penerima manfaat itu, Halim menerangkan terdiri dari Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) sebanyak 2.025.672 orang atau sekitar 27 persen.

Kemudian, KPM yang anggotanya menderita penyakit kronis atau menahun sebesar 283.392 keluarga.

“Penerima manfaat yang terbesar ada pada petani dan buruh tani sebanyak 6.602.190 orang atau sekitar 88 persen,” ujarnya

Sistem pendataan BLT Dana Desa ini menggunakan pendekatan Ijtimaiyah atau kesepakatan dengan indikator-indikator umum berbasi RT dilakukan oleh tiga relawan Desa Tanggap Covid-19.

Kesepakatan ketiga relawan inilah yang jadi penentuan KPM ditingkatkan RT yang selanjutnya dibawa ke Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) hingga validasi terjamin.

” Semua data ini dalam proses pengiriman By Name By Address kurang lebih 5 juta sekian. yang nanti juga akan dikirim ke Kemensos,” kata Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Sedang bagi warga yang belum miliki NIK tapi dinilai layak menerima maka akan dimasukkan ke daftar sekaligus difasilitasi segera mengurus e-KTP.

Teks: Firman/Kemendes PDTT