Beranda blog Halaman 2

Bupati Anwar Sadat Tinjau Penataan TPA Lubuk Terentang, Dorong Pengelolaan Sampah Modern Bernilai Ekonomi

Bupati tanjung–jabung-barat-raih-opini-wtp-kedelapan-kalinya-bukti-konsistensi-pengelolaan-keuangan/” title=”Delapan Kali Berturut-turut, Pemkab Tanjab Barat Raih Opini WTP dari BPK”>tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meninjau langsung proses penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Desa Lubuk Terentang, Kecamatan Betara, Rabu (15/7).

Peninjauan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih baik dan ramah lingkungan. Pemkab Tanjab Barat terus berupaya melakukan penataan TPA secara maksimal, dengan pengelolaan yang masih berada dalam pengawasan Kementerian Lingkungan Hidup.

“Alhamdulillah, hari ini kita telah berupaya semaksimal mungkin menata pengelolaan sampah di TPA Lubuk Terentang. Mudah-mudahan langkah yang kita lakukan mendapat tindak lanjut dan dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup sehingga pengelolaan TPA ke depan semakin baik,” ujar Bupati.

Baca Juga: Respons Arahan Presiden, Bupati Tanjab Barat Tinjau Langsung TPA Lubuk Terentang

Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah pengadaan mesin pemilah sampah yang mulai diuji coba. Alat tersebut mampu memilah sampah berdasarkan jenisnya, sehingga proses pengolahan menjadi lebih efektif.

“Sampah yang masuk akan dipilah antara sampah plastik dan nonplastik. Sampah organik nantinya dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah plastik akan diproses menjadi berbagai produk, seperti biji plastik yang memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.

Bupati optimistis, pengembangan sistem pengelolaan sampah modern tidak hanya memberikan dampak positif bagi kebersihan lingkungan. Ia meyakini hal itu juga mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Menurutnya, potensi pengolahan sampah masih sangat besar untuk dikembangkan. Selain menghasilkan kompos dan bahan baku daur ulang, limbah hasil pengolahan juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Insya Allah, ke depan pengolahan sampah ini akan semakin berkembang. Selain menjaga lingkungan tetap sehat, pengelolaan sampah yang baik juga dapat membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga: Bupati Tanjab Barat Mendukung Investasi Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit Di Desa Lubuk Terentang

Bupati Anwar Sadat berharap Dinas Lingkungan Hidup terus mengembangkan inovasi dalam pengelolaan sampah agar Kabupaten Tanjung Jabung Barat mampu menjadi daerah yang mandiri dalam mengolah sampah. Dengan demikian, persoalan sampah tidak lagi menjadi ancaman bagi kesehatan lingkungan, melainkan menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi masyarakat.

Turut mendampingi Bupati dalam peninjauan tersebut Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perakim, Kepala BKAD, Dinas Lingkungan Hidup, Camat Betara, Kades Lubuk Terentang, serta petugas TPA Sampah.

Bupati Anwar Sadat Pimpin Komitmen Bersama Tolak Segala Aktivitas Geng Motor di Tanjab Barat

Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat pimpin rakor dan penandatanganan komitmen bersama tolak geng motor. Ajak seluruh elemen bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban daerah.

ARTIKEL

Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Penanggulangan Aksi Geng Motor yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Komitmen Bersama “Menolak Segala Aktivitas Geng Motor di Kabupaten Tanjung Jabung Barat”. Kegiatan berlangsung di Ruang Rekonfu Mapolres Tanjung Jabung Barat, Rabu (15/7).

Rapat koordinasi tersebut diinisiasi Polres Tanjung Jabung Barat sebagai wujud sinergi antara Pemerintah Daerah, TNI-Polri, Forkopimda, tokoh agama, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, serta berbagai elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat mengapresiasi langkah cepat Polres Tanjung Jabung Barat yang menggelar rapat koordinasi sebagai tindak lanjut arahan Kapolda Jambi untuk menolak dan membubarkan segala bentuk aktivitas geng motor yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Fenomena geng motor bukan lagi sekadar pelanggaran lalu lintas, tetapi telah mengarah pada tindakan kriminal yang mengancam keselamatan jiwa, merusak fasilitas umum, serta mengganggu aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah. Yang lebih memprihatinkan, sebagian besar pelaku maupun korbannya merupakan generasi muda yang harus kita lindungi bersama,” tegas Bupati.

Baca Juga: Sinergi Pemkab Tanjab Barat dan BIN RI: Penandatanganan Hibah Barang Milik Daerah Demi Keamanan dan Kemajuan

Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi aktivitas geng motor maupun berbagai bentuk premanisme jalanan yang meresahkan masyarakat.

Menurutnya, penanganan persoalan tersebut tidak dapat dibebankan semata kepada aparat penegak hukum. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat melalui kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan.

Untuk itu, Bupati meminta Dinas Pendidikan bersama kepala sekolah dan pengelola pondok pesantren meningkatkan pengawasan, edukasi, serta pembinaan karakter peserta didik. Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga, Badan Kesbangpol, serta organisasi kepemudaan juga didorong untuk menghadirkan lebih banyak ruang kegiatan yang positif, kreatif, dan produktif bagi generasi muda.

Satuan Polisi Pamong Praja diminta memperkuat koordinasi dengan TNI-Polri dalam melaksanakan patroli di titik-titik yang dinilai rawan. Di sisi lain, Bupati mengimbau para orang tua agar lebih aktif mengawasi aktivitas dan pergaulan anak-anak di luar rumah sebagai langkah pencegahan sejak dini.

Bupati menekankan bahwa penandatanganan komitmen bersama tersebut bukan sekadar seremonial. Komitmen itu menjadi wujud kesungguhan seluruh pihak untuk mengambil langkah nyata dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menegaskan sikap Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terhadap berbagai perilaku yang dinilai bertentangan dengan norma agama, sosial, dan budaya. Pemerintah daerah akan terus mengedepankan upaya pencegahan melalui pendekatan edukatif, pembinaan, serta koordinasi dengan tenaga kesehatan, psikolog, tokoh agama, dan pihak terkait lainnya.

Sebagai bentuk komitmen bersama, dilakukan penandatanganan deklarasi penolakan terhadap segala bentuk aktivitas geng motor oleh Bupati Tanjung Jabung Barat bersama Kapolres Tanjung Jabung Barat, Dandim 0419/Tanjab, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga, Ketua MUI Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kepala Dinas Pendidikan, Kasat Pol PP, Kepala UPT PPA, perwakilan Bapas Kelas II, perwakilan pondok pesantren, serta unsur organisasi kepemudaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Kesbangpol, para kepala SMA, tokoh agama, organisasi kepemudaan, insan pers, serta tamu undangan lainnya.

Bupati Anwar Sadat Serahkan Bantuan Bedah Rumah dan Hadiri Panen Raya di Bram Itam

Tanjung Jabung Barat – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menyerahkan secara simbolis kunci rumah hasil Program Bedah Rumah sekaligus menghadiri kegiatan Panen Raya di RT 08, Desa Bram Itam Raya, Kecamatan Bram Itam, Selasa (14/7).

Program tersebut merupakan wujud kolaborasi nyata antara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kuala Tungkal bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Baca Juga: Rayakan Panen Perdana Padi: Bupati Tanjung Jabung Barat Ajak Sukseskan Ketahanan Pangan

Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat mengapresiasi sinergi yang dibangun Lapas dan Baznas dalam program ini. Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga seperti itu menjadi contoh konkret semangat gotong royong yang dibutuhkan dalam membangun daerah.

“Program ini tidak sekadar memberikan hunian yang layak bagi warga prasejahtera, tetapi juga memperkuat ikatan kebersamaan antara pemerintah, lembaga vertikal, dan seluruh elemen masyarakat. Pemkab Tanjab Barat akan terus berkomitmen penuh dan bekerja keras melakukan percepatan pengentasan kemiskinan, salah satunya melalui perbaikan kualitas hunian,” tegas Bupati.

Baca Juga: Ketua DPRD Provinsi Jambi Bersama Komisi V DPR RI Panen Pisang Canvendish di Kabupaten Batanghari

Usai prosesi penyerahan kunci rumah, Bupati Anwar Sadat bersama rombongan langsung meninjau dan menyaksikan pelaksanaan panen raya komoditas perkebunan dan peternakan. Kegiatan produktif ini dikelola secara kolaboratif oleh masyarakat setempat bersama para warga binaan Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal.

Bupati berharap keberhasilan panen raya ini dapat menjadi stimulan dan motivasi bagi warga binaan untuk terus mengasah keterampilan serta meningkatkan produktivitas di sektor pertanian dan peternakan. Dengan demikian, program ini tidak hanya menyokong ketahanan pangan daerah, tetapi juga menjadi bekal kemandirian ekonomi bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.

Turut hadir mendampingi Bupati dalam acara tersebut unsur Forkopimda, jajaran Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal, pimpinan Baznas Tanjab Barat, Asisten Administrasi Umum, Kepala Dinas Perakim, Kepala Dinas Sosial, Kepala BKAD, Camat Bram Itam, serta Kepala Desa Bram Itam Raya dan Kepala Desa Bram Itam Kanan.

Bupati Anwar Sadat Luncurkan Posyandu 6 SPM Percontohan di Betara, Perkuat Pelayanan Dasar Terpadu

Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., bersama Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hj. Fadhilah Sadat, S.H., meresmikan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) percontohan di Desa Pematang Lumut, Kecamatan Betara, Senin (06/07).

Posyandu Cempaka II ditetapkan sebagai percontohan setelah melalui berbagai persiapan dan kolaborasi lintas sektor. Kegiatan peluncuran dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Betara, para kepala Organisasi Perangkat Daerah pengampu enam bidang SPM, Camat Betara beserta jajaran, Kepala Puskesmas dan tenaga kesehatan, serta para kader Posyandu.

Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga Posyandu Cempaka II dapat menjadi percontohan di Kecamatan Betara.

Ia menegaskan, Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan dasar yang paling dekat dengan masyarakat. Kesehatan menjadi kebutuhan paling mendasar yang menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas hidup. Tanpa kondisi kesehatan yang baik, masyarakat akan sulit memperoleh pendidikan optimal maupun meningkatkan taraf perekonomian.

“Kesehatan merupakan kebutuhan paling mendasar. Tidak ada artinya memiliki banyak harta apabila kondisi kesehatan tidak terjaga. Oleh karena itu, keberadaan Posyandu menjadi sangat penting dalam memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat,” ujar Bupati.

Baca Juga: Hj. Fadhilah Sadat Dilantik sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Tanjab Barat Masa Bhakti 2025-2030

Bupati menjelaskan, transformasi Posyandu saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak. Posyandu telah berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mengintegrasikan enam bidang Standar Pelayanan Minimal, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta bidang sosial.

Melalui Posyandu 6 SPM, masyarakat tidak hanya memperoleh pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, bayi, balita, remaja, dan lanjut usia. Mereka juga mendapatkan edukasi, pendampingan, serta berbagai pelayanan dasar lainnya secara terpadu.

Bupati mengajak seluruh OPD pengampu enam bidang SPM untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung penyelenggaraan Posyandu 6 SPM. Ia juga mendorong para kader Posyandu agar terus berinovasi, termasuk memanfaatkan lahan pekarangan melalui penanaman sayuran dan budidaya ikan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hj. Fadhilah Sadat, S.H., menyampaikan bahwa transformasi Posyandu merupakan implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu. Regulasi tersebut mengamanatkan Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa penyelenggara enam bidang Standar Pelayanan Minimal.

Menurutnya, transformasi tersebut menjadi langkah nyata pemerintah dalam menghadirkan pelayanan dasar yang semakin lengkap, terpadu, mudah dijangkau, dan berkualitas bagi masyarakat. Ia mengajak seluruh Tim Pembina Posyandu, kader, serta OPD pengampu untuk terus meningkatkan kapasitas, memperkuat sinergi lintas sektor, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Keberhasilan Posyandu 6 SPM, lanjutnya, hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh pihak sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Dalam laporannya, Hj. Fadhilah Sadat mengungkapkan bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Barat saat ini memiliki 276 Posyandu, dengan 233 di antaranya telah bertransformasi menjadi Posyandu 6 SPM. Hingga kini baru dua Posyandu yang diresmikan sebagai percontohan, yakni di Kecamatan Bram Itam dan Kecamatan Betara.

Ia berharap Posyandu Cempaka II dapat menjadi model bagi Posyandu lainnya, baik dari aspek pelayanan, administrasi, inovasi, maupun partisipasi masyarakat.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan naskah komitmen bersama dalam mendukung implementasi Posyandu 6 SPM oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan Betara. Komitmen tersebut disaksikan langsung oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Setelah itu, Bupati bersama Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten meninjau seluruh stan pelayanan Posyandu 6 SPM untuk melihat secara langsung pelaksanaan layanan pada masing-masing bidang.

Pada kesempatan tersebut, secara simbolis diserahkan bantuan kepada balita stunting dan underweight, ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK), serta lanjut usia. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan dasar yang semakin terpadu dan berkelanjutan.

Bupati Anwar Sadat Tinjau Dermaga Apung Ambruk di Tanjung Senjulang, Perbaikan Segera Dilakukan

Tanjung Jabung Barat – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meninjau langsung kondisi dermaga apung yang ambruk di Desa Tanjung Senjulang, Kecamatan Bram Itam, pada Senin (06/07).

Peninjauan itu dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menerima laporan dari masyarakat mengenai rusaknya infrastruktur yang menjadi akses transportasi air di kawasan tersebut.

Dermaga apung yang dibangun pada 2018 itu mengalami pelapukan akibat usia bangunan yang sudah tua dan tingginya intensitas penggunaan oleh warga setempat.

Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, kondisi dermaga terlihat sangat memprihatinkan. Sebagian besar struktur logam mengalami korosi dan keropos di sejumlah titik.

Bahkan saat air pasang, bagian depan dermaga ikut tenggelam sehingga menyulitkan aktivitas masyarakat, khususnya pengguna transportasi air atau pompong, serta berpotensi membahayakan keselamatan.

Baca Juga: Bupati Tanjab Barat Hadiri Halal Bihalal Di Kecamatan Bram Itam

Bupati Anwar Sadat mengungkapkan, secara keseluruhan struktur bangunan halte dermaga masih dalam kondisi layak. Namun perbaikan harus segera dilakukan agar fasilitas tersebut kembali aman digunakan.

“Kami sudah meninjau langsung ke lokasi. Secara struktur halte masih baik, namun kita akan segera melakukan perbaikan. Saat ini kami menunggu kondisi air sedikit surut, sehingga diperkirakan dalam dua hingga tiga hari ke depan pekerjaan sudah bisa dimulai,” ujar Bupati.

Ia menjelaskan, Pemkab Tanjung Jabung Barat akan mengoordinasikan percepatan penanganan bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Proses perbaikan dapat segera dilaksanakan demi mengembalikan kelancaran mobilitas masyarakat.

Baca Juga: Dari Mimbar Jumat ke Pembangunan Nyata: Safari Bupati Anwar Sadat Beri Berkah dan Solusi untuk Warga Bram Itam

Selain itu, Bupati berharap setelah diperbaiki nantinya, pengelolaan dermaga dapat dilakukan secara mandiri oleh pemerintah desa agar pemeliharaan fasilitas dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Harapan kami, halte dermaga ini nantinya dapat dikelola secara mandiri oleh desa. Pembiayaan perawatannya bisa bersumber dari desa maupun dari kontribusi para penambang atau pengguna jasa transportasi, sehingga fasilitas ini tetap terawat dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tambahnya.

Sembari menunggu proses perbaikan dimulai, Bupati mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat melintasi area dermaga demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Turut mendampingi Bupati dalam peninjauan tersebut Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Camat Bram Itam, para Kepala Desa se-Kecamatan Bram Itam, Kepala Desa Tanjung Senjulang beserta perangkat desa, serta tokoh dan masyarakat setempat.

Bupati Anwar Sadat Beri Semangat 48 Pramuka Tanjab Barat di Jambore Daerah Jambi 2026

MUARO JAMBI – Bupati Tanjung Jabung Barat sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Tanjab Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menghadiri langsung Upacara Pembukaan Jambore Daerah Gerakan Pramuka Jambi Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Abdurrahman Sayoeti-Musa, Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, pada Minggu (21/06).

Kehadiran Bupati bertujuan memberikan dukungan moril dan apresiasi langsung kepada kontingen Kwarcab Tanjab Barat yang mengikuti ajang lima tahunan tersebut. Dalam kunjungannya, Bupati didampingi Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Tanjung Jabung Barat yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah, Hermansyah, S.STP., M.H.

Kwarcab Tanjab Barat mengirimkan 48 pramuka penggalang terbaiknya, terdiri atas 24 peserta putra dan 24 peserta putri. Bupati Anwar Sadat mengaku sangat bangga melihat semangat tinggi yang ditunjukkan oleh para pramuka sejak upacara dimulai.

“Alhamdulillah, pada Jambore Daerah tahun ini, Kwarcab Tanjung Jabung Barat dapat mengirimkan utusan penuh yang siap berkompetisi dan berkolaborasi. Tadi kita menyaksikan sendiri bagaimana semangat adik-adik terpancar dari yel-yel hebat yang mereka suarakan di lapangan. Saya berharap momentum ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas jaringan persaudaraan, mengasah keterampilan, serta memperkaya pengalaman kepramukaan mereka,” ujar Bupati.

Baca Juga: Bupati Tanjab Barat Resmi Dilantik sebagai Ketua Kamabicab Gerakan Pramuka Masa Bakti 2024-2029

Bupati juga berpesan agar seluruh peserta menjaga kesehatan jasmani dan rohani selama berada di bumi perkemahan. Dengan demikian, mereka mampu menyerap seluruh materi pendidikan non-formal yang telah dirancang panitia dengan tema “Ceria, Berkarya dan Berkarakter Simpatik”.

Upacara pembukaan dipimpin langsung oleh Gubernur Jambi selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) Kwarda Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., selaku Inspektur Upacara. Acara ini juga dihadiri Sekjen Kwarnas Mayjen TNI (Purn) Bachtiar Utomo, S.I.P., M.A.P., yang bertindak sebagai Ketua Umum Panitia Jambore Nasional 2026.

Dalam amanatnya, Gubernur Al Haris menegaskan pentingnya pendidikan kepramukaan sebagai wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kemandirian bagi generasi muda usia 11-15 tahun. Ia menyebutkan bahwa pramuka dilatih agar siap menghadapi dinamika sosial kemasyarakatan.

“Pendidikan kepramukaan membentuk pribadi yang berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai luhur bangsa. Melalui jambore ini, kita dapat menilai sikap pribadi seorang Pramuka ketika berinteraksi dengan teman sebaya, termasuk etika, perilaku, dan keterampilan yang mereka miliki,” tegas Al Haris.

AL HARIS: PENGHARGAAN INI UNTUK PRAMUKA JAMBI

Menyambut Peringatan HUT Pramuka ke-63, Bupati Tanjab Barat Memimpin Langsung Upacara

Gubernur juga memberikan catatan penting mengenai disiplin kepramukaan yang harus diterapkan sejak dini. Ia mengingatkan agar pelaksanaan upacara resmi berlangsung secara tertib dan khidmat.

Sementara itu, Sekjen Kwarnas Mayjen TNI (Purn) Bachtiar Utomo menyampaikan apresiasi kepada Kwarda Jambi yang telah mengagendakan kegiatan dengan matang. Ia menegaskan komitmen Kwarnas dalam memperkuat peran Pramuka sebagai wadah pembentukan generasi berjiwa Pancasila dan berintegritas tinggi.

Acara akbar ini turut dihadiri oleh jajaran Unsur Forkopimda Provinsi Jambi, Rektor Unja, Rektor UIN STS Jambi, Rektor Universitas Jambi, Rektor Universitas Adiwangsa Jambi, para Kepala OPD Lingkup Provinsi Jambi, serta para Bupati/Wali Kota se-Provinsi Jambi selaku Ka. Mabicab beserta para Ketua Kwarcab dari seluruh daerah di Provinsi Jambi.

Keikutsertaan kontingen Kwarcab Tanjab Barat dalam Jambore Daerah ini menjadi momentum penting bagi para pramuka penggalang untuk mengasah kemampuan, menjalin persaudaraan, serta membawa harum nama daerah di kancah provinsi.

Bupati Anwar Sadat Dorong 25 UMKM Olahan Makanan Tembus Ritel Modern Lewat Kemitraan

TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus mendorong pelaku UMKM agar mampu menembus pasar ritel modern. Bupati Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara resmi membuka Sosialisasi Pengembangan Kemitraan Tahun 2026 di Ruang Dekranasda pada Kamis (18/06).

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) ini diikuti oleh 25 pelaku UMKM olahan makanan. Tujuan utamanya adalah memperkuat kemitraan antara UMKM dan ritel modern guna memperluas akses pasar serta meningkatkan daya saing produk lokal.

Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat menegaskan bahwa UMKM memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Menurutnya, kemitraan dengan ritel modern menjadi langkah strategis agar UMKM dapat naik kelas, memperluas pasar, dan meningkatkan kualitas produk.

“Pemerintah daerah akan terus memberikan pendampingan, mulai dari perizinan, kurasi produk hingga pelatihan manajemen, sehingga UMKM mampu memenuhi standar pasar dan bersaing secara lebih luas,” ujarnya.

Baca Juga: Bupati Anwar Sadat Buka Pelatihan UMKM, Targetkan Produk Lokal Tembus Pasar Nasional

Bupati menambahkan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut program pembinaan UMKM yang bertujuan menghubungkan pelaku usaha dengan perusahaan dan jaringan ritel modern. Langkah ini diharapkan membuka peluang pemasaran serta penyerapan produk lokal secara lebih luas.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Syawaluddin F. Tanjung, S.E., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa produk UMKM lokal memiliki kualitas yang mampu bersaing. Namun, ia menekankan pentingnya dukungan kemasan yang menarik serta kelengkapan legalitas seperti PIRT dan sertifikasi Halal agar produk dapat masuk ke ritel modern.

“Produk UMKM kita sudah berkualitas. Yang perlu ditingkatkan adalah kemasan dan legalitas usaha. Dengan begitu, ritel modern seperti Fresh, S-Mart, Zona Mart, dan Kapten Mart akan lebih mudah menerima produk kita,” jelasnya.

Baca Juga: Kamu Para Pelaku UKM Malas Antre Bayar Pajak, Begini Caranya

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan sejumlah narasumber dari perwakilan ritel modern, termasuk Fresh, S-Mart, Zona Mart, dan Kapten Mart. Mereka memberikan pemahaman kepada para pelaku UMKM mengenai standar produk yang dibutuhkan oleh pasar ritel modern serta pola kemitraan yang dapat dijalin.

Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan BSI dan BRI Cabang Kuala Tungkal. Kehadiran perbankan diharapkan dapat membuka akses pembiayaan formal bagi pelaku UMKM untuk pengembangan usaha yang berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Dinas Koperindag Kabupaten Tanjung Jabung Barat, para pelaku UMKM, serta sejumlah undangan lainnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat berharap terjalin kerja sama yang berkelanjutan antara UMKM dan ritel modern. Dengan kemitraan yang kuat, produk-produk unggulan daerah diharapkan semakin dikenal masyarakat luas, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan pelaku usaha di Tanjung Jabung Barat.

Bupati Anwar Sadat Tinjau Madrasah di Merlung, Serahkan Bantuan Rp15 Juta untuk Perbaikan

MERLUNG – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meninjau langsung kondisi Madrasah Diniyah Syuhada Ul Iman di Desa Adi Purwa, Kecamatan Merlung, pada Jumat (12/06). Kunjungan dilakukan usai rangkaian kegiatan Launching, rapat koordinasi, dan Safari Jumat di wilayah Kecamatan Muara Papalik.

Dalam peninjauannya, Bupati menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi bangunan madrasah yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius. Menurutnya, pendidikan agama memiliki peran yang sama pentingnya dengan pendidikan umum dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda.

“Pendidikan agama merupakan fondasi utama bagi anak-anak kita. Kita tidak ingin generasi yang akan datang jauh dari nilai-nilai agama. Karena itu, pendidikan umum dan pendidikan agama harus sama-sama mendapatkan perhatian,” ujar Bupati.

Baca Juga: Bupati Tanjab Barat Lakukan Safari Ramadhan Di Desa Pinang Gading, Merlung

Bupati menjelaskan bahwa kondisi sekolah dasar dan sekolah menengah di Kabupaten Tanjung Jabung Barat saat ini telah mengalami banyak peningkatan. Namun, masih terdapat sejumlah madrasah yang kondisinya memerlukan perbaikan.

“Kita bersyukur SD dan SMP di Tanjung Jabung Barat saat ini sebagian besar sudah dalam kondisi baik. Tetapi masih ada madrasah yang kondisinya memprihatinkan dan ini menjadi perhatian bersama,” katanya.

Untuk mendukung pembangunan madrasah tersebut, Bupati mengungkapkan bahwa Desa Adi Purwa memiliki peluang besar memperoleh dukungan dari perusahaan-perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah sekitar, termasuk melalui kemitraan dengan PT IIS.

Ia meminta pemerintah desa dan pihak terkait segera menyiapkan proposal guna mempercepat proses pengajuan bantuan. Selain melalui program kemitraan perusahaan, dukungan juga dapat berasal dari pemanfaatan dana skema sertifikasi RSPO yang dapat digunakan untuk pembangunan fasilitas pendidikan dan kebutuhan masyarakat lainnya.

Baca Juga: Bupati Anwar Sadat Hadiri Haul KH. Tauhidullah dan Peringatan Harlah Madrasah Salafiyyah ke-62.

Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam menyukseskan program wajib belajar 13 tahun. Ia meminta pemerintah desa, pihak sekolah, dan masyarakat untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah.

“Kalau ada anak yang putus sekolah, segera didata dan dikembalikan ke bangku pendidikan. Baik di sekolah umum maupun madrasah. Pemerintah akan membantu kebutuhan pendukungnya agar mereka dapat kembali belajar,” tegasnya.

Menurut Bupati, pendidikan merupakan langkah strategis dalam mencegah berbagai persoalan sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba yang saat ini mulai mengkhawatirkan hingga ke wilayah pedesaan.

“Pendidikan agama menjadi salah satu benteng utama untuk melindungi generasi muda dari pengaruh negatif, termasuk bahaya narkoba. Karena itu, keberadaan madrasah harus terus kita dukung dan kembangkan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati menyerahkan tambahan bantuan sebesar Rp15 juta untuk mendukung perbaikan Madrasah Diniyah Syuhada Ul Iman. Bantuan tersebut melengkapi bantuan sebelumnya yang telah disalurkan oleh sejumlah pihak.

Menutup sambutannya, Bupati mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung keberlangsungan pendidikan keagamaan di Desa Adi Purwa. Ia berharap madrasah tersebut dapat terus berkembang dan menjadi lembaga pendidikan yang mampu melahirkan generasi beriman, berakhlak mulia, serta berkontribusi bagi kemajuan daerah.

“Mudah-mudahan Madrasah Diniyah Syuhada Ul Iman terus berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat Adi Purwa di masa yang akan datang,” pungkasnya.

Bupati Anwar Sadat Luncurkan Gerakan Pilah Sampah: “Ini Tanggung Jawab Kita Bersama”

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meluncurkan Inovasi Gerakan Pilah-pilah Sampah di Kecamatan Muara Papalik pada Jumat (12/06). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukanlah tanggung jawab pemerintah daerah atau Dinas Lingkungan Hidup semata, melainkan kewajiban seluruh elemen masyarakat.

Bupati menyampaikan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup mendorong perubahan sistem pengelolaan sampah nasional. Setiap rumah tangga, kantor, dan perusahaan diwajibkan mengelola sampahnya secara mandiri.

“Ke depan, sampah tidak lagi hanya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Perusahaan wajib mengelola sampahnya sendiri, demikian juga rumah tangga dan perkantoran. Sampah adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Dalam acara tersebut, Bupati memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan Kecamatan Muara Papalik bersama SMA Negeri 12 Muara Papalik. Kedua lembaga tersebut berhasil mengolah limbah plastik menjadi paving block. Menurut Bupati, inovasi ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah plastik, tetapi juga berpotensi menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja baru.

“Paving block hasil karya anak-anak kita ini memiliki potensi ekonomi yang besar. Jika produksinya meningkat dan kualitasnya terjaga, tentu bisa dipasarkan ke kantor-kantor pemerintah, desa, maupun perusahaan yang membutuhkan,” katanya.

Ia juga mendorong adanya kajian lebih lanjut terkait jenis plastik yang dapat digunakan untuk menghasilkan paving block berkualitas tinggi. Pemerintah daerah akan melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) serta berkolaborasi dengan lembaga riset dan akademisi untuk melakukan penelitian tersebut.

“Limbah plastik memiliki banyak potensi untuk diolah menjadi produk bernilai tambah, tidak hanya paving block, tetapi juga berbagai produk lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat berencana membangun Pusat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (P3SR) di sejumlah wilayah, termasuk Muara Papalik. Melalui fasilitas tersebut, sampah organik akan diolah menjadi pupuk, sementara sampah plastik dan material lainnya dapat didaur ulang menjadi produk bernilai jual.

Bupati juga menjelaskan bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Barat bersama sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Jambi telah menandatangani kerja sama pengelolaan sampah menjadi energi listrik yang akan dipusatkan di Kota Jambi. Dalam skema itu, daerah berfungsi sebagai depo atau tempat penampungan sementara sebelum sampah diangkut ke fasilitas pengolahan.

“Nantinya sampah yang dikumpulkan akan diolah menjadi energi listrik. Ini menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi,” ujarnya.

Produksi sampah di Kabupaten Tanjung Jabung Barat saat ini mencapai sekitar 100 hingga 200 ton per hari. Bupati mengingatkan bahwa jika tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai persoalan lingkungan, termasuk pencemaran dan potensi bahaya akibat gas metana dari timbunan sampah.

“Kita harus mulai membangun budaya memilah sampah dari rumah. Jika sampah memiliki nilai ekonomi, masyarakat tentu akan lebih peduli dan tidak membuang sampah sembarangan,” jelasnya.

Related: Bupati Tanjab Barat Pimpin Rapat Tindak Lanjuti Instruksi Presiden Terkait Pembentukan Satgas Penanganan Sampah Nasional

Bupati mengungkapkan bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Barat sempat menerima dua kali teguran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan masuk dalam kategori daerah darurat sampah. Namun, berkat berbagai langkah pembenahan selama beberapa bulan terakhir, status tersebut kini meningkat menjadi tahap pengawasan.

“Kita terus berupaya memperbaiki sistem pengelolaan sampah. Saat ini kita masih dalam pengawasan Kementerian Lingkungan Hidup, sehingga seluruh pihak harus bekerja sama agar persoalan sampah dapat ditangani secara berkelanjutan,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dunia usaha, dan lembaga pendidikan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang bersih, sehat, dan bebas dari permasalahan sampah.

Related: Bupati Tanjab Barat Gelar Audiensi dengan Calon Investor untuk Kembangkan Energi Hijau dari Sampah dan Matahari

“Kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari diri sendiri. Jika semua pihak bergerak bersama, saya yakin persoalan sampah di Tanjung Jabung Barat dapat kita selesaikan,” pungkasnya.

Kegiatan launching tersebut turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat Dapil III Nurkholis, S.T., Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala OPD, para camat, lurah, kades, serta masyarakat sekitar. Bupati berharap inovasi di Muara Papalik dapat menjadi contoh bagi kecamatan lain dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Pinang Betara Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis, Bupati: Ini Peluang Ekonomi Baru

TANJAB BARAT – Kabupaten Tanjung Jabung Barat kini memiliki satu lagi komoditas unggulan yang mendapat pengakuan resmi dari pemerintah pusat. Pinang Betara secara resmi menerima Sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Jambi.

Penyerahan sertifikat berlangsung di Ruang Rapat Bupati pada Kamis (11/06). Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menerima langsung sertifikat tersebut dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Jambi, Jonson Siagian, S.H., M.H.

Indikasi Geografis merupakan tanda pengakuan resmi yang diberikan kepada suatu produk karena memiliki karakteristik, kualitas, atau reputasi tertentu yang berasal dari faktor geografis suatu wilayah. Dengan sertifikat ini, Pinang Betara kini memiliki perlindungan hukum yang kuat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Jambi, Jonson Siagian, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam mengurus sertifikasi ini.

“Kami sangat mengapresiasi langkah aktif Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Sertifikat Indikasi Geografis ini merupakan bentuk perlindungan agar keaslian nama dan kualitas Pinang Betara tidak diklaim ataupun disalahgunakan oleh pihak lain. Ini menjadi modal yang kuat untuk menembus pasar ekspor dengan identitas daerah yang sah dan diakui,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jambi, Ir. Hj. Sri Argunaini, M.Si., menegaskan bahwa Pinang Betara memiliki keunggulan tersendiri yang dipengaruhi oleh kondisi geografis khas Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

“Setelah memperoleh sertifikat ini, tugas kita bersama adalah menjaga konsistensi mutu dan kualitas produk. Kami siap mendukung pengembangan serta diversifikasi produk turunan pinang agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian daerah,” ungkapnya.

Bupati Anwar Sadat menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas pencapaian ini. Menurutnya, sertifikasi Pinang Betara menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas daerah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Pinang Betara adalah identitas dan kebanggaan masyarakat Tanjung Jabung Barat. Setelah diterimanya Sertifikat Indikasi Geografis ini, Pemerintah Daerah akan terus melakukan pendampingan melalui pembinaan, standardisasi mutu, hingga perluasan jaringan pemasaran,” tegasnya.

Bupati juga memaparkan sejumlah komoditas unggulan daerah lainnya yang memiliki potensi ekonomi tinggi. Beberapa di antaranya bahkan telah lebih dulu memperoleh sertifikat Indikasi Geografis, seperti Udang Ketak, Kepiting Asoka, dan Kopi Liberika Tungkal Komposit.

“Selain Pinang Betara dan Kopi Liberika Tungkal Komposit yang telah bersertifikat Indikasi Geografis, kita juga melihat Nanas Muntialo memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai produk unggulan khas Tanjung Jabung Barat,” ujar Bupati.

Keberadaan berbagai komoditas unggulan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para petani dan pelaku usaha lokal. Bupati mendorong mereka untuk terus meningkatkan produksi, menjaga kualitas, serta mengembangkan produk-produk khas daerah yang memiliki daya saing tinggi.

Pemerintah daerah melalui perangkat terkait akan terus melakukan pendampingan kepada para pelaku usaha. Fokus utama ke depan adalah pembinaan, standardisasi mutu, dan perluasan jaringan pemasaran. Langkah-langkah ini diharapkan mampu memastikan manfaat ekonomi dari sertifikasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Provinsi Jambi, Kepala Bidang Kekayaan Intelektual Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Jambi, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait, serta tamu undangan lainnya.

Melalui pengembangan sektor agrokompleks dan perikanan yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat optimistis berbagai komoditas unggulan daerah mampu menembus pasar yang lebih luas. Hal ini sekaligus diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Tanjung Jabung Barat.