Beranda blog Halaman 159

Rapat Perdana, Tidak Ada Penolakan Plt Ketua DPC PPP Batanghari

0
Sukran SPdI

MUARA BULIAN – Rapat perdana pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Rabu (11/9) berlangsung lancar. Rapat ini langsung dihadiri oleh Majelis Pertimbangan dan Sekretaris DPW PPP Provinsi Jambi, Mauli Pulungan. Rapat yang dimulai pukul 14.00 WIB di sekretariat DPC PPP Batanghari tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan penting.

”Ada beberapa agenda kedepan yang kita bahas, selain itu juga membahas evaluasi kepengurusan dan do’a bersama untuk Syekhona Mbah KH Maimoen Zubir dan almarhum Gun Harapan,” ucap Plt Ketua DPC PPP Batanghari, Sukran SPdI, kepada media ini.

Terkait adanya isu penolakan terhadap plt Ketua DPC PPP Batanghari, Sekretaris DPW PPP Provinsi Jambi, Mauli Pulungan membantahnya.  Hal senada juga dibantah oleh  Sukran SPdI.  Menurut mantan Presiden BEM Mahasiswa UIN STS Jambi ini,  semua proses rapat berlangsung dengan aman dan lancar, tanpa ada kekisruan.

Rapat Perdana DPC PPP Kabupaten Batanghari di Sekretariat DPC PPP Batanghari, Jalan Gajah Mada Muara Bulian

“Tidak ada penolakan terhadap saya, yang ada hanya  perbedaaan pendapat terkait agenda penting kedepan. Dan dinamika forum itu biasa terjadi dalam setiap kegiatan rapat.” ungkapnya kepada media ini.

Namun diakhir rapat katanya,  seluruh pengurus menerima apapun yang telah diputuskan dan dimufakati untuk agenda-agenda penting kedepan.  Seperti diketahui, pasca wafatnya Ketua DPC PPP Batanghari, Gun Harapan beberapa waktu lalu, Sukran SPdI kini ditunjuk sebagai pelaksana tugas Ketua DPC PPP Kabupaten Batanghari. Rabu,  11 September 2019 merupakan rapat perdana DPC di sekretariat PPP Batanghari, jalan Gajah Mada, Muara Bulian. (arm)

Jelang Acara Puncak Sail Nias 2019, Panitia Pusat Mantapkan Koordinasi

JAKARTA-Ajang pariwisata berskala Internasional terbesar di Indonesia, Sail Nias 2019 siap digelar. Infrastruktur penunjang kegiatannya pun ditargetkan rampung jelang puncak acara 8 hari lagi, yakni pada 14 September. Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo sebagai Wakil Ketua Nasional Acara Sail Nias 2019 mengucapkan terima kasih saat membuka rapat finalisasi panitia nasional guna mengetahui kesiapan masing-masing penanggungjawab acara.

“Saya ucapkan banyak terima kasih atas kerja keras siang dan malam dari semua kementerian dan lembaga serta panitia di lapangan sehingga dalam kunjungan kami kemarin bersama Bapak Kemenkumham Yasonna Laoly, overall pelaksanaannya sudah hampir selesai, meski ada beberapa hal yang telat 1 sampai 2 hari. Tetapi kami mendapat keyakinan akan terkejar”, ucap Eko Sandjojo.

Terlebih, Dirjen PPMD Taufik Madjid yang sekaligus Ketua Koordinasi Puncak Acara Sail Nias 2019 meyakinkan bahwa acara puncak pada tanggal 13-14 September akan berjalan sesuai dengan skenario acara. Koordinasi pusat dan daerah untuk komponen pengisi puncak pun ditingkatkan, terutama dalam tarian kolosal yang akan melibatkan lebih dari 700 penari dan paduan suara. Serta parade kapal nelayan, flypast dari TNI AU, spiral dive paramotor dan terjun payung juga terus dilakukan pelatihan dan persiapan.

“Prinsipnya untuk pengisi acara saat ini sudah hampir 90% hanya menunggu latihan dan penekanan-penekanan dari fasilitas pendukung dan infrastruktur yang sedang direvitalisasi seperti Pelabuhan Teluk Dalam segera selesai, guna kesiapan acara penyelenggaraan puncak Sail Nias 2019 berjalan dengan baik”, tambah Taufik Madjid.

Hal ini sejalan dengan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah yang mengharapkan acara Sail Nias 2019 ini terlaksana dengan baik, dan tidak ada kendala-kendala yang berarti termasuk faktor cuaca. Kehadiran Presiden Joko Widodo juga merupakan harapan dari masyarakat karena ini sangat berarti bagi pariwisata di Sumatera Utara khususnya Kepulauan Nias.

Kehadiran Presiden Joko Widodo di Acara Sail Nias 2019 ini juga akan didampingi oleh 10 duta besar dan 2 wakil duta besar Negara sahabat untuk mengunjungi Wonderful Nias Expo 2019. Serta, menghadiri kejuaraan surfing internasional yang diselenggarakan di Pantai Sorake dengan jumlah peserta sebanyak 102 orang dari mancanegara dan 22 orang masyarakat lokal. (suci/rilis)

Iuran BPJS Bakal Naik, Sofyan Ali : Sebaiknya Tunda Dulu

JAMBI – Rencana bakal naiknya iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) direspons anggota DPR RI terpilih, Sofyan Ali SH SAg MPdI. Dirinya mengusulkan agar ditunda dulu proses kenaikan iuran tersebut.

‘’Sebaiknya jangan sekarang ditunda dulu,’’ tukasnya yang juga anggota DPRD Provinsi Jambi ini.

Menurut Ketua DPW PKB Jambi ini, penundaan ini lebih kepada upaya untuk tidak membenani rakyat. Karena saat ini beberapa harga komoditas primadona rakyat sedang turun.

‘’Jadi penundaan ini sangat penting, agar rakyat tidak merasa terbebani,’’ tegas lulusan Fakultas Hukum Unja ini.

Seperti diketahui, pemerintah sudah bulat menaikkan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan sebesar 100 persen untuk menutup defisit JKN. Kenaikan ini akan dilakukan mulai 1 Januari 2020. (arm)

Hijrah Konteks Kekinian

Oleh Sofyan Ali SH SAg MPdI

SEMALAM kita baru saja memperingati tahun baru 1441 Hijriyah. Tahun baru ini bertepatan dengan tanggal 1 Muharram yang merupakan awal bulan dalam tahun hijriyah. Bulan ini dikenal dengan nama Syahrullah (Bulan Allah). Menurut Ibnu Rajab al-Hambali (736–795 H),  Muharram disebut dengan Syahrullah (bulan Allah) karena memiliki dua hikmah.
Pertama, untuk menunjukkan keutamaan dan kemuliaan bulan Muharram. Kedua, untuk menunjukkan otoritas Allah SWT dalam mensucikan dan memuliakan bulan Muharram.
Muharram artinya suci. Bulan ini adalah bulan yang disebut Allah dalam Al-Qur’an sebagai Arba’atun hurum (empat bulan yang suci), para ulama sepakat keempat bulan yang suci tersebut adalah Rajab, Zulqa’dah, Zulhijjah dan Muharram.
Firman Allah swt dalam QS At-Taubah ayat 36 : “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”
Sabda Rasulullah saw, “Satu tahun itu ada 12 bulan. Di antaranya ada empat bulan haram, yaitu tiga bulan berturut-turut, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram serta Rajab yang berada di antara bulan jumada dan sya’ban.” (HR. Bukhari).
Bulan Muharram ini erat kaitan dengan sejarah hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Dimana ini adalah perintah Allah, agar umat Islam memperoleh kehidupan yang lebih baik. Namun, hijrah era kekinian bisa  dipahami sebagai bentuk transformasi umat dari kehidupan yang serba terbelakang ke kehidupan yang modern.

Di era globalisasi ini, fenomena VUCA (Volatilitas, uncertainty, compleks, dan ambiguitas, red) mewarnai dunia. Masyarakat dihadapkan dengan dua sisi kehidupan. Disatu sisi bagian dari citizen, dilain sisi adalah bagian dari nitizen. Citizen diikat dengan aturan kewarganegaraan, sedangkan nitizen tidak ada aturan yang mengikat dan tanpa garis batas negara. Fenomena Vuca ini merupakan anak kandung globalisasi dan konsekwensi dari revolusi industri 4.40. Ini disebabkan perkembangan penggunaan internet yang demikian pesat. Dan saat ini menyebabkan dunia serba tidak jelas.  Saat ini era matinya kepakaran, fiksi yang dikonstruksi terus menerus bisa jadi fakta.

Dengan hadirnya era ketidakpastian tersebut, kita harus menjadi manusia yang super kuat dalam menfilterisasi berbagai fenomena kehidupan. Mari kita sambut era ini dengan transformasi ke arah kebaikan dengan meningkatkan pengetahuan, keilmuan dan wawasan kebangsaan. Selamat tahun baru hijriyah 1441. Semoga kita semua diberikan kekuatan menatap hari esok yang lebih baik.

(Penulis adalah Ketua DPW PKB Provinsi Jambi)

Kebakaran Hutan-Gambut, Kemendesa RI Perkuat Peran Lembaga dan Komunitas Desa

LOKAKARYA Penguatan Advokasi Hukum Masyarakat Desa dalam Pencegahan Kebakaran Hutan Gambut

RIAU- Kebakaran hutan dan lahan gambut yang terjadi di Indonesia menjadi perhatian serius beberapa tahun terakhir ini. Sebab, setiap tahun terjadi kebakaran. Dampaknya hingga ke negara-negara tetangga yang berada di kawasan Asean, bahkan Asia.

Provinsi Riau dan sebagian wilayah Kalimantan menjadi sasaran penanganan kabakaran. Kalau Kalimantan langganan kebakaran hutan, sedangkan di Riau kebakaran lahan gambut.

Untuk meminimalisir kebakaran hutan maupun gambut, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI ikut berbagi peran. Melalui Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Ditjen PPMD) kementerian ini memperkuat peran lembaga, komunitas, dan stakeholder di daerah hingga desa.

“Sekarang ini, negara kita telah menjadi eksportir asap ke negara-negara tetangga. Ini bukan prestasi yang pantas untuk dibanggakan. Hutan dan gambut kita setiap tahunnya terbakar,” kata Drs Andrey Ikhsan Lubis M.Si selaku Kasubdit Ketahanan Masyarakat Desa (KMD) saat membuka kegiatan “Lokakarya Penguatan Advokasi Hukum Masyarakat Desa dalam Pencegahan Kebakaran Hutan Gambut” di Pekanbaru – Riau, Rabu (28/8/2019).

Andrey mewakili Direktur Jenderal PPMD Kementerian Desa PDTT-RI Taufik Madjid yang berhalangan hadir. Lokakarya yang berlangsung pada 28-30 Agustus ini, diharapkan memperkuat peran masyarakat, kelembagaan dan komunitas di Provinsi Riau dalam mencegah kebakaran lahan gambut. Pola pendekatan yang dilakukan tidak lagi semata-mata pendekatan hukum atau represif, tapi digeser ke pendekatan sosial dan kultur.

Kegiatan lokakarya ini diikuti sekitar 70 lebih peserta. Terdiri dari OPD-OPD terkait di Riau, pendamping desa, LKD, perangkat desa, dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Ada pun pemateri yang dihadirkan menjadi narasumber antara lain, pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Restorasi Gambut RI, LSM Poros Hijau Riau, Dinas PMD setempat, Dosen IPDN Jatinangor, serta pemateri berlatarbelakang pegiat desa dan pemberdayaan.

Diakui Andrey, kebakaran hutan dan gambut sangat merugikan Indonesia. Ini juga mengancam keberadaan lingkungan dan ekosistem di dalamnya. Persoalan ini harus segera ditangani dengan cepat dan tepat. Tak boleh dibiarkan berlarut-larut.

Yang bertanggung jawab bukan hanya daerah atau satu pihak saja. Pemerintah melalui lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Desa, berupaya hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberi solusi.

“Kami dari Kementerian Desa, melakukan pendekatan langsung ke masyarakat, lembaga, dan komunitas. Secara umum, penyebab kebakaran lahan gambut di Riau dipicu aktivitas pembukaan lahan. Petani-petani yang melakukan aktivitas pembukaan lahan, akan disentuh dan diadvokasi melalui peran lembaga secara signifikan,”jelas Andrey.

Kebakaran lahan gambut di Riau, kata dia, sering kali tidak terduga. Tampak di permukaan tidak ada kebakaran, tapi di bagian bawah justru sudah terbakar. Jika ada lahan gambut yang terbakar, nanti diketahui setelah terjadi gumpalan asap naik ke atas. Proses pemadamannya pun terbilang sulit dan butuh waktu.

“Peran dari Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dan komunitas-komunitas masyarakat di desa, kami dorong. Sangat diharapkan keterlibatan mereka dalam mencegah kebakaran. Masyarakat dan petani diberi pengetahuan tentang sifat lahan gambut, sehingga mereka lebih waspada. Selain petani, kami juga berharap kesadaran dari perusahaan-perusahaan koorporasi yang menjadi bagian penyebab kebakaran gambut di Riau,”harap Andrey mengingatkan. (rili

Bermodalkan 240.761 Suara Rakyat Jambi, Pasangan HBA-Sofyan Ali Diyakini Unggul

0

JAMBI – Perolehan suara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jambi, Hasan Basri Agus (HBA) dan Sofyan Ali (SA) di pemilihan legislatif lalu diyakini akan menjadi modal kuat pasangan ini untuk memenangi perhelatan Gubernur Jambi. Dimana perolehan suara mereka masing-masing yakni HBA sebanyak 200.291 suara dan Sofyan Ali 40.470 suara.

Sebaran suara mereka berdua ini merata hampir di seluruh kabupaten dalam provinsi Jambi. Sofyan Ali misalnya, meskipun tidak didaerah basis, di Tanjungjabung Timur memiliki lebih dari 2.000-an suara. Demikian juga di Tanjungjabung Barat memperoleh 3.000-an lebih. Dengan perolehan suara tersebut berarti semua calon sudah dikenal di kalangan masyarakat.

Selain itu, di DPRD Provinsi Jambi sendiri, PKB mendapat lima kursi, sedangkan Golkar meraih tujuh kursi.

”Dengan perolehan kursi PKB di DPRD Provinsi Jambi, wajar bapak Sofyan Ali mengincar kursi Wakil Gubernur,” ucap Dosen Fisipol Unja, Farisi kepada media ini.

Seperti diketahui, Sofyan Ali ini merupakan sosok muda yang namanya muncul seiring dengan pemilihan legislatif lalu. Dirinya berhasil melenggang ke senayan mewakili rakyat Jambi untuk duduk sebagai anggota DPR RI. Sampai saat ini, Sofyan Ali masih menjabat sebagai Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).  (arm)

Peneliti Indobarometer : HBA – SA Pasangan Kuat

0

JAMBI – Maju nya pasangan Hasan Basri Agus (HBA) dan Sofyan Ali (SA) diajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2020 mendatang jangan dianggap enteng. Selain punya kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni untuk memimpin negeri Jambi, kedua pasangan  ini juga memiliki populeritas dan elektabilitas yang tinggi.

“Survei Idea Institute, populeritas HBA tertinggi,” ucap peneliti Indobarometer Hadi Supranto Rusli belum lama ini.

Diakuinya, jika kedua pasangan ini maju, maka potensi menang sangatlah besar. Terlebih kedua pasangan ini merupakan  Anggota DPR RI terpilih.

“Saya kira pasangan ini berpotensi menang,” tegasnya.

Seperti diketahui kemunculan pasangan ini di tengah tengah publik Jambi sangatlah dielu-elukan. HBA sendiri pernah Malang melintang di dunia birokrasi dari jabatan terbawah hingga menjadi Gubernur Jambi. Sedangkan Sofyan Ali sendiri berpengalaman di legislatif sejak DPRD Provinsi Jambi hingga saat ini menjadi anggota DPR RI terpilih periode 2019 – 2024. Pasangan ini merupakan pasangan serasi tua-muda. Selain itu juga mewakili keterwakilan wilayah barat dan timur. Dimana HBA berasal dari Sarolangun, sedangkan Sofyan Ali (SA) dari kota Jambi. (Arm)

Millenial NU Dukung Pasangan HBA- Sofyan Ali

0

JAMBI – Munculnya wacana pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi, yakni Hasan Basri Agus (HBA) dan Sofyan Ali (SA) mendapat respons positif dari generasi milenial dari kalangan Nahdhatul Ulama  (NU). Pasangan ini diharapkan bisa maju di ajang pemilihan Gubernur 2020 mendatang.

Diantara generasi millenial yang mendukung majunya kedua pasangan ini yakni Sukran alumni UIN STS Jambi.  Dirinya mengaku sangat mendukung pasangan tersebut untuk maju diajang Pilgub merebut kursi BH 1 nantinya.

“Ini pasangan yang cocok, saya sangat mendukung,” ungkap alumni PMII  ini.

Hal yang sama juga disampaikan Ferryanto. Ketua Alumni PMII Cabang Merangin  ini mengaku, harus mendukung pasangan tersebut. Dikatakannya dukungan ini diberikan dalam rangka memenangkan pasangan ini.

“Kalo bukan kita yang mendukung, siapa lagi. Inilah saatnya untuk mendukung senior,” tegasnya. (Arm)

Dekati Pilgub, HBA- Sofyan Ali Bertemu

0

JAMBI- Mendekati pemilihan gubernur (Pilgub), berbagai pertemuan tokoh politik gencar dilakukan. Salah satunya antara Hasan Basri Agus (HBA) dan Sofyan Ali (SA). Pertemuan itu dilakukan tertutup di Jakarta.

Ketua DPW PKB Provinsi Jambi, Sofyan Ali, saat dikonfirmasi membenarkan pertemuan tersebut. Tapi apa isinya, alumni PMII ini bungkam.

“Iya memang bertemu (HBA,red) di Jakarta,” ucapnya saat dihubungi via handphone.

Sebelumnya memang para kaum nahdiyin menggadang gadangkan kedua tokoh ini berpasangan di Pilgub. Hanya saja belum ada kepastian dari kedua tokoh. Pengamat politik, Mohd Farisi menyebutkan jika kedua pasangan ini maju maka diprediksi akan menang.

“Akan menang jika kedua tokoh ini berpasangan,” tegasnya. (@rm)

 

Jokowi Resmi Buka Muktamar PKB, Cak Imin Janji Perjuangkan Pasar Sawit

0

 

BALI – Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) malam ini resmi dibuka oleh Presiden H Ir Joko Widodo. Selain dihadiri Ketua PBNU KH Said Aqil Siraj, pembukaan muktamar tersebut juga dihadiri tokoh partai politik. Diantaranya, Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Sukarno Putri, Ketum DPP Nasdem Surya Palo, Ketum DPP Golkar, Airlangga Hartarto, Ketum PAN, Zulkifli Hasan, Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra,  dan para tokoh Parpol lainnya.

Dalam sambutannya Jokowi sempat menyinggung alasan diadakannya Muktamar PKB di Bali.

“Sebelumnya kongres PDIP di Bali dan wajar karena Bali basisnya. Kalo PKB mengadakan Muktamar di Bali saya tidak tahu alasannya apa. Cuma saya menebak nebak, jangan jangan pada 2024, PKB akan menjadikan Bali sebagai basis. Ingat itu ketua DPD, ” ungkap Jokowi yang disambut gelak tawa oleh muktamirin yang hadir di arena Nusa Dua Bali tersebut.

Dalam sambutannya, Jokowi lebih banyak menyinggung tentang programnya pada periode kedua memimpin Indonesia ini. Dikatakannya, pada periode pertama dirinya fokus kepada infrastruktur. Diperiode kedua ini, selain tetap melanjutkan infrastruktur, juga akan fokus ke SDM bangsa ini.

“Cuma saya bingung mau menyampaikan program apalagi, karena semua tadi sudah disampaikan oleh Cak Imin,” tukasnya seraya berseloroh.

Sementara itu, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyampaikan PKB bersama dengan Jokowi akan terus membangun peradaban Indonesia. Bagi tradisi NU dan PKB katanya, peradaban itu sangatlah penting. Sehingga sampai sampai, pesantren Ketua PBNU KH Said Aqil Siraj dinamakan As Tsaqofah atau pesantren peradaban.

“Alhamdulillah saat ini PKB menjadi satu satunya anggota organisasi partai tengah dunia. Organisasi ini banyak anggotanya di Eropa yang menjadi pasar sawit Indonesia. Lewat organisasi partai tengah ini, kita akan memperjuangkan pasar sawit Indonesia di Eropa,” ucap Cak Imin.

Kegiatan ini sendiri juga dihadiri Ketua DPW PKB se Indonesia. Termasuk Sofyan Ali SH SAg MPdI. Dalam muktamar ini DPW PKB Jambi tetap mendukung kepemimpinan Cak Imin hingga lima tahun mendatang.

“Kita meminta Cak Imin bersedia ditetapkan kembali secara aklamasi untuk menjadi Ketum DPP PKB periode 2019 – 2024 mendatang,” ungkap Anggota DPR RI terpilih dapil Jambi periode 2019 – 2024 ini. (arm)