Beranda blog Halaman 59

#Ramadhan6(Enam) : Hidup Bersahaja

Oleh : Mohd Haramen, SE.ME.Sy

DI ERA KINI,  sulit rasanya mencari sosok pejabat publik yang hidup bersahaja. Kultur kapitalisme telah merasuki sendi-sendi kehidupan manusia. Terkadang seorang dihargai bukan karena kepintarannya, tapi karena kekayaan yang dimiliki. Seringkali publik beranggapan 0rang yang hidupnya kaya raya dianggap cerdas, sehingga segala ungkapannya jadi panutan. Tetapi, orang pintar yang hidup bersahaja dianggap bodoh sehingga ungkapannya dianggap angin lalu.  Padahal, Napoleon Bonaparte, Kaisar besar Perancis, pernah menyampaikan  ungkapan,  “Kesahajaan adalah dasar segala moral dan kebajikan utama manusia. Tanpa kesederhanaan, manusia tidak ada bedanya dengan binatang.

Di era perjuangan, banyak sekali pejabat yang hidup bersahaja. Salah satunya adalah mantan Menteri Agama RI (1962 – 1967),  KH Saifuddin Zuhri.  Dirinya terkenal sebagai sosok yang sederhana. Selain menolak rumah dinas, juga selepas jadi Menteri pernah  berdagang beras di Pasar Glodok. Karena uang pensiunnya tidak cukup menghidupi keluarganya.

Pria kelahiran 1 Oktober 1919 di Kampung Kauman, Desa Sokaraja Tengah, Kawedanan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah ini memang istimewa.  Suatu kali adik iparnya, Mohammad Zainuddin Dahlan, menghadap Saifuddin di Departemen Agama. Dia memohon untuk dihajikan dengan biaya dinas dari pemerintah. Zainuddin tergolong pejuang kemerdekaan dan kondisi perekonomiannya layak dibantu. Tapi Saifuddin memutuskan menolak permintaan iparnya tersebut.

“Ada satu hal yang menyebabkan saya tidak mungkin membantu melalui haji departemen. Karena kamu adikku. Coba kamu orang lain, sudah lama aku hajikan,” ujar KH Saifuddin Zuhri kepada iparnya, seperti ditulis Rohani Sidiq dalam buku ‘Ulama Pejuang Kemerdekaan’.

Bagi KH Syaifuddin, hidup sahaja adalah pertempuran antara akal dan nafsu. Hasrat untuk hidup berlebih dan mengakumulasi  kekayaan adalah syahwat keburukan. Tugas akal adalah mengendalikan hasrat tersebut. Jika gagal, segala ikhwal yang berupa kejahatan, kelicikan, kekejaman, kebiadaban, dan keculasan pasti terjadi.

Rasulullah pernah bersabda: “Kekayaan yang hakiki adalah kelimpahan iman dan dicerminkan dalam sifat qanaah.” Sifat qanaah/kanaah sangat dijunjung oleh Islam. Rasulullah selalu menganjurkan rela menerima dalam kehidupan, yakni merasa cukup dengan yang dipunyai. Sesuatu yang telah ditentukan oleh Allah ialah rizki yang wajib disyukuri. Siti Aisyah, istri Rasulullah SAW, berucap: ”Kadang-kadang sampai sebulan penuh terlewati tanpa api menyala di dapur kami. Kami hidup hanya dengan kurma dan air putih.”  Meski seluruh sahabat Nabi yang miskin (Ahlus Shuffah) ditanggung seluruh biaya hidupnya oleh Rasulullah SAW. Nabi selalu mengerjakan perkara yang diyakini, dipikirkan, dan diucapkan. Pesan ini pula yang diilhami melalui mengerjakan puasa ramadan.  Ramadhan mengajarkan kita untuk hidup bersahaja meski kelebihan harta.

 

(Penulis adalah Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kemendes PDTT RI untuk wilayah Kabupaten Batanghari yang juga pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Jambi)

Serentak, BPJPH Buka Pendaftaran Sertifikasi Halal On The Spot di 405 Titik

JAKARTA, berjambi.com — Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) membuka layanan pendaftaran sertifikasi halal on the spot di 405 titik pada 27 provinsi se-Indonesia, hari ini, Jumat (15/3/2024).

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menyambut kewajiban sertifikasi halal pada 2024 ini diselenggarakan dengan melibatkan Satgas Layanan Jaminan Produk Halal (JPH) provinsi. Pendaftaran sertifikasi halal on the spot ini juga didukung Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H), Kanwil Kemenag dan Kankemenag Kabupaten/Kota, Pemda/Pemkot dan sebagainya. Kegiatan juga melibatkan asosiasi, pasar, mall, pusat perbelanjaan, asosiasi, pelaku usaha, media, dan lain sebagainya.

“Layanan pendaftaran on the spot ini merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi Wajib Halal Oktober 2024. Jadi kami bersama Satgas Halal dan stakeholder di daerah bersama-sama mendatangi pelaku usaha di titik-titik lokasi keramaian di mana banyak pelaku usaha khususnya UMK, untuk kita bantu melaksanakan sertifikasi halal produknya,” ujar Kepala BPJPH Kemenag, Muhammad Aqil Irham.

Layanan sertifikasi halal di lokasi tersebut, lanjut Aqil, merupakan upaya jemput bola untuk memberikan kemudahan bagi pelaku usaha. Dalam kegiatan tersebut, para pelaku usaha dapat melakukan pendaftaran sertifikasi halal ataupun sekadar ingin berkonsultasi terkait kewajiban sertifikasi halal.

“Melalui layanan on the spot, petugas layanan kita langsung memproses permohonan sertifikasi halal bagi pelaku usaha yang mengajukan sertifikasi halal di lokasi,” ujar Aqil.

Adapun titik lokasi kegiatan adalah pusat-pusat perbelanjaan, mall, pasar, sentra kuliner, zona UMK atau PKL, dan tempat-tempat umum yang menjadi konsentrasi pelaku usaha dan masyarakat umum lainnya.

“Dengan kegiatan sosialisasi yang masif ini, diharapkan para pelaku usaha yang produknya berupa makanan, minuman, jasa penyembelihan dan hasil sembelihan, semuanya segera mengurus sertifikat halal.” lanjut Aqil Irham.

“Kalau belum siap, maka mereka harus segera mempersiapkan diri, mumpung masih ada waktu hingga Oktober 2024 nanti,” kata Aqil mengingatkan.

Lebih lanjut Aqil menjelaskan bahwa kampanye Wajib Halal Oktober 2024 atau WHO-2024 ini bertujuan untuk mengedukasikan pelaku usaha, stakeholder dan masyarakat bahwa tentang kewajiban sertifikasi halal. “Sesuai amanat undang-undang, produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal, di mana penahapan pertamanya akan dimulai Oktober 2024 nanti,” ujar Aqil.

Pemberlakuan tahap pertama kewajiban sertifikasi halal tersebut sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2021 diberlakukan bagi tiga kelompok produk. Pertama, produk makanan dan minuman. Kedua, produk bahan baku, bahan tambahan pangan, bahan penolong untuk produk makanan dan minuman. Dan ketiga, jasa penyembelihan dan hasil sembelihan.

Sebelumnya, pada 5 Maret 2024 lalu, BPJPH bersama Satgas Halal dan stakeholder daerah juga menggelar kegiatan sosialisasi Wajib Halal Oktober 2024 pada 170 titik lokasi di 34 provinsi. Rangkaian kampanye yang dilakukan serentak ini juga merupakan kelanjutan dari kegiatan kampanye wajib halal di tahun 2023 lalu, yang dilaksanakan secara serentak di 1.012 titik di seluruh Indonesia.

Sesuai rencana, selama bulan Maret hingga Mei 2024, sosialisasi diteruskan pada setiap pekan di 170 lokasi berbeda di 34 provinsi dan di 3.000 desa. Sehingga, sedikitnya 5.040 titik lokasi sentra pelaku usaha di seluruh Indonesia terjangkau kegiatan sosialisasi Wajib Halal Oktober 2024. (***)

Astra Honda Racing Team Dulang Podium Perdana di ARRC Buriram

0

BURIRAM, THAILAND, berjambi.com – Dua pebalap kebanggaan Astra Honda Racing Team (AHRT) berhasil mempersembahkan podium perdana di kelas Asia Production (AP) 250 dan Supersport (SS) 600 pada race pertama Asia Road Racing Championship (ARRC) Buriram. Pada putaran pertama ARRC yang digelar di Chang International Circuit, Buriram, Thailand hari Sabtu (16/3), Herjun Atna Firdaus berhasil meraih podium ketiga kelas AP250, sementara Adenanta Putra juga berhasil menampilkan performa memukau dan meraih podium ketiga kelas SS600.

Pada sesi kualifikasi yang dilaksanakan hari Sabtu pagi, Herjun menunjukkan performa terbaik dengan mencatatkan waktu 1:52:238 dan menempatkannya di posisi kedua. Catatan positif juga berhasil dicetak oleh Muhammad Kiandra Ramadhipa yang menempati posisi keempat saat kualifikasi dengan catatan waktu 1:52.812.

Sesaat setelah lampu hijau menyala di race pertama, Herjun langsung memacu CBR250RR miliknya dan berhasil memimpin balapan selama 2 lap awal. Menuju lap ketiga, persaingan sengit terjadi untuk memperebutkan posisi terdepan. Aksi saling salip tak terhindarkan, Herjun sempat terdorong ke belakang hingga posisi kelima. Selisih waktu yang sangat tipis pada barisan terdepan membuat posisi terdepan sangat dinamis. Hal ini dimanfaatkan oleh Ramadhipa yang beberapa kali sempat memimpin balapan di posisi terdepan. Perjuangan duo pebalap ini berakhir dengan hasil podium ketiga yang berhasil diraih oleh Herjun yang terus tampil agresif hingga akhir balapan. Sementara itu Ramadhipa menyelesaikan balapan perdananya di ARRC pada posisi kelima.

“Saya senang dapat meraih podium di race 1 yang berjalan sangat seru ini. Beberapa kali saya berhasil memimpin balapan, tetapi ketatnya persaingan membuat saya beberapa kali harus kehilangan posisi sebelum akhirnya finish pada posisi 3 besar. Saya akan berusaha lebih keras lagi untuk bisa meraih podium kemenangan di race 2,” ujar Herjun.

Suguhan menegangkan juga disajikan pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) di kelas SS600. Berbekal posisi kualifikasi ke-11, Adenanta Putra tidak mengenal kata patah semangat di race pertama ini. Bersama performa tangguh CBR600R, dirinya langsung melesat ke depan sesaat setelah balapan dimulai dengan menyalip 5 pebalap di depannya. Tidak puas dengan itu, pebalap asal Magetan, Jawa Timur ini terus menyalip pebalap di depannya hingga posisi ketiga. Aksi sengit memperebutkan posisi ketiga tak elak terjadi, bahkan dengan rekan setimnya yaitu Rheza Danica Ahrens dan juga Veda Ega Pratama. Walaupun dirinya sempat tertahan di posisi keempat selama beberapa lap, pada lap terakhir Adenanta berhasil merebut podium ketiga dengan perbedaan waktu yang sangat tipis dengan pebalap di posisi keempat. Sementara itu Rheza harus puas menyelesaikan balapan di posisi ke-6 dan Veda di posisi ke-8

“Saya bersyukur berhasil finish di posisi ketiga. Ini bukan balapan yang mudah bagi saya dikarenakan pada sesi kualifikasi ada permasalahan teknis sehingga saya tidak bisa mencatatkan hasil maksimal. Namun, berkat kerjasama tim yang luar biasa, masalah tersebut dapat diatasi dan saya berhasil meraih podium 3. Saya akan kembali berusaha di esok hari untuk bisa meraih hasil yang lebih baik lagi. Mohon doa dan dukungannya,” ucap Adenanta.

Perjuangan pebalap AHRT pada seri perdana ARRC di Chang International Circuit, Buriram, Thailand akan dilanjutkan pada Minggu (17/3) pada pukul 14:05 WIB untuk AP250 dan 14:55 WIB untuk SS600. (***)

#RAMADAN5 (Lima): Merajut Integritas

Oleh : Mohd Haramen, SE, ME.Sy

SUATU ketika  Sekretaris Kabinet Maria Ulfah menyodorkan uang Rp 6 juta yang merupakan sisa dana nonbujeter untuk keperluan operasional Bung Hatta selama menjabat wakil presiden. Namun dana itu ditolak Bung Hatta. Ia mengembalikan uang itu kepada negara. Mohammad Hatta melakukan itu karena ia tak ingin meracuni diri dan mengotori jiwanya dari rezeki yang bukan haknya. Karena dia selalu teringat pepatah Jerman, Der Mensch ist, war est izt yang berarti sikap manusia sepadan dengan caranya mendapat makan.

Lain lagi dengan Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso. Sebelum ia diangkat menjadi menjadi kepala Jawatan Imigrasi RI (1960– 1965), dirinya meminta istrinya agar menutup toko kembang miliknya. Lantas, istrinya berkata, :

“Apa hubungannya toko kembang dengan jabatan kepala jawatan imigrasi?” Itulah protes yang dilontarkan Merry Roeslani, istri Jenderal Hoegeng.

Ibu Merry tak habis pikir dengan permintaan suaminya itu karena toko kembang tersebut salah satu sumber penghasilan tambahan mereka. Hoegeng menjawab tegas, “Nanti semua orang yang berurusan dengan imigrasi akan memesan kembang pada toko kembang ibu, dan ini tidak adil untuk toko-toko kembang lainnya.”

Rupa-rupanya, Hoegeng takut toko bunga itu menjadi beban bagi dirinya dalam menjalankan tugasnya.

Ada lagi kisah menarik dari Menteri Keuangan era Orde Baru. Pada pertengahan 1990-an, Mar’ie Muhammad yang merupakan menteri keuangan melakukan kunjungan kerja ke sebuah BUMN kehutanan di Sumatera. Malam sebelum rapat, seorang staf perusahaan mengantarkan cek senilai Rp 400 juta ke kamar hotel tempat Mar’ie menginap.

“Itu uang apa?” tanya Mar’ie.

“Itu bonus untuk bapak (sebagai komisaris yang mewakili pemerintah). Sebab laba perusahaan tahun ini sangat baik,” jawab si staf.

“Oh, taruh di meja itu.”

Besok paginya, Komisaris Mar’ie hadir di rapat BUMN tersebut, mendengarkan paparan tentang kondisi keuangan perusahaan dengan terinci.

Sebagai akuntan tangguh, Mar’ie bertanya macam-macam detail kinerja finansial kepada direksi, yang melaporkan dengan gembira tentang bagusnya kinerja bisnis perusahaan. Pertanyaan-pertanyaan akuntansi Mar’ie tajam dan gamblang, membuat direksi kewalahan, dan akhirnya sampai pada kesimpulan: perusahan tahun ini sebetulnya rugi, bukan untung.

“Kalau rugi seperti ini, kenapa perusahaan bisa kasih saya duit Rp 400 juta?”

Tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan Mar’ie itu. Cek Rp 400 juta pun dikembalikannya.

Prilaku tiga pejabat negara tersebut menunjukkan integritas yang sesungguhnya. Uang dan kekayaan bagi mereka bukanlah tujuan. Integritas hidup mereka tinggikan, pekerjaan merupakan ladang pengabdian.

Hal ini sejalan juga dengan pesan nabi SAW :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil.”

Lain waktu Rasulullah SAW juga berwasiat (HR. Bukhari dan Muslim):

“Pemimpin yang tidak amanah dan menipu rakyat akan diharamkan surga baginya oleh Allah SWT.”

Puasa adalah kawah pendadaran integritas yang sesungguhnya. Ramadan menguji kita dengan dua ujian sekaligus. Yakni pertama ujian kejujuran. Dimana, disaat kita dengan gampang sekali menyeruput minuman di luar penglihatan khalayak, tapi kita dituntut tetap menahan dahaga. Integritas dinyatakan lulus bila kita tetap berlaku lurus.

Kedua, ramadan mengajak kita tetap produktif. Puasa tidak harus membuat kita menjadi lemah, meski berlapar dahaga. Iman dan raga kita diuji sedemikian rupa agar bisa menjadi hamba yang sempurna.  Inilah kawah candradimuka menjadi manusia yang bertakwa.

(Penulis adalah Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Batanghari yang juga pengurus ICMI Kota Jambi)

 

Beasiswa Unggulan Segera Dibuka, Berikut Syarat dan Ketentuannya

0

BAGI yang ingin meneruskan pendidikan ke jenjang S1, S2, dan S3 bersiap-siap. Pasalnya, pendaftaran Beasiswa Unggulan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) 2024 segera dibuka pada April–Mei mendatang.

Seperti disampaikan Ketua Tim Kerja Beasiswa Pendidikan Tinggi, Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek Septian Prima Diassari, tahun ini Puslapdik menyediakan kuota penerima Beasiswa Unggulan sebanyak 1.000–2.000 mahasiswa di jenjang S1 sampai dengan S3. “Peserta harus melalui dua tahap seleksi yakni seleksi administrasi dan wawancara,” jelas Septian.

Sebelumnya, peserta harus memenuhi sejumlah syarat khusus untuk mengikuti seleksi. Salah satunya adalah penyertaan sertifikat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) untuk membuktikan kemampuan bahasa Indonesia yang baik. Pendaftaran beasiswa tersebut dilakukan secara daring melalui laman https://beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id/.

Mengutip dari Panduan Pendaftaran Beasiswa Unggulan, berikut ini sejumlah syarat bagi yang ingin mendaftar.

Program Beasiswa Unggulan menawarkan tiga jenis beasiswa, yakni:

  • Beasiswa Masyarakat Berprestasi: Beasiswa Unggulan yang diberikan bagi masyarakat yang memiliki kemampuan intelektual, emosional, spiritual untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang S1, S2, dan S3;
  • Beasiswa Pegawai Kementerian: Beasiswa yang diberikan bagi pegawai Kemendikbudristek untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang S2 dan S3;
  • Beasiswa Unggulan Penyandang Disabilitas: Beasiswa khusus penyandang disabilitas untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang S2 dan S3.

Syarat Umum:

  • Diutamakan memiliki sertifikat yang membuktikan prestasi akademik/nonakademik tingkat internasional atau nasional;
  • Mendapat rekomendasi dari institusi terkait;
  • Tidak sedang menerima beasiswa yang sejenis dari sumber lain;
  • Belum pernah menempuh pendidikan pada jenjang yang sama;
  • Diterima di perguruan tinggi dalam negeri yang telah terakreditasi paling rendah B dan pada program studi terakreditasi paling rendah B atau perguruan tinggi luar negeri yang diakui Kemendikbudristek;
  • Beasiswa hanya diperuntukkan untuk kelas reguler;
  • Berkomitmen untuk mempertahankan IPK minimal 3,00 pada program S1, sedangkan IPK 3,25 pada program S2 dan S3.
  • Memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang dibuktikan dengan sertifikat untuk tujuan perguruan tinggi luar negeri dengan skor minimal; ITP/PBT 500, PTE Academic 34, TOEFL IBT 52, IELTS 5.0.

Syarat Khusus:

Seperti yang disebutkan sebelumnya, Sertifikat UKBI menjadi salah satu persyaratan bagi pendaftar Beasiswa Unggulan. Hal ini telah diterapkan Puslapdik bersama Badan Bahasa sejak 2022. Sertifikat UKBI diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek. Syarat sertifikat UKBI berlaku bagi pendaftar tujuan perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.

Sejumlah tujuan UKBI dalam seleksi Beasiswa Unggulan, yaitu:

  • Mendukung penerima Beasiswa Unggulan dalam menyelesaikan tugas akhir seperti skripsi, tesis, dan disertasi sehingga bahasa laporan penelitian tepat dan benar;
  • Mendukung penerima Beasiswa Unggulan untuk menulis karya ilmiah/artikel dalam jurnal nasional dalam bahasa Indonesia dengan tepat dan benar;
  • Meningkatkan nasionalisme melestarikan bahasa, menumbuhkan cinta tanah air, menguatkan NKRI dan kepatuhan terhadap undang-undang/peraturan pemerintah, serta memupuk sikap positif dan rasa bangga Indonesia terhadap bahasanya.

Adapun berikut ini, tiga komponen beasiswa yang akan diterima untuk program Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi.

  1. Biaya pendidikan;
  2. Uang saku bulanan;
  3. Biaya buku. (***)

 

SUMBER : https://www.indonesia.go.id

Ramadhan di Negeri Kanguru, Puasa Hingga 18 Jam

AUSTRALIA, berjambi.com – Australia dengan populasi Muslim minoritas menghadirkan pengalaman Ramadhan yang unik dibandingkan negara Muslim lainnya. Bulan penuh berkah ini diwarnai dengan puasa 18 jam, tradisi buka puasa bersama, dan semangat komunitas Muslim yang erat. Ramadhan tahun ini di Australia bertepatan dengan musim dingin, di mana waktu imsak dimulai sekitar pukul 4.30 pagi dan waktu berbuka pada pukul 7.00 malam. Durasi puasa yang panjang, hingga 18 jam, menjadi tantangan tersendiri bagi umat Muslim di Australia.

“Puasa di Australia memang terasa lebih panjang dan berbeda dengan di Indonesia. Tapi, ini menjadi kesempatan untuk melatih kesabaran dan meningkatkan keimanan,” tutur Rais Syuriyah PCINU Australia – New Zealand, Emil Idad seperti yang dikutip dari NU Online.

Tradisi Buka Puasa Bersama

Berbuka puasa bersama atau iftar menjadi momen spesial untuk menjalin silaturahmi. Khususnya di daerah Lakemba, Sydney, New South Wales terdapat banyak masjid-masjid dan komunitas muslim imigran di Australia yang berasal dari Indonesia, Afghanistan, Turki, yang banyak menjual makanan yang dapat digunakan untuk berbuka. Ini menjadi menarik karena tradisi ini dilakukan oleh penduduk Australia dari berbagai agama selain Islam.  Setelah itu semua yang ada di sana mengadakan buka puasa bersama untuk umum, menghadirkan berbagai hidangan khas. Tradisi ini menjadi wadah untuk memperkuat rasa persaudaraan dan berbagi kebahagiaan.

Aktivitas Ramadhan dan Ibadah Tarawih

Umat Muslim di Australia menyesuaikan aktivitas sehari-hari mereka selama Ramadhan. Banyak yang memilih untuk mengurangi aktivitas fisik dan memperbanyak ibadah. Shalat Tarawih biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid, pusat komunitas muslim atau bahkan di Universitas, dengan durasi  ada yang 8 rakaat dan ada yang 20 rakaat. Ini terjadi karena terdapat perbedaan mazhab atau kepercayaan masing-masing. “Meskipun dengan waktu yang terbatas, umat Muslim di sini tetap semangat mengikuti berbagai kegiatan Ramadan, khususnya salat Tarawih,” ujar Emil. (***)

#RAMADHAN 2 : Tak Terkecoh Dunia

MANUSIA kerap terkecoh dengan kenikmatan yang fana, namun sukar melihat kemuliaan yang baqa. Imam Hanafi atau Abu Hanifah termasuk salah satu ulama mazhab yang kaya raya tapi tak terpengaruh dengan kenikmatan dunia. Meski seorang saudagar kaya, namun menurut Asad bin ‘Amr “Imam Abu hanifah shalat subuh dengan wudhu shalat isya selama empat puluh tahun.” (Siyar A’lam An-Nubala jilid 6 Hal.399).  Bahkan Imam Abu hanifah menanggung seluruh biaya hidup muridnya. Al Mutsanna bin Roja’ mengatakan bahwa setiap kali Imam Abu Hanifah menafkahi keluarganya dengan sejumlah harta, maka sejumlah itu pula ia akan keluarkan untuk sedekah kepada yang berhak.

Ulama lainnya, Imam Maliki adalah mazhab yang juga alim tapi kaya raya. Ia terbiasa dengan pakaian mewah, surban menjuntai, kendaraan yang berganti-ganti dari jenis kuda dan unta mahal, serta asesoris duniawi lainnya. Bahkan saat hari wafatnya, Imam Malik meninggalkan harta yang cukup banyak, seperti karpet, bantal berisi bulu, dan lainnya yang ketika itu terjual dengan harga lima ratus dinar.  Meski kaya raya, imam malik tak terpengaruh dengan yang fana itu. Imam Malik setiap hari solat sunnah 800 rakat dan mengamalkan puasa daud selama 60 tahun.

Imam Ibnul Qayyim menyatakan: “Pecinta dunia tak akan terlepas dari tiga hal: kesedihan yang terus-menerus, keletihan yang berkelanjutan, dan penyesalan yang tidak pernah berhenti.” Ketenangan hidup baru dirasakan bila manusia melepaskan, tidak menggenggam perkara dunia (zuhud).

Puasa mengajarkan kita kesejatian hidup untuk selalu berderma dengan mengingat penderitaan mereka yang tak punya. Merasakan lapar dan dahaga cukup menyadarkan kita, betapa sulitnya hidup dalam kesempitan. Perasaan itu diharapkan menggerakkan diri kita untuk menyisihkan sebagian yang kita punyai untuk mereka yang tak memiliki.

Kata Rasulullah: “Barang siapa yang mengambil dunia di luar kebutuhannya, maka tanpa sadar ia telah merusak dirinya sendiri.”

Syahwat mengenggam dunia yang berlebih membuat kita lupa diri. Seolah dunia ini abadi. Padahal akan berakhir saat roh dilepaskan dari diri ini. Bila saat itu tiba, hanya tiga yang menemani, yakni amal sholeh, doa anak sholeh dan harta yang pernah diberi. Ternyata teologi memberi itulah yang membuat hidup abadi.

 

Penulis adalah Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Batanghari dan Pengurus Cabang Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Kota Jambi.

 

#RAMADAN 1 SATU : Mengendalikan Syahwat Keserakahan

SUATU ketika, saat Rasulullah Muhammad SAW sedang sakit dan kondisinya makin lemah, beliau memanggil Aisyah Ra (istrinya) untuk mengambil uang yang pernah dititipkannya. Uang tak seberapa itu tetiba diingat lagi oleh Nabi dan diminta dibagikan kepada yang membutuhkan. “Alangkah malunya aku kepada Allah SWT jika masih menyimpan harta,” begitu kurang lebih yang disampaikan Nabi kepada Aisyah Ra.

Bagi Rasulullah, harta tak boleh ditumpuk, justru mesti tersebar merata ke seluruh umat. Harta yang diendapkan hanya akan jadi beban, bukan berkah. Pengadilan hari akhir yang akan melenyapkan.

Konon, suatu ketika Nabi SAW bersabda “Abdurrahman bin Auf akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya. Orang paling kaya akan dihisab paling lama,” begitu sabda Nabi.

Oleh karena itulah, dalam ilmu ekonomi pertumbuhan ekonomi dan pemerataan itu harus seiring sejalan. Pertumbuhan tanpa pemerataan akan membuat kesenjangan dan ketimpangan. Sebaliknya, pemerataan tanpa pertumbuhan akan membuat stagnasi ekonomi.

Untuk mencapai pemerataan inilah berbagai instrumen ekonomi diterapkan. Mulai dari pendirian bank sebagai mediator antara orang berlebih harta dengan yang membutuhkan pinjaman. Hingga pada upaya distribusi pendapatan dengan menaikan subsidi bagi yang miskin.

 

Hanya saja, banyak yang lupa, subsidi tidak akan mempan bila cuma dilakukan di hilir. Misalnya, hanya memberikan bantuan pangan dan BLT. Sementara kebijakan di hulu seperti penguasaan dan kepemilikan atas sumber daya ekonomi, yakni modal, tanah, dan keterampilan/pengetahuan masih terjadi ketimpangan. Jika kondisi ini terus terjadi, pemerataan tak akan terwujud. Inilah yang kerap dialpakan sehingga disparitas menjadi wajah ekonomi global.

Wajar saja, jika Global Wealth Report 2018 yang dirilis Credit Suisse menunjukkan bahwa 1% orang terkaya di Indonesia menguasai 46,6% total kekayaan penduduk dewasa di tanah air. Sementara 10% orang terkaya menguasai 75,3% total kekayaan penduduk. Artinya pembangunan yang dilakukan pemerintah selama ini hanya dinikmati oleh sebagian orang-orang tajir di negeri ini. Kondisi ini juga menunjukkan bahwa ketimpangan kekayaan di Indonesia masih cukup tinggi sehingga bisa menjadi masalah yang serius di kemudian hari.

Puasa (ramadan) mengajak umat hidup patut dengan jalan mengendalikan keserakahan (keinginan). Menahan diri untuk tidak menumpukkan harta dan kekuasaan. Lalu memberikan kesempatan penguasaan sumber daya ekonomi kepada mereka yang kekurangan.

Di sini kita akan sampai kepada fatwa Gandhi yang masyhur: “There is a sufficiency in the world for man’s need but not for man’s greed.” (Dunia ini cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia, namun tidak untuk keserakahan manusia).

 

Penulis adalah Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Batanghari yang juga Ketua Bidang Pengkaderan Pengurus Wilayah IKA PMII Provinsi Jambi

 

Pebalap Bertalenta Astra Honda Siap Banggakan Indonesia di ARRC Buriram

0

JAKARTA, berjambi.com – Pebalap terbaik binaan Astra Honda Racing Team (AHRT) siap pertahankan gelar juara Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas AP250 sekaligus merebut kembali gelar juara SS600 yang pernah diraih di 2022. Pada putaran perdana yang dihelat di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, dominasi juara kelas AP250 siap dipertahankan oleh Herjun Atna Firdaus dan Kiandra Ramadhipa bersama CBR250RR. Sementara itu, Adenanta Putra, Rheza Danica Ahrens, dan Veda Ega Pratama akan memacu CBR600R demi memperebutkan gelar terbaik di kelas SS600.

Para pebalap muda kebanggaan Indonesia ini akan melanjutkan prestasi gemilang pebalap AHRT pada musim lalu yang berhasil menguasai tiga posisi teratas AP250. Bersama performa terbaik CBR250RR yang telah terbukti 5 kali membawa AHRT juara Team di ARRC, tahun ini Herjun akan kembali berburu gelar juara AP250 bersama Kiandra Ramadhipa yang terjun perdana di kelas ini. Ramadhipa merupakan murid terbaik Astra Honda Racing School 2022 dan memiliki pengalaman balap di Thailand Talent Cup, sekaligus meraih kemenangan fantastis di race 2 pembukaan Asia Talent Cup 2024 di Qatar akhir pekan lalu (10/3). Musim ini merupakan tahun keenam (AP250) dan kesembilan (SS600) secara beruntun bagi Astra Honda Racing Team.

“Pada Tahun pertama bersaing di AP250, saya akan berusaha untuk lebih fokus dalam belajar dan mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya. Semoga semuanya berjalan dengan baik dan saya bisa cepat meraih hasil maksimal pada kelas bergengsi di ARRC ini,” ujar Ramadhipa.

General Manager Marketing Planning and Analysis AHM Andy Wijaya menegaskan komitmen AHRT dalam membidik kemenangan diharapkan dapat melanjutkan kejayaan Indonesia pada tahun-tahun sebelumnya melalui perjuangan, ketangguhan, dan performa membanggakan yang menginspirasi pecinta balap Tanah Air.

“Dengan semangat Satu Hati Raih Impian, Astra Honda Racing Team siap kembali mengukuhkan kejayaan di Asia Road Racing Championship 2024 pada putaran perdana di lintasan Chang International Circuit, Thailand. Kami optimis kerjasama tim yang baik dapat memberikan hasil yang positif dan membanggakan untuk Indonesia,” ujar Andy.

Di kelas SS600, Adenanta akan berusaha meningkatkan performa balapnya dan berjuang untuk bersaing di grup depan. Rheza yang kembali naik di kelas ini siap untuk beradaptasi dengan cepat dan Veda akan menjadi pebalap ketiga yang mewakili tim di kelas ini. Pebalap asal Gunung Kidul ini menjadi juara Asia Talent Cup dan berada di urutan ketiga klasemen akhir AP250 pada ARRC musim lalu.

“Saya sudah mendapatkan impresi balap 600cc di kejuaraan nasional beberapa waktu kemarin. Saya akan coba untuk menikmati balapan dan mendapatkan kemajuan pada kemampuan saya di arena balap,” ujar Veda.

Musim ini akan dimulai pada sirkuit yang juga menjadi penutup musim lalu, di mana para pebalap Astra Honda berhasil naik podium, sekaligus menjadi saksi ketika Rheza menjuarai dua balapan pembuka ARRC 2023. Dua race pembuka musim ini akan digelar pada Sabtu (16/3) dan Minggu (17/3), masing-masing dilaksanakan pada pukul 14:00 WIB untuk AP250 dan 14:50 WIB untuk SS600. (***)

Bupati Tanjab Barat Melaksanakan Kunjungan Safari Ramadhan Di Desa Bram Itam Raya

0

Bupati Tanjung Jabung Barat Laksanakan Safari Ramadhan di Desa Bram Itam Rayau

Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., melaksanakan kunjungan Safari Ramadhan perdana di Masjid Ibnu Hajar Desa Bram Itam Raya. Rabu (13/3/24).

Turut hadir mendampingi Bupati, Unsur Forkopimda, Ketua Pengadilan Agama, Pj. Sekda, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Para Kabag Lingkup Sekretariat Daerah, Ketua Baznas, Camat Bram Itam, Lurah dan para Kades, dan masyarakat Desa Bram Itam Raya.

Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat menyampaikan terima kasih kepada pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh lapisan masyarakat yang telah berpartisipasi mensukseskan program pemerintah, terutama proyek strategis nasional di Kecamatan Bram Itam.

“Saat ini Pemda Tanjab Barat fokus terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM, dan terus berbenah infrastruktur untuk mendukung sektor pertanian dan arus barang/jasa masyarakat,” tegasnya.

Bupati juga menyampaikan fokusnya pada pembenahan infrastruktur pertanian dan perkebunan. Pemda telah membeli beberapa eksavator amphibi untuk membenahi parit dan tanggul terkait banjir, serta telah menyurati pihak provinsi dan pusat untuk membenahi pengerukan sungai yang menjadi kewenangan mereka.

Bupati Anwar Sadat juga mengungkapkan keprihatinannya atas masih adanya 16 anak stunting di Desa Bram Itam Raya. Ia mengajak desa, aparat desa, puskesmas, kader-kadernya, babinsa, dan babinkabtibmas untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan stunting ini.

Di akhir sambutannya, Bupati menegaskan bahwa alokasi dana desa, retribusi, dan bantuan provinsi yang diberikan kepada Desa Bram Itam Raya harus dikelola dengan baik sesuai peruntukan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Anwar Sadat menyerahkan bantuan senilai 10 juta untuk pembangunan Masjid Ibnu Hajar dan 5 juta untuk pembangunan madrasah. Selain itu bantuan Mushaf Al-Qur’an, Bantuan stunting serta Sembako.