JAMBI – Dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi sudah semakin parah. Dua orang sudah terpapar asap dan tewas. Belum lagi dampak warga menderita sakit-sakitan. Kondisi ini mengundang keprihatinan berbagai pihak. Termasuk partai politik, diantaranya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Dewan Pengurus Wilayah PKB yang diketuai anggota DPR RI, Sofyan Ali SH ini tadi siang menggelar Aksi Peduli Dampak Karhutla. Aksi yang mengambil tema tema Sayangi Bumi Kita dan Stop Bakar Hutan dan Lahan ini dilakukan diberbagai lokasi dalam kota
Pengurus DPW PKB Provinsi Jambi bagi-bagi masker
Jambi. Setidaknya ada lima lokasi yang menjadi sasaran pengurus dan kader PKB Jambi yakni, Simpang Empat Sijenjang, Simpang Pulai, Simpang Tigo Talang Duku, Simpang Gado-gado, Simpang Telanai bawah. Ada sebanyak 10 ribu masker yang di sebar di lima titik tersebut.
“Aksi ini kita lakukan dengan Tema sayangi bumi kita, stop bakar hutan dan lahan, khususnya di provinsi Jambi,” katanya.
“Aksi ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap warga yang terpapar asap,” tambahnya.
Dalam aksi ini, kata Safruddin mulai dari jajaran pengurus DPW, Anggota DPRD Provinsi Jambi, relawan PKB juga turut diterjunkan.
“Alhamdulillah, Dalam aksi ini, kita membagikan puluhan ribu Masker dan minuman susu steril. Kita berharap bencana asap ini segera berakhir. Semoga Jambi segera turun hujan,” tutupnya. ()
Pengurus harian dan kader PKB membagi bagikan masker ke pengendara kendaraan yang lewat Simpang Sijenjang
JAMBI – Karena kualitas udara di beberapa kabupaten/kota se Jambi sudah tidak sehat, pemerintah daerah mengambil kebijakan meliburkan siswa. Hal ini mendapat respons dari ketua Dewan Pendidikan Provinsi Jambi, Prof Dr Lias Hasibuan MA.
Menurut guru besar bidang inovasi pendidikan UIN STS Jambi ini, jika s laporan cuaca sudah berbahaya bagi kesehatan, sekolah memang harus diliburkan.
“Tapi bukan berarti siswa libur juga belajar. Tapi guru diperintahkan untuk memberi tugas kepada anak anak untuk dikerjakan di rumah,” ucap Ketua PW ISNU Provinsi Jambi ini.
Menurut kandidat kuat Rektor ITS NU Jambi ini, soal perlunya meliburkan sekolah ini adalah upaya memprioritaskan menolak kemafsadatan dengan mendahulukan maslahat. Dalam teori ushul fiqh sebutnya, yakni dikatakan dar’ul mafasidu tuqoddimu ala jalbil masholih.
“Dan ini telah dilakukan. Kondisi di masing masing daerah tentu berpengaruh pada kebijakan meliburkan atau tidak meliburkan sekolah,” terang calon Rektor UIN STS Jambi ini. (arm)
BENGKULU- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Desa PDTT, Anwar Sanusi, mewakili Menteri Desa PDTT menghadiri jamuan makan malam atau gala dinner dalam rangka perhelatan akbar Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) ke XXI tahun 2019 di Balai Raya Semarak Provinsi Bengkulu, Sabtu (21/9/2019).
Sekjen Kementerian Desa PDTT Anwar Sanusi didampingi oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Staf Khusus Kementerian Desa PDTT Indra Muda Salim, Dirjen PPMD Taufik Madjid, Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Harlina Sulistyorini, dan Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu Aisyah Gamawati.
Gelar TTG dilaksanakan setiap tahunnya secara bergantian di setiap provinsi. Dimana TTG sendiri merupakan salah satu cara untuk mendorong terwujudnya kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dalam rangka meningkatkan akses masyarakat terhadap teknologi tepat guna.
“Kegiatan ini sebagai instrumen penting, untuk bisa mengakselerasikan pembangunan di tingkat pedesaan. Hadirnya TTG merupakan variable utama untuk menambah nilai produksi di tingkat pedesaan. Dimana lima tahun perjalanan ini, telah memberikan transformasi wajah pedesaan yang semakin membaik. Terutama di sisi infrastruktur dan pelayanan sosial dasar,” ucap Anwar Sanusi.
Untuk itu, lanjut Sekjen Mawar Sanusi, output Gelar TTG dalam lima tahun terakhir ini dapat dijadikan klaim untuk melangkahkan kemajuan desa ke tingkat berikutnya. Sebab teknologi sendiri dibutuhkan masyarakat untuk mengekspose hasil produksinya. Tidak lain guna meningkatkan produktivitas ekonomi di pedesaan.
“Output tersebut mampu dikapitalisasi dengan program inovasi desa. Yang salah satu bentuk konkritnya, kita menyediakan suatu tempat, dimana masing-masing desa melakukan expose berbagai produksi inovasi. Untuk pengembangan pedesaan, pengelolaan desa dan peningkatan infrastruktur,” tambah Anwar Sanusi.
Dalam acara ini, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengucapkan terima kasih atas dukungan luar biasa kepada Provinsi Bengkulu, sebagai lokasi acara Gelar TTG tingkat nasional tahun 2019.
Dipilihnya Bengkulu sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan ini, diharapkan menguatkan citra Bengkulu di kancah nasional maupun internasional. (suci).
JAMBI – Kuliah umum STAI Ahsanta Jambi yang mengambil tema “penguatan peran Perguruan Tinggi Islam dalam meningkatkan Kualitas SDM Berbasis Edupreneurship di Era Industri 4.0″ tadi pagi (21/9) berlangsung sukses. Kuliah umum ini menghadirkan Guru Besar UIN STS Jambi, Prof Dr Mukhtar Latif MPd sebagai pembicara. Dalam acara yang dirangkai dengan Pengenalan budaya akademik dan kemahasiswaan (PBAK) itu, hadir Ketua STAI Ahsanta Jambi, Dr dr Hj Nadiyah SPoG, Sekretaris Kopertais Wilayah X, Dr As’ad Isma MPd, para wakil ketua STAI Ahsanta, dosen dan para undangan.
Dalam paparannya, Prof Dr Mukhtar Latif menyebutkan di era digitalisasi saat ini, semua butuh kecepatan. Dan ini merupakan kata kunci yang harus dipahami semua civitas akademika.
”Jika masih ada yang berpikir yang mudah dipersulit, yang cepat diperlama, itu masih bermental birokrasi kita. Makanya saya katakan, jika ada dosen yang mempersulit mahasiswa, sudahlah tidak usah dipakai lagi,” tegas Ketua ICMI Provinsi Jambi ini.
Ketua STAI Ahsanta Jambi, Dr dr Hj Nadiyah Maulana SPoG
Sebaliknya, jika ada mahasiswa yang tidak patuh terhadap dosen, juga harus diberi sanksi yang tegas. Karena memang katanya, ada hak dan kewajiban yang harus dipenuhi. ”Diera ini mengajar tidak perlu lagi di kelas, bisa jadi cukup dengan menggunakan skywave saja. Hari ini pertemuan di kelas bisa 14 kali, kedepan saya rasa tidak perlu lagi,” tegasnya.
Era industri 4.0 ini sebutnya, ada era yang menantang semua kita untuk bertransformasi menuju digitalisasi disemua bidang. Dan semua beubah demikian cepat. ”Oleh karena itu, hal ini harus dipenuhi dan dihadapi oleh semua pihak,” terangnya.
Sementara itu, Sekretaris Kopertais Wilayah XIII, Dr As’ad Isma MPd menyampaikan bahwa kuliah di STAI Ahsanta Jambi adalah pilihan yang tepat. Karena kampus ini merupakan kampus legal dan terakreditasi. Selain itu, juga akan segera bertransformasi menjadi Institut Agama Islam Muhammad Azim.
”Saya waktu ke Jakarta sudah bertemu dengan Sekjen Kemenag, dari informasi beliau bahwa Insyaallah tahun ini, STAI Ahsanta Jambi menjadi institut,” tegasnya.
Sedangkan Ketua STAI Ahsanta Jambi, Dr dr Hj Nadiyah Maulana SPoG menjamin para mahasiswa yang belajar dan kuliah di kampus ini akan berkualitas. Karena pihaknya akan berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa. Baik itu dari sisi akademik, maupun dari sisi fasilitas.
”Dan insyaallah nanti anda masuk ke kampus ini sebagai STAI dan keluarnya berijazah institut,” terangnya. (arm)
PARA DOSEN STAI Ahsanta Jambi foto bersama pejabat BNN (bagian depan dari kiri), Wakil Ketua II, M Saleh Azim, SE, Wakil Ketua III, Dr Maryadi Syarif, , Sekretaris Kopertais Wilayah XIII, Dr As’ad Isma MPd, Guru Besar UIN STS Jambi, Prof Dr Mukhtar Latif MPd dan Wakil Ketua I, Saidina Usman El Qureisy
Pengurus Lazis NU Provinsi Jambi siap bagi bagi masker
JAMBI – Kemarau asap yang belum berujung mengundang keprihatinan semua pihak. Termasuk Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh (Lazis) Nahdhatul Ulama (NU) Provinsi Jambi. Sore ini, lembaga yang dipimpin oleh Saidina Usman El Qureisy MFil tersebut menerjunkan pengurusnya untuk bagi bagi masker di kawasan Simpang Bandara STS Jambi. Kegiatan ini berlangsung selama satu jam dari pukul 16.00 – 17.00 WIB. Ada ribuan masker yang disebar dan diberi kepada masyarakat yang melewati jalur tersebut.
“Ini merupakan program Lazis NU Provinsi Jambi. Kita prihatin bencana asap ini terus terulang. Padahal ini kejadian yang terus terjadi,” terang Usman yang ikut membagikan masker tersebut.
Idealnya, lanjut putra Merangin ini, bencana asap ini tidak lagi terjadi. Terlebih aparatur ada di semua tingkatan hingga desa. Tapi, warga juga tak boleh mengutuk keadaan, karena tak menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, Lazis NU lewst program ini berharap paling tidak bisa meringankan beban masyarakat. Ini katanya, merupakan bagian dari kepedulian badan otonom NU ini. Dikatakannya, dana program ini diambil dari infaq warga NU yang dikumpulkan lewat program koin selama ini.
Ketua Lazis NU Usman El Qureisy bersama sekretaris Mohd Haramen bagi bagi masker
“Kita punya program bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan lingkungan hidup,”terangnya.
Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah menyalurkan infaq lewat Lazis NU. “Kita akan salur untuk kemaslahatan umat,” tukas lulusan perguruan tinggi Malaysia ini. (arm)
BANTEN- Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa, Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, M. Fachri menegaskan, Dana Desa yang diperuntukkan bagi masyarakat desa sejak Tahun 2015 hingga saat ini, hendaknya dapat menjadi pemantik untuk memenuhi hak masyarakat. Oleh karenanya, pemerintah desa dan stakehokder terkait hendaknya mampu mengelola Dana Desa dengan kerja-kerja taktis-strategis, inovatif dan penuh dedikasi tinggi.
Demikian rilis yang disampaikan ke media ini terkait kegiatan Rapat Koordinasi II Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masayarakat Desa (P3MD), Dinas PMD Provinsi Banten di Hotel Marbella, Anyer, Serang, Selasa-Jumat (17-20/09/2019).
Lebih lanjut, Fachri mengatakan, penyaluran Dana Desa di Tahun 2019 telah mencapai di angka 54,17% atau Rp.597.824.510.946. Oleh karenanya, Direktur PMD berharap agar pemerintah desa dan seluruh stakehokder terkait benar-benar memahami filosofi, regulasi dan langkah taktis-strategis dan inovatif dalam konteks penggunaan Dana Desa bagi masyarakat.
“Kita bersyukur, dari seluruh Dana Desa di Provinsi Banten terdapat banyak kegiatan inovatif di desa melalui Replikasi PID. Ke depan, Dana Desa lebih fokus dimanfaatkan untuk pertumbuhan ekonomi dan peningkatan SDM masyarakat Desa”, tegasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas PMD Provinsi Banten, Enong Suhaeti selaku Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan, acara Rakor tersebut digelar dalam rangka percepatan pelaksanaan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Desa (P3MD) serta Program Inovasi Desa (PID) di Provinsi Banten.
Senada dengan Direktur PMD,
Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Al Muktabar juga berharap agar pelaksanaan Rakor tersebut dapat menyatukan visi dan meningkatkan spirit dalam mengawal Dana Desa, sehingga dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan pengembangan SDM di desa-desa di Provinsi Banten.
“Keberhasilan P3MD dapat mempercepat realisasi visi Gubernur Banten, yakni memajukan Banten dengan Infrastruktur yang hemat, pendidikan gratis, dan layanan kesehatan yang berkualitas”, tandasnya.
Dalam acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Kapolda Banten, Tenaga Ahli Madya Provinsi Banten, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Tenaga Pendamping Profesional, baik Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat di Tingkat Kabupaten, Pendamping Desa/Pendamping Desa Teknik Infrastruktur di Tingkat Kecamatan, dan Pendamping Lokal Desa di Tingkat Desa.
Juga hadir perwakilan Camat, Tim Pelaksana Inovasi Desa, dan Pegiat Desa lainnya dari empat kabupaten di Banten, yakni Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Lebak. (rilis).
KUALA TUNGKAL – Pelantikan Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) di Balai Pemerintah Kabupaten Tanjungjabung Barat pagi ini sukses. Pelantikan langsung dilakukan Ketua PW ISNU Provinsi Jambi, Prof Dr Lias Hasibuan MA. Hadir dalam pelantikan tersebut Bupati Tanjabar, Dr H Safrial dan Wakil Bupati, H Amir Sakib dan forkopimda.
Dalam pelantikan tersebut Ketua PW ISNU sempat menanyakan kesiapan pengurus ISNU untuk mendukung program pembangunan di Tanjungjabung Barat. Seluruh pengurus serentak menjawab siap.
“Ini disaksikan bupati dan wakil Bupati,” ucap Prof Lias.
Sedangkan Ketua PC ISNU Tanjabar Kurdi Zakaria mengaku sangat bahagia karena pelantikan ISNU dihadiri kedua Kepala Daerah. “Saya mengucapkan terima kasih kepada pak Bupati dan Wakil Bupati,” tegasnya. (Arm)
Foto bersama Kadis P2AP Provinsi Jambi, Dra Hj Lutfiah dan jajarannya
JAMBI – Bagi warga Provinsi Jambi yang ingin mengisi weekend Minggu ini tidak perlu khawatir. Jalan jalan saja ke Mall Wiltop Trade Center (WTC) Jambi. Dari hari ini (Jum’at) hingga Minggu berbagai produk yang dihasilkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ditampilkan di mall yang berada di jalan Sultan Thaha Kota Jambi itu. Tak hanya produk makanan, produk kerajinan tangan dan batik juga dipamerkan di ajang yang bertajuk BUMDes Expo 2019 tersebut. Kegiatan ini diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Jambi bekerjasama dengan EO Jambi Ekspres.
Tadi sore, acara ini dibuka oleh Gubernur Jambi Dr H Fachrori Umar yang diwakili Asisten 1 Setda Provinsi Jambi, Arfani. Banyak pengunjung yang memadati arena pameran, termasuk para pejabat. Gubernur sendiri mengharapkan program ini berjalan sukses dan bermanfaat untuk kemajuan BUMDes.
Hadir pada kesempatan tersebut hadir para Kadis PMD se Jambi, ketua Apdesi se Provinsi Jambi, TA PED se Provinsi Jambi, beberapa PLD dan PD yang ditunjuk mendampingi BUMDes. Termasuk undangan lainnya.
Kadis P2AP Provinsi Jambi, Dra Hj Lutfiah mengatakan pelaksanaan BUMDesa Expo ini bermaksud memberikan apresiasi kepada BUMDesa-BUMDesa di Provinsi Jambi yang telah memberikan kontribusi positif kepada desa. Baik dari peningkatan Pendapatan Asli Desa maupun pengurangan jumlah pengangguran di Desa.
“Tujuan kita tentu meningkatkan pendapatan dan pemasukan BUMDesa dengan cara Memperluas jaringan pasar BUMDesa dengan harapan akan terjadi transaksi dalam skala besar,” tegasnya.
Disebutkannya, dalam kegiatan ini juga akan dilakukan MoU/Kesepakatan antara BUMDesa dengan Perusahaan-Perusahaan atau Pelaku usaha yang ada di Provinsi Jambi.
Terkait jumlah BUMDesa di Provinsi Jambi saat ini, Lutfiah menyebutkan sebanyak 1092 BUMDesa. Sedangkan yang aktif sebanyak 722 BUMDesa.
“Selebihnya tidak aktif,” terangnya. Kegiatan ini sendiri disupport berbagai pihak. Termasuk Forum BUMDes Indonesia Provinsi Jambi.
Pada kesempatan ini juga dilaunchingkan Program Pemilihan Kades Favorit 2019 yang diselenggarakan Harian Pagi Jambi Ekspres bekerjasama dengan DP2AP oleh GM Jambi Ekspres Sarkawi.(Arm)
MEDAN – Puncak acara Sail Nias 2019 akan segera digelar. Berbagai ragam atraksi dan budaya untuk menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo pada Sabtu, 14 September 2019 mendatang terus dilakukan. Para penari sendiri berasal dari pelajar di Nias Kepulauan, sedangkan peserta atraksi berasal dari TNI AD, TNI AL, TNI AU dan nelayan setempat. Dimana atraksi yang akan ditampilkan meliputi Parade kapal nelayan diiringi paramotor dan paratrike, terjun payung, aeromodelling dan flying pass pesawat tempur.
Latihan para peserta atraksi cukup menarik minat masyarakat dan wisatawan untuk melihat proses penerjun hingga sampai mendarat di Pelabuhan Baru, Teluk Dalam. Dimana dalam atraksi para penerjun payung membawa Bendera Merah Putih dan Sail Nias. Penerjun yang terlibat merupakan personel gabungan yakni 12 personel TNI Angkatan Laut dan 4 dari Angkatan Udara.
“Kami menyiapkan 12 penerjun namun yang disiapkan 16 orang, masing-masing 12 TNI AL dan 4 TNI AU. Nanti kita akan melakukan boogie jump menggunakan bendera, ketepatan mendarat dan keakuratan mendarat menggunakan parasut dengan cepat”, tegas Kolonel (Mar) Nanang Saefulloh.
Selain itu, atraksi seni dan budaya yang rencananya juga akan ditampilkan untuk menyambut Presiden adalah Famozi Gondra, Orahu, Tari Fame Afo dan lagu suara anak Nias. Persiapan dan pelatihan ini dipantau oleh Dirjen PPMD Taufik Madjid sebagai koordinator acara puncak Sail Nias 2019, Dirjen PEN Kementerian Perdagangan Sutriono Edi, Bupati Nias Selatan Hilarius Duha, dan Asdep Kemenkomaritim Kosmas Harefa.
“Kita harus pastikan semua berjalan dengan baik, kita juga mengerahkan semua pendamping desa di wilayah Sumatera Utara untuk turut serta memastikan semua fasilitas, infrastruktur dan kebutuhan lainnya terpenuhi. Hal ini tidak lain untuk kesuksesan acara Puncak Sail Nias 2019 yang akan dihadiri oleh Bapak Presiden Joko Widodo,” terang Taufik Madjid. (suci/staff PPMD).
JAMBI – Tanpa kawasan industri, Provinsi Jambi akan sulit maju dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Sumatera ini. Hal ini disampaikan oleh Putera Mersam yang kini menjabat Sebagai Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Batam, Rahman Usman kepada media ini.
”Hari ini orang mau berinvestasi mau membangun pabrik disini, kawasan industrinya mana ? Harusnya itu yang disiapkan oleh pemerintah provinsi Jambi,” tegas mantan Kepala Jasa Raharja Batam ini.
Ketika kawasan industri ini sudah ada katanya, tinggal pemerintah mempromosikan Jambi ke investor investor agar mau berinvestasi. Dengan kondisi hari ini katanya, kawasan industri tidak punya, pelabuhan laut juga tidak ada, investor akan sulit datang ke Jambi. Meskipun ada, sebutnya, jumlahnya tidak akan banyak.
”Batam itu, punya 22 kawasan industri. Sehingga bisa menyerap tenaga kerja, dan memberikan multiplayer effect bagi pertumbuhan sektor ekonomi yang lain,” terang adik mantan Menteri Pariwisata Seni dan Budaya era Presiden Habibie, Marzuki Usman ini.
Rahman Usman usai menyampaikan materi dalam kegiatan pelatihan di Batam
Jika kedepan katanya, Provinsi Jambi ini memiliki kawasan industri maka barang-barang yang diekspor merupakan barang-barang jadi. Dan tidak seperti hari ini, masih mengekspor CPO dan karet mentah.
”Jika kita punya kawasan industri, para investor bisa diajak untuk berinvestasi berkolaborasi dengan BUMD dimana sebanyak 51 persennya sahamnya milik BUMD, dan bangun industri produk turunan dari sawit seperti minyak sayur, shampo dan lain-lain. Demikian juga dengan karet, nanti diajak investor membangun pabrik ban dan lain-lain, tapi memang syaratnya fasilitasnya lengkap,” katanya.
Disebutkannya, untuk provinsi Jambi daerah yang potensial untuk dijadikan kawasan industri ini yakni kabupaten Muarojambi, Tanjungjabung Timur dan Tanjungjabung Barat. Mengingat daerah tersebut dekat dengan daerah perairan sebagai jalur transportasi industri. ”Dan sebaiknya dibuat pelabuhan yang menghadap ke selat Melaka, sehingga hasil industri bisa dengan muda diekspor,” tegasnya.
Selain itu, dia sendiri mengharapkan kepada kepala daerah di Jambi agar memenuhi fasilitas infrastruktur di provinsi Jambi ini. Bukan hanya infrastruktur fisik, tapi juga sumber daya manusia harus diperhatikan dengan baik. ”Untuk maju, SDM juga penting dibangun. Misalnya sekarang, Jambi akan dijadikan tujuan wisata, tour guade yang siap dengan bahasa asingnya mana ? Bandaranya siap tidak ? Travelnya ada tidak yang mempromosikan ? itu semua kan butuh SDM. Makanya butuh kerjasama dengan perguruan tinggi,” katanya.
Oleh karena itu, kedepan katanya, pemimpin Jambi ini haruslah orang yang mempunyai visi dan kekuatan lobi di pusat dan luar negeri. Karena pemimpin itu, sebutnya, harus bisa mencari dana-dana dari pihak luar. Mengingat, jika hanya mengandalkan APBD akan sulit membangun Jambi.
”Kan sumber dana pembangunan itu, ada APBD, APBN, dana hibah dan lain-lain. Nah untuk dana hibah ini perlu lobi ke luar negeri, dan itu sangat banyak,” sebutnya.
Pemimpin kedepan lanjutnya, tidak lagi berada dibelakang meja dan membuka acara. Tapi harus berusaha mencari investasi untuk sumber daya pembangunan. ”Untuk membuka acara dan mengurus pegawai, cukuplah wakil dan sekda,” tukasnya.
Dia bermimpi kedepan Jambi ini menjadi provinsi yang maju dan bisa bersaing dengan provinsi lain di Pulau Sumatera. ”Sekarang coba bandingkan indeks pembangunan SDM kita dengan Padang dan Sumsel, mana
yang lebih tinggi, kemudian kualitas lulusan perguruan tinggi kita, kualitas kesehatan kita. Dan ini harus jadi roadmap dalam pembangunan Jambi kedepan,” tutur. (arm)