Beranda blog Halaman 126

Warga Tebo Sambut Hangat Sofyan Ali

MUARA TEBO – Anggota Komisi V DPR RI, Sofyan Ali melakukan kunjungan di beberapa desa di Kabupaten Tebo. Kunjungan tersebut dalam rangka meninjau realisasi program serta menyerap aspirasi untuk tahun berikutnya.

Dalam kunjungan tampak masyarakat begitu antusias menyambut kedatangannya. Seakan masyarakat Tebo sudah sangat mengenal dan begitu akrab dengan putra kelahiran Seberang, Kota Jambi tersebut.

Seperti diungkapkan Kepala Desa Teluk Kayu Putih, Kecamtan VII Koto, Muslim. “Terus terang kami merasa haru dan bangga. Maka bukan hal yang berlebihan jika kami menyambut beliau (Sofyan Ali) dengan cara kami”, kata.

Di Desa Teluk Kayu Putih sendiri, menyebut desanya menerima 35 bantuan rumah serta satu titik Pamsimas. Selain ucapan terima kasih tak terhingga dia berharap masyarakat dapat menggunakan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada Bang Sofyan sudah datang ke desa kami, insya Allah bantuan ini akan kami jaga dan harapan kami dapat digunakan dengan sebaik-baiknya, ” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Teluk Kembang Jambu, Kecamatan Tebo Ulu, Syahril Lukman, mengaku senang atas kunjungan dari Sofyan Ali. “Programnya sudah dirasakan warga kami jauh hari sebelumnya, tapi kami baru dapat bertatap muka hari ini. Terus terang sudah sejak lama kami menantikan beliau (Sofyan Ali), ” ucapnya.

Sementara itu, dari pantauan media ini tampak anggota Komisi V Sofyan Ali dan sejumlah Kepala desa serta warga masyarakat yang dikunjungi begitu akrab dan terlibat pembicaraan hangat. Seakan tak ada sekat diantara mereka. *(mer)

KUNJUNGAN KERJA : Anggota DPR RI, Sofyan Ali SH (Baju Kotak Kotak, red) meninjau infrastruktur di kabupaten Tebo

 BUMDes Dalam Bingkai Jambi Mantap (Refleksi Harlah Provinsi Jambi ke 65)

BERJAMBI.COM – Dalam lintasan sejarah, membangun peradaban umat manusia butuh waktu yang panjang. Kekaisaran Romawi mengalami kejayaan pada masa pemerintahan Kaisar Octavianus Augustus yakni pada usia hampir 400 tahun sejak berdirinya kekaisaran Romawi. Hal yang sama juga terjadi dengan kejayaan bangsa Yunani. Pada saat sudah berusia ratusan tahun baru mencapai puncak kejayaannya. Demikian juga halnya dengan peradaban Islam, yang mencapai puncak kejayaannya saat berusia 170 tahun. Yaitu saat pemerintahan dinasti Abbasiyah masa pemerintahan Harun al Rasyid (170-193 H).

Jambi sebagai daerah yang baru berumur 65 tahun rasanya sangat naif ketika menginginkan negeri ini mencapai kejayaannya dengan pendapatan per kapita lebih dari US$ 9000 per tahun (standar hidup penduduk negara maju, red). Tapi harapan Jambi sebagai daerah yang maju, kiblat ekonomi kawasan Sijori (Singapura, Johor dan Indonesia) perlu terus digaungkan. Berbagai infrastruktur yang menunjang pertumbuhan ekonomi Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini wajiblah terus dibangun. Makanya, merupakan pilihan yang cerdas ketika Gubernur Jambi DR Al Haris diawal kepemimpinannya meninjau pelabuhan Ujung Jabung yang lama terbengkalai itu. Lalu berencana melanjutkan pembangunan pelabuhan laut tersebut. Karena memang untuk membangun daerah ini jadi pusat pertumbuhan ekonomi regional butuh infrastruktur pelabuhan laut yang memadai. Dan sampai saat ini, Jambi belum memiliki pelabuhan laut tersebut seperti provinsi tetangga.

Selain itu untuk menunjang pertumbuhan ekonomi Jambi, pihak pemerintah provinsi juga jangan melupakan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). BUMDesa sebagai satu satunya entitas bisnis yang legal dimiliki pemerintah desa harus didorong untuk terus tumbuh dan berkontribusi. Ketika BUMDesa besar dan maju, maka akan menyerap tenaga kerja didesa, mengurangi pengangguran, meningkat daya beli masyarakat desa dan pada akhirnya juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

Sampai saat ini, di Provinsi Jambi telah berdiri 1273 unit BUMDesa dan 21 unit BUMDesa bersama. Dari jumlah tersebut ada sekitar 463 nya yang tidak aktif, selebihnya berstatus aktif serta memiliki kegiatan. Meskipun ada yang menghasilkan laba, ada yang break event point (BEP) dan ada juga yang rugi. Dalam catatan penulis, pada tahun 2020 lalu, BUMDesa di Jambi memiliki omzet hingga, Rp. 8,2 miliar, atau naik sekitar 49 % dari tahun 2019 yang hanya memiliki omzet sekitar Rp. 4,8 miliar. Sementara laba yang dihasilkan pada tahun 2020 lalu yakni mencapai Rp. 1,5 miliar naik sekitar 36 % dari tahun 2019 yang hanya Rp. 877 juta rupiah.

Terlepas dari berbagai progres kemajuan tersebut, harus diakui BUMDesa memiliki banyak kendala di lapangan untuk berkembang dan maju. Diantaranya, faktor SDM yang belum memadai, jangkauan pemasaran yang masih terbatas, infrastruktur penunjang di wilayah pedesaan yang masih kurang, ditambah lagi dengan akses kemudahan perizinan dan permodalan.

Oleh karena itu, perlu kiranya pemerintah provinsi Jambi bersama-sama dengan pemerintah kabupaten untuk bersinergi untuk mendorong kemajuan BUMDesa tersebut. Misalnya dengan memberikan insentif dan peningkatan kapasitas bagi pengurus BUMDesa. Kemudian memberikan kemudahan perizinan bagi BUMDesa yang bergerak dalam industri jasa maupun produk tertentu. Selain itu bisa juga dengan membuka akses pemasaran bagi produk produk BUMDesa ke retail retail besar serta kemudahan dalam proses perizinan dan modal.

Dengan tumbuhnya BUMDesa yang ada didesa-desa, lambat laun saya yakin akan mempengaruhi percepatan pertumbuhan ekonomi kabupaten dan juga provinsi Jambi. Pada akhirnya saya mengucapkan Selamat HUT Provinsi Jambi ke 65, semoga Jambi Semakin Mantap.

 

(Penulis adalah Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kemendes PDTT RI yang ditugaskan di Provinsi Jambi)

Jambi 65 Tahun Dalam Krisis Ekologi & Sosial

BERJAMBI.COM – Ulang tahun Jambi yang ke 65 ( 6 Januari 1957 – 6 Januari 2022) adalah usia yang sangat dewasa untuk menegok kembali kondisi ekologi dan sosial, sebagai sebuah pikiran sederhana dalam menembus masa depan. Pikiran ini berpijak dari relasi manusia dengan lingkungannya, dimana perubahan ekologis akan berpengaruhi perubahan sosial.

Penggalan lirik lagu Negeri Jambi, yang dinyanyikan oleh Ikke Nurjannah “alamnyo indah dari tanjung jabung hinggo kerinci, sungguh Jambi suatu negeri yang oleh Tuhan telah diberkati” Lagu ini menegaskan bahwa Jambi memiliki alam yang sangat kaya dan indah.  Jambi dikenal dengan tiga daerah rangkaian pengunungan, pertama Bukit Barisan yang di dalamnya ada gunung Kerinci yang tertinggi di Sumatera dan sekitarnya, kedua Pengunungan Bukit Tiga Puluh, dan ketiga Pengunungan Bukit Dua Belas, dari kawasan ini memunculkan air dan aliran sungai Batanghari, sungai yang membelah, yang dikenal dengan sungai terpanjang di Sumatera. Areal pergunungan dan aliran sungai menyimpan berbagai aneka mahluk hidup yang secara ekosistem saling menopang. Dibagian tengah dan timur merupakan dataran rendah menuju laut yang kaya dengan gambut dan ikan.  Keindahan dan kekayaan dari barat sampai ke timur membuat Jambi dipercaya menjaga empat Taman Nasional, Taman Nasional Bukit 12, Taman Nasional Bukit 30, Taman Nasional Kerinci Sebelat dan Taman Nasional Berbak.

Kondisi alam yang memuat keanekaragaman hayati, baik flora dan fauna  telah memberikan ruang dan kebutuhan hidup bagi komunitas yang ada disekitarnya, mulai dari komunitas Suku Anak Dalam yang mengandalkan hidupnya pada alam, dengan cara berburu dan meramu sampai kepada komunitas Melayu yang secara luas hidup dipedesaan sebagai petani dan nelayan, begitu juga dengan suku datang, yang di hadir melalui program transmigrasi maupun yang datang secara mandiri.

Kekayaan alam yang indah itu mulai tergerus, terancam punah dan krisis, dari decade ke decade berikutnya, mulai dari Orde Baru sampai ke Orde Reformasi, tercatat Jambi kehilangan tutupan hutan sangat cepat dan luas, seperti dikatakan WALHI tahun 2017, bahwa Jambi kehilangan tutupan hutan 100 ribu hektar pertahun. Berdasarkan SK.863/Menhut-II/2014, luas hutan Jambi 2.098.535.00 Ha atau 43,12 % dari luas provinsi Jambi. Namun, kini hanya tersisa 900.713 Ha. Hilangnya hutan dan segala isinya, disebabkan oleh konsensi hutan tanaman industri, pengembangan perkebunan kelapa sawit, pertambangan dan transmigrasi.

Disamping ekspansi yang dilakukan oleh berbagai pihak tersebut, yang menyebabkan punahnya ekosistem, dikatakan kata Direktur KKI Warsi Rudi Syaf, Kamis, 19 Desember 2019 Rusaknya ekosistem disebabkan antara lain; akibat kebakaran hutan, illegal logging, illegal drilling, dan penambangan emas tanpa izin. Sehingga dapat menimbulkan beragam bencana ekologis, seperti banjir bandang. Longsor dan tergerusnya pinggir-pinggi sungai dan udara yang tidak sehat.

Kemajuan ilmu pengetahun dan teknologi yang tidak terkendali mendorong berbagai pihak melakukan eksploitasi alam, menurut WALHI, Perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang diberikan izin mengekploitasi puluhan tahun juga memberikan dampak lingkungan. Kemudian program perkebunan sawit, disatu sisi memberikan dampak positif untuk kesejahteraan masyarakat, namun disisi lain memberikan dampak lingkungan, apalagi perusahaan abai terhadap lingkungan, seperti hasil penelitian di kabupaten Batanghari menunjukkan pengelolaan lingkungan masih rendah, antara lain; belum sepenuhnya didukung manajmen; ketersedian dana; dan SDM pengelola lingkungan (Susianti, N, dkk, 2018). Berikutnya adalah pertambangan, seperti pertambangan batubara yang dilakukan oleh perusahaan besar dan pertambangan emas yang dilakukan masyarakat di sungai-sungai kecil, bahkan areal persawahan dijadikan lahan pertambangan. Eksploitasi alam demi kepentingan pembangunan dan ekonomi tanpa menjaga keseimbangan lingkungan akan memunculkan berbagai persoalan ekologis. Seperti sungai yang tercemar dan matinya berbagai ikan sungai, gudulnya hutan dan kebakaran hutan menyebabkan para binatang penghuni hutan lari dan kemudian punah.

Perubahan lingkungan alam tidak hanya berdampak secara ekologis, tetapi berdampak pada kondisi sosial masyarakat, seperti terjadinya penyempitan ruang mata pencarian hidup SAD, kehilangan sumber pengehidupan mereka, Orang-orang desa melakukan penambangan liar (PETI) dan menghancurkan sawah untuk mencari emas, Kemudian terjadinya konflik seperti SAD dengan Perusahaan PT Asiatik, Konflik masyarakat desa Melayu dengan perusahaan. Perubahan ekologis tersebut menghilangkan pengetahuan lokal masyarakat terhadap tumbuhan hutan, tumbuhan obat dan pengetahun terhadap perubahan iklim dan musim yang baik untuk usaha pertanian.

Berdasarkan kondisi yang demkian perlu pandangan yang komprehensip untuk melihat lingkungan secara utuh, mulai dari areal perbukitan, aliran sungai dan dataran rendah, sebab kerusakan dihulu akan berakibat di daerah hilir, secara ekologis alam Jambi dan daerah sekitarnya merupakan satu kesatuan, seperti juga kabut asap dari Jambi akan sampai ke Malaysia dan Singapure. Tidak hanya sebatas itu kerusakan ekologis akan berdampak pada kehidupan sosial, tidak hanya masyarakat sekitar seperti SAD, Melayu dan Suku Pendatang atau transmigrasi, tetapi berakibat pada masyarakat kota dan masyarakat lebih luas, kalau produksi alam dan pertanian mereka rusak, maka akan rusak pula pengguna di kota.

Membangunkan kesadaran semua pihak baik pemerintah, pihak swasta dan masyarakat akan pentingnya ekologi yang sehat, kemudian senirgitas antara pemangku kepentingan mulai dari pusat sampai daerah maka setidaknya kita sudah berupaya menembus masa depan generasi berikutnya dan menyelamatkan dunia dari krisis ekologis. Belajar dari SAD, “tebang satu tanam satu”, menghidupkan pekarangan dengan membangun warung dan apotik hidup, menjaga hijaunya kampung permukiman, menyelipkan tenaman penyangga di kebun karet dan kebun sawit. Dan menyelamatkan 4 Taman Nasional yang diamanahkan ke Jambi adalah upaya yang baik untuk masa depan generasi. Akhirnya mari kembali ke lagu Negeri Jambi  ciptaan Andy Gomez dan Herman TBJ “ayo kawan semua, jago negeri yang makmur ini dengan segalo upayo kito agar negeri bijak bestari, Sekian

(Penulis adalah Sekretaris Wilayah ISNU Jambi dan Ketua LSOTF UIN STS Jambi)

 

Sampaikan Pidato Kebangsaan, Muhaimin Beri Sinyal Kuat Maju Capres

0

JAKARTA – Pidato kebangsaan awal tahun bertajuk ”Peta Jalan Indonesia Maju” yang disampaikan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar pada Senin (3/1/2022), dinilai sebagai bentuk keseriusan PKB dan Muhaimin untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indopol Survey and Consulting Ratno Sulistiyanto mengatakan, 2022 merupakan tahun politik sehingga para tokoh politik akan menjadikan tahun ini sebagai momentum untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas masing-masing calon, termasuk partai politiknya.

”Saya pikir pidato kebangsaan yang dilakukan Gus Muhaimin ini adalah langkah awal yang tepat karena di tahun ini juga tahapan pemilu legislatif, pilpres dan pilkada sudah dimulai. Sepertinya Gus Muhaimin ingin mendorong kader PKB untuk bersiap-siap di 2024. Ini juga upaya Gus Muhaimin untuk menggerakkan mesin politiknya karena PKB memiliki posisi tawar yang luar biasa besar untuk mengusung pasangan capres atau cawapres,” ujar Ratno Sulistiyanto, Selasa (4/1/2022).

Ratno mengatakan, pada tahun ini, setiap partai politik dipastikan akan mulai menggerakkan mesin politiknya untuk mulai start berkampanyae dalam rangka untuk menaikkan elektabilitas. Sebab, belajar dari pemilu-pemilu sebelumnya, parpol yang memiliki calon untuk berkontestasi di pilpres maka parpol tersebut akan memiliki efek ekor jas (coattail effect) terhadap elektabilitas partai. ”Saya baca Gus Muhaimin ini ingin melakukan itu, selain kemudian melakukan konsolodasi nasional di basis massa pemilih Nahdliyin yang diharapkan sudah mulai terlihat preferensi politiknya terkait kepemimpinan nasional,” urainya.

Dikatakan Ratno, posisi PKB sebagai salah satu parpol papan atas saat ini, memiliki nilai tawar yang cukup menggiurkan dalam kontestasi Pilpres 2024 mendatang. Artinya, dengan siapapun berkoalisi, PKB yang memiliki basis massa utama Nahdliyin ini akan sangat menentukan kemenangan.

Kendati begitu, Ratno menyarankan agar PKB bisa memulai merajut koalisi dengan parpol lain untuk menggagas agenda bersama menuju Pilpres 2024 sehingga tidak ketinggalan kereta. ”Meskipun para pemilu kemarin PKB menentukan koalisi di detik-detik akhir dengan Jokowi, tapi ke depan PKB harus menjadi poros penentu di awal karena kekuatannya yang sangat signifikan,” urainya.

Sebelumnya dalam pidato kebangsaanya, Gus Muhamin menyebut Indonesia perlu menyiapkan sejumlah aksi konkret dan nyata untuk menjadi negara maju pada 2045 mendatang. Rencana aksi diperlukan agar bangsa Indonesia segera mampu keluar dari jebakan negara kelas menengah dan terus menerus menjadi negara berpendapatan rendah yang gagal memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pengembangan teknologi.

”Rencana aksi harus tegak lurus untuk mewujudkan perintah UUD 45 dan keadilan sosial agar semua warga Indonesia memiliki aset dan kekayaaan, usaha dan bisnis, dan memiliki rumah. Juga agar semua petani dan nelayan berdaya memiliki modal usaha dan sarana untuk bekerja,” ujarnya saat menyampaikan Pidato Awal Tahun bertajuk ”Peta Jalan Indonesia Maju”, Senin (3/1/2022).

Pertama, Indonesia Setara yang bertujuan untuk menurunkan ketimpangan kekayaan dan pendapatan. Program-program yang perlu dikembangkan adalah kepemilikan saham untuk karyawan 30% untuk semua perusahaan swasta yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia. ”Konsesi lahan dan pertanian untuk organisasi sosial keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah seperti yang dilansir oleh Presiden Jokowi. Juga subsidi perumahan bagi PNS/TNI/Polri dan semua warga termasuk pekerja migran Indonesia,” katanya.

Selain itu, perlu ada subsidi modal kerja bagi petani dan nelayan dengan bunga nol persen, serta jaminan sosial kesehatan dan ketenagakerjaan bagi pekerja migran dan keluarganya.

Kedua, Indonesia Profesional. Langkah ini diperlukan untuk meng-upgrade SDM Indonesia secara terpadu dan meliputi semua program-program pengembangan SDM unggul. Termasuk perbaikan Kartu Prakerja, dukungan beasiswa profesi di bawah LPDP untuk semua jenis profesi saintis, peneliti, pelatih olahraga, artis dan seniman. ”Juga diperlukan UU Pengembangan SDM, kemitraan antara industri dan pelatihan kerja atau vokasi,” katanya.

Rencana aksi ketiga, Indonesia Tanpa Batas. Langkah ini merangkum semua program pengembangan riset dan aplikasi teknologi untuk memupuk dan menciptakan teknologi baru guna mengurangi ketergantungan modal ilmiah dan teknologi dari pasar internasional.

Ada sejumlah cakupan sektor prioritas dalam langkah ini, termasuk energi baru dan terbarukan, teknologi hidrogen untuk energi untuk transportasi dan mobil listrik, teknologi pengolah produk pertanian seperti kopi, kakao, ikan, dan lainnya. ”Juga diperlukan alih teknologi untuk produksi alat alat kesehatan dan obat-obatan,” pungkas Gus Muhaimin. (*)

Gus Muhaimin Sebut Tiga Kunci Wujudkan Indonesia Maju

0

JAKARTA – Indonesia harus menjadi negara maju. Sebab, negara ini memiliki potensi yang luar biasa, baik potensi alam maupun sumber daya manusia (SDM). Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan, ada tiga hal sederhana untuk bisa menjadikan Indonesia sejajar dengan negara maju lainnya. Namun, selama ini tiga hal ini banyak dilupakan.

Pertama, Indonesia hanya bisa maju jika setiap individu baik di desa maupun kota menjadi maju. Dengan kata lain, Indonesia yang setara dan mandiri. Kedua, Indonesia hanya bisa maju jika pemerintah dan kebijakan publik mendorong dan menciptakan peluang peluang agar semua warga dan orang muda menjadi maju.

”Dengan kata lain, Indonesia yang inklusif, Indonesia yang mengayomi, dan Indonesia merata,” ujar Gus Muhaimin saat menyampaikan Pidato Awal Tahun bertajuk ”Peta Jalan Indonesia Maju”, Senin (3/1/2022).

Faktor ketiga agar bangsa ini bisa menjadi negara maju yakni apabila masa depan Indonesia dijaga dan diamankan. Artinya, lingkungan hidup tempat kita menyerap udara bersih dan air bersih aman dan terjaga dan terlindungi.

”Singkatnya, Indonesia hijau, Indonesia lestari, dan Indonesia berkelanjutan,” tutur Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Di samping itu, Gus Muhaimin juga mengutarakan hal utama dan terpenting yang harus dikejar dan dicapai pemerintah pada tahun 2022, yaitu pertumbuhan dan pemulihan sektor riil sehingga warga memperoleh pekerjaan dan pendapatan.

”Karena itu, saya mendesak agar ada kemudahan dan percepatan kredit perbankan kepada semua usaha kecil UMKM. BI dan Pemerintah agar segera mendorong kredit perumahan terutama kepada kelompok pekerja dan kaum milenial agar segera bisa memiliki rumah sendiri,” tukasnya. (*)

Bantu Korban Banjir, Al Haris Dielu Elukan Warga Bungo

BUNGO –  Gubernur Jambi Dr H Al Haris tiba di Kabupaten Bungo langsung meninjau warga yang terdampak banjir di Kelurahan Jaya Setia, Kecamatan Pasar Muara Bungo, Senin (3/01/2022).

Kedatangan Gubernur dan rombongan disambut oleh Bupati Bungo H Mashuri dan Wabup,  H Safrudin Dwi Apriyanto. Turut didampingi Sekda, Dandim Bute, Kapolres Bungo, anggota DPRD serta kepala OPD lingkup pemkab Bungo.

Gubernur Jambi Al Haris mengatakan, ia datang ke kabupaten Bungo mengecek secara langsung kondisi masyarakat di Bungo yang terdampak banjir. Karena dengan turun langsung bisa melihat apa kondisi terkini yang ada di lapangan.

“Kita sengaja datang ke Bungo melihat masyarakat yang terdampak banjir dan juga memastikan pasokan makanan juga lancar. Tadi kami melihat pemda Bungo sudah menyiapkan dapur umum untuk warga terdampak banjir,”kata Al Haris.

Lebih jauh Al Haris menyebutkan, dalam kondisi seperti ini jangan sampai warga tidak makan, dan juga kesehatan sangat perlu dijaga. Semua pos sudah disiapkan oleh bupati Bungo. Jadi kalau ada gejala sakit segera lapor ke pos kesehatan yang ada.

“Kami pemerintah Provinsi dan pemkab Bungo akan membantu kesulitan warga, terutama pasokan makanan, kesehatan dan obat-obatan. Maka, peran penting dari ketua RT, RW, Lurah, Kades dan para camat untuk mendata warga terdampak, agar datanya benar-benar ril diterima oleh pemerintah kabupaten,”imbuhnya.

Dalam kesempatan itu Bupati H Mashuri juga menyampaikan kepada masyarakat kalau sekarang sudah ada dapur umum. Untuk sekarang memang Bungo tanggap darurat darurat. Maka dari itu ada dapur umum membantu kesulitan masyarakat.

“Dapur umum yang kita dirikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah Bungo untuk membantu kesulitan masyarakat yang terdampak banjir. Jadi semua akan mendapat bantuan sesuai data yang ada. Kami juga mengimbau agar warga lebih waspada saat malam hari karena kondisi air belum terlalu surut,”timpalnya

Mujahadah  Waktu

WAKTU terus berjalan mengikuti kehidupan manusia. Ada waktu senang, susah, sedih, gembira, miskin dan kaya. Dilihat dari harinya, ada waktu siang dan ada waktu malam. Semua diperputarkan oleh Allah sebagai bagian dari tanda tanda kekuasaanNya.

Cepatnya perputaran waktu tersebut terkadang dikeluhkan oleh sebagian manusia. Hari yang begitu cepat berganti seolah tidak menyempatkannya untuk meraih kesuksesan yang maksimal. Ada juga yang mengeluh lambatnya penantian menunggu matahari terbenam sehingga seolah menjadi pekerjaan yang membosankan. Padahal, manusia itu sendiri yang membuatnya terasa cepat atau lambat. Kata Michael Altshulter  “The bad news is time flies. The good news is you are the pilot,”  (Berita buruknya adalah waktu berlalu. Kabar baiknya jika Anda jadi pilotnya),”

Jadi memang kita harus menjadi pilot, bukan penumpang dari waktu. Hal ini sejalan dengan fatwa dari Prof Erani Yustika yang mengatakan, seorang Pilot waktu akan mengatur tujuan, rute, kecepatan, termasuk ragam cara memitigasi perubahan cuaca. Ia penentu arah. Sementara itu, penumpang cuma mengerti tujuan dan memasrahkan rute, kecepatan, dan lain-lain kepada pilot. Ketika terjadi turbulensi akibat awan, penumpang tidak paham seberapa gawat masalah tersebut. Mereka gelap dengan keadaan yang sebenarnya sebab cuma mendengarkan panduan. Ia hanya bisa mengikuti aturan dalam cekam.

Dalam ajaran Islam sendiri,  Allah memerintahkan hamba-Nya untu memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Saking urgenya peranan waktu, maka Allah berkali-kali bersumpah dengan menggunakan kata yang menunjukkan waktu-waktu tertentu. Seperti wa allayl (demi malam), wa al-nahār (demi waktu siang), wa al-subẖ (demi waktu subuh), wa al-fajr (demi waktu fajar), wa al-dhuha (demi waktu dhuha), wa al- ‘ashr (demi waktu ashar).

Kata Waqt berasal dari akar kata وقت yang terdiri dari tiga huruf, yaitu: wau, qaf, dan ta, yang artinya menentukan atau menetapkan waktu. Kata waktu adalah mufrad, bentuk jama‟nya adalah auqa’tun yang mempunyai arti waktu. Mengapa ada bentuk jama’ ? Karena waktu terus berubah.

Kualitas hidup juga ditentukan oleh perubahan tersebut. Perubahan adalah sebuah keniscayaan dalam sebuah pergerakan. Dan keberkahan ada dalam gerakan tersebut.  Winston Churchill tak jemu mengingatkan: “To improve is to change; to be perfect is to change often.” Perubahan memang tampak tidak mengenakkan. Meski demikian, dia adalah satu-satunya jalan perbaikan. Maya Angelou punya petuah sederhana perkara ini: “If you don’t like something, change it. If you can’t change it, change your attitude.” Esok hari tahun telah berganti: kemarin direfleksikan, hari ini dirayakan, besok diperjuangkan. Selamat tahun baru 2022.

 

(Penulis adalah Ketua DKW Laskar Santri Nusantara (LSN) Provinsi Jambi)

GUSDUR DAN DEMOKRASI (Keteladan dalam Pikiran dan Tindakan)

0

 

 

 

 

Memperingati Haul K.H. Abdurrahman Wahid (GUSDUR) ke 12, yang lahir 04 agustus 1940 dan wafat hari rabu 30 desember 2009, tulisan ini hadir untuk memberikan sedikit percikan pikiran terkait demokrasi yang digagas oleh Gusdur. Tulisan ini diambil dari karya penulis dalam skripsi tahun 1996, dimana Gusdur sangat keras mendorong demokrasi dengan aksi yang terkadang kontroversial, upaya lainnya Gurdur membuat Forum Demokrasi (Fordem) yang terdiri dari para aktivis, akdemisi dan agamawan serta kelompok prodemokrasi lainnya.

Esensi dari pikiran Gusdur tentang demokrasi di Indonesia adalah perlunya kultur demokrasi yang selama ini demokrasi dinilainya belum membudaya dengan baik pada setiap warga Negara Indonesia. Menurut Gusdur prinsip-prinsip demokrasi belum dijalankan dengan baik, seperti, yang dikatakan Siswono (1995), menghargai perbedaan-perbedaan, menghargai pendapat orang lain, tidak merasa benar sendiri, sportif dan fairness, menghormati minoritas dan bukan meniadakannya.

Perbedaan pendapat masih dianggap permusuhan. Perbedaan pendapat dalam masyarakat demokrasi merupakan suatu hal yang wajar dan bahkan merupakan prasyarat demokrasi, dimana setiap orang atau kelompok diberikan kebebasan untuk memilih alternatif dalam memperjuangkan aspirasi mereka. Lemahnya sportivitas, tidak siap merima kekalahan ketidakbenaran pendapat dan keinginan bukanlah berarti kalah, maka tidak perlu ada tuntutan di wujudkan dalam bentuk pertikaian yang berkepanjangan. Kurangnya menghargai kelompok minoritas, masih ada kecenderungan menganggap kelompok minoritas sebagai batu sandungan dalam menjalankan pembangunan, sehingga mereka harus disingkirkan, demokrasi tidaklah demikian, akan tetapi menganggap kelompok minoritas sebagai asset yang harus dibina dan diberikan peluang yang sama dalam setiap bidang kehidupan.

Gusdur menjelaskan pentingnya isu demokrasi merupakan hal yang dapat mempersetukan beragam arah keterceraian, arah masing-masing kelompok menjadi berpusat bersama-sama menuju arah kedewasaan, kemajuan dan integritas bangsa, jika warga negara Indonesia atau mayoritas umat Islam dapat memperjuangkan proses ini, ia dapat menyumbangkan sesuatu yang berharga bagi masa depan bangsa.(Aziz, dkk; 1993). Mahfud, MD menjelaskan ada tiga kunci demokrasi menurut Gusdur, pertama kebebasan setiap orang dalam mengajukan pendapatnya; kedua, kesamaan, dimana setiap orang harus diperlakukan sama; ketiga, penegakan hukum (Kuswandi, 2018)

Pembelaan Gusdur terhadap pers yang menjadi salah satu pilar demokrasi sejak awal sudah dilakukan seperti, pembelaan yang kontroversi terhadap tabloid monitor tahun 1990 yang diberedel, bahkan departemen penerangan dibubarkan, karena dianggap menghambat kebebasan pers. Pembelaan terhadap kelompok minoritas etnis Tionghoa, kelompok agama dan komunitas yang terzholimi serta pembelaan terhadap keadilan dan hak-hak azazi manusia acapkali dilakukan Gusdur, hal ini semua merupakan tindakan nyata dari prinsip-prinsip demokrasi yang dilakoni Gurdur.

Pemikiran Gurdur tentang kultur demokrasi masih menjadi problem, meskipun sudah berjalan 20 tahun lebih reformasi. Dari pemilu ke pemilu praktrk-praktek money politik, mahar politik, intervensi politik, perlibatan apratur Negara dan penggodaan terhadap penyelenggara pemilu merupakan lakon dalam pesta demokrasi masih sering terjadi. Hal ini seringkali mencoreng wajah demokrasi Indonesia. Apakah ini yang dinamakan demokrasi telah menuju kematian yang dikatakan oleh Steven Levitsky and Daniel Ziblatt (2018) dalam buku How Democracies Die ?. Di Amerika Serikat yang merupakan Negara yang paling suskes, demokrasi terancam mati, disebabkan adanya tindakan yang otoriter, seperti menyerang media, mengancam tidak menerima hasil pemilu, menuduh lawan politik sebagai penjahat. Begitu juga sebelumnya yang dikatakan Yudi Latief bahwa demokrasi Indonesia telah mati, dimana demokrasi tidak lagi untuk kepentingan rakyat, tetapi untuk kepentingan penguasa dan elit (Priyombodo, 2010). Matinya demokrasi ini menegaskan bahwa lemahnya lembaga, pilar-pilar demokrasi dan warga Negara yang tidak berdaya.

Praktek pembelian suara oleh para caleg baik secara berkelompok maupun perorang merupkan perulangan dari pemilu ke pemilu (Wahida, dkk), sehingga terkesan pemilu Indonesia adalah pemilu prosedural. Praktek politik uang yang dijelaskan oleh Edward Aspinall dan Ward Berenchot (2019) dalam buku Democracy for Sale, Pemilu, Kleintelisme dam Negara di Indonesia menujukkan bahwa institusi-institusi formal dibayangi oleh dunia gelap koneksi personal dan pertukaran Kleintelistik (relasi kuasa antara patron dan kelin). Para politisi mencapai kemenangan dengan cara memberikan uang tunai dan barang kepada pemilih. Praktek lainnya seperti upaya menyuap penyelenggra seperti yang terjadi pada pemilu 2019, dimana yang menjadi korban salah satu komisioner KPU RI. Pelibatan dan intervensi penguasa daerah terhadap ASN juga acapkali terjadi serta adanya mahar politik dalam Pimilihan kepala daerah untuk mendapatkan perahu politik dalam pemilihan.

Kondisi demokrasi yang gelap menunjukkan bahwa kultur demokrasi Indonesia yang diperjuangkan oleh Gusdur belum tegak, tidak membuahkan hasil dan bahkan jauh dari harapan. Untuk itu menghidupkan dan melanjutkan kembali pemikiran dan tindakan Gusdur terhadap demokrasi perlu diupayakan secara terus menerus, tidak hanya lembaga demokrasi, seperti penyelengra pemilu, partai politik, eksekutif, legislative, penegak hukum, tetapi juga oleh para pers, akademisi kampus, mahasiswa, NGO, Ormas, pengusaha dan lembaga-lembaga yang prodemokrasi. Seturut dengan itu harus ada kesadaran bersama warga Negara Indonesia untuk memperjuangkan demokrasi dengan menjaga kedaulatannya. Kedaulatan rakyat merupakan harkat dan martabat tertinggi yang tidak boleh dibeli dan direndahkan oleh siapapun, dari rakyat untuk rakyat. Demokrasi Indonesia tidak boleh mati, seiring wafat pejuangnya Gusdur 12 tahun yang lalu. Menghidupkan demokrasi menghidupkan kembali pikiran para pendiri bangsa, termasuk Gusdur. Wassalam (Penulis adalah Sekretaris Wilayah ISNU Jambi dan Ketua LSOTF UIN STS Jambi)

 

Memperkenalkan Generasi Milenial pada Metaverse

SERIKAT Media Siber Indonesia (SMSI) tidak mau terjebak pada masa kelam media pers yang dihantam gelombang disrupsi teknologi dan transformasi sosial. Hingga akhir tahun 2021, sebanyak 1.626 perusahaan media pers anggota SMSI terus melangkah maju dan berinovasi.

Secara mandiri, mereka berjuang di tengah pandemi Covid-19, tanpa mengeluh. Menanti kebijakan dan regulasi pemerintah yang berpihak pada media-media pers yang sebagian rintisan dengan jumlah besar tersebut juga belum tentu tiba.

“Menyadari hal tersebut, SMSI perkumpulan perusahaan media-media pers rintisan yang tersebar di 34 provinsi se-tanah air, didesain melompat untuk bersama-sama ambil peran di masa yang akan datang, dan diperkirakan tahun 2045 semua akan merasakan hasilnya,” kata Ketua Umum SMSI Firdaus.

Sekarang ini buat apa berkeluh kesah dengan situasi yang tidak bisa dihindari. Sebagai bangsa pejuang, kita tidak pantas memanfaatkan kekurangan akibat berbagai situasi menjadi kekuatan seperti peminta-minta.

Sejarah pahit hanya sebagai catatan momentum yang bermakna penting untuk pijakan menggapai masa depan yang berkilau dan membawa kesejahteraan perusahaan pers siber dan bangsa Indonesia pada umumnya.

SMSI mencoba untuk tetap tegar dan bersemangat untuk terus menyemangati masyarakat dalam meraih kembali kesejahteraan dan bisnis mereka yang melemah akibat pandemi Covid-19.

Dalam bangsa yang sejahtera terdapat pers yang kuat. Bangsa yang sejahtera memiliki usaha yang tangguh. Usaha yang maju akan berdampak pada bertumbuhnya Pers Indonesia yang sehat.

Itulah konsep tumbuh bersama-sama yang menjadi cita-cita SMSI. Karena itu merancang masa depan bersama-sama, merupakan komitmen para anggota SMSI yang berkumpul dalam Rapat Kerja Nasional di Hotel Jayakarta, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat tanggal 7-8 Desember 2021.

“Kami SMSI secara bersama-sama sudah sepakat akan melakukan lompatan-lompatan jauh ke depan untuk kemajuan bersama,” kata Ketua Umum SMSI Firdaus.

“Media siber sebagai infrastrutur informasi di era digital, 4.0 harus kuat dan menjadi pemimpin pasar berbasis digital, membangun komunitas baru yang diperkenalkan pada metaverse,” tutur Firdaus lagi.

Lompatan macam apa yang akan dilakukan SMSI yang kini beranggotakan lebih dari 1.626 pemilik perusahaan media siber ini? Sesuai hasil rapat kerja, lompatan akan dilakukan ke berbagai arah sesuai perkembangan teknologi digital yang semakin sulit diprediksi perkembangnnya.

Semua perusahaan pers anggota SMSI diperkuat kemampuan dan kualitasnya. Pendidikan dan pelatihan sebagai upaya peningkatan kompetensi pengusaha pers diintensifkan. Jaringan pengembangan usaha diperluas.

Pada Rapat Kerja Nasional SMSI di Jakarta 7-8 Desember 2021, SMSI akan melompat jauh ke depan, dengan membentuk Millennials Cyber Media (MCM) di tiap daerah. Dan, di kwartal ahir 2021 SMSI telah menerbitkan aset digital crypto yang kita beri nama CYN (Cyber Network)

“Kita menerbitkan sebanyak 10 triliun token Crypto. Dan, bekerja dibawah blockchain Tron. Saat ini, token crypto telah beredar di Indonesia, Nigeria dan Kamboja dengan total yang menahan aset digital CYN sebanyak 430 orang,” tutur Firdaus.

Token Crypto akan menjadi sarana pendukung MCM yang terdiri dari kalangan pelajar dan mahasiswa yang nanti menjadi komunitas metaverse masa depan. “Dengan lompatan ini, 2045 Indonesia harus memenangkan persaingan dunia,” ujar Firdaus bersemangat.

Untuk memperkokoh sumber daya manusia, pada tahun 202I ini juga, SMSI sudah menjalin kerjasama dengan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) Jakarta untuk melayani uji kompetensi para wartawan yang bekerja di perusahaan-perusahaan pers anggota SMSI. Ini penting guna mendukung profesionalitas wartawan.

“Kami siap melakukan pendidikan sesuai bidang yang dibutuhkan teman-teman SMSI,” kata Ketua Bidang Pendidikan SMSI Pusat Dr Retno Intani ZA, MSc yang juga dosen di universitas tersebut.

Dari sisi pengembangan kerjasama luar negeri, Ketua Bidang Luar Negeri SMSI Pusat Aat Surya Safaat juga sudah merintis kerja sama dengan sejumlah duta besar negara sahabat Indonesia, dan sudah berdiskusi tentang isu-isu penting.

Duta besar yang pernah hadir dalam perbicangan via aplikasi zoom di depan para pengurus SMSI dari seluruh Indonesia, antara lain Duta Besar Palestina untuk Indonesia DR Zuhair Al-Shun pada Selasa sore, 1 Juni 2021, dan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Essam bin Abed Al Thaqafi yang berbincang -bincang , Rabu (30/6/2021).

“Pertemuan dengan para duta besar negara-negara asing untuk Indonesia, serta bekerjasama dengan para pihak di luar negeri, akan ditingkatnya,” tutur Aat Surya Safaat.

Kerjasama global ini penting, terutama ketika SMSI juga tidak menutup kemungkinan membuka perwakilan di luar negeri.

Di era digital yang meruntuhkan sekat-sekat antar negara, antar benua, banyak warga negara Indonesia yang berada di seluruh benua turut membaca berita produksi perusahaan pers siber anggota SMSI.

“Melalui mesin pencari google, mereka di luar negeri bisa membaca berita-berita yang disebarkan oleh media anggota SMSI. Google selalu mengutip berita-berita yang diproduksi anggota SMSI,” Ketua Bidang Organisasi SMSI Pusat Cahyonoadi Raharyo Sukoco.

Meskipun SMSI mengurusi kegiatan internal organisasi dan kerjasama di luar, SMSI tidak lupa berkarya dengan hasil yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

SMSI pada Februari tahun 2021, telah membangun jalan desa yang diberi nama Jalan Bakti SMSI dan membangun sanitasi berupa 16 tempat mandi cuci dan kakus (MCK) yang berlokasi di Kampung Jaha, Kelurahan Pager Agung, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.

Jalan ini dipersembahkan oleh SMSI dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional 2021. Pembangunan jalan terwujud atas partisipasi perusahaan kontraktor PT Dwi Ratna Putra dan warga Jaha yang merelakan tanah mereka untuk pembangunan jalan.

Jalan dan MCK itu diresmikan penggunaanya oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini pada 7 Februari 2021. “Jalan sepanjang 750 meter dan lebar 2,5 meter serta 16 MCK ini sebagai hadiah dari SMSI untuk masyarakat dalam memperingati Hari Pers Nasional 2021,” kata Ketua Umum SMSI Firdaus dalam sambutan peresmian jalan tersebut.

Kedepan, SMSI bekerjasama dengan banyak pihak untuk mewujudkan rencana bersama. Salah satunya yang sudah siap bekerjasama adalah Bukit Algoritma, pimpinan Budiman Sudjatmiko.

Diharapkan kedepan karya-karya SMSI yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat akan bertambah, dan terus bertambah. Setiap periode kepengurusan SMSI semoga bisa mambangun peninggalan yang bermanfaat untuk masyarakat. (Mohammad Nasir, Sekretaris Jenderal SMSI)

Muhaimin Iskandar Tempati Urutan Pertama Pimpinan DPR Paling Aspiratif

0

JAKARTA — Jaringan Informasi Rakyat merilis hasil polling terhadap kinerja pimpinan DPR RI selama tahun 2021. Polling dilaksanakan melalui piranti survei dari google docs dari tanggal 7 sampai 14 Desember 2021, dan disebarluaskan ke berbagai jejaring media sosial.

Polling diikuti oleh 2.111 responden dengan pertanyaan utama, “siapakah pimpinan DPR RI yang paling aspiratif sepanjang tahun 2021?”. Adapun yang menjadi tolok ukur penilaian terhadap kinerja Pimpinan DPR yang disertakan dalam keterangan, ialah terkait kinerja Pimpinan DPR dalam menjalankan fungsi pengawasan, fungsi budgeting, dan fungsi legislasi.

Hasil polling menunjukkan Wakil Ketua DPR RI A. Muhaimin Iskandar berada pada urutan pertama pilihan responden, dengan angka sebesar 52 persen. Disusul kemudian urutan kedua Ketua DPR RI Puan Maharani sebesar 28,5 persen, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (9,3%) kemudian Wakil Ketua DPR RI Rahmat Gobel (7,9%) dan Lodewijk Freidrich Paulus (2,3%).

Direktur Jaringan Informasi Rakyat, Prasetyo mengemukakan, survei terhadap Pimpinan DPR RI perlu dilakukan untuk melihat bagaimana respon masyarakat terhadap keberadaan Pimpinan DPR yang bisa dianggap sebagai perwajahan parlemen Indonesia. Selain itu, Pimpinan DPR memiliki peran yang strategis dalam mengawal dan menerjemahkan tiga fungsi parlemen.

“Pimpinan DPR dapat disebut sebagai icon-nya parlemen Indonesia. Selain juga merupakan respresentasi partai politik dalam pelaksanaan tugas-tugas legislasi, budgeting, dan pengawasan. Survei kami ingin melihat sejauhmana peran Pimpinan DPR dalam merumuskan, menyusun, mengawal, serta mengawasi berbagai produk kebijakan pemerintah dewasa ini,” kata Direktur Jaringan Informasi Rakyat Prasetyo di Jakarta, Selasa (14/12/2021).

Lebih lanjut, dari hasil survei tersebut Jaringan Informasi Rakyat melakukan pendalaman dengan melakukan analisis (kajian) melalui penelusuran media (media monitoring). Dari hasil tracking media, terkonfirmasi bahwa Wakil Ketua DPR Bidang Kokesra A. Muhaimin Iskandar terlihat cukup aktif dan menonjol di bandingkan Pimpinan DPR yang lain.

“Khususnya dalam merespon, mengomentari, menyoroti atau mengkritik fenomena dan isu-isu terkaktual. Di sisi lain, keempat pimpinan DPR terlihat kurang aktif dalam merespon isu, bahkan di media sosialnya sendiri,” ungkap Prasetyo.

Dia memberikan contoh, Muhaimin Iskandar cukup aktif mengomentari isu-isu terkini yang merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR. Mulai dari kinerja pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19, kebocoran data eHAC, utang BUMN, serta kebijakan dana BOS.

“Dari hasil penelusuran, Pak Muhaimin juga aktif menyoroti isu pertanian khususnya mengenai pupuk subsidi, tentang kebijakan pemerintah terhadap UMKM dan para pekerja seni di daerah, serta perhatian pemerintah terhadap para penyandang disabilitas. Terbaru soal kasus pemerkosaan terhadap santri juga menjadi sorotan dari Muhaimin Iskandar,” tambah Pras.

Dari sisi legislasi, Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar juga aktif mengawal serta memperjuangkan beberapa UU krusial. Di antaranya, UU Agraria, UU Pesantren, UU Masyarakat Adat, UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) dalam kaitannya dengan keamanan data penduduk, UU Otsus Papua, serta terbaru RUU TPKS. Selain itu, Muhaimin Iskandar juga aktif mendorong perlunya UU Perubahan Iklim untuk melindungi rakyat Indonesia dari dampak perubahan iklim.

Sementara itu, dari sisi budgeting, beberapa hal yang kerap disorot Muhaimin Iskandar ialah mendorong pemerintah agar memberikan alokasi (investasi) yang besar terhadap kaum muda. Terkait isu jaminan sosial, Muhaimin Iskandar juga mendorong agar pemerintah memberikan jaminan sosial yang tuntas terhadap eks atlet nasional.

“Sejauh kami amati, agenda serap aspirasi rakyat melalui forum Gus Muhaimin Mendengar yang dilaksanakan di berbagai daerah, tampaknya turut memberi efek positif. Sedangkan untuk keempat Pimpinan DPR, kami belum melihat bagaimana pola yang dilakukan dalam upaya penyerapan aspirasi,” tutupnya.