Kuala Tungkal - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Hal ini kembali diperlihatkan dalam kegiatan penanaman bibit jagung di Dusun Bumi Ayu, Kecamatan Tebing Tinggi, Kamis (5/6/2025). Kegiatan ini menjadi lanjutan dari Panen Raya Jagung Serentak yang sebelumnya sukses dilaksanakan di wilayah yang sama.
Acara penanaman ini dipimpin langsung oleh Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., dan dihadiri berbagai pihak penting, termasuk Kapolres Tanjab Barat AKBP Agung Basuki, S.I.K., M.M., jajaran TNI dan Polri, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan PT. WKS, para kepala desa, serta kelompok petani, khususnya Kelompok Tani Mawar.
🌽 Kolaborasi Semua Pihak untuk Ketahanan Pangan
Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin erat antara unsur pemerintah daerah, Polri, TNI, dan sektor swasta. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian—khususnya komoditas jagung—tidak lepas dari sinergi yang baik antar lembaga.
"Untuk komoditas padi sudah lama menjadi tanggung jawab TNI. Kini, Polri turut hadir mengambil peran strategis dalam mendukung budidaya jagung. Inilah wujud konkret kontribusi lembaga negara dalam membangun ketahanan pangan nasional," ujar Bupati Anwar.
🌱 Strategi “Satu Hektar Satu Desa”: Membangun Desa Mandiri Pangan
Lebih jauh, Bupati mengungkapkan rencana strategis pemerintah daerah melalui program “Satu Hektar Satu Desa,” di mana setiap desa didorong menyiapkan minimal satu hektar lahan pertanian untuk mendukung produksi pangan. Dengan jumlah desa mencapai 114, Tanjab Barat memiliki potensi besar dalam memperluas lahan produktif hingga 114 hektar lebih.
"Kami tidak hanya bicara soal tanam-menaman. Ini bagian dari skema besar kami untuk menciptakan desa mandiri pangan. Kami juga akan menggandeng Dinas Perindagkop Batam dan sektor swasta untuk menciptakan peluang ekspor. Letak geografis kita yang dekat dengan Malaysia dan Singapura sangat potensial untuk pasar regional," tambahnya penuh optimisme.
Desa Delima disebut sebagai contoh awal dari implementasi konsep desa mandiri pangan. Keberhasilannya diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk ikut serta mengembangkan sektor pertanian secara berkelanjutan.
🏞️ Dukungan Swasta: PT. WKS Komitmen Sediakan Lahan
Mewakili sektor swasta, perwakilan PT. Wira Karya Sakti (WKS), Setiadi, menyampaikan dukungan penuh terhadap program ini. Ia menjelaskan bahwa PT. WKS telah mengalokasikan 50 hektar lahan untuk ditanami jagung dan melibatkan 18 kelompok tani dalam pengelolaannya.
"Ini adalah komitmen kami untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Tidak hanya menyediakan lahan, kami juga turut aktif membina petani agar produksi lebih optimal," ungkapnya.
🌾 Menuju Tanjab Barat Sebagai Lumbung Pangan Mandiri
Kegiatan penanaman jagung ini bukan hanya menjadi simbol semangat bertani, tetapi juga menjadi manifestasi nyata bahwa kerja kolaboratif antara pemerintah, aparat keamanan, sektor swasta, dan masyarakat mampu menghasilkan solusi konkret terhadap tantangan ketahanan pangan.
Bupati Anwar pun berharap sinergi seperti ini bisa terus diperluas, agar Tanjab Barat tak hanya cukup pangan, tapi juga mampu menjadi pemasok komoditas jagung dan produk pertanian lain ke wilayah luar, termasuk potensi pasar ekspor