Beranda blog Halaman 120

PUASA DARI SERAKAH

KEAJAIBAN selalu muncul di era modernisasi kini. Ditengah kepongahan kapitalisme dengan menumpukkan kekayaan, selalu ada mahluk yang punya belas asih yang memikirkan jalan menuju keabadian. Dia adalah salah seorang pedagang ikan di pasar Aur Duri, Kota Jambi. Keramahan dan kemurahan hatinya membuat jubelan pembeli memadati lapaknya.

Suatu ketika saya melihat dia tidak memiliki receh untuk mengembalikan uang pembeli. Lalu dia berucap; ” Ibu bawak saja dulu uangnya, kalau ingat dibayar, kalo lupa saya halalkan,” ujarnya. Saya tersenyum melihatnya, lalu dia berujar. “Memang begitu bang, kalau tidak kito halalkan jika lupo, nanti takut jadi beban (dosa, red) bagi dio,” tukasnya.

Ujaran itu membuat saya terkejut. Sungguh, pedagang itu sudah menabrak diktum ilmu ekonomi yang kokoh berdiri yakni memaksimalisasi keuntungan.
Asumsi dalam ilmu ekonomi, bahwa manusia berperilaku mementingkan diri sendiri (self-seeking behavior) dan kecenderungan menyimpang dipatahkan oleh sikap pedagang itu.

Jika dunia diisi manusia yang berkepribadian seperti ini, maka tidak akan pernah muncul ketimpangan yang parah. Seperti sebuah survei yang menyatakan bahwa satu persen warga kaya di dunia menguasai 80% aset ekonomi seluruh belahan bumi. Makanya beberapa dekade lalu, di AS muncul gerakan “Occupy Movement” dengan slogan: We Are 99%. Gerakan itu merupakan protes atas keserakahan dan ketimpangan yang makin tak terkendali.

Seluruh asumsi dan tatanan ekonomi inilah yang dirobohkan oleh pedagang itu. Ritual ekonomi baginya adalah paket ibadah untuk mencukupi kebutuhan hidup. Pedagang itu merupakan jelmaan hamba spiritual berwatak sosial. Dirinya mampu menempatkan insentif material di bawah imperatif moral.

Inilah sejatinya hakikat puasa: tak mengambil kelebihan (ekspresi tidak berlebihan saat berbuka) dan membagi kepedulian (penghayatan saat lapar). Puasa adalah iman kepada yang di langit, meneguhkan hati memeluk bumi. Puasa melatih kita untuk menghayati nilai kekayaan yang sesungguhnya, yakni kaya hati dan puasa dari sikap serakah.

(Penulis adalah Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kemendes PDTT RI untuk Kabupaten Batanghari yang juga Ketua Laskar Santri Nusantara Provinsi Jambi)

Ramadhan, Kado Terindah

BULAN yang penuh limpahan pahala kini telah datang menyapa kita. Bulan ini adalah cahaya bagi kehidupan ummat Muhammad SAW. Berbagai bonus pahala atas amalan yang kita kerjakan diberikan Allah SWT. Itulah bekal untuk menuju kehidupan yang penuh keabadian di yaumil akhir nanti.

Ramadan menjadi bulan yang ditunggu oleh umat Islam. Bulan ini adalah momen memperoleh aneka pahala yang diperuntukkan bagi umat yang mau berusaha. Setiap prilaku  menjadi ibadah, setiap doa di  ijabah, dan setiap sedekah berbuah berkah. Sungguh pun begitu, ekstra hadiah tersebut memang tidak diperoleh secara gratis, namun mesti lewat kesadaran dan perjuangan serta keikhlasan.

Meskipun banyak orang yang berpuasa, terkadang  cuma mendapatkan lapar dan dahaga saja. Tapi hanya yang berpuasa penuh keimanan dan keikhlasanlah yang dapat menu ampunan. Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang berpuasa ramadan dengan penuh keimanan dan keikhlasan niscaya akan diampuni segala dosanya yang telah lalu” (HR. Imam Nasa’i, Ibn Majah, Ibn Hibban, dan Baihaqi).

Puasa ini  bukan hanya amalan ummat Muhammad SAW saja. Tapi juga diamalkan oleh Nabi-nabi terdahulu. Menurut Tafsir Ibnu Katsir, Nabi Adam a.s. berpuasa selama tiga hari tiap bulan sepanjang tahun. Demikian juga menurut  penjelasan Ibnu Majah yang menyebutkan, “Puasa Nabi Nuh itu setahun penuh, kecuali dua hari raya.” Lalu, Nabi Ibrahim AS juga berpuasa ketika ia dilemparkan ke dalam api atas perintah Raja Namrudz saat itu. Nabi Musa AS juga melakukan ritual puasa ketika sedang bermunajat di Gunung Tursina selama 40 hari. Begitu pula dengan Nabi Yusuf AS ketika saat menjalani masa tahanan akibat difitnah berbuat tidak senonoh dengan Zulaikha juga melakukan puasa. Nabi Yunus AS  saat berada dalam perut ikan paus juga berpuasa. Meskipun berusia tua, Nabi Syuaib sendiri tak pernah lupa melakukan ritual puasa. Nabi Ayub yang diuji dengan banyak musibahpun menjadikan puasa sebagai wahana mendekatkan diri kepada Allah. Nabi Daud AS berpuasa secara tersistem, yakni selang satu hari berpuasa dan sehari kemudian tidak.

Yang jelas, puasa Ramadhan merupakan kado terindah kepada kita semua. Makanya, Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kami agar bertakwa” (QS. Al-Baqarah: 183). Akhirnya mari kita isi Ramadhan ini dengan ibadah wajib dan sunnah, agar kita mendapat bonus pembebasan dari Api Neraka yang panasnya 69 kali api dunia itu. Marhaban ya Ramadhan, Selamat Berpuasa, mohon maaf atas segala kata dan tingkah yang menyakitkan hati dan jiwa.

(Penulis adalah Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat  Kabupaten Batanghari yang juga Ketua DKW Laskar Santri Nusantara Provinsi Jambi)

 

GARDA ASWAJA

Jambi, 1 April 2022/29 Sya’ban 1443 H

ASWAJA, Garda Aswaja kembali mengadakan giat rutin mingguan. Kegiatan yang dilakanakan tadi malam bertempat di Darus Sholawat BG13NU. Giat ini dihadiri oleh para Tuan-tuan Guru serta jama’ah, kegiatan kali ini bertajuk “Sambut Ramadhan Dengan Hati Riang Gembira”. (31 Maret 2022)

Kegiatan yang dilaksanakan setelah sholat isya ini diawali dengan pembacaan Wirid Asma’ Al-Husna di lanjutkan dengan pembacaan Qashidah Burdah setelah itu diteruskan dengan mauizhatul hasanah dari TG.Pahmi Sy beliau juga merupakan Pembina Majlis Ash-Shahabah. Dalam mauizhahnya beliau menyampaikan akan pentingnya kita untuk perlu mengenal Allah, pengenalan ini melalui pengenalan terhadap asma’, sifat, af’al serta zatnya Allah.

TG.Pahmi Sy ketika menyampaikan Mauizhaul Hasanah

Kegiatan ini disemarakkan pula oleh Tim Hadroh Al-Anshor Pematang Sulur Kota Jambi yang dibina oleh TG.Pahmi dan TG.Majid.

Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk menyemarakkan syi’ar agama serta membumikan amaliah-amaliah ahlu sunnah wal jama’ah dan tidak terlepas sebagai ajang mempererat tali silaturrahim diantara jama’ah.

Semoga kegiatan ini terus berjalan dalam rangka memakmurkan bumi Allah, sebagaimana slogan dari Garda Aswaja Dari AmaliahNya KITA MAKMURKAN BumiNya serta diharapkan melalui rutinitas ini mampu meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kegiatan diakhiri dengan makan malam bersama serta tak terlupa nyeruput kopi. (GAS)

Anggota Tim Hadroh Al-Anshor

SANI HARAP KADER PKK LEBIH KREATIF DAN INOVATIF

Jambi, berjambi.com, (Diskominfo Provinsi Jambi) – Wakil Gubernur Jambi Drs.H.Abdullah Sani,M.Pdi., mengharapkan, kader Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jambi bisa memberikan ide kreatif dan inovatif guna mendukung pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Sani pada Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 50 Tahun 2022 Tingkat Provinsi Jambi, yang berlangsung di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Kamis (24/03/2022).

“Saya mengucapkan selamat atas Peringatan HKG PKK Ke-50 Tahun 2022 Tingkat Provinsi Jambi, teriring doa dan harapan semoga Gerakan PKK terus menjadi penopang dan garda terdepan dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas demi tercapainya masyarakat yang maju dan sejahtera,” ujar Sani.

Sani memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan kader PKK di seluruh Provinsi Jambi yang telah bekerja dengan baik dalam mengupayakan pembangunan masyarakat dengan menyiapkan keluarga sejahtera, melalui ide kreatif dan inovasi selama ini.

“Saya mengapresiasi kepada TP PKK se-Provinsi Jambi atas daya upaya dan kontribusinya menjadi rekan dan mitra pemerintah di bidang pemberdayaan perempuan dan keluarga. Semua pencapaian selama ini pada sepuluh program pokok PKK, telah mendukung dan mendorong terwujudnya program pemerintah untuk menciptakan dan membangun masyarakat yang sehat, berdaya, dan sejahtera,” kata Sani.

“Saya mengharapkan pada usia emas ini, menjadi momentum pembaharuan semangat, serta terus berupaya meningkatkan kreativitas dan kompetensinya dalam melaksanakan peran di bidang pemberdayaan perempuan dan keluarga. Hendaknya PKK senantiasa berupaya mengembangkan dan meningkatkan program pokok PKK yang lebih baik, dinamis dan terus selaras dan sinergis dengan program pembangunan pemerintah dalam rangka mendukung dan mendorong tercapainya kesejahteraan masyarakat sesuai dengan cita-cita bersama,” lanjut Sani.

Sani menuturkan, gerakan PKK memiliki kemampuan yang luar biasa sebagai pelopor dan garda terdepan pemberdayaan keluarga dan perempuan, dengan bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan, mampu menciptakan keluarga yang berdaya dan mandiri dalam meningkatkan kualitas dan taraf hidup pada aspek ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, dan budaya.

“Mulai dari lingkungan masyarakat terkecil, PKK dapat menciptakan keluarga yang berdaya dan mandiri serta mampu mendorong terwujudnya masyarakat yang maju, adil, sejahtera dan beradab sebagaimana cita-cita luhur pembangunan. Semoga dari hasil rapat nantinya bisa menjadi masukan bagi program gerakan PKK dan dapat diimplementasikan secara nyata dalam rangka pemberdayaan keluarga dan perempuan, menuju masyarakat maju dan sejahtera yang berkelanjutan,” tutur Sani.

Ketua TP-PKK Provinsi Jambi, Hj.Hesnidar Haris,S.E., (Hesti) membacakan sambutan tertulis dari Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Tito Karnavian, melalui peringatan HKG PKK kali ini Tri mengingatkan agar gerakan PKK kembali pada ruhnya yakni sebagai gerakan masyarakat untuk memberdayakan keluarga.

“Artinya, keluargalah yang harus menjadi fokus perhatian kita, keluargalah yang harus kita berdayakan karena keluarga merupakan unit terkecil masyarakat, sehingga apabila keluarga-keluarga di Indonesia ini dapat kita berdayakan sesuai dengan potensi dan kebutuhannya maka berarti gerakan PKK juga berpotensi memperdayakan masyarakat secara keseluruhan,” kata Hesti.

50 tahun perjalanan gerakan PKK tentu banyak hal yang telah dilakukan dan dinamika perjalanan gerakan PKK selama ini bisa menjadi bahan pembelajaran bahwa upaya memberdayakan keluarga dan masyarakat itu perlu dilakukan dengan pendekatan Cipta, Rasa dan Karsa, yakni dengan hati dan niat yang tulus.

Hesti menyampaikan pesan Ketua TP PKK Pusat yaitu, sesuai dengan kesepakatan hasil Rapat Kerja Nasional TP PKK, agar semua jenjang TP PKK dapat langkah langkah penyesuaian manajemen kelembagaan TP PKK. Hal ini menjadi penting karena pada hakikatnya program-program dapat terlaksana secara baik dan tepat sasaran ketika pengelolaan melalui sistem manajemen kelembagaan yang baik.

Pada kesempatan ini, Sani secara langsung melakukan Launcing Sistem Informasi Keluarga Dasawisma (Si Gadis Jambi) yang didampingi oleh Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj.Hesnidar Haris,S.E.(ADV diskominfoprov)

GARDA ASWAJA RATIBAN & MAULIDAN

0

 


Jambi, 24 Maret 2022/21 Sya’ban 1433 H

ASWAJA, Garda Aswaja kembali mengadakan Ratiban & Maulidan rutin mingguan sekaligus tasyakuran anak-anak yang telah selesai belajar mengaji di Darul Qur’an Al-Muslimin dibawah pimpinan Ustadz.Muslimin, kegiatan untuk minggu ini dilaksanakan di Darus Sholawat Ca’ Muslimin Kab.Muaro Jambi.

Kegiatan ini dimulai ba’da sholat isya, diawali dengan pembacaan Ratib Al-Atthos di lanjutkan dengan pembacaan Maulid Adhdhiyaullami’ setelah itu diteruskan dengan mauizhatul hasanah dari Ustadz H.Hayatul Islami, S.THi.,M.Pdi yang merupakan seorang muballigh Provinai Jambi dan sekitarnya. Dalam ceramahnya beliau menyampaikan tentang pentingnya belajar dan mengajarkan Al-Qur’an.

Read more

AL HARIS AJAK FKDM & FKPT JAGA KETENTRAMAN JAMBI

Jambi, berjambi.com, (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi, Dr.H.Al Haris,S.Sos.,M.H., mengajak Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) untuk menjaga ketentraman masyarakat Provinsi Jambi. Hal tersebut disampaikan Al Haris pada acara Pengukuhan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT), bertempat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Selasa (22/03/2022).

Al Haris mengatakan, kondisi aman dan kondusif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, berbangsa dan bernegara sangat mendukung dalam melaksanakan program pembangunan. Kondisi aman dan kondusif merupakan prasyarat dalam keberhasilan pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan, baik pembangunan daerah maupun pembangunan nasional, sebaliknya jika kondisi tidak aman dan tidak kondusif, maka capaian tujuan pembangunan tidak akan bisa maksimal.

Al Haris menuturkan, FKDM menjadi salah satu wadah yang berperan penting dalam upaya mewujudkan keamanan dan kondisi yang kondusif, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2019 tentang Kewaspadaan Dini di Daerah. Dewan Penasehat FKDM mempunyai tugas pokok merumuskan bahan kebijakan dalam memelihara kewaspadaan dini masyarakat dan para pengurus FKDM mempunyai tugas pokok memfasilitasi, membina, dan mengkoordinasikan penyelenggaraan kewaspadaan dini masyarakat di daerah.

“Saya mengajak FKDM Provinsi Jambi dan FKDM Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi untuk terus meningkatkan sinergi, meningkatkan kesatupaduan untuk meningkatkan kinerja, juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan kondisi aman dan kondusif,” kata Al Haris.

Lebih lanjut, Al Haris mengungkapkan, FKPT juga merupakan elemen penting untuk mewujudkan kondisi aman dan stabil, yang fungsinya saling mendukung dengan FKDM. “Saya juga menaruh harapan yang sama kepada Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Jambi, agar terus meningkatkan kinerja dengan terus meningkatkan komunikasi, koordinasi, sinergi, dan kolaborasi semua pengurus dan dengan semua pemangku kepentingan,” ungkap Al Haris.

“Saya mengharapkan agar semua pengurus yang dikukuhkan bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, tentunya dengan berpedoman pada aturan perundang-undangan yang berlaku, serta didorong oleh kepedulian yang tinggi kepada masyarakat Provinsi Jambi,” pesan Al Haris.

“Saya yakin masyarakat Provinsi Jambi mendukung upaya kita untuk menjaga keamanan, kerukunan, dan kekondusifan Provinsi Jambi. Kecepatan dan ketepatan kita dalam merespon dan mengelola informasi, isu, serta persoalan merupakan faktor yang sangat menentukan, dan kolaborasi kita semua merupakan kunci kesuksesan,” pungkas Al Haris.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jambi Mukti Said mengatakan, tujuan terlaksananya acara yaitu: pertama adalah sebagai wadah tokoh-tokoh masyarakat sebagai mitra pemerintah dalam menjaga dan memelihara kewaspadaan dini masyarakat gunan mewujudkan ketentraman, ketertiban umum, dan stabilitas keamanan, yang kedua adalah mengantisipasi berbagai bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan melalui pendeteksi dini dan pencegahan dini dan yang terakhir adalah mewujudkan pemahaman dan kemampuan aparat kesatuan bangsa dan politik Provinsi Jambi maupun Kabupaten/Kota.(ADV diskominfoprov)

AL HARIS APRESIASI LAM SELESAIKAN MASALAH MELALUI HUKUM ADAT

JAMBI, berjambi.com, (Diskominfo Provinsi Jambi)–Gubernur Jambi Dr.H.Al Haris, S.Sos.,M.H., mengapresiasi Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi yang akan mulai menyelesaikan permasalahan pada masyarakat melalui hukum adat. Hal tersebut disampaikan Al Haris pada acara Seminar Sehari Lembaga Adat Melayu Jambi (LAM) dengan tema Restorative Justice Dalam Hukum Adat Melayu Jambi, bertempat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Sabtu (19/03/2022).
“Kegiatan ini membantu Pemerintah Provinsi Jambi dalam mewujudkan Jambi Mantap yaitu visi tertib akan tercapai dengan adanya rasa keamanan dan kenyamanan pada masyarakat. Pada sistem pemerintahan desa terdapat didalamnya tatanan adat yaitu ada tengganai keluarga, kalbu dan kepala desa, jika jenjang ini sudah dilalui dengan adanya komunikasi antar mereka, maka dengan hukum adat setiap permasalahan akan selesai,” ujar Al Haris.
Al Haris mengatakan, tema dalam seminar sehari ini adalah “Restorative Justice Dalam Hukum Adat Melayu Jambi”, tentunya sangat sejalan dengan peran LAM Provinsi Jambi sebagai unit terdepan bagi penegakan hukum serta pelestarian nilai-nilai sosial budaya melayu atau lebih dikenal dengan wilayah ico pakai adat.
Al Haris menuturkan, pendekatan restorative justice merupakan alternatif dalam sistem peradilan pidana dengan mengedepankan pendekatan integral antara pelaku dengan korban dan masyarakat sebagai satu kesatuan untuk mencari solusi serta kembali pada pola hubungan baik dalam masyarakat.
“Filosofi restorative justice dirancang untuk menjadi suatu resolusi penyelesaian dari konflik yang sedang terjadi dengan cara memperbaiki keadaan, ataupun kerugian yang ditimbulkan dari konflik tersebut, serta merupakan alternatif penyelesaian perkara tindak pidana yang dalam mekanisme (tata cara peradilan pidana) fokus pidana diubah menjadi proses dialog dan mediasi, dengan tujuan mendorong terpenuhinya asas-asas peradilan yang cepat, sederhana dengan keadilan yang seimbang,” tutur Al Haris.
“Kegiatan ini juga adalah satu bentuk dukungan LAM terhadap Visi Jambi Mantap (Maju, Aman, Nyaman, Tertib, Amanah dan Profesional dibawah Ridho Allah SWT) yang salah satu misinya Memantapkan Kualitas Sumberdaya Manusia, yaitu dengan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia sehingga berdaya saing melalui perluasan akses pendidikan, kesehatan, olahraga, keagamaan, sosial budaya dan kesetaraan gender,” lanjut Al Haris.
Al Haris mengharapkan melalui kegiatan ini menjadi sebagai sebuah momentum untuk saling bersilaturrahmi juga sebagai upaya bersama untuk memperkaya khasanah pengetahuan terhadap perkembangan hukum positif yang berlaku saat ini.
Ketua Lembaga Adat Melayu Provinsi Jambi Drs.H.Hasan Basri Agus,M.M., mengatakan, penempatan hukum adat melayu Jambi dalam kerangka positif untuk mengimplementasikan Restorative Justice di daerah Jambi. Sudah selayaknya dan seharusnya hukum adat Melayu Jambi sebagai sebuah karya anak bangsa dapat dipakai dasar formil dalam setiap penanganan perkara pidana karena lebih mencerminkan rasa keadilan bagi masyarakat, serta lebih mengedepankan pendekatan humanis yang lebih adil harus didorong dan diutamakan. (Adv/Diskominfo)

Gus Muhaimin: Peran Pesantren Penting dalam Mencegah Kekerasan Seksual

DEMAK – Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar menekankan pentingnya peran pesantren dalam mencegah terjadinya kasus kekerasan seksual di lingkungan santri.

Menurut Gus Muhaimin, semua lembaga pendidikan, baik perguruan tinggi maupun pesantren adalah tempat yang rawan terjadi kekerasan seksual. ”Semua yang berbentuk asrama, pengumpulan, itu bisa menjadi ancaman. Hubungan partron, klien atasan bawahan, guru murid, sesepuh muda, itu juga rawan,” ujar Gus Muhaimin di sela Rapat Kerja Nasional Forum Pengasuh Pondok Pesantren Putri (Fasantri) dan Launching SOP Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren di Ponpes Al Mubarok, Marangen, Demak, Jawa Tengah, Jumat (11/3/2022).

Karena itu, Gus Muhaimin mengapresiasi langkah yang dilakukan Fasantri yang membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren. ”Saya mendukung peran Fasantri yang mendorong meningkatkan peran dan manfaatnya bagi pesantren-pesantren puteri dengan meresmikan SOP penanganan dan mengantisipasi ancaman kekerasan di pesantren,” tuturnya.

Menurutnya, langkah yang dilakukan Fasantri ini luar biasa dan menjadi yang pertama di lingkungan umat Islam dalam mengantisipasi ancaman kekerasan seksual di lingkungan pesantren. ”Salut kepada Fasantri yang memotori langkah internal untuk lingkungan pesantren puteri dan langkah eksternal untuk mendorong umat Islam menjadi kekuatan yang aman dari kekerasan seksual,” tuturnya.

Gus Muhaimin mengatakan bahwa semua lembaga pendidikan, baik perguruan tinggi maupun pesantren adalah tempat yang sangat rawan terjadi kekerasan seksual. ”Semua yang berbentuk asrama, pengumpulan, itu bisa menjadi ancaman. Hubungan partron, klien atasan bawahan, guru murid, sesepuh muda, itu rawan,” tuturnya.

Karena itu, menurut Gus Muhaimin, pemerintah perlu membuat satuan unit pencegahan kekerasan seksual. Polri juga harus punya Tim Reaksi Cepat dalam penanganan kasus kekerasan seksual. Sementara hal yang bersifat preventif, semua kementerian harus terlibat dalam membantu.

Ketua Umum Fasantri Hindun Annisah mengatakan bahwa SOP Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren yang akan diberlakukan di ponpes-ponpes puteri ini tidak hanya dalam hal penanganan, tapi juga pencegahan agar tidak terjadi kasus-kasus kekerasan seksual. ”Kalaupun seandainya terjadi kasus kekerasan seksual, itu sudah ada SOP-nya, itu komplit. Kalau sudah terjadi apa yang harus dilakukan, semua ada dalam SOP itu,” kata Hindun.

Dia mencontohkan di dalam SOP tersebut ada pembelajaran yang ramah perempuan. ”Bagaimana di pesantren itu sistem pembelajarannya adil gender, ramah perempuan. Misalnya, mulai aturan yang memebrikan akses kepada perempuan. Mulai pendecegahannya. Juga diajari fikih reproduksi perempuan makanya perempuan diharuskan tahu tentang hak-hak reproduksinya,” tuturnya. (*/Arm)

AL HARIS AJAK KAUM MILENIAL BEKALI DIRI DENGAN ILMU AGAMA

Jambi, berjambi.com, (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi, Dr.H.Al Haris,S.Sos.,M.H., mengajak generasi milenial untuk membekali diri dengan pengetahuan ilmu agama, baik dari unsur aqidah, akhlak dan syariah secara maksimal, sehingga generasi milenal tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan umum saja, tetapi memiliki pondasi yang kuat akan ilmu agama. Hal tersebut disampaikan Al Haris pada Pembukaan Kelompok Pengajian Remaja Pelajar Provinsi Jambi, yang berlangsung di Auditorium Rumah Dinas Gubernur, Jum’at (11/03/2022).

“Kita harus mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan, salah satunya adalah nikmat kesehatan, karena jika senantiasa bersyukur maka Allah akan memberikan tambahan nikmat nikmat lainnya. Saya merasa bangga dan bahagia karena hari ini Pemerintah Provinsi Jambi mulai mengadakan pengajian untuk para anak muda Jambi,” ujar Al Haris.

“Kita akan melaksanakan pengajian ini secara rutin sebulan sekali bagi siswa siswi SMA/SMK dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah agar setiap langkah dan kegiatan senantiasa mendapat berkah dan lindungan dari Allah. Pemerintah Provinsi Jambi ingin memupuk akhlak para generasi milenial mulai, kedepannya juga akan memberikan ilmu-ilmu tambahan diluar kontek pelajaran biasanya,” lanjut Al Haris.

Al Haris mengungkapkan, bagi generasi milenial yang sekolah di SMA/SMK tentu kurang mempelajari ilmu agama, dibanding dengan yang sekolah di Pondok Pesantren.
“Pengajian ini kita buka sebagai media bagi generasi milenial untuk mempelajari dan lebih memperdalam ilmu agama untuk kehidupan di masa mendatang lebih terarah kehidupannya, sehingga bisa menghindari hal hal yang negatif dan terus berpikir secara positif serta mempunyai semangat yang tinggi demi masa depan yang lebih baik,” ungkap Al Haris.

“Pada intinya Pemerintah Provinsi Jambi akan mempersiapkan generasi milenial yang sholeh, sholehah dan berpikiran maju serta mempunyai masa depan yang baik, sehingga tidak merusak harapan dari orang tua terhadap perkembangan anaknya,” sambung Al Haris.

Al Haris menjelaskan, waktu atau kehidupan di dunia ini sangat singkat dan harus mempergunakannya dengan baik, mencari ilmu sebanyak mungkin sebagai bekal kehidupan yang lebih baik. Generasi milenial harus belajar dengan penuh semangat, jangan mengecewakan harapan orang tua, mempergunakan waktu sebaik baiknya untuk belajar dan membekali diri dengan ilmu dunia maupun akhirat.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jambi, Hj.Hesnidar Haris,S.E., (Hesti) mengemukakan, melalui pengajian ini dapat lebih meningkatkan silaturahmi, selain itu juga menambah ilmu bagi generasi milenial.

“Generasi milenial harus menyimak apa yang nanti disampaikan ustadz, karean harus diterapkan dalam kehidupan sehari hari sehingga berguna dimasa depan. Kami mengajak seluruh generasi milenial bisa ikut dalam pengajian ini, karena semuanya berhak mendapatkan pemahaman tentang kajian kajian islam dengan tujuan bersama tingkatkan iman dan taqwa, khususnya generasi milenial,” kata Hesti.

Dalam tausiahnya, Al Ustadz Rahmad Rahadian,S.E., menyampaikan, untuk menjadikan generasi milenial yang berdaya saing global, membutuhkan pondasi yang kuat berupa iman dan takwa (Imtaq) kepada Allah. Kualitas ibadah dan akhlak generasi milenial harus semakin meningkat ditengah erah digital saat ini, karena sebagai benteng diri terhadap pengaruh dari luar yang banya masuk pada era globalisasi. (ADV diskominfoprov)

 

Rapimda, 79 Media SMSI Jambi Tekad Kerja Profesional Cerdaskan Anak Bangsa

JAMBI-Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Jambi menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) yang dibarengi dengan peringatan HUT SMSI ke 5 dan penyerahan SK Ketua Dewan Pembina SMSI Provinsi Jambi.
Acara digelar di Grand Hotel Jambi Selasa (8/3). Dibuka oleh Ketua Dewan Pembina SMSI Provinsi Jambi Dr. Ir. H. A. R. Sutan Adil Hendra, M.M.
Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pembina SMSI Jambi, Sutan Adil Hendra mengatakan bahwa, sebuah kebanggaan dan kehormatan ditunjuk dan dipercaya sebagai Ketua Dewan Pembina SMSI Provinsi Jambi.
“Media ini sebagai sarana mencerdaskan bangsa, di tangan para wartawan bersama-sama menentukan arah bangsa ini kedepannya. Insya Allah SMSI menjadi yang terdepan,” katanya.
Kemudian SAH berpesan, agar SMSI selalu menyajikan berita-berita yang valid dan menunjukkan karakter jurnalistik yang terpercaya.
“Mari ciptakan karya yang dapat bermanfaat bagi bangsa dan dapat dikenang oleh masyarakat, dan jangan lupa cintai pekerjaan sebagai jurnalis, jika itu dilakukan maka kita akan mendapatkan sukses dan kebahagiaan,” pesannya.
Dirinya juga menyampaikan, bahwa peran media sangat penting. Tanpa media masyarakat tidak akan mendapatkan informasi yang akurat, benar dan terpercaya.
“Mari sama-sama kita menumbuhkan rasa pengabdian, rasa cinta, cinta terhadap karya, dan bisa mencapai kecerdasan yang berkarekter, berakhlak dan berdaya saing,” sampainya.
Sementara itu, Ketua SMSI Jambi, Muhtadi Puteranusa mengatakan bahwa, Serikat Media Siber Indonesia ini merupakan sebuah organisasi tempat berhimpunnya perusahaan-perusahaan pers online terbesar di Tanah Air, dan tentunya juga terbesar di Provinsi Jambi.
“Ibarat sebuah tanaman, SMSI ini belumlah seumur jagung, tapi Alhamdulillah, saat ini statusnya sudah menjadi salah satu konstituen Dewan Pers,” katanya.
Khusus di Provinsi Jambi, saat ini sudah terdaftar sebanyak 79 perusahaan pers online yang berada di bawah naungan SMSI, semuanya sudah memenuhi persyaratan sebagai sebuah perusahaan media. Hanya saja, dari 79 media itu, belum semuanya terverfikasi Dewan Pers.
“Tentu ini menjadi tantangan bagi kami ke depannya, bagaimana media-media yang berada di bawah payung SMSI betul-betul menjadi media yang profesional, kredibel dan berintegritas, membangun kemitraan dengan pemerintah dan pihak swasta, tentu dengan tidak menghilangkan daya kritis sebagai sebuah media,” sampainya.
Rapimda ini merupakan salah satu upaya dari kami untuk menuju ke tatanan media yang profesional, kredibel dan berintegritas yang kami maksudkan tadi.
“Kami menyadari, Rapimda ini tidak akan bisa terlaksana dengan baik tanpa adanya bantuan dari para pihak. Dan yang tidak bisa kami lupakan, tentulah kekompakan seluruh pengurus dan perusahaan-perusahaan media SMSI yang tersebar di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah,” ujarnya.
Ucapan terima kasih dari hati yang tulus diucapkan kepada semua pihak atas terselenggaranya Rapat Pimpinda Daerah, HUT SMSI ke 5 dan Penyerahan SK Ketua Dewan Pembina.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Ketua Dewan Pembina yang diserahkan kepada Ketua SMSI Provinsi Jambi dan Ketua PWI Jambi H Ridwan Agus.
Pemotongan tumpeng juga dilakukan oleh anggota Dewan Pembina Sigit Eko Yuwono yang diserahkan pada perwakilan dua Ketua SMSI masing-masing Ketua SMSI Tanjab Barat Ikmal Mardiansyah dan Ketua SMSI Muaro Jambi Ellan RA.
Juga diserahkan tumpeng kepada Kepala LKBN Antara Jambi Syarif Abdullah dan Wartawan Senior yang juga Ketua Dewan Kehormatan PWI Jambi Bus Syafrizal. (arm)