Beranda blog Halaman 149

Ramadhan, Corona dan BUMDes

Oleh Mohd Haramen, SE, ME,Sy

Marhaban ya Ramadhan. Hanya tinggal  sehari lagi, ummat Islam se dunia melaksanakan ibadah puasa. Ramadhan adalah bulan mulia, bulan penuh ampunan dan barokah. Ummat Islam menyambut bulan ini dengan suka cita. Maklum, pahala beribadah dilipatgandakan, pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup rapat-rapat. Setan-setan yang biasa menggoda manusiapun dikrangkeng hanya untuk menghormati yang berpuasa.

Tapi, Ramadhan tahun ini suasananya agak berbeda. Mengingat, wabah Corona membayangi umat manusia. Negara-negara di dunia berjibaku melawan makhluk Allah yang sangat kecil tersebut. Sehingga perkantoran ditutup, para mahasiswa terpaksa belajar dari rumah, para pekerja ada yang di PHK.  Kondisi ini mempengaruhi produktivitas ekonomi masyarakat.

Hal inipun dibenarkan  Filipe Campante dan David Yanagizawa, guru besar Universitas Harvard. Dalam riset mereka, yang berjudul “Does Religion Affect Economic Growth and Happines”, dengan menggunakan data berbagai negara Muslim selama lebih dari 60 tahun menyimpulkan dua hal. Pertama, bulan Ramadhan menurunkan produktivitas kerja karena jam kerja yang lebih pendek. Kedua, bulan Ramadhan meningkatkan kebahagiaan masyarakat.

Sejalan dengan itu,  Pimkanok Piamjariyakul dalam artikelnya, “The Impact of Ramadan on Indonesia”,  juga mencatat adanya penurunan produktivitas bulanan sebesar 7,7 persen di Mesir dan Pakistan karena pengurangan dua jam kerja. Sedangkan, di Indonesia, penurunan hanya 3,8 persen karena pengurangannya hanya satu jam.

Kondisi ini diperparah lagi dengan keadaan wabah Corona saat ini. Disamping produktivitas yang menurun, daya beli juga sangat lemah. Hal ini berimbas kepada semua sektor. Tidak saja makro ekonomi, tetapi juga mikro ekonomi hingga ekonomi pedesaan.

Penulis mencatat di Provinsi Jambi, ada penurunan omzet BUMDes hingga 50,9 persen sejak Corona ini berlangsung. Bahkan, ada BUMDes yang tutup. Ada 539 karyawan dari 1119 BUMDes yang dirumahkan.

Namun, BUMDes harus tetap optimis. Karena penelitian  Janmohamed, konsultan pemasaran Ogilvy Noor, dalam risetnya, “The Great British Ramadan”, memperkirakan kenaikan permintaan 200 juta poundsterling setiap Ramadhan yang meliputi pembelian financial planning dan asuransi, makanan, baju, mainan, dan berbagai hadiah. Artinya ada peluang bisnis Ramadhan di sektor-sektor tersebut. Ditambah lagi dengan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan bantuan sosial lainnya yang digelontor masyarakat. Itu semua merupakan peluang bagi BUMDes, untuk cepat berinovasi usaha agar bisa tetap hidup. Karena hari ini slogan dunia usaha, berinovasi atau mati ?

(Penulis adalah Tenaga Ahli Pengelolaan Keuangan Desa dan Pengembangan Ekonomi Lokal Kemendes PDT RI untuk Wilayah Provinsi Jambi)

 

Empat Kecerdasan BUMDes Hadapi Covid 19

Oleh Mohd Haramen

PASCA wabah Covid 19, banyak pihak yang bertanya-tanya, mampukah BUMDes untuk bangkit kembali sebagai lokomotif ekonomi desa ? Pasalnya, saat ini daya beli masyarakat rendah, akibat menurunnya pendapatan selama wabah Covid 19 melanda,  dan hampir semua BUMDes terimbas.  Terutama BUMDes wisata yang terpaksa tutup total sejak wabah Covid ini berlangsung. Di Provinsi Jambi sendiri dari 1119 BUMDes yang terbentuk, ada 791 yang memiliki kegiatan, selebihnya tidak aktif. Dari 791 yang aktif tersebut, baru 101 BUMDes yang sudah bisa memberikan laba dan berkontribusi ke Pendapatan Asli Desa (PADes). Selebihnya masih hanya cukup untuk biaya operasional mereka saja.

Sejak wabah Corona ini, BUMDes yang biasanya menyumbang PADes tersebut, ada kemungkinan tahun ini tidak bisa laba. Karena ada unit usaha mereka yang tutup. Belum lagi yang bergerak dalam bidang simpan pinjam, karena kondisi ekonomi masyarakat yang tidak stabil, akibatnya  ada angsuran nasabah yang menunggak. Berbagai masalah ini, sempat saya perbincangkan dengan Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa se Jambi via online beberapa hari lalu.

Dalam diskusi tersebut ada semangat bersama untuk menjadikan BUMDes sebagai lokomotif ekonomi di desa. Hanya saja, untuk menjadikan BUMDes ini sebagai pioner perlu dukungan dari aparatur pemerintah desa itu sendiri. Dukungan yang dimaksud bukan hanya dalam bentuk penyertaan modal saja, tapi juga dukungan pemasaran. Dimana ada semacam komitmen dari pemerintah desa untuk membesarkan BUMDes dengan cara membelanjakan keperluan desa lewat BUMDes. Tanpa dukungan ini, sebagian pendamping pesimis BUMDes akan jadi lokomotif ekonomi di desa.

Jika BUMDes maju, sebagian masalah di desa akan bisa diselesaikan. Misalnya, masalah kemiskinan, lewat BUMDes bisa disalurkan kredit lunak. Masalah pengangguran, jika BUMDes maju akan banyak menyerap tenaga kerja. Masalah pendidikan, dengan laba BUMDes bisa disalurkan beasiswa pendidikan. Masalah kesehatan, ketika BUMDes sudah laba, maka bisa digunakan untuk  membayar iuran BPJS kesehatan masyarakat desa yang tidak tercover dalam bantuan pemerintah. Masalah lansia dan janda-janda, jika BUMDes laba maka akan bisa memberikan bantuan pangan buat mereka. Termasuk juga persoalan infrastruktur juga bisa dibangun dari laba BUMDes.

Penting artinya memajukan badan usaha yang ada di desa-desa, untuk membangkit perekonomian masyarakat kelas bawah. Terlebih Jambi yang 65 persen masyarakatnya tinggal di desa. Oleh karena itu, untuk memajukan BUMDes  di tengah krisis saat ini, perlu kita mengadopsi tips yang disampaikan Konsultas Pemasaran Kelas Dunia, Hermawan Kartajaya ini.  Kata Herman, untuk memajukan  dunia usaha disaat krisis perlu ada empat kecerdasan. Pertama, kecerdasan fisik, dimana kita perlu tahu apa artinya kesehatan bagi kelangsungan hidup kita, makanya perlu menerapkan pola hidup sehat. Kedua, kecerdasan otak (IQ).  Dimana fisik yang sehat jika tidak ditunjang dengan kemampuan berpikir, maka tidak memiliki kemampuan berinovasi. Karena kunci bisnis adalah inovasi. Ketiga Kecerdasan Emosional. Fisik yang sehat, otak berpikir, tapi tidak ditunjang dengan perasaan yang berempati maka akan melahirkan kezaliman. Jika membuat kebijakan selalu menyengsarakan orang lain. Lalu yang keempat adalah kecerdasan personality. Kecerdasan yang dimaksud adalah penampilan pengurus BUMDes maupun produknya yang meyakinkan. Produk yang bagus tapi dikemas jelek, juga tidak ada menambah nilai produk. Sebaliknya  produk yang kurang bagus, tapi kemasan berkualitas akan mengurangi citra konsumen. Oleh karena itu, dimasa krisis seperti sekarang, produk yang berkulitas ditambah kemasan yang bagus, itu akan menambah performance sebuah produk. Akhirnya, jika BUMDes mau tetap menjadi lokomotif ekonomi di desa, maka para pengurusnya harus bertindak sebagai entrepreneur. Sebagai profesional akan melihat wabah Covid 19 ini sebagai ancaman, tetapi seorang entrepreneur akan melihat Covid 19 ini sebagai peluang.

(Penulis adalah Tenaga Ahli Kemendes PDT RI bidang Pengelolaan Keuangan Desa dan Pengembangan Ekonomi Lokal untuk wilayah Provinsi Jambi)

Dana Desa di Jambi Sudah Cair, Jika Telat Bukan Salah Pemerintah Pusat

JAMBI – Di Provinsi Jambi sampai saat ini, dana desa sudah cair dan tidak ada hambatan. Dari 1399 desa se Provinsi Jambi, kini sudah cair dana tahap I sebanyak 389 desa.  Sementara selebihnya lagi proses pencairan di Badan Keuangan Daerah dan pihak Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). ”Proses pencairan dana desa tersebut melibatkan para pihak. Mulai dari Bupati sebagai kepala daerah, hingga pihak KPPN,” ungkap Koordinator Program Pembangunan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Jambi, Edi Endra SP, kepada media ini.

Dikatakannya, pemerintah pusat melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 205/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Desa telah mendorong pencairan dana desa ini mulai Januari lalu. Skema penyaluran Dana Desapun diubah menjadi 40:40:20 artinya pencairan di tahap pertama 40%, tahap kedua 40% dan tahap ketiga 20%. Padahal, sebelumnya menggunakan skema 20:40:40. Tak hanya itu, lanjut Edi, pemerintah pusat bahkan mempermudah persyaratakan pencairan dana desa tahap I ini. ”Syaratnya mudah cuma harus ada Perbup atau Perwali dan APBDes itu sendiri. Ditambah dengan Surat Kuasa Pemindahbukuan dari Kepala Daerah,” sebutnya.

Jadi lanjutnya, tidak ada alasan untuk menyalahkan pemerintah pusat ketika ada keterlambatan pencairan dana desa. Apalagi menyalahkan menteri desa. ”Regulasinya sudah dipermudah oleh pemerintah pusat, pak menteri sudah mendorong berkali-kali agar dana desa dicairkan bulan Januari. Bahkan bagi yang cepat proses APBDesnya dana desa tidak perlu lagi tiga kali pencairan, tapi cukup dua kali saja,” tukasnya.

Di Provinsi Jambi sendiri lanjutnya, khusus kabupaten Muarojambi dan Tanjabar mendapat kemudahan dengan proses pencairan dana desa cukup dua tahap. Dimana tahap pertama 60 persen dan tahap kedua 40 persen. Karena kedua kabupaten ini mendapat insentif atas penyaluran dana desa yang sangat baik tahun 2019. ”Sekarang untuk kabupaten Muarojambi dan Batanghari serta Tanjabar sudah cair 100 persen tahap 1,” ujarnya.

Dijelaskannya, pencairan tahap I kabupaten  Bungo sudah salur 10 desa dari 141 desa. Sedangkan Sarolangun sudah salur 5 desa dari 149 desa, lalu kabupaten Merangin 115 desa akan segera salur. ”Dalam penyaluran dana desa ini yang terpenting adalah peran dari pemerintah daerah,” tukasnya.  (arm)

10 TAHUN MERAWAT CINTA:BERATNYA MENGHADAPI GODAAN ‘ORANG’ KETIGA

Oleh: Bahren Nurdin

Jika anda memiliki sebatang pohon hias yang harganya milyaran, katakanlah Juliet Rose yang harganya 200 M, apa yang akan anda lakukan?. Merawatnya! Yes, pasti itu yang akan dilakukan. Merawatnya dengan segenap jiwa dan raga. Siang dan malam. Apakah mudah? Belum tentu. Dipastikan banyak suka, duka, kendala, halangan, dan rintangan yang dihadapi.

Mungkin tidak terlalu pas. Tapi, paling tidak itulah analogi yang dapat menggambarkan bagaimana merawat ‘tanaman hias’ perkawinan kita. Pohon hias yang tentunya harganya lebih dari milyaran rupiah tersebut. Benih cinta yang ditumbuhkan oleh Allah di antara suami dan isteri tidak ‘sim salabim’ jadi besar dan berseri. Ia disemai, disirami, dijaga, dirawat, dipelihara, didoakan, dan sebagainya. Semua harus melalui proses yang panjang hingga ia tumbuh dan bersemi.

Sesungguhnya proses inilah yang memakan waktu. Hari ini, (7 April 2020) saya sangat bersyukur telah Allah beri kesempatan untuk menjalani 10 tahun proses merawat ‘pohon hias’ perkawinan kami. Hari ini sepuluh tahun silam saya ikrarkan janji suci kepada Allah untuk melekatkan mahkota cinta pada hati seorang gadis pujaan jiwa. Ijab dan kobul menghalalkan langkah untuk melahirkan keturunan soleh dan solehah. In sya Allah.
Alhamdulillah, saat ini telah Allah titipkan dua orang buah hati yang ganteng-ganteng. Dua orang penyejuk hati penerus generasi Islam, amin; Ghazwan Zaid Arfa dan Ghazali Zayyan Arief.

Waktu 10 tahun berlalu boleh jadi adalah waktu yang singkat untuk sebuah perjalanan kehidupan manusia. Tapi, adalah waktu yang berharga dalam sebuah kebersamaan untuk merawat ‘pahit mahungnya’ kehidupan. Pertengkaran, perbedaan pendapat, tangis dan amarah adalah bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan itu. Entah berapa banyak air mata yang tumpah. Tapi, ternyata semua itu dengan kadar yang sepantasnya, telah menjadi ‘pupuk’ pohon cinta kami berdua.

Sebagai ‘kepala’ tukang kebunnya, tentu saya adalah orang yang paling bertanggungjawab terhadap keberlangsungan hidup ‘pohon cinta’ ini. Tanggungjawab yang harus dipertanggungjawabkan hingga akhirat. Jadi, jika ada yang salah dalam merawatnya, sayalah yang patut dipersalahkan. Sayalah yang tidak becus. Sayalah yang kurang pandai. Sayalah yang lalai. Semua pasti salah saya. Maafkan saya, wahai isteri tercinta dan anak-anak tersayang.

Saya menyadari semua itu memang tidak mudah. Belum lagi beratnya menghadapi godaan ‘orang’ ketiga yang selalu hadir. Ya, pihak ketiga yang selalu berperan dalam sedikit apa pun pertengkaran yang terjadi. Ia selalu membesarkan hal-hal yang kecil. Menjadikan rumit hal-hal mudah. Membuat api-api kecil menjadi membara. Mengadu domba, merasuk dari berbagai penjuru. Pokoknya dia tidak ingin melihat kami bahagia. Ia ingin keluarga ini pecah bercerai berai. Ia ingin kami bertengkar setiap saat. Targetnya jelas, menghancurkan rumah tangga kami. ‘Orang’ ketiga itu bernama Dasim!

Siapa Dasim? Ia adalah balatentara iblis yang memiliki keahlian di bidang menghancurkan perkawinan. Mengenai profil lengkap Dasim, silahkan telusuri di berbagai literatur yang ada. Pokoknya, jahat bangatlah. Waspada!
Saat ini, waktu 10 tahun telah terlewati dan entah sampai kapan Allah beri kesempatan untuk melanjutkan kehidupan di dunia ini. Kematian di antara kita pasti akan datang. Namun yakinlah hakikatnya perkawainan itu tidak dipisahkan oleh kematian.

Jika begitu, numpang berpesan, ada yang salah dengan doa yang diucapkan tamu undangan pada saat menghadiri resepsi pernikahan selama ini. “Sampai maut memisahkan, ya”. Atau yang lebih miris lagi ada yang mendoakan “sampai nenek kakek, ya”. Jika ucapan itu adalah doa, dan doa itu dikabulkan Allah, jangan salah ada nenek dan kakek bercerai. Karena banyak yang mendoakan cuma sampai di situ. Ayo, ganti ucapan. “sampai ke surga Allah bersama, ya”

Ingat, kematian tidak akan menghancurkan bangunan perkawinan atau membunuh ‘pohon cinta’ yang dirawat. Ia akan dipelihara sampai surga Allah. Perceraianlah yang akan membuat ‘pohon’nya mati atau yang menghancurkan bangunan perkawainan itu menjadi berkeping-keping. Sekali lagi, kematian bukan pemisah.
Kematian biarlah urusan-Nya. Urusan saya saat ini adalah tetap memelihara sisa kehidupan ini untuk merawat pohon cinta yang dianugerahkan-Nya. Ibarat berlayar, badai belum kan usai, ombak akan terus menghempas bahtera yang kami dayung bersama. Pohon cinta ini akan terus dirawat. Jangan sampai ia kekurangan air, atau diganggu hama hingga ia sakit dan mati. Dasim harus terus dilawan!

Akhirnya, bersyukur kepada Allah atas anugerah 10 tahun melewati pahit manisnya perkawinan ini. Sungguh, tanpa izin Allah pernikahan ini tidak akan sampai pada titik ini. Terima kasih kepada isteri dan anak-anak yang telah bersama dalam suka dan duka. Mari sama-sama berdoa semoga kelak Allah kumpulkan kita di Surga Firdaus-Nya. I love you, isteriku, Wella Sandria. Selamat ulang tahun dan Happy wedding anniversary ke-10. Muaaah…

*Suami dan ayah yang berjuang dan sedang berproses menjadi yang terbaik.

Jurus Bumdes Berkelit Saat Corona

Oleh Mohd Haramen

DI DALAM Grup Whatshapp (wa) BUMDes se Jambi pagi tadi (5/4), saya bertanya bagaimana keadaan BUMDes di Jambi saat wabah Corona (Covid 19) sekarang. Mereka ada yang mengatakan kondisi stabil, ada juga yang mengatakan, usahanya tutup, ada juga yang mengatakan masih tetap bertahan dengan beralih usaha.

Mereka yang mengaku stabil yakni rata-rata BUMDes yang bergerak dalam jual beli sembako. Maklum di tengah wabah Corona saat ini, masyarakat diminta banyak tinggal di rumah. Ditambah lagi pasar desa ada yang ditutup. Kondisi ini menjadi peluang BUMDes untuk meningkatkan omzet penjualan. Diantara BUMDes yang jual beli sembako tersebut yakni BUMDes Karya Bersama, Desa Delima, Kabupaten Tanjungjabung Barat. Saat ini usahanya masih bisa beromzet  Rp. 200-an juta per bulan.  ‘’Kalau untuk Rp. 500 juta, belumlah. Karena kontrak pupuk belum jalan,’’ kilah Direkturnya, Devita.  Memang BUMDes ini merupakan salah satu yang mensupport pupuk kompos untuk PT Wira Karya Sakti (WKS).

Saking manisnya bisnis jual beli Sembako disaat Corona ini, BUMDes desa Purwodadi yang usahanya sebelum korona hanya fokus dijual beli pupuk, saat Corona beralih menjual sembako murah.  ‘’Ya untuk menutupi biaya operasional saja. Makanya harganya murah, karena laba yang kami ambil Cuma sedikit,’’ terang Direkturnya, Sasmito.  Ditanya berapa keuntungan yang diperolehnya, dirinya mengaku belum berhitung.

Lain lagi dengan BUMDes wisata. Untuk BUMDes yang bergerak di wisata,  selama Corona ini betul-betul tutup. Sebut saja misalnya BUMDes Tajam, desa Tanjung Lanjut, Kabupaten Muarojambi sudah dua minggu-an tutup.  ‘’Kami manfaatkan untuk memperbaiki dan menambah sarana prasarana,’’ ujar Kepala Desa Tanjung Lanjut, Edi Sugito.

Senada, BUMDes wisata desa Tanjung Benuang, Kabupaten Merangin juga tutup total. Untungnya BUMDes ini ada unit usaha lain yakni simpan pinjam. Sehingga masih ada pemasukan untuk biaya operasional. ‘Kami maksimalkan pelayanan simpan pinjam ini sebagai andalan. Karena untuk pasar desa, pengunjung juga sepi,’’ tutur Direkturnya, Sutardi .  Ditanya, apakah akan membuat unit usaha lain ? Sutardi mengatakan masih dipertimbangkan. Apalagi untuk usaha jual beli sembako murah. ‘’Nanti dikira kami kasih-kasih gratis saja,’’ sebutnya.

Lain lagi dengan BUMDes bersama Kecamatan Betara. BUMDes yang bergerak dalam bidang Simpan Pinjam dan pembiayaan ini memiliki jurus tersendiri di saat Corona ini. Meski sampai saat ini tidak ada pelanggan yang menunggak, Direkturnya Suroso menyebutkan ada yang minta cicilan ditunda. ‘’Tapi kami tetap menginginkan pembayaran cicilan tidak ditunda. Hanya sekarang lebih selektif mencari calon debitur,’’ ucapnya.

Itu berbagai  kisah BUMDes di Jambi berkelit disaat Corona ini. Mereka lebih mempertimbangkan kondisi lokal desa untuk mengambil kebijakan. Kalau menurut ilmu manajemen keuangan ada beberapa cara untuk tetap bertahap ditengah suasana seperti sekarang. Salah satunya mengurangi biaya operasional. Biaya operasional jangan sampai melebihi pendapatan.  Pengurus BUMDes harus jeli melihat di pos mana saja yang menyebabkan pembengkakan anggaran, dan jika dipangkas tidak mempengaruhi operasional BUMDes. Maka, di pos tersebut harus dipangkas atau diperkecil jumlahnya. Pada perusahaan-perusahaan biasanya yang paling cepat dipangkas, pos biaya promosi, biaya listrik, dan gaji karyawan.  Bagi seorang profesional, Covid 19 mungkin merupakan ancaman, tapi bagi pengurus BUMDes sebagai entrepreneur, melihatnya sebagai peluang.  Karenanya, harus tahu pengeluaran mana yang bisa dihemat, pemasukan mana yang bisa dipertahankan.

Selain itu, dalam suasana saat ini, sebenarnya ada peluang bagi BUMDes untuk berinovasi dalam pelayanan pemasaran. Dimana  biasanya konsumen mendatangi BUMDes, sekarang karena semua diminta stay at home, BUMDes yang mendatangi konsumen. Bumdes menyediakan layanan call center dan online yang bisa diakses oleh warga desa. Tapi ini, memang bisa diterapkan untuk BUMDes yang bergerak dalam bidang usaha perdagangan. Tapi bagi BUMDes yang bergerak dalam bidang wisata, bisa dipikirkan untuk memanfaatkan momen sekarang, untuk menambah unit usaha baru yang dibutuhkan masyarakat desa . Karena pelayanan yang baik ke konsumen akan membuatkan pengalaman baru bagi mereka. Dan ini akan selalu diingat konsumen hingga virus corona berakhir.

Memang ditengah harga komoditi primadona yakni karet yang murah, bagi BUMDes, pasar menjadi kendala tersendiri. Mengingat, daya beli masyarakat desa lemah, dan ini memperkecil pangsa pasar. Tapi Kemendes memiliki kebijakan baru, yakni pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa. Dengan adanya stimulus tersebut, diharapkan daya beli masyarakat desa bisa tetap bertahan, atau mungkin lebih baik.

Terakhir, Pakar marketing sekaligus Founder and Chairman MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya meyakini walau situasi sulit, masih ada peluang untuk bertahan, bahkan bertumbuh lebih baik selepas covid-19. Hermawan yakin perusahaan atau brand yang tetap inovatif serta mempertahankan kualitas layanannya akan semakin bertumbuh pasca covid-19. Pasalnya mereka akan tetap diingat karena manuver dan strategi loyalnya kepada konsumen. Begitupun dengan BUMDes yang selalu inovatif akan bisa eksis hingga Covid 19 usai. Bravo BUMDes Jambi.

(Penulis adalah Tenaga Ahli Madya Pengelolaan Keuangan Desa dan Pengembangan Ekonomi Lokal Kemendes PDT RI untuk Provinsi Jambi)

Digerogoti Corona, Ekonomi Sakit

Oleh Mohd Haramen

“Sekarang lesu bang, pembeli sedikit. Kalaupun ada yang beli jarang minum ditempat, kebanyakan mintak dibungkus,’’ keluh pedagang jamu seduh.

Tak hanya pedagang jamu, pangkas rambut juga mengaku sepi. Biasanya mereka sehari sampai 20 orang yang datang. ‘’Saat Corona seperti ini, menunggu satu orang saja terkadang sampai sore hari,’’ keluh pemangkas rambut di kawasan Mendalo.

Dan lebih parah lagi kondisi rumah makan. Beberapa rumah makan bahkan sampai tutup karena sepi pembeli.

Itulah sekelumit keluhan para pedagang kecil ditengah wabah virus Corona saat ini. Corona (Covid 19) ternyata tak hanya menggerogi kesehatan manusia, tapi  juga turut menggerogoti sektor riil.

Secara makro, ekonomi dunia juga saat ini masih lesu. Bahkan ekonomi Indonesia yang diprediksikan tumbuh hanya 2,3 persen. Bahkan, lebih parah lagi ekonomi hanya bisa tumbuh minus 0,4 persen. Suatu kondisi yang sangat memprihatinkan.

Padahal, tahun 2020 ini, ekonomi Indonesia ditargetkan tumbuh 5,3 persen. Setelah tahun sebelumnya berhasil mencapai pertumbuhan 5,1 persen. Jika skenario terburuk yakni pertumbuhan ekonomi minus terjadi, artinya kita mengulang sejarah pertumbuhan minus tahun 1998 lalu. Dimana mencapai minus 13,1 persen.

Hanya saja yang membuat kita optimis, meskipun pertumbuhan ekonomi minus, kondisi kita akan tetap lebih baik dari tahun 1998. Karena, saat ini, Indonesia memiliki cadangan devisa sebesar 130,444 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa itu setara dengan pembiayaan 7,7 bulan impor atau 7,4 bulan untuk impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Tingkat inflasi juga terkendali: tahun 2019 angkanya 2,72 persen. Sementara pada tahun 1997/1998, cadangan devisa Indonesia hanya 17,427 miliar dolar AS. Sementara inflasi tercatat sebesar 11,6 persen.

Dampak Corona terhadap ekonomi Indonesia ini juga diakui oleh  Asian Development Bank (ADB). Pihak ADB memperkirakan ekonomi Indonesia hanya tumbuh  sebesar 2,5%. Angka itu turun separuhnya dari tahun 2019 sebesar  5,0%.

Direktur ADB untuk Indonesia, Winfried Wicklein dalam keterangannya, Jumat (3/4/2020) memprediksikan, jika pemerintah bisa melindungi kaum miskin dari dampak Corona, ekonomi bakal tumbuh lagi tahun depan.

Untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi ini, pemerintah telah menyiapkan sejumlah stimulus. Stimulus ini paling tidak,  dapat mempertahankan kondisi ekonomi saat ini. Stimulus yang diberikan mencakup fiskal, nonfiskal, serta sektor keuangan. Untuk sektor Fiskal, pemerintah melakukan percepatan penyaluran bantuan sosial, implementasi kartu prakerja, dan subsidi untuk perumahan rakyat melalui skema subsidi selisih bunga. Kemudian, juga melakukan pembebasan pajak hotel dan restoran selama enam bulan. Itu terhadap 10 destinasi wisata yang tutup gara-gara Corona ini.

Selain itu juga, memberikan diskon tiket penerbangan mencapai 50% untuk setiap setiap 25%  kursi pesawat dari dan menuju 10 destinasi utama wisata. Disamping itu, juga melakukan pembebasan sementara pajak penghasilan atau PPh 21 selama 6 bulan untuk pekerja industri pengolahan. Pemerintah juga melakukan penundaan pembayaran pajak penghasilan impor atau PPh pasal 22 selama 6 bulan.

Untuk Stimulus Nonfiskal pemerintah melakukan penyederhanaan/pengurangan larangan terbatas ekspor sebanyak 749 dari total 1.357 barang berdasarkan kode HS. Juga melakukan penyederhanaan/pengurangan larangan terbatas impor untuk perusahaan yang berstatus sebagai produsen, produk pangan strategis, serta komoditi hortikultura, hewan, obat, bahan obat dan makanan. Disamping itu, juga melakukan percepatan proses ekspor dan impor untuk pelaku usaha yang memiliki reputasi baik. Disamping itu, juga melakukan proses percepatan ekspor impor melalui National Logistics Ecosystem.

Sedangkan stimulus untuk sektor keuangan, yakni dengan melakukan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia 50 bps dan giro wajib minumum rupiah maupun valuta asing. GWM rupiah diturunkan 0,5%, sedangkan valas mencapai 4%.  Selain itu, ketentuan BI terkait underlying transaksi bagi investor asing diperluas sehingga memberikan alternatif dalam rangka lindung nilai kepemilikan rupiah.

Kebijakan lain yakni dengan memberikan kelonggaran restrukturisasi kredit oleh OJK. Bank diperbolehkan menghitung satu dari tiga pilar dalam perhitungan kredit bermasalah yakni ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga untuk kredit hingga Rp 10 miliar. Bank juga dapat meningkatkan kualitas kredit menjadi lancar setelah direskturkturisasi untuk seluruh plafon kredit. Dan banyak lagi stimulus yang lain. Harapannya, ekonomi Indonesia tetap bisa bertahan ditengah krisis yang terjadi saat ini.

(Penulis adalah Tenaga Ahli Kemendes PDT RI bidang Pengelolaan Keuangan Desa dan Pengembangan Ekonomi Lokal)

 

Cegah Covid 19, Sofyan Ali Semprot Disinfektan di Pasar Aur Duri

JAMBI – Dalam rangka pencegahan terjangkitnya virus Corona di Pasar Aur Duri, Telanaipura, Kota Jambi, pagi tadi anggota DPR RI/MPR RI, dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sofyan Ali SH melakukan penyemprotan disinfektan di Pasar Aur Duri, Telanaipura, Kota Jambi. Turut dalam kegiatan tersebut pengurus DPW PKB Provinsi Jambi, PW Gemasaba, dan DKW Garda Bangsa.

Anggota DPR RI Sofyan Ali SH membagi-bagikan hand sanitizer kepada masyarakat yang datang berbelanja di Pasar Aur Duri, Telanaipura, Kota Jambi

Bersamaan dengan kegiatan tersebut juga dilakukan pembagian hand sanitizer ke pedagang pasar Aur Duri. Para pedagang tampak antusias menyambut kegiatan tersebut. Sofyan Ali sendiri mengharapkan wabah virus Corona ini segera berakhir. Terlebih saat ini sudah bulan Sya’ban yang artinya sebentar lagi memasuki Ramadhan.

 

”Kita berharap masyarakat Provinsi Jambi bisa beraktivitas seperti sedia kala, dan khusuk dalam menjalankan ibadah bulan suci Ramadhan tersebut,” ujar tokoh muda Nahdatul Ulama (NU) ini disela-sela kegiatan penyemprotan.

Anggota DPR RI, Sofyan Ali SH bagi-bagi Hand Sanitizer kepada pedagang di Pasar Aur Duri, Telanaipura, Kota Jambi

Sofyan juga mengharapkan masyarakat bersabar  dan mendekatkan diri kepada Allah SWT menerima ujian wabah virus Corona ini. Karena segala sesuatunya datang dari Allah SWT dan akan kembali kepada Nya. ”Tapi sebagai manusia kita wajib berusaha, karena ikhtiar itu juga bagian dari perintah Allah,” ucap mantan aktivis pergerakan mahasiswa Islam Indonesia ini.

Diakui alumni Universitas Jambi ini,  memang dampak virus sangatlah besar, baik itu aspek ekonomi maupun kehidupan sosial lainnya. Makanya, pihak DPR RI bergandeng tangan dengan pemerintah melakukan langkah-langkah untuk mengatasi wabah tersebut. ”Kita saling bahu membahu membantu masyarakat, salah satunya dengan melakukan penyemprotan ini,” ucap Ketua DPW PKB Provinsi Jambi tersebut. (arm)

 

Cegah Corona, Pemdes Cinta Damai Semprot Desinfektan ke Rumah Warga

KUALATUNGKAL-Dalam rangka memaksimalkan pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid 19, warga Desa Cinta Damai Kecamatan Renah Mendaluh Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi, Senin (23/3) lalu bergotong royong melakukan kegiatan penyemprotan desinfektan ke seluruh rumah-rumah warga, rumah ibadah, sekolah serta sejumlah sarana pelayanan publik lainnya.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Pemerintah Desa bersama petugas kesehatan, Babinsa, Babinkamtibmas, kader Posyandu serta pihak terkait lainnya dengan melibatkan para Kepala dusun, Ketua RT dan segenap warga desa setempat.
Alhamdulillah, sesuai dengan arahan pemerintah, pak Menteri desa, pemerintah daerah, seluruh rumah-rumah warga, sekolah, sarana ibadah dan seluruh sarana pelayanan publik lainnya di desa kita sudah disemprot semua dengan desinfektan, ujar Kepala Desa Cinta Damai, Rakimin kepada radardesa.com.
Menurut Rakimin, desinfektan yang disemprotkan ke rumah-rumah warga dan sarana pelayanan publik tersebut merupakan bentuk ikhtiar bersama agar warganya tidak terjangkit wabah corona. sedangkan desinfektan yang digunakan adalah zat cair sederhana yang diracik dari bahan baku deterjen, bahan baku pembersih lantai dan zat pembasmi kuman dan bakteri lainnya. Secara teknis bahan bakunya diracik oleh petugas kesehatan yang ada di desa kita, jelasnya.
Tidak hanya penyemperotan desinfektan saja, Pemerintah desa bersama pihak terkait lainnya juga melakukan upaya preventif lainnya dengan mengikuti aturan dan himbauan pemerintah. selanjutnya melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar warga tidak panik namun tetap waspada serta menyampaikan langkah-langkah untuk antisipasi wabah corona, antara lain dengan meningkatkan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) selama 20 detik dengan menggunakan air yang mengalir, menjaga kesehatan diri dan keluarga, meningkatkan daya tahan tubuh dengan makanan yang bergizi.
kemudian menggunakan masker, tetap berada di rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak, menjaga kontak fisik, menunda bepergian ke daerah yang dianggap rawan covid 19, serta selalu berdoa agar selalu diberikan kesehatan dan terhindar dari wabah covid 19 dan lain-lain. Kita berharap dengan ikhtiar dan doa yang kita lakukan, masyarakat kita selalu dalam keadaan sehat dan diberikan perlindungan oleh Allah SWT, amin, harapnya.

Upaya yang dilakukan Pemerintah desa bersama pihak terkait lainnya tersebut mendapat apresiasi positif dari warga Desa Cinta Damai, karena selain mendapatkan pemahaman terkait langkah antisipasi wabah corona, rumah mereka juga telah disemprot dengan desinfektan sebagai bentuk pencegahan. Ini bentuk perhatian pemerintah desa dan pihak terkait lainnya kepada masyarakat. Tentu Kita sangat berterima kasih atas kegiatan ini, semoga seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat di Desa Cinta Damai ini terbebas dari corona dan penyakit lainnya, ujar Wasirun, salah seorang warga setempat.(***)

Polemik Jalan Tabir Barat, Bola Panas di Tangan Al Haris

JAMBI – Sebanyak 10 orang mahasiswa dan tokoh pemuda putra Tabir Barat, Kabupaten Merangin yang berdomisili di Kota Jambi, pagi ini (Senin, 16/03) beraudiensi dengan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Achmad Bestari, terkait dengan polemik Peningkatan Jalan ruas Muara Jernih-Muara Kibul.

Dalam pertemuan yang mengambil tempat di ruang rapat dinas Kehutanan Provinsi Jambi itu, Bestari menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya.

“ Tidak ada sedikitpun niat kami untuk menjegal proyek peningkatan Jalan itu. Silakan dibaca lagi surat kami itu. “ tegasnya.

Menurutnya, pihak dinas kehutanan provinsi sudah meminta pihak pemerintah kabupaten Merangin untuk mengurus surat izin Pinjam Pakai ke Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH).

“ Permintaan itu sudah sejak Januari 2019. Tapi kenapa pihak kabupaten belum bergerak juga menyiapkan surat yang dimaksud, sebagai syarat mutlak untuk kawasan yang masuk HP.” Jelasnya.

Bestari di hadapan perwakilan juga menegaskan, bahwa pihaknya siap membantu memfasilitasi untuk segera mendapatkan surat izin dari kementerian.

“Sekarang tergantung pak bupati, mau tidak menyurati Kementerian, kalau perlu antar langsung bersama kami ke Jakarta. Saya haqqul yakin pasti diberi izin. Karena kita bukan mau buka jalan baru, tapi hanya meningkatkan pembangunanya. Apalgi jalan itu sudah puluhan tahu berdiri,” ungkapnya.

Pihaknya juga sudah menjelaskan kepada pihak DPRD Kabupaten Merangin terkait polemik ini.
“ ini hanya kesalahfahaman saja. Saya minta masyarakat bisa memahami duduk perkara yang sebenarnya,” harapnya.

Bestari juga mengharapkan, kalau proyek ini jangan sampai gagal. Sebab sudah menjadi impian masyarakat setempat.
“ Meskipun demikian, kami di Provinsi tidak punya wewenang untuk memerintahkan kepala daerah untuk sesuatu yang diluar wewenang kami. Silakan urus ke kementerian,” tutupnya.

Perwakilan tokoh pemuda yang turut hadir, Saidina Usman El-Quraisy, menjelaskan, bahwa pertemuan dengan Kadis Kehutanan sudah sangat jelas dan mendapatkan kesepahaman terkait polemik ini.
“kita merasa perlu untuk melakukan klarifikasi dan solusi terkait ini. Kita tidak datang hanya untuk mendengarkan penjelasan terkait surat tertanggal 4 Maret itu, tapi juga solusi kongret dan langkah apa yang bisa dilakukan oleh pihak provinsi. Tadi jelas beliau sudah berjanji siap mendampingi bupati untuk mengurus surat izin ke kementerian,” jelasnya.

Menurut wakil ketua STAI Ahsanta Jambi itu, daripada mengurus surat hak guna pakai, sebaiknya langsung surat pembebasan dari status sebagai kawasan HP, untuk 2 tiitk itu,” sambungnya.

Arozi Ruzki, pembina Himpunan Mahasiswa Tabir Barat, yg juga turut hadir menambahkan, bahwa sekarang bola ada di tangan bupati Merangin, Dr. H. Al-Haris.

“Kalau memang pak bupati serius untuk membangun, membantu masyarakat Tabir dan Tabir Barat, maka uruslah surat izin itu ke pusat. Jangan ditunda-tunda lagi. Ajukan surat resmi, dalam aturanya, kalo 14 hari kerja tidak ada jawaban, kan otomatis dianggap setuju,” tegasnya.

Fahmi Rohim, tokoh pemuda lainnya, mengharapkan pihak pemerintah Merangin fokus dan serius membangun daerah. “ jika polemik izin ini tidak selesai, PT. SMI bisa menunda pembangunan Jalan Tabir Barat ini. Ini jelas merugikan masyarakat.” Tambahnya singkat.

Untuk diketahui, dalam sepekan terakhir, jagad media sosial dan media online heboh, menyikapi terbitnya surat dari Dinas Kehutanan Provinsi Jambi yang menyebutkan bahwa di sepanjang Jalan yang akan ditingkatkan pembangunan itu terdapat dua titik yang masuk kawasan Hutan Produksi (HP), lebih kurang 1,5 KM. Dengan adanya keputusan tersebut, maka jalan mulus yang menjadi impian masyarakat di dua Kecamatan itu yang sudah di depan mata itu, bisa tertunda. Dijadwalkan peningkatan ruas Jalan tersebut sudah dianggarkan untuk dibangun dalam tahun 2020 ini, dengan total anggaran sekitar 28 Milyar, dengan skema pinjaman dari PT. SMI. (arm)

Sinyal Kuat Didukung PKB, Mukhlis-Supardi Makin Pede

0

JAMBI – Setelah melewati fit and profer test, sinyal kuat perahu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sepertinya bakal berlabuh ke pasangan Mukhlis – Supardi di Pilkada Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabar). Secara keterwakilan wilayah, pasangan ini mewakili wilayah Tungkal Ilir dan Ulu.  Dimana Mukhlis mewakili Tungkal Ilir dan Supardi dari Tungkal Ulu.

Dari sisi pengalaman, pasangan ini berasal dari birokrat dan pengusaha. Mukhlis mantan Sekda Tanjungjabung Barat yang kini jadi Direktur Sapras Kemendes PDT RI. Sedangkan Supardi pengusaha perkebunan yang berpengalaman dalam dunia usaha. Kolaborasi keduanya, diperkirakan bisa membuat perekonomian Tanjungjabung Barat makin melejit. Makanya pantas saja, jika sinyal kuat perahu PKB akan berlabuh ke pasangan tersebut.

“Dari jajaran paling bawah hingga struktur paling atas Alhamdulillah sudah ada sinyal mendukung saya di Pilkada nanti,” ucap Muhklis yang didampingi Supardi baru baru ini.

Mukhlis pun berjanji, jika mendapat perahu PKB akan membesar PKB di Tanjungjabung Barat. “Sekarang PKB ada empat kursi, kalau saya jadi Bupati,  jangankan empat, 15 kursipun  Insyaallah saya wujudkan,” tegasnya. (arm)