Safari Subuh Bupati: 500 Juta Dialokasikan untuk Perbaikan Drainase

Safari subuh

KUALA TUNGKAL - Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menjalin silaturahmi dan dialog langsung dengan masyarakat melalui Safari Subuh di Masjid Jamalia, Kelurahan Tungkal II, Jumat (7/11). Kegiatan ini menjadi sarana efektif bagi pemerintah untuk menyampaikan progres pembangunan, terutama penanganan banjir dan perbaikan drainase, sekaligus menyerap aspirasi warga secara lebih personal dan berdampak.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti pelaksanaan Safari Subuh yang dihadiri oleh jajaran pejabat teras daerah. Turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda), para Asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Tungkal Ilir, Lurah Tungkal II, serta Ketua BAZNAS Tanjung Jabung Barat. Kehadiran mereka menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai pembuat kebijakan tetapi juga sebagai pendengar yang aktif.

Dalam dialognya, Bupati Anwar Sadat secara rinci memaparkan langkah konkret yang sedang dijalankan untuk mengatasi persoalan banjir dan genangan air yang kerap melanda kawasan tersebut. “Kami sedang melakukan peninggian badan jalan disertai dengan pembangunan dan perbaikan saluran air secara komprehensif. Tujuannya jelas, agar kawasan ini lebih tertata, bebas banjir, dan nyaman dilalui masyarakat,” jelas Bupati. Ia menambahkan, anggaran sebesar Rp 500 juta telah dialokasikan untuk percepatan pembangunan drainase di lokasi strategis ini.

Bupati juga tidak lupa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif. Menurutnya, program infrastruktur yang digerakkan dari atas harus diimbangi dengan kesadaran dari bawah. “Kami mengimbau partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tumpukan sampah yang menyumbat saluran air adalah masalah kita bersama. Mari kelola sampah dengan baik untuk mencegah genangan dan kerusakan pembangunan drainase yang telah kita perbaiki,” serunya.

Menanggapi pertanyaan warga mengenai iuran pemakaman, Bupati memberikan klarifikasi tegas dan transparan. Beliau menjelaskan bahwa biaya yang dimaksud bukanlah upah untuk penggalian, melainkan dana yang diberikan langsung kepada tukang gali untuk membeli kayu penyangga kubur. “Pembayaran dilakukan langsung ke tukang gali, bukan kepada pengelola atau panitia. Prinsipnya, tidak ada biaya yang dikelola tanpa kejelasan dan pertanggungjawaban,” tegasnya, menghilangkan keraguan yang beredar di masyarakat.

Sebagai wujud kepedulian sosial yang nyata, dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyerahkan berbagai bantuan. Bantuan Tasharruf ZIS sebesar Rp 5 juta diserahkan untuk operasional Masjid Jamalia. Tidak hanya itu, santunan diberikan kepada 10 anak yatim dan 10 takmir masjid, serta paket sembako didistribusikan kepada 20 lansia dhuafa. Bantuan program penanganan stunting juga turut disalurkan, menunjukkan pendekatan pembangunan yang holistik, menyentuh aspek infrastruktur dan kemanusiaan.

Usai menuntun rangkaian Safari Subuh, Bupati beserta rombongan tidak langsung beranjak. Mereka melanjutkan agenda dengan meninjau langsung progres pembangunan drainase di sekitar lokasi. Tinjauan lapangan ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memastikan setiap program yang dijanjikan di ruang dialog, benar-benar diwujudkan di lapangan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan daerah semakin kokoh.