Beranda blog Halaman 3

Bupati Tinjau Rumah Tak Layak Huni, Kolaborasi BAZNAS dan Lapas untuk Perbaikan

TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pada Kamis (11/06), Bupati Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meninjau langsung rumah milik Ibu Erlina Wati di Desa Air Hitam, Kecamatan Bram Itam, yang kondisinya dinilai sudah sangat memprihatinkan.

Peninjauan tersebut dihadiri oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Kuala Tungkal Iwan Darmawan, Kadis Perakim, Kepala BKAD, Kepala Disbunak, Sekretaris Dinas Sosial, Camat Bram Itam, Kabag Prokopim, serta perwakilan BAZNAS Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kehadiran berbagai unsur ini menandakan adanya kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan perbaikan rumah warga yang membutuhkan.

Bupati Anwar Sadat menyatakan bahwa kondisi rumah Ibu Erlina Wati sudah sangat layak untuk segera dibedah. “Kalau kita saksikan langsung, rumah ini memang sudah sangat layak untuk dibedah. Apalagi Ibu Erlina tinggal bersama dua orang anak, sementara suaminya bekerja serabutan. Karena itu, pemerintah daerah hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang layak,” ujarnya.

Sentuhan Humanis Bupati Anwar Sadat, Bantu Janda Lima Anak Miliki Rumah Layak HuniRumah Tak Layak Huni ini Langsung di Tinjau Bupati Anwar Sadat

Salah satu aspek menarik dari program ini adalah keterlibatan Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal. Para warga binaan akan dilibatkan sebagai tenaga pekerja dalam proses pembangunan rumah. Langkah ini diharapkan dapat memberikan efek positif, baik bagi penerima manfaat maupun bagi pembinaan warga binaan.

Bupati menjelaskan bahwa rumah Ibu Erlina sebenarnya belum masuk dalam daftar program bantuan RTLH dari Dinas Perkim. Namun, berkat sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan Lapas, bantuan perbaikan rumah akhirnya dapat direalisasikan. “Insya Allah setelah peninjauan hari ini, dalam waktu dekat perbaikan rumah akan segera kita laksanakan. Ini bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan rumah layak huni bagi masyarakat,” tambahnya.

Program rumah layak huni menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Fokus utama diberikan kepada warga kurang mampu yang tinggal di rumah berbahan kayu dengan kondisi memprihatinkan. Meskipun keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan, Pemkab Tanjab Barat terus berupaya agar program ini berjalan secara bertahap dan tepat sasaran.

Bupati juga mengungkapkan bahwa masih ada beberapa rumah lain di kawasan tersebut yang juga layak menerima bantuan perbaikan. “Alhamdulillah program ini terus berjalan sesuai arah dan harapan pemerintah daerah. Kita juga melihat masih ada beberapa rumah lain di kawasan ini yang layak mendapatkan bantuan perbaikan selanjutnya,” pungkasnya.

Sinergi antara Pemerintah Kabupaten, BAZNAS, dan Lapas ini menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi lintas sektor dapat memperluas jangkauan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Program ini sekaligus menjadi wujud nyata sinergisitas kebijakan daerah dengan arah pembangunan kesejahteraan sosial di tingkat pusat.

Bupati Anwar Sadat Buka Pelatihan UMKM, Targetkan Produk Lokal Tembus Pasar Nasional

Tanjung Jabung Barat – Tanjung Jabung Barat resmi membuka Pelatihan Peningkatan Mutu dan Kualitas Produk UMKM di Aula Hotel Grand Ar Riyadh, Kuala Tungkal, pada Selasa (09/06). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., bertindak sebagai pembuka acara. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pelaku UMKM di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, baik melalui jalur konvensional maupun digital.

“Kita ingin pelatihan ini mampu melahirkan produk-produk unggulan yang dapat bersaing tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga di tingkat provinsi bahkan nasional. Saya berharap produk yang dihasilkan benar-benar berasal dari potensi lokal yang kita miliki sehingga memiliki ciri khas dan nilai tambah tersendiri,” ujar Bupati.

Pelatihan ini diikuti oleh 25 peserta yang merupakan perwakilan pelaku UMKM dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Mereka mendapatkan materi selama dua hari yang mencakup inovasi pengolahan produk, teknik pengemasan modern, peningkatan standar mutu dan higienitas, serta strategi pemasaran berbasis digital.

Selain peningkatan kualitas produk, Bupati juga menyoroti pentingnya perluasan akses pemasaran. Ia mendorong kemitraan strategis dengan pelaku usaha ritel di Kuala Tungkal, termasuk toko swalayan lokal dan jaringan minimarket nasional seperti Indomaret dan Alfamart.

“Saya berharap adanya komitmen bersama untuk menyediakan etalase khusus bagi produk-produk lokal Tanjung Jabung Barat. Langkah ini akan membuka peluang pasar yang lebih luas, meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.

Pemerintah daerah tidak hanya berhenti pada pelatihan. Bupati menegaskan bahwa perangkat daerah terkait akan terus memberikan pendampingan dan fasilitasi kepada para pelaku UMKM. Dukungan tersebut meliputi pelatihan manajemen usaha, pengembangan kemasan, pemasaran digital, hingga kemudahan pengurusan perizinan dan sertifikasi halal.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Sawaluddin F. Tanjung, S.E., M.Si., dalam laporannya menjelaskan bahwa peserta pelatihan berasal dari berbagai sektor usaha mikro dan kecil. Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kompetensi pelaku usaha sehingga produk yang dihasilkan memiliki daya saing tinggi.

Acara pembukaan turut dihadiri oleh perwakilan PetroChina International Jabung Ltd., para narasumber dan instruktur ahli, serta sejumlah pejabat dari Diskoperindag. Kehadiran mitra swasta menunjukkan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mengembangkan UMKM di daerah.

Bupati menyampaikan pesan kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. “Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas usaha yang dijalankan,” pesannya.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat berharap para pelaku UMKM mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta kesejahteraan masyarakat.

Bupati Anwar Sadat Buka Verifikasi DTSEN 2026, Tekankan Akurasi Data Bantuan Sosial

TANJAB BARAT – Kabupaten Tanjung Jabung Barat secara resmi memulai kegiatan Verifikasi dan Validasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta Data Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) APBD Tahun 2026. Pembukaan berlangsung di Balai Pertemuan Kantor Bupati pada Senin (08/06).

Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., bertindak sebagai pembuka acara. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar prosedur administratif, melainkan langkah strategis untuk memastikan bantuan sosial menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“DTSEN bukan sekadar kumpulan angka dan data administrasi. Di balik setiap data terdapat kebutuhan, harapan, dan masa depan masyarakat yang harus kita perjuangkan bersama. Karena itu, keakuratan data menjadi kunci agar setiap program bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak,” tegasnya.

DTSEN selama ini menjadi fondasi utama bagi berbagai program perlindungan sosial. Data yang tercatat di dalamnya digunakan sebagai acuan penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bantuan kesehatan, hingga program pengentasan kemiskinan lainnya.

Agar proses verifikasi berjalan maksimal, Bupati menyampaikan tiga pesan khusus kepada camat, lurah, kepala desa, ketua RT, dan seluruh petugas di lapangan. Pertama, ia meminta agar setiap petugas menjunjung tinggi integritas dan objektivitas. Verifikasi harus dilakukan berdasarkan kondisi faktual di lapangan tanpa pengaruh dari pihak mana pun.

Kedua, Bupati mengingatkan pentingnya ketelitian dan kecermatan. Setiap data yang diverifikasi menyangkut hak dan kehidupan masyarakat, sehingga kesalahan kecil dapat berakibat besar.

Ketiga, ia mendorong penguatan koordinasi dan komunikasi antarpemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa dan kelurahan, pendamping sosial, hingga masyarakat itu sendiri. Kolaborasi yang baik akan menjamin transparansi dan akuntabilitas proses pendataan.

“Melalui kerja bersama dan data yang valid, kita berharap dapat menembus batas kemiskinan, memperluas jangkauan perlindungan sosial, serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Tanjung Jabung Barat,” ujar Bupati.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Ir. H. Agus Sanusi, M.Si., dalam laporannya menjelaskan sejumlah tujuan pelaksanaan verifikasi dan validasi. Kegiatan ini bertujuan mencocokkan data administratif dengan kondisi riil masyarakat, memastikan keaktifan data penerima bantuan, menghapus data ganda, dan menampung usulan warga yang belum terdaftar. Selain itu, proses ini juga mempercepat integrasi data PBI ke dalam sistem DTSEN terbaru.

Verifikasi dan validasi berlangsung selama sepuluh hari, terhitung mulai 8 hingga 17 Juni 2026. Seluruh rangkaian kegiatan akan menjangkau 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kecamatan Tungkal Ilir menjadi lokasi perdana yang dibuka langsung oleh Bupati, sementara kecamatan lainnya akan melaksanakan kegiatan di kantor kecamatan masing-masing dengan pendampingan Dinas Sosial.

Acara pembukaan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Staf Ahli Bupati, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kabag Setda, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), para camat, lurah, kepala desa, ketua RT, serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat berupaya menghadirkan tata kelola data sosial yang lebih akurat, terintegrasi, dan berkeadilan. Data yang valid diharapkan menjadi dasar kebijakan pembangunan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat.

Tembus Rp18.000, Rupiah Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah

Pukulan telak kembali menghantam nilai tukar rupiah. Pada pekan pertama Juni 2026, mata uang Garuda resmi menembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS), menorehkan rekor terlemah sepanjang sejarah perdagangan Indonesia.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah berada di level Rp18.039 pada Kamis (4/6/2026), melemah hingga 108 poin dalam sehari. Sementara di pasar spot pada Jumat (5/6) pagi, rupiah sempat menyentuh posisi Rp18.051 per dolar AS. Angka ini bukan sekadar statistik—ini adalah alarm keras bagi perekonomian nasional.

Data Terkini (Jumat, 5 Juni 2026)

  • Kurs Jisdor BI: Rp18.039 per dolar AS
  • Perdagangan Spot: Rp18.051 per dolar AS
  • Rentang Prediksi: Rp18.050—Rp18.120
  • Sumber: tvOnenews.com

Mengapa Rupiah Terjun Bebas?

Pelemahan rupiah yang terjadi saat ini tidak bisa dilihat secara hitam putih. Setidaknya ada tiga faktor utama yang mendorong depresiasi mata uang Garuda:

1. Badai Geopolitik dan Kenaikan Harga Energi Dunia
Eskalasi ketegangan di Timur Tengah, termasuk konflik Israel-Iran dan perang Rusia-Ukraina, telah meningkatkan ketidakpastian pasar global. Imbasnya, harga minyak mentah dunia melonjak nyaris mendekati 150 dolar AS per barel. Sebagai negara pengimpor minyak bersih, Indonesia terkena pukulan ganda: biaya impor energi membengkak sekaligus nilai tukar tergerus.

2. Rating Negatif Moody’s ke Danantara
Lembaga pemeringkat internasional Moody’s memberikan peringkat pertama untuk Danantara Investment Management di level Baa2 dengan outlook negatif. Peringkat ini terkait erat dengan sovereign rating Indonesia, sehingga menambah tekanan psikologis bagi investor asing.

3. Kekurangan Likuiditas Dolar Global dan Capital Outflow
Ketika imbal hasil aset di AS (obligasi pemerintah) tetap menarik sementara tingkat suku bunga di Negeri Paman Sam masih tinggi, investor global berbondong-bondong mengalihkan modalnya ke instrumen keuangan AS yang berstatus safe haven. Akibatnya, arus modal keluar (capital outflow) dari pasar keuangan Indonesia tercatat sangat signifikan: Rp61,36 triliun dari pasar saham dan Rp15,43 triliun dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) sepanjang tahun 2026 hingga Mei.

Selain faktor eksternal, tekanan juga diperparah oleh siklus musiman repatriasi dividen korporasi multinasional dan jatuh tempo pembayaran utang luar negeri swasta pada kuartal kedua tahun ini. Pasokan valuta asing dari sektor riil pun kian mengering seiring menyusutnya surplus neraca perdagangan—yang tersisa hanya 89,1 juta dolar AS pada April 2026 akibat lonjakan biaya impor energi.

Yang menarik, mata uang China (yuan) juga ikut melemah pada periode yang sama setelah sebelumnya sempat menguat dalam tiga tahun terakhir. Hal ini mengonfirmasi bahwa tekanan terhadap mata uang Asia memang sangat kuat akibat faktor global yang sama.

Dampak ke Kantong Rakyat dan Dunia Usaha

Bagi masyarakat awam, pelemahan rupiah bukanlah sekadar angka di layar Bloomberg. Dampaknya sudah mulai terasa:

Impor dan Inflasi (Imported Inflation)
Indonesia masih sangat bergantung pada impor pangan, energi, dan bahan baku industri. Ketika rupiah melemah, harga barang impor—dari beras, kedelai, gandum, hingga obat-obatan—otomatis melonjak. “Risiko inflasi cukup besar karena depresiasi rupiah memicu imported inflation, terutama pada BBM, LPG, pangan impor, obat-obatan, dan bahan baku industri,” ujar Kepala Pusat Makroekonomi Indef, M Rizal Taufikurahman.

Daya Beli Kelas Menengah dan Bawah Terjepit
Konsumsi rumah tangga masih menjadi tulang punggung ekonomi nasional dengan kontribusi lebih dari 53 persen terhadap PDB. Ketika harga-harga naik, daya beli kelompok menengah dan bawah yang paling rentan langsung tergerus. “Pelemahan rupiah hingga Rp17.500 per dolar AS akan langsung menekan daya beli masyarakat, terutama kelas menengah dan bawah,” tegas Rizal.

Sektor Manufaktur Paling Rentan
Industri farmasi, kimia, elektronik, otomotif, tekstil, serta makanan-minuman dengan bahan baku impor harus menghadapi kenaikan biaya produksi yang tajam. Sayangnya, pendapatan mayoritas industri masih berbasis rupiah. Hasilnya: margin usaha tergerus, tekanan efisiensi tenaga kerja meningkat, dan risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal mengintai.

Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, memberikan peringatan tegas: “Kalau yang terjadi sampai mengurangi produksi, PHK massal akan meledak semester II ini“. Hal ini terjadi di tengah Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang sudah turun ke zona kontraksi (49,1) pada April 2026, yang menandakan aktivitas industri mulai menyusut.

Cadangan Devisa Menyusut

Di tengah tekanan, benteng pertahanan Indonesia ikut terkikis. Cadangan devisa nasional tercatat turun menjadi 146,2 miliar dolar AS pada akhir April 2026, dari posisi 148,2 miliar dolar AS pada Maret 2026. Penurunan ini terutama didorong oleh upaya Bank Indonesia yang terus melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menahan laju pelemahan rupiah, serta kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Meski demikian, BI menegaskan cadangan tersebut masih setara dengan pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional (3 bulan impor).

Menariknya, di saat rupiah melemah dan cadangan devisa menyusut, minat masyarakat terhadap emas melonjak tajam. Logam mulia dinilai menjadi aset yang mampu menjaga daya beli karena harganya bergerak berlawanan dengan pelemahan rupiah.

Langkah Pemerintah dan BI: Siapkan Dua Jurus Andalan

Pemerintah dan Bank Indonesia tidak tinggal diam. Gubernur BI Perry Warjiyo membeberkan dua langkah utama yang disepakati bersama dalam koordinasi moneter-fiskal yang semakin diperkuat:

Pertama, meningkatkan daya tarik imbal hasil (yield) instrumen keuangan dalam negeri. Saat ini, yield acuan Surat Berharga Negara (SBN) telah bertengger di level 6,94%. Dengan imbal hasil yang lebih kompetitif, diharapkan aliran modal asing (inflow) akan kembali masuk dan menopang stabilitas nilai tukar.

Kedua, menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan melalui pengelolaan kas pemerintah yang tetap ditempatkan di BI, disertai peningkatan remunerasi yang dibayarkan BI kepada pemerintah. Dengan sinergi ini, operasi moneter tetap berjalan untuk mendukung rupiah, sementara operasi fiskal juga bergerak selaras.

“Kami sepakat ini akan terus kita lakukan. Penguatan koordinasi fiskal yang sudah kuat selama ini sekarang diperkuat, saling mendukung, saling memperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan stabilitas makroekonomi,” tegas Perry dalam konferensi pers, Sabtu (6/6/2026).

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas menyatakan tidak panik menghadapi situasi ini. “Anda melihat saya panik? Nggak. BI masih menjalankan kebijakan dengan baik,” ujarnya di DPR RI.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga menegaskan fundamental ekonomi nasional masih solid. “Insyaallah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat,” ucapnya.

Kepercayaan Investor dan Tugas ke Depan

Namun demikian, para ekonom menilai jurang antara angka makro di atas kertas dengan realitas mikro di lapangan masih terasa lebar. Ekonom senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution, dalam analisisnya di Kompas.com, mengingatkan: “Ketika tekanan global bertemu dengan keraguan terhadap faktor-faktor domestik, maka pelemahan nilai tukar dapat berlangsung lebih dalam dan lebih lama”.

Menurutnya, rupiah tidak hanya mencerminkan kondisi ekonomi, tetapi juga mencerminkan tingkat kepercayaan terhadap masa depan Indonesia. Menjaga kepercayaan menjadi sama pentingnya dengan menjaga indikator-indikator ekonomi makro.

Pekerjaan rumah bagi pemerintah dan BI ke depan adalah tidak hanya mempertahankan stabilitas, tetapi juga membangun kembali kepercayaan pasar melalui kebijakan yang konsisten, transparan, dan pro-rakyat.

Catatan: Data nilai tukar bersifat fluktuatif. Disarankan untuk selalu mengecek kurs terkini melalui sumber resmi Bank Indonesia (bi.go.id) sebelum melakukan transaksi keuangan yang sensitif terhadap kurs.

FAQ SEO

1. Berapa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini (Juni 2026)?
Pada Jumat (5/6/2026), rupiah berada di level Rp18.039 per dolar AS berdasarkan kurs Jisdor BI. Bahkan sempat menyentuh Rp18.051 di pasar spot. Ini merupakan level terlemah sepanjang sejarah.

2. Kenapa rupiah melemah terus dalam beberapa waktu terakhir?
Penyebab utamanya adalah faktor global: kenaikan suku bunga AS yang membuat dolar menguat, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Ukraina yang mendorong harga energi melonjak, serta outlook negatif Moody’s terhadap Danantara. Ditambah arus modal keluar (capital outflow) yang besar dari pasar saham dan obligasi Indonesia.

3. Apa dampak pelemahan rupiah bagi masyarakat?
Dampak langsungnya adalah imported inflation (inflasi barang impor), yang membuat harga BBM, LPG, pangan impor, obat-obatan, hingga bahan baku industri naik. Daya beli masyarakat terutama kelas menengah dan bawah tergerus, dan ada risiko PHK massal di sektor manufaktur yang bergantung pada bahan baku impor.

4. Apa yang dilakukan pemerintah untuk menstabilkan rupiah?
Bank Indonesia bersama pemerintah menerapkan dua strategi utama: meningkatkan daya tarik imbal hasil (yield) SBN untuk menarik kembali modal asing, serta menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan melalui pengelolaan kas pemerintah.

5. Apakah cadangan devisa Indonesia masih aman?
Cadangan devisa tercatat 146,2 miliar dolar AS pada April 2026. Meski menyusut, posisi ini masih setara dengan pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,8 bulan impor plus utang luar negeri pemerintah, jauh di atas standar kecukupan internasional (3 bulan).

Mantan Ketua MBG Tersangka Korupsi, Sony “Nyanyi”

Setelah sekian lama menjadi program unggulan yang didengung-dengungkan, pusaran korupsi di tubuh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya benar-benar terbongkar. Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi tata kelola program tersebut periode 2025–2026.

Ketiga tersangka yang dimaksud adalah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, eks Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya, serta mantan Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Dukungan Kelembagaan Lodewyk Pusung. Dadan dikenal sebagai orang kepercayaan Presiden dari kalangan akademisi, sementara Lodewyk berlatar belakang TNI AD dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal, dan Sony berasal dari Polri dengan pangkat terakhir Inspektur Jenderal.

Penyimpangan di Balik Anggaran Ratusan Triliun

Kasus ini menjadi sorotan utama karena MBG merupakan program strategis nasional yang menguras kocek negara sangat besar. Program yang mulai berjalan pada 6 Januari 2025 itu memiliki anggaran Rp85,27 triliun pada tahun rupiah-cetak-rekor-terlemah-sepanjang-sejarah/” title=”Tembus Rp18.000, Rupiah Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah”>pertama, dan melonjak menjadi Rp268 triliun pada 2026. Semua dana itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Setelah melalui rangkaian pemeriksaan, penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menemukan sedikitnya dua alat bukti yang cukup untuk menaikkan status hukum ketiganya. Mereka langsung ditahan selama 20 hari ke depan, masing-masing di Rutan Salemba cabang Kejagung dan Rutan Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Penetapan tersangka terjadi sehari setelah Presiden Prabowo Subianto mencopot mereka dari jabatan pimpinan BGN pada Selasa (2/6/2026) malam. Menanggapi perkembangan ini, Prabowo mengaku sedih karena harus mengganti orang-orang yang selama ini dipercaya, namun ia menegaskan pihaknya memilih berpihak kepada rakyat setelah menerima laporan kejanggalan.

Modus “Karpet Merah” dan Raup Miliaran Rupiah per Hari

Kejagung membeberkan modus licik yang dilakukan ketiga tersangka. Dalam aturan, pengelolaan dapur MBG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi/SPPG) seharusnya dilakukan oleh yayasan yang memiliki keterkaitan dengan sekolah penerima manfaat program. Namun dalam praktiknya, Dadan Hindayana bersama Sony Sonjaya diduga memberikan perlakuan khusus atau “karpet merah” kepada sejumlah yayasan yang sebenarnya tidak memenuhi syarat untuk menjadi mitra SPPG.

Bahkan, penyidik menduga yayasan yang terafiliasi dengan para tersangka itu-lah yang justru memperoleh insentif operasional bernilai miliaran rupiah setiap hari seiring bertambahnya jumlah titik pelayanan yang dikelola. Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, secara tegas mengungkapkan, “Yayasan-yayasan tersebut terafiliasi di antaranya dimiliki oleh Saudara DH, Saudara SS, dan Saudara LP,”.

Selain penunjukan yayasan bermasalah, ketiganya juga diduga melakukan intervensi dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan BGN secara melawan hukum, yang mengakibatkan mark up harga dan pengadaan tidak sesuai kebutuhan.

Kebisingan dari Balik Tahanan: Sony Siap “Nyanyi”

Salah satu babak baru yang paling menarik dari kasus ini datang dari mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya. Tidak ingin diposisikan sebagai kambing hitam, Jenderal Purnawirawan Polisi bintang dua itu mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) kepada Kejaksaan Agung.

Kuasa hukum Sony, Krisna Murti, mengungkapkan bahwa kliennya merasa ada pihak-pihak lain yang lebih besar dan lebih berpengaruh dalam kasus ini. “Selama ini dia dipojokkan bahwa dia adalah yang menjual titik-titik dapur. Padahal menurut Pak Sony bahwa beliau dalam tekanan, ada atensi. Diatensi oleh nama-nama besar yang akan beliau sampaikan nanti,” ujar Krisna.

Sony berjanji akan mengungkap “nama-nama besar” yang diduga berasal dari kalangan eksekutif maupun legislatif dalam kasus ini. “Menurut klien saya yang jelas melibatkan tokoh-tokoh dari kalangan eksekutif dan legislatif. Klien saya siap buka semuanya,” tegas Krisna Murti.

Dengan itikad menjadi justice collaborator, Sony berharap kasus ini bisa terungkap terang benderang tanpa ada tekanan dari pihak manapun, dan ia menegaskan tidak ingin menjadi satu-satunya pihak yang disalahkan atas praktik jual beli dapur MBG tersebut.

Penggeledahan Maraton dan Evaluasi Sistem

Seusai penetapan tersangka, Kejagung langsung bergerak cepat menggeledah kantor BGN di Jakarta Pusat sebagai bagian dari proses pengusutan aliran dana dan mekanisme penunjukan yayasan. Ketua Banggar DPR, Said Abdullah, turut menyoroti pentingnya perbaikan tata kelola BGN yang sejak awal dinilai menjadi titik lemah program MBG.

Publik kini menunggu siapa saja “nama besar” yang akan dibongkar oleh Sony di persidangan, sekaligus memantau sejauh mana Kejagung mampu menuntaskan kasus yang menyangkut makanan rakyat banyak ini hingga ke akar-akarnya.

FAQ SEO

1. Siapa saja mantan ketua Badan Gizi Nasional (BGN) yang jadi tersangka korupsi MBG?
Para tersangka adalah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, serta dua mantan wakilnya yaitu Sony Sonjaya (Irjen Pol Purn) dan Lodewyk Pusung (Mayjen TNI Purn).

2. Berapa nilai anggaran program MBG yang diduga dikorupsi?
Program MBG memiliki anggaran sangat besar, yaitu Rp85,27 triliun pada tahun 2025 dan meningkat menjadi Rp268 triliun pada tahun 2026.

3. Apa modus yang dilakukan para tersangka kasus MBG?
Modusnya adalah memberikan fasilitas khusus atau karpet merah kepada yayasan terafiliasi sendiri untuk menjadi mitra SPPG. Diduga praktik ini mengalirkan insentif miliaran rupiah setiap hari kepada para tersangka.

4. Siapa Sony Sonjaya dan kenapa dia mau jadi justice collaborator?
Sony Sonjaya adalah mantan Wakil Kepala BGN. Ia mengajukan diri sebagai justice collaborator karena ia mengaku bukan otak kejahatan dan merasa ada tekanan dari “nama-nama besar” lain. Ia berjanji akan membuka identitas petinggi eksekutif dan legislatif yang terlibat.

5. Kapan para tersangka kasus MBG ini ditahan?
Penetapan tersangka dan penahanan dilakukan pada Rabu, 3 Juni 2026, setelah pemeriksaan seharian di Gedung Bundar Jampidsus.

Delapan Kali Berturut-turut, Pemkab Tanjab Barat Raih Opini WTP dari BPK

 JAMBI – Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) kembali mencatatkan sejarah dengan mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Capaian ini menjadi yang kedelapan kalinya secara beruntun diraih oleh pemerintah daerah setempat.

Penghargaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 tersebut diterima langsung oleh Bupati Tanjab Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., bersama dengan Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hamdani, S.E. Penyerahan berlangsung di Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Jambi pada Selasa (02/06).

Dalam momen tersebut, Bupati didampingi oleh Sekretaris Daerah Hermansyah, S.STP., Plh. Inspektur Kabupaten Tanjung Jabung Barat Drs. Muhammad Yunus, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Ahmad Jais, S.E., M.E., serta sejumlah jajaran dari Inspektorat dan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan.

Baca Juga: Bupati Tanjab Barat Ucapkan Rasa Syukur Atas Peraihan Opini WTP Dari BPK RI

Pencapaian ini dinilai istimewa karena menandai konsistensi Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat dalam mengelola keuangan daerah secara transparan dan akuntabel selama hampir satu dekade. Predikat WTP merupakan opini tertinggi yang diberikan BPK dalam audit laporan keuangan.

Atas raihan tersebut, Bupati Anwar Sadat mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras kolektif dan sinergi yang solid antar seluruh perangkat daerah.

“Alhamdulillah, hari ini Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat kembali meraih opini WTP dari BPK RI Perwakilan Jambi. Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), DPRD, serta seluruh stakeholder yang telah berkomitmen menjalankan pengelolaan keuangan daerah secara baik dan bertanggung jawab,” ujar Bupati.

Lebih dari sekadar pengakuan administratif, Bupati Anwar Sadat memandang predikat WTP sebagai sebuah kepercayaan publik yang harus dijaga. Menurutnya, pencapaian ini menjadi fondasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan ke depan.

“Predikat WTP ini adalah amanah yang harus terus dijaga. Ke depan, kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah agar semakin efektif, efisien, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” pungkasnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi khusus kepada seluruh jajaran OPD yang telah berdedikasi serta kepada BPK RI yang dinilai telah memberikan pembinaan dan penilaian yang objektif. Ia berharap prestasi ini mampu menjadi pemacu semangat bagi seluruh aparatur pemerintah daerah untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

 

Wagub Jambi dan Bupati Buka Festival Takbiran Idul Adha

Gemuruh takbir menggema di depan Rumah Dinas Bupati tanjung–jabung-barat-raih-opini-wtp-kedelapan-kalinya-bukti-konsistensi-pengelolaan-keuangan/” title=”Delapan Kali Berturut-turut, Pemkab Tanjab Barat Raih Opini WTP dari BPK”>tanjung Jabung Barat, Selasa malam (26/5). Ribuan warga memadati lokasi untuk menyaksikan pembukaan Festival Takbiran Iduladha 1447 Hijriah, sebuah event wisata religi unggulan daerah.

Acara semakin istimewa karena dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., bersama Bupati tanjab Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag. Keduanya secara simbolis memukul beduk diiringi sorak takbir dari masyarakat yang hadir.

Turut mendampingi dalam seremoni tersebut unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Ketua Panitia, serta jajaran pemerintahan daerah lainnya. Kehadiran Wagub Jambi beserta rombongan menunjukkan perhatian serius provinsi terhadap pengembangan wisata religi di Tanjab Barat.

Malam Takbiran: Lebih dari Sekadar Seremoni

Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang berkontribusi. Menurutnya, malam takbiran merupakan momen penuh kemuliaan untuk mengagungkan asma Allah melalui lantunan takbir, tahmid, dan tahlil.

“Festival takbiran ini bukan sekadar kegiatan seremonial, namun juga menjadi syiar Islam yang harus terus kita jaga bersama. Melalui kegiatan ini kami berharap ukhuwah Islamiyah, persatuan, dan kebersamaan masyarakat semakin kuat,” ujar bupati.

Related: Tutup Festival Bedug Remaja Masjid Agung Al-Istiqomah, Bupati Tanjab Barat Harapkan Kedepan Lebih Semarak

Ia mengajak masyarakat memanfaatkan kemajuan teknologi dan ruang digital untuk menyebarkan pesan kebaikan, mendukung promosi UMKM daerah, serta memperkuat semangat persatuan. Selain itu, Bupati menekankan pentingnya sinergi antargenerasi dalam membangun daerah dan mengingatkan warga agar tetap menjaga kebersihan lingkungan selama momentum Iduladha.

Wagub: Semangat Gotong Royong Jadi Kekuatan Daerah

Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, dalam sambutannya menyampaikan salam dari Gubernur Jambi yang berhalangan hadir. Ia mengapresiasi Pemkab Tanjab Barat dan seluruh elemen masyarakat atas terselenggaranya festival tersebut.

“Malam takbiran Iduladha menjadi momentum penuh makna yang mengandung nilai keimanan, ketakwaan, keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, semangat gotong royong dan kebersamaan harus terus dijaga sebagai kekuatan daerah, khususnya bagi kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Provinsi Jambi.

Wagub juga menilai Festival Takbiran Iduladha tidak hanya menjadi syiar keagamaan, tetapi juga sarana penggerak ekonomi masyarakat berbasis pariwisata dan kearifan lokal.

“Atas nama pemerintah Provinsi Jambi, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat. Semoga momentum Iduladha membawa keberkahan bagi daerah dan semakin mempererat kebersamaan masyarakat,” tutup wagub.

Kemeriahan yang Menyatukan Elemen Daerah

Festival yang berlangsung meriah itu turut dihadiri Ketua TP PKK Hj. Fadhilah Sadat, S.H., Wakil Bupati Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E. beserta Ketua GOW, unsur Forkopimda beserta istri, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, Sekretaris Daerah beserta Ketua DWP, para kepala OPD, para kepala bagian di lingkungan Setda, serta tamu undangan dan masyarakat yang memadati lokasi.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa tradisi takbiran mampu menyatukan seluruh lapisan masyarakat dalam bingkai ukhuwah dan kebersamaan.

Bupati Lepas 105 Jemaah Haji Kloter 24 Tanjab Barat

Suasana haru menyelimuti pelepasan 105 jemaah haji asal tanjab-barat/” title=”Bupati Anwar Sadat Buka Pelatihan UMKM, Targetkan Produk Lokal Tembus Pasar Nasional”>kabupaten 2026/05/26/wagub-jambi-dan-bupati-buka-festival-takbiran-idul-adha/” title=”Wagub Jambi dan Bupati Buka Festival Takbiran Idul Adha”>tanjung Jabung Barat yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 24. Bupati Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara resmi melepas keberangkatan mereka menuju Embarkasi Haji Antara Jambi pada Selasa (19/5) sebelum akhirnya bertolak ke Tanah Suci Makkah.

Proses pelepasan berlangsung khidmat. Ratusan jemaah ini diberangkatkan menggunakan tiga unit bus dengan pengawalan ketat dari jajaran Polres Tanjung Jabung Barat. Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan, rombongan juga didampingi mobil ambulans serta petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Pelepasan Kloter 24, Lanjutan dari Kloter 21

Sebelumnya, pada Jumat (15/5), Bupati Anwar Sadat juga telah melepas keberangkatan jemaah haji Kloter 21. Dengan tambahan 105 jemaah kali ini, total warga Tanjab Barat yang berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026 mencapai 481 orang.

Dari 105 jemaah Kloter 24, sebanyak 27 orang merupakan jemaah prioritas. Mereka mendapatkan perhatian dan pendampingan khusus selama proses keberangkatan, mengingat kondisi fisik dan kesehatan yang lebih rentan.

Pesan Bupati: Jaga Kesehatan dan Kekompakan

Dalam sambutannya, Anwar Sadat menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jemaah yang mendapat panggilan Allah SWT tahun ini.

“Atas nama pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji. Semoga perjalanan diberikan kelancaran, kesehatan, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” ujar bupati.

Ia mengingatkan para tamu Allah agar senantiasa menjaga kondisi fisik, mematuhi arahan petugas pendamping, serta tetap kompak selama berada di Tanah Suci. Cuaca ekstrem di Arab Saudi menjadi tantangan tersendiri yang harus diantisipasi.

Titip Doa untuk Keselamatan Daerah

Di akhir sambutannya, Anwar Sadat menitipkan doa. Ia meminta seluruh jemaah untuk turut mendoakan Kabupaten Tanjung Jabung Barat di tempat-tempat mustajab.

“Kami titipkan doa agar Kabupaten Tanjung Jabung Barat selalu dalam lindungan Allah SWT, masyarakatnya hidup aman, damai, dan sejahtera,” tambahnya.

Pendampingan Penuh dari Pemerintah dan Petugas

Turut hadir dalam kegiatan pelepasan tersebut Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Bagian kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Tanjab Barat, serta perwakilan PPIH. Kehadiran mereka memastikan seluruh proses berjalan lancar tanpa hambatan.

Dengan pengawalan aparat dan kesiapan layanan kesehatan, diharapkan 105 jemaah Kloter 24 ini selamat sampai tujuan dan dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan sempurna.

Bupati Anwar Sadat Lepas 376 Jemaah Haji Tanjab Barat

Penuh haru dan kekhidmatan 2026/05/19/bupati-lepas-105-jemaah-haji-kloter-24-tanjab-barat/” title=”Bupati Lepas 105 Jemaah Haji Kloter 24 Tanjab Barat”>menyelimuti Rumah Dinas Bupati tanjung Jabung Barat, Kamis (14/5) pagi. Sebanyak 376 calon jemaah haji kabupaten Tanjung Jabung Barat tahun 2026 resmi dilepas oleh Bupati Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., untuk bertolak ke Tanah Suci.

Acara pelepasan berlangsung khidmat dengan kehadiran Wakil Bupati, unsur Forkopimda, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh setempat, Sekretaris Daerah, para asisten, kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga para calon jemaah. Suasana semakin hangat dengan hadirnya Ketua TP PKK Kabupaten dan Ketua Dharma Wanita Persatuan.

Pesan Bupati: Jaga Identitas dan Kesehatan di Tanah Suci

Dalam sambutannya, Anwar Sadat mengucapkan selamat kepada seluruh jemaah yang mendapat panggilan mulia untuk menunaikan rukun Islam kelima. Ia berharap setiap tamu Allah tersebut dapat menjalankan ibadah dengan lancar, penuh kekhusyukan, dan pulang ke kampung halaman menyandang predikat haji mabrur.

“Atas nama pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, kami mengucapkan selamat kepada Bapak dan Ibu sekalian. Semoga seluruh jemaah menjadi tamu Allah yang dimuliakan dan memperoleh haji yang mabrur,” ujar bupati.

Ia mengingatkan agar para jemaah selalu menjaga identitas dan tanda pengenal selama berada di Makkah. Pasalnya, jutaan umat Muslim dari berbagai negara akan berkumpul di lokasi yang sama.

“Jumlah jemaah sangat banyak, belum lagi para tamu Allah dari berbagai negara yang datang melalui jalur darat. Tanda pengenal sangat penting agar jemaah mudah dikenali dan tidak terpisah dari rombongan,” pesannya.

Bupati juga meminta para calon haji tetap waspada terhadap cuaca panas ekstrem di Arab Saudi. Meski telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi, kondisi fisik tetap harus dijaga.

“Saya berpesan khususnya kepada jemaah yang rentan agar tetap menggunakan masker, menjaga pola makan, memperbanyak minum air putih, dan mengurangi aktivitas yang menguras tenaga,” tambahnya.

Titip Doa untuk Daerah dan Para Tuan Guru

Di akhir sambutannya, Anwar Sadat menitipkan doa. Ia meminta seluruh jemaah untuk mendoakan Kabupaten Tanjung Jabung Barat di tempat-tempat mustajab.

“Doakan daerah kita selalu dalam lindungan Allah SWT, masyarakatnya sejahtera, serta para tuan guru diberikan kesehatan dan keberkahan,” tuturnya.

Pesan ini disambut dengan amarah pelan dan buliran air mata haru dari para calon jemaah yang bersiap berangkat.

Dua Kloter, Jadwal Keberangkatan Berbeda

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Muhammad Iqbal, merinci bahwa 376 jemaah tahun ini terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter). Kloter 21 berjumlah 270 orang dijadwalkan berangkat menuju Embarkasi Haji Antara Jambi pada Jumat, 15 Mei 2026.

Sementara itu, kloter 24 sebanyak 106 orang akan diberangkatkan pada Selasa, 19 Mei 2026. Muhammad Iqbal menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran persiapan keberangkatan tahun ini.

Tausiah, Doa Bersama, dan Bingkisan Suvenir

Rangkaian acara dilanjutkan dengan tausiah agama yang disampaikan oleh Fachrudin Noor. Suasana semakin khusyuk saat doa bersama dipanjatkan untuk keselamatan dan kelancaran perjalanan para jemaah.

Sebagai bentuk dukungan dan perhatian, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat secara simbolis menyerahkan bingkisan suvenir kepada para calon jemaah haji. Momentum pelepasan ini menjadi pengingat bahwa keberangkatan ke Tanah Suci bukan sekadar perjalanan pribadi, melainkan amanah besar yang juga membawa harapan seluruh masyarakat daerah.

Bupati Anwar Sadat Ajak BPD Gali Potensi Desa

pemerintah kabupaten bupati-anwar-sadat-lepas-376-jemaah-haji-tanjab-barat/” title=”Bupati Anwar Sadat Lepas 376 Jemaah Haji Tanjab Barat”>tanjung Jabung Barat terus mengintensifkan komunikasi dengan jajaran pemerintahan desa. Terbaru, Bupati Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menghadiri kegiatan silaturahmi sekaligus kunjungan kerja Pengurus Daerah Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PD PABPDSI) Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Acara berlangsung di Kecamatan Batang Asam pada Selasa (12/5). Momentum ini menjadi ajang strategis untuk mempererat komunikasi, sinergi, dan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Tantangan Pembangunan Makin Besar, BPD Harus Bergerak Selaras

Dalam sambutannya, Anwar Sadat menegaskan bahwa tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks. Karena itu, seluruh elemen pemerintahan wajib bergerak selaras dengan kebijakan pemerintah pusat maupun daerah.

“Saya mengajak seluruh anggota BPD untuk terus memperkuat peran dalam menjembatani aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah. Jangan ada sekat di antara kita. BPD harus menjadi motor penggerak partisipasi masyarakat,” ujar bupati.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap program prioritas nasional, terutama dalam penguatan ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Desa Merah Putih.

Genjot Potensi Desa di Tengah Kebijakan Efisiensi

Bupati mengakui bahwa kebijakan efisiensi anggaran saat ini menuntut desa untuk lebih kreatif. Desa harus mampu menangkap peluang dan menggali sumber pendapatan baru melalui berbagai program strategis pemerintah.

Dua program yang ditekankan adalah kerja sama dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan Koperasi Merah Putih (KMP).

“Masih banyak potensi desa dan peluang usaha yang belum tergali secara maksimal. Saya mendorong desa-desa untuk mulai membangun alun-alun desa sebagai pusat aktivitas masyarakat sekaligus pengembangan UMKM desa,” tambahnya.

Ia juga meminta para anggota BPD untuk mengawal pengelolaan potensi ekonomi di wilayah masing-masing agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat desa.

Fungsi Pengawasan Berjalan dengan Semangat Membina

Lebih lanjut, Anwar Sadat mengingatkan bahwa fungsi pengawasan harus dijalankan secara konstruktif. Bukan sekadar mencari kesalahan, melainkan mengedepankan pembinaan serta solusi bersama.

“Fungsi pengawasan harus berjalan dengan semangat membina dan mencari solusi, bukan sekadar mencari kesalahan. Tujuan kita sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tanjung Jabung Barat,” tegasnya.

Pernyataan Pengurus dan Ketua DPRD

Ketua PD PABPDSI Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Dyah Etty Yeni N, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang halal bihalal. Ia berharap sinergitas antara BPD dan pemerintah daerah terus terjalin dengan baik demi kemajuan desa dan daerah.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang turut hadir menegaskan pentingnya menjaga sinergitas antara legislatif, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan BPD. Hal ini krusial dalam mendukung pembangunan serta menjaga kondusivitas daerah.

Apresiasi dan Harapan ke Depan

Di akhir acara, Bupati Anwar Sadat menyampaikan apresiasi atas dedikasi para anggota BPD yang selama ini berperan aktif menjaga kerukunan dan kondusivitas di lingkungan masing-masing.

Kegiatan yang turut dihadiri unsur Forkopimcam, Sekretaris Dinas PMD, Ketua APDESI, para kepala desa se-Kecamatan Batang Asam, tokoh masyarakat, dan tokoh agama ini diharapkan mampu memperkuat sinergi serta komunikasi seluruh unsur pemerintahan desa. Tujuannya satu: memajukan pembangunan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.