Betara – Semangat kepramukaan yang membara menyapa Desa Muntialo saat Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, secara resmi membuka Jambore Pramuka 2025. Acara yang digelar pada Kamis, 23 Oktober 2025, di Bumi Perkemahan setempat ini menjadi panggung inspiratif bagi 563 peserta dari 13 Kwartir Ranting se-kabupaten, termasuk panitia, peserta utama, Pinkon, Wapinkon, Bindamping, Pembantu Bindamping, dan tenaga medis. Jambore Pramuka 2025 ini bukan hanya perkemahan biasa, melainkan festival pendidikan karakter yang dirancang untuk membentuk generasi muda tangguh, siap menghadapi tantangan era digital dan global.
Bupati Anwar Sadat, yang dikenal sebagai pemimpin visioner di daerah pesisir Jambi ini, menyampaikan sambutan penuh semangat di hadapan ratusan pramuka penggalang yang berpakaian seragam hijau rapi. "Hari ini kita saksikan momentum berharga, di mana lebih dari 500 jiwa berkumpul dengan penuh kebanggaan sebagai bagian dari Gerakan Pramuka Tanjung Jabung Barat. Jambore Pramuka 2025 ini adalah peristiwa pendidikan sarat makna, di mana adik-adik belajar kebersamaan, kemandirian, disiplin, keberanian, kepemimpinan, persaudaraan, cinta tanah air, dan kepedulian sesama," ujarnya. Ia menekankan bahwa perkemahan ini seperti miniatur kehidupan nyata, tempat para peserta mengasah keterampilan praktis sambil memperkuat iman dan akhlak mulia—nilai-nilai inti yang menjadi pondasi bangsa.
Acara pembukaan Jambore Pramuka 2025 ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Tanjung Jabung Barat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang juga pengurus Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), para camat, Ketua Kwaran se-kabupaten, Andalan Ranting, Kamabigus, pembina, pendamping, serta seluruh tim pendukung. Suasana Bumi Perkemahan Muntialo, yang dikelilingi pepohonan rindang dan hamparan sawah hijau, semakin hidup dengan yel-yel pramuka dan barisan tenda yang tertata rapi. Ini menjadi gambaran sempurna betapa Pramuka telah meresap dalam budaya lokal Tanjung Jabung Barat, di mana alam alamiahnya—dari pantai hingga hutan mangrove—menjadi laboratorium alami untuk pembinaan alam dan petualangan.
Bupati Anwar Sadat tak lupa mengajak para peserta untuk menyelami setiap momen dengan semangat, disiplin, dan tanggung jawab. "Tunjukkan bahwa Pramuka Penggalang Tanjung Jabung Barat pantang menyerah, kreatif, dan siap tantangan. Jadilah teladan di perkemahan, sekolah, rumah, dan masyarakat," pesannya, yang langsung disambut sorak sorai. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada panitia, kakak-kakak pembina, pendamping, Pinkon, Wapinkon, serta tenaga medis atas dedikasi mereka. "Terima kasih atas keteladanan dan keikhlasan kalian dalam mendampingi adik-adik. Ingat, disiplin adalah kunci sukses—ajarkan itu dengan hati," tegasnya. Di Tanjung Jabung Barat, di mana akses ke kegiatan ekstrakurikuler masih terbatas di pelosok, peran pendamping ini krusial, seperti yang terbukti di Jambore sebelumnya yang melahirkan pemimpin muda yang kini aktif di OSIS atau komunitas lingkungan.
Lebih lanjut, Bupati menyoroti peran strategis Gugus Depan dan Kwartir Ranting sebagai garda terdepan pembinaan Pramuka. "Gugus Depan adalah tempat pembinaan langsung, sementara Kwaran adalah motor penggerak di tingkat kecamatan. Keberhasilan kita tak lepas dari mereka," katanya. Ia juga mengingatkan para camat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran) untuk terus mendukung kegiatan Pramuka di wilayahnya. Pemkab Tanjung Jabung Barat berkomitmen penuh, menyadari Pramuka sebagai mitra strategis dalam membangun SDM unggul, berkarakter, sehat, cerdas, dan global-ready. Dukungan ini termasuk alokasi anggaran APBD untuk peralatan kemah dan pelatihan pembina, serta integrasi Pramuka ke kurikulum sekolah negeri. Hasilnya? Tingkat partisipasi pramuka di kabupaten naik 25 persen dalam dua tahun terakhir, dengan banyak alumni yang sukses di bidang entrepreneurship hijau, seperti ekowisata di muara sungai.
Jambore Pramuka 2025 ini berlangsung selama beberapa hari, menjanjikan kenangan tak terlupakan bagi para peserta yang mayoritas remaja usia 11-15 tahun. Di akhir sambutan, Bupati Anwar Sadat memotong pita pembukaan, disertai pengibaran bendera dan nyanyian "Pramuka Hatiku". Acara berlanjut dengan api unggun malam pertama, di mana cerita kepemimpinan nasional dibagikan, memperkuat rasa persaudaraan. Bagi Tanjung Jabung Barat, yang kaya potensi tapi menghadapi isu seperti banjir musiman, Jambore ini juga jadi ajang simulasi mitigasi bencana, melatih pramuka untuk jadi relawan tangguh.
Inisiatif seperti Jambore Pramuka 2025 ini membuktikan betapa Pramuka tetap relevan sebagai sekolah kehidupan di tengah gempuran gadget. Pemkab mengajak orang tua dan masyarakat untuk terlibat, misalnya melalui sponsorship atau jadi relawan. Dengan generasi muda yang dibentuk di sini, Tanjung Jabung Barat siap melahirkan pemimpin masa depan yang tak hanya pintar, tapi juga berhati nurani. Selamat bertabur prestasi, Pramuka Tanjab!