40 Hari Wafat KH. Hasan Basri, Bupati: Kehilangan Guru

Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Pondok Pesantren As Syatibi, Jalan Syekh Ustman, Desa Tungkal I, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat). Ratusan jamaah berkumpul untuk memperingati 40 hari wafatnya almarhum KH. Hasan Basri bin Sahari, seorang ulama kharismatik yang sangat dihormati.

Acara peringatan ini dirangkaikan dengan Walimah Safar Haji untuk H. Zakaria Ansori, S.H.I., M.H., serta Halal Bihalal. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 4 April, dan dihadiri oleh berbagai tokoh agama, masyarakat, serta pejabat daerah.

Bupati Anwar Sadat Hadir sebagai Keluarga

Bupati Tanjab Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., hadir langsung dalam kesempatan tersebut. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian almarhum KH. Hasan Basri.

Bupati menegaskan bahwa almarhum bukan sekadar tokoh agama biasa. Baginya, KH. Hasan Basri adalah guru sekaligus penasihat pribadi yang sangat dekat dengan dirinya dan keluarganya.

“Kehadiran saya di sini bukan sekadar sebagai Bupati, namun sebagai bagian dari keluarga iran-vs-as-israel-memanas-blokade-selat-hormuz-dan-ancaman-perang-total/” title=”Perang Iran vs AS-Israel Memanas, Blokade Selat Hormuz dan Ancaman Perang Total”>besar yang merasa sangat kehilangan,” ungkap Bupati dengan nada haru.

Mendoakan Almarhum agar Diterima Amal Ibadahnya

Bupati mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk mendoakan almarhum KH. Hasan Basri. Doa dipanjatkan agar segala amal ibadah yang telah dilakukan selama hidup diterima oleh Allah SWT.

Selain itu, ilmu yang telah diajarkan almarhum kepada masyarakat diharapkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir meskipun beliau telah tiada. Setiap orang yang mengamalkan ilmunya akan turut memberikan pahala bagi almarhum.

“Semoga Allah SWT menerima semua amal baik beliau dan melapangkan kuburnya. Ilmu yang beliau ajarkan semoga menjadi cahaya di alam barzakh,” ujar Bupati.

Apresiasi atas Terselenggaranya Peringatan 40 Hari

Bupati Anwar Sadat juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar almarhum serta panitia yang telah menyelenggarakan acara peringatan 40 hari ini. Menurutnya, kegiatan ini adalah bentuk penghormatan, rasa cinta, dan pengakuan atas jasa-jasa almarhum.

“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Ini adalah bentuk menghargai, mengenang, dan mencintai beliau serta zuriatnya,” katanya.

Acara yang digelar dengan sederhana namun khidmat ini dihadiri oleh ratusan jamaah dari berbagai kalangan. Mereka datang tidak hanya dari wilayah Tanjab Barat, tetapi juga dari kabupaten tetangga.

Dimakamkan di Kawasan Khusus untuk Tuan Guru

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan fakta penting tentang lokasi pemakaman almarhum. KH. Hasan Basri dimakamkan di kawasan pemakaman khusus yang diperuntukkan bagi para tuan guru.

Kawasan tersebut memang disiapkan oleh pemerintah daerah sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama yang telah mengabdikan diri dalam membimbing umat di Kabupaten Tanjab Barat.

“Beliau dimakamkan di pemakaman berkah di bagian depan, yang memang dipersiapkan untuk para tuan guru yang telah berjasa mendidik dan membimbing masyarakat,” tambah Bupati.

Lokasi pemakaman yang strategis dan terawat ini menjadi simbol penghargaan pemerintah terhadap peran ulama dalam pembangunan spiritual masyarakat.

Dedikasi Almarhum yang Hampir Tak Pernah Absen

Bupati Anwar Sadat juga mengenang dedikasi almarhum KH. Hasan Basri selama ini. Sejak beliau menjabat sebagai Bupati pada tahun 2021, almarhum hampir tidak pernah absen dalam berbagai kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah.

Setiap acara tabligh akbar, peringatan hari besar Islam, hingga safari ramadan, sosok KH. Hasan Basri selalu hadir. Kehadirannya memberikan berkah dan keteduhan tersendiri bagi seluruh peserta.

“Sejak saya menjabat, beliau hampir selalu hadir dalam kegiatan keagamaan yang dilaksanakan pemerintah daerah. Ini menunjukkan betapa besar peran beliau sebagai guru, penasihat, dan alim ulama yang sangat dihormati,” terang Bupati.

Kehilangan almarhum terasa sangat berat, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Tanjab Barat.

Momentum Doa untuk H. Zakaria Ansori yang Akan Berhaji

Acara peringatan 40 hari ini juga menjadi momentum doa bersama untuk H. Zakaria Ansori, S.H.I., M.H. Beliau akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah.

Bupati Anwar Sadat turut mendoakan agar perjalanan ibadah haji tersebut diberikan kelancaran, kesehatan, serta perlindungan dari Allah SWT. Semoga H. Zakaria Ansori kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.

“Semoga keberangkatan ke Tanah Suci membawa keberkahan bagi keluarga dan daerah kita tercinta,” tutup Bupati dalam doanya.

Doa bersama pun dipanjatkan oleh seluruh jamaah yang hadir. Suasana haru dan khidmat semakin terasa saat lantunan doa menggema di dalam pondok pesantren.

Tausiah dari Ustaz Fachrudin Nur

Acara peringatan 40 hari ini juga diisi dengan tausiah agama yang disampaikan oleh Ustaz Fachrudin Nur. Dalam ceramahnya, beliau mengingatkan tentang pentingnya mengenang jasa para ulama dan mendoakan mereka yang telah tiada.

Ustaz Fachrudin juga menyampaikan bahwa kematian adalah sebuah kepastian yang harus dihadapi oleh setiap manusia. Yang terpenting adalah bagaimana kita mempersiapkan bekal selama hidup di dunia.

“Almarhum KH. Hasan Basri adalah teladan bagi kita semua. Beliau hidup dengan sederhana, mengajarkan ilmu dengan ikhlas, dan tidak pernah lelah membimbing umat. Mari kita lanjutkan perjuangan beliau,” ujar Ustaz Fachrudin.

Jamaah yang hadir tampak larut dalam suasana spiritual. Banyak di antara mereka yang menangis haru, terutama ketika mendengar kisah-kisah perjuangan almarhum semasa hidup.

Kehadiran Tokoh Masyarakat dan Keluarga Besar

Kegiatan peringatan 40 hari wafatnya KH. Hasan Basri ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting. Tampak hadir Danramil Tungkal Ilir, para alim ulama dari berbagai pondok pesantren, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Tidak ketinggalan, keluarga besar almarhum KH. Hasan Basri juga hadir memenuhi lokasi acara. Mereka duduk di barisan depan, menerima takziah dan doa dari para jamaah.

Suasana kekeluargaan sangat terasa. Semua hadir dalam semangat persaudaraan Islam, saling menghibur dan mendoakan.

Harapan agar Perjuangan Almarhum Dilanjutkan

Di akhir acara, Bupati Anwar Sadat berpesan kepada seluruh masyarakat, khususnya para santri dan generasi muda, untuk melanjutkan perjuangan almarhum KH. Hasan Basri.

Beliau mengajak agar ilmu yang telah diajarkan tidak hanya dihafal, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, akhlak mulia almarhum harus diteladani.

“Kita kehilangan seorang guru dan penasihat. Tapi semangat dan ajarannya akan terus hidup di tengah kita. Mari kita jaga persatuan, tingkatkan ibadah, dan sebarkan kebaikan sebagaimana yang diajarkan almarhum,” pesan Bupati.

Acara ditutup dengan doa bersama dan santunan untuk anak yatim yang hadir. Seluruh jamaah pun pulang dengan hati yang lebih tenang, membawa pesan moral untuk terus mengenang dan mendoakan para ulama yang telah berpulang. Peringatan 40 hari ini menjadi bukti bahwa cinta dan hormat kepada guru tidak akan pernah pudar, meskipun raga telah tiada.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles