Beranda blog Halaman 151

SMSI Raih Penghargaan MURI

BERTEMPAT di Jaya Suprana Institute, Lantai LG Mall Of Indonesia, Jalan Boulevard Raya RSVP, Jumat, 28 Februari 2020, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), organisasi berhimpunnya perusahaan media siber, dianugrahi penghargaan oleh Museum Dunia Rekor Indonesia (MURI) yang diserahkan langsung oleh pendiri Muri, Jaya Suprana.

Penghargaan peraihan rekor dunia MURI ini, diberikan atas kecepatan, daya sebar dan banyaknya media siber yang tergabung di SMSI dalam menyampaikan opini “MENDAMBAKAN KEADILAN SOSIAL”

Hanya dalam waktu tujuh setengah jam, opini yang disampaikan SMSI kepada anggota sudah dimuat 571 media yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Capaian SMSI ini, merupakan kali pertama dicapai oleh organisasi perusahaan media Siber di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, dalam perjalanannya, SMSI telah mengalami tiga kali pergantian ketua umum.

Ketua Umum pertama, dijabat Teguh Santosa, kemudian Auri Jaya menggantikan Teguh Santosa. Baik Teguh maupun Auri keduanya diangkat oleh para pendiri, sampai dengan pelaksanaan kongres.

Kemudian pada kongres perdana 20 Desember 2019, Firdaus terpilih sebagai ketua umum, mengalahkan Teguh Santosa yang penah menjabat sebagai ketua Umum. Firdaus tercatat sebagai ketua umum SMSI pertama yang dipilih melalui kongres.

Bulan Januari 2020, kepengurusan SMSI Pusat, dibawah nakhoda Firdaus, resmi terbentuk. Usai menerima SK, SMSI langsung tancap gaspol.

Berkat kompaknya jajaran kepengurusan SMSI dari pusat hingga daerah, yang semula pengurus di tingkat provinsi SMSI hanya ada di 27 provinsi, kini sudah ada 30 cabang provinsi di tanah air.

Kepada awak media, ketika ditemui di sela-sela sebuah acara, Ketua Umum SMSI Firdaus mengaku bahwa, capain yang berhasil ditorehkan SMSI, dan salah satunya dapat memecahkan rekor MURI, tidak terlepas dari peran serta dan dukungan segenap pendiri, penasehat dan jajaran pengurus SMSI dari Pusat hingga Daerah

Firdaus mengatakan, dimasa akan datang, masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan pengurus SMSI. Salah satunya adalah bagaimana SMSI menjadi konstituen Dewan Pers. Adapun sarat untuk itu diantaranya memiliki anggota paling sedikit 200 perusahaan dan tersebar minimal di 15 Provinsi.

“Syukur kini SMSI, anggotanya sudah lebih dari 500 perusahaan, dan tersebar lebih dari 15 Provinsi. Dan Pengurus SMSI Provinsi yang sudah di verifikasi faktual, 19 Pengurus Provinsi dan ditambah satu pengurus Pusat,” pungkas Firdaus.

Firdaus, sebelum terpilih menjadi ketua umum SMSI, dimasa kepemimpinan dua ketua SMSI sebelumnya, Firdaus menjabat sebagai Sekretaris Jenderal.
Merunut sedikit pengalaman Firdaus dalam mengelola organisasi, dirinya pernah menjadi Ketua PWI Provinsi Banten dua periode, sebelum menjadi ketua PWI Banten, Firdaus menjabat sekretaris PWI Banten satu periode. Dan selain itu, Firdaus juga pernah menjabat sebagai Sekretaris SPS Banten selama 14 tahun. Sejak 2004 hingga 2018, Firdaus mendampingi Ketua SPS Banten, Priyo Susilo.

Pengalaman menjadi sekretaris SPS bersama Priyo Susilo dalam membesarkan SPS Banten kala itu, mengajarkannya banyak hal. Salah satunya keteladanan yang ditularkan Priyo Susilo sebagai ketua kepadanya. Dari contoh yang diberikan Priyo, Firdaus mampu memberhentikan kebiasaanya merokok hingga rajin melaksanakan puasa senin-kamis.

“Jika seorang pemimpin tegak lurus, maka siapapun dibawahnya akan ikut dan patuh,” ucap Firdaus yang juga dikenal sebagai pribadi yang kritis dan tegas ini.

Penyerahan Penghargaan Rekor Indonesia:

1. Rekor Pertama : Trainer yang Berhasil Menurunkan Berat Badan Anak yang Memiliki Bobot Terberat secara Sehat dalam Waktu Satu Tahun,  (turun berat badan sebanyak 110 Kg)
Rekoris : Ade Rai

2. Rekor Kedua : Anak yang Berhasil Menurunkan Berat Badan Terberat Selama Satu Tahun, (turun berat badan sebanyak 110 Kg)
Rekoris: Aria Permana

3. Rekor Ketiga : Tim Pelajar Indonesia Pertama yang Berhasil  Mencapai Puncak Gunung Elbrus,       (pelaksanaan. 17/8/2018)
Rekoris              : ELPALA SMAN 68
(pendaki : Geas Aldino, Ryan Muhammad, Salsa Khusnus dan Timothy Jonathan)

4. Rekor Keempat : Pelajar Bersaudara Termuda yang Berhasil Mencapai Puncak Gunung Kilimanjaro, (pelaksanaan. 17/3/2019)
Rekoris:  Matthew Richard (15 thn 9 bln 21 hr) &
Jonathan Philip (13 thn 9 bln 3 hr)

5. Rekor Kelima : Barista Tuli Pertama di Indonesia
Rekoris: Tri Erwinsyah Putra

6. Rekor Keenam : Perusahaan Direct Selling yang Mengunjungi Negara Terbanyak,
(sebanyak 37 Negara)
Rekoris: PT. KK INDONESIA

7. Rekor Ketujuh : Webinar Tanpa Henti Terlama, (100 jam)
Rekoris: Perhimpunan Pelajar Indonesia Se-Dunia  (PPI DUNIA)

8. Rekor Kedelapan : Baklava dengan Harga Tertinggi,  (Rp. 14.000.000,-)
Rekoris: Mardin Baklava & Patisserie

9. Rekor Kesembilan : Perempuan Indonesia Termuda Peraih Gelar Doktor di Perguruan Tinggi
Tiongkok, (usia 25 thn 5 hari)
Rekoris: Bryna Meivitawanli

10. Rekor Kesepuluh : Anak Perempuan Pemilik Rambut  Terpanjang, (Panjang Rambut. 140 cm,
pengukuran 18 Juli 2019)
Rekoris: Beatrice Anggraini Pramana, usia 13 thn

11. Rekor Kesebelas : Atlet Paralayang Tertua, (usia 79 thn)
Rekoris: Julius Early Rawis

12. Rekor Keduabelas: Mendirikan Telur diatas Jenis Terbanyak, (25 jenis benda)
Rekoris: Sofian

13. Rekor Ketigabelas : Penggagas Alat Musik Gesek dengan
Kotak Bermotif Batik  (???)
Rekoris : Fredy

14. Rekor Keempatbelas : Serikat Media Siber yang Menggerakkan 571 Anggotanya  Memuat Naskah    “Mendambakan
Keadilan Sosial”
Rekoris: Serikat Media Siber Indonesia – SMSI

Penyerahan Penghargaan Rekor Dunia

15. Rekor Kelimabelas : The One and Only Band Founded by A Four Star Army General Still Active in  Performing / (Band Pimpinan Jenderal)
Rekoris: Band Playsets

16. Rekor Keenambelas : Inventor Superpave (Superior Performing Asphalt Pavement) Grade
PG 60-16 & PG 70-16 Berkualitas Dunia
Rekoris: Ir. Sayono

17. Rekor ketujuh belas: Penyerahan Penghargaan Prestasi Nusantara Penghapal 217 Ayat Ayat Alkitab Rekoris: Anneke A. Polak – Penghapal 217 Ayat Ayat Alkitab
Penguji: Bapak Jusuf Ngadri (***)

SMSI Tanjabbar Terbentuk, Siap Perangi Hoax dan Ujaran Kebencian

KUALATUNGKAL,Lj-Kepengurusan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi resmi terbentuk.
Dalam pertemuan yang digelar Kamis (26/02) di Kualatungkal, diamanahkan sebagai Ketua yaitu Ikmal Mardiansyah S.Sos (lingkarjambi.com) Sekretaris Ahmad AMd (bacajambi.id) dan Bendahara Budi Setiawan (jurnaltanjab.com)

SMSI kabupaten Tanjab Barat berkomitmen untuk menjunjung tinggi peranan pers dan ikut serta dalam pembangunan daerah. Selain itu sebagai media edukatif dan kontrol sosial pembangunan.

“Dalam hal ini kita berharap hadirnya SMSI ikut berperan dalam membangun daerah,” kata Ketua SMSI Tanjab Barat, Ikmal Mardiansyah S.Sos.

Selain itu SMSI akan menjadi wadah bagi para jurnalis bertukar pikiran dan meningkatkan SDM para jurnalis melalui berbagai pelatihan.

“Kami dari SMSI akan berupaya mengedukasi masyarakat dibidang Teknologi Informasi, terutama untuk menangkal berita hoax dan ujaran kebencian. Untuk itu kami akan bersinergi dengan instansi terkait,”papar Pemred lingkarjambi.com ini.

Berikut susunan organisasi SMSI Kab Tanjab Barat.

Dewan Penasehat
Mardan Hasibuan
M Thabroli SH
Herianto Reza
Marwansyah
Sufrayogi Syaiful SIp

Dewan Pengurus
Ketua : Ikmal Mardiansyah S.Sos. (lingkarjambi.com)

Bidang Organisasi
Suheri Abdullah (radardesa.com)
Indra Kusuma (japos.com)
Herianto (dinamikajambi.com)
Herjulian Reza (delikjambi.com)

Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Kerjasama
Eko (serambijambi.com)
Iskandar (lingkarjambi.com)
Darwin (tribunnews.com)
M Rahim (toptime.co.id)

Bidang Pelatihan & Riset :
Surya Kurniawan (sekitarjambi.com)
Khairul (lintastungkal.com)
Kenata (radarjambi.id)

Bidang Teknologi Informasi:
Andri Damanik (beritajambi.co)
Satria (jurnalbidas.com)
Yordan (jambivalen.com)

Bidang Pendataan dan Verifikasi
Gatot Sunarko (jambiupdate.co)
Herianto (brito.id)
Andika (aksesjambi.com)

Bidang Sosial dan Kesejahteraan Anggota
Edison Sony (jambione.com)
Dedi Bintoro (suarapena.com)
Eko Siswono (metrojambi.com)

Sekretaris : Ahmad AMd (bacajambi.id)
Wakil Sekretaris :Hengky (jamberita.com)

Bendahara : Budi Setiawan S.kom (jurnaltanjab.com)
Wakil Bendara : Solihin (jambitoday.co.id)

(*)

MENDAMBAKAN KEADILAN SOSIAL

0

OLEH: Jaya Suprana

Syukur Alhamdullilah, saya beruntung tergolong warga Indonesia yang bisa menikmati nikmatnya kemerdekaan Indonesia. Namun sayang setriliun sayang, tidak semua sesama warga Indonesia seberuntung saya. Masih banyak warga Indonesia belum bisa menikmati nikmatnya kemerdekaan Indonesia. Kenyataan tersebut merupakan bukti tak terbantahkan bahwa sila ke lima Pancasila yaitu Keadilan Sosial Untuk Seluruh Rakyat Indonesia belum terejawantahkan di persada Nusantara masa kini. Untuk sementara ini Keadilan Sosial hanya hadir secara terbatas untuk sebagian kecil rakyat Indonesia.

*KEBERPIHAKAN*
Berdasar dukungan dari para sahabat seperti Prof. Frans Magnis Suseno, Prof. Mahfud MD, Prof. Salim Said, Dr. Yasonna Laoly, aktivis senior Haryono Kartohadiprojo S.H, pejuang kemanusiaan Ignatius Sandyawan Sumardi, pejuang kebudayaan Aylawati Sarwono dll, saya sempat mencoba ikut berpihak kepada para warga yang belum menikmati nikmatnya kemerdekaan Indonesia. Maka saya berupaya ikut mencegah jangan sampai warga Bukit Duri digusur secara sempurna melanggar hukum. Namun kemudian saya harus menghadapi kenyataan bahwa diri saya cuma seorang insan manusia yang tidak berdaya apa pun. Terbukti pada tanggal 28 September 2016, saya tak berdaya mencegah warga Bukit Duri digusur secara sempurna melanggar hukum akibat de facto mau pun de jure tanah dan bangunan yang digusur masih dalam proses hukum di Pengadilan Negeri mau pun PTUN. Tidak kurang dari Prof Mahfud MD dan DR. Yasonna Laoly menegaskan bahwa tanah dan bangunan yang masih dalam proses hukum dilindungi undang-undang agar jangan disentuh apalagi digusur dengan alasan apa pun juga. Jika nekad digusur berarti penggusur melakukan pelanggaran hukum secara sempurna.

*PN & PTUN*
Namun rasa sedih yang menyelinap ke lubuk sanubari saya agak terhibur setelah kemudian PN mau pun PTUN resmi memenangkan gugatan warga Bukit Duri. Saya berbesar hati bahwa keadilan telah dipersembahkan kepada warga Bukit Duri yang telah terlanjur jatuh menjadi korban penggusuran secara sempurna melanggar hukum atas nama pembangunan. Meski kemudian para pendukung kebijakan penggusuran rakyat gigih melancarkan serangan jurus public relations demi pembunuhan karakter warga Bukit Duri rame-rame dihujat sebagai para pemberontak yang subversif melakukan perlawanan terhadap kebijakan pemerintah. Malah saya sebagai pihak yang berpihak kepada rakyat tergusur juga tak ketinggalan ikut habis-habisan dihujat sebagai tua bangka botak buncit bau tanah ingin melestarikan kemiskinan. Bahkan kemudian pihak tergugat melakukan naik banding ke Pengadilan Tinggi.

*PENGADILAN TINGGI*
Ternyata Pengadilan Tinggi juga sepaham dengan Pengadilan Negeri dan PTUN untuk memenangkan gugatan rakyat kecil. Maka rasa bersyukur saya bertambah dengan rasa bangga bahwa negara saya ternyata merupakan negara hukum yang menjunjung tinggi keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga hukum idak tajam ke bawah sambil tumpul ke atas. Saya bangga bahwa bangsa Indonesia telah mempersembahkan keadilan secara adil sesuai sosok patung Dewi Keadilan memegang neraca keadilan dengan mata tertutup sehingga tidak pandang bulu terhadap siapa pun juga yang dianggap melanggar hukum apalagi secara sempurna. Namun pihak tergugat tetap gigih tidak mau menyerah kalah maka kembali naik banding kali ini ke Mahkamah Agung.

*MAHKAMAH AGUNG*
Kali ini, saya benar-benar kena batunya! Ternyata Mahkamah Agung sama sekali tidak sepaham dengan Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi mau pun Pengadilan Tata Usaha Negara. Secara sempurna bertolak belakang dengan vonis PN, PT dan PTUN, ternyata MA memenangkan pihak tergugat yang sudah divonis bersalah oleh majelis hakim PN, PTUN dan PT. Vonis MA disambut dengan sorak-sorai gegap-gempita oleh para pendukung kebijakan menggusur rakyat namun di sisi lain disambut deraian air mata para warga miskin yang telah kehilangan tempat bermukim akibat digusur secara sempurna melanggar hukum atas nama pembangunan.

*BANJIR*
Pada musim musibah banjir, juga tampak jurang kesenjangan sosial. Ada warga yang beruntung karena kebetulan bermukim di kawasan yang bebas banjir namun ada pula yang kurang beruntung akibat kebetulan bermukim di kawasan berlangganan banjir. Yang kurang beruntung masih terbagi menjadi dua nasib. Yang bernasib kurang beruntung kebanjiran namun kebetulan bernasib cukup berada bisa langsung mengungsi ke hotel. Yang bernasib kurang beruntung kebanjiran sambil juga kebetulan bernasib miskin terpaksa harus pasrah tidak bisa mengungsi ke hotel. Segenap fakta itu makin meyakinkan saya bahwa Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia sebagai sila Pancasila memang belum terwujud. Saya bersyukur sebagai warga negara Indonesia beruntung dapat ikut menikmati nikmatnya kemerdekaan bangsa, negara dan rakyat Indonesia. Namun saya merasa prihatin bahwa belum semua warga Indonesia seberuntung saya. Masih banyak sesama rakyat Indonesia belum dapat ikut menikmati nikmatnya kemerdekaan bangsa, negara dan rakyat Indonesia. Sila ke lima Pancasila untuk sementara ini masih berbunyi Keadilan Sosial Untuk Sebagian Kecil Rakyat Indonesia saja. Insha Allah, kita semua sebagai warga bangsa Indonesia segera menghentikan perilaku saling membenci, saling melecehkan, saling menghujat, saling memfitnah demi bersatupadu dalam gigih berjuang mengejawantahkan sila ke lima Pancasila menjadi kenyataan di persada Nusantara nan gemah ripah loh jinawi, tata tenteram kerta raharja. MERDEKA !

(Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan)

Sah, Kepengurusan SMSI Batanghari Resmi Dibentuk

MUARABULIAN – Ditengah – tengah zaman moderenisasi dan arus teknologi yang serba canggih, masyakarat dituntut untuk lebih memahami dan pentingnya mengelola tekhnologi.

Berangkat dari hal tersebut Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) sebagai wadah insan pers yang berkarya dalam kegiatan jurnalistik melalui teknologi (Internet) menjaga dan melindungi kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers.

Ketua SMSI Kabupaten Batanghari Raden Jufri mengatakan dibentuknya kepengurusan ini agar SMSI nantinya bisa menjadi wadah insan pers yang lebih baik dan profesional.

“Alhamdulillah hari ini kepengurusan SMSI Kabupaten Batanghari sudah dibentuk, dan kita harapkan kedepannya bisa menjadi organisasi yang berwibawa dan profesional,”ujar Raden Jufri. Rabu (20/02).

Sementara itu Dewan Penasehat SMSI Kabupaten Batanghari M.Aris,SH mengatakan dirinya berharap kedepannya insan pers dapat lebih profesional, dan dapat menjadi penyeimbang.

“Saya berharap kawan – kawan media lebih profesional, dan dapat menjadi penyeimbang, mulai dari masyarakat paling bawah sampai kepada pemerintah paling tinggi, karena kita juga sebagai penyambung lidah aspirasi masyarakat dan memberikan informasi kepada masyarakat,”harap Aris yang juga merupakan wartawan senior di Kabupaten Batanghari.(rza)

Pengurus SMSI Muaro Jambi Resmi Terbentuk

SENGETI- Sebagai salah satu pilar Pembangunan Bangsa, Jurnalis memiliki peran besar untuk mewujudkan Bangsa yang berdaulat dan berkeadilan, maka peran strategis ini diharapkan dapat diwujudkan diberbagai Daerah di Indonesia.

Berangkat dari harapan tersebut, maka Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi resmi dibentuk sebagai wadah Ide dan Gagasan para Jurnalis Siber (Online) yang ada di Kabupaten Muaro Jambi.

Dalam pembentukan pengurus ini di amanah sebagai ketua Dewan Pelaksanaan SMSI Kabupaten Muaro Jambi adalah Elan Reinwardt yang merupakan wartawan Jambiekspres.co.id, dan didapuk sebagai sekretaris adalah Sudir Putra jurnalis dari Metrojambi.com.

Dalam rapat pembentukan yang dilaksanakan di salah satu hotel berbintang di Kota Jambi, para pengurus sepakat untuk ikut berperan dalam pembangunan Muaro Jambi tuntas, tentu dengan peran sebagai penyambung Informasi kepada masyarakat dan kontrol dalam pelaksanaan Pembangunan di Muaro Jambi.

“Kami berharap dengan keberadaan SMSI Muaro Jambi ini dapat memberikan peran serta dalam Pembangunan di Bumi Sailun Salimbai, dimana Kritik yang konstruktif harus terus dikedepankan untuk membangun SDM dan SDA yang ada di Muaro Jambi ini,”ujar Elan Reinwardt.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pengurus, Sudir juga mengatakan bahwa SMSI Muaro Jambi akan mencoba terus hadir di tengah kehidupan masyarakat Muarojambi, dan juga dapat menjadi wadah munculnya Ide dan Gagasan yang positif untuk pembangunan SDM Jurnalis. “Insya Allah peningkatan Kualitas SDM Jurnalis menjadi fokus kami dan juga menjadi payung bagi para Jurnalis Siber yang ada di Muaro Jambi dalan beraktivitas di dunia Jurnalistik,”tukas Sudir.(***)

Musuh Wartawan

Oleh Mohd Haramen

SAYA selama tiga belas tahun pernah berkecimpung di dalam dunia wartawan. Terakhir saya menjadi pemimpin redaksi di Harian Pagi Jambi Ekspres. Dan setelah itu juga sempat beberapa bulan menjadi General Manager Harian Metrojambi.  Profesi ini semua saya lepas sejak aktif di Pendamping Desa  mulai September 2016. Menjalani profesi tersebut saya sangat enjoy sekali. Selain berkenalan dengan banyak pejabat, juga dari sisi pendapatan lumayan besar. Selain gaji tetap yang diterima setiap bulan, juga ada tunjangan penulisan. Tak hanya itu, setiap dapat iklan, juga diberi komisi 20 persen dari omzet iklan. Omzet pencairan iklan tertinggi yang pernah saya peroleh selama jadi wartawan yakni saat pencairan iklan Pemprov Jambi era Idham Kholid menjadi Karo Humas dan Protokoler. Komisi saya waktu itu hampir Rp. 40 juta. Karena omzet iklan yang saya cairkan sebanyak Rp. 200 juta. Bukan main penghasilan segini diperoleh zaman itu.

Ya itulah sekelumit kisah indah yang saya alami saat menjadi wartawan dulu. Hari ini bertepatan dengan Hari Pers Nasional (HPN) saya ingin menulis sedikit tentang tantangan wartawan kedepan. Menurut saya, kedepan profesi wartawan ini menghadapi tantangan yang cukup besar. Di era digitalisasi seperti sekarang, arus informasi demikian berkembangan dengan cepat tanpa dibatasi ruang dan waktu. Peristiwa di antartika bisa dengan seketika diperoleh tanpa didapat dari sebuah berita yang disajikan media jurnalistik. Tapi, cukup dengan melihat status seseorang baik itu di whatshapp maupun media sosial lainnya. Dalam kondisi ini, wartawan tentu sangat sulit menyajikan berita yang update. Karena sudah tersaji di media sosial lebih cepat.  Dan tentunya yang menyampaikan berita lewat medsos tersebut tidak harus wartawan.

Selain itu, di era digital hari ini, terkadang pembaca tidak bisa membedakan berita di media jurnalistik dan medsos. Bagi sebagian pembaca, berita di medsos dianggap lebih benar dari media jurnalistik. Dan media jurnalistik dikesampingkan sebagai sumber informasi yang valid.  Belum lagi dari sisi kebijakan pemerintah terhadap dunia tulis menulis juga tidak memihak kepada media jurnalistik. Seorang dosen mendapat poin yang lebih besar ketika menulis di jurnal yang dikelola dosen,  ketimbang menulis di media jurnalistik yang dikelola wartawan. Sehingga dosen berlomba-lomba menerbitkan tulisannya di jurnal-jurnal. Ini membuat daya tarik membaca berita di media jurnalistik makin berkurang.

Dulu sempat saya berpikir, media ini akan bermetamorposis mengikuti perkembangan zaman. Tapi ternyata, perubahan zaman diikuti dengan perubahan prilaku dan selera masyarakat yang demikian cepat. Saat ini masyarakat lebih senang membaca status orang dibandingkan membaca berita.  Dalam hasil riset yang berjudul  “Essential Insights Into Internet, Social Media, Mobile, and E-Commerce Use Around The World”  disebutkan rata-rata orang Indonesia menghabiskan tiga jam 23 menit sehari untuk mengakses media sosial. Dan sakitnya lagi, menurut survei UC Browser, dalam sehari, pengguna internet tersebut maksimal hanya membaca 4 berita.

Dengan berbagai kondisi itu semua, kita berharap kedepan pemerintah bisa mendorong gerakan literasi membaca.  Terutama membaca media jurnalistik. Karena kebiasaan membaca berita ini hampir punah ditelan waktu. Semoga dihari HPN ini, para pewarta lebih semangat lagi mewartakan berita. Sajian berita berkualitaslah yang mencerdaskan kehidupan berbangsa.  (Penulis adalah warga masyarakat biasa)

Perhatikan Millenial, Sofyan Ali Ajak Dukung Hari Putra di LIDA Indosiar

 JAMBI  –  Anggota DPR RI/MPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sofyan Ali, SH benar-benar memperhatikan kaum millenial. Buktinya, kemarin bersama dengan para mahasiswa dan kaum ibu, Sofyan menyerukan  ke warga Jambi agar mendukung peserta Liga Dangdut (LIDA) Indosiar, Hari Putra.  Hari ini merupakan salah satu peserta yang berasal dari Jambi.

“Sebagai Putra Jambi saya mengajak seluruh lapisan masyarakat Jambi untuk mendukung adik kita yang sedang berjuang diajang Dangdut LIDA Indosiar. Mari kita dukung generasi muda Jambi yang sedang berjuang di pentas nasional,’’ ungkap Ketua DPW PKB Provinsi Jambi ini Sofyan.

Selain itu, dirinya juga mengajak warga untuk mendo’akan agar Hari bisa tampil menjadi yang terbaik dan menjadi pemenang nantinya. Dikatakannya, perjuangan Hari ini bisa mengharumkan nama Jambi di pentas nasional. Terlebih Hari merupakan anak muda generasi millenial.

“Insya Allah nama Jambi akan lebih dikenal lagi di ajang nasional, maka dari itu, ayo Vote melalui sms LIDA spasi HARI dan kirim ke 97288, ” pungkasnya. (arm)

Poltrust Indonesia Hadir di Jambi

0

JAMBI – Satu lagi lembaga survei dan konsultan politik hadir di Provinsi Jambi. Lembaga ini dinamakan Poltrust Indonesia.  Lembaga survei dan konsultan tersebut dipimpin oleh mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sarolangun Asriadi. Kehadiran lembaga ini kemarin diisi dengan dialog publik yang digelar di Rumah Aspirasi Sofyan Ali (SA). Hadir pada kesempatan tersebut, DrJafar Ahmad, Akademisi dari UIN STS Jambi Pahmi SY, Faryadi Mkom, Praktisi IT dan Sodik, Fotografer Senior.

Asriadi selaku direktur lembaga ini mengatakan, kehadiran lembaga ini diharapkan bisa membantu kepada para calon untuk menentukan kebijakan dalam kontestasi politik.

PERUBAHAN : Anggota DPR RI/MPR RI Sofyan Ali SH yang memberikan paparan terkait dengan perubahan paradigma politik hari ini saat Lauching Lembaga Survei dan Konsultan Politik Poltrust Indonesia kemarin

‘’Selain survei, kita juga nanti memberikan konsultasi politik, juga kedepan akan ada berbagai kegiatan pelatihan serta advokasi,’’ ucap Asriadi pada kesempatan perkenalan lembaganya siang kemarin.

Mantan pemimpin redaksi Jambi Ekspres Televisi ini mengatakan, bahwa untuk menentukan arah dukungan politik kedepan sangat dibutuhkan data. Data ini hanya bisa disajikan dengan melakukan survei.

‘’Dalam posisi ini, kita nantinya akan membantu para calon tersebut,’’ katanya.

Sementara anggota DPR RI Sofyan Ali SH menegaskan suasana perpolitikan hari ini harus berbasis data. Karena untuk mengukur tingkat popularitas calon, tidak bisa tanpa data. ‘’Hari ini media bersosialisasi itu cukup banyak. Salah satunya medsos, lewat medsos seseorang bisa diorbitkan ke permukaan, tapi juga bisa dijatuhkan. Bayangkan twitter dengan hastag tertentu bisa membuat populeritas seseorang jatuh,’’ tukasnya.

Sementara itu,  Ja’far Ahmad pada diskusi publik yang menampilkan tema “Memahami Pergerakan Data Untuk Percepatan Adaptasi di Era Industri 4.0 itu mengatakan, pentingnya penggunaan data dalam setiap misi apalagi di Pilkada. Tujuannya untuk melakukan pemetaan.

Nah tentu dalam pelaksanaan survei ada metodologi. Ini yang penting dalam sebuah riset. Sehingga tidak menghasilkan data yang salah. ‘’Bagi saya seorang peneliti, tidak penting hasil penelitiannya. Yang saya lihat adalah metodologi penelitiannya seperti apa,’’ terangnya.

Dirinya mencontohkan ada sebuah penelitian, dimana tingkat elektabilitas seseorang lebih tinggi dari tingkat populeritasnya. ‘’Kalau menurut ilmu pengetahuan, itu tidak akan mungkin terjadi. Masak iya orang yang mengenal kita lebih sedikit dari yang memilih kita,’’ sebutnya.

Sementara, pakar IT,  Faryadi mengatakan era baru industrialisasi digital memberikan ancaman dan juga peluang. Dimana ancaman yang bakal dihadapi yakni menghilangkan 1-1,5 miliar pekerjaan sepanjang 2015 sampai 2025 dimana manusia digantikan mesin otomatis.  Dan kedepan,  diestimasikan,  65 persen murid SD dunia akan bekerja pada pekerjaan belum pernah ada hari ini.

‘’Ada empat pilar utama membuat Indonesia mengalami lompatan jauh yakni Tehnologi, Industri, Inovasi dan sumber daya manusia (bonus demografi),’’ tutur dosen STIMIK NH ini.(arm)

Sofyan Ali : Empat Pilar Kokohkan Persatuan

0

JAMBI – Empat pilar kebangsaan sangat penting untuk selalu dilestarikan sebagai pondasi dalam pembangunan bangsa ini. Empat pilar tersebut terdiri dari, Pancasila, UUD 1945, NKRI serta Bhinneka Tunggal Ika. Hal ini disampaikan anggota DPR RI/MPR RI Sofyan Ali SH saat acara sosialisasi 4 pilar kebangsaan di kawasan Telanaipura, Kota Jambi tadi pagi (8/2/2020).

Lebih lanjut dikatakannya, empat pilar kebangsaan itu saat menghadapi tantangan yang demikian berat. Mengingat, ditengah era digitalisasi saat ini, informasi demikian mudah menyebar. ‘’Bahkan penggunaan medsos hari ini seperti pisau bermata dua. Disisi lain memiliki dampak positif, tapi dilain pihak juga berdampak negatif,’’ tukas Ketua DPW PKB Provinsi Jambi tersebut.

Untuk itu lanjutnya, yang jadi pegangan

SERIUS : Para peserta sosialisasi empat pilar kebangsaan yang tadi siang sangat serius mendengarkan paparan dari Anggota DPR RI/MPR RI, Sofyan Ali SH

masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah empat pilar tersebut.  Berkat adanya empat pilar itu katanya, bangsa ini tidak terpecah belah. Banyak bangsa-bangsa lain sebutnya, terpecah.  Oleh karena itu, empat pilar ini harus dijaga di hati sanubari masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Jambi ini.

”Untuk menjamin kemajemukan dan keragaman berbagai suku bangsa, kita sudah dibekali dengan slogan Bhinneka Tunggal Ika. Dimana kita memang berbeda-beda, dan perbedaan ini janganlah kita jadikan bekal untuk bermusuhan. Tapi, perbedaan inilah justru harus mempersatukan kita, dengan cara saling toleransi dan menutupi kekurangan kita,” terang pria yang juga anggota Komisi V DPR RI yang bermitra dengan Kementerian PU, Kemendes PDT RI, Kementerian Perhubungan dan lain-lain ini.

Kedepan lanjutnya, keragaman yang ada diantara masyarakat ini harus jadi modal dalam pembangunan bangsa ini. Karena bangsa ini adalah bangsa yang besar, terdiri dari berbagai suku, bahasa, warna kulit dan tentunya juga berbagai agama. Semangat kebersamaan sebagai warga negara harus terus dipupuk dan dilestarikan untuk pembangunan Indonesia kedepan yang lebih maju.

”Makanya di dalam agama ada hadist yang berbunyi, mencintai negara adalah sebagian dari Iman. Cintailah negara ini, dan bumi pertiwi ini, dan disinilah tempat kita bernaung, merangkak dari kecil hingga dewasa, dari dewasa hingga hari tua nanti,” ujar salah satu tokoh muda Nahdatul Ulama (NU) ini. (arm)

Kebaikan Pendamping Desa

Oleh Mohd Haramen

SUATU ketika bertemu para pendamping desa, banyak curhat yang saya terima. Mulai dari kesulitan medan area pendampingan, hingga aparatur desa yang kurang respons dengan arahan pendamping. Itu memang lika liku kerja pendampingan yang sering dialami para pemberdaya. Bertemu dengan banyak orang memang banyak sekali tantangan yang dihadapi. Karena lain orang, lain pula pemikirannya. Apalagi kita hidup pada lingkungan yang berbeda.

Sebagai pendamping desa, kita perlu memiliki trik tertentu dalam berkomunikasi tersebut. Dalam ilmu komunikasi, paling tidak ada beberapa trik untuk menyamakan persepsi dalam berkomunikasi.  Pertama, bahasa yang digunakan mudah dipahami. Artinya, pendamping dalam berkomunikasi dengan aparatur desa tidak perlu menggunakan bahasa yang sulit dicerna. Kedua, pahami kepribadian lawan berbicara. Kalau lawan bicara tidak bisa berbahasa yang keras, maka gunakan kelembutan. Sebaliknya jika lawan bicara tidak bisa dengan bahasa yang lembut, gunakan dengan bahasa yang sedikit keras. Dan tidak boleh emosi.

Ketiga, melakukan simpati dengan empati. Dalam berkomunikasi basa-basi sebagai bahasa pembuka sangat penting.  Dari situ bisa diketahui suasana hati lawan bicara, apakah sedang sedih, gembira atau mengalami masalah. Dengan demikian, kita bisa memberikan perhatian.  Keempat, memperbanyak waktu bersama. Artinya dalam berkomunikasi, pendamping tidak cukup hanya sekali saja, tapi memang perlu berkali-kali untuk berbicara. Terkadang sekali pembicaraan, seseorang belum mengerti maksud dan tujuan kita. Tetapi pada tahapan berikutnya barulah ia mengerti.  Kelima, melepaskan sudut pandang personal. Kita jangan sekali-kali memaksakan sudut pandang kita kepada orang lain. Karena, tujuan berkomunikasi bukan memaksakan kehendak, tetapi menyatukan pandangan yang berbeda. Dalam sebuah jalinan komunikasi, persoalan kecil jangan dibesar-besarkan. Sebaliknya persoalan besar harus dikecilkan. Sehingga terjalinlah titik temu. Dan disitulah muncul kesepakatan.

Terlepas dari itu semua, kerja pendampingan harus dipahami adalah pekerjaan kebaikan. Setiap kebaikan yang kita lakukan jangan semata-mata mengharapkan imbalan. Karena hasil maksimal tidak akan pernah diperoleh, ketika sebuah pekerjaan dijalani tidak ikhlas. Percayalah, dalam Alqur’an Surat Al Isra’ ayat 7, Allah berfirman, Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri. Artinya, tidak ada kebaikan yang sia-sia saja kita lakukan. Berusahalah, berdo’alah dan teruslah berkarya demi terciptanya desa Surga.

(Penulis adalah Tenaga Ahli Madya Pengelolaan Keuangan Desa dan  Pengembangan Ekonomi Lokal untuk Wilayah Provinsi Jambi)