Beranda blog Halaman 119

Sani : Pemuda Pertukaran Antar Negara Harus Promosikan Wisata Jambi

JAMBI, berjambi.com, – Wakil Gubernur Jambi, Drs.H.Abdullah Sani,M.Pd.I mengharapkan pemuda pemudi Provinsi Jambi yang terpilih menjadi finalis Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) mampu menjadi duta promosi bagi Provinsi Jambi di kancah Internasional. Hal tersebut diharapkan Sani pada pembukaan Final Seleksi PPAN Provinsi Jambi Tahum 2022, bertempat di Hotel Shang Ratu Jambi, Kamis (14/04/2022).
“Saya mengucapkan selamat kepada saudara saudari yang telah menjadi finalis seleksi PPAN Provinsi Jambi Tahun 2022. Mudah-mudahan agenda pertukaran pemuda antar negara ini dapat menjadi motivasi pemuda pemudi Jambi dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa masa sekarang dan masa mendatang,” ujar Sani.
Sani menjelaskan, PPAN merupakan program tahunan, kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan negara-negara sahabat dalam upaya pengembangan potensi generasi muda untuk menambah khasanah pengetahuan dan wawasan serta mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks di masa yang akan datang.
“PPAN merupakan salah satu program Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jambi sangat mendukung dan turut mensukseskan PPPAN ini, siapapun yang terpilih nantinya harus mampu mengimplikasikan adat istiadat, budaya serta wisata yang ada di Provinsi Jambi kepada masyarakat luar, sehingga mereka tertarik untuk datang ke Jambi,” jelas Sani.
“PPAN bertujuan untuk mempererat persahabatan dan kerja sama pemuda Indonesia dengan pemuda negara sahabat, serta meningkatkan saling pengertian, yang selanjutnya bisa menciptakan dan meningkatkan kerja sama antara pemuda Indonesia dengan negara negara lain yang ada di dunia ini, terutama negara sahabat,” lanjut Sani.
Sani mengatakan Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki keberagaman suku, etnis, agama, adat istiadat, dan budaya, serta dengan keberagaman tersebut, bangsa Indonesia bisa hidup berdampingan secara damai dan harmonis.
“Program PPAN merupakan kegiatan strategis dalam rangka menjalin persahabatan dan saling pengertian antar pemuda kedua negara dalam berbagai aspek kehidupan. Program ini juga merupakan suatu wahana bagi pemuda untuk memperluas wawasan dan cara berpikir, baik dalam pergaulan diantara para pemuda Indonesia maupun dalam pergaulan pemuda antar negara atau dalam kerangka kerja sama internasional,” kata Sani.
Lebih lanjut, Sani menuturkan, pemuda pemudi Provinsi Jambi yang lulus menjadi peserta PPAN Tahun 2022 bisa menjadi duta Provinsi Jambi yang harus mampu mempromosikan Provinsi Jambi di negara mitra tempat pelaksanaan PPAN. Supaya bisa mempromosikan Provinsi Jambi dengan baik, maka peserta PPAN harus memiliki pengetahuan dan wawasan yang sangat baik terhadap Provinsi Jambi, yakni potensi-potensi yang dimiliki Provinsi Jambi, baik sumber daya alam, budaya, pariwisata, dan potensi lainnya.
“Saya yakin dan percaya peserta yang lulus seleksi nantinya mempunyai kemampuan komunikasi dalam bahasa dengan baik, baik secara lisan maupun tertulis, yang tentunya sangat dibutuhkan dalam program ini. Saya juga berharap kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya pemuda pemudi terhadap pentingnya pembangunan yang berkesinambungan secara merata, karena promosi yang baik terhadap Provinsi Jambi akan turut membangun citra dan kesan yang baik terhadap Provinsi Jambi,” tutur Sani.
Sani juga berpesan kepada finalis yang mewakili Provinsi Jambi nantinya sebagai calon duta bangsa, untuk dapat menjaga nama baik negara Indonesia, khususnya nama baik Provinsi Jambi, dan diri sendiri, tunjukanlah jati diri bangsa bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang baik.

Wakil Gubernur Jambi, H Abdullah Sani

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jambi yang diwakili Kepala Bidang Pengembangan Pemuda, R. Dicki Rahmad Toha menyampaikan, tujuan pelaksanaan seleksi ini untuk memilih calon PPAN utusan Provinsi Jambi tahun 2022 yang sehat jasmani dan rohani, berkemampuan dan berkepribadian yang baik dan berakhlak mulia, adapun negara tujuan PPAN kali ini adalah Korea, dengan jumlah peserta sebanyak 60 orang. (Sapra Wintani/ADV DiskominfoProv)

SANI TEGASKAN KOMITMEN PEMERINTAH BERI LAYANAN ADMINDUK BAGI DISABILITAS

JAMBI, berjambi.com, (Diskominfo Provinsi Jambi) – Wakil Gubernur Jambi, Drs.H.Abdullah Sani,M.Pd.I menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam upaya memberikan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) bagi penyandang disabilitas di Provinsi Jambi. Hal tersebut ditegaskan Sani saat mengikuti Gerakan Bersama Pelayanan Adminduk bagi Penyandang Disabilitas dan Dialog Interaktif seluruh Kepala Daerah dan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi se Wilayah I Sumatera secara Virtual, bertempat di SLB I Kota Jambi, Kamis (14/04/2022).
Dalam sesi wawancara, Sani menyampaikan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah bekerja sama dan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, melaksanakan pembangunan di segala bidang serta melakukan terobosan melalui berbagai inovasi dalam upaya pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.
“Pelayanan publik yang setara dan merata bagi seluruh masyarakat merupakan salah satu tanggung jawab pemerintah, dan harus sinergis dengan pemangku kepentingan dan pihak terkait, sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak dan seluruh elemen masyarakat akan terus berinovasi agar layanan publik menjangkau dan memenuhi hak-hak seluruh masyarakat tanpa diskriminasi,” ujar Sani.
Sani menuturkan, pelayanan publik dalam pendataan penduduk menjadi hal krusial yang harus terus dikembangkan agar setiap lapisan masyarakat mendapat pelayanan tanpa terkecuali. Pendataan penduduk merupakan hak dasar yang berujung pada akses terhadap seluruh layanan publik, seperti layanan kesehatan, pendidikan, perbankan, bantuan sosial, dan bantuan program insentif pemulihan ekonomi.
“Pemerintah melaksanakan berbagai upaya dan terus berinovasi agar pelayanan publik pendataan penduduk (administrasi kependudukan) dapat terlaksana dengan prima dan optimal. Gerakan Bersama Pelayanan Adminduk bagi 257 orang Penyandang Disabilitas yang dilaksanakan secara bersama-sama antara Dinas Sosial Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jambi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi ini diharapkan akan menjadi pemicu untuk proses, pendataan, perekaman, dan pencatatan dokumen kependudukan bagi penyandang disabilitas oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota,” tutur Sani.
Sani menyatakan, Pemerintah Provinsi Jambi tentu sangat mendukung dan mendorong setiap upaya dalam rangka percepatan pendataan untuk meningkatkan capaian kepemilikan KTP elektronik sekaligus agar seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali dapat mengakses berbagai program dan layanan pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat.
“Pelayanan adminduk bagi penyandang disabilitas menunjukkan respon dan komitmen pemerintah untuk memenuhi standar pelayanannya kepada masyarakat tanpa diskriminasi. Dalam sektor lainnya, pemerintah dan semua pihak harus memandang penyandang disabilitas secara setara dan berdaya, setara artinya adalah penyandang disabilitas setara dengan masyarakat lainnya yang bukan penyandang disabilitas, berdaya artinya bahwa penyandang disabilitas juga mampu berkarya bahkan berprestasi,” ungkap Sani.
“Pemerintah juga terus mengupayakan berbagai program pemberdayaan (empowerment) untuk menumbuhkan dan meningkatkan kemandirian bagi penyandang disabilitas,” tutup Sani.(ADV DiskominfoProv)

WAGUB Jambi, H Abdullah Sani menyerahkan penghargaan buat penyandang disabilitas

HESTI: TEKULUK IDENTITAS KHAS WANITA JAMBI

JAKARTA, (Diskominfo Provinsi Jambi) – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jambi, Hj.Hesnidar Haris, S.E., (Hesti) mengemukakan, tekuluk merupakan identitas yang khas bagi wanita Provinsi Jambi. Hal tersebut, dikemukakan Hesti pada sesi wawancara usai melaksanakan video tutorial pemasangan tekuluk, bertempat di kediaman Menteri Perhubungan RI Jakarta, Selasa (12/04/2022).
Dalam pelaksanaan video tutorial pemasangan tekuluk, istri Menteri Perhubungan RI, Endang Budi Karya Sumadi menjadi model untuk pemasangan tekuluk dan secara langsung melakukan pemasangan tekuluk sendiri dengan 3 jenis tekuluk yaitu tekuluk lilit rotan, tekuluk bai bai dan tekuluk tegendeng.
“Tekuluk Jambi yaitu warisan tradisi penutup kepala bagi kaum wanita di Jambi, merupakan suatu bukti adanya budaya melayu di Jambi. Tekuluk ini digunakan dalam keseharian maupun acara adat, setiap wilayah di Jambi memiliki ragam bentuk tekuluk yang berbeda, setiap tekuluk memiliki makna dan nilai nilai filosofi kehidupan,” ujar Hesti.
Hesti menuturkan Dekranasda Pemerintah Provinsi Jambi terus berupaya melestarikan tekuluk sebagai identitas khas Jambi, dan ingin mengangkat kembali tekuluk Jambi agar lebih dikenal oleh masyarakat luas, dengan menggunakan tekuluk pada acara-acara resmi. Tekuluk ini merupakan salah satu identitas khas dari Provinsi Jambi, yang cara pemakaiannya sangat berbeda sekali tanpa adanya jahitan maupun tanpa menggunakan peniti ataupun jarum pentul dan benar benar dililitkan ke kepala dengan pola-pola yang berbeda.
“Tekuluk ini juga bisa digunakan sebagai fashion untuk wanita yang berjilbab, karena tekuluk di Provinsi Jambi sendiri ada bermacam-macam modelnya, sebanyak 94 model tekuluk, setiap Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi memiliki model tekuluk yang berbeda,” tutur Hesti.
Lebih lanjut, Hesti mengungkapkan, tujuan dari pelaksanaan video tutorial pemasangan tekuluk ini salah satunya adalah guna mendukung program pemerintah pusat yaitu Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GERNAS BBI) sebagai produk asli buatan Indonesia yang telah memiliki hak kekayaan intelektual. Video tutorial pemasangan tekuluk ini agar setiap orang bisa menggunakan tekuluk dan mengenal tekuluk dari Provinsi Jambi. (adv Diskominfoprov)

PUASA JUMAWA

DALAM sejarah Islam, paling tidak ada lima peperangan yang terjadi di bulan Ramadhan. Kelimanya itu yakni perang Badar, Khandaq, Fathul Makkah, Ain Jalut dan Tabuk. Kelima perang itu dimenangkan oleh kaum muslimin. Tapi kemenangan yang diraih tersebut tidak membuat Rasulullah SAW jumawa.

Pasca Perang Badar, misalnya, meski pasukan Islam mendapati 70 tawanan perang, tapi hal pertama yang diutamakan Rasulullah SAW adalah akhlak. Saat ditanya apakah yang harus dilakukan terhadap para tawanan itu ? Rasulullah SAW bersabda “Perlakukanlah mereka dengan baik. Jangan menyiksa mereka. Berikanlah makanan dan minuman kepada mereka secara saksama,”

Bahkan beberapa tawanan dibebaskan oleh Rasulullah tanpa ditebus. Sejumlah tawanan yang bisa membaca dan menulis justru hanya diperintahkan untuk menebus kebebasannya dengan mengajarkan literasi kepada anak-anak Muslim.

Dalam peperangan lain yakni Fathul Makkah, Rasulullah lagi lagi menunjukkan sifat mulia. Dia tidak memerangi kaum kafir quraisy. Padahal saat itu tidak ada perlawanan yang berarti dari kaum yang telah mengusir Nabi dan sabahat dari kampung halamannya Mekkah itu. Nabi tidak menunjukkan rasa dendam sama sekali. Sebaliknya, Rasulullah SAW malah memaklumkan keselamatan bagi siapa saja yang memasuki Masjid al-Haram dan bahkan rumah Abu Sufyan, seorang pemimpin Quraisy, atau rumah masing-masing.

Itulah akhlak yang diajarkan Nabi Muhammad: rendah hati. Jika ikhtiar mempertahankan diri berakhir dengan kemenangan, maka sifat jumawa mesti dipuasakan. Akhlak adalah inti dari Islam. Dijelaskan oleh Nabi dalam satu riwayat Hadis Sahih (HR. Bukhari): “Sesungguhya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Innama bu’itstu liutammima makarimal akhlaq.”  Bila Ramadhan menambah jumawa, ada yang salah pada puasamu. Harusnya Ramadhan mengikis keakuan dan sadar kelemahan diri dihadapan Allah. Demikian status Felix Siaw akun twitternya.

(Penulis adalah Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Batanghari dan Alumni Ponpes Fauzul Muslimin Jogjakarta)

 

 

 

Gubernur Jambi Al Haris Akan Copot Kadis

JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Kominfo Provinsi Jambi menggelar rapat koordinasi informasi dan komunikasi publik tahun 2022 di Aston Hotel Kota Jambi, Senin (11/4/2022).

Pada acara rakor ini langsung dihadiri Gubernur Jambi, Al Haris, Kadis Kominfo Provinsi Jambi, Nurachmat Herlambang, perwakilan PWI, Hery Farmansyah dan rekan-rekan jurnalis di Jambi.

Gubernur Al Haris dalam sambutannya mengatakan, wartawan baik media cetak, online dan elektronik adalah lampu Pemerintah Daerah (Pemda), karena kalau tidak ada media tersebut gelap gulita suatu Pemda.

Ia menyebutkan, untuk Kepala Dinas di ruang lingkup Pemprov Jambi harus dekat dengan wartawan, jangan menghindar ketika dikonfirmasi wartawan.

“Media ini sahabat kita semua. Kalau ada Kadis alergi dengan media lapor ke saya, akan saya copot,” tegas Gubernur Al Haris.

Media ditambahkan Gubernur Al Haris, mempunyai peran penting dalam pembangunan Provinsi Jambi.

“Wartawan ini memberikan informasi, pelengkap pembangunan kita dan penyeimbang kita. Wartawan juga rakyat Jambi,” imbuhnya.(red)

Maaf Tak Berpintu

MENYEBARKAN Islam bukan hal mudah bagi Rasulullah SAW. Selain butuh kucuran keringat, derai air mata, juga berbagai hinaan. Menurut sejarah Islam, setelah Rasullullah hijrah dari Mekkah ke Madinah, hiduplah seorang pengemis Yahudi buta di sudut pasar Madinah. Setiap hari, pengemis itu selalu menghina Rasulullah SAW. Padahal, Rasulullah selalu mendatangi pengemis tersebut sambil membawa makanan dan menyuapinya. Rasul terus melakukannya hingga beliau wafat. Sepeninggalan Rasul, Abu Bakar lalu berkunjung ke rumah pengemis Yahudi buta itu. Abu Bakar ingin mengikuti Sunnah lalu mulai menyuapi si pengemis. Tanpa disangka, pengemis malah berteriak, Siapakah kamu?” Abu Bakar menjawab, “Aku adalah orang yang biasa.” “Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku,” hardik sang pengemis. Lalu sang pengemis menceritakan, Rasulullah setiap hari datang kepadanya  tidak membuat dirinya kesulitan memegang dan mengunyah makanan. “Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya, setelah itu dia berikan padaku dengan mulutnya sendiri, pengemis itu melanjutkan perkataannya.” Abu Bakar sambil menangis berkata, “Aku memang bukan orang yang biasa datang kepadamu. Aku adalah sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Dia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Mendengar itu, pengemis tersebut menangis dan kemudian berkata, “Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, dia tidak pernah memarahiku sedikit pun. Dia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, dia begitu mulia.” Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abu Bakar.

Islam adalah agama pengetahuan dan akhlak. Rasulullah SAW adalah tauladan akhlak yang sempurna. Sabda beliau : “Iman yang paling utama adalah sabar dan memaafkan” (HR. Bukhari). Dalam sabdanya yang lain, Rasulullah SAW berkata : ”Orang perkasa bukanlah yang menang dalam pergulatan. Sesungguhnya orang hebat adalah yang (mampu) mengendalikan nafsunya kalah marah.” Memaafkan dan mengampuni adalah perbuatan tertinggi dari cermin akhlak mulia. Laku manusia sehari-hari dilumuri oleh ragam kesalahan karena keterbatasan. Kerap perilaku itu melukai hubungan persaudaraan dan kemanusiaan. Bernard Meltzer benar berkata : “Memaafkan tidak akan pernah bisa mengubah masa silam atau sekarang, tapi pasti akan memperbaiki masa depan.”  Puasa menjanjikan kebaikan di masa depan dan sikap sabar serta saling memaafkan  adalah salah satu pesan Ramadhan. Mari kita sabar untuk tidak mengkonsumsi makanan dan minuman di siang hari Ramadhan, lalu mari memaafkan segala kesalahan saudara kita.

Suatu ketia Malaikat Jibril berdo’a; “tolong abaikan puasa umat Muhammad apabila sebelum masuk Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal berikut : (1) Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orangtuanya (jika masih ada), (2) Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami-istri, (3) Tidak bermaaf-maafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.” Maka Rasulullah pun mengatakan amin sebanyak 3 kali.

(Penulis adalah Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Batanghari dan juga Ketua DKW Laskar Santri Nusantara Provinsi Jambi)

 

AL HARIS BERIKAN BANTUAN BAGI MASJID

Tanjung Jabung Barat, berjambi.com, (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi, Dr.H.Al Haris, S.Sos.,M.H., secara langsung memberikan bantuan tunai kepada Masjid Jami’ Istiqomah sebesar 50 juta rupiah. Bantuan tersebut diberikan Al Haris saat melakukan Kegiatan Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi Jambi Tahun 2022, bertempat di Masjid Jami’ Istiqomah Parit VIII, Bram Itam Kanan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Selasa (05/04/2022) malam.

“Bantuan ini merupakan merupakan bentuk perhatian dan kepedulian kami dari Pemerintah Provinsi Jambi terhadap masjid, khususnya masjid yang ada di Bram Itam Kanan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan Pemerintah Provinsi Jambi kedepannya juga akan memberikan bantuan kepada masjid lainnya yang ada di Provinsi Jambi,” ujar Al Haris.

Al Haris menuturkan penyelenggaraan Safari Ramadhan ini sebagai ajang silahturahmi bagi Pemerintah Provinsi Jambi kepada masyarakat Provinsi Jambi secara langsung khususnya masyarakat yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. “Melalui kegiatan ini, saya akan melihat secara langsung berbagai kondisi pembangunan yang ada di Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi dan menyapa secara langsung masyarakat untuk mendengar keluhan dan saran,” tutur Al Haris.

Al Haris menjelaskan, Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi Jambi ke berbagai wilayah Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi merupakan tradisi yang telah berlangsung lama dan rutin untuk lebih mempererat tali silahturahmi bersama masyarakat serta mendengarkan keluh kesah masyarakat secara langsung. “Alhamdulillah tahun ini kita bisa menyelenggarakan safari ramadhan dan melaksanakan shalat tarawih berjamaah, karena dua tahun terakhir kita sedang dilanda Covid-19,” jelas Al Haris.

“Kegiatan ini menjadi momentum yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan masyarakat di daerah, disamping tentunya dengan kunjungan Safari Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jambi dapat melihat secara langsung kondisi nyata masyarakat yang berada di daerah,” sambung Al Haris.

Al Haris juga minta masyarakat untuk bersama sama berdoa agar seluruh masyarakat Provinsi Jambi dalam keadaan sehat walafiat, jauh dari segala hal wabah dan bencana, sehingga proses pembangunan di Provinsi Jambi dapat berjalan dengan lancar dalam rangka mewujudkan Jambi MANTAP.

“Semoga dalam kegiatan

Puasa dari Pesimisme

BANYAK orang yang sukses hari ini karena telah melalui ragam kegetiran dan kegagalan di masa lalunya. Bahkan, barangkali semua manusia yang sukses pasti dibaliknya terdapat kisah penuh air mata. Mereka tidak pernah menyerah, setiap kali terjatuh lalu bangkit lagi. Selalu ada alasan untuk melipatgandakan usaha ketika rintangan datang menghadang. Salah satunya kisah orang Jambi yang berasal dari desa Mersam, Kabupaten Batanghari, Drs H Marzuki Usman, MA.  Dikutip dari m.merdeka.com, putera Mersam kelahiran 30 Desember 1943 ini pernah menjadi Menteri Kehutanan RI,2000–2001, Menteri Negara Penggerak Dana Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), 1999 dan Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya (MenParsenibud), 1998-1999.

Anak keempat dari sembilan bersaudara pasangan H. Usman H Abul dan Cholijah tersebut dikenal gigih dan pantang menyerah. Saat kecil anak didik Gus Dur ini terbiasa mencari uang dari tumpangan perahu di Sungai Batanghari. Semula mantan Ketua DPW PKB Jakarta tersebut bercita-cita mendaftarkan diri ke kampus UGM masuk Kedokteran Gigi. Tapi, nasib belum berpihak kepadanya, lalu banting stir masuk Fakultas Ekonomi.  Saat berusaha menyelesaikan gelar sarjana di kampus UGM Yogyakarta tersebut banyak cerita kegetiran yang ia hadapi, tapi dia tidak menyerah. Setelah meraih gelar sarjana tahun 1969, Marzuki Usman juga pernah ditawari dekannya, Sukadji Ranuwihardjo mengambil gelar master di University of the Philippines. Sayangnya dia dinyatakan tidak lulus tes. Tak mau lama-lama bersedih, dia meluncurkan 40 lamaran ke berbagai instansi. Usahanya tak sia-sia, ia diterima di Departemen Keuangan. Akhirnya, atas bantuan Sumarlin dan Ali Wardhana, Marzuki bisa meraih beasiswa Ford Foundation untuk kuliah di Duke University, Durham, North Carolina, Amerika, hingga meraih gelar Master od Arts in Economics di tahun 1975. Dan akhirnya sukses meraih berbagai posisi mentereng di republik ini. Bahkan dirinya bisa dikatakan, satu-satunya putera Jambi yang berhasil meraih posisi Menteri sejak Indonesia Merdeka.

Kisah lain dari belahan dunia Eropa ada seorang pendiri “Whatsapp”: Jan Koum. Ia lahir dan mengalami masa kecil yang pedih di Ukraina. Pada 1990 Jan dan ibunya pindah ke AS untuk mencari masa depan yang lebih baik. Jan kerja serabutan di AS, juga ibunya, termasuk sebagai pembersih toilet. Mereka sering harus antre kupon makanan subsidi pemerintah. Tapi, Jan terus berjuang sampai bisa kuliah. Ia melamar ke Facebook, tapi ditolak. Dia tak ambruk, justru fokus membikin aplikasi Whatsapp/WA. Ujungnya? WA dibeli FB seharga US$ 19 miliar (2014). Kesepakatan itu ditanda tangani di kantor dinas sosial yang dulu lokasi Jan Koum antre kupon makan.

Dari kisah tersebut dapat diambil kesimpulan, manusia yang berhasil mencetak kesuksesan adalah mereka yang terus berdiri lebih banyak ketimbang terperosok. Tiap terpental tentu muncul frustrasi, namun rasa itu tak boleh bermukim lama, harus langsung segera berdiri lagi. Itulah hari-hari panjang yang dijalani oleh para jawara kehidupan.

Puasa memberikan kita pelajaran untuk menahan dahaga, menunda kesenangan sementara dan pada akhirnya akan merasakan kenikmatan saat berbuka. Orang yang mengamalkan puasa adalah mereka yang berani menaklukkan segala derita. Janji Allah jelas soal ini yakni  “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah: 6).  Hanya saja, pada saat berbuka diingatkan jangan sampai nafsu lantas bertahta. Oleh karenanya disunnahkan berbuka hanya dengan beberapa butir kurma dan segelas air putih sekadar pelepas dahaga lalu melaksanakan sholat magrib berjamaah. Ini dimaksudkan agar kita setiap kali mendapat kenikmatan,  harus cepat-cepat bersyukur kepada zat pencipta. Karena sesungguhnya segala yang kita peroleh adalah pemberian Dia yang maha kaya.

(Penulis adalah Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Batanghari yang juga Ketua DKW Laskar Santri Nusantara Provinsi Jambi)

EKONOMI PUASA

ADA banyak gagasan dan ide yang ditemukan para ahli untuk mengatur sistem ekonomi dunia. Ide yang dilahirkan tersebut membuat arus ideologi tersendiri didalam kehidupan ini. Salah satunya yang banyak diterapkan oleh negara-negara di dunia adalah gagasan kapitalisme. Gagasan kapitalisme lahir setelah buku “The Wealth of Nations” dari Adam Smith diluncurkan (1776). Idenya, yakni memfasilitasi hasrat manusia  yang ingin memiliki keuntungan/kekayaan. Caranya? Bebaskan orang untuk bertransaksi di pasar, jamin hak milik pribadi,  sediakan informasi  pasar yang sempurna, serta buat mekanisme pasar bekerja tanpa intervensi.

Lalu apakah kapitalisme ini berhasil memakmurkan dunia ? Jawabannya iya. Negara-negara yang hari ini dinobatkan sebagai negara maju rata-rata menerapkan sistem ekonomi kapitalis. Bahkan negara yang mengklaim menerapkan sistem ekonomi komunis sekalipun tetap menggunakan sistem ekonomi kapitalis, meski sistem politiknya komunis. Namun seiring perjalanan waktu ternyata sistem ekonomi kapitalis ini banyak memiliki kekurangan. Salah satunya yakni lemah dari sisi pemerataan. Sehingga yang terjadi hari ini sebanyak dua persen orang kaya di dunia menguasai delapan puluh persen ekonomi dunia. Jurang kesenjangan antara si kaya dan si miskin semakin jauh. Yang kaya punya harta berlimpah, uang triliyunan, tapi si miskin untuk memenuhi makan tiga kali seharipun sulit.

Kondisi ini membuat para ahli mencoba menggali sistem ekonomi alternatif yang dikenal dengan sistem ekonomi Islam. Sistem ekonomi ini dipraktekkan Rasulullah SAW  dan istrinya seorang usahawan besar, Siti Khadijah. Saat menjalankan bisnisnya, Nabi berpedoman kepada lima rukun usaha, yang kemudian menjadi doktrin pengembangan ekonomi syariah, yakni: (i) menyeimbangkan motif material dan spiritual; (ii) mengutamakan prinsip keadilan dan melarang riba; (iii) menghadirkan kebebasan ekonomi sesuai akidah; (iv) memastikan kemaslahatan bersama; dan (v) mengakui kepemilikan multi-jenis. Praktik ini telah dijalankan meski belum menjadi arus utama pembangunan.

Prinsip keadilan dan pelarangan riba dalam ekonomi Islam inilah diharapkan bisa memupus kemiskinan dan memperkecil kesenjangan.  Hal ini sejalan dengan pesan-pesan puasa yang kita laksanakan. Puasa memberikan kita inspirasi agar memperhatikan si miskin yang melarat. Menahan lapar dan dahaga dimaksudkan agar yang kaya juga tahu penderitaan yang miskin. Sehingga  yang kaya memiliki kemauan untuk berbagi ke bahagia an. Sensasi kebahagiaan yang hakiki ini ternyata tak hanya diperoleh dengan cara menghimpun kekayaan, tetapi juga harus dengan cara berbagi. Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah SAW: “Islam apakah yang paling baik?” Beliau bersabda: “Engkau memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang kau kenal dan orang yang tidak kau kenal.”

Islam sendiri menaruh selaksa kepedulian soal kemelaratan ini. Sabda masyhur Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Na’im: “Kemiskinan itu dekat kepada kekufuran.” Kufur sendiri merupakan  dosa yang tak terampuni, sehingga pertempuran melawan kemelaratan merupakan perang yang harus dimenangkan. Kemiskinan spiritual diselesaikan dengan iman. Kefakiran material dituntaskan lewat kebijakan. Semoga puasa mengilhami orang kaya untuk terus berbagi dan para pemimpin kita untuk membuat kebijakan menuntaskan kemiskinan, salah satunya lewat distribusi dana desa.

(Penulis adalah Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kemendes PDTT RI untuk Wilayah Kabupaten Batanghari yang juga Ketua DKW Forum BUMDes Indonesia Jambi)

AL HARIS JADIKAN SEBERANG KOTA SEBAGAI KAMPUNG WISATA RELIGIUS

JAMBI, berjambi.com, (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi, Dr.H.Al Haris, S.Sos.,M.H., menyatakan akan menjadikan Sebrang Kota Jambi sebagai kawasan Kampung Wisata Religius. Hal tersebut disampaikan AL Haris pada acara Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Komunitas Masyarakat Jambi Kota Seberang (KMJKS) Periode 2022-2027, bertempat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jum’at (01/04/22) malam.

Al Haris mengatakan, masyarakat Jambi Kota Seberang memiliki potensi, sosial budaya serta kearifan lokal spesifik yang harus tetap dijaga dan dilestarikan. “Saya meminta kepada pengurus yang baru nantinya mampu membina dan merangkul baik seluruh pengurus maupun masyarakat Jambi Kota Seberang secara luas, karena kita ketahui bersama bahwa masyarakat Jambi Kota Seberang memiliki potensi, sosial budaya serta kearifan lokal spesifik yang harus tetap kita jaga dan lestarikan,” kata Al Haris.

Al Haris mengapresiasi atas pengukukuhkan dan pelantikan pengurus KMJKS ini, semoga para pengurus dapat menjalankan organisasi ini dengan baik dan mengemban amanah, serta mewujudkan visi dan misi organisasi dengan baik dan jadilah mitra masyarakat dan mitra pemerintah.

“Saya mengajak KMJKS agar senantiasa memberikan sumbangsih pemikiran dan turut serta membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas wilayah serta mendukung program-program pemerintah sehingga pembangunan di Provinsi Jambi dapat terlaksana dengan baik,” tutup Al Haris.

Ketua Komunitas Masyarakat Jambi Kota Seberang (KMJKS) Periode 2022-2027 Fakhrudin Razi mengatakan sejarah berdirinya KMJKS ini berawal dan bergerak pada bidang kematian akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu terus berkembang ke bidang pendidikan sehingga muncullah pesantren yang ada di Kota Seberang, dan organisasi ini bertujuan untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat orang Seberang. (Waaly/ADV)