Siaga Total Karhutla 2025: Bupati Anwar Sadat Paparkan Strategi & Alokasi Dana Rp1,7 Miliar untuk Selamatkan Hutan Tanjab Barat

Siaga Total Karhutla 2025: Bupati Anwar Sadat Paparkan Strategi & Alokasi Dana Rp1,7 Miliar untuk Selamatkan Hutan Tanjab Barat
JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2025 yang berlangsung di Balai Prajurit Korem 042/Garuda Putih, Kamis (17/7). Rakor strategis ini dihadiri oleh seluruh jajaran pemangku kepentingan utama, termasuk Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, yang hadir untuk menyampaikan komitmen dan langkah konkret daerahnya dalam mengantisipasi dan menangani bencana asap yang kerap melanda setiap tahun. Acara yang dihadiri oleh pimpinan TNI/Polri se-Provinsi Jambi, seluruh kepala daerah atau perwakilan, jajaran BPBD, BMKG, serta direktur perusahaan perkebunan dan migas ini menegaskan pentingnya pendekatan kolaboratif. Kehadiran seluruh elemen kunci menunjukkan keseriusan untuk membentuk sistem penanganan Karhutla yang terintegrasi, cepat, dan efektif, guna melindungi ekosistem dan kesehatan masyarakat Jambi. Dalam paparan komprehensifnya, Bupati Anwar Sadat menekankan bahwa kunci utama kesuksesan penanganan Karhutla terletak pada sinergi pentahelix yang melibatkan pemerintah daerah, TNI/Polri, masyarakat, dunia usaha, dan akademisi. Tanpa kolaborasi yang solid, upaya pencegahan dan penanggulangan hanya akan berjalan di tempat. Sebagai bukti komitmen finansial, Pemkab Tanjab Barat telah mengalokasikan dana sekitar Rp1,7 miliar secara khusus untuk mendukung operasional penanggulangan bencana, termasuk di dalamnya penanganan Karhutla. “Pada tahun 2016 telah dikeluarkan Perda tentang Pencegahan dan Pengendalian Karhutla serta Pergub No. 31 tahun 2016 sebagai petunjuk teknis pelaksanaan Perda. Tanjab Barat berdasarkan Perda itu telah membentuk satgas di titik titik rawan Karhutla terutama di Kecamatan Betara dan Kecamatan Renah Mendaluh” ujarnya, menjelaskan fondasi hukum dan operasional yang telah dibangun. Bupati juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada perusahaan-perusahaan yang telah aktif melakukan pembinaan masyarakat, menyelenggarakan pelatihan, dan memberikan dukungan dana. Partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan pencegahan, serta dukungan peralatan dari pemerintah untuk pembukaan lahan tanpa bakar, juga menjadi faktor pendukung yang sangat berharga. Data fluktuatif kejadian Karhutla di Tanjab Barat dari tahun 2017 hingga 2025 menjadi bahan evaluasi penting. Dari 20 kejadian seluas 52,13 hektar pada 2017, angka sempat meningkat menjadi 34 kejadian (49,13 hektar) di tahun 2023. Capaian yang cukup signifikan terlihat di tahun 2025, di mana kejadian berhasil ditekan hingga hanya 1 kali dengan luas lahan terbakar 0,5 hektar saja. Data ini menunjukkan bahwa upaya sistematis yang telah dilakukan mulai membuahkan hasil. Menutup sambutannya, Bupati Anwar Sadat kembali menyerukan pentingnya sense of belonging dan tanggung jawab sosial dari setiap perusahaan yang beroperasi di wilayah Tanjung Jabung Barat. Ia berharap perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan investasi, tetapi juga aktif berkontribusi dalam menjaga lingkungan dan menangani perubahan, khususnya yang berkaitan dengan pencegahan Karhutla. Pesan senada disampaikan oleh Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Heri Purwanto selaku PLH Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi. Ia menekankan peningkatan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan perusahaan untuk memastikan penanganan Karhutla di setiap wilayah dapat dilakukan secara terpadu. Sebelumnya, Asisten I Setda Provinsi Jambi, Arif Munandar, yang membacakan sambutan Gubernur Jambi, menyatakan harapannya agar rakor ini menjadi langkah positif dan momentum percepatan dalam pengendalian Karhutla. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor dan partisipasi seluruh komponen masyarakat mutlak diperlukan untuk menciptakan sistem pencegahan yang cepat, efektif, dan terarah, sehingga dampak buruk bencana asap dapat diminimalisir untuk keselamatan bersama.