Beranda blog Halaman 161

JBMI: Albiner Sitompul Sangat Layak Masuk Dalam Jajaran Kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin

0

JAKARTA, Dewan Pengurus Pusat Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) mengapresiasi munculnya nama Ketua Umum DPP JBMI Albiner Sitompul sebagai salah satu kandidat menteri dalam Kabinet Kerja Jilid II periode 2019-2024.

Menurut Sekretaris Jenderal DPP JBMI Arif Marbun, Albiner Sitompul sangat layak menjadi menteri dalam kabinet mendatang. Menurutnya, dengan latar belakangnya sebagai militer, ulama dan profesional, Albiner merupakan sosok yang mampu menerjemahkan visi-misi Bapak Jokowi-Ma’ruf Amin. Terlebih, Albiner pernah bekerja bersama Presiden Jokowi di Istana Negara sebagai Kepala Biro Pers Istana Negara.

“Albiner Sitompul sebagai Ketua Umum DPP JBMI juga memiliki peran yang signifikan untuk menyejukkan kembali suasana kebangsaan nasional yang sempat panas karena isu-isu keagamaan dengan mengajak Bapak Presiden Jokowi berziarah ke Barus, Sumatera Utara,” terang Arif dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/7/2019).

Arif bercerita, pada periode 2015-2016, Presiden Jokowi diserang dengan berbagai isu seputar ketidakberpihakannya pada umat Islam. Namun, isu itu mulai kembali mereda setelah Bapak Jokowi berziarah makam-makam syekh yang ada di Barus, Sumatera Utara pada tanggal 24 Maret 2017. Saat itu, Presiden Jokowi disambut oleh Ketua Dewan Ulama Jam’iyah Batak Muslim Indonesia Syekh Ali Akbar Marbun, Wakil Rois Am PBNU KH Miftahul Ahyar yang saat ini menjadi Plt Rois Am PBNU, politisi senior Akbar Tandjung, Sekretaris Jenderal DPP JBMI Arif Marbun serta sejumlah tokoh nasional lainnya.

Barus, merupakan kota bertuah dimana Islam pertama kali masuk ke Nusantara. Di Barus, terdapat sejumlah situs-situs sejarah Islam yang hingga kini masih terawat dan terjaga dengan baik seperti Makam Mahligai dan Makam Papan Tinggi dan makam para Aulia yang lain. Situs-situs sejarah ini menjadi bukti bahwa Barus merupakan pintu masuknya Islam ke Indonesia.

“Setelah ziarah tersebut, suasana kembali sejuk dan Bapak Presiden Jokowi juga cukup intensif datang ke beberapa ulama atau mengundang ulama-ulama di Indonesia ke Istana Negara untuk mencari solusi atas berbagai persoalan keummatan hingga kondisi dapat kembali kondusif,” tambahnya.

Arif melanjutkan, Albiner Sitompul juga merupakan sosok yang memiliki tipikal yang sama dengan Bapak Jokowi yakni sosok pekerja keras, fokus pada target dan suka berada di lapangan. Selain itu, Arif menilai, Albiner adalah sosok yang amanah, dekat dengan rakyat, dan bukan sosok yang hanya memikirkan dirinya sendiri.

“Bapak Presiden Jokowi membutuhkan sosok pembantu yang tidak saja mampu menerjemahkan visi-misi Presiden, tapi juga mengeksekusi program yang dijalankan hingga hasilnya bisa dirasakan langsung oleh rakyat,” ujarnya.

Meski demikian, keputusan untuk menentukan nama-nama menteri di Kabinet Kerja Jilid II sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden. Pihaknya akan mendukung sepenuhnya keputusan yang akan diambil oleh Bapak Presiden Jokowi.

“Kami akan mewakafkan Ketua Umum DPP JBMI Albiner Sitompul untuk membantu Bapak Presiden Jokowi mewujudkan Visi Indonesia yang sudah disampaikan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. Dan kami mendukung apapun keputusan Presiden,” tutupnya.

Seperti diketahui, sejumlah nama mulai muncul untuk masuk dalam Kabinet Kerja Jilid II. Salah satu nama yang muncul adalah Ketua DPP JBMI Albiner Sitompul. Albiner dikabarkan akan mengisi pos Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN.

Saat dikonfirmasi terkait kabar tersebut, Albiner hanya menjawab singkat. “Alhamdulillah. Semoga Allah Swt meridhai,” ujarnya

Albiner sendiri bukan orang baru dilingkungan Istana Negara. Jenderal bintang satu itu, pernah menjabat sebagai Kepala Biro Pers Istana Negara tahun 2014-2015. Selepas itu, Albiner ditugaskan sebagai tenaga ahli di Lemhanas hingga saat ini.[]

Ini Lho Peluang Kerja Jebolan Ekonomi Syariah

0

JURUSAN ekonomi baik itu manajemen maupun akuntansi tidak pernah sepi peminat. Diawal tahun 2000 an muncul prodi baru dalam rumpun ilmu ekonomi, salah satunya yakni Prodi Ekonomi Syariah. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ahsanta Jambi sejak dua tahun lalu membuka Prodi ini.
Meski terbilang baru, jangan dikira alumni Prodi ini gak punya peluang kerja lho. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saat ini industri keuangan syariah justru tumbuh signifikan. Ini seiring pertumbuhan jumlah pengguna jasa keuangan syariah sebesar 28 persen kurun waktu tiga tahun ini. Sampai saat ini, di Indonesia sudah memiliki 13 bank umum, dengan 21 unit usaha dibidang syariah. Diperkirakan industri keuangan syariah ini terus meningkat, dengan tumbuhnya ratusan unit usaha syariah hingga ke industri pasar saham, dan lainnya.

Jadi, bagi kamu yang ingin kuliah di prodi ekonomi syariah punya prospek karir yang cukup cerah lho. Profesi dan karir kece yang bisa kamu jajal dibidang ini antara lain :

1. Staff Lembaga Keuangan Syariah

Istilah ekonomi syariah itu sendiri lahir dari suatu sistem operasional lembaga keuangan yang mengacu pada hukum Islam. Baik itu perbankan syariah, asuransi syariah, pegadaian syariah hingga lembaga keuangan lain yang berbasis syariah. Untuk perbankan syariah saja, memasuki tahun ke-26  sejak beroperasi tahun 1992, tumbuh menjadi 201 bank, yang terdiri dari BUS (Bank Umum Syariah), UUS (Unit Usaha Syariah), dan BPRS (Bank Perkreditan Rakyat Syariah). Pertumbuhan tersebut juga berdampak pada pertumbuhan jumlah kantor, hingga kini berjumlah 2.633 kantor, yang terdiri dari kantor cabang, kantor cabang pembantu, dan kantor kas.

Pertumbuhan ini berdampak besar terhadap permintaan SDM oleh Perbankan Syariah. Adapun tren lima tahun terakhir, dari data OJK per September 2017, antara lain tahun 2013, diserap sebesar 43.054 SDM, tahun 2014 sebesar 50.522 SDM, tahun 2015 sebesar 60.918 SDM, tahun 2016 sebesar 59.969 SDM, tahun 2017 sebesar 61.389 SDM. Dari data tersebut, dapat disimpulkan setiap tahun rata-rata Perbankan Syariah membutuhkan kurang lebih 4,5 ribu SDM.
Ini belum lagi permintaan terhadap staf keuangan lain, seperti pasar modal, perusahaan swasta, pengadilan agama, pengadilan tata niaga, hingga ke BUMN.

2. Dosen atau Pengajar

Seiring dengan permintaan SDM perbankan syariah,  perguruan tinggi perlu mencetak alumni jempolan lulusan prodi ini. Oleh karena itu, dibutuhkan tenaga pengajar yang berkualitas. Menjadi tenaga pengajar di dalam bidang ilmu ekonomi Islam tentu sangat cocok bagi kamu yang hobi mengajar dan bisa dijadikan sebagai karir di masa depan. Selesai S1 Prodi Ekonomi Syariah STAI Ahsanta, tinggal kamu melanjutkan S2 Ekonomi Syariah. Setelah itu, banyak pilihan tempat mengajar buat kamu. Di Jambi, masih kekurangan dosen ekonomi syariah lho. Terlebih beberapa SMK di Kota Jambi saat ini juga sudah memasukkan kurikulum ekonomi syariah sebagai muatan lokal, jadi so banyak peluang buat kamu yang hobi mengajar.

3. Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Nah, bagi kamu yang berpikiran kalo lulusan ekonomi hanya kerja di bank, asuransi dan lainnya, tidak melulu harus seperti itu lho. Lulusan dari Prodi Ekonomi Syariah ini juga memiliki kesempatan yang sangat bagus berkarir di pemerintahan atau menjadi PNS.  Ada begitu banyak instansi pemerintahan yang membutuhkan pegawai dari lulusan ekonomi Islam, seperti Kementerian Agama, pengadilan agama, kementerian keuangan, kementerian perdagangan, kementerian perindustrian, dan lain-lain. Khusus alumni Prodi Ekonomi Syariah STAI Ahsanta, kita akan selalu update informasi terkait penerimaan CPNS untuk formasi ekonomi syariah ini, so kamu gak perlu khawatir.

4. Jadi Pengusaha

Enggak mau bekerja dengan orang lain ? Jebolan Prodi Ekonomi Syariah STAI Ahsanta, bisa juga lho menjadi pengusaha. Mengingat, di Prodi Ekonomi Syariah STAI Ahsanta kamu dibekali modal pengetahuan ekonomi dan mengelola suatu bisnis yang baik. Sehingga, bisa dikatakan Prodi ini tak hanya bisa bekerja dengan orang lain, tapi juga bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri. Di Prodi Ekonomi Syariah STAI Ahsanta Jambi, para mahasiswa dibekali keilmuan bidang entrepreneurship, studi kelayakan bisnis, manajemen pemasaran, manajemen bisnis maupun akuntansi. Pokok e lengkap deh. Jebolan Prodi Ekonomi Syariah STAI Ahsanta, bisa jadi pengusaha yang smart, tak hanya punya insting bisnis, tapi juga pandai pengetahuan bisnis.

5. Bekerja di Lembaga Pemerintahan Desa

 

Bagi kamu yang kuliah di Prodi Ekonomi Syariah STAI Ahsanta Jambi bisa juga bekerja di lembaga pemerintahan desa. Apakah itu menjadi kepala desa, sekretaris desa, kepala urusan, direktur badan usaha milik desa, Badan Perwakilan Desa, dan lain-lain. Karena di Prodi ini, anda dibekali pengetahuan tentang desa, mulai dari tata pemerintahan desa, lembaga keuangan desa, hingga penerapan akuntansi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes).  Tentu sumber daya kamu banyak dibutuhkan warga desa, seiring dengan peningkatan jumlah anggaran desa. Dan ini juga profesi menjanjikan lho, mengingat berdasarkan keputusan presiden terbaru, gaji aparatur desa minimal Rp. 2 juta-an lebih. Lumayan kan ? Ayo tunggu apalagi segeralah mendaftar.

6.  Menjadi Ahli Ekonomi Islam alias ekonom syariah

Negara Indonesia  mayoritas penduduknya beragama Islam. Artinya animo untuk penerapan ekonomi Islam cukuplah besar. Ini menguntungkan bagi kamu yang lulusan ekonomi syariah. Karena ada banyak lembaga agama hingga lembaga kemasyarakatan yang membutuhkan jasa ahli yang paham  nilai dan penerapan ekonomi Islam itu sendiri.  Kamu yang kuliah di Prodi Ekonomi Syariah STAI Ahsanta Jambi, bisa jadi konsultan mereka. Terlebih di Jambi lho, belum ada jasa konsultan bidang ekonomi syariah ini. Dan SDM-nya masih sangat terbatas. Jadi, peluang anda alumni ekonomi syariah ini cukup besar.

Yuk daftarkan diri anda sebagai Calon Mahasiswa Baru Prodi Ekonomi Syariah STAI Ahsanta Jambi mumpung masih buka, jangan tunggu lama-lama lho, ntar keburu tutup. Segeralah menghubungi kami di nomor handphone atau wa 085214490323 atau 085271576902  dan atau, kamu bisa mendatangi stand pendaftaran kami di Kampus STAI Ahsanta Jambi, Jl. Fatah Laside, Kebun Handil, Jelutung, Kota Jambi, Jambi dekat MAN Model Jambi. Kalo susah cari alamatnya, ikuti aja petunjuk di google map, sampai dech !

Rancangan Permendes Prioritas DD Tahun 2020 Dikebut

JAKARTA – Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Ditjen PPMD) Kemendesa PDTT-RI, menargetkan pembahasan rancangan Permendes tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 segera rampung. Bulan ini sudah harus selesai di meja intern Kemendesa, setelah itu dikirim ke Kemenkumham RI untuk diharmonisasi.

“Targetnya, Juli ini mesti kelar. Sebab tahapan proses perencanaan pembangunan di desa segera berjalan,”harap Dirjen PPMD Taufik Madjid S.Sos., M.Si saat membuka Workshop Konsinyasi dan Finalisasi Rancangan Permendes tentang Prioritas Penggunaan DD Tahun 2020, Senin (8/7/2019) di Jakarta.

Worskhop kali ini kembali melibatkan lintas kementerian/lembaga terkait. Seperti Kemenko PMK, Kemendagri, Kemenkumham, Kemenkeu dan kementerian/lembaga lainnya. Sebelumnya, sudah dua kali digelar kegiatan serupa. Worskhop berlangsung selama tiga hari ke depan.

Dari workshop ini diharapkan, titipan program dan kegiatan kementerian/lembaga terkait bisa terakomodir dalam draft Permendes, yang kemudian diprogramkan desa dengan sumber pembiayaan dari Dana Desa.

Di hadapan peserta workshop, Dirjen PPMD mengatakan bahwa arah Dana Desa Tahun 2020 lebih fokus pada dua hal. Yakni, peningkatan SDM dan pemberdayaan ekonomi desa. Sebab, selama lima tahun terakhir, pembangunan infrastruktur di desa sudah sangat memadai dibiayai Dana Desa. Hal ini juga sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo.

“Besar harapan Presiden, daya ungkit ekonomi desa sesuai dengan harapan. Dana Desa jangan diecer-ecer diberi kepada desa, sehingga dampaknya signifikan terhadap pembangunan ekonomi desa,”kata Taufik mengutip harapan Presiden Joko Widodo.

Pelibatan kementerian dan lembaga terkait dalam membahas rancangan Permendes Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020, menurut Dirjen, sengaja dilakukan. Meski Permendes merupakan produk intern Kemendesa, pelibatan pihak lain juga tak kalah urgen. Sebab, aspek pembangunan di desa juga terkait dengan sejumlah kementerian/lembaga lainnya.

“Pelibatan model begini akan terus kami lakukan ke depan, bilamana rancangan Pemendes Prioritas Dana Desa mulai dibahas,”komitmen Taufik.

Apalagi dalam penanganan kemiskinan di desa, lanjut Taufik, mesti dilakukan secara masif oleh kementerian/lembaga. Supaya persentase kemiskinan di desa terus menurun. Semakin banyak kementerian/lembaga yang terlibat dengan berbagai macam program, percepatan penurunan kemiskinan semakin cepat.

“Angka kemiskinan kita di posisi satu digit. Secara nasional, sebanyak 1,2 juta terjadi penurunan angka kemiskinan. Salah satu yang memberi kontribusi keberadaan Dana Desa. Pencapaian ini ditingkatkan lagi, khususnya penurunan kemiskinan di desa,”tutur Taufik mengingatkan.

Kemendesa, tambahnya, terus melakukan berbagai upaya dalam menyeleraskan pembangunan dan pemberdayaan desa dengan kementerian/lembaga lainnya. Seperti dengan Kementerian Naker, Kemenkes, BNN, BPOM dan lainnya. Hal itu dilakukan demi pelibatan pihak-pihak terkait dalam membangun desa dan memberdayakan masyarakatnya.

Sebelum mengakhiri sambutan, Taufik mengingatkan agar implementasi Permendes Prioritas Penggunaan Dana Desa sangat penting dikawal sampai di desa. Desa-desa yang mememdomani Permendes sudah saatnya diberikan reward. Sebaliknya, desa yang tidak melaksanakan Permendes ini juga harus diberikan punishment (sanksi). Yang paling efektif sanksinya apa dan bagaimana.

“Sebaiknya, Kementerian Keuangan yang memikirkan sanksinya. Ini lebih mujarab,”kata Taufik didampingi Direktur PMD M Fachri.

Pada kesempatan itu juga, Dirjen PPMD menyatakan pihaknya siap membuka ruang diskusi dan penyelarasan aturan dengan kementerian terkait, dalam hal Dana Desa. Ini penting sehingga di desa tidak ada kegamangan lagi dalam implementasi regulasi.

“Kami siap melakukan penyelarasan aturan, demi pengelolaan keuangan desa dan pembangunan desa yang lebih baik,”tandas Dirjen. (rilis)

Dinilai Berhasil, PKB Jambi Dukung Kembali Cak Imin Jadi Ketua Umum DPP PKB

0

JAMBI – Kepemimpinan Dr (Hc) H A Muhaimin Iskandar MSi yang lebih dikenal dengan Cak Imin dinilai berhasil mengembang amanah sebagai Ketua Umum (Ketum) DPP PKB periode 2014-2019. Oleh karena itu, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta kepada Cak Imin agar bersedia kembali dicalonkan sebagai Ketua Umum PKB Periode 2019-2024. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPW PKB Provinsi Jambi, H Sofyan Ali SH MPdI dalam releasenya ke media ini.

”Kita mendukung dan meminta kesediaan Bapak Dr (Hc) H A Muhaimin Iskandar MSi untuk tetap menjadi ketua umum DPP PKB Periode 2019 – 2024,” demikian pernyataan Ketua DPW PKB Provinsi Jambi, H Sofyan Ali SAg SH MPdI dalam release yang diterima media ini.

Selain itu DPW PKB Provinsi Jambi lanjutnya, mendukung pelaksanaan muktamar Partai Kebangkitan Bangsa yang dihelat tahun 2019 ini. Dan DPW PKB Provinsi Jambi menyarankan agar pada muktamar itu, Dewan Syuro dan Ketua Umum DPP PKB dipilih melalui secara musyawarah mufakat dan aklamasi.

”Inilah usulan dan sikap resmi DPW PKB Provinsi Jambi pada Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa tahun 2019 ini,” tegasnya.

Satker P3MD Provinsi Jambi Ingatkan Pendamping Upload APDes di Sipede

Qamaruzzaman : Kita Akan Pertimbangan Perpanjangan Kontrak Mereka

JAMBI – Sampai hari ini, jumlah APBDes yang diupload ke Sipede masih sangat rendah, bahkan terendah di wilayah se KPW II, yakni baru 60,19 persen. Dimana yang terendah kabupaten Kerinci baru 0 persen, Tanjabtim, 24, 66 persen, diikuti Merangin 45,37 persen, Sarolangun 64, 43 persen. Kondisi ini disayangkan oleh Kabid P3MD DP3AP2 Provinsi Jambi, Qamaruzzaman, kemarin.

”Kita meminta agar pendamping untuk segera mengupload data APBDes 2019 ke Sipede sebelum Agustus,” ujarnya.

Dikatakannya, bagi daerah yang mengupload data APBDes nya rendah, pihak Satker akan mempertimbangkan untuk memperpanjang kontrak pendamping. Mengingat, data BPKP, sampai 21 Juni 2019 jumlah implementasi aplikasi Siskeudes v2.0  mencapai 88,63 persen. Artinya, dari  1399 desa, sebanyak  88,63 persen sudah selesai APBDes-nya.

”Nah, sekarang kita tunggu apload APBDes tersebut ke Sipede,” imbuhnya.

Membangun Jiwa Kepemimpinan Secara Dini

Oleh : Navarin Karim

Mungkin anda pernah mencermati kelompok anak-anak bermain, adakalanya ssalah satu diantaranya mengajak bermain tetapi teman-temannya namun tidak digubris alias direspon. Ada pula seseorang dalam kelompok tersebut, setiap ia mengajak rekan-rekannya bermain, langsung semuanya bereaksi cepat untuk bermain. Anak seperti inilah yang disebut mempunyai bakat sebagai pemimpin. Dia dilahirkan sebagai pemimpin (Leader is born), karena mampu mempengaruhi kawan-kawannya, ia punya magnit. Apakah karena kharismanya atau bisa juga karena ditakuti rekan-rekannya. Itu tidak terlalu penting, yang jelas ia punya kemampuan menggerakkan kawan-kawannya. Inilah yang dimaksudkan teori genetis dalam kepemimpinan.  Ada lagi paradoks yang sering penulis temukan ketika berada di ruang kelas mahasiswa. Ia dipercaya dan dipilih rekan-rekan sebagai ketua tingkat, namun anehnya dia yang menghubungi sendiri dosen yang akan mengajar pada sesi tersebut, dia yang mengambil absen di bagian Tata Usaha, dia yang yang menyiapkan spidol, infocus, dan lainnya. Seolah dia yang mempersiapkan semua kebutuhan dosen sehingga terselenggaranya perkuliahan. Ini bukan manager, apalagi seorang pemimpin. Jika ia seorang  manager tentunya harus mampu melakukan pembagian tugas dan menggerakkan rekan-rekannya. Seyogianya ia tinggal mengontrol pembagian tugas yang sudah dilakukannya, tanpa harus mondar-mandir menyiapkan sesuatu agar terselenggaranya perkuliahan. Ketua tingkat seperti ini tidak layak disebut sebagai Manager apalagi sebagai Leader, karena ia kurang mampu mempengaruhi kawan-kawannya. Hampir sama yang terjadi di instansi pemerintahan maupun swasta sekarang ini. Seseorang karena pendidikan S2 dan S3 langsung melejit ditunjuk menjadi pemimpinan puncak (top manager). Padahal untuk menjadi pimpinan puncak disyaratkan memiliki 75 % Managerial Skill/keterampilan memimpin. Ini hanya diperoleh dari pengalaman  dan ia dituntut 25 % Technical Skill/pengetahuan lapangan jika tidak akan terjadi pemimpin dibohongi bawahannya atau bawahan jauh lebih pintar dari bawahan karena tidak punya pengalaman lapangan.  Inilah yang disebut dengan pemimpin yang disebut dengan pemimpin yang diciptakan (leadaer is made).  Persoalannya sekarang bagaimana menumbuhkan jiwa kepemimpinan secara dini kepada siswa dan  atau kepada mahasiswa. Ada beberapa hal yang dapat dibiasakan : (1) Memiliki inisiatif (prakarsa). Membiasakan menggunakan indera untuk membantu dan atau menyempurnakan sesuatu tanpa diperintah. Contoh ketika masuk kelas lihat lampu, kipas angin atau AC belum hidup, kita hidupkan. Dosen memerlukan kabel tertentu untuk menghidupkan lap top kita dengan spontan dibantu. Bukankah inisiatif itu sama dengan pertolongan pertama pada kecelakaaan ! (2). Berfikir kreatif. Masih ingat dengan Chairul Tanjung sianak singkong Indonesia. Sekarang ia menjadi konglomerat. Ketika mahasiswa ia termasuk mahasiswa yang miskin berasal dari keluarga tidak mampu. Ia bisa membiayai kuliahnya berawal dari mengumpul materi kuliah dosen kemudian dia gandakan dan dijual kepada mahasiswa. Kemudian dia minta izin kepada pimpinan Fakultas untuk memanfaatkan ruang bawah tangga dalam rangka membuka usaha foto copy, dan terus berlanjut sifat kreatifitasnya, sehingga berhasil memimpin beberapa perusahaan besar di Indonesia termasuk Transmart yang lagi fenomenal sekarang ini. Juga memiliki studio Trans TV dan puluhan perusahaan besar di Indonesia sehingga ia menjadi konglemerat mengimbangi konglemarat Taipan di Indonesia. (3) Pemimpin juga harus memiliki loyalitas kepada bawahannya. Jika anda menjadi ketua tingkat/ketua kelas, anda harus bisa membantu rekan-rekan yang mendapat musibah dan atau sakit. Dapat pula membantu rekan-rekannya yang kesulitan dalam memahami suatu mata pelajaran/ mata kuliah. Jika ini dibiasakan akan berlanjut jika anda menjadi real leader. (4) Anda harus menunjukkan disiplin yang lebih dibandingkan rekan-rekan anda, karena anda adalah panutan. Anda tidak pernah telat apalagi membolos, anda tertib dalam berpakaian dan taat segala aturan yang berlaku termasuk patuh terhadap segala aturan eksternal yang berlaku sebagai warga negara, contoh sederhana taat aturan lalu lintas. (5). Membiasakan jujur. Anda harus punya integritas yang tinggi dan tidak pernah bohong dan nyontek.  Bukankah siswa/mahasiswa yang suka nyontek potensi menjadi pemimpin koruptor dimasa yang akan datang ! (6) Calon pemimpin harus Energik, gerak cepat dalam menyikapi masalah dan selalu ikut dalam berbagai aktivitas sekolah/kampus. (7) Menampilkan etiket yang baik terhadap adik kelas, apalagi terhadap yang lebih dituakan dalam berinteraksi di sekolah/di kampus. (8) Punya prestasi, karena calon pemimpin tidak punya prestasi akan punya pengaruh terhadap rasa percaya dirinya dalam menghadapi bawahannya. (9) Pandai bergaul. Ini penting juga agar tidak dikatakan sebagai pemimpin yang kaku dan kurang mampu melakukan loby ataupun negosiasi. (10). Melatih diri dalam mengambil keputusan secara obyektif, misal selalu melakukan rapat minta pertimbangan dengan rekan-rekan sebelum mengambil keputusan. (11) Berani bertanggungjawab, kalau perlu gunakan prinsip militer “Tidak ada Prajurit yang salah, yang salah adalah Perwiranya”, artinya sebagai pemimpin yang bertanggungjawab, ia tidak akan gampang menyalahkan bawahannya. (12) Berorientasi terhadap kemajuan, mempraktekkan spiritual yang baik (13) Daya juang yang tinggi (degnity) dalam artian tidak pesimis dan gampang menyerah, (14) Memiliki keberanian (encorage) yaitu sikap kritis terhadap adanya penyimpangan yang terjadi minimal di lingkungan anda. (15) Bersikap terbuka terhadap kritikan yang diajukan kepada anda. Jangan marah jika dikritik, anggap saja kritikan seperti minum pil pahit namun dapat menyembuhkan. Demikian beberapa point yang dapat dibiasakan sejak dini jika anda mau menjadi real leader. Pendek kata leader harus menginspirasi, ketimbang hanya mengontrol.

———————–

(Penulis adalah Koordinator Unja Kampus Sarolangun dan Dosen senior di Fisipol Universitas Jambi)

Berkah Dana Desa, 22 Desa di Sungai Penuh Berstatus Mandiri

JAMBI – Dana desa yang disalurkan sejak 2015 lalu telah berhasil mengubah wajah desa di Provinsi Jambi. Buktinya, dari 64 desa di Kota Sungai Penuh, saat ini 22 diantaranya sudah berstatus mandiri.

“Betul saat ini ada 22 desa yang sudah berstatus mandiri,” ungkap Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar Kota Sungai Penuh, Sargawi pagi ini.

Data ini diperoleh setelah dilakukan update Indeks Desa Membangun (IDM) terbaru. Dalam rangka menjalankan amanah Surat Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor: 08/PR.03.02/III/2019 tanggal 19 Maret 2019 Hal: Pemutakhiran Indek Desa Membangun 2019.

‘”Dari April 2019 lalu dilaksanakan pengisian Kuisioner oleh Kepala Desa,” ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, diverifikasi bersama Kepada Desa dan Pendamping Lokal Desa. Lalu, direkap di Kecamatan yang diverifikasi bersama Camat dan Pendamping Desa. Setelah itu juga direkap di Kota Sungai penuh yang diverifikasi bersama Bapedda Kota Sungai Penuh, Dinas PMD Kota Sungai Penuh dan TAPM Kota Sungai Penuh. “Dan hasilnya seperti sekarang ini. Dan semuanya berkah dana desa,” terangnya.

Dikatakannya, sejak 2015 hingga 2019 Dana Desa di Kota Sungai  sebesar Rp. 156.422.866.566,-. Dana desa tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi dan juga termasuk fasilitas pelayanan sosial dasar.

Digadang-gadangkan Maju di Pilkada Batanghari, Ini Kata adik Marzuki Usman

0

MUARA BULIAN  – Selain nama-nama yang beredar saat ini, adik Mantan Menteri Pariwisata Seni dan Budaya era Presiden Habibie, Marzuki Usman, yakni Rahman Usman juga digadang-gadangkan maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Batanghari 2020 mendatang. Putra Mersam ini saat ini berdomisili di Kepulauan Riau, Batam berprofesi sebagai pengusaha. Namanya sempat mencuat saat Pilkada Gubernur Jambi tahun 2014 lalu. Tapi tidak sempat mencalonkan diri sebagai calon Gubernur.

Menghadapi pemilukada Batanghari yang dihelat 2020 mendatang, nama Rahman Usman kembali mencuat. Mantan Ketua Otorita Batam tersebut, begitu dibutuhkan pemikirannya untuk memajukan Kabupaten Batanghari yang merupakan kabupaten tua tersebut. Sayangnya, ketika dikonfirmasi media ini, beliau dengan tegas menolak untuk mencalonkan diri.

”Saya tidak mencalonkan diri, biarlah orang lain,” tukas mantan Kepala Cabang Jasa Raharja Batam ini.

Hanya saja lanjutnya, dirinya siap mendukung program calon bupati terpilih nantinya untuk kemajuan kampung halamannya Batanghari. Sebagai pengusaha, dirinya tentu mempunyai jaringan bisnis hingga ke luar negeri. ”Pokoknya apapun program bupati terpilih nanti, jika sepanjang itu untuk kebaikan akan kita dukung,” ujar Ketua Badan Promosi Pariwisata Batam ini. (rm)

Diperkirakan Awal 2020 Pendaftaran Calon Kada Independen Dibuka

0

MUARA BULIAN- Diperkirakan awal tahun 2020 mendatang, pendaftaran calon kepala daerah jalur independen akan dibuka. Hanya saja, apa saja persyaratannya sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Mengingat, Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tentang calon independen belum diterbitkan. Hal ini disampaikan oleh Ketua KPU Kabupaten Batanghari, A Kadir, kepada media ini tadi pagi.

”Kalau persyaratannya kita belum tahu, karena memang PKPU nya belum ada,” sebutnya.

Terkait PKPU tahapan Pilkada lanjutnya, saat juga masih sedang dibahas. Hanya saja, dirinya memprediksikan September mendatang, tahapan pemilukada sudah dimulai.

Seperti diketahui, pada tahun 2020 mendatang ada 270 daerah se Indonesia akan mengadakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. Termasuk lima di antaranya, di Provinsi Jambi, yakni Kabupaten Batanghari, Sungai Penuh, Bungo, Tanjab Barat dan Tanjab Timur.

Sementara itu, jika mengacu pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, syarat dukungan calon perseorangan yang maju pada pilkada gubernur, yaitu 6,5 persen hingga 10 persen dari jumlah pemilih (DPT pilkada terakhir). Rinciannya, yaitu 10 persen untuk jumlah DPT 2 juta; 8,5 persen untuk jumlah DPT antara 2 juta-6 juta; 7,5 persen untuk jumlah DPT 6 juta-12 juta; dan 6,5 persen untuk jumlah DPT lebih dari 12 juta.

Sedangkan syarat minimal dukungan calon perseorangan yang maju tingkat bupati/wali kota yaitu 10 persen untuk jumlah DPT hingga 250.000; 8,5 persen untuk jumlah DPT antara 250.000-500.000; 7,5 persen untuk jumlah DPT antara 500.000-1 juta; dan 6,5 persen untuk jumlah DPT di atas 1 juta. Apabila ada dukungannya tidak memenuhi syarat, atau karena terdapat kegandaan, maka perbaikan yang disetor sebanyak dua kali lipat. Misalnya, dukungan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 100 KTP, maka perbaikan yang harus disetor sebanyak 200 KTP.

 

Hasbi Ansori Digadang Gadang Maju di Pilbup Batanghari

0

JAMBI – Hasbi Ansori calon DPR RI terpilih dari Partai Nasdem digadang gadangkan maju sebagai Calon Bupati Batanghari 2020 mendatang. Mantan anggota DPD RI ini memiliki modal basis Kecamatan Mersam dengan mata pilih 20 ribuan lebih. Selain itu, partai tempat ia bernaung juga mendapat empat kursi di DPRD Batanghari. Jika diusung partai Nasdem, artinya tinggal menambah tiga kursi lagi untuk menjadi calon bupati. Mengingat syarat jadi calon bupati yakni harus diusung oleh partai atau gabungan partai yang memiliki perolehan 25 persen suara dari total DPT atau tujuh kursi DPRD.

Sayangnya sampai berita ini dibuat Hasbi Ansori tidak bisa dikonfirmasi.  Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Jambi, Agus S Roni saat dihubungi tidak berkomentar. Dirinya hanya memberikan tanda jempol, tanda persetujuan.

Salah satu tokoh Batanghari, Marzuki Usman MA saat dihubungi terkait dukungannya terhadap pencalonan Hasbi Ansori tidak berkomentar banyak. “Kalau (Ansori,red) mau maju silahkan saja, karena ada Allah. Jangan lupo cium tangan mak minta didoakan,” ujarnya.

Pengamat Politik, Muhammad Farisi MA, mengatakan untuk maju sebagai Calon Bupati, selain modal basis, juga diperlukan modal partai dan kapital.

“Modal populeritas dan elektabilitas juga diperlukan,” terangnya.

Peneliti Indobarometer, Hadi Supranto Rusli mengaku belum bisa memetakan potensi calon bupati di Batanghari. Dirinya mengaku lembaganya belum mengadakan survei.

Sampai sejauh ini, selain Hasbi Ansori memang sudah ada banyak calon yang digadang gadangkan maju di Pilbup Batanghari. Ada Istri Bupati Incumbent, Yuninta Syahirsah, Ketua DPC PKB Elvisiana, Ketua DPC Partai Demokrat Camelia Puji Astuti, Anak Ketua DPC PAN Batanghari, Havis, Sekda Muarojambi, Muhammad Fadhil Arief.

Sedangkan yang disebut sebut bakal maju sebagai calon Wakil Bupati, anggota DPRD Batanghari Sirojuddin, Ketua DPC Gerindra Batanghari, Aminuddin, dan banyak lagi yang lain.