Beranda blog Halaman 127

Gagal Memajukan BUMDesa Seperti “Broken Love”

BERJAMBI.COM- Memajukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) merupakan upaya yang gampang-gampang sulit untuk diwujudkan. Karena BUMDesa merupakan entitas bisnis yang harus dijalankan oleh warga desa yang tentunya memiliki kualitas sumber daya manusia (SDM) terbatas. Tapi, pemerintah desa harus berusaha memajukan BUMDesa ini. Mengingat, itulah salah satu mesin penghasil Pendapatan Asli Desa (PADes). Dan sampai hari ini, satu satunya lembaga ekonomi milik desa yang legal dalam menjalankan fungsi bisnis adalah BUMDesa. Sedangkan pemerintah desa sendiri menjalankan fungsi pelayanan, tidak dibenarkan menjalankan  bisnis. Oleh karena itu, pengelolaan seluruh potensi ekonomi desa hendaknya diserahkan kepada BUMDesa.

Untuk memajukan BUMDesa ini memang diperlukan strategi. Strategi tersebut dimulai dari manajemen sumber daya manusia, keuangan, pemasaran, hingga operasional BUMDesa. Bagi BUMDesa, SDM ini sangatlah penting. Mengingat, berkembang tidaknya sebuah bisnis tergantung pada hal tersebut. Suatu ketika seorang pengusaha nasional Aburizal Bakrie ditanya kunci suksesnya, lalu Ical- panggilan Aburizal Bakrie- menjawab, “Saya sukses bukan karena saya hebat, tapi saya bisa memilih tim yang hebat-hebat,” tukasnya.

Nah, tim hebat inilah yang sangat dibutuhkan dalam memajukan BUMDesa tersebut. Karena keterbatasan kualitas SDM didesa, tentunya sulit mencari tim yang hebat ini. Oleh karena itu dibutuhkan cara untuk membuat tim hebat tersebut dengan meningkatkan kapasitas pengurus BUMDesa lewat pelatihan, pengalaman kunjungan lapangan dan lain-lain. Selain itu juga perlu didorong pengurus BUMDesa untuk mengambil kuliah S1 bisnis guna meningkatkan wawasannya. Dan dalam memilih SDM pengurus BUMDesa ini tentunya yang dipilih bukan hanya yang pintar, tetapi yang penting adalah yang jujur. Hari ini orang pintar memang sangat banyak, tetapi orang jujur itu gampang-gampang susah untuk dicari.

Bagi BUMDesa yang telah berdiri,  tidak lagi dibutuhkan materi pelatihan tentang cara mendirikan BUMDesa, usaha apa saja yang  diperlukan. Tetapi yang dibutuhkan adalah materi tentang strategi pengembangan bisnis, manajemen pengelolaan keuangan, motivasi kewirausahaan, pengembangan produk, hingga membangun relasi jaringan bisnis. Selain tim yang hebat,  guna memajukan BUMDesa ini tentunya juga dibutuhkan support modal yang cukup. Perlu diketahui, didalam rumus bisnis hari ini tidak ada lagi teori yang mengatakan dengan modal yang seminimal mungkin menghasilkan keuntungan maksimal. Tetapi, dengan investasi yang maksimal maka akan menghasilkan keuntungan yang besar. Oleh karena itu, perbesar investasi modal BUMDesa, kembangkan produknya, perkuat jaringan pemasaran, dan manajemen produk yang baik.

Kunci sukses ketiga dalam memajukan BUMDesa yakni, dengan sistem pengawasan yang baik. Lewat amanat PP Nomor 11 Tahun 2021 tentang BUMDesa, pemerintah sudah mengatur bahwa pengurus BUMDesa itu tentunya wajib membuat laporan pertanggungjawaban di musyawarah desa minimal setahun dua kali. Yang dilaporkan selain kondisi keuangan BUMDesa, juga kinerja manajemennya. Untuk laporan keuangan ini, yang melaporkan di Musyawarah Desa tidak hanya Ketua BUMDesa, tetapi juga Pengawas BUMDesa. Jika Ketua BUMDesa melaporkan kondisi keuangannya, sedangkan pengawas BUMDesa melaporkan hasil penilaian mereka terhadap laporan keuangan dan kinerja manajemen BUMDesa. Oleh karena itu, pengawas BUMDesa haruslah dipilih orang yang mengetahui tentang pelaporan keuangan.

Untuk sisi pemasaran sendiri, seiring dengan perkembangan ekonomi digital, kedepan BUMDesa juga sudah perlu melirik penggunaan media digital untuk pengembangan jaringan pemasaran BUMDesa. Hasil survei, hampir 90 persen orang yang membeli di pasar rill atau nyata,  melihat jenis dan harga produk di dunia maya terlebih dahulu. Selain itu, perusahaan dan orang-orang terkaya di dunia hari ini adalah orang yang memiliki bisnis berbasis digital. Seperti pengusaha China Jack Ma, punya alibaba.com, Jeff Bezoss, pemilik amazon.com, Mark Zuckerberg, pendiri Facebook,  Bill Gates, pendiri dan pemilik Microsoft dan banyak lagi yang lain. Artinya, potensi pemasaran lewat digital sangatlah besar. Oleh karena itu, perlu dikembangkan desa digital (Dedi).

Terakhir, untuk kepentingan tata kelola manajemen yang baik, setiap BUMDesa perlu memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP). Di SOP inilah diatur jam kerja, sistem rekrutmen, penggajian hingga cuti. Tanpa SOP, pengurus BUMDesa tidak memiliki pedoman untuk mengatur dan meningkatkan kinerja pengurusnya. Karena di AD/ART tidak diatur secara mendetail tentang bagaimana sistem manajemen pengurus BUMDesa.

Jika semua elemen diatas sudah dilaksanakan dengan baik, dan BUMDesa masih juga gagal, maka  itu seperti orang yang broken love atau cinta yang hancur. Tapi kegagalan adalah sukses yang tertunda. Dalam bisnis tidak penting berapa kali anda terjatuh, yang penting setiap kali terjatuh anda bisa tegak berdiri kembali. Kata Nabi SAW, hanya dua jenis orang yang boleh berputus asa, yakni orang munafik dan orang kafir.  Semoga kedepan, kita bisa memajukan BUMDesa  sesuai dengan harapan.

(Penulis adalah Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (TAPM) Kemendes PDTT RI untuk Provinsi Jambi)

 

Ketuk Palu APBD Jambi Sesuai Janji Ketua DPRD

0

JAMBI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi kejar pengesahan rencana anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) Provinsi Jambi 2022. Sampai saat ini tahapan sudah masuk ke pembahasan badan anggaran dewan.

Malah, saking ingin mengejar waktu, dewan provinsi mengadakan rapat-rapat pemantapan dengan OPD lingkup Pemprov Jambi. Dari pagi hingga malam hari, rapat-rapat diadakan maraton. Tak putus-putus.

Dijelaskan Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto, target pengesahan APBD Provinsi Jambi 2022, sedang diupayakan terkejar. Itu demi kemajuan dan pembangunan Provinsi Jambi.

Menurut politisi muda ini, anggota dewan provinsi Jambi sangat serius dan murni membahas secara matang anggaran yang diajukan Pemprov Jambi.

“Kita harus ngebut, supaya target pengesahan terkejar dan Jambi bisa langsung dikebut pembangunannya,” ungkap Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto, belum lama ini.

Dengan disahkannya RAPBD Provinsi Jambi 2022, besar harapan wakil rakyat dan seluruh rakyat Jambi, semua program pemerintah provinsi Jambi bisa segera direalisasikan.

“Semoga terkejar. Kawan-kawan sekarang sedang mempercepat pembahasan, akhir bulan November ini kita harap bisa final,” tutup Ketua DPD Partai PDI Provinsi Jambi ini,.

Terpisah, Akmaluddin, anggota DPRD Provinsi Jambi yang juga kader PDI P, menambahkan, semua komisi dan unsur di DPRD Provinsi Jambi, terus mengebut pembahasan APBD Provinsi Jambi.

“Alhamdulillah selesai. Kita berharap APBD 2022 segera disahkan dan segera direalisasikan Pemprov Jambi,” tandasnya.

Ditambahkan Bang Akmal -sapaan akrab Akmaluddin-, pembahasan di komisi sudah selesai. Kini masih tahapan Banggar.

“Insya Allah tanggal 30 November 2021 paripurna pengesahan RAPBD 2022,” tutupnya.(*)

Banjir Pujian, Sofyan Ali Resmikan BLK Ponpes di Merangin

BANGKO – Di tengah terik matahari, pukul 13.00 WIB tadi (27/10), di Ponpes Nurul Yaqin, Desa Durian Lecah, Kecamatan Sungai Manau, Kabupaten Merangin ratusan santri dan warga berkumpul dibawah tenda. Mereka berdatangan baik dengan berjalan kaki, maupun menggunakan kendaraan menuju tenda yang dipasang di halaman Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Nurul Yakin. Tampak berbaur di tengah-tengah warga ini, Sekretaris PC PKB Merangin, Marlius, Ketua PW Ansor Provinsi Jambi periode 2013-2017, Imam Sibawaihi SPd, perwakilan Korem, Kapolsek serta para majelis guru.

Sedangkan di atas panggung kehormatan didepan tenda, terlihat Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sofyan Ali SH, Kepala Kantor Kemenag Merangin, Marwan Hasan, Camat Sungai Manau, Aprizal SIP MSi, Pimpinan Ponpes Nurul Yaqin, KH Ahmad Sabri, Sekretaris PCNU Merangin, KH Amrizal MM, penceramah KH Ulil Absar dan para masaih serta undangan lainnya. Serta duduk di samping tenda, tampak Forum Pimpinan Pondok Pesantren Merangin dan pimpinan Ponpes dari Kabupaten Bungo. Seperti pimpinan Ponpes Aswaja, Jujuhan, Bungo, ustadz Agus Salim, dan lain-lain.
Kegiatan tadi siang merupakan rangkaian peringatan Maulid Nabi SAW, Hari Santri Nasional dan peresmian BLK Komunitas bidang Manajemen Informatika Nurul Yaqin. Acara yang digelar di pondok seluas lima hektare itu, diawali dengan sholawatan yang dilantunkan para santri dilanjutkan dengan pembacaan ummul qur’an, ayat Alqur’an dan rangkaian sambutan-sambutan.

Anggota DPR RI, Sofyan Ali SH (tengah) diapit penceramah agama (berbaju gamis) dan Kepala Kantor Kemenag Merangin (berbaju batik) menyanyikan lagu Ya Lal Wathon.

Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Panitia, Zaharuddin Ahmad. Zaharuddin yang juga pendamping desa di Kecamatan Sungai Manau itu menyampaikan bahwa salah satu kunci sukses Sofyan Ali SH menjadi anggota DPR RI adalah ratib al hadad yang selalu diamalkan Ketua DPW PKB Jambi tersebut.
“Oleh karena itu santri jangan ketika ratib malah keluar, minta izin ke toilet, dan lain-lain. Dan santri jangan minder belajar di pondok, karena dari santri juga bisa jadi pejabat,’’ ucap ustadz muda itu.
Sedangkan Camat Sungai Manau, Aprizal SIP MSi, mengucapkan terima kepada Sofyan Ali yang telah memperhatikan pondok pesantren di kecamatannya. Dirinya, kata Camat itu, sering memperhatikan betapa di senayan Sofyan Ali bersuara lantang memperjuangkan nasib Ponpes.
‘’Mari kita do’akan bapak Sofyan Ali ini supaya terpilih lagi hingga periode kedua,’’ pintanya.
Lebih lanjut pria ramah itu menyampaikan permintaan kepada Sofyan Ali agar menyuarakan nasib Madrasah Diniyah Takmiliyah. Karena sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dengan alasan madrasah Diniyah tidak memiliki siswa khusus.
“Bahkan saya dengar beberapa madrasah Diniyah Takmiliyah mulai tidak beroperasi lagi alias Collap,’’ tukasnya.
Sementara itu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Merangin, Marwan Hasan menyebutkan Kabupaten Merangin memiliki 67 Ponpes yang memiliki izin. Dari jumlah itu, baru lima ponpes yang mendapatkan bantuan BLK.
‘’Hari ini berkat perjuangan pak Sofyan Ali, di Ponpes Nurul Yaqin diresmikan BLK Komunitas. Dan ini sangat penting bagi santri. Kita harapkan pak Sofyan Ali juga memperjuangkan BLK untuk Ponpes yang lain. Karena sepertinya lidah anggota DPR RI itu lebih didengar dari kita,’’ sebutnya.
Dikatakan Marwan, perhatian pemerintah terhadap pesantren sudah cukup baik. Hal ini ditandai dengan lahirnya UU Nomor 18 tahun 2020 tentang Pesantren, setelah itu diterbitkan lagi Perpres No 28 tahun 2021 tentang keuangan pesantren.
‘’Ini merupakan payung hukum bagi pemerintah untuk membantu pengembangan pondok pesantren dan patut kita syukuri,” tegasnya.
Pimpinan Ponpes Nurul Yaqin, KH Ahmad Sabri sendiri berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada Sofyan Ali yang telah memperjuangkan pendirian BLK untuk pesantren yang ia pimpin. Dan alumni pertama Ponpes Purba Baru itu, berharap BLK ini bermanfaat untuk santrinya.
‘’Kita sebenarnya sepakat Maulid ini diselenggarakan tanggal 4 bulan depan. Karena ada rencana kunjungan pak Sofyan Ali, acara tersebut kita majukan hari ini. Seperti kata pepatah, sekali mendayung tiga empat pulau terlampaui,’’ tutur anak dari pendiri pondok tersebut, KH Abdurrahman Salam.

Anggota DPR RI dari Fraksi Kebangkitan Bangsa Sofyan Ali SH menyampaikan sambutan

Sofyan Ali sendiri dalam sambutannya memuji kerjasama antara umara dan ulama yang terjalin di Kecamatan Sungai Manau ini. Menurutnya, jika kondisi itu terus berjalan, maka akan tercipta kemajuan pendidikan Islam ke depan di kecamatan tersebut.
“Tadi saya dengar pak Kakan Kemenag punya Ponpes, pak Camat punya Madrasah Diniyah, jarang-jarang ada pejabat yang memiliki lembaga pendidikan Islam tersebut. Ini hal yang luar biasa,’’ ujar alumni Universitas Jambi itu.
Menurut anggota DPR RI yang merakyat itu, lembaga pendidikan Islam terutama pesantren merupakan benteng pertahanan faham aswaja. Ditengah perang pemikiran yang terus berlansung saat ini, Ponpeslah yang diharapkan menjadi garda terdepan mewujudkan Islam yang rahmatal lil alamin.
“Sekarang memang tidak perang fisik lagi, tapi perang pemikiran. Banyak pemikiran baru yang membid’akan amalan aswaja beredar di masyarakat,’’ terang anggota Komisi V DPR RI itu.
Lebih jauh dikatakannya, dengan adanya upaya membid’ah bid’ahkan amalan aswaja ini dikhawatirkan nanti sulit mengamalkan ajaran agama. Maulid yang merupkan tradisi Islam Indonesia sebutnya, dianggap bid’ah. Kemudian zikir setelah sholat dianggap bid’ah.
“Ini harus dibentengi oleh pesantren. Oleh karena itu, jika ada kiyai yang menerangkan tentang qawaidul fiqih atau istimbath hukum sebaiknya direkam agar selalu bisa diingat dan disebar ke masyarakat,’’ pesan Ketua DPW PKB Provinsi Jambi tersebut.
Selain itu Sofyan Ali juga berjanji akan memperjuangkan sanitasi ponpes. Karena dia sendiri merasakan, betapa kurangnya fasilitas sanitasi di ponpes-ponpes. “Terkadang para santri terpaksa pergi belajar hanya dengan cuci muka saat pagi karena saking panjangnya antrean. Oleh karena itu saya akan memperjuangkan sanitasi ini untuk Ponpes-ponpes. Sedangkan terkait BLK kita mencoba akan mengkomunikasikan dengan menteri terkait,” tegasnya.
Terkait bantuan untuk madrasah diniyah takmiliyah, alumni pascasarjana UIN tersebut berjanji akan menyuarakan itu di senayan. ‘’Karena saya di Komisi V tidak bermitra dengan instansi terkait, tapi saya akan menyuarakan ini paling tidak untuk mendorong adanya payung hukum yang membolehkan bantuan ke madrasah diniyah,’’ tandasnya.
Penceramah Ulil Absar sendiri meminta kepada khalayak untuk mencintai Rasulullah SAW. Salah satunya dengan banyak-banyak bersalawat kepada Rasulullah SAW.

Sofyan Ali meninjau ruang belajar manajemen informatika komputer di BLK

Setelah ceramah agama dilanjutkan pemotongan pita dan penandatangan prasasti peresmian BLK Komunitas di Ponpes yang berdiri tahun 1957 tersebut. Pemotongan pita ini dilakukan oleh anggota DPR RI Sofyan Ali SH didampingi Kakan Kemenag Merangin, Camat Sungai Manau, Kapolsek, Koramil, pimpinan ponpes dan undangan lain. Seperti diketahui BLK ini dilengkapi dengan peralatan komputer, ruang ber AC serta instruktur terlatih. (***)

 

 

 

Memotivasi Santri, Sofyan Ali Letakkan Batu Pertama Pembangunan BLK Ponpes

0

SAROLANGUN – Perhatian Anggota DPR RI/MPR RI Sofyan Ali SH terhadap pesantren di Provinsi Jambi tak diragukan lagi. Pasca meresmikan pembangunan sanitasi di Pondok Pesantren Saadatul Muttaqin, Desa Bakung, Muarojambi (21/10), tadi siang (26/10) Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Jambi tersebut melakukan peletakan batu pertama pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas di Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Mubtadi-ien, Desa Karang Mendapo, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Ponpes, KH Basaruddin, Ketua Yayasan, Muhammad Badri, Camat Pauh, Jufri SE, perwakilan Kapolsek Pauh, Ketua PW GP Ansor Provinsi Jambi periode 2013 -2017, Imam Sibawaihi SPd, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sarolangun terpilih, Awang Azhari, anggota DPRD Sarolangun, Muslimin dan para undangan lainnya.
Kegiatan ini diawali dengan penyambutan kedatangan Sofyan Ali dan rombongan oleh pengasuh pondok yang dimeriahkan Marching Band SMP Mubtadi-ien. Setelah itu dilanjutkan dengan acara seremonial di Masjid Saadatur Ridwan yang berada di lingkungan pondok seluas 3 hektare tersebut.

Anggota Komisi V DPR RI Sofyan Ali SH saat memberikan sambutan

Dalam acara serimonial di Ponpes yang memiliki ratusan santri itu, baik Camat Pauh,Jufri SE dan pimpinan pondok KH Basaruddin sama-sama mengucapkan terima kasih atas perhatian Sofyan Ali terhadap pondok pesantren tersebut. Dan kedepan meminta kepada anggota Komisi V DPR RI tersebut untuk lebih perhatian lagi terhadap pondok Hidayatul Mubtadi-ien itu.
‘’Kedepan mungkin bisa dibantu pembangunan sanitasi pondok ini,” ujar KH Basaruddin.
Sementara itu, Sofyan Ali yang juga alumni Fakultas Hukum Universitas Jambi tersebut memberikan motivasi kepada para santri dan santriwati pondok. Menurutnya, santri jangan minder mengikuti kegiatan di pondok.
‘’Belum tentu pendidikan diluar pondok lebih bagus dari pada dalam pondok. Banyak alumni pondok yang berhasil menjadi pejabat di negeri ini. Ada pak badri (ketua yayasan, red) lulusan Ponpes Tambak Beras, dulu ada gubernur kita abang HBA yang merupakan lulusan Ponpes As’ad,’’ tutur anggota Fraksi PKB DPR RI ini.
Untuk itu lanjutnya, yang penting niat belajar para santri dan santriwati harus diluruskan. Karena niat yang baik akan menjadi ibadah bagi kita semua. Meskipun amal yang dilakukan tersebut kelihatan seperti amal dunia.
‘’Pak Camat ini melakukan pekerjaan misalnya, itu yang terlihat merupakan amal dunia. Tetapi kalau niatnya ikhlas karena Allah akan menjadi amal akhirat dan mendapat pahala dari Allah SWT,’’ terangnya di Ponpes yang berdiri tahun 2015 tersebut.
Lebih lanjut dikatakannya, santri ini memiliki saham yang besar dalam perjuangan hingga mengisi kemerdekaan. Loyalitas kaum sarungan terhadap NKRI tak diragukan lagi. Bahkan jauh sebelum Indonesia Merdeka yakni tahun 1923, KH Wahab Chasbullah telah menciptakan lagu Ya lal Wathon.
‘’Bagi kaum pesantren dan santri NKRI sudah harga mati. Oleh karena itu tugas kita semua menanamkan ini kepada anak-anak kita, karena melaksanakan tarbiyatul ummah tugas kita,’’ tukas alumni pascasarjana IAIN STS Jambi ini.
Selanjutnya kepada santriwan dan santriwati, Sofyan Ali berpesan harus bersungguh-sungguh. Jangan coba-coba melakukan maksiat. Karena itu akan membuat lupa ingatan.
‘’Jadi dalam kitab Ta’lim Mutaallim, diceritakan suatu ketika Imam Syafi’i, beliau ini imam yang umurnya hanya 54 tahun tapi sudah meninggalkan kitab yang cukup banyak. Bahkan kitab Ar Risalah yang berisi Qowaidhul Fiqhiyah pertama kali ditulis oleh Imam Syafi’i. Jadi suatu ketika sang imam mengadukan tentang hapalannya yang jelek kepada gurunya Imam Waki’, lalu Imam Waki’ menyebutkan mungkin karena engkau pernah melakukan dosa. Karena dosa menghilangkan hapalan,’’ terang Sofyan Ali ini.
Oleh karena itu kata Sofyan Ali, sebagai seorang santri jangan banyak banyak bermain handphone. Karena selain ada manfaatnya, juga banyak terkandung banyak mudharatnya. Seperti foto-foto maupun video yang tak senonoh.
‘’Untung saja di pondok ini dilarang bermain hp, dan ini saya kira sangat bagus. Dan Insyaallah tahun depan saya kembali akan membantu program pembangunan sanitasi MCK untuk pondok ini,’’ tandasnya. (***)

Para santri yang hadir saat penyambutan kunjungan Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPR RI Sofyan Ali SH

 

Peringati Maulid Nabi dan Hari Santri, Sofyan Ali Resmikan Sanitasi Untuk Santri

0

JAMBI- Anggota Komisi V DPR RI dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sofyan Ali meresmikan pembangunan sanitasi/MCK untuk santri di Pondok Pesantren Saadatul Muttaqin, Desa Bakung Kabupaten Muarojambi, Kamis malam (21/10).
Bantuan sanitasi Pondok Pesantren tersebut merupakan program Kementerian PUPR hasil perjuangan Sofyan Ali di Senayan beberapa waktu lalu. Prosesi pengguntingan pita dilaksanakan di sela-sela kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus peringatan Hari Santri Nasional yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Saadatul Muttaqin.
Hadir dalam acara tersebut pendiri Ponpes Saadatul Muttaqin, Tuan guru Ahmad Riyadh, pimpinan Ponpes Ustad Muhammad Alfin Hisan, Ketua yayasan, Ustad Ahmad Minhaj serta para majelis guru, santri, para tokoh masyarakat setempat dan perwakilan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jambi Kementerian PUPR.
Selain meresmikan bantuan Sanitasi Pondok Pesantren, Ketua DPW PKB Provinsi Jambi itu secara pribadi juga berpartisipasi memberikan sumbangan berupa 100 sak semen untuk pembangunan dan pengembangan Pondok Pesantren Saadatul Muttaqin.
Dalam sambutannya, Sofyan Ali mengapresiasi keberadaan Pondok Pesantren Saadatul Muttaqin. “Salam takzim dan penghargaan saya untuk para pimpinan Pondok, para majelis guru, serta masyarakat yang telah ikhlas dalam mendidik para santri dan mengembangkan Pondok Pesantren ini. Semoga Allah selalu memberkahi perjuangan bapak ibu dan kita semua,” ujar Sofyan Ali mengawali sambutannya.
Keberadaan dan Pondok Pesantren dan jasa para Ulama dan, kata Sofyan Ali, memiliki andil besar dan terbukti telah banyak berkontribusi pada bangsa ini, sejak sebelum kemerdekaan hingga saat ini. “JAS HIJAU, jangan sekali-kali hilangkan jasa ulama dan Pondok Pesantren,” tegasnya.
Karena itu, sebagai partai politik yang didirikan para Ulama, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari pusat hingga daerah selalu gigih memperjuangkan Pondok pesantren, ulama dan para santri. “Dan perlu saya sampaikan juga, panglima Santri saat ini adalah Ketua Umum DPP PKB, beliau adalah Gus Muhaimin Iskandar,” paparnya disambut tepuk tangan hadirin.
Sofyan Ali menyampaikan, lahirnya Undang Undang Pesantren dan adanya kebijakan Dana Abadi Pesantren merupakan inisiasi dan buah perjuangan Partai Kebangkitan Bangsa. “Negara harus hadir untuk Pondok pesantren, mudah-mudahan Allah selalu memberkahi setiap perjuangan kita untuk meashlahatan ummat dan agama,” tukasnya.
Kepada para santri, Sofyan Ali memberikan motivasi agar ikhlas dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu di Pondok Pesantren sehingga kelak akan terus lahir generasi tangguh yang akan mengurusi masalah dunia dan akhirat. Sejarah mencatat banyak para tokoh bangsa lahir dan dididik di Pondok Pesantren dengan segala dinamika, suka dan dukanya.
“Pahami betul makna dan substansi kitab Ta’lim Muta’alim yang selalu menjadi pegangan santri dalam menuntut ilmu. Insya Allah kelak para santri yang malam ini hadir pada peringatan Maulid dan hari Santri ini akan menjadi pemimpin bangsa ini. Amin..,” serunya memberi semangat.
Pada kesempatan itu, Sofyan Ali juga menghimbau para santri untuk mengokohkan dan menerapkan nilai-nilai Ahlusunnah Waljamaah, baik dalam kerangka berfikir dan menerapan dalam kehidupan sehari-hari. “Baik dalam hal Hablun Minallah, hablun minannaas, dan hablun minal alam,” katanya.
Sofyan Ali juga mengajak kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berdomisili di lingkungan Pondok Pesantren untuk saling bahu membahu dan bergotong royong membantu Pondok Pesantren sebagai aset dan garda terdepan dalam mendidik generasi dan umat.
Diakhir sambutannya Sofyan Ali juga mengajak para santri berdialog santai sembari memberikan kuiz dan memberikan hadiah untuk menyemangati para santri yang sedang menuntut ilmu di Pondok Pesantren tersebut. Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad dan peringatan hari santri berlangsung khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan. Lantunan sholawat diiringi hadrah yang dibawakan para santri menambah meriah acara tersebut (****)

MARADONA DAN PENDAMPING DESA

JAMBI, berjambi.com -DALAM Dunia sepak bola kita mengenal nama yang melegenda yakni Diego Maradona. Hidup Maradona sendiri diisi oleh empat sisi: prestasi, kontroversi, imajinasi, dan empati. Maradona adalah segelintir pemain yang bisa mengakumulasi diri sebagai pemain sempurna: membawa klub menjadi jawara dan mewujudkan negaranya menjunjung tinggi patung Piala Dunia. Ia simbol prestasi.

Perjalanan karir dan hidupnya tidak pernah sepi dari berita. Ia lahir dari negara bola dan tumbuh di klub-klub raksasa. Namun Dia tak ingin menjadi bagian dari kemapanan. Ia putuskan bergabung dan berjuang di klub yang tak ada dalam peta bola masa itu yakni Napoli. Klub Italia yang berasal dari selatan itu selalu terpuruk peringkatnya karena dilindas klub-klub kaya dari wilayah utara. Maradona mengubahnya, Napoli meraih mahkota: melumpuhkan kepongahan klub utara. Ia sumber imajinasi.

Ada beberapa pelajaran dari kisah bergabungnya Maradona ke grup Napoli ini. Pertama, saat ia hijrah dari Barcelona ke Napoli, rakyat Napoli rela iuran membayar biaya transfer paling mahal saat itu. Sampai sekarang belum pernah terulang pengalaman tersebut: rakyat suatu wilayah ikhlas melakukan segala hal untuk memilikinya. Ia adalah simbol gerakan atas nama kecintaan. Kedua, Maradona ringan saja melakukan pertandingan amal dengan klub amatir di lapangan becek demi biaya operasi 6 anak miskin di kampung kumuh Italia. Manajemen Napoli melarangnya bertanding (khawatir dirinya cedera), namun api kemanusiaan tetap menggerakkan Maradona bertanding. Keteguhan hati melampaui kecemasan luka kaki. Ia menerapkan sifat empati.

Sebagai pendamping desa, Maradona bisa menjadi inspirasi kita. Kita harus bisa membawa desa yang kita dampingi menjulang tinggi sebagai bagian dari prestasi. Selain itu, sebagai sosok pendamping, kita harus menjadi sumber insprasi dan imajinasi desa dampingan kita. Untuk itu perlu terus menerus meningkatkan kemampuan dengan belajar yang tiada henti.

Tak cukup hanya disitu, kita juga harus mampu membangun kecintaan masyarakat desa terhadap pendamping. Untuk itu, kita perlu melebur dengan masyarakat. Pendamping desa tidak boleh membuat skat dengan rakyat. Dan lakukanlah pendampingan dengan hati agar juga sampai ke hati. Tidak memposisikan pendamping bak menara gading yang sulit dijangkau oleh masyarakat desa. Baik itu gerakannya, maupun cara komunikasinya.

Terakhir, dalam melakukan pendampingan, kita harus mengutamakan sifat humanisme dan kemanusiaan. Datang ke desa bukan karena ada apa apanya. Tetapi ikhlas demi mengabdi untuk membangun desa. Dengan demikian terwujudlah slogan Desa Membangun Indonesia. Salam merdesa !
(Penulis adalah TAPM Kabupaten Batanghari

Read more

Pojok UMKM Radesa Tuntang Diresmikan

SATU lagi gebrakan luar biasa di tempat wisata Tuntang. Kemarin  atas support yang luar biasa dari PLN dilakukan serah terima bantuan motor listrik dan peresmian pojok UMKM Radesa Tuntang. Kegiatan ini dihadiri Arif manager baru di PLN UP3 Salatiga dan Bapak Juwanto.

Bantuan motor listrik ini bertujuan untuk mendukung tempat wisata yang ramah lingkungan serta wujud PLN dalam mendorong program percepatan kendaraan listrik di indonesia ungkap Bapak Arif selaku manager UP3 PLN Salatiga.

Selain itu Pojok UMKM ini akan menjadi mitra kepada para pelaku bisnis kerajinan maupun pelaku bisnis makanan oleh-oleh terkhusus kepada pelaku disekitar rawa pening, hadir Erna Rohayati, Budi Prasetyawan pelaku minuman rempah, bu woro pelaku kripik ikan olahan rawa pening dan pelaku umkm lainya.

Produk inovasi mereka dari kripik enceng gondok, kue bawang enceng gondok, produk olahan daun kelor, minuman rempah-rempah, kerajinan enceng gondok dan macam kripik olahan ikan rawa pening dan ada pupuk kompos dari enceng gindok.

Dalam peresmian tema oeresmian kali ini memang sangat berbeda, karena diwarnai oleh para pelaku UMKM dan Produknya sebagai etalase kita untuk memohon kedepan ini terbangun kemitraan dan pembinaan yang baik antara PLN, Radesa Tuntang sehingga jaminan para pelaku untuk akses permodalan, akses produksi dan akses pemasaran dilokasi wisata ini menjadi satu kesatuan yang akan menjadi kekuatan dalam melakukan sentuhan kepada para pelaku, ungkap Didik setiawan sebagai penanggung jawab program dan penggiat kemitraan desa.

“Gerakan kecil ini memjadi gerakan awal, dimana setelah sekian lama kita vakum untuk bisa berkumpul dan merdiskusi bersama selama PPKM,” ungkap mas Didik sapaan akrab pengelola tempat wisata Tuntang.

Acara ini kita tutup dengan acara penebaran bibit ikan di rawa pening sebagai simbol “kita hadir menebar kebaikan serta manfaat” serta mangan geden “Makan Lobster rawa pening sama Nila bakar”

Semoga semangat ini terus terjaga dengan didukung Jejaring serta Stakeholder yang memiliki komitmen jangka panjang dan berkelanjutan. (***)

Cak Imin Targetkan PKB Menang Pemilu 2024

0
KETUA DPW PKB Provinsi Jambi Sofyan Ali SH sedang menyampaikan sambutan.

JAMBI-Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H. Abdul Muhaimin Iskandar menginstruksikan kepada seluruh pengurus, kader dan simpatisan untuk menjadikan pelaksanaan Muscab PKB se-Provinsi Jambi sebagai momentum konsolidasi dan evaluasi kepengurusan secara menyeluruh. Demikian ditegaskannya secara virtual pada acara pembukaan Muscab PKB serentak se Provinsi Jambi, Sabtu (9/10) lalu.

Gus Muhaimin menyampaikan, Dalam Muscab harus dirumuskan secara rinci kebijakan-kebijakan strategis partai untuk lima tahun ke depan. Rumusan kebijakan starategis tersebut selanjutnya menjadi acuan untuk kemudian direalisasikan. “Tentu saja, rumusan itu harus dijabarkan secara rinci, terarah dan memiliki target yang jelas,” tegasnya.

Gus Muhaimin mengatakan, kehadiran PKB harus betul-betul dapat dirasakan kiprah dan manfaatnya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, baik melalui program-program partai maupun melalui perjuangan PKB di Parlemen. Hal itu menjadi indikator PKB saat ini masuk dalam tiga besar hasil survei nasional.

“Kerja-kerja nyata partai di Parlemen, kerja keras mesin partai di semua tingkatan mutlak harus dilakukan. Begitu juga melalui jaringan dari berbagai basis yang telah terbentuk di masyarakat. Utamanya basis keagamaan melalui pesantren,” paparnya.
“PKB merupakan partai yang berbasis idiologi yang jelas. Idiologi yang jelas tentunya menjadi potensi dan sumber kekuatan yang besar dalam mewujudkan visi-misi partai demi kemashlahatan ummat dan bangsa,” timpalnya disambut tepuk tangan para hadirin peserta Muscab.

Tidak hanya itu saja, Gus Muhaimin juga menyorot potensi besar pemilih milenial yang jumlahnya mencapai 52 persen. Untuk itu, dia mengingatkan kepada seluruh jajaran pengurus dan keluarga besar PKB di semua tingkatan harus mampu bekerjasama dan bersama-sama kerja dalam kerangka kreatif dan inovatif merebut hati dan meyakinkan para milennial bahwa PKB adalah fikiran dan wadah yang tepat bagi mereka untuk berkiprah
. “Jika semoga dilakukan dengan serius, sungguh-sungguh, maka bukan tidak mungkin posisi PKB akan terus merangsek naik. Bahkan, hingga posisi pemenang di pemilu 2024 mendatang,” pungkasnya.

Para peserta Muscab DPC PKB

Hal senada juga diungkapkan Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Jambi, Sofyan Ali, menurutnya, selain pembenahan struktur, salah satu agenda utama dalam pelaksanaan Muscab kali ini, adalah konsolidasi internal pengurus PKB dengan target utama penyiapan struktur dan rumusan kebijakan strategis partai dalam menyongsong perhelatan Pemilu 2024. “Kita sangat optimis dengan komposisi, kapasitas sumberdaya dan rumusan strategis yang disusun, terget Pemilu 2024 akan tercapai,” ujarnya sumringah usai menghadiri acara pembukaan Muscab PKB serentak di V Hotel Kota Jambi, Sabtu (9/10) lalu.

Baginya, pembenahan struktur merupakan sebuah keniscayaan dan sudah biasa dalam organisasi demi mencapai tujuan organisasi. Kepada Ketua dan pengurus PKB di seluruh Kabupaten, Sofyan Ali berpesan, agar memanfaatkan waktu yang tersedia dengan sebaik-baiknya. “Segera lakukan konsolidasi di wilayah masing-masing dengan melibatkan seluruh pengurus dan jaringan yang telah terbentuk hingga ke akar rumput,” paparnya.

Kepengurusan baru diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Selain itu, ia mengingatkan agar tidak “membuang orang” yang telah berjasa dan berjuang dalam membesarkan partai. “Sebagai partai yang teduh dan berorientasi pada kemashlahatan orang banyak, kepengurusan juga harus mencerminkan itu,” tegasnya.
Menindaklanjuti arahan Gus Muhaimin, anggota Komisi V DPRRI fraksi PKB itu juga mengingatkan kepada seluruh pengurus untuk menyusun strategi secara apik dan memahami segmentasi pemilih, salah satunya kaum milennial. “Strategi ini menjadi penting karena 52 persen pemilih hari ini adalah pemilih muda, terkait hal ini kita akan monitor dan akan melakukan evaluasi nantinya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pelaksanaan Muscab Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se Provinsi Jambi akhirnya rampung, pada Sabtu (9/10) kemarin. Muscab kali ini diselenggarakan secara serentak di 9 Kabupaten yang dibagi dalam 4 zona.

Untuk zona 1 (Kabupaten Bungo dan Merangin) dilaksanakan di Kabupaten Merangin, zona 2 (Batanghari dan Tebo) dihelat di Kabupaten Batanghari, sedangkan zona 3 (Kota Jambi, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat dan Muarojambi) dilaksanakan di V Hotel Kota Jambi, sementara untuk zona 4 (Sarolangun) dilaksanakan di Kabupaten Sarolangun. Pelaksanaan Muscab dibuka secara virtual oleh Ketua Umum DPP PKB, H. Abdul Muhaimin Iskandar, dan dihadiri oleh Ketua Dewan Syuro DPW PKB Provinsi Jambi KH. Abdullah Sani dan Ketua Umum DPW PKB Provinsi Jambi, Sofyan Ali dan seluruh pengurus DPW, DPC dan DPAC se Provinsi Jambi. (******)

DPW PKB Gelar Vaksin Gratis, Sofyan Ali : Ini Ikhtiar Pemberantasan Covid-19

JAMBI – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Jambi melaksanakan vaksinasi massal Covid-19, Kamis (19/8/2021). Vaksinasi partai besutan Muhaimin Iskandar ini sendiri dilakukan di Kantor PKB Provinsi Jambi.

Ketua DPW PKB Provinsi Jambi Sofyan Ali ketika dikonfirmasi mengatakan, vaksinasi yang dilaksanakan oleh PKB ini adalah bagian dari upaya membantu pemerintah dalam menekan pandemi. Ini juga bertujuan untuk membuat keadaan stabil dan bisa berjalan seperti biasa.

“Vaksinasi ini kami buka untuk umum dan disiapkan hari ini ada 500 vaksin untuk seluruh masyarakat yang datang,” katanya.

Ia mengatakan, hal ini harus secepatnya dilakukan mengingat beberapa negara lain yang sudah bebas karena masyarakat sudah hampir semua menerima vaksin. Harapannya kedepan, Jambi terutama sudah bisa begitu.(***)

Pemprov Jambi Siap Bantu Program PWI

JAMBI – Pemprov Jambi siap mendukung program kerja Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jambi.

Hal ini disampaikan Gubernur Jambi DR H Al Haris, saat menerima Audiensi sejumlah Pengurus PWI Jambi, Senin (09/08/2021) di ruang kerjanya.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jambi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi merupakan satu kesatuan tidak terpisahkan. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jambi siap me-suport kegiatan PWI Jambi.

“PWI dengan Pemprov itu ibarat pisang standan jadi satu kesatuan-saling mendukung satu sama lainnya,” ungkap Al Haris.

Sebelumnya Sekretaris PWI Provinsi Jambi, menyampaikan, PWI sebagai lembaga profesi memiliki sejumlah agenda kegiatan baik nasional maupun tingkat lokal.

“Dari 10 program PWI, 9 diantaranya peningkatan komptetensi wartawan melaui pelatihan, diklat dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).”

“Kita sangat meng-apresiasi sambutan hangat dan dukungan pak Gubernur,”pungkas Hery (*)