Beranda blog Halaman 162

Besok Sholat Idul Fitri, Ini yang Harus Dilakukan

1. Mandi.
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالٰى.
Nawaitul ghusla li i’dil fitri Sunnatallilahi Taa’la
Artinya: Aku berniat mandi ‘idul fitri sunnah karena Allah.

2. Berpakaian terbaik (bukan termahal).
3. Memakai wewangian (untuk laki)
4. Makan sebelum berangkat Sholat.
5. Jika memungkinkan jalan yang dilewati pada saat pergi dan pulangnya berbeda.
6. Berjamaah.
7. Pada Rakaat pertama setelah mebaca doa iftitah takbir 7x (tidak termasuk takbir takbiratul ihram).
Setiap takbirnya membaca tasbih:
SUBHAANALLAAHI WALHAMDU LILLAAHI WALAA ILAAHA ILALLAAH WALLAAHU AKBAR.
8. Pada rakaat kedua SEBELUM membaca surat Al-Fatihah takbir 5x (tidak termasuk takbir berdiri dari sujud).
Setiap takbirnya membaca tasbih:
SUBHAANALLAAHI WALHAMDU LILLAAHI WALAA ILAAHA ILALLAAH WALLAAHU AKBAR.
9. Pada setiap takbir mengangkat tangan setinggi bahu (ujung jari-jari sejajar dengan telinga).
10. (Khusus Imam) Pada rakaat pertama sesudah Al-Fatihah membaca surat Qaaf atau surat Al-A’laa dan rakaat kedua membaca surat Al-Qamar atau surat Al-Ghaasyiyah setelah selesai sholat di lanjutkan dengan khutbah sebanyak 2x.
.
Niat sholat hari raya Idul Fitri:
.
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Usholli sunnatal ‘idil fitri rok’ataini mustaqbilal qiblati ma-muman lillahi ta’ala.
.
(Saya sholat sunnah Idul Fitri dua rokaat menghadap qiblat menjadi ma-mum karena Allah ta’ala.)
.
– Sholat I’dul fitri di kerjakan pada hari I’dul Fitri yaitu setiap tgl 1 syawal. Waktu pelaksanaannya adalah mulai sejak matahari terbit sampai condong ke barat.
– Hukumnya Sunnah Muakkad.
– Tidak pakai adzan dan iqomah.
– Tempat: Mushalla, mesjid, tanah lapang dan tempat-tempat lain yang memungkinkan untuk sholat berjamaah.
– Segenap umat Islam, laki-laki dan perempuan, tua muda, merdeka, budak, musafir dianjurkan untuk berkumpul untuk sholat ‘Id.
.
Bahkan wanita haid pun dianjurkan untuk ikut berkumpul (tetapi di luar mesjid atau mushalla) guna mendengarkan nasihat-nasihat (khutbah), bukan untuk ikut shalat.

#Semoga_bermanfaat

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ

Tunaikan Zakat Fitrah, Ini Niatnya

 

Zakat fitrah merupakan kewajiban seluruh umat muslim. Kewajiban ini wajib ditunaikan dari awal ramadhan hingga sebelum sholat idul fitri. Ini niat yang harus dibaca :

1. Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Allah Taala.”

2. Zakat Fitrah untuk Istri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku fardhu karena Allah Taala.”

3. Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku ……..(sebutkan nama), fardhu karena Allah Taala.”

4. Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku ……..(sebutkan nama), fardhu karena Allah Taala.”

5. Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Seluruh Keluarga

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu atasku lillahitaalah.

Kenaikan Harga Dalam Pandangan Ekonomi Islam

0

MENJELANG bulan suci Ramadhan, rakyat terus menjerit. Kenaikan harga sembako terus terjadi, seakan tak pernah terhenti. Mulai dari makanan sehari-hari naik, hingga produk lainnya. Termasuk yang terjadi pada tahun ini. Dua Minggu menjelang Ramadhan tahun ini berbagai harga barang melejit. Mulai dari harga cabai hingga harga daging. Semuanya kejar kejaran ingin naik. Padahal, pendapatan masyarakat kecil tidak pernah naik.

Dalam pandangan ekonomi Islam, mekanisme pasar dalam penentuan harga ini berlangsung alami. Dia tergantung dengan permintaan dan penawaran. Ketika permintaan naik, penawaran tetap, maka harga akan naik. Namun bila permintaan turun, penawaran tetap, harga juga akan turun.

Termasuk yang terjadi pada tahun ini. Dua Minggu menjelang Ramadhan tahun ini berbagai harga barang melejit. Mulai dari harga cabai hingga harga daging. Semuanya kejar kejaran ingin naik. Padahal, pendapatan masyarakat kecil tidak pernah naik.

Dalam pandangan ekonomi Islam, mekanisme pasar dalam penentuan harga ini berlangsung alami. Dia tergantung dengan permintaan dan penawaran. Ketika permintaan naik, penawaran tetap, maka harga akan naik. Namun bila permintaan turun, penawaran tetap, harga juga akan turun.

 

Ini sejalan dengan pendapat ekonom muslim, Ibnu Taimiyah. Dia pernah mengatakan,  “Mekanisme harga adalah proses yang berjalan atas dasar gaya tarik menarik antara konsumen dan produsen. Baik dari pasar output (barang) ataupun input (faktor-faktor produksi). Sedangkan harga adalah sejumlah uang yang menyatakan nilai tukar suatu unit benda tersebut.

Rasululah SAW juga pernah bersabda dalam hadist yang diriwayat Anas. Suatu ketika Anas berkata: “Wahai Rasulullah tentukanlah harga untuk kita!”. Beliau menjawab, “Allah itu sesungguhnya adalah penentu harga penahan, pencurah, serta pemberi rizki. Aku mengharapkan dapat menemui tuhanku dimana salah seorang dari kalian tidak menuntutku karena kezaliman dalam hal darah dan harta.”

Karena Islam melarang adanya intervensi harga, makanya menurut Ibnu Taimiyah, jika ingin menstabilkan harga di pasar, pemerintah harus memasok barang atau mengurangi pasokan barang ke pasar. Selain itu juga, pemerintah harus menjamin bahwa transaksi perdagangan di pasar, harus bebas dari spekulasi dan kecurangan.

Termasuk pelarangan riba. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Alqur’an (QS Al Baqarah: 275 yang artinya,  Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Inilah yang perlu dikawal oleh umat muslim, agar proses transaksinya ini sesuai dengan syariat.

Pertanyaannya, terkait kenaikan harga menjelang Ramadhan tahun ini, apakah pemerintah sudah melakukan kontrol terhadap supply and demand atau tidak sama sekali.

Jika mekanisme pasar yang terjadi tanpa kontrol pemerintah, maka kenaikan harga bisa saja dikarenakan adanya kecurangan pedagang dengan memanfaatkan momen jelang ramadhan. Kita berharap pemerintah bisa memberikan mekanisme kontrol yang ketat, agar supaya harga stabil, rakyat tak labil. 

(Penulis adalah Warga Jambi)

 

 

KETUA DPW PKB JAMBI APRESIASI PROGRAM LAZIS NU

JAMBI – Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jambi, Sofyan Ali SH SPd MPdI mengapresiasi program Gerakan Koin NU yang digagas Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh (Lazis) Nahdatul Ulama (NU) Provinsi Jambi. Dihadapan pengurus harian lembaga tersebut, Sofyan yang juga Calon DPR RI terpilih dari Dapil Provinsi Jambi tersebut memberikan motivasi kepada jajaran Lazis NU.

”Membangkitkan semangat warga untuk berinfaq ini susah-susah gampang. Pengurus harus tahan banting, rela dicela, karena mengurus orang banyak. Tapi langkah yang dibuat ini meski kecil sudah merupakan kemajuan,” terangnya saat pengurus Lazis NU Provinsi Jambi silaturrahmi ke rumahnya tadi malam.

Dirinya juga mengharapkan semangat para pengurus untuk menggali potensi zakat infaq dan shadaqoh warga Provinsi Jambi, terutama warga NU. Alumni PMII dan IPNU ini juga mengatakan, banyak p0tensi ZIS yang belum tergarap.

”Ditangan para pemuda, saya yakin organisasi ini bisa berjalan dengan baik. Banyak mimpi mimpi warga NU yang harus diwujudkan, baik bidang pendidikan dan kesehatan,” tegasnya.

Ketua Lazis NU Provinsi Jambi, Usman Quraesy MFill sendiri berharap bimbingan dari Sofyan Ali sendiri. Ini bisa menambah semangat perjuangan para pengurus Lazis NU.

”Saya mengucapkan terima kasih kepada abang Sofyan yang telah menerima kasih dan telah mengapresiasi kerja yang kami lakukan,” ucap Wakil Ketua III STAI Ahsanta Jambi ini. (**arm)

Nisfu Sya’ban dan BUMDesa

berjambi.com, – Nanti malam kita baru saja memperingati malam Nisfu Sya’ban. Nisfu yang berarti pertengahan. Sya’ban merupakan bulan kedelapan dalam hitungan kalender hijriah. Secara harfiah, ia berasal dari syâ‘a bân yang bermakna terpancarnya keutamaan.

Ada juga yang mengatakan, sya‘ban berasal dari kata as-syi‘bu’ yang bermakna sebuah jalan di gunung. Secara umum Sya’ban diyakini mengandung keistimewaan, terlebih menjelang tibanya bulan suci Ramadhan. Suatu ketika Usamah bin Zaid menanyakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa ia tidak pernah melihat beliau melakukan puasa yang lebih semangat daripada puasa Sya’ban

Kemudian Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Bulan Sya’ban –bulan antara Rajab dan Ramadhan- adalah bulan di saat manusia lalai. bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An-Nasa’i no. 2359. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Pada bulan Sya’ban ini, umat Islam dianjurkan untuk banyak melakukan puasa. Sedangkan pada malam Nisfu Sya’ban dianjurkan shalat sunat mutlak dan membaca yasin sebanyak tiga kali. Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki  mengatakan,  tak ada larangan bagi seseorang yang mengiringi amal salehnya dengan permintaan dan permohonan hajat agama dan dunia, jiwa dan raga, lahir dan batin. Siapa saja yang membaca Surat Yasin atau surat lainnya dengan ikhlas lillahi ta‘ala sambil memohon keberkahan pada usia, harta, dan kesehatan, maka hal itu tak masalah. Artinya, orang ini telah menempuh jalan yang baik (dengan catatan ia tidak meyakini bahwa amal salehnya itu disyariatkan secara khusus untuk hajat tersebut).

Dalam kitab Fathul Qorib, disebutkan bahwa  setiap kali pembacaan yasin tersebut diniatkan hal yang berbeda. Pembacaan yasin pertama diniatkan agar diberikan panjang umur, kedua niat terhindar dari bencana dan ketiga niat agar tidak bergantung kepada orang lain
Pesan ekonomi pada pembacaan yasin yang pertama yakni gunakan umur kita untuk berusaha semaksimal mungkin. Sehingga bisa mengapai apa yang kita impikan. Umur manusia sama dengan umur BUMDesa, tidak tahu sampai berapa lama. Oleh karena itu, berbuatlah yang baik untuk BUMDesa demi kesejahteraan bersama. Islam mengajarkan kita, jangan menyia nyiakan umur. Umur yang pendek ini gunakanlah untuk berusaha mencari rezeki yang halal. Karena rezeki yang halal akan mendatangkan keberkahan. Keberkahan akan melahirkan kebesaran. BUMDesa diharapkan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat desa. 

Pesan ekonomi pada pembacaan yasin yang kedua yakni agar kita berhati-hati dalam mengimplementasikan kebijakan BUMDesa. Supaya terhindar dari bencana yang mengakibatkan kebankrutan. Oleh karena itu, setiap kebijakan dalam BUMDesa harus digunakan barometer tertentu dengan data yang valid. Makanya, pencatatan akuntansi BUMDesa merupakan hal yang penting sebagai dasar pengambilan kebijakan. BUMDesa harus memiliki laporan keuangan berupa laporan arus kas, laba rugi, perubahan modal dan neraca. Semua laporan itu saling terkait dan bisa jadi landasan pengambilan keputusan.

Pada pembacaan yasin yang ketiga diniatkan agar  tidak bergantung kepada orang lain. Bagi BUMDesa pesan ini adalah diharapkan bisa menjadi penopang kemandirian desa. Tidak lagi mengandalkan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa, tapi bisa mengandalkan Pendapatan Asli Desa. Kemandirian desa diharapkan tidak hanya dari sisi perencanaan pembangunan dan pelaksanaan, tapi juga dari sisi pembiayaan.

(Penulis adalah Pendamping Desa Kabupaten Tanjung Jabung Barat)

Lazis NU Luncurkan Program Koin dan Jambi Berzakat

JAMBI – Lembaga Amil Zakat Infak dan Shodaqoh (Lazis) Nahdhatul Ulama (NU) Provinsi Jambi meluncurkan program Koin dan Jambi Berzakat. Peluncuran kegiatan ini bersamaan dengan kegiatan buka bersama di sekretariat Lazis NU Jalan Tarumanegara, belakang asrama haji, Kotabaru, Jambi, (15/5).

”Dengan program ini kita berharap para warga NU dan Provinsi Jambi umumnya bisa lebih mudah berinfak lewat celengan yang kita titipkan,” ungkap Ketua Lazis NU Provinsi Jambi, Usman El Quraesy MA kepada media ini.

Dia menyebutkan, Lazis NU saat ini sedang berusaha mendistribusikan celengan ke rumah-rumah warga yang mau dititipi. Setiap bulan atau selambat-lambatnya tiga bulan-an celengan tersebut akan dikumpulkan kembali oleh pengurus Lazis NU untuk dihitung.

”Bagi warga NU yang ingin mendapatkan celengan infak tersebut bisa menghubungi nomor 081267374300 atau email ke lazisnujambi@gmail.com,” terangnya.

Disebutkannya, selain program tersebut, Lazis NU pada bulan Ramadhan tahun ini siap menerima dan menyalurkan zakat fitrah, zakat profesi dan zakat mal dari warga. Pihak Lazis Nu katanya siap menjemput pihak-pihak yang mau berzakat ke rumah-rumah warga. Sedangkan bagi mereka yang ingin mentransfer zakat mal atau infak bisa ke rekening bank syariah mandiri 7126068648.

Prodi Ekonomi Syariah STAI Ahsanta Akan Bentuk KSEI

0

Pendaftaran Mahasiswa Baru Dibuka

JAMBI – Prodi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ahsanta Jambi segera membentuk Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI). KSEI ini nantinya bukan hanya beranggota mahasiswa Prodi, tapi juga diluar Prodi Ekonomi Syariah.

”Yang jelas kami akan menampung mahasiswa dari Prodi manapun yang konsen kepada ekonomi Islam,” ucap mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah, Syerly Oktavia, yang juga Sekretaris HMP Prodi Ekonomi Syariah.

Disebutkannya, pembentukan KSEI ini akan dilaksanakan setelah bulan Ramadhan mendatang. Dan diharapkan KSEI ini akan menjadi wahana pembelajaran mahasiswa diluar lingkungan akademik. ”Kita bisa memperdalam keilmuan dibidang ekonomi syariah,” terangnya.

Sekretaris Prodi Ekonomi Syariah, Salmia SEI ME sendiri mengharapkan dengan terbentuknya KSEI ini nantinya akan berdampak kepada pengembangan keilmuan ekonomi Islam khususnya dilingkungan STAI Ahsanta Jambi. Terlebih kebutuhan SDM ekonomi syariah ini semakin meningkat, seiring dengan berkembangan lembaga keuangan syariah. Baik itu perbankan, asuransi, pasar modal, dan lain-lain.

”Dengan kedalaman ilmu ekonomi syariah yang dimiliki, kedepan diharapkan alumni Prodi Ekonomi Syariah akan bisa bersaing di tataran global,” sebutnya.

Sampai saat ini sendiri katanya, Prodi Ekonomi Syariah masih menerima mahasiswa baru. Dan Prodi ini membuka kelas reguler dan non reguler. ”Bagi yang mau mendaftar silahkan datang ke kampus, atau sms saya, 085271576902,” ucapnya.

Biaya pendaftaran katanya, cukup murah, hanya Rp. 200.000. Bagi yang haviz Alqur’an minimal 5 juz akan mendapat diskon khusus.  (***)

Praktek Perbankan Sejak Zaman Rasulullah

LEMBAGA keuangan ini adalah yang paling penting dalam ekonomi modern. Mereka melakukan beberapa fungsi yang sangat penting bagi masyarakat. Dan dalam proses ini secara signifikan mempengaruhi tingkat kegiatan ekonomi di suatu negara.

Di dalam sejarah perekonomian kaum muslimin. Fungsi fungsi bank telah dikenal sejak jaman Rasulullah SAW, fungsi fungsi tersebut adalah menerima titipan harta, meminjamkan uang untuk keperluan konsumsi dan keperluan bisnis, serta melakukan pengiriman uang.

Rasulullah SAW yang dikenal julukan al Amin, dipercaya oleh masyarakat Mekah menerima simpanan harta, sehingga pada saat terakhir sebelum Rasul hijrah ke Madinah, beliau meminta Sayyidina Ali ra untuk mengembalikan semua titipan itu kepada yang memilikinya. dalam konsep ini, yang dititipi tidak dapat memanfaatkan harta titipan tersebut. Seorang sahabat Rasulullah, Zubair bin al Awwam, memilih tidak menerima titipan harta.

Beliau lebih suka menerimanya dalam bentuk pinjaman. Tindakan Zubair ini menimbulkan implikasi yang berbeda: pertama, dengan mengambil uang itu sebagai pinjaman, beliau mempunyai hak untuk memanfaatkannya; kedua, karena bentuknya pinjaman,maka ia berkewajiban mengembalikannya utuh.

Sahabat lain, Ibnu Abbas tercatat melakukan pengiriman uang ke Kufah. Juga tercatat Abdullah bin Zubair di Mekah juga melakukan pengiriman uang ke adiknya Misab bin Zubair yang tinggal di Irak.

Penggunaan cek juga telah dikenal luas sejalan dengan meningkatnya perdagangan antara negeri Syam dengan Yaman, yang paling tidak berlangsung dua kali setahun. Bahkan di jaman Umar bin Khattab ra, beliau menggunakan cek untuk membayar tunjangan kepada mereka yang berhak.

Dengan cek ini kemudian mereka mengambil gandum di Baitul Mal yang ketika itu diimpor dari Mesir.

(Penulis adalah Warga Negara Jambi)

The Fastest WordPress Theme

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nunc imperdiet rhoncus arcu non aliquet. Sed tempor mauris a purus porttitor, ac convallis arcu venenatis. Donec lorem erat, ornare in augue at, pharetra cursus mauris. Cras commodo orci vel scelerisque convallis. Fusce sollicitudin feugiat placerat. Aenean magna massa, vehicula at efficitur ac, vestibulum non felis. Aliquam quis feugiat sapien, eu sodales mauris.

Phasellus at auctor nibh. Morbi feugiat finibus nulla, et semper ipsum sodales a. Fusce at lacus vestibulum, luctus sapien quis, dictum erat. Phasellus orci sem, pretium nec blandit sed, faucibus eget massa. Aliquam lobortis sapien augue. Nullam dignissim elit ac libero egestas egestas. Vestibulum et convallis urna, fermentum porta mauris. Nam pellentesque lectus varius, facilisis metus at, elementum augue. Pellentesque suscipit enim massa. Curabitur elementum lorem neque, non accumsan orci vulputate placerat. Vestibulum nec mauris at dui mattis blandit. Duis nec lacinia lacus. Fusce consectetur, sapien posuere lobortis maximus, velit orci ornare felis, id elementum ex ipsum at enim. Integer lacinia ipsum nec purus sodales tristique. Curabitur iaculis at nisl et commodo.

Praesent mattis purus magna, ac iaculis tellus elementum blandit. Nullam massa ante, egestas non porta consequat, sodales ac elit. Phasellus vitae erat id massa volutpat tincidunt. Sed suscipit sed dui quis efficitur. Mauris consectetur placerat urna, ac pharetra libero suscipit ut. Mauris accumsan magna pretium ante imperdiet, ac varius augue interdum. Proin id congue leo. Curabitur eu nulla risus. Phasellus a sodales leo. Donec blandit massa et egestas dapibus. Phasellus non justo mi. Mauris leo sapien, molestie a auctor non, venenatis finibus purus.

Top 10 Contact Form Plugins

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nunc imperdiet rhoncus arcu non aliquet. Sed tempor mauris a purus porttitor, ac convallis arcu venenatis. Donec lorem erat, ornare in augue at, pharetra cursus mauris. Cras commodo orci vel scelerisque convallis. Fusce sollicitudin feugiat placerat. Aenean magna massa, vehicula at efficitur ac, vestibulum non felis. Aliquam quis feugiat sapien, eu sodales mauris.

Phasellus at auctor nibh. Morbi feugiat finibus nulla, et semper ipsum sodales a. Fusce at lacus vestibulum, luctus sapien quis, dictum erat. Phasellus orci sem, pretium nec blandit sed, faucibus eget massa. Aliquam lobortis sapien augue. Nullam dignissim elit ac libero egestas egestas. Vestibulum et convallis urna, fermentum porta mauris. Nam pellentesque lectus varius, facilisis metus at, elementum augue. Pellentesque suscipit enim massa. Curabitur elementum lorem neque, non accumsan orci vulputate placerat. Vestibulum nec mauris at dui mattis blandit. Duis nec lacinia lacus. Fusce consectetur, sapien posuere lobortis maximus, velit orci ornare felis, id elementum ex ipsum at enim. Integer lacinia ipsum nec purus sodales tristique. Curabitur iaculis at nisl et commodo.

Praesent mattis purus magna, ac iaculis tellus elementum blandit. Nullam massa ante, egestas non porta consequat, sodales ac elit. Phasellus vitae erat id massa volutpat tincidunt. Sed suscipit sed dui quis efficitur. Mauris consectetur placerat urna, ac pharetra libero suscipit ut. Mauris accumsan magna pretium ante imperdiet, ac varius augue interdum. Proin id congue leo. Curabitur eu nulla risus. Phasellus a sodales leo. Donec blandit massa et egestas dapibus. Phasellus non justo mi. Mauris leo sapien, molestie a auctor non, venenatis finibus purus.